cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
IMPLEMENTASI NILAI - NILAI PANCASILA PADA SISWA MAN 1 BULELENG TAHUN AJARAN 2016/2017 Hidayanti, Lilik; Natajaya, I Nyoman; -, Sukadi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 3, No 3 (2015): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v3i3.20803

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila pada siswa di sekolah MAN 1 Buleleng Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Buleleng dengan Jumlah sampel penelitian sebanyak 181 siswa yang ditentukan berdasarkan perhitungan tabel Krejcie dan Morgan. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling yang terdiri dari siswa kelas X dan XI. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila termasuk kategori “tinggi”. Untuk nilai Ketuhanan yang Maha Esa termasuk dalam kategori “tinggi”, nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab termasuk kategori “cukup”, nilai Persatuan Indonesia termasuk kategori “tinggi”, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam persatuan/perwakilan termasuk kategori “tinggi”, dan nilai Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk kategori “cukup. Jadi implementasi nilai-nilai Pancasila di MAN 1 Buleleng dapat dikatakan baik dan diketahui sudah mencerminkan pengimplementasian Nilai-nilai Pancasila dari sila I sampai sila V serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan dan dasar untuk berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.                                                                                             Kata kunci: Implementasi Nilai-Nilai Pancasila, Siswa MAN 1 Buleleng Abstract This study was aimed to determine the implementation of Pancasila values on students in school MAN 1 Buleleng academic year 2016/2017.The research is research quantitative descriptive with the survey. The research was conducted in MAN 1 Buleleng of the sample 181 some students who depends on calculations tables Krejcie and Morgan. The sample collection technique using stratified random sampling consisting of a student of class X and XI. Data collection was carried out by giving the questionnaire. Analysis techniques the data used was statistically descriptive.The results showed that the implementation of Pancasila values was categorized as "high". To value of belief in the one included in a category “high”, human value fair and civilized category “enough”, Value unity indonesia including category “high”, value kerakyatan led by wisdom wisdom in union/representatives in the category of “high”, and the values of social justice for all the people of Indonesia including category “enough”. So the implementation of values Pancasila in MAN 1 Buleleng it can be said good and known have reflect the implementation values Pancasila of come I to come V and made values Pancasila as a reference and a basis for pretending in daily life. Keywords: Implementation of Pancasila values, Students MAN 1 Buleleng
PERANAN DESA PAKRAMAN DALAM MENERTIBKAN KRAMA TAMIU DI LINGKUNGAN BANYUASRI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG Septiari, Ni Nengah
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 5, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya (2) Ketaatan krama tamiu yang berdomisili di desa pakraman Banyuasri terhadap peraturan kependudukan yang berlaku (3) Dampak penduduk pendatang terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri baik dari segi sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Kepala Desa Pakraman; Penyarikan Desa Pakraman; Lurah Banyuasri; Masyarakat Asli Banyuasri; Krama Tamiu Banyuasri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi yang ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Keberterimaan Desa Banyuasri terhadap krama tamiu di lingkungan desanya sudah cukup baik mengikuti peraturan yang berlaku. (2) Ketaatan krama tamiu terhadap peraturan kependudukan yang berlaku sudah terbilang taat karena krama tamiu sudah mengikuti aturan baik itu peraturan kependudukan maupun awig-awig di desa pakraman Banyuasri. (3) Kedatangan krama tamiu berdampak terhadap kehidupan masyarakat Banyuasri yaitu dampak sosial budaya, ekonomi, religius dan keamanan. (4) Langkah-langkah strategi penertiban krama tamiu di desa pakraman Banyuasri yaitu menerapkan awig-awig, melakukan pengawasan secara komprehensif bagi krama tamiu, menerapkan sanksi yang tegas serta melaporkan kepada Kepala Desa Pakraman mengenai identitas krama tamiu yang menyewa rumah masyarakat Banyuasri.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KRISNAWAN, I GEDE HERSIKA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 2 (2014): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i2.1125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Banjar tahun ajaran 2012/2013 dalam pemahaman konseptual pada pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) dapat mengetahui kendala-kendala yang terjadi pada saat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas X SMA Negeri 2 Banjar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah pada hasil belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara, observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan (1) hasil belajar siswa kelas X dengan metode STAD mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12.39% pada siklus I diperoleh hasil sebesar 72.90 dan pada siklus II diperoleh hasil sebesar 85,29. (2) kendala dalam Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah beberapa siswa kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran karena kurang mengerti dengan model pembelajaran yang diterapkan. Salah satu cara meminimalkan kendala tersebut adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran.. Kata kunci: metode STAD, hasil belajar
PENERAPAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEWARGANEGARAAN (CIVIC SKILLS) SISWA KELAS XI IA6 SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Gustama, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 4, No 3 (2016): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i3.22030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan civic skills (Keterampilan Kewarganegaraan) siswa melalui penerapan model Problem Based Learning. Civic Skils mencakup intellectual skills (Keterampilan Berpikir Kritis) dan participatory skills (Partisipasi aktif) siswa dalam proses pembelajaran. Civic Skills merupakan komponen yang perlu dimiliki siswa sebagai bekal mewujudkan good citizen (warga negara yang baik) Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua kali siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IA6 SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan kuisioner. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) meningkatnya rata-rata partisipasi aktif siswa yang ditunjukkan pada siklus pertama sebesar 13.63 yang berada dalam kualifikasi kadang-kadang menjadi 19.6 yang berada dalam kualifikasi sering pada siklus kedua. (2) meningkatnya rata-rata keterampilan berpikir kritis yang ditunjukkan pada siklus pertama sebesar 20,67 yang berada dalam kategori baik menjadi 27 yang berada dalam kategori sangat baik pada siklus kedua. Persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai 80%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan civic skills siswa.
STRATEGI PEMBINAAN KARAKTER DI SMP NEGERI 3 SUKASADA Muhajirin, Nanang
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 6, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v6i1.22060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) upaya yang dilakukan sekolah dalam pembinaan karakter siswa di SMP Negeri 3 Sukasada, (2) kendala-kendala dalam upaya pembinaan karakter. Metode Penelitian termasuk deskriptif kulitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi pada Guru Pkn, Guru Bimbingan Konseling, Waka kesiswaan, Waka Kurikulum, dan Kepala Sekolah. yang dimana pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Data dikumpulkan dan dianalisis dengan deskriptif kualitatif mengunakan triangulasi data dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) upaya yang dilakukan sekolah dalam pembinaan karakter siswa di SMP Negeri 3 Sukasada,yaitu telah adanya penanaman nilai-nilai karakter pada siswa melalui proses pembelajaran didalam kelas (intrakurikuler) maupun diluar kelas (ekstrakurikuler). (2) kendala- kendala dalam upaya pembinaan karakter yaitu: 1. kurangnya singkronisasi antara pihak sekolah dan keluarga. 2. dalam pelaksanaan pembinaan karakter terkait penanaman nilai-nilai karakter guru mengalami kendala keterbatasan waktu. Kata kunci : Strategi, Pembinaan, Karakter.
SISTEM PEWARISAN PADA MASYARAKAT BERKASTA KSATRIA DAN MASYARAKAT BERKASTA SUDRA DI DESA PAKRAMAN MANUABA, KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR ARDANA, I MADE SUKA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 1, No 1 (2013): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i1.368

Abstract

ABSTRACTThis recearch aims to know 1) heritage system of Ksatria caste and Sudra caste of people in Manuaba villlage; 2) the differences of heritage system between Ksatria caste and Sudra caste of people in Manuaba village; 3) implication toward heir in family life and society in Manuaba village. This research uses descriptive qualitative. In choosing subject, research uses purpostive sampling and the subject of research are 1) people who have Ksatria caste, 2) people who have Sudra caste,3) Kelihan Banjar, 4) Bendesa Adat, 5) doyen in Manuaba village. The research uses some methods in collecting data, such as: 1) interview method, 2) observation method, 3) documentation method. In analysing the data, the research uses descriptive qualitative method. The results of this research show that 1) heritage system in Manuaba village was taken from man’s clan or in Bali we called it as purusa, but there is a diference between Ksatria caste and Sudra caste in heritage system. In Ksatria caste, the heir is the oldiest son of the family and in contrast, in Sudra caste the heir is the youngest son of the family; 2) there is difference of heritage system in Manuaba village and it is used for differenciate Ksatria caste and Sudra caste; 3) The implication of heir in family life and society are the heir has responsibility toward their parents, the heir has power in the family, the heir has responsibility in the society (in Bali we called it as ayahan banjar) and village.Keywords : Heritage System, Ksatria Caste, Sudra Caste
KEDUDUKAN WANITA BALU DALAM HUKUM ADAT BALI (Sudi Kasus Hak dan Kewajiban Wanita Balu dalam Hukum Adat Di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar) Janu Yudiantara, I Gede Eva
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i2.408

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kedudukan wanita balu dalam hukum adat Bali (2) Mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki wanita balu. (3) Untuk mengetahui nilai-nilai yang mendasari terjadinya harmonisasi dalam hak dan kewajiban yang dimiliki wanita balu. Penelitian ini dilakukan di Desa Adat Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini termasuk Penelitian Deskriptif Kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah para wanita balu yang ada di Desa Belega, Bendesa Adat, aparatur desa, Kelian banjar, tokoh adat, tokoh agama dan pihak-pihak lain yang bisa membantu memberikan data. Penentuan responden ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pencatatan dokumen, kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kedudukan wanita balu dari segi yuridis, wanita balu memiliki kedudukan yang sama dengan ketika ia masih bersuami, dalam artian walaupun wanita tersebut berstatus sebagai balu, dari hukum adat yang berlaku di Desa Belega tidak mengurangi atau merendahkan seseorang ketika menyandang status balu. Dalam pewarisan, kedudukan wanita balu bukan ahli waris dari suaminya, tetapi wanita balu berhak menikmati hasil dari harta warisan. 2) Hak-hak yang dimiliki wanita balu yaitu a) Hak untuk menjadi wali dan mengurus anak-anaknya, b) Hak untuk tetap tinggal dirumah almarhum suami, c) Berhak menikmati dan mendapatkan pengidupan dari harta almarhum suaminya, d) Berhak melakukan perbutan hukum untuk dirinya sendiri maupun untuk almarhum suaminya, dan sebagainya. Sedangkan kewajiban wanita balu yaitu : a) Kewajiban untuk mengabenkan almarhum suaminya, b) Kewajiban untuk menjadi wali anak-anaknya dan mengurus segala keperluan anak-anaknya, c) Kewajiban untuk mengurus dan menjaga rumah almarhum suami, d) Kewajiban untuk membayar segala hutang yang dimiliki almarhum suaminya, dan sebagainya. 3) Nilai-nilai yang mendasari terjadinya harmonisasi dalam pelaksanaan hak dan kewajiban wanita balu di Desa Belega yaitu a) Nilai welas asih, b) Nilai Tat Twam Asi, c) Nilai paras paros sarpanaya salunglung sabayantaka, d) Nilai menyama brayeKata Kunci: Wanita Balu, Kedudukan, Hak dan Kewajiban, Nilai Harmonisasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS X MIPA 3 DI SMA NEGERI 3 SINGARAJA Paranata, I Komang Agus; Landrawan, I Wayan; Sunu, I Gusti Ketut Arya
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 4, No 1 (2016): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v4i1.20843

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples di kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja dalam mata pelajaran PKn.Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2016/2017, dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang yang terdiri dari 11 orang siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan angket/kuissioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Examples Non Examples dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar PKn.Hal ini dapat dilihat dari data berikut ini (1) Motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 65,88 sedangkan pada siklus II yaitu sebesar 77,31. Dengan demikian peningkatan nilai motivasi belajar dari siklus I sampai di siklus II sebesar 11,43%. (2) Aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 4,06 kemudian pada siklus II yaitu sebesar 5,48. Dengan demikian peningkatan nilai aktivitas belajar dari siklus I sampai di siklus II sebesar 1.42 di dalam pembelajaran PKn. Kata kunci :   Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples     Motivasi dan Aktivitas Belajar.AbstractThis study aims to improve students' motivation and learning activities by applying cooperative learning model type Examples Non Examples in class X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja in Civics subjects.This study is a classroom action research conducted using 2 cycles. The subjects of this study were students of class X MIPA 3 SMA Negeri 3 Singaraja academic year 2016/2017, with a total of 26 students consisting of 11 male students and 15 female students. Data collection in this research is done by observation method, interview, documentation and questionnaire / quissioner. The data obtained were analyzed by qualitative descriptive analysis technique. The results of this study indicate that the application of cooperative learning model type Examples Non Examples can improve motivation and learning activities Civics.This can be seen from the following data (1) Student motivation in the first cycle of 65.88 while in the second cycle that is equal to 77.31. Thus the increase in the value of learning motivation from cycle I to cycle II is 11.43%. (2) Student activity in cycle I is 4.06 then in cycle II that is equal to 5,48. Thus the increase in the value of learning activities from cycle I to cycle II of 1.42 in the learning of Civics. Keywords:  Cooperative Learning Model Type Examples Non Examples  Motivation and Learning Activities.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS VIIa DI SMP BHAKTIYASA SINGARAJA WIANTARI, PUTU AMIK
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 1 (2014): Februari
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui apakah dengan diterapkan model pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas  VIIa SMP Bhaktiyasa Singaraja (2) untuk mengetahui apakah dengan diterapkan model pembelajaran Team Games Tournament dapat meningkatkan respon siswa terhadap mata pelajaran PKn di kelas VIIa SMP Bhaktiyasa  Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP Bhaktiyasa Singaraja yaitu kelas VIIa yang berjumlah 22 orang, yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Prosedur kerja tindakan ini dilakukan 4 tahap yakni : tahap perencanaan, tahap pelaksaan tindakan, tahap observasi evaluasi dan tahap refleksi tindakan. Empat tahap pelaksanaan tindakan tersebut dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas VIIa, rata-rata hasil belajar siswa siklus I 67 dengan persentase ketuntasan 59,09%. Sedangkan hasil belajar pada siklus II 75,68 dengan persentase ketuntasan 86,36%. Untuk perolehan analisis respon rata-rata skor 42,2. Kata kunci : model TGT, hasil belajar PKn dan respon siswa terhadap mata pelajaran PKn.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILANSOSIAL SISWA KELAS X MIPA 6 PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wibi Fernanda, I Made
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 5, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v5i3.22055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT). Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Objek dalam penelitian ini yaitu tentang keterampilan sosial siswa di kelas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis metode yaitu metode observasi dan metode wawancara. Penilaian dengan menggunakan instrumen observasi dan kuisioner atau angket dilaksanakan pada setiap siklus tindakan, sedangkan untuk instrumen wawancara di laksanakan di akhir kegiatan siklus kedua. Data penelitian tentang keterampilan sosial siswa yang terkumpul selanjutnya akan di analisis menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT) dapat meningkatkan keterampilan sosial pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa kelas X MIPA 6 di SMA Negeri 1 Singaraja. Persentase keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siklus I adalah 74% (observasi) dan 73,3% (kuisioner/angket) yang masih berada pada kategori cukup, sedangkan siklus II adalah 80% (observasi) dan 80,53% (kuisioner/angket) telah memenuhi kritera keberhasilan dengan berada pada kategori baik. Jadi berdasarkan data dari kedua siklus tersebut, menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan sosial siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Turnament (TGT).

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol 1, No 1 (2013): Februari Vol. 1 No. 1 (2013): Februari More Issue