cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDA DENGAN MATERI TEMPAT SUCI PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU UNTUK KELAS VII SEMESTER II SMP AYODHYA PURA SELAT TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Gde Wawan Sudatha, Gede Artawan I Dewa Kade Tastra
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.021 KB)

Abstract

Multimedia pembelajaran belum tersedia di SMP Ayodhya Pura Selat, dan guru mengajar hanyadengan metode ceramah dan dibantu dengan media sederhana, sehingga hal ini menyebabkansiswa kurang termotivasi untuk belajar secara sungguh-sungguh, dan seterusnya berdampakterhadap rendahnya hasil belajar mereka. Bedasarkan permasalah tersebut, maka tujuan daripenelitian pengembangan ini adalah bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yaitu sebuahdesain media pembelajaran multimedia pada mata pelajaran Agama Hindu yang akan digunakandi SMP Ayodhya Pura Selat Singaraja pada kelas VII semester I, serta menghasilkan kualitasproduk media pembelajaran yang layak pakai, sesuai dengan kebutuhan, karakteristik siswa sertamampu memberikan daya tarik agar siswa mampu menyerap isi dari materi pembelajaran secaraoptimal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan modelPBK (Pembelajaran Berbantuan Komputer), yang tahapannya meliputi konsept, design,collecting materials, assembly, testing, distribution. Subyek validasi produk terdiri dari ahli isimata pelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli desain pembelajaran. Selanjutnya produkdiujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap yaitu uji perorangan, uji kelompok kecil, dan ujilapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatandokumen dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisisdeskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu mendeskripsikan desain pengembanganmultimedia pembelajaran dan kualitas multimedia pembelajaran pada Mata Pelajaran AgamaHindu untuk Siswa Kelas VII Semester I di SMP Ayodhya Pura Selat Singaraja Tahun Pelajaran2012/2013. Desain pengembangan multimedia pembelajaran menghasilkan flowchart danstoryboard. Kualitas multimedia pembelajaran menurut: (1) review ahli isi mata pelajaranmenunjukkan kategori sangat baik (94,%), (2) review ahli desain pembelajaran berada padakategori baik (80%), (3) review ahli media pembelajaran menunjukkan kategori baik (83,2%),(4) berdasarkan uji coba perorangan berada pada kategori sangat baik (88,%), (5) berdasarkan ujicoba kelompok kecil berada pada kategori sangat baik (93%), dan (6) berdasarkan uji cobalapangan berada padakategori baik (84,%).Kata-kata kunci : pengembangan, multimedia, tempat suci
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP N 7 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Resiani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.411 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil dari review para ahli, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Kelas VII. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penilitian ini adalah data kevalidan uji ahli isi mta pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Setelah produk divalidasi produk pengembangan diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data efektifitas produk diperoleh dari hasil belajar siswa yang dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancangan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart, dan storyboard. (2) hasil uji ahli isi mata pelajaran yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli desain yaitu 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji ahli media yaitu 83,3% berada pada kualifikasi baik, hasil uji coba perorangan yaitu 93,6% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil yaitu 94,41% berada pada kualifikasi sangat baik, dan hasil uji lapangan yaitu 93,72% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) efektivitas pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan pembelajaran anatara menggunakan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPS (thitung = 9,08 > ttabel = 2,021, pada taraf signifikan 5%). Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, Mata Pelajaran IPS The background of this research was problem of the limitation of interesting and appropriate media with the teaching materials. The purposes of this research are to (1) describe the development of multimedia instructional design, (2) to determine the quality of the results of the review experts, and (3) determine the effectiveness of the use of media-based learning Multimedia Interactive Learning can improve learning outcomes IPS subjects Class VII. Research is research development. The model used is a model development ADDIE. The data collected in this research is test the validity of data contents mta expert lessons, expert instructional design, and instructional media experts. Once validated products tested product development to students through three stages, namely the testing of individual, small group trial, and the field trial is obtained by using a questionnaire, and the data obtained from the products effectiveness of student learning are collected with the test. Data were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis.The results was showed (1) the design of the development of multimedia interactive learning is developed through the analysis of needs, determine the software, develop flowchart, and storyboards. (2) The profesional results of the test content expert that 93.3% of subjects were on excellent qualifications, test results of design experts, namely 93.3% in the excellent qualifications, test results of media experts that 83.3% are in the good qualifying result individual testing which 93.6% were in excellent qualifications, small groups of test results which 94.41% are in the excellent qualifications, and the results of field tests which 93.72% are in the excellent qualifications. (3) The calculation result obtained results manually learn t 9.08. Price t table with a significant level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. Then there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using multimedia learning (80.65) higher than before the using of multimedia learning (56.30) keyword : Development, Interactive Learning Multimedia, Social Subject
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 1 PUPUAN SEMESTER GENAP TAHUN 2013/2014 ., I Putu Yogy Adi Pradipta ; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pada mata pelajaran IPA Terpadu. Tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu; mendeskripsikan kualitas pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan media pembelajaran IPA Terpadu. Jenis yang dilaksaakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil uji ahli isi yaitu 96% berada pada kualifikasi sangat baik.Hasil uji ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli media sebesar 88,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 15,50. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000.Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (62,50).Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, IPA Terpadu dan hasil belajar This research aims to produce instructional media on the subjects of Integrated Sciences. The aim is elaborated into three phases of work-related, which describe the development of instructional media design Integrated Sciences; describe the quality of instructional media development Integrated Science and describes the effective use of instructional media Integrated Sciences. Type the dilaksaakan is research development (research and development). Development model used is ADDIE models. The study involved grade students of SMP Negeri 1 Pupuan VIIC. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert content of 96% at a very baik.Hasil qualification test design experts by 90% at a very good qualification. The test results for 88.3% of media experts are at a good qualification. Individual test results by 95.33% at excellent qualifications. The result of a small group of 94.33% at a very good qualification. The results of the field test was 93.4% at a very good qualification. Calculation results obtained manually learning outcomes t count of 15.50. Price t table significance level of 5% is 2,000.Jadi price t is greater than the price of the t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after the use of instructional media. The average value after using the media (82.50) was higher than before using the media (62,50).keyword : development, instructional media, IPA Terpadu and learning outcomes
WEBSITE PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Gusti Nyoman Pardomuan; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.05 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk media pembelajaan bahasa Indonesia berupa website pembelajaran yang interaktif secara offline dalam bentuk intranet. Adapun tujuan dalam penelitian pengembangan ini yaitu (1) mendeskripsikan desain pengembangan website pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil pengembangan website pembelajaran interaktif bahasa indonesia untuk siswa kelas VIII SMP, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan website pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian pengembangan ini, menggunakan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII A dan VIII B SMP Negeri 1 Banjar masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data yang diperoleh dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi uji ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,3 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 89,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 6,85. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa indonesia siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan website pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (81,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58,17).Kata Kunci : website pembelajaran interaktif, Bahasa Indonesia, model ADDIE dan hasil belajar This research is the development of instructional media produce Indonesian form of interactive learning websites offline in the form of an intranet. The purpose of this research is the development of (1) describes the design of interactive learning website development, (2) test the validity of the results of the development of an interactive learning website for Indonesian Junior High School eighth grade students, and (3) determine the effectiveness of the development of an interactive learning website on learning outcomes Indonesian junior High School eighth grade students. Development of this type of research, using the ADDIE Model. The study included students of class VIII A and VIII B SMP Negeri 1 Banjar each of 30 people. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of documents, (2) questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, a qualitative descriptive analysis. Data from the questionnaires were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test methods of inferential statistical analysis. The results of the expert evaluation of test content by 94% at the excellent qualifications. The results of the expert evaluation of design by 78% at both qualifications. The results of the expert evaluation of media by 90% at the excellent qualifications. Individual test results of 91.3% at the excellent qualifications. The test results of small groups of 89.3% was a good qualifying. The results of field tests of 90.7% at the excellent qualifications. Learning outcomes manually counting the results obtained t count of 6.85. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Indonesian student learning outcomes between before and after using an interactive learning website. The average value after using the media (81.50) was higher than before using the media (58.17).keyword : interactive learning website, Indonesian language, and the ADDIE model of learning outcomes
PENGEMBANGAN CD MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBANTUAN AUTHORWARE MODEL DICK AND CARREY PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Wayan Koyan, Ayatullah Victoreza A. A. Gede Agung
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.612 KB)

Abstract

Multimedia interaktif berbantuan authorware untuk mata pelajaran Seni Budaya kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Dick and Carrey (1985). Tahapannya meliputi 10 konsep, yang terorganisir dalam pembelajaran. Pada tahap uji coba, produk divalidasi melalui tinjauan oleh para ahli dan uji coba produk kepada peserta didik. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan Multimedia interaktif berbantuan authorware pada mata pelajaran Seni Budaya kelas VII semester genap di SMP Negeri 2 Singaraja. Proses rancang bangun multimedia berbantuan authorware ini terdiri dari 10 tahap konsep. Kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif berbantuan authorware diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 91,34% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 84,61% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 91,25% katagori sangat baik, uji coba perorangan mencapai 95,6% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil mencapai 93,75% katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 93,28% katagori sangat baik.   Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif, seni budaya, Dick and Carrey
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMPN 1 NEGARA ., Ni Putu Devi Efriani; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.883 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7612

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskirpsikan rancangan modul IPA berorientasi pendidikan karakter (2) untuk mendeskripsikan hasil pengembangan modul IPA beorientasi pendidikan karakter (3) untuk menguji penggunaan modul IPA beorientasi pendidikan karakter. Data ini dikumpulkan menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan tes tertulis. Berdasarkan metode tersebut, instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, angketr, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) rancangan pengembangan modul IPA berorientasi pendidikan karakter model pengembangan ADDIE dengan rancangan modul menggunakan bagan alir. (2) Hasil validitas produk diperoleh (a) uji ahli isi kualifikasi sangat baik dengan persentase 96%, (b) Uji ahli desian kualifikasi sangat baik dengan persentase 90%, (c) Uji ahli media kualifikasi sangat baik dengan persentase 98% (d) Uji coba perorangan berada pada kategori sangat baik dengan presentase 94,6% (e) Uji coba kelompok kecil memperoleh hasil sangat baik dengan presentase 95,83%, dan (f) uji coba lapangan memperoleh hasil sangat baik dengan presentase 93,2 %. Hasil uji efektifitas modul IPA berorientasi pendidikan karakter yaitu diperoleh hasil thitung sebesar 10,73. Harga t tabel untuk db 58 dan dengan taraf signifikansi 5% (α=0,05) adalah 2,021. Dengan demikian, harga thitung lebih besar dengan ttabel , sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan modul pembelajaran IPA berorientasi pendidikan karakter di kelas VII A SMPN 1 Negara. Disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA berorientasi pendidikan karakter layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci : Pengembangan, Modul, Pendidikan Karakter, ADDIE This research aimed (1) describe the design development of sceience module with oriented character education (2) to describe the results of the development of sceience module with oriented character education (3) knowing the use of the development of sceience module with oriented character education. The record was collected using observation, interviews, questionnaires, and a written test. Referring to the method, the instrument used to collect data that observation sheets, interview, questionnaire and test. The record were analyzed by using descriptive analysis of qualitative, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques (test-t). The results showed that (1) of the development of sceience module with oriented character education using ADDIE development model with modular designs using a flow chart. (2) The validity of the product obtained (a) the product validity of the expert content of the subjects are in the excellent category with a percentage of 96%, (b) instructional design experts in the category excellent with the percentage of 90% (c) media expert module in the excellent of 98% (d) individual testing in the excellent category with a percentage of 94,6% (e) small group testing in the excellen category with a percentage of 95.83% 9 (f) field testing in the excellent category with a percentage of 93.2%. The result of the effectiveness of development of sceience module with oriented character education that is obtained by the t count equal to 10.73. Then tcount compared with the ttable with db = 58. The result for db 58 and with a significance level of 5% (α = 0.05) was 2,021. That is acquired tcount bigger than ttable so that Ho refused and H1 accepted. This means, that there are significant differences between the IPA learning outcomes before and after using the sceience module with oriented character education in SMPN 1 Negara. From these results we concluded that the sceience module with oriented character education eligible for use in learning.keyword : Development, Modules, Character Educations, ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA KELAS IX SEMESTER GANJIL DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Kadek Libra Adi Jaya; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.43 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran IPA, (2) menguji kualitas multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas IX SMP, (3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IX semester ganjil di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IX 1 dan IX 5 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja masing-masing sebanyak 28 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran ini terdiri dari lima tahap yaitu: a) analisis, b) perancangan, c) pengembangan, d) implementasi, e) evaluasi. (2) Kualitas multimedia pembelajaran IPA berdasarkan hasil evaluasi ahli isi 85,4% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 94,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 92,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 91,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 88,5% berada pada kualifikasi baik. (3) Uji efektifitas menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran pada siswa kelas IX 5 semester ganjil di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja.Kata Kunci : Pengembangan, multimedia pembelajaran, model ADDIE This study aims to (1) describe the design development process of multimedia learning science, (2) testing the quality of multimedia learning in science subjects ninth grade junior high school, (3) knowing the effective use of multimedia learning on learning outcomes of science in ninth grade junior high school students. This type of research is the development of research with reference to the ADDIE model. This research involved twenty eight students of class IX 1 and IX 5 of Junior Laboratory UNDIKSHA Singaraja. All the datas are colected by recording document, questionaire and testing methods. The datas that have been found by recording document method were analysed by using qualitative descriptive techniques. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. the results of this study showed the following results. (1) The development of multimedia instructional design consists of five phases: a) analysis, b) design, c) development, d) implementation, e) evaluation. (2) The quality of multimedia learning science based on the results of expert evaluation of the content of 85.4% was in good qualification. The results of expert evaluation of design 94.6% were in excellent qualifications. The results of the evaluation of media experts 92.4% were in excellent qualifications. Individual test results 92% were in excellent qualifications. Small group of test results was 91.7% in the excellent qualifications. The results of the field test were 88.5% in good qualification. (3) Test the effectiveness showed a significant difference to the results of science learning between before and after the use of multimedia teaching in class IX 5 odd semester in junior Laboratory UNDIKSHA Singaraja.keyword : Development, multimedia learning, ADDIE model
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SEMESTER GANJIL Ign. Wayan Suwatra, Ariyo Saloko. I Nyoman Jampel,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.558 KB)

Abstract

Media Video Pembelajaran untuk mata pelajaran Matematika pada kelas V di SDNegeri 2 Seririt adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan media videopembelajaran dan kelayakan video pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitianpengembangan yang menggunakan model Pembelajaran Berbantuan Komputer(PBK). Tahapannya meliputi tahap concept, design, collecting materials, assembly,test drive dan distribution. Pada tahap validasi, produk divalidasi melalui review olehpara ahli dan validasi produk kepada siswa. Instrumen pengumpulan data adalahkuisioner/angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatifdan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi prosespengembangan media video pembelajaran dan kelayakan video pembelajaran dalammata pelajaran Matematika pada kelas V semester ganjil di SD Negeri 2 Seririt.Proses pengembangan video pembelajaran dijelaskan melalui tahapan-tahapan darimodel Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Kelayakan pengembangan videopembelajaran diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisissecara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 86% katagori baik, tinjauan ahli mediapembelajaran mencapai 85% katagori baik, tinjauan ahli desain pembelajaranmencapai 92% katagori sangat baik, validasi perorangan mencapai 98,05% katagorisangat baik, validasi kelompok kecil mencapai 88% katagori baik, dan validasilapangan mencapai 94,5% katagori sangat baik.Kata kunci: pengembangan, model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), videopembelajaran, Bahasa Indoesia.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 1 BAKTISERAGA ., I Gusti Ayu Murniati; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7629

Abstract

Permasalahan yang dihadapi di SDN 1 Baktiseraga adalah terbatasnya media yang mampu memvisualisasikan materi pelajaran, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan video pembelajaran IPA, (2) untuk mengetahui validitas pengembangan video pembelajaran IPA, (3) untuk mengetahui efektifitas pengembangan video pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementasi, evaluation). Subjek validasi video pembelajaran ini yaitu satu orang ahli isi pembelajaran, satu orang ahli desain pembelajaran, satu orang ahli media pembelajaran, 3 orang siswa uji coba perorangan, 12 orang siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 orang siswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 28 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, tes dan wawancara dengan instrumen lembar kuesioner, tes objektif dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Rancangan pengembangan media menghasilkan naskah video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 90% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 86,67% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; d) uji coba perorangan 92,67% berada pada kategori sangat baik; (e) uji coba kelompok kecil 93,3% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 94,2% yang berada pada kategori sangat baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 12,72 > ttabel = 2,004. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, IPA The problem that is faces by SDN 1 Baktiseraga is there no enough media that can visualize the learning material needed which cause this research is conducted that is aimed (1) to describe design of the development of science video learning, (2) to determine the validity of the development of science video learning, (3) to determine the effectiveness of the development of science video learning. This study is a research and development study that used ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation) model. The validation of the learning video was done by a learning content expert, an instructional design expert, a media learning expert, 3 individual testing students, 12 students in small group trial, and 30 students in field trials. Pre-test and post-test were used to test the effectiveness of the instructional video performed by 28 students. The data were collected through questionnaires, tests and interviews with questionnaire sheets, objective tests and interview guidelines. The data analysis used was a qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential statistic. Media development design that produces a action script of video learning. The quality of the development of the media according to the expert review and the students are: a) 90% of expert learning content is in very good category; b) 86.67% of instructional design expert is in good category; c) 92% of instructional media expert is in very good category; d) 92.67% of individual testing is in very good category; e) 93.3% testing a small group is in very good category; f) and 94.2% of field trials are in very good category. The effectiveness of the development of instructional video media shows a significance that is tcount = 12.72 > ttable = 2.004. This means, the learning video media is effective in improving student’s learning outcomes.keyword : development, video learning, science
PENGARUH MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Luh Putu Kamela Tristiana Dewi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.38 KB)

Abstract

Permasalahan pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Singaraja adalah rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII. Penelitan ini bertujuan 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan rancangan Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 588 orang dengan sampel kelas VIII.12 dan VIII.14. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 24,96 berada pada kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional menunjukkan skor rata-rata 16,39 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran koperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 10,645 > ttabel = 1,665). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 2 Singraja. Kata Kunci : snowball throwing, multimedia interaktif, hasil belajar The problem faced in learning IPA in SMP Negeri 2 Singaraja was the lowliness of eigthth grade students’ learning outcomes. This study was aimed 1) to describe the learning outcomes on IPA of students who given cooperative learning model especially Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia, 2) to describe the students’ learning outcomes on IPA of students who given conventional technique, 3) to investigate the significant difference of the learning outcomes of IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique on eighth grade students in SMPN 2 Singaraja academic year 2014/2015. This study was quasy experiment with Posttest-Only Control Design. The samples were VIII.12 and VIII.14. The population was eighth grade students which included 588 students. The data gathered was students learning outcomes. The instrument used was objective test. The data was analyzed with descriptive statistic and inferential statistic using t-test. The result of the study showed 1) the students learning outcomes on IPA who were taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had the mean score 24.96 which was on highest category, 2) the students’ learning outcomes on IPA who are taught by conventional technique had the mean score 16.39 which was on average category, 3) there was a significant difference on students’ learning outcomes on IPA between students who are taught by Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia and conventional technique where the tobserved (10.645) was higher than tcritical value (1.665). It concluded that Snowball Throwing technique combined with interactive multimedia had significant effect on eighth students’ learning outcomes on IPA in SMPN 2 Singaraja in academic year 2014/2015.keyword : snowball throwing, interactive multimedia, learning outcomes

Page 4 of 84 | Total Record : 835