cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
Penerapan Teknik Copy Master dalam Menciptakan Puisi pada Siswa Kelas X di SMA Saraswati Seririt Komang Dewangga Adi Sutra .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6792

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menciptakan puisi berdasakan teknik copy master dan (2) hambatan yang dihadapi siswa dalam belajar mencipta puisi dengan teknik copy master di kelas X SMA Saraswati Seririt. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas X SMA Saraswati Seririt. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master pada siswa kelas X SMA Saraswati Seririt sudah berhasil dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master. 27 siswa sudah mencapai nilai di atas KKM. Dalam pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master, guru menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa ketika belajar mencipta puisi melalui teknik copy master adalah kekurangmampuan siswa dalam mencipta pengimajinasian dan kurang pengalaman serta pengetahuan dan kekurangmampuan siswa dalam mencari atau menemukan kata ataupun kalimat yang tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan.. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sumbangan konseptual pada pendidikan bahasa, khususnya, pembelajaran mencipta puisi melalui teknik pemodelan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra puisi. Kata Kunci : penerapan, copy master, mencipta puisi This descriptive study aimed to describe (1) the steps Based Learning creates poetry master copy techniques and (2) the obstacles facing students in learning techniques to create poetry with the master copy in class X SMA Saraswati Seririt. The subjects were students and teachers of grade X SMA Saraswati Seririt. Collecting data in this study using the method of observation, interviews, and documentation. The data obtained through these three methods is processed through several stages, namely (1) data reduction, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) conclusions. The results proved that the general learning techniques to create poetry through the master copy in class X SMA Saraswati Seririt been successful. This is evident from the results achieved by students in learning techniques to create poetry through the master copy. 27 students had reached a value above the KKM. In learning techniques to create poetry through the master copy, the teacher uses several methods, the methods lecture, discussion, question and answer, and assignments. The obstacles faced by students when studying poetry to create a master copy of the technique is the incapacity of students in creating imagining and lack of experience and knowledge and kekurangmampuan students in searching for or finding the right words or sentences, short, dense, beautiful, and memorable .. This study helpful to contribute conceptual language education, in particular, learning through modeling techniques to create poetry as a form of appreciation for the literary works of poetry. keyword : implementation, the master copy, create poetry
KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DARI SEGI TARAF KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN FUNGSI PENGECOH Ni Kadek Ratna Wati .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas butir soal ulangan akhir semester ganjil Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dari segi taraf kesukaran soal, daya pembeda soal, fungsi pengecoh, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI dan objeknya adalah kualitas butir soal serta kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki taraf kesukaran yang berkualitas karena sebanyak 21 soal (42%) sudah berada pada taraf kesukaran sedang. (2) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki daya pembeda yang kurang berkualitas karena sebanyak 35 soal (70)%) berada pada daya pembeda yang tidak memadai. (3) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki fungsi pengecoh yang kurang berkualitas karena sebanyak 128 distraktor (64%) belum berfungsi sebagai pengecoh yang memadai. (4) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI yakni dari segi teknis seperti penyusunan option, penyebaran domain, pembatasan materi, penentuan waktu terkait jumlah soal yang dibuat, serta dari segi konten, yaitu kurangnya penguasaan atau wawasan guru dalam merumuskan konten bahasa dan sastra Indonesia dalam soal.Kata Kunci : kualitas, butir soal, bahasa Indonesia This study aimed to describe the quality of the final exam items bahasa Indonesia class XI SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016 in terms of difficulty index, different power, the function of detractors, and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in preparation of final exam questions. The design of this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive. The subject of this study is the final exam items bahasa Indonesia class XI and and the object is the quality of the final exam items and and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester. The method that used in collecting data were documentation method and interview method. The result of this study indicated that (1) final exam items bahasa Indonesia class XI has a quality level of difficulty as many as 21 items (42%) already on the medium difficulty level. (2) final exam items bahasa Indonesia class XI has a different power that is less qualified for a total of 35 items (70)%) are in distinguishing inadequate. (3) final exam items bahasa Indonesia class XI has the function of posing less qualified as much as 128 distractor (64%) were not functioning as posing sufficient. (4) the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester of class XI namely in terms of technical as preparation option, domain deployment, capping material, the timing related to the number of questions that are made, as well as in terms of content, namely the lack of mastery or knowledge of teachers in formulating the content bahasa Indonesia and literature in the matter.keyword : quality, items, bahasa Indonesia
PEMBELAJARAN CERPEN BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS X MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH Ni Luh Putu Ayu Ariani .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai (1) guru dalam melaksanakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen, (2) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan guru dalam menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen, (3) respon siswa terhadap pendekatan kontekstual yang digunakan guru dalam pembelajaran cerpen. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X di MA Syamsul Huda Tegallinggah dan objek penelitian adalah pembelajaran cerpen berdasarkan pendekatan kontekstual. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru dalam melaksanakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen siswa kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah dikategorikan baik, karena sesuai dengan konsep, karakteristik, dan strategi-strategi dari CTL Hal ini dapat dilihat dari kegiatan belajar-mengajar yang telah dilakukan, serta komponen Contextual Teaching and Learning yang tercantum dalam setiap langkah-langkah pembelajaran yakni konstruktivisme, inquiry, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya; (2) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan guru dalam menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen di kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah antara lain faktor guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana, faktor lingkungan, dan faktor kurikulum, dan (3) Siswa merespon positif terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, yaitu ketika guru menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran cerpen pada siswa kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah sebagian besar siswa (79%) memberikan respon positif.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran cerpen, pendekatan kontekstual This study aims to provide an overview and explanation of (1) teachers in implementing the contextual approach to the study of short stories, (2) factors that support the success of teachers in using a contextual approach to the study of short stories, (3) students' response to the contextual approach used by teachers in learning stories. The subjects were Indonesian teachers and students of class X in the MA Syamsul Huda Tegallinggah and the object of research is the study of short stories based on a contextual approach. Data collection methods used were observation, interviews, and questionnaires. The data obtained through these three methods were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. The results showed that (1) teachers in implementing the contextual approach to learning the short story class X MA Syamsul Huda Tegallinggah categorized as good, because in accordance with the concept, characteristics and strategies of CTL It can be seen from the teaching and learning activities that have been carried out and Contextual teaching and learning component contained in each of the steps that constructivism learning, inquiry, questioning, learning communities, modeling, reflection, and the actual assessment; (2) factors that support the success of teachers in using a contextual approach to the study of short stories in class X MA Syamsul Huda Tegallinggah among other factors teachers, factors of students, a factor of facilities and infrastructure, environmental factors, and factors of curriculum, and (3) Students respond positively to the learning activities that have been implemented, ie when teachers apply the contextual approach in learning stories in class X MA Syamsul Huda Tegallinggah most students (79%) gave a positive response.keyword : Keywords: stories of learning, contextual approach
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X TAV 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJA Putu Ayu Hana Indah Cahyani .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7204

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis pertanyaan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, (2) mendeskripsikan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, dan (3) mendeskripsikan hambatan bertanya yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah keterampilan bertanya guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket terbuka dan perekaman. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1 adalah jenis pertanyaan permintaan, retoris, mengarahkan, pertanyaan sempit informasi langsung, dan pertanyaan sempit memusat, (2) keterampilan bertanya siswa masih rendah dibuktikan dari pertanyaan selama tiga kali pengamatan, dan (3) terdapat 6 faktor yang menghambat siswa dalam bertanya yaitu (1) malu/gugup/tidak percaya diri (2) takut ditertawai teman, (3) situasi kelas ribut, (4) mengantuk/kurang fokus, (5) kurang mengerti dengan yang harus ditanyakan, (6) takut pertanyaan tidak dijawab. Kata Kunci : bertanya, guru, hambatan, siswa, This research examines at (1) describing the various types of questions used by teacher as foundin Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, (2) describing the students’ questioning skill as found in Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, and (3) describing the obstacles experienced by students in questioning as found in Indonesian learning situation in SMK Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were both teacher and students especially those at the class of X TAV 1. The objects of this study were the questioning skill of both students and teacher as found in Indonesian learning situation. Furthermore, the techniques used for gathering the data werethrough observation, open questionnaire and recording while descriptive qualitative method was used as the technique of analyzing data . The results showed that (1) the types of questioning skills used by teacher were ranging from demanding questions, rhetorical questions, guiding questions and specific questions for either giving direct information or focusing, (2) the students’ questioning skills was still low; it was proven through the three times observations done by the researcher, and (3) there were six obstacles experienced by the students, namely (a) shyness/ nervousness/ hesitancy, (b) the fear of being mocked by other students, (c) the noisy situation of the class, (d) drowsiness/ less focus, (e) less understand about what have to be questioned, (f) the fear of having questions which were not answered. keyword : questioning skill, teacher, obstacles, students
PENERAPAN TEKNIK PQ4R BERBANTUAN MEDIA CERPEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI IPB2 SMA NEGERI 2 GEROKGAK Titin Rahmaniah .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7866

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan mendeskripsikan langkah-langkah, hasil, dan respons siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama dengan penerapan teknik PQ4R berbantuan media cerpen. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI IPB2 SMA Negeri 2 Gerokgak yang berjumlah 39 orang. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, tes, dan kuesioner kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan langkah-langkah pembelajaran menulis naskah drama secara garis besar yang tepat yakni, (1) membaca dan menganalisis isi cerpen dengan teknik PQ4R, (2) menyusun kerangka naskah drama, dan (3) mengembangkan kerangka naskah drama menjadi naskah drama yang utuh. Hasil tes menulis naskah drama siswa XI IPB2 SMA Negeri 2 Gerokgak telah meningkat dengan perolehan rata-rata skor siswa pada prasiklus 71,49, pada siklus I sebesar 81,08, dan siklus II sebesar 86,33, selanjutnya hasil respons siswa tergolong positif pada siklus I sebesar 54,05 dan meningkat pada siklus II sebesar 57,08.Kata Kunci : PQ4R, cerpen, menulis naskah drama This classrom action research aims to describe the steps, the results and the responses of students in learning to write drama script by the implementation of PQ4R technique using short stories as the media. The subjects of the research are the teacher and the students of XI IPB2 class at SMA Negeri 2 Gerokgak with the amount of 39 students. The data colleted by using observation method, test and questionnaire and they are analyzed by using descriptive qualitative and quantitative technique. The results show the learning steps of writing drama script generally are (1) reading and analyzing the content of the short stories by using PQ4R technique, (2) arranging the draft of drama script, and (3) developing the draft into a good drama script. The results of writing test have improved in which the mean score got in pre-cycle is 71,49, improves in cycle I to 81,08, and it gets more improvement in cycle II for the amount of 86,33. The results of the students responses belong to positive reponses in cycle I that is 54,05 and it increases for 57,08 in cycle II.keyword : PQ4R, short stories, drama script writing
IMPLIKATUR PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT I A Putu Nikke Widhi Ariani .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7867

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) jenis implikatur pada Iklan Layanan Masyarakat di televisi (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, dan Metro TV) dan (2) implikasi pragmatis percakapan/pernyataan pada Iklan Layanan Masyarakat di televisi (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, dan Metro TV). Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah percakapan/pernyataan pada iklan layanan masyarakat yang disiarkan di televisi (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, dan Metro TV) bulan November 2015-April 2016. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpilan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) iklan layanan masyarakat di televisi mengandung implikatur konvensional dan implikatur percakapan. Dari 14 iklan layanan masyarakat, muncul jenis implikatur konvensional sebanyak 42,1% (8 percakapan/pernyataan) dan implikatur percakapan sebanyak 57,9% (11 percakapan/ pernyataan). (2) Implikasi pragmatis yang muncul dalam percakapan/pernyataan pada iklan layanan masyarakat dikelompokkan menjadi 7, yaitu implikasi meminta, memberi tahu, mengimbau, menginformasikan, mengingatkan, menyarankan, dan menyindir. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan. Dalam menafsirkan maksud suatu implikatur, hendaknya mengaitkan dengan konteks yang melingkupinya.Kata Kunci : iklan layanan masarakat, implikatur, teori Grice This research aimed to describe (1) types of implicature at public service advertisement on TV (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, and Metro TV) and (2) pragmatic implications statement/conversation at public service advertisement on TV (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, and Metro TV). This research used descriptive qualitative design. Subject of this research is statement/conversation at public service advertisement on TV (MNCTV, TransTV, Trans7, TV One, SCTV, Net TV, TVRI, and Metro TV) on November 2015 – April 2016. Data collection of this research is by documenting. Data analysis of this research used descriptive technique with procedure (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) concluding/verification. Result showed that (1) public service advertisement on TV contains conventional and conversational implicature. From 14 public service advertisements, it shows 42,1% (8 conversations/ statements) at conventional implicature and 57,9% (11 conversations/statements) on conversational implicature. (2) There are 7 types of pragmatic implications shown in conversations/statements at public service advertisement; those are implication of asking, telling, appealing, informing, reminding, suggesting, and quipping. This proved that Grice’s theory of implication was universal and still relevant. It should link with context surrounding in interpreting intent of implication.keyword : public service advertisement, implication, and Grice’s theory
PEMOSISIAN DAN PENCITRAAN AKTOR BERITA-BERITA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA DALAM BALI POST Ni Luh Gede Dhanayasa .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pemosisian aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis pencitraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam Bali Post. Penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan berita-berita rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post sebagai subjek penelitian. Lingkup penelitian ini hanya pada berita Bali Post yang memuat berita- berita rencana reklamasi Teluk Benoa sejak Januari sampai April 2015. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemosisian dan pencintraan aktor dalam pemberitaan rencana reklamasi Teluk Benoa dalam harian Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca-catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemosisian aktor Bali Post menggunakan strategi eksklusi dengan uraian 6 pasivasi; 3 nominalisasi serta strategi inklusi dengan uraian 5 diferensiasi; 2 abstraksi; 6 identifikasi; 12 indeterminasi-; 8 asimilasi; dan 5 asosiasi. Dari pemosisian tersebut dapat diketahui bahwa aktor yang dianggap menolak reklamasi mendapatkan citra yang positif dan aktor yang proreklamasi mendapatkan citra yang negatif. Kata Kunci : reklamasi Teluk Benoa; eksklusi; inklusi; pemosisian; pencitraan This research was aimed to (1) describe and analyze the positioning of the actor in reclamation planning of Teluk Benoa news in Bali Post and (2) describe and analyze actor’s image in reclamation planning of Teluk Benoa news which was existed in Bali Post. This qualitative descriptive research used news of Teluk Benoa reclamation planning which were existed in daily news of Bali post as the subject of the research. Scope of this research was only related to news of Teluk Benoa reclamation planning which were published since January to April 2015. Meanwhile, object of this research was actor’s positioning and imaging which was much related to the news. Documentation was the method used in collecting the data which was done using reading-taking note technique. The data was analyzed by using qualitative descriptive technique which adopt Miles and Huberman’s analysis technique. This result of the research showed that in actor’s positioning, Bali Post used exclusion strategy which included 6 passivations, 3 nominalizations, additionally, inclusion strategy including 5 differentiation, 2 abstraction, 6 identification, 12 indeterminacy, 8 assimilation, and 5 association. From those positioning, it can be concluded that actor who refused reclamation got positive image and those who accepted reclamation got negative image. keyword : Teluk Benoa reclamation; exclusion, inclusion, positioning, imaging
KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN MATERI TEKS EKSPLANASI PADA SISWA KELAS XI TKJ SMK NEGERI SE-KABUPATEN TABANAN Ni Luh Rai Asri Arsini .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.7870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterampilan pengelolaan kelas guru bahasa indonesia dalam pembelajaran materi teks eksplanasi pada siswa kelas XI TKJ SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan, dan (2) kendala-kendala yang dihadapi guru bahasa Indonesia dalam melaksanakan keterampilan pengelolaan kelas pada pembelajaran materi teks eksplanasi siswa kelas XI TKJ SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI TKJ di SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan. Objek penelitian ini adalah keterampilan pengelolaan kelas guru bahasa Indonesia dan kendala guru dalam keterampilan pengelolaan kelas. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, alat perekam, dan pedoman wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) memusatkan perhatian, (2) memperjelas masalah, (3) menganalisis pandangan siswa, (4) meningkatkan partisipasi siswa terhadap kelompok, (5) menyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan (6) menutup diskusi. Akan tetapi, tidak semua komponen diterapkan pada tiap-tiap sekolah. Kendala yang ditemui guru ketika melaksanakan pengelolaan kelas berasal dari faktor guru,dan siswa.Kata Kunci : keterampilan pengelolaan kelas, teks eksplanasi This study aimed to describe (1) classroom management skills of Indonesian teacher in learning explanatory text material on students XI TKJ SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan, and (2) the constraints found indonesian teacher in implementing classroom management skills of learning explanatory text material on students XI TKJ SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan. This study used a qualitative descriptive design. Subjects were teachers who teaches XI TKJ in SMK Negeri se-Kabupaten Tabanan. Objects were classroom management skills of Indonesian teacher in learning explanatory text material and the constraints found indonesian teacher in implementing classroom management skills of learning explanatory text material. The data was collected through observation and interviews. The instrument of this study is the observation sheet, tape recorders, and interview guides, and then It’s analyzed by qualitative descriptive. The result of this research shows that ( 1 ) focus , ( 2 ) issue clarified , ( 3 ) analyzing of students views , ( 4 ) participation increased of students group , ( 5 ) spread opportunity to participated , and ( 6 ) closed the discussion. But, all the components not applied for each school . The constraints encountered when implementing teacher Classroom Management derived from factors Teachers and Students.keyword : skills classroom management, text eksplanasi
PERTENTANGAN KELAS DALAM NOVEL BURUAN KARYA PUTU OKA SUKANTA: KAJIAN TEORI SASTRA MARXIS DAN KONTRIBUSINYA DALAM MEMPERKAYA SUMBER PENGAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ni Made Febrianthi .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8075

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pertentangan kelas dalam novel Buruan karya Putu Oka Sukanta melalui kajian teori sastra marxis beserta kontribusinya yang mampu diberikan dalam memperkaya pengajaran sejarah di sekolah menengah atas.Subjek penelitian adalah novel Buruan karya Putu Oka Sukanta.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi.Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2) idetifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan simpulan.Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pertentangan kelas yang terdapat dalam novel Buruan implisit melalui permasalahan yang dihadapi oleh buruh nelayan atas juragan perahu. Terdapat empat persoalan yang berkaitan dengan pertentangan kelas dalam novel Buruan menyangkut, (1) pertentangan kelas antara juragan perahu dan buruh nelayan, (2) eksploitasi buruh nelayan yang dilakukan oleh juragan perahu, (3) kesadaran kelas yag terjadi pada buruh nelayan, dan (4) perjuangan kelas yang dilakukan oleh buruh nelayan Tambaklorok untuk membebaskan diri dari penghisapan juragan pemilik perahu. Kedua, novel Buruan dapat dimanfaatkan dalam memperkaya pengajaran sejarah di sekolah menengah atas sebagai behan pengajaran untuk mengetahui materi marxisme di dalam suatu kehidupan sosial masyarakat secara lebih objektif.Kata Kunci : pertentangan kelas, novel Buruan, kajian teori sastra marxis, pembelajaran sejarah This study aimed to describe the class conflict in the novel Buruan Putu Oka Sukanta work through the study of Marxist literary theory and its contribution can be given in enriching the teaching of history in secondary schools is a novel research atas. Subject Buruan works Putu Oka Sukanta. To data was collected in this research study method libraries and dokumentasi.Data obtained through several stages, namely (1) a description of the data, (2) data of identification (3) classification of data, (4) data presentation, and (5) conclusion. Result of general research proving that the first, class conflict contained in Buruan novel implicitly through labor problems faced by fishermen on the boat skipper. There are four issues related to class conflict in the novel Buruan concern, (1) the class antagonism between skipper the boat and fishing boat workers, (2) labor exploitation fishing is conducted by skipper the boat, (3) the class consciousness which occurred on a fishing boat workers, and ( 4) the class struggle waged by the workers Tambak Lorok fishermen to break free from the exploitation of the owner of the boat skipper. Second, Buruan novel can be used in enriching the teaching of history in high school as a teaching behan to know the material Marxism in a social life more objectively.keyword : class conflict, novel Buruan, study of Marxist literary theory, history teaching
Bahasa Jurnalistik dalam Rubrik Citizen Journalism Tribun Bali: Analisis dari Segi Unsur Bahasa yang Singkat dan Gramatikal Safitri Nurul Wahyuni .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan bahasa jurnalistik pada rubrik Citizen Journalism Tribun Bali ditinjau dari segi unsur bahasa yang singkat, (2) mendeskripsikan penerapan bahasa jurnalistik pada rubrik Citizen Journalism Tribun Bali ditinjau dari segi unsur bahasa yang gramatikal. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah rubrik Citizen Journalism Tribun Bali edisi 1 – 29 Februari 2016 dan objek penelitian adalah karaktersitk singkat dan gramatikal. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tulisan pewarta warga belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik singkat dan gramatikal. Dari hasil analisis, ditemukan 43 data atau 15,3% data yang tidak sesuai dengan karakteristik singkat. Kesalahan terjadi pada kata mubazir sebanyak 26 buah, pemakaian kata dan kalimat rancu 11 buah, kesalahan pada pemakaian kata sambung 3 buah, pemakaian kata depan 2 buah, dan hanya ada 1 data yang menggunakan hiponimi. Dari segi unsur gramatikal terdapat 130 data atau 46% ketidaksesuaian. Kesalahan terjadi pada penggunaan ejaan sebanyak 96 buah, penggunaan kalimat tidak efektif 24 buah, penggunaan kata-kata tidak baku 7 buah, dan yang mengalami aspek kesalahan kaidah tata bahasa normatif 3 buah.Kata Kunci : citizen journalism, singkat, gramatikal The purpose of this study are (1) describe the application of journalistic language in rubric Citizen Journalism of Tribun Bali that are observed from brief language elements and grammatical of elements and (2) describe the application of journalistic language in rubric Citizen Journalism of Tribun Bali that are observed from grammatical of elements. This study use a qualitative description design. The subjects are rubric Citizen Journalism Bali Tribun edition 1 to 29 February 2016 and the object of research is the characteristics of a brief charaktersitic and grammatical. The method are used to collect data is the documentation method. The results of this study showed that the citizen journalist writing on rubric Citizen Journalism Tribun Bali is not fully apporopite with the characteristics of brief and grammatical. Depended on the result of analysis, were founded 43 of datas or 15,3% datas that unappropriated with brief language elements. The error of redundant words occurs as many as 23 pieces, the use of ambiguous words and disorder sentences there were 11 pieces, there are 3 pieces of errors in the used of the conjunction, there are 2 pieces was used of prepositions, and there is only one data using hiponimi. In terms of grammatical elements there are 130 or 46% of data are discrepancies. The error are happened in the using of spelling as many as 96, there are 24 pieces of the using of uneffective sentence, there are 7 items that used of the standard words, and there are 3 pieces of experience aspects of normative rules in grammar error.keyword : citizen journalism, grammatical, brief

Page 77 of 122 | Total Record : 1214