cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PENGGUNAAN MEDIA SANDIWARA BONEKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 5 SINGARAJA Putu Yoko Andriawan .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11269

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas VII A SMP Negeri 5 Singaraja dengan menggunakan media sandiwara boneka. (2) mendeskripsikan respons siswa kelas VII A SMP Negeri 5 Singaraja terhadap penggunaan media sandiwara boneka untuk meningkatkan keterampilan menyimak. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus dan menggunakan lima tahap dari penelitian tindakan kelas, ,yakni (1) refleksi awal, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VII A. Yang bernama Dra. Ni Wayan Suastika dan siswa kelas VII A SMP Negeri 5 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan media sandiwara boneka untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas VII A dan respons siswa terhadapnya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes, observasi, kuisioner dan wawancara. Berdasarkan kedua jenis data yang diperoleh, maka teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 71,1 atau mengalami peningkatan 3,9 dari nilai sebelumnya (Prasiklus) 67,2. Nilai rata-rata siklus II 79,46 atau meningkat 8,36 dari siklus I dan meningkat 12,26 dari nilai rata-rata prasiklus. Perolehan rata-rata respons siswa pada siklus I sebesar 39,23 dalam kategori setuju dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 48,6 dalam kategori sangat setuju. Dalam pembelajaran menyimak guru kreatif dalam memilih media pembelajaran, agar siswa tidak jenuh dalam belajar.Kata Kunci : keterampilan menyimak, sandiwara boneka. This classroom action research was conducted at SMP Negeri 5 Singaraja. This study aims to (1) describe the improvement of listening skills of students of class VII A SMP Negeri 5 Singaraja using the puppet theater media. (2) to describe the response of grade VII A students of SMP Negeri 5 Singaraja to the use of puppet plays to improve listening skills. This research is a classroom action research (PTK) conducted with two cycles and uses five stages of classroom action research, ie (1) initial reflection, (2) planning, (3) implementation, (4) observation, and (5) reflection . Subjects in this study are Indonesian language teachers in class VII A. Which named Dra. Ni Wayan Suastika and grade 5 students of SMP Negeri 5 Singaraja. The object of this research is the use of puppet theater media to improve listening skill of class VII A student and student's response to it. This study uses collection data methods in the form of tests, observations, questionnaires and interviews. Based on the two types obtained of data, the data analysis techniques used in this study is a quantitative descriptive data analysis techniques and qualitative descriptive data analysis techniques. The results showed the average value of cycle I was 71.1 or an increase of 3.9 from the previous value (Prasiklus) 67.2. The average value of cycle II 79.46 or increased 8.36 from cycle I and increased 12.26 from the average value of prasiklus. The average acquisition of student responses in cycle I was 39.23 in the agreed category and in cycle II increased by 48.6 in the category strongly agreed. In learning listening to creative teachers in choosing learning media, so students are not saturated in learning.keyword : listening skill, puppet show.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA TEENLIT DAN PERANANNYA DALAM MENUNJANG PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH: STUDI NOVEL AISYAH PUTRI THE SERIES: JILBAB IN LOVE KARYA ASMA NADIA Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi .; Drs. I Wayan Rasna,M.Pd .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11271

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) gambaran dunia remaja dalam novel Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love karya Asma Nadia dan (2) peranan novel Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love dalam menunjang pendidikan karakter di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik mungutip dan mencatat. Instrumen dalam pengumpulan data adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu data. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) gambaran dunia remaja muslimah dalam novel Aisyah Putri The Series: Jilbab in Love meliputi, (a) jilbab sebagai identitas remaja muslimah, (b) pandangan remaja muslimah berjilbab terhadap hubungan dengan lawan jenis, (c) hubungan remaja muslimah berjilbab dengan keluarga, dan (d) kepedulian sosial remaja muslimah. (2) Peranan novel Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love tampak dari muatan nilainya yang mengandung 15 nilai pendidikan karakter berdasarkan rumusan 18 nilai karakter oleh Puskur Kemendiknas 2010. Nilai tersebut meliputi, nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa novel Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love menggambarkan kehidupan remaja muslimah dan dapat bermanfaat dalam menunjang pendidikan karakter di sekolah menengah. Adapun saran dalam penelitian ini, yaitu (1) penelitian selanjutnya perlu diarahkan pada penelitian teenlit yang bersifat nonmuslim, (2) jika digunakan untuk pembelajaran, novel ini perlu dipertimbangkan pemanfaatannya ketika berhadapan dengan siswa nonmuslim, dan (3) penting adanya pedoman penggunaan nilai-nilai pada novel ke dalam proses pendidikan karakter.Kata Kunci : novel, remaja, nilai pendidikan karakter In this research there are two purposes, as follows; (1) the over view of the teenage world in the novel entitled Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love by Asma Nadia, and (2) the role of novel entitled Aisyah Putri's The Series: The Jilbab In Love by Asma Nadia in supporting the characters education in senior high school. This research uses descriptive qualitative approach. The data is collected by citing and noted. The instrument of data collection is the researcher it self and the use of data card. The result of this research are (1) the over view of teenage world in the novel entitled Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love by Asma Nadia, such as (a) Jilbab as the identity of Muslim teenagers, (b) The point of views of Muslim teenagers toward the relationships with the opposite sex, (c) The relationship of Muslim teenagers who are wearing jilbab with their family, and (d) The social awareness of Muslim teenagers. (2) The role of novel entitled Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love is shown from the values that contain 15 educational characters which based on 18 educational characters by Puskur Kemendiknas 2010. These values are, religious, honesty, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democracy, curiosity, nationalisme, achievement respect, friendly/communicativeness, peace love, reading habit, social care and responsibility. The result proves that novel of Aisyah Putri The Series: Jilbab in Love describes the life of Muslim teenagers and beneficial to support the educational characters. As for suggestions for this research, which are (1) further research should be directed to research teenlit that are nonMuslim, (2) if used for learning, this novel need to be considered its use when dealing with nonMuslim students, (3) important to have guidelines for using the values of the novel into the process of character education.keyword : novel, teenage, character education
ASPEK TOLERANSI DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Ni Nyoman Tresna Dara Laksmi .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11273

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan (1) menganalisis aspek toleransi yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata tinjauan sosiologi sastra dan (2) implementasi sebagai bahan ajar sastra di SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata. Objek penelitian ini adalah aspek toleransi yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata yang dianalisis dengan tinjauan sosiologi sastra dan implementasinya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrumen penelitian, dan penyajian hasil data), dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam novel Ayah ini memiliki tiga aspek toleransi, yaitu sikap lembut (linient attitude), kebebasan berekspresi, dan tidak memaksakan kehendak dan (2) novel Ayah ini dapat dijadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan kesesuaian. Kata Kunci : aspek toleransi, ayah This descriptive qualitative study aimed at (1) analyzing the aspect of tolerance existed in a novel entitled “Ayah” by Andrea Hirata through the approach of sociology of literature and (2) its implementation as a teaching material of literature subject in senior high school. The subject of this study is a novel entitled “Ayah” by Andrea Hirata. The object of the study is the aspect of tolerance existed in a novel entitled “Ayah” by Andrea Hirata which was analyzed by using the approach of sociology of literature its implementation as a teaching material of literature subject in senior high school. Documentation method of data collection was used in this study. The researcher used qualitative approach with the following steps: (1) determining the subject and the object of the study, (2) procedures of data collection (collecting data, analyzing the data, determining the research instrument, and presenting the result), and (3) conclusion drawing. The result of the study showed that (1) there are three aspects of tolerance existed in a novel entitled “Ayah” by Andrea Hirata namely, lenient attitude, freedom of expression and not imposing willingness, and (2) the novel can be used as teaching material of literature subject for senior high school students grade twelve based on the novel readability and appropriateness.keyword : aspect of tolerance, ayah
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKS ULASAN DI KELAS VIII 10 SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Komang Gede Wahyu Gunawan .; Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11278

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pola komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa (2) mendeskripsikan kecakapan komunikasi interpersonal guru dan siswa (3) kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru dan siswa dalam pembelajaran teks ulasan di kelas VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa serta objeknya adalah komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data dianaliis secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan, yakni reduksi, penyajian, serta simpulan/verifikasi data. Hasil penelitian ini (1) pola komunikasi guru dan siswa adalah komunikasi banyak arah. (2) Kecakapan komunikasi interpersonal guru meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, cepat (tanggap, bertanggung jawab), perhatian dan kepedulian, memiliki empati, memberikan layanan, menyampaikan informasi, mendengarkan, dan sebagai konselor. Kecakapan komunikasi interpersonal siswa meliputi, berbicara, bertanya, membuka pintu komunikasi, menjaga sopan santun, meminta maaf, cepat (tanggap, bertanggung jawab), menyampaikan informasi, dan mendengarkan. (3) Kendala-kendala yang terjadi dalam komunikasi interpersonal guru meliputi, faktor komunikan rendah, tidak digunakan media yang tepat, perbedaan persepsi, komunikasi satu arah, waktu, dan suasana hati komunikan. Sementara itu, kendala yang dihadapi siswa meliputi, karakteristik komunikan, perbedaan persepsi, dan tidak ada respon. Kata Kunci : komunikasi interpersonal, guru, siswa, teks ulasan In this research purposes to describe (1) communication patterns that occur between teachers and students (2) describe interpersonal communication skills of teachers and students and (3) constraints that occur in interpersonal communication of teachers and students in text review study in class VIII 10 SMP Negeri 2 singaraja. This research subject is teacher and student and the object is interpersonal communication. This research uses qualitative descriptive design. Data were collected using observation and interview methods. Data is analyzed descriptive qualitative through three stages, namely reduction, presentation, and conclusion / verification of data.The result of this research (1) communication pattern of teacher and student is the pattern of communication of many direction. (2) Interpersonal communication skills of teachers include speaking, asking, communication skills, keeping good manners, being quick (responsive, responsible), caring and caring, having empathy, providing services, conveying information, listening, and counseling. Interpersonal communication skills of students include, speaking, asking, opening communication doors, maintaining courtesy, apologizing, fast (responsive, responsible), conveying information, and listening. (3) Constraints that occur in teacher interpersonal communication include, low communicant factors, not used appropriate media, differences in perception, one-way communication, time, and mood communicant. Meanwhile, the constraints faced by students include, the characteristics of communicants, differences in perception, and no response.keyword : interpersonal communication, teacher, student, review text
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA NASKAH MONOLOG SURAT KEPADA SETAN KARYA PUTU WIJAYA Ni Nyoman Anna Pratiwi .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk implikatur percakapan pada naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya (2) fungsi implikatur percakapan pada naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya dan (3) implikasi naskah monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya terhadap situasi politik Indonesia. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama monolog Surat kepada Setan karya Putu Wijaya. Objek penelitian ini adalah bentuk dan fungsi implikatur percakapan Searle.Dari 46 tuturan pada naskah Surat kepada Setan, terdapat 25 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. (1) Terdapat 16 tuturan yang berbentuk asertif, 4 tuturan direktif, 2 tuturan berbentuk komisif, 16 tuturan dengan bentuk ekspresif, dan 1 tuturan dengan bentuk deklaratif. (2) Fungsi implikatur percakapan yang diungkapkan oleh Searle pada naskah Surat kepada Setan sebagian besar berfungsi mengritik, mengeluh, berpendapat, menasihati, menawarkan, dan menetapkan sesuatu. Fungsi implikatur percakapan yang dominan pada naskah Surat kepada Setan karya Putu Wijaya ialah fungsi mengritik dan berpendapat. (3) Implikasi naskah Surat kepada Setan terhadap kondisi politik Indonesia menunjukkan sebuah pertanyaan tentang siapa setan dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Implikasi yang ada pada naskah merupakan sebuah refleksi kepada pembaca maupun penontonnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan ketika mencari maksud atau pesan sebuah karya sastra ketika akan dipentaskan. Selain itu, hasil penelitian ini direkomendasikan agar dijadikan salah satu bahan pembelajaran materi implikatur.Kata Kunci : implikatur percakapan, naskah monolog. This research aimed to describe (1) the form of conversational implicatures on the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya (2) the function of speech implicatures on the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya and (3) the implications of the monologue Surat kepada Setan by Putu Wijaya on the Indonesian politics’ situation. The type of this research is qualitative descriptive. The subject of this research is the script of monologue drama Surat kepada Setan by Putu Wijaya. The object of this research is form and function of Searle conversational implicature. Data were collected by documentation method and interview. Of the 46 speech in the text of the Surat kepada Setan, there are 25 speeches that contain conversational implicatures. (1) There are 16 speeches in the form of assertive, 4 directive speeches, 2 commissive speeches, 16 speeches with expressive form, and 1 speech with a declarative form. (2) The function of speech implicatures disclosed by Searle on the Surat kepada Setan largely serves to criticize, complain, argue, advise, offer, and establish something. The dominant conversation implicature function of the Putu Wijaya Surat kepada Setan script is a criticizing and argument function. (3) The textual implications of the Surat kepada Setan on the political condition of Indonesia show a question of who the devil is in the life of the nation and the state and then of the text are a reflection to the reader as well as the audience. The result of this study can be taken into consideration when looking for the purpose or message of a literary work when it will be staged. In addition, the result of this study is recommended to be used as one material learning material implicature. keyword : conversational implicatur, monologue script
Kesesuaian antara Asesmen Guru dan Kemampuan Siswa dalam Mengonstruksi Teks Laporan Hasil Observasi di Kelas X SMAN 3 Singaraja I Putu Yoga Sadhu .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11310

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) cara guru dalam melakukan asesmen, (2) hasil asesmen yang diberikan oleh guru, (3) kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi, dan (4) kesesuaian antara asesmen guru dan kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X dan siswa kelas X SMAN 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah asesmen dan kemampuan dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) cara guru dalam melakukan asesmen berpedoman pada Kurikulum 2013 Edisi Revisi (2) hasil asesmen yang diberikan guru menyatakan bahwa seluruh siswa mencapai kompetensi yang dituntut (KKM), (3) kemampuan siswa dalam mengonstruksi teks laporan hasil observasi dari segi proses menunjukkan hanya sebagian siswa yang aktif dalam melakukan observasi atau pengamatan. Hasil analisis teks laporan hasil observasi siswa menunjukkan siswa yang mencapai kompetensi sebesar 62 % sedangkan siswa yang tidak mencapai kompetensi sebesar 37 %.(4) kesesuaian antara asesmen guru dan kemampuan siswa mengonstruksi teks laporan hasil observasi menunjukkan bahwa hasil asesmen yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuan siswa mengonstruksi teks laporan hasil observasi dari segi angka sebesar 57 % sedangkan hasil asesmen yang diberikan oleh guru tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 43 %. Dari segi ketuntasan hasil asesmen yang diberikan guru sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 62% sedangkan hasil asesmen yang diberikan guru tidak sesuai dengan kemampuan siswa sebesar 38%. Guru perlu mencermati asesmen yang digunakan dengan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan observasi.Kata Kunci : asesmen guru-siswa , teks laporan observasi This qualitative and quantitative descriptive study aims to describe (1) the way teacher conduct assessment, (2) the results of the assessment given by the teacher, (3) the students' ability to construct the observed report text, and (4) the suitability between the teacher assessment and the ability Students in constructing the observed report text. The subjects in this study are the teacher of Indonesian class X subjects and students of grade X SMAN 3 Singaraja. The object of this research is the assessment and ability in constructing the observation report text. The method used in this research is the method of observation, test, and documentation.The result of the research shows that (1) the way of the teacher in conducting the assessment is based on the Curriculum 2013 Revised Edition (2) the result of the assessment given by the teacher stated that all students achieve the required competence (KKM), (3) the student's ability in constructing the observation report text from In terms of process shows only some students who are active in making observations. The results of the text analysis of the results of students observations show students who achieve competence of 62% while students who do not achieve competence of 37%. (4) the suitability between teacher assessment and students' ability to construct the text of the observation result indicates that the result of the assessment given by the teacher is in accordance with the students' ability to construct the observation report text in terms of the figure of 57% while the result of the assessment given by the teacher is not in accordance with the students' by 43%. In terms of completeness of the assessment results given by teacher in accordance with the ability of students by 62%, while the results of teacher assessments are not in accordance with students' ability of 38%. Teacher need to examine the assessment used with the students’ ability in learning to write the text of observation report text.keyword : assessment of teacher and students, observation report text
DRAMAWAN PUTU SATRIA KUSUMA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PERKEMBANGAN TEATER ILALANG SMA LAB UNDIKSHA SINGARAJA Desi Nurani Sari Ni Kadek .; I Made Astika, S.Pd. .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11571

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) proses kreatif Putu Satria Kusuma dan (2) kontribusi Putu Satria Kusuma terhadap perkembangan Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha. Penelitian inii menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Putu Satria Kusuma. Objek penelitian adalah kontribusi Putu Satria Kusuma terhadap perkembangan Teater Ilalang SMA Lab Undiksha Singaraja yang dibina. Data dikumpulkan melaui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah (1) proses kreatif Putu Satria Kusuma dipengaruhi oleh beberapa hal, masa kecil, pendidikan, dunia kerja, dan tempat berproses (2) kontribusi Putu Satria Kusuma terhadap perkembangan Teater Ilalang dapat dilihat dari proses pembinaan, manajemen produksi, dan bentuk pementasan. Kata Kunci : Kata kunci: proses kreatif, teater, dramawan ABSTRACT This study aims to examine (1) the creative process of Putu Satria Kusuma and (2) Putu Satria Kusuma contribution to the development of Ilalang Theater at Undiksha Lab High School. This research uses qualitative descriptive design. The subject of research is Putu Satria Kusuma. The object of this research is Putu Satria Kusuma's contribution to the Ilalang Theater at SMA Lab Undiksha Singaraja. Data were collected through observation, interview and documentation methods. The result of this research is (1) Putu Satria Kusuma's creative process is influenced by several things, childhood, education, work world, and place of process. (2) Putu Satria Kusuma contribution to the development of Ilalang Theater can be seen from the process of coaching, production management, staging. keyword : Keywords: creative process, theater, playwright
Penggunaan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Pidato di Kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara Made Rospita Pradnya Dewi .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negari 1 Kuta Utara, (2) mendeskripsikan hasil penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dan siswa kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta. Objek penelitian ini adalah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menulis pidato di kelas X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara dilakukan dengan tiga tahap kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pendahuluan dibagi menjadi lima tahapan, yaitu guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, guru mengecek kehadiran siswa, guru melakukan apersepsi, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti ini, guru menerapkan 5M (mengamati, menanya, mengekslorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan). Pada kegiatan penutup guru menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami materi yang telah dipelajari, guru dan siswa menyimpulkan materi pelajaran. (2) Kemampuan siswa dalam mengikuti pelajaran menulis pidato yang dibantu dengan menggunaan media audio visual sangat tinggi. siswa mampu memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan pihak sekolah, yaitu 85. Kata Kunci : penggunaan media audio visual, menulis pidato This research aimed at (1) describing the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara, (2) describing the result of the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. This research used the descriptive qualitative-quantitative research design. The subject of this study were Indonesian language teacher who taught in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara and the students in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara. The object of this study was the use of audio visual media in speech writing learning. The data in this research was gathered by using observation and documentation method. The result of this study showed that (1) the use of audio visual media in speech writing learning in class X IPA 8 SMA Negeri 1 Kuta Utara done within three steps of learning process which were introduction, core activity, and closing activity. The introduction activity was divided into five steps, they were teacher began the learning by greeting the students, sang the Indonesia Raya song, teacher checked the students’ attendance, teacher did the apperception, and told students the purpose of the learning. In this core activity, the teacher applied 5M (mengamati – observing, menanya – questioning, mengeksplorasi – exploring, mengasosiasi – associating, and mengkomunikasikan – communicating). The closing activity, teacher asked the difficulty that faced by students in understanding the material that had learnt, teacher and students concluded the material of learning. (2) Students ability to attend speech-assisted lessons by using audio-visual media is very high. Students could reach the KKM (KriteriaKetuntasan Minimum – The Criteria of Minimum Completeness) that has been determined by the school parties, that was 85.keyword : the use of audio visual media, speech writing
Pengintegrasian Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Pembelajaran Teks Ulasan Film/Drama dalam Pembelajaran Teks Ulasan Film/Drama di Kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja Holifatul Hasanah .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11579

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam perencanaan pembelajaran, (2) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam pelaksanaan pembelajaran, dan (3) hambatan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial dalam pembelajaran teks ulasan film/drama. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru bahasa Indonesia di kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur, (1) identifikasi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam perencanaan pembelajaran terletak pada komponen tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar, (2) pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan cara interaksi guru dengan siswa, dan interaksi siswa dengan siswa, (3) hambatan yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan sikap spiritual dan sosial, yaitu (a) kesulitan menentukan indikator sikap spiritual dan sosial, (b) kesulitan mengatur waktu, dan (c) kesulitan menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda.Kata Kunci : pengintegrasian, sikap, spiritual, sosial, pembelajaran The aim of this study is to analyze (1) the integration of spiritual and social attitudes in learning plan, (2) integration of spiritual and social attitudes in the implementation of learning, and (3) teacher’ obstacles in the implementation of spiritual and social attitudes in learning of film / drama review text. This research used descriptive qualitative design. The subject of the research was Indonesian teacher in class XI MIPA at SMA Negeri 3 Singaraja. The data was collected by using documentation, observation, and interview method. The data analyzed using descriptive technique which used several procedures, namely (1) identification, (2) presentation, and (3) conclusion. The results of the research show that (1) the integration of spiritual and social attitudes in learning plan focuses on the objective component, learning procedures, and evaluation of the learning outcomes, (2) the integration of spiritual and social attitudes in the implementation of learning through the interaction between teacher-students and among the students.(3) the obstacles facing by the teacher in the implementation of spiritual and social attitudes are (a) difficulty in determining indicators of spiritual and social attitudes, (b) difficulty in managing time, and (c) difficulty in dealing with students diversity.keyword : integration, attitude, spiritual, social, learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENDONGENG SISWA KELAS VIIG SMP N 2 SAWAN Kadek Lisna Dewi Saraswati .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11583

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya untuk meningkatkan kemampuan mendongeng siswa kelas VIIG SMPN 2 SAWAN, dan (2) hasil belajar mendongeng menggunakan model pembelajaran Tutor Sebaya pada kelas VIIG SMPN 2 SAWAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIG SMPN 2 SAWAN dan objek yang dikaji adalah penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mendongeng. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan dua hal berikut, (1) Langkah-langkah penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya dalam mendongeng adalah siswa dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen, setiap kelompok menentukan satu tema bebas untuk dilatihkan, perwakilan kelompok mempresentasikan pekerjaannya, siswa kembali ke bangku masing-masinguntuk menerima tes. (2) Hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Tutor Sebaya terbukti dapat meningkat. Skor rata-rata siswa pratindakan adalah 73,6. Pada siklus I, skor meningkat menjadi 75,3, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 77,32. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar model pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mendongeng siswa. Kata Kunci : Pembelajaran, Tutor Sebaya, Meningkatkan, Mendongeng This classroom action research was aimed at finding out (1) the steps of the implementation of Peer-Tutor learning model in improving the ability of the students of class VIIG of SMPN 2 Sawan in telling fairytales. The subjects of this research were the students of class VIIG of SMPN 2 Sawan and the object being examined was the implementation of Peer-Tutor learning model to improve the students’ ability in telling fairytales. The methods of data collection applied were observation and test methods. The data were analysed by applying the qualitative and quantitative data analysis tecniques. The findings of the analysis showed that, (1) the steps conducted in implementing the Peer-Tutor learning model were students were divided into several heterogeneous groups, every group determined one free theme to be exercised, the representatives of each group presented their works, students were back at their desks to do tests, (2) It is proven that the results of the students’ study increased. The average score of the students before the implementation of the method was 73.6. In Cycle I, the score increased to 75.3 and increased again in cycle II to 77.32. Therefore, the researcher suggested that the learning model could be implemented by Indonesian language teachers in improving students’ ability in telling fairytales. keyword : learning, Peer-Tutor, Telling Fairytales

Page 83 of 122 | Total Record : 1214