cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
Konsistensi KI, KD, dan Indikator Pada Evaluasi Guru dalam Pembelajaran Eksposisi Berdasarkan Kurikulum 2013 Siswa Kelas X MAN Patas. Ulfa Hidayah .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan konsistensi pokok bahasan/materi eksposisi dengan struktur eksposisi yang disampaikan selama proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (2) mendeskripsikan konsistensi kompetensi inti dengan dengan kompetensi dasar dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (3) mendeskripsikan konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (4) mendeskripsikan konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas X MAN Patas. Objek penelitian ini adalah kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah sebagai berikut: Identifikasi data, seleksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang menonjol terkait dengan masalah yang diangkat, yakni (1) konsistensi pokok bahasan eksposisi/materi eksposisi dengan struktur eksposisi sudah sangat sesuai dengan RPP. (2) konsisitensi kompetensi inti dengan kompetensi dasar pada evaluasi guru dalam pembelajaran dapat dikatakan belum konsisiten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah. (3) konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi dapat dikatakan belum konsisten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah (4) konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi belum sesuai dan kualitas penyusunan soal masih rendah. Saran yang dapat diberikan yaitu penyusunan evaluasi hendaknya memperhatikan isi KI, KD, dan indikator supaya tinggi kualitas evaluasi tersebut. Kata Kunci : Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator, Evaluasi, Pembelajaran Eksposisi, dan Kurikulum 2013. This study aims to (1) describe the consistency of subject / matter exposition exposition with a structure made during the learning process based on curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (2) describe the consistency of core competencies with the basic competencies in learning exposition based curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (3) describe konsisitensi basic competencies with indicators in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (4) describe konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. This study used a qualitative descriptive design. Subjects in this study is the Indonesian teachers in class X MAN Patas. The object of this research is a core competence, basic competence and indicator in evaluating teacher in the exposition based on the curriculum of 2013. The method used in this research is the method of observation, documentation and interview. This study used a qualitative descriptive analysis techniques. Data were analyzed with the following steps: Identification of data, data selection, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate there are some things that stand related to the issues raised, namely (1) the consistency of the subject of the exposition / materials exposition exposition to the structure already is in accordance with the lesson plan. (2) konsisitensi core competence with basic competence in evaluation of teachers in learning can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low. (3) konsisitensi basic competence with the indicator on the evaluation of teacher in the exposition can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low (4) konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition is not appropriate learning and the quality of the preparation of matter is still low. Advice can be given that the preparation of the evaluation should pay attention to the content of KI, KD, and an indicator that the high quality of the evaluation. keyword : core competencies, basic competencies, Indicators, Evaluation, Learning Exposition, and Curriculum 2013.
KEMAMPUAN GURU DALAM PENYUSUNAN EVALUASI PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSEMPLUM BERDASARKAN KURIKULUM 2013 SISWA KELAS IX DI SMPN 1 BANJAR Elly Khalimah .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8767

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan guru dalam menyusun evaluasi berkaitan dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pembelajaran teks eksemplum siswa kelas IX di SMPN 1 Banjar. (2) mendeskripsikan kemampuan guru dalam membuat evaluasi sesuai dengan indikator pada pembelajaran teks eksemplum siswa IX di SMPN 1 Banjar. (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dan cara mengatasinya dalam menyusun evaluasi pada pembelajaran teks eksemplum siswa kelas IX di SMPN 1 Banjar. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas IX SMPN 1 Banjar. Objek penelitian ini adalah penyusunan evaluasi pada pembelajaran teks eksemplum berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah sebagai berikut: mengumpulkan data, menyeleksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang menonjol terkait dengan masalah yang diangkat, yakni (1) kemampuan guru dalam menyusun evaluasi berkaitan dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada pembelajaran teks eksemplum siswa kelas IX di SMPN 1 Banjar. (2) kemampuan guru dalam membuat evaluasi berdasarkan dengan indikator pada pembelajaran teks eksemplum siswa kelas IX di SMPN 1 Banjar. (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan cara mengatasi kendala-kendala dalam menyusun evaluasi pembelajaran teks eksemplum siswa kelas IX di SMPN 1 Banjar. Kata Kunci : Kata Kunci: Evaluasi, teks eksemplum, dan Kurikulum 2013. This study aims to (1) describe the ability of teachers in preparing the evaluation deals with the attitudes, knowledge, and skills in the learning text eksemplum class IX students at SMPN 1 Banjar. (2) describe the teacher's ability to make an evaluation according to the indicators on text learning eksemplum IX student at SMPN 1 Banjar. (3) describe the obstacles faced by teachers and how to overcome them in preparing an evaluation of the instructional text eksemplum class IX student at SMPN 1 Banjar. This study used a qualitative descriptive design. Subjects in this study is the Indonesian teachers in class IX SMPN 1 Banjar. The object of this study was the preparation of the evaluation of the learning curriculum-based text eksemplum 2013. The method used in this research is the method of observation, documentation and interview. This study used a qualitative descriptive analysis techniques. Data were analyzed with the following steps: collecting data, selecting the data, presenting data, and concluded. The results of this study indicate there are some things that stand related to the issues raised, namely (1) the ability of teachers in preparing the evaluation of attitudes related to the competence, knowledge and skills on text learning eksemplum class IX students at SMPN 1 Banjar. (2) the ability of teachers to make an evaluation based on the indicators on text learning eksemplum class IX student at SMPN 1 Banjar. (3) the constraints that teachers face and how to overcome obstacles in preparing the text eksemplum learning evaluation class IX student at SMPN 1 Banjar. keyword : Keywords: Evaluation, eksemplum text, and Curriculum 2013.
JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR MEME COMIC PADA FACEBOOK I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8777

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. (2) bentuk tindak tutur bahasa meme comic pada facebook, dan (3) fungsi tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam meme comic pada facebook. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalaui metode dokumentasi dengan instrumen tabel data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan, (1) bahasa meme comic pada facebook mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, (2) bentuk yang paling dominan digunakan dalam meme comic adalah bentuk deklaratif sebanyak 28 bentuk, 1 merupakan bentuk interogatif dan 1 lagi adalah bentuk imperatif, (3) meme comic mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 16, fungsi ekspresif sebanyak 9, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi deklaratif sebanyak 1 dan fungsi komisif tidak ada. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada meme yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur. Kata Kunci : jenis tindak tutur, bentuk tindak tutur, fungsi tindak tutur, meme comic This descriptive study aimed to determine (1) the type of speech act comic meme language on facebook. (2) forms of speech act comic meme language on facebook, and (3) the function of speech act comic meme language on facebook. This research subject is contained in the speech comic meme on facebook. Data was collected via tail documentation method with instrument data table. Based on the analysis performed, the results of this study show that (1) the language meme comic on facebook containing speech acts locutions, illocutionary, and perlokusi, (2) form the most dominant use in meme comic is a form of declarative as many as 28 forms, one is a form of interrogative and one more is the imperative form, (3) contains functions meme comic speech acts, as many as 16 functions assertive, expressive function as much as 9 function as much as 4 directive, declarative function 1 and function as commissive no. Among these functions are functions which are predominant use memes are assertive function. Assertive function can be divided into three, namely assertive assert, assertive announced, and assertive suspect. Assertive more dominant function used for the function is useful as an expression of speech asserts, suspect, and announced something to the hearerkeyword : of speech acts, the form of speech act, speech act function, meme comic
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KOMIK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENULIS PARAGRAF NARASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X MADRASAH ALIYAH MANBAUL ULUM NEGARA Hasyamuddin Hadi .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media komik dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar menulis paragraf narasi siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi. Seluruh kelas X di MA Manbaul Ulum yang totalnya berjumlah 50 orang dijadikan populasi dalam penelitian ini. Penentuan sampel dari populasi tersebut dilakukan dengan cara random sampling dengan teknik undian. Dari hasil pengundian tersebut didapat kelas X.1 dengan 25 orang siswa untuk kelas eksperimen dan kelas X.2 dengan 25 orang siswa sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) terdapat pengaruh penggunaan media komik terhadap aktivitas belajar siswa pada siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Siswa yang menggunakan media komik jauh lebih aktif dengan hasil aktivitas 81,6 daripada siswa yang menggunakan media teks cerita pendek yang hanya mendapatkan hasil aktivitas 67,2., (2) hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media komik terhadap hasil belajar siswa pada siswa kelas X di MA Manbaul Ulum. Hasil perhitungan yang dilakukan secara manual didapatkan t hitung sebesar 2,65 dan harga t tabel dengan taraf signifikasi 5% adalah 2,06. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.Kata Kunci : media komik, aktivitas, hasil belajar The aim of this study is to know the differences of students’ activities and students’ achievement in writing narrative paragraph between students’ group that used comic and students’ group that used short story as learning media in MA Manbaul Ulum. This research is a quasy experiment in which fifty students were involved as overall ten grade students of the school to be the population. The samples were chosen randomly involving 25 students in X.1 class as the experimental group and 25 students in X.2 as the control group. The data collected was analyzed using t test of descriptive quantitative. The result of this study shows that there are significant differences between those two groups toward students‘ activity and students’ achievement. The t test results 81.6 for he experimental group which used comic as media, while the control group which used short story as media results 62.7. It means the experimental group was more active than control group. The t test also shows that there is significant difference between those two groups toward students’ achievement in which t observed is 2.65 and t table is 2.06 in significance level 5%. It means number of t observed is bigger than t table so that HO is rejected and H1 fails to be rejected.keyword : media comics, activities, result write
Pelaksanaan Pembelajaran Berbicara BIPA Siswa Kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali Yuniarti Rahmalia Hapsari .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran berbicara BIPA yang disusun oleh pengajar yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran hanya berupa silabus,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa khususnya dalam hal berbicara, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes dan non tes.Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, berbicara, bahasa Indonesia, BIPA This research aimed at (1) describing BIPA speaking lesson plan in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) describing the implementation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, and (3) describing the evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. This research used descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in class IX of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali and the objects of this research are the planning, implementation, and evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. The methods used to collect data were observation, documentation, and interview. The results of this study indicated that (1) the BIPA speaking lesson plan which was compiled by the teacher was just a syllabus, (2) the implementation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher had led to develop the ability of Indonesian students, especially in terms of speaking, (3) the evaluation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher was test and non-test.keyword : the implementation of lesson, speaking, Indonesian, BIPA
Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Kegiatan Belajar di Luar Kelas dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada Nilla Godvany .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9293

Abstract

Penelitian tindakatan kelas ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual, (2) hasil belajar keterampilan menulis karangan deskripsi melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual, dan (3) respons siswa terhadap penggunaan peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Sukasada. Objek penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan angket/kuesioner. Ada empat prosedur dalam penelitian tindakan kelas, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pendekatan kontekstual melalui kegiatan belajar di luar kelas dilakukan dengan baik oleh guru, dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir. (2) Terjadinya peningkatan hasil belajar siswa melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual, yaitu pada siklus 1 sebesar 78,86, pada siklus 2 sebesar 86,95. (3) Siswa merespons positif terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, yaitu ketika guru menerapkan pendekatan kontekstual melalui kegiatan belajar di luar kelas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi dapat ditingkatkan melalui kegiatan belajar di luar kelas dengan pendekatan kontekstual. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis deskripsi melalui kegiatan belajar di luar kelasKata Kunci : karangan deskripsi, outdoor, dan pendekatan kontekstual This classroom action research aims to find out (1) step by step description of essay writing skills improvement through learning activities outside the classroom with a contextual approach, (2) the learning outcomes descriptions essay writing skills through activities outside of the classroom learning with contextual approach, and (3) The students' response to the use of essay writing skills improvement through the description of learning activities outside the classroom with a contextual approach in class VII SMP Negeri 1 Sukasada. The research subjects were teachers and students of class VII SMP Negeri 1 Sukasada. The object of this study is the description essay writing skills improvement through learning activities outside the classroom with a contextual approach in class VII SMP Negeri 1 Sukasada. Data collection method used is the method of observation, testing, and questionnaires. There are four procedures in classroom action research, namely planning, action, observation, and reflection. The results showed that (1) a step by step approach through contextual learning activities outside the classroom to do well by the teachers, from the beginning to the end of activities activities. The improvement of student learning outcomes through activities outside the classroom learning with contextual approach, ie in cycle 1 at 78.86 in cycle 2 at 86.95. (3) students responded positively to the learning activities that have been implemented, ie when teachers apply the contextual approach through learning activities outside the classroom. Based on the results of research and discussion, we can conclude that the results of students in essay writing descriptions can be enhanced through learning activities outside the classroom with a contextual approach. For that, it is suggested to Indonesian teachers to use a contextual approach in learning to write descriptions through learning activities outside the classroom.keyword : essay descriptions, outdoor, and contextual approach
PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 DI KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 2 DENPASAR Dewa Putu Budiaryawan .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, (2) mendeskripsikan tahapan pelaksanaan pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar, dan (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran teks anekdot pada mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar. Penelitian ini mencakup pembelajaran pada keempat kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa selama pembelajaran teks anekdot Kurikulum 2013 revisi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar dan objek penelitian ini adalah pembelajaran teks anekdot di kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Denpasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru, sebagian besar sudah sesuai dengan pedoman yang tertera dalam salinan lampiran Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Kedua, pelaksanaan pembelajaran teks anekdot sebagaian besar sudah sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang tertera dalam perencanaan pembelajaran. Ketiga, evaluasi pembelajaran teks anekdot yang dilaksanakan oleh guru sudah meliputi tiga ranah, yaitu ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan teknik penilaian observasi, penugasan, tes lisan, dan penilaian presentasi. Keempat ada beberapa kendala yang dialami guru dalam pembelajaran teks anekdot, yaitu kendala dalam menyampaikan teks secara lucu, sulitnya menemukan media pembelajaran humor yang tepat untuk siswa, belum dibagikannya buku teks edisi revisi, laptop guru yang kurang berfungsi dengan baik, dan kelas yang melebihi kriteria maksimal.Kata Kunci : Kurikulum 2013, pembelajaran, teks anekdot This study aimed at (1) describing anecdote text lesson plan on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, (2) describing the implementation of anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, (3) describing the evaluation of anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar, and (4) describe the obstacles faced by teacher in anecdote text learning on Indonesian subject in Curriculum 2013 in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar. This study covered the four levels of learning in basic competencies that must be mastered by the students during anecdote text learning of Curriculum 2013 revision. This research used descriptive qualitative research design. Subject of this study was the teacher who taught Indonesian in class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar and the object of this study was the teaching and learning process in the class X IPA 2 of SMA Negeri 2 Denpasar. Data collection methods used were interview, documentation, and observation. Analysis of the data in this study included three things, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study showed that first, lesson plan prepared by the teacher, was largely in accordance with the guidelines contained in the annex copies of Permendikbud No. 22 of 2016. Second, the implementation of anecdote text learning was largely in conformity with the operational measures listed in the lesson plan. Third, the evaluation of anecdote text learning already undertaken by the teacher included three domains, namely the realm of attitudes, knowledge, and skills using valuation techniques of observation, assignments, oral tests, and assessment presentation. Fourth, there were some obstacles experienced by the teacher in anecdote text learning, the obstacles in delivering funny text, the difficulty in finding humor learning media which was appropriate for the students, the distribution of revised textbooks edition was not complete, the lack functioning of teacher’s laptop, and the class that exceed the maximum criteria.keyword : Curriculum 2013, learning, anecdote text
PERBANDINGAN NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA DENGAN NOVEL DUA BELAS PASANG MATA KARYA SAKAE TSUBOI, SERTA KONTRIBUSINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Putu Agus Artayasa .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9378

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) membandingkan unsur intrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, (2) membandingkan unsur ekstrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, dan (3) kontribusi kedua novel sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi dan novel Dua Belas Pasang Mata. Data penelitian ini berupa unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, dan kontribusi sebagai bahan pembelajaran. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrument penelitian, penyajian hasil data), dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki tiga persamaan, yaitu tema, alur, dan latar suasana. Dari segi tokoh, latar tempat, latar waktu, amanat, dan sudut pandang dari kedua novel ini memiliki perbedaan; (2) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki perbedaan yaitu tempat tinggal penulis yang dijadikan latar cerita, agama yang diangkat, latar belakang ekonomi masyarakat, latar belakang pendidikan, dan latar belakang penulis. Persamaan kedua penulis dari segi latar belakang sosial dan budaya; dan (3) kedua novel dapat di jadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan tingkat kesesuaian. Kata Kunci : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, sastra bandingan This research descriptive aims to (1) compare the intrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, (2) compare the extrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, and (3) the contribution of the novel as a literary learning material in class XII High School. Subjects of this study is novel Laskar Pelangi and novel Dua Belas Pasang Mata. The data of this research is in the form of an element intrinsic, extrinsic elements and contributions as learning materials. The data collection method used in this research is literature study. Researchers used a qualitative approach with the following steps: (1) determination of subject and object of research, (2) step research work (data collection, data processing, research instrument, presentation of the data), and (3) conclusion. The results of this study indicate that (1) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi have three equations, namely the theme, plot, and background situation. In terms of figures, a background, the background of the time, the mandate, and the viewpoints of both the novel has the distinction; (2) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata Sakae Tsuboi have different work that is dwelling writer who made the background story, raised religious, community economic background, educational background, and the background of the author. The second equation writer in terms of social and cultural backgrounds; and (3) can be made both novel literature learning materials in class XII based on the high school reading level and the level of conformity.keyword : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, comparative literature
PERBANDINGAN NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA DENGAN NOVEL DUA BELAS PASANG MATA KARYA SAKAE TSUBOI, SERTA KONTRIBUSINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Putu Agus Artayasa .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9379

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) membandingkan unsur intrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, (2) membandingkan unsur ekstrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, dan (3) kontribusi kedua novel sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi dan novel Dua Belas Pasang Mata. Data penelitian ini berupa unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, dan kontribusi sebagai bahan pembelajaran. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrument penelitian, penyajian hasil data), dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki tiga persamaan, yaitu tema, alur, dan latar suasana. Dari segi tokoh, latar tempat, latar waktu, amanat, dan sudut pandang dari kedua novel ini memiliki perbedaan; (2) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki perbedaan yaitu tempat tinggal penulis yang dijadikan latar cerita, agama yang diangkat, latar belakang ekonomi masyarakat, latar belakang pendidikan, dan latar belakang penulis. Persamaan kedua penulis dari segi latar belakang sosial dan budaya; dan (3) kedua novel dapat di jadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan tingkat kesesuaian. Kata Kunci : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, sastra bandingan This research descriptive aims to (1) compare the intrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, (2) compare the extrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, and (3) the contribution of the novel as a literary learning material in class XII High School. Subjects of this study is novel Laskar Pelangi and novel Dua Belas Pasang Mata. The data of this research is in the form of an element intrinsic, extrinsic elements and contributions as learning materials. The data collection method used in this research is literature study. Researchers used a qualitative approach with the following steps: (1) determination of subject and object of research, (2) step research work (data collection, data processing, research instrument, presentation of the data), and (3) conclusion. The results of this study indicate that (1) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi have three equations, namely the theme, plot, and background situation. In terms of figures, a background, the background of the time, the mandate, and the viewpoints of both the novel has the distinction; (2) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata Sakae Tsuboi have different work that is dwelling writer who made the background story, raised religious, community economic background, educational background, and the background of the author. The second equation writer in terms of social and cultural backgrounds; and (3) can be made both novel literature learning materials in class XII based on the high school reading level and the level of conformity.keyword : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, comparative literature
Proses Produksi Pementasan Drama Teater Angin SMA Negeri 1 Denpasar Ketut Adi Bawana .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi pementasan drama Teater Angin SMA Negeri 1 Denpasar dan kendala-kendala yang dialami dalam proses produksi pementasan drama Teater Angin tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Teater Angin SMA Negeri 1 Denpasar. Objek penelitian ini adalah proses produksi pementasan drama. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah proses produksi pementasan drama Teater Angin dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap latihan, dan tahap pementasan. Tahap persiapan dalam proses produksi pementasan drama Teater Angin yaitu pemilihan tim produksi, pemilihan naskah, pemilihan pemain, dan merekam dubbing. Tahap latihan dalam proses produksi pementasan drama Teater Angin yaitu latihan vokal, latihan akting, panggung dekorasi, pencahayaan, busana rias, publikasi atau promosi. Tahap pementasan yang dilakukan Teater Angin dalam produksi pementasan drama yaitu, geladi bersih dan pentas. Dalam memproduksi pementasan drama Teater Angin mengalami beberapa kendala, yaitu tidak ada tempat khusus yang dapat digunakan untuk latihan, cuaca saat latihan tidak mendukung, anggota atau pemain tidak disiplin saat menghadiri latihan, naskah yang dibuat penyelesaiannya terlambat, dan perekaman dubbing mengalami keterlambatan.Kata Kunci : proses produksi, pementasan drama, teater angin This study aimed to describe the production process of drama staging of Teater Angin SMAN 1 Denpasar and the constraints of experienced in the production process of drama staging Teater Angin. This research is used by a qualitative descriptive plan. This research subject is Teater Angin SMAN 1 Denpasar. The object of this research is the production process of drama staging. The data in this research was collected through observation, interview, and documentation. The result of this research is the production process of Teater Angin drama staging is divided into three stages, namely the preparation stage, the exercise stage, and the performances stages. The preparation stage in the production process of Teater Angin drama staging drama production selection team, the selection of texts, selection of players, and recording dubbing. The exercise stage in the production process of Teater Angin drama stage is vocal practice, acting practice, decoration stage, lighting, make-up fashion, publicity or promotion. The Teater Angin staging conducted in the production of drama performance which rehearsals and performances. The theater production in the Teater Angin having some problems, that haven’t special place which can be used to practice, the weather doesn’t support practice, members or players are not disciplined while attending the rehearsal, late of script solution, recording and dubbing has been delayedkeyword : the production process, staging drama, teater angin

Page 81 of 122 | Total Record : 1214