cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PEMBELAJARAN PUISI RAKYATPADAPELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI KELAS VIIE SMP NEGERI 1 SUKASADA Puspitasari, Gst A A Dyah; Astika, Made; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, (2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalampembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa IndonesiaSMP Negeri 1 Sukasada. Objek penelitian ini adalah(1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013,(2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada.Data dikumpulkan dengan metode observasidan wawancara (semiterstruktur).Tahapananalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat belum sesuai dengan isi skenario pembelajaran dan Permendikbud No. 81A Tahun 2013, (2) penggunaan teks belum sesuai dengan empat tahapan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks berdasarkan atas aturan Kemendikbud Tahun 2013, (3) penggunaan mediasangat terbatas tidak sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
IMPLIKASI PRAGMATIS PERTANYAAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DI SMA NEGERI 2 MENGWI Windari, Ida
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i6.990

Abstract

IMPLIKASI PRAGMATIS PERTANYAAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJAR DI SMA NEGERI 2 MENGWI oleh I Gusti Ayu Ida Windari, NIM 0912011014 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni ABSTRAK Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan pendekatan pragmatik, yakni penelitian yang digunakan untuk meneliti implikasi pragmatis yang terjadi dalam pertanyaan guru. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran dan penjelasan mengenai (1) bentuk lingual pertanyaan guru, (2) implikasi pragmatis pertanyaan guru, (3) respons siswa terhadap implikasi pragmatis tersebut. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Mengwi, sedangkan objek penelitian ini adalah implikasi pragmatis pertanyaan guru, yang diperoleh dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan mendokumentasikan data yang diperoleh. Metode observasi digunakan untuk mengamati secara langsung pertanyaan yang diujarkan oleh guru selama proses belajar-mengajar berlangsung. Data-data yang telah terkumpul lalu diidentifikasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bentuk lingual pertanyaan guru yang terjadi dari kalimat tunggal ditemukan sebanyak 97 buah dan kalimat majemuk ditemukan sebanyak 4 buah, hasil analisis implikasi pragmatis pertanyaan guru, ditemukan sebanyak 18 buah implikasi pragmatis yaitu, mengharapkan, menyuruh, mengingatkan, menyindir, meminta, mencurigai, kekecewaan, ketidaksenangan, meyakinkan, mengajak, menyanggah, menegaskan, menyangsikan, mengkhawatirkan, menduga, melarang, menolak, dan menguji. Hasil analisis respons siswa terhadap pertanyaan guru, ditemukan sebanyak 13 buah. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa bentuk lingual, implikasi pragmatis, dan respons siswa terhadap pertanyaan guru memiliki hubungan sehingga dapat dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik. Melihat betapa pentingnya implikasi pragmatis pertanyaan guru dalam pembelajaran dapat disarankan agar penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru bahasa Indonesia dalam hal mempergunakan implikasi pragmatis di dalam pertanyaan, serta penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, mereka dilatih untuk menangkap dan memahami implikasi pragmatis yang ada dalam pertanyaan dengan memperhatikan situasi ujar. Kata Kunci : Pragmatik, Implikasi Pragmatis, Pertanyaan Guru
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI KELAS X IPB DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN AJARAN 2016-2017 ., Baiq Laily Septiana Anggraini; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi (2)mendeskripsikan respon siswa kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Rancangan penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap penelitian tindakan kelas. yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Subjek penelitian ini adalah Guru bahasa Indonesia dan peserta didik kelas X IPB dan Objek dari penelitian ini adalah Penggunaan Model pembelajaran Kooperatif Murder untuk Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas Tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes, observasi, kuisioner dan wawancara. Berdasarkan kedua jenis data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu pada pratindakan mencpai skor 65,7 terauk dala kategori cukup, siklus I mencapai skor 71,15 termasuk dalam kategori baik naun belum mencapai KKM dan pada siklus II mencapai skor 80,88 termasuk dalam kategori baik dan sekaligus penelitian pun dihentikan karena sudah mencapai target. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 27,11 dalam kategori kurang positif dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 37.46 dalam kategori positif. Dalam pembelajaran menulis, Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Murder dapat Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Teks Eksposisi kelas X IPB di Madrasah Aliyah Negeri Patas. Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Murder, dan hasil belajar ABSTRACT This study aims to (1) describe the improvement of writing skills of exposition texts (2) to describe the response of students of class X IPB at Madrasah Aliyah Negeri Patas. The design of this study is a Classroom Action Research which is conducted with two cycles and uses five stages of classroom action research. namely (1) initial reflection, (2) planning, (3) implementation, (4) observation, and (5) reflection. The subjects of this study are Indonesian teachers and students of class X IPB and Object of this study is the use of Cooperative Learning Model Murder to Improve Learning Outcomes Writing Skills Text Writing Exposure Class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas Teaching Year 2016-2017.. This study uses data collection methods such as tests, observations, questionnaires and interviews. Based on the two types of data obtained, the data analysis techniques used in this study is a quantitative descriptive data analysis techniques and qualitative descriptive data analysis techniques. The result of this research is pratindakan mencpai score 65,7 terauk dala enough category, cycle I reach score 71,15 including in good category naun not reach KKM and in cycle II reach score 80,88 including in good category and also research stopped because it has reached the target. The average acquisition of student response in cycle I was 27.11 in the less positive category and in cycle II increased by 37.46 in positive category. In writing study, Based on these results can be concluded that with the Application of Cooperative Learning Model type Murder can Improve the Learning Outcomes Writing Skills Text Exposition class X IPB in Madrasah Aliyah Negeri Patas. keyword : Keywords: Cooperative Learning, Murder, and learning outcomes
Pandangan Dunia dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks di Sekolah Menengah Atas ., Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6787

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pandangan dunia dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dan manfaatnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di sekolah menengah atas. Subjek penelitian adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2)identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pandangan dunia patriarki terdapat dalam novel Tempurung secara implisit melalui permasalahan yang dihadapi tokoh perempuan. Terdapat delapan persoalan yang menjadi topik perlawanan terhadap pandangan dunia patriarki. Kedua, novel Tempurung dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berbasis teks di sekolah menengah atas sebagai teks model untuk materi teks cerita ulang, teks anekdot, teks drama, dan teks cerita pendek. Kata Kunci : pandangan dunia, novel Tempurung, pembelajaran berbasis teks This descriptive research aimed to depict the world view in Oka Rusmini’s Novel entitled Tempurung and its usefulness in Learning Indonesian language which text-based in Senior High School. The subject of this research is a novel entitled Tempurung which is written by Oka Rusmini. The data was collected using documentation mehod. Several steps in collecting the data were 1) data description, (2) data identification, (3) data classification, (4) data presentation, and (5) conclusion making. Generally, the result of this research proved that first, patriarchal world view is existed in novel entitled Tempurung implicitly through problem that is faced by the woman character. There are eight problem which are being the oppositive topic toward patriarchal world view. Second, novel entitiled Tempurung can be used in text-based learning in serior high school as exemplary text to teach repeated text material, anecdote text, drama text, and short story text. keyword : world view, novel entitled Tempurung, text-based learning
PENERAPAN METODE HYPNOTEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENYIMAK SISWA KELAS X3 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA ., I Wayan Erwin Widyaswara; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.; ., Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4066

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mengetahui (1) aktivitas belajar siswa di kelas X3 SMA Laboratorium Undiksha dengan menerapkan metode hypnoteaching, (2) peningkatan hasil belajar menyimak dengan menerapkan metode Hypnoteaching di kelas X3 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, (3) kiat-kiat guru dalam menerapkan metode Hypnoteaching agar dapat meningkatkan hasil belajar menyimak pada siswa kelas X3 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan (4)respons siswa kelas X3 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja terhadap penerapan pendekatan Hypnoteaching untuk meningkatkan hasil belajar menyimak. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X.3 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kemampuan menyimak siswa. Data tentang hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif, kiat-kiat guru dalam pembelajaran dikumpulkan dengan metode wawancara yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif, data tentang aktivitas siswa dalam pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan respons siswa dikumpulkan dengan metode angket dan wawancara yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) penerapan metode hypnoteaching dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa kelas X.3 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, (2) guru menerapkan kiat-kiat pembelajaran yang tepat dalam mengimplementasikan metode hypnoteaching untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa, dan (3) siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran menyimak. Kata Kunci : hypnoteaching, hasil belajar, dan menyimak Classroom Action Research (CAR) aims to determine (1) the activity of student learning in the classroom X3 Laboratory High School hypnoteaching Undiksha by applying the method, (2) improvement of learning outcomes by applying the method Hypnoteaching listening in class X3 Singaraja Undiksha Laboratory High School, (3) kiat- tips teacher in implementing Hypnoteaching methods in order to improve student learning outcomes in the classroom listening Laboratory High School X3 Undiksha Singaraja, and (4) response grader Laboratory High School X3 Undiksha Hypnoteaching Singaraja on the application of the approach to improve learning outcomes listening. This study was conducted in two cycles. Subjects in this study were teacher and student grade Indonesian X.3 Singaraja Undiksha Laboratory High School, while the object of this research is the ability to listen to students. Data on student learning outcomes in learning listening collected by test method was analyzed by quantitative descriptive methods, tips collected by the teacher in the learning of the interview method is analyzed with descriptive qualitative and quantitative techniques, data about students in learning activities collected by observation methods analyzed with descriptive qualitative and quantitative methods, and student responses were collected by questionnaire and interview were analyzed with descriptive quantitative and qualitative methods. The results showed that, (1) the application of the method can improve the ability to listen hypnoteaching graders X.3 Singaraja Undiksha Laboratory High School, (2) teacher tips apply appropriate learning hypnoteaching in implementing methods to improve students' listening skills, and (3) students gave a positive response to learning to listen.keyword : hypnoteaching, learning outcomes, and listening
KEVARIASIAN KALIMAT DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANJAR Hermawan, Pande Made
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 8 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i8.1180

Abstract

KEVARIASIAN KALIMAT DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANJAR oleh Pande I Made Hermawan NIM 0812011072 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kevariasian kalimat dalam karangan narasi siswa berdasarkan: (1) isinya, (2) jumlah klausanya, (3) predikat yang membentuknya, (4) sifat hubungan aktor-aksinya, (5) struktur internal klausa utamanya, dan (6) ada tidaknya perubahan dalam pengucapannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini adalah kalimat dalam karangan narasi siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Dalam hal ini siswa diberikan tugas untuk menulis karangan narasi yang bertemakan pengalaman pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) berdasarkan isinya, 98,62% kalimat siswa berupa kalimat berita, 0,88% berupa kalimat perintah, dan 0,50% berupa kalimat tanya; (2) berdasarkan jumlah klausanya, 37,09% kalimat siswa berupa kalimat tunggal, 18,42% berupa kalimat majemuk bertingkat, 18,30% berupa kalimat majemuk campuran, 13,16% berupa kalimat majemuk setara, 12,15% berupa kalimat majemuk rapatan, dan 0,88% berupa kalimat bersusun; (3) berdasarkan predikat yang membentuknya, 36,21% kalimat siswa berupa kalimat berpredikat verba taktransitif, 32,70% berupa kalimat berpredikat verba transitif, 8,90% berupa kalimat berpredikat adjektiva, 8,27% berupa kalimat berpredikat verba semitransitif, 6,14% berupa kalimat berpredikat nomina, 2,13% berupa kalimat berpredikat frase preposisional, 0,13% berupa kalimat berpredikat numeralia, dan 5,52% tidak dapat dikategorikan; (4) berdasarkan sifat hubungan aktor-aksinya, 79,82% kalimat siswa berupa kalimat aktif, 10,40% berupa kalimat pasif, 0,13% berupa kalimat medial, tidak ada kalimat resiprokal, dan 9,65% kalimat tidak dapat dikategorikan; (5) berdasarkan struktur internal klausa utamanya, 76,32% kalimat siswa berupa kalimat lengkap, 12,78% berupa kalimat urutan, 7,77% berupa kalimat minor, 2,51% berupa kalimat elips, dan 0,62% berupa kalimat sampingan; dan (6) berdasarkan ada tidaknya perubahan dalam pengucapannya, 2,63% kalimat siswa berupa kalimat langsung, 0,75% berupa kalimat taklangsung, dan 96,62% kalimat tidak dapat dikategorikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa selalu ada satu jenis kalimat yang mendominasi kalimat lainnya pada setiap segi. Kata-kata kunci: menulis, kalimat, variasi
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI ., Ida Ayu Gede Pramiari; ., Drs. I Wayan Wendra, M.Pd.; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14356

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” dalam meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel. Subjek dalam peneliitian ini yaitu guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Objek dalam penelitian ini yaitu langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”, kemampuan hasil belajar siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dan respons siswa terhadap pengunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunanakan metode (1) Observasi, (2) Tes, (3) Angket, dan (4) Wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik diskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II. Kata Kunci : Tayangan Televisi, Menceritakan Cerita Fabel This classroom action research (PTK) aimed for investigating 1) the steps to use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 2) result of using television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. 3) student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill. The subject of this study is the teacher of Bahasa Indonesia and students of class VII B in SMP N 3 Mengwi. The objects of this study are the steps of using television program “Once Upon a Time”, the ability of student learning outcomes in retelling the contents of fable stories, and student’s response towards the use of use television program “Once Upon a Time”. Data collection in this research (1) observation, (2) Test, (3) Questionnaire, and (4) Interview. The data were analyzed by using descriptive- qualitative and descriptive-quantitative techniques. The result showed that: 1) There are three steps of re-telling the content of the story such as opening, whilst-activity, and closing. 2) the student’s skill in re-writing the story increased from 59.35 (low) in pre-reflection into 70,11 (satisfactory) in 1st cycle and 81.41 (good) in 2nd cycle. 3) the student’s response towards the use television program “Once Upon a Time” to improve re-telling fable’s content’s skill was positive with the average score 30.08 in 1st cycle into 32.41 in 2nd cycle. keyword : Television Impressions, Telling Fable Stories
PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER APRESIASI SASTRA DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., I Gst Ayu Candra Puspita Dewi; ., I Made Astika, S.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja, (2) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja, dan (3) kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pembina dan siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra. Data mengenai perencanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra diperoleh melalui metode dokumentasi dan wawancara. Data mengenai pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra diperoleh melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data mengenai kendala dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra diperoleh melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah (1) perencanaan yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan esktrakurikuler berbentuk program kerja. Hal-hal yang direncanakan dalam program kerja, yaitu bentuk-bentuk kegiatan, tempat, sarana, dan waktu pelaksanaan, (2) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra dilakukan dengan lima bentuk kegiatan apresiasi, yaitu membaca puisi, membaca dongeng, menulis puisi, musikalisasi puisi, dan drama, (3) kendala yang dihadapi pembina dalam melaksanakan kegiatan apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja, yakni memilih bentuk-bentuk kegiatan dan melaksanakan beberapa kegiatan, seperti membaca dongeng, menulis puisi, musikalisasi puisi, dan drama. Hal itu dikarenakan keterbatasan pengetahuan pembina dalam membimbing bentuk-bentuk apresiasi sastra tersebut. Secara umum, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler apresiasi sastra di SMP Negeri 3 Singaraja belum berjalan maksimal karena dari lima kegiatan, hanya satu kegiatan yang terlaksana dengan baik, yaitu membaca puisi.Kata Kunci : apresiasi, sastra, ekstrakurikuler This study aimed to describe: (1) planning extracurricular activity literary appreciation in SMP N 3 Singaraja, (2) the implementation of the extracurricular activities literary appreciation in SMP N 3 Singaraja, and (3) constraints in literary appreciation activities in SMP N 3 Singaraja. This study used a qualitative descriptive design. The subjects were coaches and students involved in extracurricular literary appreciation in SMP N 3 Singaraja. The object of this research was the implementation of extracurricular activities appreciation of literature. Data was collected by observation, interviews, and documentation methods. The results of this study are: (1) the planning used in the implementation of extracurricular activities was in the form of work program. Things were planned in work program namely, literary appreciation extracurricular activities, places, facilities and timing of implementation, (2) the implementation of extracurricular activities literary appreciation was done with five activity forms of appreciation those are, reading poetry, reading fairy tales, poetry writing, poems musical and drama, (3) constraints faced by supervisors in conducting literature appreciation in SMP N 3 Singaraja are choosing other forms of literature appreciation activities and carry out several activities, such as reading stories, writing poetry, m. It was due to the limited knowledge of coaches in guiding the forms of literary appreciation. In general, the implementation of extracurricular activities literary appreciation in SMP N 3 Singaraja not running optimally because of the five activities, only one activity that is performing well, the reading of poetry.keyword : appreciation, literature, extracurricular
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KURIKULUM 2013 DI KELAS X.A AKUNTANSI SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., Dewi Rahmayanti; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan guru bahasa Indonesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot, (2) mendes-kripsikan pelaksanaan pembelaja¬ran menulis teks anekdot yang dilakukan oleh guru bahasa Indo-nesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja, (3) mendeskripsikan evaluasi yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot di kelas X.A Akun¬tansi SMK Negeri 1 Singaraja, dan (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelaja¬ran menulis teks anek¬dot. Penelitian ini dirancang dalam bentuk peneli¬tian deskriptif-kualitatif. Sub¬jek dalam peneli¬tian ini adalah guru dan siswa kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Objek peneli¬tian ini adalah pembela¬jaran menulis teks anek¬dot pada mata pelaja-ran bahasa Indonesia dalam kuri¬kulum 2013. Metode pe¬ngum¬¬pulan data yang digunakan adalah me-tode dokumentasi, observasi, dan wa¬wancara. Analisis data dalam penelitian ini mencakup empat ta-hap, yaitu: tabulasi data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini me-nunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran masih memiliki beberapa ke¬le¬mahan, seperti: tujuan pem¬belajaran belum seluruhnya sesuai dengan indikator, materi pe¬lajaran perlu diperinci, metode yang digunakan harus disesuaikan dengan kurikulum 2013, pada bagian pendahuluan guru perlu me-ru¬¬mus¬kan kegia¬tan yang dilakukan oleh peserta didik, pada ke¬giatan inti guru perlu merumuskan lang-kah-langkah pembelajaran sesuai dengan tahapan-tahapan pendekatan sain¬tifik, pada kegiatan pe-nutup pembelajaran guru tidak mencantumkan kegiatan penga¬ya¬an atau remidi, dan pada rubrik “penilaian hasil” contoh instrumen yang diguna¬kan belum seluruhnya sesuai dengan indikator. Dalam pe¬laksanaan pembe¬lajaran ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan RPP, yaitu rencana kegiat¬an pembelajaran tidak dicantumkan di dalam RPP, pada kegiatan inti yang dirancang oleh guru be¬lum memuat kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahapan pendeka¬tan saintifik, akan tetapi dalam pe-laksanaannya guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik. Pa-da kegiatan penutup, tes lisan yang diberikan oleh guru belum bisa memberikan gambaran yang aku-rat terhadap kemampuan peserta didik, serta kegiatan pengayaan dan remidi yang diberikan oleh gu-ru tidak dicantumkan di dalam RPP. Pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh guru juga memiliki kekurangan, antara lain: rubrik penilaian untuk tes lisan dan tulis belum disediakan oleh guru, daftar pertanyaan untuk tes tulis juga belum disediakan. Kata Kunci : pembelajaran menulis, teks anekdot, mata pelajaran bahasa Indone¬sia, kurikulum 2013 This study aimed at (1) describing Indonesian teacher planning in class X.A Accounting at SMK Ne-geri 1 Singaraja in writing anecdote text, (2) describing the implementation of writing anecdotes text conducted by Indonesian teacher in class X.A Accounting at SMK Negeri 1 Singaraja, (3) describing the evaluation conducted by the Indonesian teacher in writing anecdotes in class X.A Acounting at SMK Negeri 1 Singaraja, (4) describing the problems faced by teacher and students in writing anec-dote text. This study was descriptive qualitative research. The subject in this study were teacher and stu¬dents in class X.A Acounting at SMK Negeri 1 Singaraja. The object in this study was writing anec-dotes text on Indonesian subjects in the curriculum 2013. Data collection methods used was docu-men¬tation, observation, and interviews. Analysis of the data in this study includes four stages, name-ly: tabulation of data, data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of this study indicate that the learning plan still has some weaknesses, such as: learning objectives are not entirely in accordance with the indicators, the subject matter needs to be specified, the method used should be adjusted to curriculum in 2013. In pre-activity, the teacher needs to formulate the activity under¬taken by learners. In the core activity, teacher needs to formulate learning steps based scientific app¬roach. In the post-activity, the teacher didn’t provide remedial activity. In the rubric of assessment, the example of instruments that are used are not entirely in accordance with the indicators. In the imple¬men¬tation of learning there were several things wich were not appropriate with the lesson plan such as, there was no learning activity stated in the lesson plan, In core activity, there was no learning acti¬vity based on scientific approach, however in the aplication learning activity based on scientific app¬roach was done by the teacher itself. In post activity, the oral test given by the teacher couldn’t pro¬vide an accurate picture of students’ abilities, and remedial activities assigned by the teacher were not included in the lesson plan. The implementation of the evaluation conducted by the teacher also had weaknesses, such as: the teacher didn’t provide an assessment rubric for oral and written test, and a list of questions for written tests. keyword : writing, anecdote text, Indonesian subject, curriculum 2013
PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER TINKING SKILL) GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN CERITA FABEL DI KELAS VII MTs NEGERI 2 BULELENG Arisma, Riska; Darmayanti, Ida Ayu Made; Sutresna, Ida Bagus
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20611

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mendiskripsikan (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII dan (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel di kelas VII MTs Negeri 2 Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan kendalakendala yang dihadapi oleh guru saat menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dalam pembelajaran cerita fabel telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran, guru mampu menggiring siswa; pada inti pembelajaran, siswa mampu mengikuti pembelajaran cerita fabel dengan menggunakan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa mampu menjawab pelatihan HOTS dengan baik. (2) Kendala guru adalah dari segi siswa. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) telah efektif dan sesuai prosedur. (2) Kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa. Saran penelitian ini ialah, guru bahasa Indonesia agar mempertahankan keefektifan media booklet berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) dan lebih memotivasi siswa untuk meningkatkan pembelajaran.

Page 11 of 122 | Total Record : 1214