cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF IPA DENGAN MODEL ASSURE UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 SAWAN ., Ni Kadek Ria Anggriani Dewi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.475 KB)

Abstract

Sampai saat ini hasil belajar IPA pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sawan belum memuaskan. Salah satu indikasinya adalah capaian rerata hasil belajar IPA sebesar 60,20 yang masih di bawah angka nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) nasional yang ditetapkan sebesar 80%. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab belum memuaskan hasil belajar tersebut adalah minimnya sumber belajar multimedia yang tersedia di sekolah tersebut. Atas dasar kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia pembelajaran interaktif dengan harapan agar hasil belajar mata pelajaran IPA lebih meningkat. Bertitik tolak dari hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VII SMP, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ASSURE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII F dan VII G SMP Negeri 1 Sawan masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) desain pengembangan multimedia interaktif yang menghasilkan flowchart dan storyboard; (2) kualitas validitas multimedia pemebalajaran interaktif menurut hasil evaluasi ahli isi 98% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil evaluasi ahli desain 90% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil evaluasi ahli media 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 95,3 % berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil 93,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan 90,7% berada pada kualifikasi baik. (3) hipotesis penelitian berdasarkan perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 18,24. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Dengan demikian harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,83). Jadi dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif adalah efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 1 Sawan.Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA, dan hasil belajar The learning outcomes of the VII grade students at SMP Negeri 1 Sawan especially in science subject were not yet satisfactory. One of the indications that show this phenomenon was avarege of the students science learning outcomes wich was 60,20 that still under the National Minimum Completeness Standard (KKM) which was 80%. One factor that suspected as the cause of this problem was the availability of multimedia learning sources which were still minimal at SMP Negeri 1 Sawan. On the basis of that problem, the researcher conducted a research in developing an interactive learning multimedia in order to be able to increased students science learning outcomes. furthemore, this research was inteded to (1) describe the design of the interactive learning multimedia development, (2) find out the quality of the science interactive learning multimedia product, (3) recognize the efectivity of the use of the social science interactive learning multimedia for the VII grade even semester students in the academic year 2014/2015. This is research and development, with ASSURE model. This research involved thirthy students of class VII F and VII G of SMP Negeri 1 Sawan. All the datas are colected by recording document, questionaire and testing methods. The datas that have been found by recording document method were analysed by using qualitative descriptive techniques. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. Instructional content expert evaluation is 98% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 90% indicate very good qualification. Media expert evaluation is 88% indicate good qualification. One-to-one testing is 95,3% indicated very good qualification. Small group testing was 93,8% indicated very good qualification. Field testing is 90,7% indicate good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 18,24. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. Based on the finding, there were significant differences between of civic subject learning outcomes before and after using interactive learning multimedia. Mean score after usage of media (86) is higher than before (55,83). So it can concluded that the multimedia interactive learning is effective improve to the science subject outcomes learning student in class VII even semester at SMP Negeri 1 Sawan.keyword : interactive learning multimedia, science subject, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL WATERFALL MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA ., Putu Eka Udayana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi SMA Negeri 2 Singaraja adalah kurangnya media pembelajaran yang relevan dalam proses pembelajaran. Sehingga dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk 1) mengidentifikasi desain multimedia interaktif pada mata pelajaran biologi kelas XI semester genap, 2) menguji kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut uji ahli, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan, 3) mengetahui efektivitas penggunaan produk multimedia interaktif terhadap peningkatan hasil belajar biologi. Model penelitian ini adalah model Waterfall. Data kualitas produk pengembangan dikumpulkan dengan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif, kuantitatif, dan statistik inferensial. Subjek uji coba seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli media pembelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, tiga siswa untuk uji perorangan, dua belas siswa untuk uji kelompok kecil serta tiga puluh siswa untuk uji lapangan. Uji efektivitas pada multimedia interaktif ini menggunakan uji t berkorelasi. Hasil penelitian menunjukan (1) desain pengembangan multimedia interaktif ini meliputi: a) analisis kebutuhan, b) mengembangkan Flowchart, c) mengembangkan Storyboard. (2) uji ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 93,4%), uji ahli media berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 94,3%), uji ahli desain berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 92,8%), uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 98%), uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 97%), dan uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase= 95,6%) serta (3) uji efektifitas t hitung (14, 973) lebih besar dari t tabel (2,002) menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar biologi antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif pada siswa kelas XI-IPA 3.Kata Kunci : Pengembangan, Model waterfall, Multimedia interaktif The problems facing SMA Negeri 2 Singaraja is the lack of relevant learning media in the learning process in school classrooms. So was carried out research which aims to 1) identifies the design of interactive multimedia at the class XI biology subjects even semester, 2) test the quality of multimedia development interaktif according to experts test, individual test, small groups test and field test, as well as 3) find out the effectiveness of the use of multimedia products interaktif to increased biological learning results. This research Model is a model of a waterfall. Data quality product development are collected with a questionnaire which further analyzed with techniques of qualitative, quantitative, and descriptive statistics inferensial. The subject is an expert on the contents of the test subjects, an expert in media studies, an expert in instructional design, three students to individual trials, twelve students to test small groups as well as thirty students for field test. Test effectiveness on this interactive multimedia using the t test. The research results indicate (1) the design of interactive multimedia development include: a) needs analysis, b) developed a Flowchart, c) develop Storyboards. (2) test subjects are content experts on qualification very good (percentage = 93.4 percent), test media experts are on a very good qualification (percentage= 94.3%), test design experts are on a very good qualification (percentage= 92,8%), the trials of individuals are on a very good qualifying percentage = (98%), the small group trials are on very good qualifications (percentage = 97%), and field test are on very good qualifications (percentage= 95,6%), and (3) to test the effectiveness of the t count (14, 973) greater than t table (2,002) showed a significant difference between the results of biological study before and after using interactive multimedia in students of Class XI-IPA 3.keyword : Development , waterfall model , Interactive Multimedia
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENDUKUNG BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 3 BANJAR ., Agus Dwi Santoso; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.301 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7730

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 3 Banjar adalah sumber belajar untuk menampung karya tulis siswa minim, hanya mengandalkan madding sebagai sarana publikasi. Hal ini mengakibatkan keterampilan menulis siswa rendah. Berdasarkan masalah tersebut dilakukan penelitian pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu: (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan Website Pembelajaran Interaktif Bahasa Indonesia melalui Blended learning, (2) untuk mendeskripsikan kualitas hasil validitas pengembangan Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) untuk mengetahui efektivitas Website Pembelajaran Interaktif yang dikembangkan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan model waterfall. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah, (1) rancang bangun Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia melalui Blended learning dengan model waterfall meliputi enam tahapan. (2) Website Pembelajaran Interaktif bahasa Indonesia yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran berpredikat sangat baik (94,66%), (b) hasil review ahli media pembelajaran berpredikat sangat baik (97,33%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran berpredikat sangat baik (93,33%), (d) hasil uji perorangan berpredikat baik (89,33%), (e) hasil uji kelompok kecil menunjukan Website Pembelajaran berpredikat baik (82,55%), (f) hasil uji lapangan berpredikat baik (81,58). (3) Efektivitas hasil pengembangan media Website Pembelajaran Interaktif menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 24,35 > ttabel = 1,999. berarti media Website Pembelajaran Interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kata kunci: pengembangan, waterfall, blended learning, Website The problems were found in SMP Negeri 3 Banjar is a learning resource to accommodate students' papers was still minimal, relying only madding as publication. This resulted in low student writing skills. Based on these problems, do research Website Development Interactive of Indonesian Learning to improve student learning outcomes. This study has three objectives, namely: (1) to describe the design development Website Interactive of Indonesian Learning through Blended learning, (2) to describe the quality of the validity of the development Website Interactive Learning developed according to the review experts and product trials on subjects Indonesian, (3) to determine the effectiveness of Interactive learning Website developed of Indonesian learning outcomes. This study uses a waterfall development model. The data collected in this study is quantitative data and qualitative data. The results of this study are as follows. The data collection is done by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of the data used is descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. (1) Website design Interactive of Indonesian Learning through Blended learning with waterfall development model includes six phases. (2) Website Interactive of Indonsian Learning was valid developed by: (a) the results of expert review of the course content is predicate excellent (94.66%), (b) the results of expert reviews predicate excellent learning media (97.33%), (c) the results of instructional design expert reviews predicate excellent (93.33%), (d) the results of individual testing predicate good (89.33%), (e) the trial results showed a small group of learning Website predicate well (82, 55%), (f) the results of field trials predicate either (81.58). (3) The effectiveness of the development of media Website Interactive Learning obtained indicate significance is t = 24.35> table = 1.999. Its means media Website Interactive Learning was effective in improving student learning outcomes.keyword : Key Word: development, waterfall, blended learning, Website
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS CD PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GANJIL DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Wayan Romi Sudhita, I Kade Dwi Ardika, Desak Putu Parmiti,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.517 KB)

Abstract

Sampai saat ini multimedia pembelajaran belum ada dan perlu dikembangkan untuk mata pelajaran IPAkelas VIII di SMP Laboraturium Undiksha Singaraja. Penelitian ini adalah penelitian pengembangandengan tujuan : 1) untuk menghasilkan rancang bangun proses pengembangan multimedia interaktif 2)mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif berbasis CD pembelajaran menurutreview para ahli dan uji coba produk. Model yang digunakan adalah model luther yang meliputi konsep,desain, pengumpulan bahan materi, pembuatan, percobaan dan distribusi. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah metode angket dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisisdeskriptif kualitatif. Subjek review terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran IPA, satu ahli mediapembelajaran, dan satu ahli desain pembelajaran, sedangkan subjek uji coba terdiri dari enam siswauntuk uji coba perorangan, dua belas siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan satu kelas (30 siswa)untuk uji coba lapangan.Hasil penelitian ini berupa CD pembelajaran IPA untuk kelas VIII di SMPLaboraturium Undiksha yang dibangun berdasarkan model pengembangan Luther . Hasil penelitianmenunjukkan (1) Kualitas media ditinjau dari isi materi pelajaran dengan persentase 90% (sangat baik).(2) Kualitas media ditinjau dari aspek media pembelajaran dengan persentase 88,57% (Baik). (3)kualitas media ditinjau dari aspek desain pembelajaran dengan persentase 90% (sangat baik). (4) Padauji coba perorangan dan uji coba lapangan termsuk kriteria sangat baik dengan persentase 93,58% dan90%. Sedangkan pada uji coba kelompok kecil termasuk kriteria baik dengan persentase 89,99%.Kata Kunci: pengembangan, multimedia interaktif, mata pelajaran IPA.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP ., I Putu Dalbo Manik Krishna; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.186 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menggambarkan rancang bangun media video pembelajaran, (2) untuk menguji validitas hasil pengembangan media video pembelajaran, berdasarkan review para ahli dan uji coba produk, dan (3) untuk mengetahui efektivitas pengembangan media video pembelajaran pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 4 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Hasil penelitian ini adalah: (1) deskripsi rancang bangun pengembangan video pembelajaran dengan prosedur pengembangan model Hannafin dan Peck; (2) validitas video pembelajaran menurut ahli isi sebesar 92,% pada kualifikasi sangat baik, ahli desain sebesar 89,75% pada kualifikasi baik, ahli media sebesar 88,6% pada kualifikasi baik, hasil uji perorangan sebesar 95,06 % pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil sebesar 94,5% pada kualifikasi baik, hasil uji lapangan sebesar 93,46% pada kualifikasi sangat baik; (3) efektivitas video pembelajaran menunjukan hasil thitung (13,8) > ttabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran pada siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 4 Singaraja. Dengan demikian media video pembelajaran yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, Hannafin & Peck This research was conducted based on a problem of the low achievement of student learning which is caused by the lack of interesting learning media which is able to attract the students attention. The research aimed at; (1) describing about the development of video as a lerning media; (2) testing the validity result of video as a learning media, which have been developed based on review of experts and product trials; and (3) to determine effectivity of video as a lerning media toward the learning outcomes of science for VIII graders of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 4 Singaraja. This research was research and development by using Hannafin and Peck model. The data was collected by using the method of recording documents, questionnaires, and written test. There were several intruments used in data collection, such as: documents recording sheet, questionnaire, and objective tests. The result of the research were: (1) description of video as a lerning media design with development Hannafin and Peck model; (2) validity of video as a learning media based on the experts of evaluation showed that 92% in the category of very good, the result of expert design showed that 89,75% in the good category, the result of expert media showed that 88,75% in the good category, from personal try out the result showed that 95,06% in the very good category of small group try out showed that 94.5% in the category of very good; (3) effectivity of video as a lerning media show thitung (13,8) > ttabel (2,00), so H0 rejected and H1 accepted. It means, there was significant differences Science learning outcomes before and after using video as a learning media in science subject grade VIII on second semester of academic year 2014/2014 in SMP Negeri 4 Singaraja. Thus developed video as a learning media effectively to improve science learning outcomes.keyword : development, video as a learning, Hannafin & Peck
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI DI SMAN 2 TABANAN ., Ni Kade Ayu Nita Yustari; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.033 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia masih ada di bawah nilai ketuntasan minimal, cara mengajar guru yang masih dominan menggunakan metode ceramah, dan kurangnya waktu untuk menyampaikan materi di dalam kelas. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan pengembangan media pembelajaran E-Learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas XI semester genap di SMAN 2 Tabanan, untuk mengetahui kualitas media menurut review para ahli dan uji coba produk, dan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media setelah dilakukan review para ahli dan uji coba produk. Model penelitian yang digunakkan adalah model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian pengembangan adalah Observasi, wawancara, pencatatan dokumen, kuisioner, dan test. Penelitian ini melalui tahap desain yang menghasilkan flowchart dan stoyboard. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) aspek isi mata pelajaran termasuk kriteria sangat baik (persentase 92%), (2) aspek desain produk termasuk kriteria baik (persentase 89,3%), (3) aspek media termasuk kriteria sangat baik (persentase 93,3%), (4) uji coba perorangan termasuk kriteria baik (persentase 87,53%), (5) uji coba kelompok kecil termasuk kriteria baik (persentase 86,1%), dan (6) uji coba lapangan termasuk kriteria baik (persentase 83%). Secara umum media ini tidak perlu direvisi dan dinyatakan valid. Uji keefektivan menunjukan bahwa t hitung 10,19 dan lebih besar dari t table yaitu 2,00, sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran E-Learning dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran untuk pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI.Kata Kunci : Pengembangan, E-Learning, Bahasa Indonesia The problem in research is student’s scores in Indonesian course is still under than minimum completeness, teacher’s way to teach mostly using speech way, and need more time share subject in class. The study aims to describe the design of the development of E-Learning instructional media on Indonesia subjects for eleven grade, second semester of SMAN 2 Tabanan. To determine the quality of the media according to the eviews of experts and product testing, research model that is in use is the ADDIE (analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) development of observation, interviews, recording of documents, quetionnaies, and tests. This research was designed wich made flowchart and storyboard. Tests phase, namely the instrument validity test, reliability tests, the power difference, level a tests, prerequisite test qualitative, quantitative, and inferential statistical analysis. The results showed (1) aspects of the course content including excellent criteria (percentage of 92%), (2) aspects of product design including both citeria (percebtage of 89,3%). (3) aspects of the media including excellent criteria (percentage of 93,3%), (4) individual trials included both criteria (presentage 87,53%), (5) a small group trials including both criteria (percentage of 86,1%), and (6) field trials including both criteria (presentage of 82,79%). In general, revition is not needed for this media and it is valid, eficiency test show that t number of 10,19 is larger than t table wich is 2,00, therefoe we can conclude that e-learning media research can be used as supporting media for bahasa in XI grade. keyword : Development, E-Learning, Indonesian
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA ULAR TANGGA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Kadek Urip Kurniawan; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.894 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7775

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan tercermin pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia ular tangga; (2) menguji validitas hasil pengembangan multimedia ulartangga; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia ular tangga terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Prosedur pengembangan mengacu pada model yang dipilih. Pengambilan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket, dan tes objektif. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 95% pada kualifikasi sangat baik.Hasil uji perorangan sebesar 94,7% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 95,5% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 94,6% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan media (82,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (52,00). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 6 Singaraja ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia ular tangga efektif digunakan dalam pembelajaran IPA kelas VIII.Kata Kunci : pengembangan, multimedia, hannafin & peck This research was motivated by problems of the low quality of education reflected in lower student learning outcomes caused by lack of use of instructional media. This study aims to (1) describe the design of multimedia development snakes and ladders; (2) test the validity of the results ulartangga multimedia development; and (3) determine the effectiveness of the use of multimedia development snakes and ladders on learning outcomes Junior High School eighth grade science students. Research using the model of development Hannafin and Peck. The procedure refers to the development of the model chosen. Data collection was performed by the method of recording documents, questionnaires and tests. Data collection instruments used recording sheet documents, questionnaires / questionnaire, and objective tests. The results of expert evaluation of the content of 90% on the excellent qualifications. Expert design by 89% on qualifying well. Expert media by 95% on a very qualified individual test baik.Hasil of 94.7% and a small group of test results of 95.5% respectively in qualifying was very good, as well as field test results of 94.6% on the excellent qualifications so media as valid to be tested. Calculation of learning outcomes t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. IPA student learning outcomes after using the media (82.67) is higher than before using the media (52.00). Thus, a study done in SMPN 6 Singaraja it can be concluded that the use of multimedia snakes and ladders effectively used in science learning in class VIII.keyword : development, multimedia, Hannafin & peck
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATERI BERBICARA MELALUI TELEPON DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS III SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 2 SUKADANA KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM I Kadek Suartama, Ni Kadek Wedawati Wahyuni, I Dewa Kade Tastra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.393 KB)

Abstract

Video pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III di SD Negeri 2 Sukadanaadalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitianadalah untuk mendeskripsikan desain dan kualitas hasil pengembangan video pembelajaran.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Tahapannyameliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap uji coba, produkdivalidasi melalui tinjauan oleh para ahliu dan uji coba produk kepada peserta didik. Analisis datayang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian iniadalah deskripsi desain dan kualitas hasil pengembangan video pembelajaran pada mata pelajaranBahasa Indonesia kelas III semester genap di SD Negeri 2 Sukadana. Desain video pembelajaranterdiri dari 5 tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kualitas hasilpengembangan video pembelajaran diperoleh berdasarkan data dari angket yang kemudian dianalisissecara deskriptif kuantitatif dan dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Tinjauan ahliisi mata pelajaran mencapai 93,3% katagori sangat baik, tinjauan ahli desain pembelajaran mencapai85,7% katagori baik, tinjauan ahli media pembelajaran mencapai 86,6% katagori sangat baik, uji cobaperorangan mencapai 97,83% katagori sangat baik, uji coba kelompok kecil mencapai 97,16%katagori sangat baik, dan uji coba lapangan mencapai 96,6% katagori sangat baik.Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, bahasa Indonesia
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW (THINK, TALK, WRITE) BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA ., Gede Satya Narendra Arya; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.808 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII di SMP N 3 Sawan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) dengan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian yaitu seluruh kelas VIII di SMP Negeri 3 Sawan yaitu kelas VIII.A1 sampai dengan kelas VIII.A8 yang totalnya berjumlah 242 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara random sampling dengan teknik undian. Dari hasil pengundian tersebut didapat kelas VIII A.5 dengan 35 orang siswa untuk kelas eksperimen dan kelas VIII.A7 dengan 32 orang siswa sebagai kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 173,25 Harga t tabel taraf signifikasi 5% adalah 1,980. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indoensia antara kelompok siswa belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang belajar mengunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think,Talk,Write) berbantuan multimedia interaktif (26,77) lebih tinggi daripada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional (19,84). Dapat disimpulkan model pembelajaran tipe TTW (Think, Talk, Write) berperngaruh terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci : TTW (Think,Talk,Write), Hasil Belajar, dan Multimedia This study aims at finding a significant difference on the results of eight grade students’ Bahasa Indonesia learning outcomes in SMP N 3 Sawan between a group of students treated cooperative learning model TTW (Think, Talk, Write) and another group of students dealing with conventional learning models. The population was the entire class VIII of SMP Negeri 3 Sawan, namely from Class VIII.A1 to Class VIII.A8 which amounted to 242 students. The sampling is done by lottery random sampling. From the results of the draw, it was obtained that A.5 Class VIII consisting of 35 students was the experimental class and Class VIII.A7 consisting of 32 students was the control class. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. From the learning outcomes it was acquired that the result of t observed was 173.25. The value of t table in significance level 5% was 1.980. Therefore, the value of t observed was bigger in amount than the one in t table, so that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, there was a significant diversity to the Bahasa Indonesia learning results between a group of students treated interactive multimedia-assisted cooperative learning model type TTW (think, talk, write) and another group given conventional learning model on students of eighth grade second semester in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015. The average score of the learning results of experimental students was higher in amount (26.77) than the control class (19.84). Therefore, it could be concluded that the learning the TTW (Think, Talk, Write) learning model affects students’ learning results.keyword : experimental, interactive multimedia, TTW method, Bahasa Indonesia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Mohammad Akhyar Maulana; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.883 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP Negeri 3 Singaraja adalah tujuan pembelajaran IPS belum tercapai secara maksimal. Hasil belajar IPS yang diperoleh sebagian besar siswa belum mencapai KKM yang ditentukan oleh sekolah, sehingga dilakukan penelitian produk multimedia pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran IPS, (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran IPS menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektifitas pembelajaran dengan menggunakan multimedia pembelajaran IPS. Desain multimedia pembelajaran diproduksi dengan merancang flowchart dan storyboard sebagai dasar merancang produk multimedia pembelajaran IPS. Validasi media dilakukan oleh satu ahli bidang studi, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 30 siswa uji coba lapangan. Efektivitas pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan desain penelitian pretest dan posttest. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran, mulai dari langkah membuat konsep atau rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan pemasaran; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa. Hasil validasi media dilakukan oleh: (1) ahli isi mata pelajaran 92,85%; (2) ahli desain pembelajaran 93,84%; (3) ahli media pembelajaran 90,67% yang ketiganya ada pada kategori sangat baik serta (4) uji coba perorangan 91,3% dengan kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil 89,9%, dan uji coba lapangan 87,6% yang keduanya ada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 12,870 > ttabel = 2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran.Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, IPS The problem which is found at SMP Negeri 3 Singaraja is the aim of IPS subject wasn’t reach maximally. The learned result that gain by half of the student can’t reach the KKM that decided at that school, so do IPS multimedia learning product research. This research is development research that aims to: (1) describe the design of learning multimedia for IPS subject, (2) determine the quality of learning multimedia development for IPS Subject by expert review and testing product, (3), examine the learning effectiveness by using IPS learning multimedia. The design of learning multimedia produced by planning flow chart and storyboard as a basic of planning learning multimedia . Validation is done by a course content expert, the instructional design expert, an expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials a small group of students, and 30 students field trials. The learning effectiveness done by 30 students using pre-test and post-test design. Data were collected by questionnaire and tests with questionnaire instrument and learning result test using objective test. Analyzed using descriptive qualitative, quantitative and inferential statistics/inductive t-test. The result of this development research is (1) a description of learning multimedia development design, start from the steps of making design, design product, collect product material, assembly the product, testing the product and distribution; (2) the quality of media development result by expert review and students. The validation media result done by: (1) the expert subject matter content 92.85%; (2) instructional design expert 93.84%; (3) instructional media experts 90.67% that three of them is in very good category and (4) individual trials 91.3% with very good category, small test group 89.9%, and 87.6% field trials that both exist in good categories. The effectiveness of learning multimedia development results obtained indicate significance is tcount = 12.870> table = 2.000. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after use learning multimedia.keyword : development, learning multimedia, IPS

Page 6 of 84 | Total Record : 835