cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
Leaders’ Communication Ethics in The Innovation Diffusion Process at School System: Investigated from Balinese Philosophy of Life Mahadewi, Luh Putu Putrini; Muslim, Suyitno; Tegeh, I Made; Astawa, Ida Bagus Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v9i2.42050

Abstract

Elemen penting difusi inovasi salah satunya adalah saluran komunikasi. Setiap saluran komunikasi memiliki etika dan strategi komunikasinya masing-masing dalam upaya memengaruhi anggota suatu sistem sosial tertentu dalam mengadopsi tidaknya suatu inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi peran etika berkomunikasi pimpinan dalam proses difusi inovasi pembelajaran digital dilihat dari filosofi hidup anggota sistem sosial tempat difusi inovasi terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif (cross-sectional study) dengan menggunakan metode survey. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran etika berkomunikasi dalam proses difusi inovasi pembelajaran digital pada sistem persekolahan sangat urgen pada aspek-aspek: pihak yang wenang mengkomunikasikan, komunikasi interpersonal para pimpinan yang simetris, dan penghargaan terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pendekatan konflik kepentingan, dan tanggung jawab sosial. Dapat disimpulkan bahwa ditinjau dari filosofi hidup masyarakat Bali, etika komunikasi pimpinan dalam proses difusi inovasi pada sistem persekolahan sangat nampak pada aspek penghargaan terhadap lingkungan yakni pendekatan konflik kepentingan difusi inovasi. Tulisan awal ini masih perlu disempurnakan dengan data empiris lebih lanjut di lapangan, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh keterkaitan difusi inovasi dengan faktor-faktor yang potensial memengaruhi diadopsi tidaknya inovasi pada satu atau lebih sistem sosial persekolahan lainnya.
KEMAMPUAN SISWA DALAM PELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Dwipayana, I Kadek
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i1.360

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkat kemampuan siswa terhadap pelajaran biologi dengan menggunakan  media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja dan (2) kendala yang dihadapi siswa dalam memahami pelajaran biologi dengan menggunakan  media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Desain penelitian ini adalah penelitian survei subjek  dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja. Objek dalam penelitian ini yaitu kemampuan siswa terhadap pelajaran biologi dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video animasi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan kuesioner. Data tingkat kemampuan siswa memahami keanekaragaman mahluk hidup dengan teknik analisis kuantitatif, sedangkan data kendala yang dihadapi oleh siswa dalam memahami keanekaragaman mahluk hidup dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, tingkat kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam memahami keanekaragaman mahluk hidup tergolong cukup sesuai dengan kreteria teoretis dan tergolong sedang jika menggunakan kreteria aplikatif di sekolah. Rata–rata skor hasil tes sebesar 75. Sementara itu, penguasaan materi memahami keanekaragaman mahluk hidup tergolong baik ditunjukkan dengan indeks prestasi kelompok sebesar 85. Kedua, kendala siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja adalah belum pernah diberikan  pembelajaran menggunakan media video animasi. Kendala terbanyak yang ditemui siswa adalah ketidakserasian antara gambar yang terdapat pada tampilan dan bentuk asli dari gambar tersebut. Kendala lain adalah siswa perlu diputarkan media video animasi lebih dari sekali agar mereka memahami materi dalam video.   Kata kunci: kemampuan siswa, media pembelajaran, video animasi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN: INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN IPA Putra, IGNA Dharma
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.741

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VI di SDN 2 Blahbatuh dalam mengikuti prosespembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan prosespembelajaran, yaitu dalam penggunaan metode dan media. Metode yang dominan digunakan hanyaceramah dan tanya jawab. Sedangkan medianya hanya papan tulis dan spidol. Akibatnya munculkecenderungan siswa tidak senang dengan pelajaran IPA sehingga nilainya di bawah rata-rata.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan video pembelajaran IPA yang layak pakai sesuaidengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta mampu memberikan motivasi pada siswa dalam belajarsecara individual (mandiri) dan 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurutreview para ahli dan uji coba produk.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Data tentang kualitasproduk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yang selanjutnya dianalisis denganteknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Subjek review terdiri dari satuahli isi mata pelajaran IPA, dan satu ahli desain pembelajaran, sedangkan subjek uji coba peroranganterdiri dari enam siswa.Hasil penelitian ini adalah video pembelajaran layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa.Kualitas video pembelajaran yang dikembangkan sangat baik. Hasil validasi data menunjukkan tingkatpencapaian video pembelajaran ini adalah (1) ahli isi mata pelajaran dengan tingkat pencapaian dalamkategori sangat baik (92%), (2) ahli desain pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategorisangat baik (90%), (3) uji coba perorangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik(89%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan video pembelajaran dapat digunakan di SDN 2Blahbatuh kelas VI semester II.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MATERI PANCA YADNYA PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU UNTUK SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 MEDEWI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Prabawa Utama, I Made Oki
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.742

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajarandengan materi panca yadnya pada mata pelajaran agama hindu kelas V di SDN 3 Medewi dan (2)mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran menurut validasi ahli, uji perorangan,uji kelompok kecil, dan uji lapangan.Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan produk PembelajaranBerbantuan Komputer (PBK), yang dikembangkan oleh Luther. Adapun langkah-langkah pengembanganmodel luther adalah; a) konsep, b) desain, c) pengumpulan bahan, d) perakitan, e) uji coba dan g)Distribusi. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket atau kuisioneryang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptifkuantitatif.Desain pengembangan CD multimedia pembelajaran ini terdiri dari melakukan analisis kebutuhandilanjutkan dengan mengembangkan Flowchart dan Storyboard. Hasil penelitian menunjukan (1) uji ahliisi mata pelajaran Agama Hindu berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94%), (2) uji ahlimedia pembelajaran berada pada kualifikasi baik (persentase = 87%), (3) uji ahli desain Multimediapembelajaran berada pada kualifikasi baik (persentase = 86%), (4) uji coba perorangan berada padakualifikasi sangat baik (persentase = 94%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik(persentase = 93%), uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = (90%). Olehkarena itu media yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai, karena telah dilakukan validasisesuai aturan.Kata-kata kunci: pengembangan, model PBK, multimedia pembelajaran
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER II DI SMP NEGERI 5 TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 A. A Gede Agung, I Wayan Rekayana, I Wayan Koyan,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.795

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian pengembangan ini adalah untuk menggambarkan proses rancang bangun dan mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan Multimedia Interaktif Mata Pelajaran IPA Kelas VII Semester II di SMP Negeri 5 Tejakula Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan Multimedia Interaktif Mata Pelajaran IPA Kelas VII Semester II di SMP Negeri 5 Tejakula Tahun Pelajaran 2012/2013 ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan untun teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif kuantitatif.  Adapun hasil dari penelitian pengembangan ini adalah sebuah produk multimedia interaktif IPA untuk SMP kelas VII semester II dimana proses rancang bangun yang mengikuti model ADDIE melibatkan 5 langkah yakni: (1) analisis (analyze), (2) perancangan (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Berdasarkan hasil analisis data, tingkat pencapaian rata-rata kualitas multimedia interaktif ini menurut tinjauan ahli isi mata pelajaran, ahli media, dan ahli desain serta uji coba perorangan, kelompok kecil  dan lapangan, multimedia interaktif ini layak untuk dipakai sesuai dengan hasil validasi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMPN 2 SINGARAJA I Wayan Koyan, I Gst. Ag. Pt. Ratna Reiswana, A. A Gede Agung,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.796

Abstract

Media pembelajaran audiovisual untuk mata pelajaran Seni Budaya kelas VIII di SMP Negeri 2 Singaraja adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran audiovisual. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Luther (1994). Tahapannya meliputi konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, uji coba, dan distribusi. Pada tahap uji coba, produk divalidasi melalui tinjauan oleh para ahli dan uji coba produk kepada peserta didik. Instrumen pengumpulan data adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun dan kualitas hasil pengembangan media pembelajaran audiovisual pada mata pelajaran Seni Budaya kelas VIII semester genap di SMP Negeri 2 Singaraja. Proses rancang bangun media pembelajaran audiovisual terdiri dari 5 tahap yaitu konsep, desain, pengumpulan bahan, perakitan, dan uji coba. Kualitas hasil pengembangan media audiovisual diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaran mencapai 91,34% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai 84,61% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 91,25% katagori sangat baik, uji coba perorangan mencapai 95,6% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil mencapai 93,75% katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 93,28% katagori sangat baik.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA I Kadek Suartama, Putu Herlina Florensia SN, A. A Gede Agung,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.929

Abstract

Sampai saat ini multimedia pembelajaran belum ada dan perlu dikembangkanuntuk mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja. Tujuan penelitianini untuk mendeskripsikan rancang bangun dan menguji kelayakan hasilpengembangan multimedia pembelajaran. Model pengembangan yangdigunakan adalah model Mardika. Tahapannya meliputi analisis kebutuhan,desain pembelajaran, produksi/pengembangan media, validasi ahli, revisi, ujicoba produk. Proses rancang bangun multimedia pembelajaran ini sesuaiprosedur pengembangan dengan mengikuti alur bagan dan papan cerita yangtelah dirancang. Kemudian setiap komponen multimedia dikumpulkan, dirakit,dan akhirnya dikemas dalam sebuah CD untuk selanjutnya ditinjau dan diujicobakan. Mengenai kelayakan hasil multimedia pembelajaran berdasarkan datadari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dikonversike dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahli isi mata pelajaranmencapai 95,38% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaranmencapai 89,23% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai88,70% katagori baik, uji coba perorangan mencapai 91,43% katagori sangatbaik, uji coba kelompok kecil mencapai 90,24% katagori sangat baik, dan uji cobalapangan mencapai 91,91% katagori sangat baik. Oleh karena itu media yangdihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai, karena telah dilakukan validasisesuai aturan.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER I DI SMP TP 45 SUKASADA L. P. Putrini Mahadewi, N. Subana, I D. K. Tastra,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.931

Abstract

Multimedia interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalahmultimedia yang belum ada dan perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE padamata pelajaran IPA kelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran2012/2013. Di samping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasilpengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE pada mata pelajaran IPAkelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran 2012/2013, menurut reviewahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian iniadalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah modelADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Adapun subyekvalidasi terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran,seorang ahli media pembelajaran, enam siswa untuk uji coba perorangan, dua belassiswa untuk uji coba kelompok kecil, dan tiga puluh siswa untuk uji coba lapangan.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknikanalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yangdikembangkan berdasarkan desain (storyboard) yang dirancang. Validitas multimediainteraktif adalah: (1) menurut review ahli isi mata pelajaran menunjukkan kategori sangatbaik (92%), (2) menurut review ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik(88%), (3) menurut review ahli media pembelajaran menunjukkan kategori baik (86,67%),(4) berdasarkan uji coba perorangan menunjukkan kategori baik (83%), (5) berdasarkanuji coba kelompok kecil berada pada kategori baik (82,33%), dan (6) berdasarkan ujicoba lapangan menunjukkan kategori baik (80,6%). Dengan demikian multimediainteraktif ini tidak perlu direvisi dan digunakan untuk penelitian lebih lanjut.Kata kunci: pengembangan, multimedia, multimedia interaktif, model ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 1 SAWAN KABUPATEN BULELENG Luh Putu Putrini Mahadewi, Ni Luh Ayu Erna Priyanti, Anak Agung Gede Agung,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.932

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena adanya permasalahan mengenai keterbatasan mediapembelajaran pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Sawan. Penelitian ini bertujuanuntuk mendeskripsikan proses rancang bangun multimedia pembelajaran dan untuk mengujivaliditas hasil pengembangan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS kelas VIIsemester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SMP Negeri 1 Sawan. Model penelitianpengembangan yang digunakan adalah model penelitian pengembangan Luther.Tahapannya meliputi konsep, desain, pengumpulan materi, perakitan, uji coba, dandistribusi. Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk kemudian dilakukan review olehseorang ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran.Selanjutnya dilakukan uji coba siswa yaitu uji coba perorangan dengan 3 siswa, uji cobakelompok kecil dengan 12 siswa, dan uji coba lapangan dengan 30 siswa. Teknik analisisdata yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini adalah menghasilkan rancangan bangun pengembangan dan produk CD(Compact Disk) multimedia pembelajaran pada siswa kelas VII semester genap di SMPNegeri 1 Sawan. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian multimediapembelajaran ini adalah ahli isi mata pelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpersentase 97,1%, ahli desain pembelajaran termasuk kriteria sangat baik denganpersentase 92,3%, ahli media pembelajaran termasuk kriteria baik dengan persentase 86%,pada uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan terkonversi dengan kriteria sangatbaik dengan persentase tingkat pencapaian berturut-turut 91,7%, 92,4%, dan 92,3%. Olehkarena itu, multimedia yang dihasilkan dapat dikatakan sudah layak pakai karena sudahvalid.Kata kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN AGAMA HINDU KELAS V SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NO 2 PENARUKAN Luh Putu Putrini Mahadewi, Ni Made Mariyani, Ketut Pudjawan,
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 1 No. 2 (2013): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v1i2.933

Abstract

Multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran Agama Hindu adalah salah satumedia yang belum ada dan perlu dikembangkan di SD No 2 Penarukan. Tujuan yangingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses rancangbangun dan mengetahui validitas hasil multimedia pembelajaran menurut reviewpara ahli dan uji coba pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitianpengembangan yang menggunakan model Luther. Tahapannya meliputi konsep,desain, pengumpulan bahan, perakitan, uji coba, dan distribusi. Pada tahap uji coba,produk divalidasi melalui review para ahli dan uji coba pada siswa. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen dan metodekuesioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisisdeskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun danvaliditas hasil multimedia pembelajaran pada mata pelajaran Agama Hindu kelas Vsemester genap di SD No 2 Penarukan. Proses rancang bangun multimediapembelajaran ini terdiri dari enam tahap yaitu konsep, desain, pengumpulan bahan,perakitan, uji coba, dan distribusi. Validitas multimedia pembelajaran diperolehberdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatifdan hasilnya dikonversi ke dalam PAP skala 5. Hasil analisis menunjukkan: (1)menurut review ahli isi mata pelajaran pada kategori sangat baik (93,33%), (2)menurut review ahli desain pembelajaran pada kategori baik (81,33%), (3) menurutreview ahli media pembelajaran menunjukkan kategori baik (85,71%), (4) uji cobaperorangan berada pada kategori sangat baik (92,22%), (5) berdasarkan uji cobakelompok kecil kategori sangat baik (92,36%), dan (6) uji coba lapangan padakategori sangat baik (91,38%).Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, agama hindu