cover
Contact Name
Fitriani
Contact Email
fitriani@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7160993
Journal Mail Official
jurnal.ame@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik dan Sains Universitas Ibn Khaldun Bogor Jl. KH. Soleh Iskandar KM.2 Kedung Badak, Kec.Tanah Sareal. Kota Bogor. Kode Pos 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 24603988     EISSN : 25810979     DOI : https://doi.org/10.32832/ame.v8i2
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi):Jurnal Ilmiah Teknik Mesin merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian, kajian lapangan, pemikiran atau gagasan yang berkaitan dengan ilmu Teknik Mesin yang tidak terbatas pada Energi, Mekanika Stuktur, Material& Manufaktur, dan Mekatronika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2019)" : 6 Documents clear
ANALISIS KESEIMBANGAN TERMAL SISTEM PENDINGIN MESIN PEMBANGKIT LISTRIK ORC (ORGANIC RANKINE CYCLE) KAPASITAS 500 kW Maulana, Yahya; Gaos, Yogi Sirodz; Wiradinata, Irvan
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.647 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2354

Abstract

Sistem pendingin Organic Rankine Cycle (ORC) merupakan komponen sistem pendingin yang sangat penting. Sistem ini terdiri dari kondensor, dry cooler, dan pompa yang berfungsi untuk memaksimalkan efisiensi pada sistem ORC. Jenis kondensor yang digunakan yaitu jenis one shell one pass tube fluida yang juga digunakan pada sistem pendingin, n-pentane (sebagai fluida panas) dan air (sebagai fluida dingin). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keseimbangan termal pada kondensor, dry cooler, dan pompa serta  mendapatkan hasil perhitungan analisis termal pada laju perpindahan panas fluida n-pentane dan fluida air pendingin pada kondensor, dry cooler, dan pompa ORC 500 kW. Proses pendinginan pada sistem pendingin ORC pada dry cooler telah mencapai temperatur pendingin optimum pada nilai temperatur 25°C sampai 35°C. Hal ini ditunjukkan pada nilai temperatur pendingin dry cooler berkisar pada temperatur 31°C sampai 32°C. Keseimbangan energi pada laju perpindahan panas n-pentane Qdc = 2,34 kW sedangkan laju energi yang diterima fluida air dingin yaitu Qc = 1,70 kW dan laju energi pada dry cooler Qeq = 0,64 kW menurut perhitungan diagram p-h.
KARAKTERISASI TEKANAN AIR PANAS PADA ORGANIC RANKINE CYCLE BERBASIS SOLAR KOLEKTOR PIPA SIRIP JENIS LONGITUDINAL Yanto, Dwi; Gaos, Yogi Sirodz; Alkindi, Hablinur
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.084 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2326

Abstract

Sistem Organic Rankine Cycle (ORC) Kolektor Surya menggunakan air sebagai fluida dan sistem sirkulasi air panas. Pipa sirip jenis longitudinal digunakan karena jenis pipa yang sangat baik untuk aplikasi perpindahan panas. Tekanan dalam laju aliran sirkulasi air panas berpengaruh terhadap sistem ORC agar berjalan secara optimal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan jumlah tekanan pada sistem sirkulasi air panas untuk mengetahui apakah terdapat head loss (mayor dan minor) yang terjadi dan faktor yang mempengaruhi terjadinya head loss pada sistem sirkulasi air panas. Dari hasil pengujian dan perhitungan dalam menganalisis tekanan pada sistem sirkulasi air panas, diperoleh data head loss mayor sebesar 3,093769m, head loss minor sebesar 2,762065 m, dan head loss pada evaporator sebesar 0,00002 m, dengan total head loss sebesar 5,855853m. Berdasarkan hasil perhitungan, penggunaan pipa sirip longitudinal pada sistem perpipaan sirkulasi air panas tidak bekerja secara optimal karena head loss yang terjadi pada pengujian ini lebih besar dari pada head loss perhitungan teoritis yakni 17m berbanding dengan 5,855853m, terdapat selisih yang cukup besar yakni sebesar 11,144147m. Faktor yang mempengaruhi terjadinya head loss pada sistem sirkulasi air panas yaitu banyaknya sambungan las pada pipa, kekasaran ekivalen pada material pipa, dan jenis material serta diameter pipa yang beragam sehingga tekanan air yang terjadi pada saat sirkulasi berubah-ubah.
KARAKTERISASI LAJU ALIRAN MASSA PADA PIPA BAGIAN HEATER BERDASARKAN PERUBAHAN DAYA DI UNTAI (FASSIP-01) MOD.1 Fauzi, Ahmad; Juarsa, Mulya; Giarno, Giarno; Heru, Gregorius Bambang; Haryanto, Dedy; Irianto, Ignatius Djoko
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.455 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2331

Abstract

Kecelakaan reaktor nuklir di Fukushima Daiichi Jepang pada 11 Maret 2011, menyebabkan dilakukannya penelitian ini di berbagai negara termasuk Indonesia yang sedang mengembangkan sistem  keselamatan pasif dengan alat Untai FASSIP-01 Mod.1 di PTKRN-BATAN Serpong. Ada beberapa komponen pada Untai FASSIP-01 Mod.1 yaitu komponen pemanas yang dinamakan Blanket Ceramic Heater (BCH-02), komponen pendingin dengan sistem refrigerant cooling  system (RCS), dan tabung  ekspansi. Sistem pasif menerapkan hukum alami untuk mengamati kondisi yang tidak stabil pada  reaktor. Perlu dilakukannya eksperimen untuk mengetahui karakterisasi distribusi temperatur pada pemanas BCH-02 di Untai FASSIP-01 Mod.1 dengan memvariasikan daya dan tegangan 20 volt – 160 volt. Pengujian dilakukan selama 120 menit dan tegangan dinaikkan sebesar 20 volt selama 15 menit,  eksperimen pada BCH-02 dilakukan dengan posisi vertikal dan horizontal. Hasil eksperimen  pada BCH-02, semakin besar daya yang diberikan maka temperaturnya semakin tinggi. Temperatur yang berada di permukaan ceramic-brick lebih tinggi dibandingkan dengan temperatur di dalam pipa section, hal ini disebabkan karena terjadi heat loss pada celah celah ruang di dalam BCH-02 sebelum mencapai pipa section.
STUDI FAKTOR PERSEBARAN SUHU DAN ALIRAN FLUIDA DALAM PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN METODE NUMERIK DAN CFD Haryanto, Aris; Sutoyo, Edi; Sutisna, Setya Permana
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.161 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2361

Abstract

Pada desain sistem pengering supaya mendapatkan desain dengan kinerja efisiensi tinggi memerlukan lebih banyak biaya dan waktu karena terdapat banyak variabel yang perlu diperhitungkan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini melakukan simulasi distribusi suhu di ruang pengering menggunakan metode CFD. Ruang pengering akan dianalisis menggunakan 3 skenario geometri yaitu kotak (balok), bulat (tabung), dan poligon (prisma). Pada dasarnya, perbedaan dalam skenario ke-1 hingga ke-3 adalah dalam posisi geometri dan kipas inlet, sedangkan komponen dan dimensi (volume) dari ruang pengering dibuat sama sehingga data yang diperoleh lebih valid. Hasil simulasi skenario 1 mendapatkan suhu rata-rata 39,08 °C, hasil simulasi skenario 2 mendapatkan suhu rata-rata 38,98 °C, hasil simulasi skenario 3 mendapatkan suhu rata-rata 34,77 °C sehingga disimpulkan bahwa simulasi suhu paling seragam berada di skenario 2 dengan ruang pengering bulat.
RANCANG BANGUN RANGKA MOBIL LISTRIK IBN KHALDUN SAKTI (IKSA) Nugraha, Gusti Chandra Agung; Hartono, Budi; Yuliaji, Dwi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.777 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2429

Abstract

 Rangka adalah bagian terpenting dari sebuah mobil listrik karena pada bagian ini semua komponen dan penumpang diletakkan. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan tegangan normal, defleksi, dan factor keamanan sebagai tolak ukur kekuatan sebuah rangka mobil. Perhitungan tegangan pada bagian depan rangka adalah 2,32x107 N/m2, bagian tengah adalah 2,22x107 N/m2, dan bagian belakang adalah 3,69x107 N/m2. Nilai defleksi yang terjadi di bagian depan dari rangka adalah 1,67 mm, di bagian tengah adalah 2,21 mm, dan di bagian belakang adalah 1,80 mm. Faktor keamanan pada bagian depan rangka adalah 10,7, bagian tengah adalah 11,2, dan bagian belakang adalah 6,77. Hasil perhitungan serta pengujian rangka mobil listrik ini menunjukkan capaian sesuai standar.
UJI KINERJA MOVABLE THERMOSTATIC BATH SEBAGAI ALAT KALIBRASI TERMOKOPEL Nurdianto, Gian; Rahmat, Mamat; Nurrohman, Nurrohman
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.705 KB) | DOI: 10.32832/ame.v5i1.2353

Abstract

Kalibrasi termokopel bertujuan agar termokopel memiliki  spesifikasi yang sesuai dengan standar nasional maupun international ISO/IEC 17025.  Manfaat dari kalibrasi adalah menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya. Berdasarkan hal tersebut dilakukan desain dan pembuatan thermostatic bath untuk kalibrasi termokopel, dengan menggunakan thermoelectric cooler (TEC) sebagai media pendingin fluida.  Kemampuan thermostatic bath untuk kalibrasi termokopel dengan menggunakan TEC sebagai media pendingin fluida dan untuk mengetahui kinerja TEC. Melakukan set-up variasi temperatur uji di temperatur 25°C, 20°C, 15°C, 10°C, dan temperatur paling rendah (diperoleh 6°C). Setelah mencapai nilai set-up temperatur, kemudian dilakukan setting selama 3600 detik. Panas yang dihasilkan dari TEC diserap fluida melalui water block kemudian fluida dipompa menuju radiator untuk membuang panas ke lingkungan.  Kipas radiator digunakan untuk mempercepat pelepasan panas pada sirip-sirip radiator ke udara sehingga pelepasan dari system ke lingkungan berjalan lebih cepat. Termostat W1209 digunakan untuk mengatur set-up temperatur dan data logger sebagai pendeteksi perubahan temperatur.  Hasil pengujian thermostatic bath, TEC pada tegangan 12V, 10A mampu menurunkan temperatur air kapasitas 1,9 liter, dari temperatur awal 26,2°C    hingga 6°C membutuhkan waktu selama 11 jam 37 menit (41855 detik).

Page 1 of 1 | Total Record : 6