cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PENGARUH METODE NUMBERED HEADS TOGETHER YANG DIPADUKAN DENGAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA SISWA KELAS VIII SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Widiastini; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar membaca siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2016/2017, (2) ada atau tidaknya pengaruh penggunaan metode Numbered Heads Together yang dipadukan dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar membaca siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar membaca. Data hasil belajar membaca siswa dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar membaca siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja adalah 17,61 pada skala sangat tinggi dan 8,9 dengan skala cukup, (2) ada pengaruh penggunaan metode Numbered Heads Together yang dipadukan dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar membaca siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Hasil analisis uji-t menunjukkan t_hitung lebih besar dari t_tabel yaitu 11,3>1,67. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar membaca siswa kelompok eksperimen dan kontrol adalah signifikan. Ini berarti, terdapat pengaruh penggunaan metode Numbered Heads Together yang dipadukan dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar membaca. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu (1) guru dan sekolah dapat mempertimbangkan pembelajaran membaca dengan menggunakan metode Numbered Heads Together yang dipadukan dengan Snowball Throwing, (2) peneliti lain dapat menambahkan variabel moderator untuk memperkuat hubungan antarvariabel.Kata Kunci : metode pembelajaran, hasil belajar membaca This research aims to understand (1) of the results of students’ learning to read of the eighth grade students of Junior High School Laboratorium Undiksha in academic year 2016/2017, (2) whether or not there was any influence of the use of Numbered Heads Together method combined with Snowball Throwing to the results of students’ learning to read of the eighth grade students of Junior High School Laboratorium Undiksha in academic year 2016/2017. The type of research used is quasi-experimental research. Data were collected by using the test results of learning to read. The data of students’ learning to read were analyzed using descriptive statistics and inferential.The result of the research shows that (1) the result of students’ learning to read eighth grade of SMP Laboratory Undiksha Singaraja is 17,61 on a very high scale and 8,9 with enough scale; (2) there is an influence of the used of Numbered Heads Together method combined with Snowball Throwing the results of students’ learning to read of the eighth grade students of Junior High School Laboratorium Undiksha in academic year 2016/2017. The results of t-test analysis show that t-count is greater than ttable namely 11,3 > 1,67. It can be concluded that the results of learning to read of students group experimental and control are significant. This means that there is an influence of the used of Numbered Heads Together method combined with Snowball Throwing to the results of students’ learning to read. As for suggestions for this research, which are (1) teachers and schools may consider learning to read by using the Numbered Heads Together method combined with Snowball Throwing, (2) other researchers can add variable moderated to strengthen links between keyword : learning methods, results of learning to read
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH SISWA KELAS XII IPA 1 SMA LAB UNDIKSHA ., Ni Ketut Cahya Mahayuni; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5743

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengimplentasikan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha, (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha dalam menulis karya ilmiah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap pembelajaran tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha yang berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat beberapa langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XII IPA 1 SMA Lab Undiksha dalam menulis karya ilmiah. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran menulis karya ilmiah yang sebelumnya siswa diajak untuk memahami kaidah-kaidah karya ilmiah, membat secara langsung, dan diskusi mendalam dengan kelompok-kelompok kecil, (2) hasil kedua adalah peningkatan skor siswa yang sebelumnya yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 67, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 71, sedangkan pada siklus II skor rata-sata secara klasikal menjadi 80, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dalam pembelajaran menulis karya ilmiah.Kata Kunci : kooperatif, Snowball Throwing, Karya Ilmiah This classroom action research aimed (1) describing the steps taken to implement the cooperative learning model Snowball Throwing to improve the writing skills of the scientific papers of students class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha (2) describing enhancements to student learning outcomes XII IPA 1 SMA Lab Undiksha in writing scientific papers by applying cooperative learning model Throwing Snowball. (3) describing the students response toward this type of learning. Subjects in this study were students of class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha totaling 40 people. Data collection method used in this research is the method of observation, testing, and interviews. Data were analyzed using quantitative descriptive technique. The results of this study are (1) there are several steps the implementation of cooperative learning model Snowball Throwing to improve the ability of students of class XII IPA 1 SMA Lab Undiksha in writing scientific papers. Such steps emphasize on learning to write scientific papers before students are encouraged to understand the rules of scientific papers, make directly, and in-depth discussions with small groups. (2) The second is the increase in student scores on the pre-action before the average score of classical 67, the cycle I gained an average score of classical 71, while in the second cycle the average score in the classical to 80, and (3) students gave responded very positive to the cooperative learning model Snowball Throwing in learning to write scientific papers.keyword : cooperative , Snowball Throwing , scientific papers
Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Oleh Guru Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha ., Merry Safitri; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) cara guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil, dan (2) hambatan-hambatan yang ditemukan guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang guru yang mengajar empat kelas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, alat perekam, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada saat membimbing diskusi kelompok kecil ada enam cara. Keenam cara itu antara lain: (1) memusatkan perhatian, (2) memperjelas masalah, (3) menganalisis pandangan siswa, (4) meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, (5) menyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan (6) menutup diskusi. Namun, tidak semua komponen diterapkan pada tiap-tiap kelas. Hambatan yang ditemui guru ketika membimbing diskusi kelompok kecil berasal dari faktor guru, siswa, dan waktu. Pertama, hambatan yang muncul dari guru adalah kurang tegasnya guru dalam membimbing diskusi kelompok kecil sehingga masih banyak siswa yang sibuk sendiri yang mengakibatkan suasana kelas kurang kondusif. Kedua, hambatan yang muncul dari faktor siswa , yaitu (a) perbedaan tingkat pemahaman siswa terhadap materi atau masalah yang diberikan, (b) kurang fokusnya siswa dan siswa sering melakukan hal-hal di luar diskusi dalam kelompok, dan (c) kondisi siswa yang berbeda disetiap kelas dan setiap pertemuan yang mengharuskan guru senantiasa harus bekerja ekstra keras dalam membimbing siswa yang pendiam atau pasif dengan cara memotivasi siswa. Ketiga, hambatan yang muncul dari faktor waktu adalah waktu yang telalu banyak tersita untuk kegiatan berdiskusi.Kata Kunci : keterampilan, diskusi kelompok kecil, guru bahasa indonesia This study aimed to describe (1) how teacher in guiding small group discussions, and (2) the constraints found teacher in guiding small group discussions. This study used a qualitative descriptive design. Subjects were one teacher who teaches four classes. The data was collected through observation and interviews. The instrument of this study is the observation sheet, tape recorders, and interview guides. The results of this study indicate that the activities carried out by Indonesian teacher in junior class VII SMP Laboratorium Undiksha during a small group discussion guide there are six activities. Sixth activities include: (1) focus, (2) clarify the problem, (3) analyze the views of students, (4) increase student participation to the group, (5) spread the opportunity to participate, and (6) closes the discussion. However, not all components are applied to each class. Obstacles encountered by teacher when guiding a small group discussion of factors derived from teacher, students, and time. First, the barriers that arise from a lack of traction teacher are teachers in guiding small group discussions so that there are many students who busy themselves which resulted in less conducive classroom atmosphere. Second, obstacles to student factors, namely (a) the difference in the level of students' understanding of the material or the given problem, (b) lack of focus students and students often do things outside of the discussion in the group, and (c) the condition of the students who different in every class and every meeting that requires teachers always had to work extra hard in guiding students who are silent or passive in a way to motivate students. Third, barriers that arise from time factor is the time that are too much taken for discussion activities.keyword : skills, a small group discussion, the teacher Indonesian
STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN SAVI PADA SISWA KELAS VIIE DI SMP NEGERI 2 BLAHBATUH Widiastini, Gusti Ayu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i4.501

Abstract

STRATEGI GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DENGAN PENDEKATAN SAVI PADA SISWA KELAS VIIE DI SMP NEGERI 2 BLAHBATUH     Gusti Ayu Widiastini  NIM (0812011040)       Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha, Jln. Ahmad Yani 87 Singaraja.     e-mail: yunickc@yahoo.com     ABSTRACK   This study aims to (1) describe the strategy the teacher in planning learning to write poetry using SAVI approach, (2) describe strategies teachers in the implementation of learning to write poetry using SAVI approach, and (3) describe the results achieved with the application of student SAVI approach to learning writing poetry in grade teacher at SMP Negeri 2 VIIE Blahbatuh. Subjects in this study were VIIE graders and an Indonesian teachers of SMP Negeri 2 Blahbatuh. The methods used to collect data in this study is the method of observation and interview methods. Observation methods used to collect data in the implementation of strategies teachers teaching writing poetry in grade students of SMP Negeri 2 Blahbatuh VIIE. The data were analyzed qualitatively. Meanwhile, the interview method used to collect data that researchers still do not get the time to make observations on planning in learning to write poetry using SAVI approach and the results obtained VIIE grade students to the application of SAVI approach in learning to write poetry. Interview data were analyzed qualitatively as well. The results of this study were (1) Suan Ni Putu Dewi focuses on the preparation of lesson plans. RPP is a scenario that is important to note because the preparation, lesson plans that have been prepared in detail is expected to be able to create an atmosphere of learning, especially writing poetry performing well. Suan Ni Putu Dewi choose their own media which is considered in accordance with the strategy that will be in collaboration with SAVI approach, (2) the implementation of learning to write poetry by Suan Ni Putu Dewi at the beginning of open learning activities, at the core of the exploration activities teachers explain the meaning of poetry, activity elaboration of the teacher asks the students to make groups and each group makes poetry of images that have been previously distributed, and confirmation activities teachers discuss questions that arise, activity late teacher closes the lesson, (3) the results that can be achieved by the students to the application of this approach in collaboration with strategic SAVI from the teachers that successfully increased visible from the value after the application of the SAVI. Keywords: teacher strategies, SAVI approach, writing poetry     ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi guru dalam perencanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI, (2) mendeskripsikan strategi guru dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan pendekatan SAVI, dan (3) mendeskripsikan hasil yang dicapai siswa dengan penerapan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi oleh guru pada siswa kelas VIIE di SMP Negeri 2 Blahbatuh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIE dan seorang guru bidang studi Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Blahbatuh. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode wawancara. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data strategi guru dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIIE SMP Negeri 2 Blahbatuh. Data tersebut dianalisis secara kualitatif. Sementara itu, metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang masih belum peneliti dapatkan saat melakukan observasi yaitu mengenai perencanaan dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan pendekatan SAVI dan hasil yang diperoleh siswa kelas VIIE terhadap penerapan pendekatan SAVI dalam pembelajaran menulis puisi. Data hasil wawancara dianalisis secara kualitatif pula. Hasil penelitian ini adalah (1) Ni Putu Suan Dewi menitikberatkan pada penyusunan RPP. RPP merupakan skenario yang penting untuk diperhatikan penyusunannya sebab, RPP yang telah disusun secara detail diharapkan akan mampu menciptakan suasana pembelajaran terutama menulis puisi terlaksana dengan baik. Ni Putu Suan Dewi memilih sendiri media yang dianggap sesuai dengan strategi yang nantinya akan dikolaborasikan dengan pendekatan SAVI;   (2) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi oleh Ni Putu Suan Dewi pada kegiatan awal membuka pelajaran, pada bagian inti yaitu kegiatan eksplorasi guru menjelaskan pengertian puisi, kegiatan elaborasi guru menyuruh siswa membuat kelompok dan setiap kelompok membuat puisi dari gambar yang telah dibagikan sebelumnya, dan kegiatan konfirmasi guru membahas pertanyaan yang muncul, di kegiatan akhir guru menutup pelajaran; (3) hasil yang mampu dicapai oleh siswa terhadap penerapan pendekatan SAVI yang dikolaborasikan dengan strategi dari guru yaitu berhasil mengalami peningkatan terlihat dari nilai setelah penerapan SAVI tersebut.   Kata kunci: strategi guru, pendekatan SAVI, menulis puisi
Analisis Pola Kalimat Kompleks pada Teks Karya Siswa Ujian Praktik Kelas XII di SMA Negeri 8 Denpasar Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017 ., Ni Nyoman Ayu Juita Ersani; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11597

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kompetensi penggunaan konjungsi pada kalimat kompleks karya siswa ujian praktik kelas XII di SMA Negeri 8 Denpasar dan (2) kompetensi penggunaan pola kalimat kompleks karya siswa ujian praktik kelas XII di SMA Negeri 8 Denpasar berkenaan dengan hubungan antarklausanya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kompetensi siswa dalam menggunakan konjungsi atau konjungtor pada kalimat kompleks dapat dikatakan baik karena kesalahan yang ditemukan oleh peneliti hanya 12 buah atau 16,6 % dan kompetensi siswa dalam menggunaan pola kalimat kompleks berkenaan dengan hubungan antarklausanya terbilang sangat baik karena tidak ditemukannya kesalahan dalam penggunaannya.Kata Kunci : konjungsi, kalimat kompleks, kompetensi This study describes (1) the competence of using conjunction on complex sentences by the students of practice exam on third grade of senior high school at SMA N 8 Denpasar and (2) the competenceusing patterns of complex sentences by the stundents of practice examon third grade of senior high school in term of interclause rellationship. This study uses a qualitative descriptive design. Collecting data in this study using is documentation with random sampling tecnic. The result of this study indicates that (1) the students competence using conjunction on complex sentence is good because that the mistake found just twelve or sixteen point six percent and (2) the students competence using patterns of complex sentences is verry good because there is no mistake found in its use. keyword : conjuction, complex sentence, and competenc
ANALISIS KALIMAT EFEKTIF CERPEN SISWA KELAS IX SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING ., S. A. Pt. S. Indrayani; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6248

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan kalimat efektif yang ada dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) kendala-kendala penyusunan kalimat yang dihadapi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dalam menulis cerpen. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring dan objek penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif dalam cerpen siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tampaksiring ditinjau dari segi syarat kalimat efektif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan kalimat dalam cerpen sudah sesuai dengan ciri-ciri kalimat efektif, yaitu keutuhan (kesatuan), keterpaduan, keringkasan, dan keterpusatan perhatian berhubungan dengan struktur atau interelasi (penekanan) sehingga cerpen siswa menarik untuk dibaca. (2) Kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa dalam penyusunan kalimat efektif, yaitu siswa kurang memahami unsur-unsur kalimat, siswa kurang percaya diri dengan hasil/kalimat yang ditulis, siswa kurang bisa memanfaatkan kata-kata dalam menyusun kalimat, siswa sulit dalam menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya, dan siswa sulit membedakan antara awalan dengan kata depan. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kalimat yang dibuat oleh siswa sudah sesuai dengan ciri dan syarat kalimat efektif, serta kendala siswa lebih banyak ada pada pemahaman tentang unsur-unsur kalimat karena kondisi kelas kurang kondusif saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu, disarankan kepada guru agar lebih mengondisikan kelas sehingga siswa dapat belajar dengan baik, terutama terhadap siswa yang kurang memahami pemakaian unsur-unsur kalimat yang baik.Kata Kunci : Analisis Kalimat Efektif, Cerpen. This research is a descriptive qualitative, aimed at describing (1) the use of sentences in short story made by second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring, (2) the obstacles of second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring in arranging the effective sentence towrite a short story. The subjects of this research are second grade students of SMA Negeri 1 Tampaksiring andthe objects are the short story made by students of SMA Negeri 1 Tampaksiring. The data collectingmethods are documentation and interview method. After the data have been collected, they are analyzed further by descriptive qualitative research. The result show that (1) the use of sentences in short story are correspond with characteristics of effective sentence, namely integrality, integration, brevity, and centering of attention related with structure or interrelation (accentuation) so that the students’ short story are interested to be read. (2) the obstacles of the students in arranging the effective sentences, such as the students less understand the unsure of the sentences, studentslessconfidence with the result of the sentences that they write, students less in exploiting the words in arranging the sentences, students hard to correlate the sentence with the others, and students hard to distinguish between prefix and preposition. Base on the result and discussion, can be concluded that the sentences which are made by the students are correspond with characteristics of effective sentence, and the students’ obstacles is more on comprehension about the unsure of sentence because of classroom condition is less conducive when the learning process is held. Therefore, is recommended for the teacher to more condition the class in order to make the students be able to study well, especially for the students with less comprehension in using the appropriate sentences unsure. keyword : The Analysis of Effective Sentence, Short Story.
KAJIAN PUISI AKROSTIK DENGAN PENDEKATAN PARAFRASA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PUISI SISWA KELAS VII.C DI SMP NEGERI 7 SINGARAJA ., Ni Komang Rai Nuratni; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3407

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran memahami puisi melalui kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa siswa di kelas VII.C SMP Negeri 7 Singaraja, (2) mendeskripsikan kemampuan memahami puisi siswa di kelas VII.C SMP Negeri 7 Singaraja melalui kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa, dan (3) mendeskripsikan respons siswa di kelas VII.C SMP Negeri 7 Singaraja terhadap kegiatan pembelajaran memahami puisi melalui kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa yang berjumlah 21 orang. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran memahami puisi, peningkatan kemampuan memahami puisi, dan respons siswa mengenai kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi, (2) tes, dan (3) angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil pada tes memahami puisi melalui kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa menunjukkan bahwa (1) terdapat langkah-langkat yang tepat dalam kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa terhadap memahami puisi, (2) kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa mampu meningkatkan kemampuan memahami puisi siswa kelas VII.C di SMP Negeri 7 Singaraja yang ditandai dengan peningkatan perolehan skor rata-rata memahami puisi siswa dari 76,52 pada siklus I menjadi 79,23 pada siklus II, dan (3) siswa memberikan tanggapan positif terhadap kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa dalam pembelajaran memahami puisi. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 7 Singaraja agar menggunakan kajian puisi akrostik dengan pendekatan parafrasa terhadap memahami puisi dalam pembelajaran membaca puisi sesuai dengan langkah-langkah yang ditemukan peneliti. Kata Kunci : Kata kunci: puisi akrostik, pendekatan parafrasa, memahami puisi Classroom action research aims (1) to describe the learning steps through the study to understand poetry acrostic poem with the students in the class paraphrasing approach VII.C SMP 7 Singaraja, (2) describes the ability to understand a poem students in grades 7 SMP Negeri Singaraja VII.C through review of acrostic poem paraphrasing approaches, and (3) describe the responses of students in grades 7 VII.C SMP Singaraja to understand the learning activities through the study of poetry acrostic poem by paraphrasing approach. The subjects were Indonesian teachers and students who were 21 people. Object of this research is to understand the learning steps poetry, increased ability to understand poetry, and student responses on assessment acrostic poem by paraphrasing approach. Collecting data in this study was conducted using (1) observation, (2) test, and (3) questionnaire. Data were analyzed with descriptive techniques-qualitative and quantitative-descriptive. The results of the test understanding through the study of poetry acrostic poem by paraphrasing approach shows that (1) there are appropriate measures in the study Langkat acrostic poem by paraphrasing approach to understand poetry, (2) review of acrostic poem by paraphrasing approaches can improve the student's ability to understand poetry class VII.C in SMP 7 Singaraja which is characterized by an increase in the acquisition of an average score of 76.52 students understand poetry at 79.23 on the first cycle to the second cycle, and (3) students gave a positive response to the study acrostic poem by paraphrasing approach in learning to understand poetry. Therefore, the authors suggest to the Indonesian teacher at SMP Negeri 7 Singaraja acrostic poem that uses the study to understand poetry paraphrasing approach to learning to read poetry in accordance with the steps found in research.keyword : Key words: acrostic poetry, paraphrasing approaches, understand poetry
PENGGUNAAN TEKNIK CERDAS CERMAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT SISWA KELAS VIII.3 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Budiana, Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v1i5.594

Abstract

PENGGUNAAN TEKNIK CERDAS CERMAT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT SISWA KELAS VIII.3 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Oleh I Wayan Budiana, NIM 0812011085 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan teknik cerdas cermat, (2) peningkatan kemampuan menyampaikan pendapat dalam pembelajaran berbicara dan (3) respons siswa kelas VIII.3 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja terhadap penggunaan teknik cerdas cermat untuk meningkatkan kemampuan menyampaikan pendapat dalam pembelajaran berbicara.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: tahap 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi/evaluasi, dan 4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.3 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 31 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, kuesioner dan tes. Metode observasi dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data mengenai langkah-langkah pengunaan teknik cerdas cermat, sedangkan metode kuesioner dan tes digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan siswa dalam mengajukan pendapat dan respons siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik cerdas cermat dalam pembelajaran berbicara dapat meningkatkan kemampuan mengajukan pendapat dan menghadirkan respons positif siswa kelas VIII.3 SMP Laboratorium Undiksha tahun pelajaran 2012/2013 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil kuesioner persentase rata-rata respons siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 20,9 dengan kategori respons positif, meningkat menjadi 22,2 dengan kategori respons positif pada siklus II. Persentase rata-rata kemampuan mengajukan pendapat siswa juga mengalami peningkatan dari 65,35 pada siklus I dengan kategori cukup menjadi 80,9 pada siklus II dengan kategori tinggi.     Kata kunci: teknik cerdas cermat, kemampuan mengajukan pendapat, respons siswa.
Analisis Perbandingan Unsur Intrinsik Siswa di Kelas IX SMP Negeri 3 Singaraja Berdasarkan Jenis Kelamin ., Ida Ayu Candra Dewi; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.12011

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbandingan unsur instrinsik yang digunakan oleh siswa di kelas IX di SMP Negeri 3 Singaraja dalam menulis cerpen berdasarkan jenis kelamin, (2) mengetahui perbedaan cerpen siswa berdasarkan jenis kelamin di kelas IX SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini siswa sedangkan objeknya yakni cerpen siswa, jenis kelamin dan unsure intrinsic cerpen. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan instrument penelitian menggunakan kartu data. Hasil penelitian ini menunjukan tema yang digunakan oleh siswa perempuan cenderung mengarah pada tema tingkat egoik sedangkan siswa laki-laki cenderung menggunakan tema tingkat sosial. Gaya bahasa yang cenderung digunakan oleh siswa perempuan adalah hiperbola, sedangkan siswa laki-laki tidak memiliki kecenderungan dalam menggunakan gaya bahasa. Siswa laki-laki lebih banyak menggunakan bahasa biasa daripada gaya bahasa. Bentuk tulisan yang digunakan oleh siswa perempuan adalah bentuk tulisan narasi-dialog, sedangkan siswa laki-laki cenderung menggunakan narasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan-perbedaan antara siswa perempuan dan laki-laki dalam menulis karya sastra berupa cerpen. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan tema, gaya bahasa, dan bentuk tulisan yang digunakan dalam menulis cerpen.Kata Kunci : cerpen siswa, jenis kelamin, tema, gaya bahasa, bentuk tulisan This study conducted at SMP Negeri 3 Singaraja. This study aimed to (1) find out the comparison of instrinsic element used by the IX class at SMP Negeri 3 Singaraja in writing short story based on the sex of the students, (2) to know the different of students’ short story based to the sex in IX class at SMP Negeri 3 Singaraja. This study was a descriptive qualitative study. The subject of this study was the students while the objects were the short story, sex of the students’, and instrinsic element. This study used data collection method in the form of documentation and research instrument using data card. The results of this study shown the theme used by female students tend to use the theme of ego level while male students tend to use the theme of social level. The language style tends to be used by female students was hyperbole, whereas male students have no tendency to use language style. The male students more used common language than the style of language. The form of writing used by female students was a form of narrative-dialogue writing, while male students tend to use narration. Based on the results of the study, it can be concluded that there were differences between female and male students in writing literature in the form of short stories. It can be seen from the differences in theme, language style, and form of writing used in writing short stories.keyword : Short stories of students, Sex of the students, Theme, language style, Form of writing
ANALISIS FAKTA DAN SARANA CERITA DALAM TEKS NILAI MORAL FABEL SISWA KELAS VIII A1 DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Widiya Aprianti; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6602

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel. Subjek penelitian ini adalah teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah fakta dan sarana cerita dalam teks nilai moral. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri, karena penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang bersumber padatulisan seperti buku, majalah, dokumen, dan peraturan-peraturan. Data yang diperoleh dari hasil dokumentasi akan dianalisis melalui langkah-langkah, sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan. Pada bagian ini dimuat hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Pada bagian ini hasil penelitian diuraikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja, dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Temuan yang pertama adalah fakta cerita yang digunakan siswa pada teks nila moral (fabel) yang meliputi tokoh, alur, dan latar. Temuan yang kedua adalah sarana cerita pada teks nilai moral yang meliputi judull, sudut pandang, gaya bahasa, dan tema.Kata Kunci : fakta, sarana, nilai, moral, fabel This descriptive study aims to describe (1) the fact that the story is used in the text moral fable and (2) the means used in the story text moral fable. The subjects were text moral fable A1 class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. The object of this study are the facts and means of stories in the text moral values. In this study, the main instrument is the researchers themselves, because these studies classified as descriptive research. Data collection method in this research is the method of documentation. Documentation methods used to obtain data sourced padatulisan such as books, magazines, documents, and regulations. Data obtained from the documentation will be analyzed through the steps, as follows: (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) inference. In this section, published the results of research and discussion of research results. In this section the results of the study are described (1) the fact the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, and (2) means the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, The findings of the first, is the fact that students use the story in text moral tilapia (fables) that include characters, plot, and setting. The findings of the second, is a means of narrative text that includes judull moral values, perspective, style, and themes.keyword : fact, means, values, moral, fable

Page 13 of 122 | Total Record : 1214