cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 896 Documents
OPTIMALISASI FUNGSI CBC UNTUK MENGATASI OVER KAPASITAS DAN KEHIDUPAN NORMAL DI MASYARAKAT Abdul Majid Amanatullah; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan metode community based correction (CBC) di awali dengan praktik hukuman pemenjaraan yang oleh banyak negara cenderung dilihat sebagai satu-satunya jenis penghukuman hingga semakin lama kondisi penjara semakin overcrowded dan justru membawa dampak lebih buruk bagi parapelaku. Kebutuhan akan pidana alternatif lainnya untuk menghindari lebih banyak lagi pembagunan penjara pada akhirnya melahirkan konsep CBC. Dil tinjaul daril datal SMSl lapl ditjenl PASl padal bulanl maretl 2022l jumlahl l penghunil l lapasl l danl l rutanl l dil l indonesial l mengalamil l oververcrowded,l l Communityl l basedl l correctionl l merupakanl l metodel alternativel nonl pemenjaraanl yangl bertujuanl untukl membaurkanl kembalil pelakul kedalaml masyarakat,l denganl l katal l lainl l pelakul l tidakl l dil l penjarakanl l melainkanl menjalanil hukumannyal l dil tengahl masyarakatl sehinggal l l masyarakatl dapatl berperanl sertal dalaml l l l prosesl pembinaanl terpidana.l Penelitianl l inil l bertujuanl untukmenganalisisl metodel l alternatifl l mengatasil overcrowded.l Metodel yangl l l digunakanl l l dalaml penelitianl inibersifatl deskriptifl l denganl l metodel l kualitatifl l sebagail l datal l primerl l untukl l melakukanl l penilitian.l Danl untukl datal sekunderl dilakukanl tinjauanl pustakal danl undang-undangl nol 12l tahunl 1995l l tentangl l pemasyarakatanl l sebagail l datal l tambahan.l Hasill l sertal l kesimpulanl l yangl diperolehdaril l l penelitianl l l inil l l bahwadiperlukanl l l beberapal l l prinsipl l l dasaruntukl melaksanakanl programl operasionall lapasl terbuka
PENGARUH PEMBERIAN HAK CUTI MENGUNJUNGI KELUARGA (CMK) TERHADAP PERILAKU ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN Theresia Panni Koresy Marbun; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sebagai kekuatan potensial dan menumbuhkan kehidupan berkelanjutan maka diperlukan pembinaan secara runtut, pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial serta perlindungan dari segala kemungkinan yang akan membahayakan anak di masa depan. Maka dari itu, tiap perlakuan yang keliru yang diterima oleh anak saat ini akan mempengaruhi kehidupan bangsa di masa depan. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa tindak pidana yang melibatkan anak-anak berada di angka yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan data sejak tahun 2016-tahun 2020 yang menunjukkan bahwasannya jumlah tindak pidana atau kasus yang melibatkan anak-anak adalah sebanyak 24974 kasus. Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK) merupakan suatu hak khusus yang didapatkan Anak, yaitu Anak dapat berkumpul di tempat keluarga mereka selama jangka waktu 2 x 24 jam, dengan ketentuan syarat-syarat yang dapat dipenuhinya. Metode pendekatan yang digunakan dalam menyusun penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian hukum sosoiologis. Dimana yang dimaksud dengan jenis penelitian ini yaitu suatu penelitian berupa studi-studi empiris untuk menemukan teori-teori mengenai proses bekerjanya hukum di dalam masyarakat. Supaya mengetahui perilaku anak binaan, ada hak dan kewajban yang harus dilakukan anak binaan dikarenakan dengan adanya kewajiban ini maka secara tidak langsung menjadi faktor yang mempengaruhi pemberian program remisi, grasi, Peninjauan Kembali (PK), konseling, kunjungan, serta asimilasi dan reintegrasi sosial. Selain pemberian program pembinaan, anak juga memiliki hak seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sesuai Pasal 4 (1) UU SPPA dinyatakan anak berhak mendapatkan Cuti Mengunjungi Keluarga. Selaras dengan filosofi pemasyarakatan, sistem pemasyarakatan pada hakikatnya adalah sistem perlakuan/pembinaan pelanggar hukum yang bertujuan pemulihan kesatuan hidup, kehidupan dan penghidupan. Sebagai suatu sistem perlakuan, fungsi pemasyarakatan menjadi sangat vital dan strategis dalam prosess peradilan pidana anak.
PELAKSANAAN ASIMILASI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERBUKA SEBAGAI SALAH SATU WUJUD TERLAKSANANYA SISTEM PEMASYARAKATAN DI INDONESIA Yourike Yasmine Layt; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemidanaan di Indonesia yang sudah berubah menjadi reintegrasi sosial yang diterapkan dalam pemasyarakatan harus menggunakan sistem pemasyarakatan dengan tujuan agar program pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat merubah dengan menyadari kesalahannya, dapat memperbaiki dirinya dan tindak mengulangi kembali perbuatannya. LAPAS dalam hal ini menjadi sebuah tempat untuk melakukan program pembinaan yang sesuai dengan sistem pemasyarakatan. Community Based Correction (CBC) salah satu hak narapidana yang harus dipenuhi dengan membaurkan narapidana ditengah-tengah masyarakat melalui asimilasi, PB, CB, CMB, CMK. LAPAS Terbuka merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan bagi program asimilasi untuk WBP. Program asimilasi yang diberikan yaitu berupa pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian yang dibaurkan ditengah masyarakat. Yang menjadi pembeda antara LAPAS umum dengan LAPAS Terbuka yaitu pada Bentuk bangunan tidak dibatasi oleh tembok keliling yang tinggi serta Sistem pengamanan bersifat minimum (minimum security).
KENDALA DALAM PEMBERIAN HAK ASIMILASI KEPADA NARAPIDANA M. Ichsan iwari; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemberian hak asimilasi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala dalam pemberian hak asimilasi kepada narapidana di lembaga pemasyarakatan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui apa yang dibutuhkan narapidana dalam pemberian hak asimilasi mereka dari kendala yang ada. Sehingga hak asimilasi yang mereka terima dapat berjalan efektif dan efisien sesuai tujuan dari asimilasi tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan, ditemukan kendala-kendala dalam pemberian hak asimilasi, dan penyebab nya. Sehingga kedepannya masing masing lembaga pemasyarakatan dapat memperhatikan kendala yang ada agar pemberian hak asimilasi kepada narapidana berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang di inginkan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ASIMILASI KEPADA NARAPIDANA TERHADAP PROGRAM REINTEGRASI SOSIAL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KEROBOKAN Bonanza Parulian Sidauruk; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan melaksanakan program asimilasi sebagai langkah pembaharuan terhadap perlakuan narapidana untuk memberikan pembekalan yang bertujuan membaurkan narapidana kembali ke dalam lingkungan masyarakat, karena pemikiran tentang fungsi pemidanaan bukan sebagai ajang penjeraan. Saat ini pemidanaan bertujuan sebagai upaya pemberian pembinaan bagi mantan pelanggar hukum yang selajutnya disebut sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan sejalan dengan reintegrasi sosial dalam Sistem Pemasyarakatan melalui program asimilasi. Atas dasar pemikiran tersebut, peneliti merumuskan permasalahan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana efektivitas pemberian asimilasi kepada narapidana terhadap program integrasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, 2. Apakah faktor penghambat pemberian asimilasi kepada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti berusaha memberikan gambaran dan menganalisa bagaimana efektivitas pelaksanaan asimilasi pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan. Berdasarkan teori efektivitas hukum serta faktor pendukung terhadap pelaksanaan asimilasi intramural dan extramural yang turut didukung pemangku kebijakan dalam berbagai bentuk kerjasama, maka asimilasi dapat berjalan efektif. Walaupun dalam pelaksanaannya di lapangan masih terdapat kendala yang sifatnya masih dapat diatasi dengan cepat sehingga proses reintegrasi sosial dapat terwujud dengan efektif sejalan dengan tujuan akhir asimilasi narapidana. Pengaruh positif yang membangun bagi narapidana adalah pembentukan karakter percaya diri untuk membaur di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga tercipta reintegrasi sosial. Kendala di dalam efektifitas pelaksanaan asimilasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor hukum, Penegak Hukum, Sarana dan Fasilitas Hukum, Pihak Masyarakat, serta Kebudayaan.
PENERAPAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN DALAM PROGRAM INTEGRASI DI LAPAS KELAS IIA CIBINONG Mochamad Naufal Adisaputra; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pemasyarakatan berfungsi melalukan pembinaan bagi para warga binaan agar mereka dapat menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi apa yang telah diperbuat sehingga dapat diterima kembali di lingkungannya. Upaya yang dilakukan oleh Lembaga pemasyarakatan salah satunya adalah dengan pelaksanaan program pembinaan kemandirian narapidana dalam rangka agar mereka dapat berkembang dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri setelah selesai menjalani masa hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembinaan kemandirian dalam program integrasi pada Lapas Klas IIA Cibinong dan efektivitas dari penerapan program pembinaan kemandiriian narapidana. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan kepada narapidana Lapas Klas IIA Cibinong. Salah satu program yang dilakukan adalah dengan memberikan keterampilan kerja. Sehingga penulis memberikan saran seperti diperlukan pengamatan oleh balai pemasyarakatan agar mengetahui apakah penerapan pembinaan yang dilakukan bermanfaat dan diperlukan program lainnya mengenai pembinaan kemandirian agar menambah keefektivitasan program pembinaan narapidana.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN CBC DALAM REINTEGRASI Gibert Hosea Lorosae Siregar; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan CBC dalam reintegrasi menjadi topic yang penting untuk dibahas dan dipelajari. Dalam jurnal ini dibahas mengenai pengaruh kualitas pelayanan CBC dalam reintegrasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Metode kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penulisan jurnal yang didasarkan pada studi pustaka terhadap jurnal, artikel ilmiah, ataupun buku terkait yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas. Evaluasi sistematis layanan kesehatan penjara untuk lansia pada pasangan sangat penting untuk mengidentifikasi hambatan yang menghambat pelayanan CBC dalam reintegrasi.
KONTRIBUSI LAPAS TERBUKA DALAM UPAYA IMPLEMENTASI KONSEP COMMUNITY BASED CORRECTION Efaldi Butar-Butar; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengintegrasian narapidana terhadap lingkungan di masyarakat dapat dilakukan dengan menggunakan community-based correction. Konsep dari community-based correction sendiri adalah melakukan pembinaan agar sistem pemasyarakatan sejalan untuk mengusahakan pengintregasian para narapidana agar dapat menjadi manusia yang berakhlak lebih baik setelah bebas dari masa kurungannya dan berbaur kembali di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi efektivitas dan peran serta dari lapas terbuka di Indonesia dalam segi bentuk pengintegrasian kembali secara sosial dengan konsep community-based correction. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kajian riset ini menggunakan analisis kualitatif dimana dengan metode yuridis empiris. Sedangkan, untuk data objek yang bersumber dari data penelitian yang sebelumnya (data sekunder) dengan analisis secara deskriptif analitis. Untuk hasil pembahasannya sendiri dapat dilihat bahwa lapas terbuka masih kurang maksimal menerapkan kegiatan community-based correction. Dari hasil analisis yang diperoleh, faktor penyebab kurang maksimalnya implementasi kegiatan community-based correction dikarenakan kurang adanya dukungan yang massif antara Lembaga institusi yang terkait serta kerja sama yang terjalin dari pihak masyarakat.
PELAKSANAAN ASIMILASI DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI RUTAN KELAS IIB KABANJAHE Raynaldi Raka yuda Sinuraya; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam tulisan ini adalah: 1) bagaimana penerapan asimilasi di Rutan Kabanjahe tingkat IIB selama masa pandemi Covid-19, dan 2) bagaimana penegakan hukum terhadap narapidana hasil asimilasi yang melakukan tindak pidana lain. Penelitian ini bersifat empiris, menggunakan data lapangan langsung. Temuan menunjukkan bahwa selama pandemi Covid-19, sejumlah besar narapidana mengikuti program asimilasi, sebuah kebijakan yang diterapkan untuk menghindari kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan. Program asimilasi tersebut berlangsung hingga 21 Desember 2020 sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 10 yang dilaksanakan serentak. Dalam proses pemberian izin asimilasi, narapidana harus memenuhi persyaratan yang ada, yaitu (setengah) dari masa hukuman. Hukuman pidana bagi pelaku kejahatan yang masih melakukan tindak pidana, pencabutan asimilasi, perhitungan masa penahanan.
OPTIMALISASI PERAN LAPAS TERBUKA DALAM MENERAPKAN SISTEM PEMBINAAN KONSEP COMMUNITY BASED CORRECTIONS DI INDONESIA (Optimizing The Role Of Open Prisions In Implementing The Community Based Corrections Concept Development System In Indonesia) Ginada; Mitro Subroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfigurasi konsep sistem pemenjaraan menjadi sistem pemasyarakatan diikuti dengan sistem pembinaan pada Lembaga pemasyarakatan yang berupaya memenuhi hak-hak narapidana sebagaimana manusia seutuhnya yang perlu diberi dukungan positif hingga dapat diterima kembali di masyarakat. Penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran lapas terbuka yang dibentuk guna membagi penempatan narapidana sesuai dengan jenis pemidanaannya tersebut diuraikan hasil telitinya yang menggunakan metode penelitian normative empiris. Pemaparan hasil penelitian yang bersumber dari sumber literatur terkait dan undang-undang yang diberlakukan di Indonesia, maka ditemui hasil penelitiannya yaitu peran lapas terbuka dalam menerapkan sistem pembinaan konsep CBC di Indonesia masih belum optimal oleh akibat penempatan warga binaan yang belum berjalan sebagaimana ketentuan yang telah dikeluarkan. Mengenai hal tersebut dalam penelitian ditemui bahwa program-program yang dimaksudkan konsep CBC dalam memberikan pembinaan melalui sistem lembaga pemasyarakatan di Indonesia telah berjalan dan berupaya mengoptimalkan pembinaan kepada narapidana dengan melibatkan peran aktif masyarakat yang tergolong dalam organisasi terkait sistem yang berlaku dalam Lembaga pemasyarakatan dengan melalui asimilasi, reintegrasi sosial, Cmb, dan CB.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol 1, No 3 (2013): September Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 1 (2013): Februari Vol 1, No 1 (2013): Februari More Issue