cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN COMPACT DISK (CD) MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SEMESTER II DI SDN 3 BATUBULAN KANGIN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Gde Wawan Sudatha, IGN Rai Sukrama, Ketut Pudjawan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.785 KB)

Abstract

CD multimedia interaktif adalah salah satu media yang belum ada dan perlu dikembangkan di sekolahSDN 3 Batubulan Kangin. Dilihat dari permasalahan yang ada maka tujuan penelitian ini adalah 1)mendeskripsikan rancang bangun CD multimedia interaktif pada mata pelajaran matematika kelas IVsemester II di SDN 3 Batubulan Kangin, dan 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan CD multimediainteraktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Modelpengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Langkah-langkah pengembangannya yaitu:analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Setelah melalui tahap produksidihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desainpembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Selanjutnya produk diujicobakan kepada siswa melalui tigatahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Metode pengumpulandata yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket/kuesioner. Pada penelitian ini, kuesionerdigunakan untuk mengumpulkan data hasil review ahli dan uji coba siswa. Data dianalisis dengan teknikanalisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan proses rancangbangun CD Multimedia Interaktif terdiri dari lima tahapan model ADDIE. Kualitas CD Multimedia Interaktifdari: 1) uji ahli isi mata pelajaran Matematika berada pada nilai 91,66% (sangat baik); 2) uji ahli desainpembelajaran berada pada nilai 90% (sangat baik); 3) uji ahli media pembelajaran berada pada nilai86,4% (baik); 4) uji coba perorangan berada pada nilai 93,80% (sangat baik); 5) uji kelompok kecilberada pada nilai 92,14 (sangat baik); 6) uji coba lapangan berada pada nilai 90,71% (sangat baik).Kata kunci: pengembangan, model ADDIE, CD multimedia interaktif
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII ., I Made Prasetia Aryawan; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.468 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif, (2) mengetahui validitas multimedia interaktif yang dikembangkan berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba produk, dan (3) menguji efektivitas multimedia interaktif yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 2 Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan waterfall. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pencatatan dokumen, metode kuesioner dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah (1) deskripsi desain pengembangan multimedia interaktif dibuat rancangan berupa flowchart dan storyboard produk yang digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan multimedia interaktif; (2) validitas multimedia interaktif menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh persentase tingkat pencapaian 84,61% berada pada kualifikasi baik, review ahli media diperoleh tingkat pencapaian 89,33% berada pada kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran tingkat pencapaian diperoleh 81,33% berada pada kualifikasi baik, berdasarkan uji coba perorangan diperoleh persentase tingkat pencapaian 90,29% berada pada kualifikasi sangat baik, uji coba kelompok kecil diperoleh tingkat pencapaian 91,21% berada pada kualifikasi sangat baik, dan uji coba lapangan diperoleh tingkat pencapaian 90,06% berada pada kualifikasi sangat baik; (3) efektivitas multimedia interaktif diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada harga t tabel, menunjukan thitung (6,219) > ttabel (2,000). Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara yang menggunakan multimedia interaktif dan yang tidak menggunakan multimedia interaktif pada mata siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 2 Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model waterfall This research was conducted to (1) describe to design of interactive multimedia development, (2) determine the validity of interactive multimedia to develop based on result review of the expert and product trial, and (3) test the effectiveness of interactive multimedia develop learning outcomes by the seventh of science grade students in SMP Negeri 2 Mendoyo in the academic year of 2014/2015. This type of research is the development research use waterfall development model. Data collection was collect by using the recording documents, questionnaires and test methods. Analysis of the data used is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive and inferential statistics. The result of this research were (1) a description of design interactive multimedia development made in the project of a flowchart and storyboard design product to use as guidelines in develop interactive multimedia; (2) validity of interactive multimedia based on the expert result review content of achievement 84.61% in the good qualification, obtained media expert result review of achievement 89.33% in the good qualifications, instructional design expert result reviews of achievement 81.33 % in the good qualification, based on individual test of achievement of 90.29% in the excellent qualifications, test a small group 91.21% of achievement is at a very good qualification and field trials obtained of achievement 90, 06% in very good qualification; (3) the effectiveness of interactive multimedia result tcount is more than ttable, refer to count (6.219)> ttable (2,000). Thus, H0 is reject and H1 accept. This means, there is a significant difference between the results of learning science using interactive multimedia and did not use interactive multimedia to the seventh of science grade students in SMP Negeri 2 Mendoyo in the academic year of 2014/2015.keyword : development, interactive multimedia, waterfall model
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BUKTI ., Ni Putu Lia Ariati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.884 KB)

Abstract

Permasalahan melatarbelakangi penelitian ini, (1) guru masih menggunakan metode konvensional, (2) guru masih menggunakan siswa merasa bosan pada mata pelajaran IPA, Tujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA, menurut review ahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). Subyek coba terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yang dikembangkan berdasarkan desain (flowchat) dan (storyboard). Hasil evaluasi ahli isi sebesar 95,55% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil Evaluasi ahli desain sebesar 80% kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 89,86% kualifikasi baik. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,13% kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 83,62% kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,53. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar dari harga t tabel sehingga H0 ditolak H1 diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Rata-rata sebelum menggunakan media yaitu (57,75) lebih rendah dibandingkan sesudah menggunakan media (85,34).Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model Hannafin and Peck The problem underlying the present study, (1) the teachers are still using conventional methods, (2) the teacher is still using students feel bored in science subjects, the design goal is to describe the development of interactive multimedia on teaching science. Besides, this study also aims to determine the quality of the development of interactive multimedia on teaching science, according to expert reviews, individual testing, small group testing, and field trials. This study uses a model development Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). The subjects consisted of an expert trying to course content, instructional design experts, instructional media expert, individual testing, small group testing, and field trials. Data collection methods used were recording documents and questionnaires. Data analysis technique used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of this study is an interactive multimedia developed by design (flowchart) and (storyboard). The results of the expert evaluation of the content of 95.55% with excellent qualifications. Evaluation results of 80% of design experts well qualified. The results of the expert evaluation of media by 90% excellent qualifications. Individual test results by 89.86% better qualifications. The results of testing a small group of well qualified by 85.13%. The results of the field test was 83.62% better qualifications. The calculation results obtained by manual learning outcomes t count of 18.53. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so the price is rejected H0 H1 accepted. There are significant differences in science learning outcomes of students before and after the use of interactive multimedia. Average before using media that is (57.75) was lower than after using the media (85.34). keyword : development, interactive multimedia, models Hannafin and Peck
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING DENGAN MODEL DICK DAN CAREY PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMPN 5 MENDOYO ., I Gusti Ayu Komang Nita Indah Pramita; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.939 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7772

Abstract

Permasalahan pembelajaran di SMP Negeri 5 Mendoyo adalah guru kurang memanfaatkan media dalam pembelajaran, salah satunya yaitu pada pelajaran IPA Biologi. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka dikembangkan mobile learning dengan schoology. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan mobile learning menggunakan Model Dick dan Carey; 2) mengetahui validitas pengembangan Mobile Leaning yang dikembangkan berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba produk; 3) mengetahui efektifvitas pengembangan Mobile Learning dengan Model Dick dan Carey terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi untuk siswa kelas VII di SMP N. 5 Mendoyo semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi, kuesioner, dan tes objektif pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) pengembangan mobile learning dengan aplikasi schoology dikembangkan dengan model Dick dan Carey melalui 10 tahapan; 2) validitas pengembangan mobile learning menurut review para ahli diperoleh hasil sangat baik dengan persentase tingkat pencapaian ahli isi, ahli desain dan ahli media yaitu 94%, 92%, 92%. Berdasarkan uji coba produk diperoleh hasil sangat baik dengan persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil dan lapangan yaitu 92,67%, 90,53%, 90,53%; 3) efektivitas pengembangan mobile learning dengan schoology menunjukkan thitung (16,345) > ttabel (2,021) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Biologi sebelum dan setelah menggunakan media. Dengan demikian, pengembangan mobile learning dengan schoology efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : mobile learning, schoology, IPA Biologi. Learning problems in SMPN 5 Mendoyo is less teachers to use product learning, one of which is the science subjects. To improve students learning outcomes is development mobile learning with schoology. The aim of this research are 1) Describing the design of mobile learning development by usingmode dick and carey. 2) identitying the validity of mobile learning development which is developmed by the result of the review from the expert and product trials. 3) Identitying the effectiveness of mobile learning development by using model dick and carey toward the student’s learning outcome in biology subject for the students in the seventh grade of second semester in the academic year 2015/2016 in SMPN 5 Mendoyo.This research about the development of media namely schoology application in the form of IPA Biology course. The method in collecting data were documentation, questionn aire and multiple choice. The data analysis technique was descriptive analysis, qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of this research were : 1) the development of mobile learning by using schoology application which is developed by model dick and carey though to steps. 2) the validity of mobile learning development according to the expert, review obtained a very good results with the percentage level of achievement content experts, design experts and media experts is 94%, 92%, 92%. Based on the producttrials obtained a very good results with the percentage level of achievement individual trial, small group trial and field Were 92,67%, 90,53%, 90,53%. 3) the effectiveness of mobile learning development by using schoology showed t hitung (16,345) > t tabel (2,021) so H0 is fail to reject and H1 is reject. There were a significant differences to ward the learning outcome of IPA Biology course beforehand and afterward used the media. Therefore, the mobile learning development by using schoology can improve the students learning outcome effectively. keyword : mobile learning, schoology, Science biology.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDUPADA SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 MELAYA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Kadek Suartama, Ayu Gde Chrisna Udayanie, I Wayan Koyan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.406 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan mengenaiketerbatasan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan AgamaHindu di SMP Negeri 1 Melaya.Penelitian ini bertujuan untuk (1)menggambarkan rancang bangun multimedia pembelajaran interaktif yangdikembangkanpada mata pelajaran pendidikan agama hindu, (2) mengetahuikualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yangdikembangkanpada mata pelajaran pendidikan agama hindu dilihat dariaspek isi mata pelajaran, media dan desain pembelajaran. Model penelitianini adalah penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Luther.Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas produk pengembanganini adalah pengumpulan data, sedangkan instrumen pengumpulan data yangdigunakan berupa angket atau kuesioner yang selanjutnya dianalisis denganteknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini adalah(1) Proses rancang bangun multimedia pembelajaran interaktif ini melaluienam tahapan yaitu: (a) konten media, (b) mendesaian produk, (c)pengumpulan materi, (d) perakitan produk, (e) uji coba produk, dan (f)distribusi produk. (2) Kualitas modul ini ditinjau dari ahli isi mata pelajarantermasuk kriteria sangat baik dengan presentase tingkat pencapaian 96%,ditinjau dari ahli media pembelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpresentase tingkat pencapaian 90%, ditinjau dari ahli desain pembelajarantermasuk kriteria baik dengan presentase tingkat pencapaian 83,33%,ditinjau dari uji coba perorangan termasuk kriteria sangat baik denganpresentase tingkat pencapaian 92,22%, ditinjau dari uji coba kelompok keciltermasuk kriteria sangat baik dengan presentase tingkat pencapaian93,88%, dan ditinjau dari uji coba kelas termasuk kriteria sangat baikdengan presentase tingkat pencapaian 93,50%. Oleh karena itu, multimediayang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai karena sudah valid.Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, agama hindu
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Kadek Suartawan; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif dengan model penelitian pengembangan 4-D (Four-D) dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam; (2) kualitas ahkir pengembangan media pembelajaran interaktif Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa semester genap kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 6 Singaraja. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (Four-D). Pada tahap desain telah dilaksanakan pembuatan rancangan spesifikasi secara rinci mengenai menyusun teks acuan patokan seperti instrumen dan soal obyektif setelah itu menentukan pemilihan media, pemilihan format, dan rancang awal produk yang akan di kembangkan sesuai kebutuhan sebagai acuan alur pengembangan produk. Pada analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji T). (1) Desain pengembangan media pembelajaran interaktif Ilmu Pengetahuan Alam berupa flowchart dan storyboard untuk produk media pembelajaran interaktif sebagai acuan alur pengembangan produk. (2) Pada hasil evaluasi ahli isi mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid dan dilanjutkan ke ahli media dan ahli desain yang mendapatkan kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 96 % dan hasil uji kelompok kecil sebesar 97 %. masing-masing pada kualifikasi sangat baik serta hasil uji lapangan sebesar 96,8% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. (3) Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Ilmu pengetahuan Alam siswa setelah menggunakan media (92,00) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (64,50). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 6 Singaraja ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan multimedia interaktif berpengaruh positif terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam kelas VIII. Kata Kunci : multimedia interaktif, model pengembangan 4-D This research aimed to (1) described the design of interactive multimedia development based with research model development 4-D (Four-D) in subjects of Natural Sciences; (2) tested the validity of the results of the development of interactive learning media Natural Sciences for the second semester students of class VIII SMPN 6 Singaraja; and (3) determined the effectiveness of the use of interactive learning media development on learning outcomes Natural Sciences eighth grade students in the second semester of SMP Negeri 6 Singaraja. Development this research used model 4-D (Four-D). In the design phase had been implemented drafting detailed specifications about the standard reference text compose such an instrument and an objective matter after it determined the selection of media, format selection, and early design products that will be developed as a reference flow needs of product development. The analyses of the data used three techniques. They were qualitative descriptive analysis techniques, descriptive quantitative analysis techniques and statistic inferencial (Test T). (1) Design development of interactive learning media in the form of a flowchart of sains and storyboards for interactive learning media products as a reference flow of product development. (2) The results of expert evaluation of the content gain qualifications excellent value so that the media was valid and media experts and design experts continued to get good qualifications. Individual test results of 96% and a small group of test results by 97%. Each on excellent qualifications and the results of field tests of 96.8% on excellent qualifications so that the media be valid to be tested. (3) Calculation of learning outcomes was greater than the table so that the price of H0 rejected and H1 accepted. Natural Science learning outcomes of students after used the media (92.00) was higher than before using the media (64.50). Thus, research conducted in SMP Negeri 6 Singaraja the conclusion that the used of interactive learning media had positive influence on learning outcomes Natural Sciences class VIII. keyword : interactive multimedia, 4-D model of development (Four-D)
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL HANNAFIN AND PECK UNTUK PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Made Citra Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.586 KB)

Abstract

Permasalahan di SMP N 3 Singaraja adalah belum tercapainya tujuan pembelajaran Bahasa Inggris secara maksimal. 70% siswa memperoleh hasil belajar yang kurang dari KKM yang ditentukan, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, serta (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Hannafin and Peck. Model Hannafin and Peck terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) desain, dan (3) pengembangan dan implementasi. Validasi multimedia interaktif dilakukan oleh satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Efektivitas multimedia interaktif menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia interaktif (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukan oleh: (a) ahli isi mata pelajaran 96,66%; (b) ahli desain pembelajaran 92%; (c) ahli media pembelajaran 90% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (d) uji coba perorangan 91,79% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 86,54%, dan uji coba lapangan 88,77% yang keduanya ada pada kategori baik; (3) efektivitas hasil pengembangan multimedia interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 14,035 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif.Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model Hannafin and Peck The problem which is found at SMP N 3 Singaraja is the aim of English Subject wasn’t reach maximaly. 70% of the student gain a learned result less than the KKM that decided, so do English multimedia learning product research.This research aims to: (1) describe the design of interactive multimedia development for English subjects, (2) determine the quality of interactive multimedia development by expert review, and testing by student, as well as (3) examine the effectiveness of interactive multimedia for English subjects. This research is development research that uses Hannafin and Peck’s model. Hannafin and Pecks model consists of three stages: (1) needs analysis, (2) design, and (3) development and implementation. The third stage is used as a reference model of the development of the manufacture, and validate the developed interactive multimedia. Validation of interactive multimedia is done by a course content expert, the instructional design expert, an instructional media expert, 3 students of individual trials, 12 students of small group trial, and 30 students of field trials. The effectiveness of interactive multimedia using pre-test and post-test design. Data were collected by questionnaire and tests. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive t-test. The results of this development research is (1) a description of the interactive multimedia development design. The media validation results performed by: (a) the expert subject matter content 96.66%; (b) instructional design expert 92%; (c) instructional media experts 90% that three of them is in very good category and (d) individual trials 91.79% with very good category, small group trial 86.54%, and 88.77% field trials that both exist in good categories; (3) the effectiveness of interactive multimedia development results obtained indicate significance is tcount = 14.035> table = 2.000. This means that there is a significant difference of student learning outcomes before and after using the interactive multimedia.keyword : development, interactive multimedia, Hannafin and Peck’s model
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VI SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 2 BANYUNING TAHUN PELAJARAN 2015-2016 ., Gede Darmanta; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.651 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8533

Abstract

Rerata hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial sebesar 66,03 dengan KKM sebesar 75. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tahap-tahap pengembangan video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk siswa kelas VI SDN 2 Banyuning, dan (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN 2 Banyuning. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian menemukan (1) tahap-tahap pengembangan video pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dimulai pada fase analisis yang menghasilkan kompetensi sasaran, karakteristik, pengetahuan dan analisis materi pembelajaran, yang selanjutnya dijadikan acuhan dalam membuat naskah. (2) kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurut review ahli isi sebesar 98% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli desain sebesar 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil review ahli media sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 97,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 96,08% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) efektifitas video pembelajaran diperoleh t hitung hasil uji lapangan sebesar 96,8% berada pada kualifikasi sangat baik. Harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,92) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (52,63). Hal ini berati video pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.Kata Kunci : IPS, pengembangan, video pembelajaran The average results of study Social Sciences amounted to 66.03 with the chief engineer of 75. This study aimed (1) to describe the stages of development of learning videos, (2) determine the quality of the development of instructional videos Social Sciences to students of class VI SDN 2 Banyuning, and (3) determine the effectiveness of the instructional video on the results of social studies students of class VI SDN 2 Banyuning. This type of research is the development of research, with the ADDIE models. Collecting data in this study conducted by the method of recording documents, questionnaires and tests. The results found that (1) the stages of development of instructional video subjects of Social Sciences began in the analysis phase which produces competence goals, characteristics, knowledge and analysis of learning materials, which in turn made acuhan in creating a script. (2) the quality of the development of video lessons by expert review the contents of 98% are in excellent qualifications. Results of expert review of design by 92% in the excellent qualifications. Results of expert review of media by 94% in the excellent qualifications. Individual test results of 97.33% in the excellent qualifications. The result of a small group of 96.08% in the excellent qualifications. (3) the effectiveness of instructional video obtained t count on field test results of 96.8% in the excellent qualifications. Price t is greater than the price t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences of Social Sciences learning outcomes of students before and after using instructional media. The average value after using the media (85.92) is higher than before using the media (52.63). This means learning video effectively improve learning outcomes Social Sciences.keyword : social, development, video learning.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP SARASWATI SERIRIT Luh Putu Putrini Mahadewi, I Kadek Nova Sandi Wiradinata, I Wayan Koyan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.971 KB)

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media video pembelajaranpada mata pelajaran IPA yang layak pakai sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiksiswa dan untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan media video pembelajaranmenurut review para ahli serta hasil review dari siswa. Metode yang digunakan dalampenelitian pengembangan media video pembelajaran menggunakan modelpengembangan pembelajaran berbantuan komputer (PBK) yang dikembangkan olehLuther, melibatkan 6 tahap yakni: konsep (concept), desain (design), pengumpulanbahan materi (collecting materials), pembuatan (assembly), percobaan (tes drive) dan(distribution). Berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptifkuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5 menurut tinjauanahli isi mata pelajaran mencapai 96% katagori sangat baik, tinjauan ahli desainpembelajaran mencapai 90% katagori sangat baik, tinjauan ahli media pembelajaranmencapai 93% katagori sangat baik, uji coba perorangan mencapai 89,7% katagori baik,uji coba kelompok kecil mencapai 88,4% katagori sangat baik, dan uji coba lapanganmencapai 92,1% katagori sangat baik. media video pembelajaran ini layak pakai sesuaidengan karakterisitik siswa SMP Saraswati Seririt kelas VII semester genap.Kata kunci: Pengembangan, Media Video Pembelajaran, mata pelajaran IPA
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PENDIDIKAN UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DI MIN AIR KUNING KECAMATAN JEMBRANA KABUPATEN JEMBRANA ., Khutum Bafaqih; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.702 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas komik pendidikan yang dikembangkan terhadap hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dengan menggunakan model pengembangan Dick and Carey. yang terdiri dari sembilan tahapan, yaitu, (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) mengidentifikasi perilaku awal dan karakteristik pebelajar, (4) menulis tujuan pembelajaran khusus, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, (8) mendesain dan melakukan evaluasi formatif, dan (9) merevisi pembelajaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes tertulis. Mengacu pada metode, maka instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis secara analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) rancang bangun komik pendidikan yang terdiri dari sembilan tahapan model Dick and Carey. (2) kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan komik pendidikan terdiri dari: sangat baik (98,6%), ahli desain pembelajaran berpredikat baik (86,7%), ahli media berpredikat baik (89,3%), uji coba perorangan, kelompok kecil dan uji coba lapangan berpredikat baik (83,3%), (86,4%) dan (79,9%), (3) efektivitas pengembangan komik pendidikan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran dengan menggunakan komik pendidikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Perhitungan hasil belajar diperoleh t hitung sebesar 3.62 dan harga t tabel dengan taraf signifikansi 5% adalah 2.04. Hal ini berarti nilai rerata atau mean kelompok eksperimen lebih besar dari nilai rerata kelompok kontrol, dapat dikatakan bahwa komik pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : Kata-kata kunci: pengembangan, komik pendidikan, model Dick and Carey This research is a developmental research that will produce an educational comic media for IV grade of MIN Air Kuning on the subject of Bahasa Indonesia in the second semester. After undergoing the phases of media production, it generates an early product that will be validated by an expert of subject matter, media expert learning, and design expert of learning. After validating the product, it is trialed to the students through three phases, there are personal trials, small group trial, and field trial after undergoing all of the trials. Educational comic is also trialed its effectiveness through pretest and posttest. The data is collected using documents quotation method, questioners, and writing tests. After that, using qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis to analyze the data which has been collected beforehand. The results of the research are (1) a media design of educational comic by using Dick and Carrey Development model which consists of nine main phases which are concluded become five phases (2) properness quality of validation results of educational comic development are; very good predicate which are given by expert of subject matter (98,6%), good predicate which is given by design expert of learning (86,7%), good predicate which is given by media expert of learning (89,3%). And good predicates for personal trials (83,3%), small group trial (86,4%), and field trial (79,3%). (3) effectiveness of educational comic development shows that there are significant differences in applying the learning by using educational comic torward learning outcomes of Bahasa Indonesia, calculation of learning outcomes obtains tcount in the amount of 3.62 and the price of ttable is 2,04 of 5% significant degree. It means that the average or mean of the experiment group is bigger than control group and it can be concluded that educational comic can increase the learning outcomes in Bahasa Indonesia subject. keyword : Development, Educational Comic, Dick and Carey model.

Page 2 of 84 | Total Record : 835