cover
Contact Name
Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
im-tegeh@undiksha.ac.id
Phone
+62817350209
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana No. 11 Singaraja, Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar Ilmu
ISSN : 1829877X     EISSN : 26859033     DOI : 10.23887/mi
Core Subject : Education,
Mimbar Ilmu is published by Research and Community Service Institution Universitas Pendidikan Ganesha. Mimbar Ilmu aims at becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development. It is published twice a year in April and October.
Articles 568 Documents
Model Inside Outside Circle dan Aktivitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Diah Marheni Ikasari; Rufi’I Rufi’I; Djoko Adi Walujo
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.31499

Abstract

Hasil belajar penilaian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang dicapai masih berada di bawah nilai KKM Ekonomi yang telah ditetapkan guru. Hal ini disebabkan karena aktivitas belajar siswa belum mampu membuat siswa termotivasi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan prestasi belajar siswa pada pelajaran ekonomi antara kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Inside Outside Circle (IOC) dan model ceramah bervariasi kelompok siswa yang mempunyai aktivitas belajar tinggi dan yang mempunyai aktivitas belajar rendah, serta interaksi antara penggunaan model IOC dan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar. Jenis penelitian ini yakni penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan secara kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi belajar dan angket. Uji analisis data menggunakan ANOVA untuk mengolah dan menganalisis data. Hasil penelitian ini yaitu, hipotesis pertama diperoleh pengaruh positif nilai F sebesar 21,840 dengan signifikansi sebesar 0,000 (Sig < 0,05), hipotesis kedua menunjukkan angka signifikansi yaitu Sig.  0,001 < 0,05, hipotesis ketiga menunjukkan angka signifikansi yaitu Sig 0,036 < 0,05. Simpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle dan aktivitas belajar siswa berpengaruh kuat secara signifikansi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada pelajaran Ekonomi. Implikasi dari penelitian ini yakni untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa serta memberikan efek pembelajaran bermakna terhadap aktivitas belajar siswa.
Problem based learning dan Problem solving Berpengaruh Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Sampini Sampini; Mustaji Mustaji; Harwanto Harwanto
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.31501

Abstract

Rendahnya keterampilan menyelesaikan soal pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika disebabkan karena guru kurang menggunakan model pembelajaran inovatif yang memudahkan siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh model pembelajaran problem-based learning dan problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini yakni penelitian kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 143 siswa. Teknik pengumpulan menggunakan instrument berupa tes uraian. Data dianalisis melalui uji normalitas dan homogenitas, uji T, dan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kemampuan siswa ditinjau dari metode pembelajaran sebesar 0,577 ≥ 0,05, analisis kemampuan siswa ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif, sebesar 0,000. Nilai signifikansi sebesar 0,000 ≤ 0,05, analisis interaksi antara metode pembelajaran dengan kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,633 ≥ 0,05. Dapat disimpulkan tidak ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada siswa yang mengikuti kelas PBL maupun kelas Problem solving, ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan yang rendah, dan ada interaksi antara PBL dan Problem solving terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif. Implikasi penelitian ini memberikan dampak pada kemampuan pemecahan masalah pada siswa menjadi meningkat.
Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pencernaan Manusia Berorientasi Teori Belajar Ausubel Kelas V Sekolah Dasar Wahyu Bagiana Putra; I G A A Wulandari
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.31841

Abstract

Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan sistem dalam jaringan pada muatan IPA materi sistem pencernaan manusia pada kelas V menjadi salah satu alasan dari dilaksanakannya penelitian pengembangan ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk merancang media pembelajaran berupa aplikasi belajar untuk materi IPA mengenai sistem pencernaan pada manusia, kelas V SD dengan berorientasi pada teori belajar Ausubel, serta untuk mengetahui bagaimana validitas media pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi oleh pakar ahli dan uji coba produk pada siswa. Pada penelitian ini, data dikumpulkan menggunakan metode non-tes dengan instrumen berupa lembar kuesioner dengan menggunakan skala likert. Penelitian ini menerapkan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahap Analyse, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi produk oleh ahli isi dengan total persentase 91,66% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil validasi dari ahli media pembelajaran dengan total persentase 97,50% dengan kategori sangat baik. Hasil validasi ahli desain pembelajaran dengan total persentase 90,00% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba perorangan dengan persentase 90,15% dengan kategori sangat baik dan hasil uji coba kelompok kecil dengan total persentase 84,85% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil validasi pakar ahli dan uji coba produk pada siswa media pembelajaran aplikasi sistem pencernaan berorientasi teori belajar Ausubel layak digunakan sebagai media pembelajaran pada muatan IPA materi sistem pencernan manusia kelas V SD.
Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif dengan Model Hannafin and Peck pada Muatan IPA Kelas IV I Made Pebiana Saputra; DB. Kt. Ngr Semara Putra
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.32085

Abstract

Kurangnya media pembelajaran sehingga siswa kurang mampu memahami materi pembelajaran secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan rancang bangun dan validitas pengembangan media pembelajaran multimedia interaktif pada kelas IV SD muatan. Penelitian ini dikembangkan menggunakan model pengembangan Hannafin and Peck yang meliputi tiga tahapan, yaitu (a) penilaian kebutuhan, (b) desain/perancangan, (c) pengembangan dan implementasi. Subjek penelitian berjumlah 9 orang peserta didik kelas IV. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan angket. Instrumen penelitian terdiri dari lembar angket penilaian produk. Teknik analisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Tahap pengujian kelayakan media ini dilakukan dengan cara validasi produk oleh pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai validitas produk dengan kategori sangat baik dengan: (a) Hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan hasil sangat baik (92,8%), (b) Hasil review ahli desain pembelajaran dengan hasil sangat baik (92,8%), (c) Hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan hasil sangat baik (93,1%), (d) Hasil uji coba perorangan sangat baik (94,2%), hasil uji coba kelompok kecil dengan hasil baik (89,75%). Implikasi penelitian ini dapat mrmbuat siswa menjadi tertarik dengan materi yang diberikan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran multimedia interaktif ini sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Video Animasi pada Muatan Pelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar Trisna Angga Semara; Anak Agung Gede Agung
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.32104

Abstract

Rendahnya motivasi siswa untuk belajar disebabkan karena kurangnya media pembelajaran yang membantu siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dari video animasi pada muatan pelajaran IPA dan menganalisis hasil validasi video animasi menurut hasil review para ahli dan uji coba perorangan. Pengembangan video animasi ini menggunakan model penelitian ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analyze, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuisioner. Analisis data digunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data diperoleh yaitu uji ahli isi dengan skor 95 dengan kualifikasi sangat baik, uji ahli desain pembelajaran dengan skor 95 dengan kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli media pembelajaran dengan skor 92,5 dengan kualifikasi sangat baik, dan hasil uji coba perorangan dengan skor 95 dengan kualifikasi sangat baik.  Berdasarkan hasil analisis data uji produk oleh para ahli disimpulkan bahwa video animasi hasil penelitian ini layak digunakan dalam pembelajaran muatan IPA di kelas IV. Implikasi penelitian ini memberikan media pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat.
Pengembangan Multimedia Sistem Tata Surya pada Muatan IPA Wahyu Permadi Putra; I Gusti Agung Oka Negara
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.32183

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang membantu siswa dalam belajar membuat siswa sulit memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses rancang  bangun dari produk Multimedia sistem tata surya dan mengetahui hasil validasi produk Multimedia sistem tata surya menurut hasil review para ahli dan uji coba perorangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analyzed, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data yang diperoleh yaitu ahli isi muatan pelajaran IPA memperoleh skor 87,50 (sangat baik), ahli desain instruksional memperoleh skor 93,75 (sangat baik), ahli media pembelajaran memperoleh skor 91,66 (sangat baik) dan hasil uji coba perorangan memperoleh skor 92,30 (sangat baik). Berdasarkan hasil analisis data uji produk oleh para ahli dan hasil uji coba perorangan, dapat disimpulkan bahwa produk Multimedia sistem tata surya ini layak digunakan pada materi tata surya kelas VI. Implikasi penelitian ini adalah memberikan sebuah media pembelajaran inovatif yang dapat membantu siswa dalam belajar sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat.
Adversity Quotient (AQ) Ditinjau dari Jenis Kelamin Siswa Kelas VI SD Putu Nanik Siska Sri Agustina; Ni Wayan Suniasih
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.32284

Abstract

Perbedaan yang dimiliki oleh siswa laki-laki dan perempuan menyebabkan dalam menghadapi suatu permasalahan pembelajaran memiliki cara berbeda-beda. Pembelajaran yang sulit disekolah sering membuat siswa putus asa dan mudah menyerah. Hal ini dikarenakan masih rendahnya ketahanan siswa dalam menghadapi suatu permasalahan dalam pembelajaran. Ketahanan seseorang dalam menghadapi permasalahan dikenal dengan Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan yang signifikan AQ antara siswa laki-laki dan perempuan sebagai informasi yang berkaitan dengan ketahanan yang dimiliki oleh masing-masing siswa dalam menghadapi suatu permasalahan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto jenis kausal komparatif dengan metode pengumpulan data diperoleh melalui angket tertutup. Sebelum data dianalisis dilakukan uji normalitas menggunakan chi kuadrat dan uji homogenitas menggunakan uji fisher sebagai prasyarat dilakukan analisis uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan analisis uji-t diperoleh t hitung = 2,41 pada taraf signifikan 5% dan (db) 55 + 55 – 2 = 108  diperoleh t tabel = 1,98. Sehingga nilai t hitung = 2,41 > t tabel = 1,98, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AQ yang dimiliki siswa laki-laki dan perempuan berbeda secara signifikan dan terimplikasi sebagai tambahan informasi mengenai pengembangan AQ untuk siswa sehingga membantu memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa di sekolah.
Model Team-Based Learning dan Model Problem-Based Learning Secara Daring Berpengaruh terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Emy Dwi Nursulistyo; Siswandari Siswandari; Jaryanto Jaryanto
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.32321

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa rendah ditandai dengan siswa dalam memberikan penjelasan sederhana, mempertimbangkan kredibilitas sumber informasi dan memberikan alasan terhadap pengambilan keputusan sesuai dengan persoalan atau fenomena yang dihadapi masih kurang. Siswa kesulitan untuk mengidentifikasi, mempertimbangkan dan mengacu pada suatu asumsi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI AKL SMKN I Karanganyar yang terdiri dari 105 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI AKL I dan XI AKL III yang masing-masing berjumlah 35 siswa dengan menggunakan purposive sample berdasarkan nilai rata-rata pretest. Pengumpulan data menggunakan tes berbentuk essay. Data dianalisis dengan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh penerapan model Team-Based Learning dan model Problem-Based Learning secara daring terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dilihat melalui hasil pengujian Independent Sample T-Test yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan model Team-Based Learning memiliki rata-rata lebih tinggi 6,52 poin (rata-rata posttest) dibandingkan dengan model Problem-Based Learning yang dilakukan secara daring. Jadi dapat disimpulkan penerapan model Team-Based Learning lebih dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan model Problem-Based Learning.
Peningkatan Hasil Belajar Tematik Melalui Problem Based Learning dalam Pembelajaran Daring Siswa Kelas IV SD Ratna Hapsari Putri; Naniek Sulistya Wardani
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.33195

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran tematik yang dilakukan secara daring berpusat pada guru sehingga membuat siswa tidak aktif saat mengikuti pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD melalui Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah spiral dari C. Kemmis dan Mc Taggart. Prosedur penelitian minimal menggunakan 2 siklus dengan catatan apabila setiap siklus menunjukkan kenaikan hasil belajar, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Instrumen penelitian berupa butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji T dan uji N-Gain. Hasil dari penelitian menunjukkan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh pada hasil belajar siswa kelas IV SD melalui PBL dalam pembelajaran daring. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini memberi dampak pada suasana belajar yang aktif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Meta Analisis Komparasi Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan TSTS (Two Stay Two Stray) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar Bunga Leniati; Endang Indarini
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.33359

Abstract

Masih banyaknya siswa yang kurang fokus atau bahkan tidak fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan kurang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritis yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan komparasi keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika. Subjek penelitian ini adalah kumpulan artikel pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, berjumlah 12 artikel publikasi ilmiah. Hasil analisis menyebutkan bahwa hipotesis dengan menggunakan uji Ancova menggunakan Univariate yang menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,038 yang artinya lebih kecil dari 0,05 (0,038 ˂ 0,05). Hasil uji Ancova membuktikan fhitung ˂ ftabel yaitu 5,918 ˃ 4,26 dan signifikasinya 0,038 ˂ 0,05 yang membuktikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS). Hasil analisis menggunakan uji Ancova untuk mengetahui effect size sebesar 0,683 dengan nilai Sig. 0,006. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) memberikan pengaruh tergolong besar terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini model pembelajaran Jigsaw dan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa.