cover
Contact Name
Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
im-tegeh@undiksha.ac.id
Phone
+62817350209
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Udayana No. 11 Singaraja, Bali Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar Ilmu
ISSN : 1829877X     EISSN : 26859033     DOI : 10.23887/mi
Core Subject : Education,
Mimbar Ilmu is published by Research and Community Service Institution Universitas Pendidikan Ganesha. Mimbar Ilmu aims at becoming the publication center of education researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development. It is published twice a year in April and October.
Articles 568 Documents
Hubungan Antara Interaksi Sosial Teman Sebaya dengan Penerimaan Sosial Siswa Kelas XI Maria Winayang Andangjati; Tritjahjo Danny Soesilo; Yustinus Windrawanto
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.33360

Abstract

Masih banyak dijumpai remaja yang belum dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sosialnya. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya penolakan remaja dari kelompok teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi sosial teman sebaya dengan penerimaan sosisal siswa kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya hubungan antara variabel Interaksi Sosial dengan Penerimaan Sosial. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Subjek yang diteliti sebanyak 52 orang. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik uji korelasi Pearson Product Moment. Sebelum melakukan pengujian korelasi, perlu dilakukan pengujian asumsi terlebih dahulu dengan melakukan uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan uji linearitas dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif antara interaksi sosial teman sebaya dengan penerimaan sosial siswa. Hubungan positif pada hasil uji memiliki makna jika semakin tinggi interaksi sosial teman sebaya, maka akan semakin tinggi pula penerimaan sosial siswa dan sebaliknya. Implikasi penelitian ini memberika dampak pada interaksi sosial siswa yang semakin membaik
Meta-Analisis Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Tipe TPS dan TSTS Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika SD Paramita Indah Widyastuti; Theresia Sri Rahayu
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i1.33565

Abstract

Penyampaian materi pembelajaran yang kurang menarik sering kali menjadi kendala bagi siswa untuk memahami inti dari materi yang disampaikan. Dibutuhkan keahlian guru dan berbagai model pembelajaran yang menarik untuk dapat membangkitkan semangat siswa dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan dan dapat memecahkan masalahnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas penggunaan model pembelajaran tipe Think Pair Share dan Two Stay Two Stray terhadap kemampuan memecahkan masalah Matematika Sekolah Dasar dengan menggunakan metode Meta Analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode Meta Analisis dengan menggunakan 20 jurnal sebagai sampelnya10 jurnal yang berkaitan dengan model TPS dan 10 Jurnal yang berkaitan dengan model TSTS. Uji Prasyarat dan uji Ancova untuk mentukan Effect Size. Pada Uji Prasyarat model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray telah teruji berdistribusi normal, homogen, dan linear. Effect Size yang dihasilkan adalah sebesar 0,008 < 0,005 dan nilai pada Partial Eta Square sebesar 0,435 atau 0,2 < 0,435 ≤ 0,5 yang artinya bahwa model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray memberikan pengaruh yang tergolong sedang terhadap kemampuan memecahkan masalah Matematika tingkat Sekolah Dasar. Model Think Pair Share dan Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini model pembelajaran tersebut dapat diterapkan sehingga dapat meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Mutu Pelayanan Pendidikan I Ketut Wijana; Ria Tri Harini Dwi Rusiawati
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.34538

Abstract

Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap jasa pelayanan pendidikan yang diterima dapat diketahui dengan cara membandingkan antara harapan dengan kenyataan. Namun, masih banyak mahasiswa yang merasakan puas mengikuti pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa dan mutu pelayanan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yang  bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap mutu pelayanan Pendidikan. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI dan  IV. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan kuesioner. Hasil yang diperoleh dengan skala kepuasan mahasiswa. Ditinjau dari kenyataan dan harapan bahwa mayoritas mahasiswa memilih dengan tingkat kepuasan pada kategori cukup puas yaitu sebanyak 89 % , Sementara untuk hasil kepuasan pada kategori penting sebagian besar, 57 % penting untuk mendapatkan perhatian untuk dilengkapi, sehingga mampu meningkatkan kepuasan mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa dalam kenyataan dan harapan terhadap tingkat layanan cukup memuaskan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan layanan untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi mutu pendidikan.
Pengaruh Model Pembelajaran PBL terhadap Hasil Belajar Senam Lantai Ditinjau dari Minat Belajar Peserta Didik Yuliana Yosefina Kiabeni; I Nyoman Kanca; I Wayan Artanayasa
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.35626

Abstract

Peserta didik mengalami kesulitan dalam melakukan senam lantai. Hal ini disebabkan proses pembelajaran senam lantai masih terpusat pada guru dan rendahnya aktivitas siswa untuk belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model pembelajaran ditinjau dari minat belajar terhadap hasil belajar senam lantai peserta didik kelas V SD. Rancangan penelitian quasi experimental ini dilakukan dengan pendekatan “treatment by level” dengan desain faktorial 2 x 2. Subjek penelitian berjumlah 40 orang yang terbagi dalam 2 kelompok, minat belajar tinggi dan minat belajar rendah. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kovarian (ANCOVA. Hasil analisis data penelitian menunjukkan peserta didik dengan minat belajar tinggi, yang menggunakan model pembelajaran PBL mempunyai hasil belajar senam lantai lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini berdampak pada terciptanya suasana belajar yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan minat belajar dan berpengaruh pada hasil belajar.
Menilai Kompetensi Pengetahuan IPA dengan Instrumen Pada Topik Pengaruh Kalor Terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Benda Ni Kadek Ary Noviyani; I Made Tegeh; Nyoman Laba Jayanta
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i3.35627

Abstract

Guru mengalami kendala dalam pembuatan instrumen untuk menilai capaian belajar siswa yang berdampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa khususnya pada kompetensi pengetahuan IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menciptakan instrumen kompetensi pengetahuan IPA yang layak pada topik pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D yang terdiri dari empat tahap yang meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, dan metode tes berupa pilihan ganda. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitias, uji tingkat kesukaran, dan uji daya beda soal. Sebelum instrumen diimplementasikan kepada siswa terlebih dahulu dilakukan uji kepada ahli untuk membuktikan validitas isi instrumen. Hasil uji ahli menunjukkan sebanyak 34 soal relevan dan sebanyak 1 soal tidak relevan. Hasil implementasi kepada siswa menunjukkan instrumen memiliki validitas butir baik dengan 29 soal valid dan 5 soal tidak valid. Uji reliabilitas instrumen tergolong dalam kategori sangat tinggi dengan tingkat kesukaran sedang dan daya beda baik.  Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hal tersebut adalah instrumen kompetensi pengetahuan IPA pada topik pengaruh kalor terhdaap perubahan suhu dan wujud benda valid dan layak digunakan untuk menilai capaian kompetensi pengetahuan IPA siswa.
Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar IPA Nyoman Dewi Astiti; Luh Putu Putrini Mahadewi; I Made Suarjana
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.35688

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar IPA siswa dan tidak sesuai dengan nilai kriterium ketuntasan minimum (KKM) serta kurangnya perhatian langsung dari guru ke siswa karena situasi di masa pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor yang memengaruhi hasil belajar IPA siswa fokus pada gaya belajar siswa (visual, auditorial, kinestetik) dan pemanfaatan media belajar oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost-facto dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner/angket pada variabel gaya belajar dan pemanfaatan media belajar. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 156 siswa dan  jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 132 siswa di kelas VI SD Gugus VI Kecamatan Gerokgak. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda. Berdasarkan taraf signifikansi 5% = 0,171 diperoleh hasil analisis yaitu terdapat hubungan yang signifikan gaya belajar visual terhadap hasil belajar IPA dengan rx1y = 0,364 (13,3%), terdapat hubungan yang signifikan gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar IPA dengan rx2y = 0,467 (21,9%), terdapat hubungan yang signifikan gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar IPA dengan rx3y = 0,458 (21%), terdapat hubungan yang signifikan pemanfaatan media belajar terhadap hasil belajar IPA dengan rx4y = 0,249 (6,2%), terdapat hubungan yang signifikan gaya belajar visual, auditorial, kinestetik dan pemanfaatan media belajar terhadap hasil belajar IPA dengan rx1,2,3,4y = 0,626 (37,3%). Ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya hasil belajar IPA yang diperoleh siswa dapat dipengaruhi oleh faktor gaya belajar dan faktor pemanfaatan media belajar.
Belajar Matematika dengan LKPD Berbasis Kontekstual Ni Luh Putu Sri Radha Nareswari; I Made Suarjana; Made Sumantri
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.35691

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di lapangan berdasarkan observasi yang dilakukan antara lain: siswa kurang memahami materi matematika, LKPD yang digunakan minim penjelasan materi, dan LKPD kurang kontekstual dan menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD dengan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran matematika materi menentukan keliling dan luas bangun datar persegi, persegi panjang, dan segitiga di kelas IV SD serta mengetahui validitas produk yang telah dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Lembar K erja Peserta Didik (LKPD) dengan Pendekatan Kontekstual Pada Materi Matematika di Kelas IV SD. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode wawancara dan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui validitas produk yang dikembangkan. Adapun nilai yang diperoleh yaitu: uji ahli mata pelajaran dosen matematika mendapatkan nilai 92%, uji ahli mata pelajaran guru matematika mendapatkan nilai 97,3%, uji ahli media pembelajaran mendapatkan nilai 90,9%, dan uji coba perorangan mendapatkan rata – rata nilai 96%. Dari keseluruhan nilai tersebut, dapat dikualifikasikan dalam kategori sangat baik. Berdasarkan analisis tersebut maka dapat dikatakan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar.
Multimedia Interaktif Berorientasi Model Problem Based Learning (PBL) Pada Muatan IPA Ni Luh Anggreni; I Nyoman Laba Jayanta; Luh Putu Putrini Mahadewi
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.35715

Abstract

Kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis teknologi yang mengintegrasikan model pembelajaran di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif berorientasi model Problem Based Learning yang valid dan layak digunakan pada muatan IPA kelas V sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 ahli materi pembelajaran, 1 ahli desain pembelajaran, 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa untuk uji coba perorangan, dan 9 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pencatatan dokumen berupa angket/kuesioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.  Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli desain pembelajaran, diperoleh persentase sebesar 90% dengan kualifikasi sangat baik, hasil penilaian oleh ahli media pembelajaran diperoleh persentase sebesar 90% dengan kualifikasi sangat baik, hasil penilaian uji coba perorangan yang dilakukan oleh 3 orang siswa diperoleh hasil persentase keseluruhan sebesar 92% dengan kualifikasi sangat baik, hasil penilaian uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh 9 orang siswa diperoleh hasil persentase keseluruhan sebesar 94% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berorientasi model Problem Based Learning pada muatan IPA layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Kadek Sri Trisna Devi; I Made Citra Wibawa; I Kadek Agus Sudiandika
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.36079

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena hasil belajar matematika siswa kelas V dengan hasil tes belum optimal dan pembelajaran masih bersifat konvensional (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran group investigation. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V yang berjumlah 31 orang. Data dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 20 butir. Data hasil belajar dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata nilai siswa dan ketuntasan belajar. Data diambil dari tiga kegiatan yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Data hasil belajar yang diperoleh siswa pra siklus yaitu dengan nilai rata-rata 64.35 dan ketuntasan belajar mencapai 48.39%, siklus I mengalami peingkatan dengan nilai rata-rata sebesar 68.55 ketuntasan belajar mencapai 58.06%, dan siklus II memperoleh nilai rata-rata 76.13 dan ketuntasan belajar 83.87%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Putu Hesti Mardika Astuti; Gede Wira Bayu; Ni Nyoman Arca Aspini
Mimbar Ilmu Vol. 26 No. 2 (2021): Augustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v26i2.36105

Abstract

Rendahnya hasil belajar Matematika siswa disebabkan oleh media pembelajaran yang kurang inovatif dan kurangnya keterkaitan antara materi pembelajaran dan konteks kehidupan nyata. Berdasarkan hal tersebut, maka diadakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksnaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 31 orang terdiri atas 16 laki-laki dan 15 perempuan. Objek penelitian adalah hasil belajar matematika siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskripsitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV. Hal ini diketahui dari hasil belajar siswa prasiklus dengan nilai rata-rata sebesar 60,32 dan ketuntasan belajar 45,16% berada pada kategori rendah. Pada siklus I hasilnya mengalami dengan nilai rata-rata sebesar 65,81 dan ketuntasan belajar 54,84% yang berada pada kategori cukup. Penelitian dilanjutkan pada siklus II dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 76,29 serta ketuntasan belajar 83,87% yang berada pada kategori tinggi dan sudah memenuhi kriteria indikator keberhasilan penelitian. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa.