cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Hastari, Gusti Ayu Wina; Agung, A. A. Gede; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.20006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar IPS siswa kelas VIII A di SMP Negeri 2 Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui proses pengembangan E-Modul berpendekatan kontekstual (2)mengetahui validitas dari E-Modul berpendekatan kontekstual (3)mengetahui efektifitas E-Modul yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Hannafin and Peck. .Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa skor pretest, posttest dan kualitatif berupa saran, masukan dan kritik perbaikan media.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) pengembangan e-modul dengan model Hannafin and Peck meliputi tiga tahapan yaitu penilaian kebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi. (2) e-modul berpendekatan kontekstual yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (94,20%), (b) hasil review ahli e-modul menunjukkan produk berpredikat sangat baik (98%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan e-modul berpredikat baik (88,80%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan e-modul berpredikat sangat baik (91,79%), (91,11%) dan (90,19%). (3) e-modul yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPS. Ini berarti bahwa e-modul terbukti efektif secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar IPS.Kata-kata kunci: E-Modul, Kontekstual, Hannafin & Peck, pengembangan
PENGEMBANGAN MEDIA WALL CHART UNTUK MENSTIMULASI ASPEK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK RA ATH – THOORIQ KELOMPOK B TAHUN PELAJARAN 2018-2019 Apriliani, Fitri; Pudjawan, Ketut; Mahadewi, Luh Putu Putrini
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.20007

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran hanya menggunakan majalah sehingga anak merasa jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui rancang bangun pengembangan media media wall chart (bagan dinding), (2) mengetahui hasil validasi media wall chart (bagan dinding), (3) menguji efektivitas media wall chart (bagan dinding) dalam menstimulasi perkembangan kognitif anak RA Ath-Thooriq kelompok B tahun pelajaran 2018-2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, metode pencatatan dokumen, kuesioner dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Rancang bangun media wall chart melalui tahap pengembangan ADDIE meliputi lima tahapan, yaitu (a) analysis (analisis), (b) design (perancangan), (c) development (pengembangan), (d) implementation (implementasi), (e) evaluation (evaluasi). (2) Hasil dari validasi media Wall chart (bagan dinding) berdasarkan dari hasil review ahli dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi, desain pembelajaran, dan media pembelajaran yaitu 92,30%, 94,28%, dan 97,33%. Berdasarkan dari hasil uji coba produk dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan yaitu 92,66%, 95% dan 98,81%. (3) efektivitas wall chart menunjukkan rata-rata nilai pre-test 33,52 dan nilai post-test 40,69. Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung (9,521) > ttabel (2,015) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan media wall chart (bagan dinding) tema “Negaraku”. Dengan demikian, media wall chart efektif meningkatkan aspek perkembangan kognitif siswa RA Ath-Thooriq Kelompok B.Kata kunci: ADDIE, Pengembangan, Wall Chart
PENGEMBANGAN ELEKTRONIK MODUL BERBASIS PROYEK MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Artiniasih, Ni Ketut Suci; Agung, A. A. Gede; Sudatha, I Gde Wawan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.20008

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas VIII B di SMP Negeri 4 Negara adalah kurangnya bahan ajar yang dapat membelajarkan siswa secara mandiri. Bahan ajar yang digunakan hanyalah buku cetak yang isinya didominasi oleh sajian teks saja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengembangan E-Modul berbasis Proyek, (2) mengetahui validitas E-Modul berbasis Proyek, (3) mengetahui efektivitas E-Modul berbasis Proyek. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan model pengembangan adalah model Hannafin and Peck. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistic inferensial (uji-t). Hasil penelitian (1) Rancang bangun E-Modul IPA berbasis Proyek dengan model Hannafin and Peck meliputi tiga tahapan: (a) tahap analisis, (b) tahap perancangan, (c) tahap pengembangan dan implementasi. (2) E-Modul IPA berbasis Proyek valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan E-Modul IPA berbasis Proyek berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli EModul menunjukkan produk berpredikat baik (86,95%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan E-Modul IPA berbasis Proyek berpredikat sangat baik (97,50%), (d) hasil uji perorangan menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (95,13%), hasil uji kelompok kecil menunjukkan E-Modul berpredikat sangat baik (94,40%). Hasil uji lapangan menunjukkan produk berpredikat sangat baik (96,13%). (3) E-Modul IPA berbasis Proyek yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (t hitung = 24,49 > t tabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5%).Kata kunci: E-Modul, berbasis Proyek, Hannafin and Peck, Pengembangan, Skala Konveksi
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN EDUKATIF TEKA-TEKI SILANG BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATA PELAJARAN IPS Wulan, Ni Putu Jati Dinar; Suwatra, Ignatius I Wayan; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.20009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk menggambarkan rancang bangun pengembangan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan yang dikembangkan, (2) untuk mengetahui validitas pengembangan permainan edukatif berorientasi pendidikan karakter, (3) untuk mengetahui efektivitas pengembangan permainan edukatif berorientasi pendidikan karakter. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu: (1) wawancara, dan (2) pencatatan dokumen, dan (3) metode kuisioner, dan (4) tes obyektif tipe pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. (1) Rancang Bangun Permainan Edukatif Teka-teki Silang Berorientasi Pendidikan Karakter meliputi 5 tahapan: tahap Analisis (Analysis), Tahap perancangan (Design), Tahap pengembangan (development), Tahap Implementasi (implementation), Tahap evaluasi (evaluation). (2) permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (100%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (96,92%), (c) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (91,66%), (d) hasil review uji coba perorangan menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (92,58%), (e) hasil review uji coba kelompok kecil menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berpredikat sangat baik (94,31%), (f) hasil review uji coba lapangan menunjukkan permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter berpredikat sangat baik (93,33%). (3) permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPS (t hitung = 2,105 untuk db = 58 dan taraf signifikan 5% t tabel = 1,67155). Hal ini terlihat dari adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan setelah menggunakan media permainan edukatif teka-teki silang berorientasi pendidikan karakter dengan rerata skor mengalami peningkatan hingga 39,85 %Kata-kata kunci: Pendidikan Karakter, Permainan Edukatif, Teka-teki Silang
PENGEMBANGAN VIDEO MATEMBANG SEKAR ALIT BERBASIS MODEL DIRECT INSTRUCTION DI SMP NEGERI 5 SINGARAJA Yudha, I Gusti Ngurah Parama Kusuma; Pudjawan, Ketut; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20198

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di kelas VII semester genap di SMP Negeri 5 Singaraja yaitu rendahnya kemampuan matembang Sekar Alit. Hal ini disebabkan oleh: kurangnya media, desain pembelajaran kurang sesuai, serta adanya faktor lain. Maka dikembangkan video matembang Sekar Alit berbasis model Direct Instruction. Tujuan penelitian untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun video yang dikembangkan, (2) mengetahui kualitas video yang dikembangkan, serta 3) mengetahui efektivitas video yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan: model Waterfall. Metode pengumpulan data: (1) metode angket dan (2) tes. Teknik analisis data: teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian: (1) Rancang bangun video dibuat dalam naskah video. Naskah video ini diwujudkan menjadi melalui tahapan model pengembangan Waterfall. (2) Kualitas video matembang berdasarkan penilaian ahli isi yaitu 78% dengan kualifikasi baik. Berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran, diperoleh persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik. Penilaian ahli desain pembelajaran, diperoleh persentase 82.85% dengan kualifikasi baik. Persentase dari hasil uji perorangan yaitu 89.06% dengan kualifikasi baik. Hasil uji kelompok kecil diperoleh 90.11% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan diperoleh 89.16% dengan kualifikasi baik. (3) Efektivitas video yang dikembangkan diperoleh hitung =18.73, lebih besar dari ttabel yaitu 1.960. Hal ini berarti efektif untuk meningkatkan kemampuan matembang siswa. Simpulan penelitian: (1) Rancang bangun video dibuat dalam format naskah video. Pengembangan naskah video menjadi produk dilakukan melalui tahapan model pengembangan Waterfall. (2) Kualitas video berdasarkan uji ahli dan uji coba produk yaitu sudah baik (valid). (3) Video matembang Sekar Alit efektif untuk meningkatkan kemampuan matembang Sekar Alit siswa.Kata-kata kunci: matembang, pengembangan, Sekar Alit, video.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SMP Sudarwati, Ni Ketut Ari; Sudarma, I Komang; Pudjawan, Ketut
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20199

Abstract

Penelitian Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri, (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri (3) mengetahui efektifitas multimedia pembelajaran interaktif berbasis inkuiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Hannafin and Peck. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara, angket/kuesioner, dan tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Adapun hasil evaluasi menunjukkan bahwa (1) ahli isi mata pelajaran 91% berada pada kualifikasi sangat baik, (2) ahli desain pembelajaran sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik, (3) ahli media pembelajaran sebesar 91% berada pada kualifikasi sangat baik, (4) uji coba perorangan sebesar 94,2% berada pada kualifikasi sangat baik, (5) uji coba kelompok kecil sebesar 90,2% berada pada kualifikasi sangat baik, dan (6) uji coba lapangan sebesar 90,1% berada pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji. Pada uji efektivitas multimedia pembelajaran interaktif menunjukkan hasil t-hitung (9,22) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Dengan demikian multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPAKata-kata kunci: pengembangan, multimedia, inkuiri, hannafin dan peck
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Sawan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng Astawa, Made Yogi Budi; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20202

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini adalah kurang efektifnya multimedia pembelajaran pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam kelas VIII semester II tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPA kelas VIII SMP, (3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII semester II di SMP Negeri 2 Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C3 dan VIII D3 SMP Negeri 2 Sawan masing-masing sebanyak 28 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut. (1) Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran ini terdiri dari lima tahap yaitu: a) analisis, b) perancangan, c) pengembangan, d) implementasi, e) evaluasi. (2) Kualitas multimedia pembelajaran IPA berdasarkan hasil evaluasi ahli isi 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 87,27% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 96,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 91,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 91,4% berada pada kualifikasi sangat baik. (3) Uji efektifitas menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran pada siswa kelas VIII D3 semester II di SMP Negeri 2 Sawan.Kata kunci: Pengembangan, multimedia pembelajaran, model ADDIE
PENGEMBANGAN LKS IPA BERMUATAN KARAKTER DENGAN SETTING GUIDED INQUIRY DI SD NEGERI 1 ASTINA Purniasih, Komang Rian; Pudjawan, Ketut; Mahadewi, Luh Putu Putrini
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20204

Abstract

Penelitian Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan LKS bermuatan karakter, (2) mendeskripsikan validitas hasil pengembangan LKS bermuatan karakter (3) mengetahui efektifitas LKS bermuatan karakter. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara, laporan pencatatan dokumen, angket/kuesioner, dan tes objektif. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rancangan pengembangan LKS IPA bermuatan karakter model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi, (2) Hasil validitas produk yang diperoleh menyatakan LKS bermuatan karakter sudah valid dari review para ahli dan uji coba pengguna dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran IPA menunjukkan LKS berpredikat sangat baik (91,91%), (b) hasil review ahli media menunjukkan LKS berpredikat sagat baik (90%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan LKS berpredikat sangat baik (96%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan LKS berpredikat baik (88,33%), sangat baik (90%) dan baik (86%). (3) Pada uji efektivitas LKS bermuatan karakter menunjukan hasil t-hitung (19,96) > t-tabel (2,00). Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan LKS bermuatan karakter. Dengan demikian LKS yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA.Kata-kata kunci: pengembangan, LKS IPA, bermuatan karakter
ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) UNTUK IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 3 BANJAR JAWA KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Riana, I Gede Arnawa; Agung, A. A. Gede; Parmiti, Desak Putu
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): March
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i1.20208

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP adalah belum dilengkapi KI-1 dan KI-2 pada indikator dan guru belum merevisi beberapa RPP sesuai Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pendapat guru mengenai RPP untuk implementasi kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013, (3) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013, dan (4) untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan dalam mengembangkan RPP untuk implementasi kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas rendah yang berjumlah 3 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendapat guru mengenai RPP berada pada kategori sedang (75,9), (2) kesesuaian isi RPP yang dikembangkan guru dengan implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang (76,2), (3) kendala yang dihadapi guru dalam mengembangkan RPP yaitu guru mengalami kesulitan dalam merancang langkah pembelajaran pada kegiatan inti karena terlalu banyak dituntun untuk mengamati, dan (4) permasalahan guru dalam mengembangkan RPP dapat diatasi dengan cara mengisi diri dengan menambah wawasan melalui kegiatan workshop terkait implementasi kurikulum 2013, tanggap terhadap informasi dan sering berbagi informasi terkait kurikulum 2013 dengan guru lainya maupun dengan kepala sekolah. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kualitas RPP yang dikembangkan guru untuk implementasi kurikulum 2013 berada pada kategori sedang.Kata Kunci: RPP, kurikulum 2013
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TUTORIAL INTERAKTIF SUMBER DAYA ALAM DAN TEKNOLOGI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN 3 BANYUASRI Gama, I Gede Balik Sutama; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Jampel, I Nyoman
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): March
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i1.20209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia tutorial interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia tutorial interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, dan (3) mengetahui efektivitas multimedia tutorial interaktif pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Efektivitas multimedia dilakukan oleh 18 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia tutorial interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 83,3% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 87,8% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 91,9% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 93% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 92,4% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung=14,7914 > ttabel=2,032. Dengan demikian multimedia tutorial interaktif ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 3 Banyuasri.Kata kunci: ADDIE, IPA, penelitian pengembangan, tutorial interaktif