cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
ANALISIS FAKTA DAN SARANA CERITA DALAM TEKS NILAI MORAL FABEL SISWA KELAS VIII A1 DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA Widiya Aprianti .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6602

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel. Subjek penelitian ini adalah teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah fakta dan sarana cerita dalam teks nilai moral. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri, karena penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang bersumber padatulisan seperti buku, majalah, dokumen, dan peraturan-peraturan. Data yang diperoleh dari hasil dokumentasi akan dianalisis melalui langkah-langkah, sebagai berikut (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan. Pada bagian ini dimuat hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Pada bagian ini hasil penelitian diuraikan (1) fakta cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja, dan (2) sarana cerita yang digunakan dalam teks nilai moral fabel siswa kelas VIII A1 di SMP Negeri 1 Singaraja. Temuan yang pertama adalah fakta cerita yang digunakan siswa pada teks nila moral (fabel) yang meliputi tokoh, alur, dan latar. Temuan yang kedua adalah sarana cerita pada teks nilai moral yang meliputi judull, sudut pandang, gaya bahasa, dan tema.Kata Kunci : fakta, sarana, nilai, moral, fabel This descriptive study aims to describe (1) the fact that the story is used in the text moral fable and (2) the means used in the story text moral fable. The subjects were text moral fable A1 class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. The object of this study are the facts and means of stories in the text moral values. In this study, the main instrument is the researchers themselves, because these studies classified as descriptive research. Data collection method in this research is the method of documentation. Documentation methods used to obtain data sourced padatulisan such as books, magazines, documents, and regulations. Data obtained from the documentation will be analyzed through the steps, as follows: (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) inference. In this section, published the results of research and discussion of research results. In this section the results of the study are described (1) the fact the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, and (2) means the story used in the text moral fable eighth grade A1 in SMP Negeri 1 Singaraja, The findings of the first, is the fact that students use the story in text moral tilapia (fables) that include characters, plot, and setting. The findings of the second, is a means of narrative text that includes judull moral values, perspective, style, and themes.keyword : fact, means, values, moral, fable
PENGAJARAN REMEDI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI MIA 6 SMA NEGERI 1 SINGARAJA Vera Astrawan I Kadek .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6614

Abstract

Penelitian yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemahaman guru terhadap pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja, (2) pelaksanaan pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja, (3) masalah-masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja dan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman,pelaksanaan, dan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam pengajaran remedi di kelas XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket/kuesioner, metode observasi, dan metode wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemahaman guru terhadap pengajaran remedi sudah baik. (2) pelaksanaan pengajaran remedi meliputi persiapan, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi (hasil dan tindak lanjutnya). (3) masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan pengajaran remedi, yaitu guru kurang memperhatikan latar belakang, pedoman, waktu, pendekatan, dan langkah-langkah dalam melaksanakan pengajaran remedi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa guru sudah memahami dengan baik mengenai pengajaran remedi, pelaksanaan pengajaran remedi dibagi tiga komponen, yaitu persiapan, kegiatan pembelajaran, hasil dan tindak lanjut. Dalam persiapan guru sudah melakukan pengamatan dan identifikasi terhadap hasil belajar siswa. Dalam tahap kegiatan pembelajaran, pengajaran remedi dilakukan guru seminggu setelah nilai hasil belajar siswa diumumkan ketika jam pembelajaran. Tindakan evaluasi dinyatakan guru berdasarkan hasil nilai dan kebiasaan siswa dalam mengerjakan tugas di hari-hari biasanya. Untuk itu, disarankan kepada guru agar lebih banyak membaca referensi mengenai pengajaran remedi serta memperhatikan pedoman-pedoman dalam pengajaran remedi. Kata Kunci : Pengajaran Remedi, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Sekolah Menengah Atas The research design was used qualitative descriptive aims to describe (1) the understanding of teachers to teaching remedial classes XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja, (2) the implementation of teaching remedial classes XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja, (3) problems that teachers face in implementing remedial teaching in class XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja. The subjects were Indonesian teacher in class XI MIA 6 SMAN 1 Singaraja and issues that were examined in this study is how the understanding , implementation , and problems faced by teachers in remedial teaching in class XI MIA 6 SMA Negeri 1 Singaraja. Data collection methods used in this study is a questionnaire / questionnaire, observation and interview methods. The collected data was then analyzed using qualitative descriptive. The results showed that (1) the understanding of teachers for remedial teaching is good. (2) the implementation of remedial teaching includes preparation, learning activities, and evaluation (results and follow-up). (3) the problems faced by teachers in implementing remedial teaching, the teacher is less concerned about the background, guidelines, timing, approach, and measures to implement remedial teaching. Based on the results and discussion, it can be concluded that the teachers have a good understanding of the remedial teaching, implementation of remedial teaching is divided into three components, namely preparation, learning activities, and the results and follow-up. In preparation of teachers already make observations and identification of student learning outcomes. In the phase of learning activities, teaching remedial teachers do a week after the value of student learning outcomes announced when learning hours. Action declared teacher evaluation based on the results of the values and habits of the students in doing the task in those days usually. To that end, it is suggested to teachers that many more references to the teaching remedial reading and pay attention to the guidelines in remedial teaching.keyword : Teaching Remedi, Learning Indonesian, High School
PEMBELAJARAN TEKS FABEL BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA DI KELAS VIII N SMP NEGERI 1 BANJAR Ni Putu Eka Purnama Dewi .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6662

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran teks fabel di kelas VIII N SMP Negeri 1 Banjar, (2) pelaksanaan pembelajaran teks fabel di kelas VIII N SMP Negeri 1 Banjar. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII N SMP Negeri 1 Banjar dan siswa kelas VIII N SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran teks fabel di kelas VIII N SMP Negeri 1 Banjar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan RPP yang disusun oleh guru telah mencantumkan komponen-komponen seperti, identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, media dan sumber belajar, serta evaluasi pembelajaran. Masih ada beberapa kelemahan dalam RPP tersebut seperti, 1) guru belum mencantumkan alokasi waktu pada bagian penutup, 2) materi pelajaran perlu diperinci, 3) dalam penilaian guru belum mencantumkan kunci jawaban, dan 4) guru belum mencantumkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran pada RPP. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam RPP, terdiri atas kegiatan pendahuluan (mengucapkan salam, mengecek kehadiran siswa, apersepsi, penyampaian tujuan), inti (kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/mengasosiasi, dan mengomunikasikan) dan penutup (membuat kesimpulan, tes tertulis, mengucapkan salam penutup). Ditemukan sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti guru belum mengemukakan topik yang akan dipelajari oleh siswa saat pertemuan selanjutnya dan guru tidak melaksanakan penilian sikap. Penilaian sikap ternyata digunakan sebagai formalitas saja. Kata Kunci : pembelajaran, teks fabel, kurikulum 2013 This study was aimed at describing (1) the lesson plan for teaching fable texts to the eighth grade students of SMP Negeri 1 Banjar, (2) the implementation of the teaching of fable texts to the eighth grade students of SMP Negeri 1 Banjar. The objects were the lesson plans and the implementation of the teaching of fable texts to the eighth grade students of SMP Negeri 1 Banjar. The data were collected using observation, documentation, and interview. The results showed that the lesson plans written by the teacher have listed the components such as the identity of the lesson plans, core competence, time allocation, indicators of achievement, aims of the teaching, teaching material, media and learning resources as well as teaching assessment. There were some weaknesses of the lesson plans such as 1) the teacher has not listed the time allocation in the closing part, 2) the material needs to be described in detail, 3) the teacher has not listed the media to be used in teaching in the lesson plans. The implementation by the teacher followed the steps in the lesson plans, consisting of pre-instructional activities (greeting, checking the students’ attendance, apperception, communicating the objectives), whilst activities (observation, asking questions, collecting information, processing information/association, and communicating information) and closing (drawing conclusion, giving a written test, leave taking). It was found that there were some weaknesses in the implementation such as the teacher having not presented the topic to be learned by the students in the following meeting and having not given an attitude test. The testing of attitude turned out to be just a formality.keyword : teaching, fable text, 2013 curriculum
STRUKTUR FISIK DAN ISI NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI DENGAN NOVEL SEMESTER PERTAMA DI MALORY TOWERS KARYA ENID BYLTON : SUATU KAJIAN SASTRA BANDINGAN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMEBELAJARAN SASTRA M. Husain .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6755

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) Membandingan struktur yang terdapat pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi dan novel Semester Pertama Di Malory Towers karya Enid Bylton; (2) Membandingan isi yang terdapat pada novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi dan novel Semester Pertama Di Malory Towers karya Enid Bylton; (3) relevansi sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan Subjek dan Objek Penelitian; (2) Langkah Kerja Penelitian (Pengumpulan data, pengolahan data, Instrumen penelitian, penyajian hasil data); (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara garis besar kedua novel ini memiliki persamaan pada tema major dan latar suasana. Sedangkan, dari segi tema minor, tokoh dan watak, latar tempat, latar waktu, alur, amanat, dan sudut pandang, dua novel ini memiliki perbedaan jauh.(2) isi yang terdapat pada novel Negeri Lima Menara lebih menekankan pada kehidupan yang religius/ agamis, sedangkan pada novel Semester Pertama Di Malory Towers lebih menekankan pada kehidupan sosial. (3)Novel Negeri Lima Menara karya Ahmad Fuadi dan Novel Semester Satu Di Malory Tower karya Enid Bylton dapat di jadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan tingkat kesesuaian.Kata Kunci : Novel, Sastra Bandingan, Pembelajaran The research descriptive aims to (1) comparison structure which is found in novel Negeri Lima Menara by Ahmad Fuadi and novel Semester Pertama di Malory Towers by Enid Bylton; (2) comparison the contents of which is found in novel Negeri Lima Menara by Ahmad Fuadi and novel Semester Pertama di Malory Towers by Enid Bylton ; (3) relevance as lessons learned literature in class XII high school .This study adopted qualitative approaches by steps: (1) the determination of subject and object research; (2) a step work research (data collection , data processing , research instruments , presentation of the results of data); (3) withdrawal of conclusion. The research results show that (1) as a broad outline second novel it has equation in the theme major and background the atmosphere. While, in terms of the theme minor , figures and character , background place , background time , a groove , the message , and the point of view of , two this novel having the difference far . ( 2) in which is found in novel Negeri Lima Menara is emphasized on the religious life, while in novel Semester Pertama di Malory Towers more emphasis on social life. ( 3 ) novel Negeri Lima Menara by Ahmad Fuadi and novel Semester Pertama di Malory Towers by Enid Bylton can be basis of learning literature in class XII high school in accordance with the reading level and the level of suitability. keyword : novel , comparative literature, learning
*Implementasi Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Teks Diskusi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Singaraja Siti Lutfiyah .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6757

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran teks diskusi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja, (2) hambatan-hambatan implementasi pendekatan saintifik pada teks diskusi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian ini adalah implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran teks diskusi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja, hambatan-hambatan implementasi pendekatan saintifik pada teks diskusi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran teks diskusi melalui beberapa tahap yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mencoba dan mengomunikasikan, dari kelima tahapan pendekatan saintifik tersebut tahapan mengumpulkan informasi dan mengolah informasi/mengasosiasikan tidak maksimal diterapkan oleh guru. (2) hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik tahap mengumpulkan informasi yakni kurangnya fasilitas yang memadai bagi siswa membuat siswa hanya mengandalkan fasilitas yang ada. Siswa hanya dapat mengandalkan pengetahuan mereka melalui buku paket siswa yang sudah disediakan. Hambatan tahap mengolah informasi juga dialami guru saat guru telah menjelaskan kepada siswa tentang tugas yang akan mereka kerjakan, masih banyak siswa yang bertanya dan hal tersebut membuat guru berulang kali menjelaskan. Kurangnya informasi dan sosialisasi tentang pendekatan saintifik, rendahnya keterampilan guru mengelola pembelajaran teks diskusi dengan penerapan pendekatan saintifik. Karakteristik dan kemampuan siswa yang berbeda sehingga, menyulitkan guru dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik. Kata Kunci : pendekatan saintifik, Kurikulum 2013 pembelajaran teks diskusi *This research aims to describe (1) implementation of the scientific approach to the study of the text of the discussion grade VIII SMP Negeri 4 Singaraja, (2) barriers implementation of scientific approach on the text of the discussion grade VIII SMP Negeri 4 Singaraja. The subject of this research is the teacher who teaches the class VIII SMP Negeri 4 Singaraja. The object of this research is a scientific approach to the study of the implementation of the text of the discussion grade VIII SMP Negeri Singaraja, 4 barriers implementation of scientific approach on the text of the discussion grade VIII SMP Negeri 4 Singaraja. Data collection methods used in this research is a method of observation, and interviews. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques. The results of this research indicate (1) the implementation of a scientific approach to the study of the text of the discussion through several stages, namely to observe, ask yourself, collect data, try and communicating, from the fifth stage of the stages of a scientific approach to information gathering and processing information/associate not optimally applied by teachers. (2) obstacles faced by teachers in implementing the scientific approach to information gathering stage of the lack of adequate facilities for the students to make students only rely on existing facilities. Students can only rely on their knowledge through the books that you have prepared students Pack. The resistance stage of processing the information also experienced teacher when the teacher has explained to the students about the task they are working on, there are still many students asked and this makes the teacher repeatedly explained. Lack of information and the dissemination of scientific approach, low skill teachers manage learning text discussion with the application of the scientific approach. The characteristics and capabilities of the different students so that, difficult teachers in implementing the scientific approach. keyword : *Curriculum, scientific approach to 2013 text learning discussion
Pandangan Dunia dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks di Sekolah Menengah Atas Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6787

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pandangan dunia dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dan manfaatnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di sekolah menengah atas. Subjek penelitian adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2)identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pandangan dunia patriarki terdapat dalam novel Tempurung secara implisit melalui permasalahan yang dihadapi tokoh perempuan. Terdapat delapan persoalan yang menjadi topik perlawanan terhadap pandangan dunia patriarki. Kedua, novel Tempurung dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berbasis teks di sekolah menengah atas sebagai teks model untuk materi teks cerita ulang, teks anekdot, teks drama, dan teks cerita pendek. Kata Kunci : pandangan dunia, novel Tempurung, pembelajaran berbasis teks This descriptive research aimed to depict the world view in Oka Rusmini’s Novel entitled Tempurung and its usefulness in Learning Indonesian language which text-based in Senior High School. The subject of this research is a novel entitled Tempurung which is written by Oka Rusmini. The data was collected using documentation mehod. Several steps in collecting the data were 1) data description, (2) data identification, (3) data classification, (4) data presentation, and (5) conclusion making. Generally, the result of this research proved that first, patriarchal world view is existed in novel entitled Tempurung implicitly through problem that is faced by the woman character. There are eight problem which are being the oppositive topic toward patriarchal world view. Second, novel entitiled Tempurung can be used in text-based learning in serior high school as exemplary text to teach repeated text material, anecdote text, drama text, and short story text. keyword : world view, novel entitled Tempurung, text-based learning
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ARGUMENTASI DI MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH Imas Mastiah .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6788

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) implementasi pengintegrasian pendidikan karakter dalam perencanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah; (2) implementasi pendidikan karakter dalam pelaksanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah; dan (3) implementasi pendidikan karakter dalam penilaian pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas X di MA Syamsul Huda Tegallinggah dan objek penelitian adalah implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis argumentasi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah sudah mengintegrasikan nilai pendidikan karakter pada RPP; (2) pelaksanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah secara keseluruhan sudah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter pada langkah-langkah pembelajaran; dan (3) penilaian pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah belum mengimplementasikan pendidikan karakter. Fokus penilaian yang dilakukan oleh guru masih pada aspek kognitif siswa saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah belum sepenuhnya dilaksanakan oleh guru.Kata Kunci : pembelajaran menulis argumentasi, pendidikan karakter This study used a descriptive qualitative research design aimed at describing (1) implementation of the integration of character education in lesson planning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah; (2) the implementation of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah; and (3) the implementation of character education in the assessment of learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah. The subjects were the teacher of Indonesian language who taught at Class X at MA Syamsul Huda Tegallinggah and the object was the implementation of character education in teaching how to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah. The study used observation, interview and documentation methods for collecting the data. The data were processed by following the steps: (1) data reduction, (2) data display, and (3) conclusion drawing/verification. The results showed that (1) the planning of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah the teacher has implemented character education values in the lesson plans; (2) the implementation of of the teaching of writing arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah as a whole have implemented education values in learning steps; and (3) in assessing the learning achievement in the learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah, the teacher not been implemented character education values. The focus of the assessment carried out by the teacher still on the cognitive aspects of students only. It can be concluded that the implementation of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah has not been fully implemented by the teacher.keyword : learning to write arguments, character education
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN TIPE KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN MEDIA GAMBAR BIOTA LAUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL KETUNTASAN BELAJAR MENULIS TEKS DESKRIPSI DI KELAS VIIA SMPN 1 TEGALLALANG Dewa Ayu Krisna Dewi .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6789

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualizationuntuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa kelas VII A SMPN 1 Tegallalang, (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa kelas VII A SMPN 1 Tegallalang berdasarkan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualzation dan (3) respon siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa di kelas VII A SMPN 1 Tegallalang. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Tegallalang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara, dan metode tes. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa secara klasikal penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) sudah dapat dikatakan berhasil. Ini disebabkan oleh skor rata-rata kelas yang dicapai dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan media gambar biota laut pada siklus II adalah 85,8 karena sudah sesuai dengan rancangan awal dalam penelitian ini, yakni tindakan dinyatakan berhasil, jika 75% siswa mendapat skor minimal 78. Penelitian ini bermanfaat untuk dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan, terkait dengan penggunaan metode atau teknik serta media dalam pembelajaran menulis teks deskriptif pada kurikulum 2013.Kata Kunci : kooperatif , metode pembelajaran TAI, teks deskripsi This descriptive study almed at knowing (1) step of the implementation of cooperative learning type Team Assisted Individualization to improve the result of study in writing descriptive text of students class VII A SMPN 1 Tegallalang, (2) improving result of study in writing descriptive text of studenst class VII A SMPN 1 Tegallalang based on the implementation of cooperative learning method type Team Assisted Individualization in improving students’ score in writing descriptive text. Subject of this study were the teacher of Bahasa Indonesia and the students of class VII A SMPN 1 Tegallalang. The data collection methot implemented were observation, questionnaire, interview, and test. The results of this study show that the implementation of TAI method improve students’ score in writing descriptive text. The average score achieved in cycle II is 85,5. This score is categorized high.keyword : cooperative learning, learning methods TAI, descriptive text
Analisis Pola Pengembangan Paragraf Pada Karangan Siswa Kelas Xi Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt Ni Wayan Resmayani .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6790

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pola pengembangan paragraf dalam karangan siswa kelas XI Bahasa I di SMA 1 Seririt.Subjek penelitian ini adalah karangan siswa kelas XI Bahasa 1 SMA N 1 Seririt.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui keempat metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) identifikasi data, (2), klasifikasi data, (3), penyajian data, dan (4), penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pola pengembangan paragraf dalam karangan siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt sudah cukup baik.Dalam penelitian ini, data yang diperoleh adalah 29 buah karangan siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt, dengan jumlah paragraf sebanyak 78.Dari 78 paragraf karangan siswa, jumlah paragraf yang mengandung pola pengembangan paragraf adalah 53 paragraf.Sementara itu, paragraf yang tidak menggunakan pola pengembangan paragraf berjumlah 25 paragraf.Kata Kunci : analisis, pola pengembangan paragraf, karangan siswa This descriptive research aimed to describe the patterns of paragraph development used by students in writing essays. The subject of this research was the essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seririt. The data was collected by using documentation method and it was processed by following four certain steps. Those are (1) data identification, (2) data classification, (3) data presentation, and (4) conclusion. The result of this study generally showed that the essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seriritwere already developed by using good paragraph development patterns. The data proved that from twenty nine essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seririt which consisted of seventy eight paragraphs, there were fifty three paragraphs were written by using certain patterns of paragraph development. Meanwhile, there were twenty five paragraphs were written without following the patterns of paragraph development.keyword : analysis, patterns of paragraph development, student’s essay.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI MODEL JURISPRUDENSIAL BERBASIS WISATA LAPANGAN PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA Nelly Hagashita .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6791

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan menentukan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, (2) hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran model jurisprudesial berbasis wisata lapangan, peningkatan hasil belajar, dan respons siswa dalam penerapan model juriprudensial berbasis wisata lapangan. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner dan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran yang perlu diperhatikan yakni pada orientasi kasus, mengidentifikasi kasus, penetapan pendapat terhadap kasus, mengeksplorasi contoh-contoh, menjerneihkan dan menguji posisi, mengetes asusmi faktual (2) model jurisprudensial berbasis wisata lapangan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi dengan peningkatan skor rata-rata yang diperoleh siswa dari prasiklus 65,00 (cukup), siklus I 76,84 (baik), dan siklus II 79,96 (baik), dan (3) respons siswa positif dengan skor rata-rata siklus I 42,53 (positif) dan siklus II 43,72 (positif). Hal ini membuktikan bahwa model jurisprudensial berbasis wisata lapangan baik digunakan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. untuk itu agar guru menerapkan model ini dalam pada pembelajaran teks laporan. Kata Kunci : keterampilan menulis, model jurisprudensial, siswa sma This classroom action research was aimed at determining (1) the steps in the teaching of writing about observation result report texts through field tour based jurisprudential model, (2) the learning achievement in writing observation result report texts through field tour based jurisprudential model, and (3) the students’ response to the teaching of writing about observation result report texts based on field tour based jurisprudential model. The subjects were the students of Class X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. The objects were the steps of teaching based on field tour jurisprudential model. The data were collected through descriptive quantitative and descriptive qualitative techniques. The results showed that (1) the steps in teaching that need to be focused on are related to case orientation, case identification, establishment of opinion on the case, exploration of examples, clarifying and verifying positions, testing factual assumptions (2) field tour based jurisprudential model can improve ability in writing observation result report texts as shown by the increase in the mean score obtained by the students: 65.00 (enough) in pre-cycle to 76.84 (good) in Cycle I, and 79.96 (good) in Cycle II. The students’ responses were 42.53 (positive) in Cycle I and 43.72 (positive) in Cycle II. This has proven that field tour based jurisprudential model is good to be used in teaching observation result report texts. Therefore, the teachers are recommended to use this model in teaching report texts.keyword : writing skill, jurisprudential model, senior high school student

Page 76 of 122 | Total Record : 1214