cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SMP SARASWATI SINGARAJA ., Made Dedy Sumardana; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8534

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology pada mata pelajaran IPA kelas VIII Di SMP Saraswati Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) mengetahui kualitas media e-learning berbasis schoology dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media e-learning berbasis schoology. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin & Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII A. sebanyak 22 orang. Validasi data terdiri dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistic inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) Rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology terdiri dari tiga fase, yakni fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan implementasi. (2) Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi baik (88%), hasil evaluasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (88%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil ujian perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (87,8 %), dan hasil uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (95,1%). (3) perhitungan hasil uji efektivitas diperoleh nilai rerata pre-test (54,33) lebih kecil dari nilai Post-test (80,33) dan t-hitung (20,800) lebih besar dari harga t-tabel (2,000) pada taraf signifikansi 5% sehingga H0 diolak dan H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA sebelum dan sesudah menggunakan media e-learning berbasis schoology. Dengan demikian dapat disimpulkan media e-learning berbasis schoology efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Saraswati Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Pengembangan media e-learning berbasis schoology , IPA This development study aims to: (1) describe the design of the development of e-learning-based media Schoology in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja In Academic Year 2016/2017, (2) know the quality of e-learning-based media Schoology and (3) determine the effectiveness of the use of media-based e-learning Schoology. Research using the model of development Hannafin & Peck. The study involved a class VIII student of A. as many as 22 people. Validation of data consisting of experts of the course content, instructional design experts, media expert learning, test individual, small group testing, and field testing. Data collection method used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results of this study were (1) The design of the development of e-learning-based media Schoology consists of three phases, namely the requirement analysis phase, design phase, as well as the development and implementation phases. (2) The results of the expert evaluation of the content of the subjects that are in good qualification (88%), the results of the expert evaluation of instructional design that are in excellent qualifications (88%), the results of the expert evaluation of instructional media that are in excellent qualifications (92%), exam results individuals are in excellent qualifications (92%), small groups of test results that are in good qualifications (87.8%), and field test results are in excellent qualifications (95.1%). (3) The calculation of the effectiveness of the test results obtained by the average value of the pre-test (54.33) is smaller than the value of the Post-test (80.33) and the t-count (20,800) is greater than t-table (2,000) at the significance level 5% so diolak H0 and H1 accepted. This means there is a significant difference between the results of learning science before and after using e-learning-based media Schoology. It can be concluded media e-learning-based Schoology effectively to improve student learning outcomes in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja in the academic year 2016/2017. keyword : Development of e-learning-based media Schoology, IPA
ANALISIS BERITA WARTA SIANG SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN RADIO TERHADAP MASALAH-MASALAH AKTUAL PENDIDIKAN PADA RRI SINGARAJA ., Megawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i3.8542

Abstract

Tingkat kepedulian RRI Singaraja terhadap masalah-masalah pendidikan relatif rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kepedulian berita warta siang sebagai bentuk kepedulian radio terhadap masalah-masalah aktual pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja; dan (2) mengetahui wujud kongkret kepedulian warta siang sebagai bentuk kepedulian radio terhadap masalah-masalah aktual pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja. (3) Untuk mengetahui unsur-unsur anatomi berita pendidikan pada Radio Republik Indonesia Singaraja. Penelitian ini dilakukan di RRI Singaraja dari bulan 1 s/d 29 Februari 2016. Data tentang kepedulian RRI terhadap masalah-masalah aktual pendidikan dikumpulkan menggunakan pencatat dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) tingkat kepedulian siaran warta siang RRI Singaraja terhadap masalah-masalah aktual pendidikan berada pada urutan ke 2 dengan jumlah siaran sebanyak 38 berita atau sebesar 19%. Dari 9 jenis berita, termasuk prinsip masalah sosial, hal ini berarti tingkat kepeduliannya terbilang cukup. (2) Wujud kongkret masalah-masalah aktual pendidikan yang menjadi sorotan siaran warta siang RRI Singaraja didominasi oleh persoalan masalah kualitas/mutu (17.8%), masalah efektivitas dan efisiensi (19%), masalah relevansi (18.4%), dan masalah efektivitas dan efesiensi (20.4%). Dari hasil keseluruhan jumlah masalah-masalah aktual pendidikan sebesar (75.6%) dapat dikategorikan cukup, karena pada jenis berita pendidikan dan kesehatan jadi satu kategori sehingga pada jenis masalah pendidikan tidak 100% hasilnya. (3) Anatomi berita terdapat 30 berita siaran yang menyangkut masalah-masalah aktual pendidikan yang memenuhi syarat sebesar (87.2%) itu berarti, berita warta siang yang menyangkut masalah-masalah aktual pendidikan tidak semuanya memenuhi unsur-unsur anatomi, disebabkan tidak semua berita memenuhi syarat 5W+1H.Kata Kunci : analisis, berita, pendidikan, kepedulian, rri RRI Singaraja level of awareness to the problems of education is relatively low. Therefore, this study aims to (1) determine the level of awareness during the news bulletin on the radio as a form of concern for the actual problems of education in the Radio Republik Indonesia Singaraja; and (2) determine the concrete form of care as a concern during the news radio on the actual problems of education in the Radio Republik Indonesia Singaraja. (3) To know the elements of anatomy education news on Radio Republik Indonesia Singaraja. This research was conducted in RRI Singaraja from month 1 s / d February 29, 2016. Data on RRI concern to the actual problems of education were collected using a recording of documents and interviews. The study found that: (1) the degree of concern during the news broadcasts RRI Singaraja on actual problems of education was ranked second by the number of broadcast news as much as 38 or 19%. Of the nine types of news, including the principle of social problems, this means that the level of concern is quite. (2) Being a concrete actual problems of education in the spotlight broadcast news during the RRI Singaraja dominated by the issue of the quality problem / quality (17.8%), issues of effectiveness and efficiency (19%), issues of relevance (18.4%), and the issues of effectiveness and efficiency (20.4%). From the results of the overall number of actual problems of education (75.6%) can be considered sufficient, because the type of education and health news into one category so that the kind of education the problem is not 100% result. (3) Anatomy news, there are 30 news release concerning the actual problems of education are eligible for (87.2%) it means, the news bulletin afternoon concerning the actual problems of education are not all the elements of anatomy, because not all the news meet 5W + 1H requirements.keyword : analysis, news, education, awareness, RRI.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TUTORIAL INTERAKTIF SUMBER DAYA ALAM DAN TEKNOLOGI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN 3 BANYUASRI ., I Gede Balik Sutama Gama; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i3.8560

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun produk multimedia tutorial interaktif pada mata pelajaran IPA, (2) mengetahui kualitas produk multimedia tutorial interaktif menurut review ahli, dan uji coba yang dilakukan siswa, dan (3) mengetahui efektivitas multimedia tutorial interaktif pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Efektivitas multimedia dilakukan oleh 18 siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia tutorial interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 83,3% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 87,8% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 91,9% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 93% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 92,4% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung=14,7914 > ttabel=2,032. Dengan demikian multimedia tutorial interaktif ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN 3 Banyuasri.Kata Kunci : ADDIE, IPA, penelitian pengembangan, tutorial interaktif This research is motivated by the problems of the limitations of media that support the learning process. This research aims to (1) describe the design of products multimedia interactive tutorial in science subject, (2) know the quality of multimedia interactive tutorial presentations according to the expert review, and tests conducted on the students, and (3) know the effectiveness of multimedia interactive tutorials in science subject. This research is a developmental research. Research using ADDIE as a model of development. Validation is done by skilled multimedia course content, instructional design experts, media expert learning, individual testing, small groups trial, and field trials. Multimedia effectiveness conducted by 18 student research design of pre-test and post-test. Data were collected by interviews, recording documents, questionnaires and objective tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis, quantitative and inferential statistical t-test. The results of this study were (1) design development of interactive multimedia tutorials ranging from step analysis, design, development, implementation and evaluation; (2) the quality of the development of media according to the review expert and the student: a) expert learning content 93.3% are in the very good category; b) 83.3% of the instructional design experts are in good categories; c) 87.8% of instructional media experts are in good categories; d) individual testing 91.9% are in the very good category; e) small groups trial 93% are in the very good category; f) 92.4% field trials are in the very good category; (3) based on the hypothesis testing indicated that the price of t = 14.7914 > ttable = 2.032. Thus effective multimedia interactive tutorial to improve learning outcomes fourth grade science students at SDN 3 Banyuasri.keyword : ADDIE, natural science, research and development, interactive tutorial
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BUDAYA MASYARAKAT HINDU BALI KELAS IV SDN 3 BANJAR TEGAL ., Megasepa Duade Bekagema; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i3.8561

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pendidikan yang tercermin dari rendahnya mutu sumber daya manusia akibat dari kurangnya perhatian guru dalam kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media video pembelajaran; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) menguji keefektifan media video pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar Agama Hindu kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Hannafin dan Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif. Hasil review ahli isi sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 87,5% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 91,2% masing-masing pada kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 93,1% pada kualifikasi sangat baik sehingga kualitas media video ini dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Agama Hindu siswa setelah menggunakan media (87,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,42). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SD Negeri 3 Banjar Tegal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, Hannafin dan Peck. The background of this research was that education problem is reflected from low quality of human resource that is caused by lacking of teacher’s attention in the quality of learning process. This research aim to (1) describe the design of educational video development; (2) to know the quality of educational video development result; and (3) to test the effectivity of educational video towards enhancement in study result of Hindus Religion subject in class IV SD. This research is a development research using Hannafin and Peck model. Data collection is done using recording sheet document, questionnaire, and objective test. Review from the content expert resulted in 92% qualified as very good. Design expert review result is 89.3% qualified as good. Media expert review result is 87.5% qualified as good. Result from individual test is 93.3% and small group test is 91.2% both qualified as very good and the field test result is 93.1% also qualified as very good which imply that the quality of educational video can be used for further research. Calculation of the study result t is higher than t from the table so H0 rejected and H1 accepted. The students’ study result of Hindus Religion after using educational video as a media (87.50) is higher compared to the result before using media (55.42). Hence, this reseach that is conducted in SD Negeri 3 Banjar Tegal can be concluded that the use of educational video as media is effective to increase study result in Hindus Religion class IV subject.keyword : development, educational video, Hannafin and Peck.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERORIENTASI MODEL INKUIRI PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR UNTUK SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 SUKASADA. Metariawan, Gede; Pudjawan, Ketut; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.10456

Abstract

Penelitian ini diawali oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya kualitas media dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada, (2) Untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) Untuk mengetahui efektivitas dari hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket dan tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 97,5% kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 85,3% kualifikasi baik. Ahli media sebesar 89,3% kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,5% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 98,7% kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 89% kualifikasi baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji . Pada uji efektivitas media pembelajaran interaktif menunjukan hasil t-hitung (9,58) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran interaktif yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar.Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran Interaktif, ADDIE This research was initiated by the problems of thelow quality of education and low learning outcomes caused by the lack of quality media in the learning process. This study aims to: (1) To describe the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia at SMK Negeri 1 Sukasada, (2) to determine the quality of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia SMK Negeri 1 Sukasada according to the review experts and product trials, and (3) to determine the effectiveness of the results of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for grade X multimedia department at SMK Negeri 1 Sukasada. This type of research is the development of research using ADDIE development model. Data collection instruments used recording sheet documents, questionnaires / questionnaire and objective tests. Data analysis techniques used in this research is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of expert evaluation of the content of 97.5% excellent qualifications. Design expert at 85.3% well qualified. Media expert at 89.3% well qualified. Individual test results of 95.5% and a small group of test results by 98.7% excellent qualifications, as well as field test results was 89% better qualifications so as valid media to be tested. In the test the effectiveness of interactive learning media shows the results of t-test (9.58)> t-table (2.00), so that H0 and H1 accepted. This means, that there are significant differences between student learning outcomes before and after using instructional media. Thus developed an interactive learning media effectively to improve learning outcomes in subjects Basic Programming.keyword : development, interactive learning media, ADDIE
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TENTANG TUMBUHAN HIJAU PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N 3 TEGALCANGKRING Setiawan, I Made Dedi; Jampel, I Nyoman; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.10552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran IPA sebagai upaya pendukung meningkatkan minat dan proses pembelajaran, untuk mengetahui tahap-tahap pengembangan media, dan untuk mengetahui hasil validasi media pembelajaran berbasis macromedia flash yang dikemas dalam bentuk CD (compact disc) Interaktif, sesuai dengan hasil uji coba para ahli dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Luther. Validasi multimedia dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan dilakukan oleh 15 siswa. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 80% berada pada kategori baik; c) ahli media pembelajaran 81% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 93,3% berada pada kategori sangat baik; e) uji coba kelompok kecil 93,8% berada pada kategori sangat baik; f) uji coba lapangan 96,4% berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis ditunjukkan bahwa harga thitung=19,2372 > ttabel=2,048. Dengan demikian multimedia interaktif ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD N 3 Tegalcangkring. Kata Kunci : luther, pengembangan, multimedia interaktif, IPA This study aims to produce instructional media on science subjects as a support effort to increase interest and learning process, to know the stages of media development, and to know the validation of macromedia flash based learning media packaged in the form of CD (compact disc) Interactive With the results of expert trials and field trials. This development research uses Luther model. Multidimensional validation is done by subject matter experts, instructional designers, learning media specialists, individual trials, small group trials, and field trials conducted by 15 students. Data were collected by interview method, document recording, questionnaire and objective test. Data analysis used qualitative descriptive, quantitative and inferential statistical analysis / t-test inductive. The results of this research are (1) design of interactive multimedia development starting from step analysis, design, development, implementation and evaluation; (2) the quality of media development result according to expert and student's review are: a) content learning expert 92% are in very good category; B) 80% design learning experts are in good category; C) learning media experts 81% are in good category; D) 93.3% individual trials are in very good category; E) small group trials of 93.8% are in very good category; F) 96.4% field trials are in very good category; (3) based on the hypothesis test indicated that the price tcount = 19.2372> ttable = 2.048. Thus, interactive multimedia is effective to improve the learning outcomes of science students of grade V in SD N 3 Tegalcangkring.keyword : luther, development, interactive multimedia, natural science
PENGEMBANGAN MODUL BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MATA PELAJARAN IPADI SMP NEGERI 1 KERAMBITAN Pertami, Ni Putu Ari Wulan Dwi; Agung, Anak Agung Gede; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.11131

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 1 Kerambitan yaitu rendahnya hasil belajar IPA dengan nilai rata-rata 70. Rendahnya hasil belajar siswa diduga karena kurang adanya sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun modul berpendekatan kontekstual, (2) untuk mendeskripsikan validitas modul berpendekatan kontekstual,dan (3) untuk mengetahui efektivitas modul berpendekatan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Hannafin and Peck. Terdapat tiga metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu (1) metode wawancara, (2) metode angket/kuesioner, dan (3) metode tes. Data kevalidan uji ahli mata pelajaran, uji ahli desain pembelajaran, uji ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan yaitu produk bahan ajar modul, (2) kualitas hasil pengembangan menurut review ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 100%, ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik dengan persentase 88,24%, ahli media berada pada kategori sangat baik dengan persentase 90,91%, uji coba perorangan pada kategori sangat baik dengan persentase 91,11%, uji coba kelompok kecil pada kategori sangat baik dengan persentase 90,62%, dan uji coba lapangan pada kategori sangat baik dengan persentase 90,29%, dan (3) hasil pengembangan modul menunjukan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 8,32 > ttabel = 2,00. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul.Kata Kunci : pengembangan, modul, pendekatan kontekstual, ipa. The problems founded in SMP Negeri 1 Kerambitan was lowed learning outcomes in science subject with score average 70. That lowed students learning outcomes allegedly due to lack of learning resources to support an effective learning process. Therefore research was aimed at (1) describing the prototype of contextual approached module, (2) describing the validity of contextual approached module, and (3) knowing the effectiveness of contextual approached module. The Hannafin and Peck’s development research model was used. The methods applied in collecting the research data were interview, questionnaire, and tests. The validity of data was tested by the subject expert test, the learning design expert test, the learning media expert test, the individual test, the small group test, and the field test, which all were conducted by questionnaire. The collected data was analyzed by descriptive qualitative, descriptive quantitative and inferential statistic analysis methods. The results are (1) the description of the development prototype product which is a module of teaching materials, (2) the quality of the developed product according to the review of the subject expert is at very good category with a percentage of 100%, the learning design expert rates it at good category with a percentage of 88,24%, the media expert’s review rates it at very good category with a percentage of 90,91%, the individual test rates it at very good category with a percentage of 91,11%, the small group test rates it at very good category with a percentage of 90,62%, and the field test rates it at very good category with a percentage of 90,29%; and (3) the developed module shows a significance of tcount = 8,32 > ttable = 2,00 which indicates that there is a significant difference in student’s learning achievement before and after the application of the module. keyword : development, module, contextual approach, science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERORIENTASI PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SEKOLAH DASAR MUTIARA SINGARAJA Diartha, Pande Made Pradnya; Sudarma, I Komang; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.19969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran pada mata pelajaran IPA sebagai upaya meningkatkan minat dan proses pembelajaran, untuk mengetahui tahap-tahap pengembangan media, dan untuk mengetahui hasil validasi multimedia pembelajaran, sesuai dengan hasil uji coba para ahli dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementasi, evaluation). Subjek validasi multimedia pembelajaran ini adalah satu orang ahli isi pembelajaran, satu orang ahli desain pembelajaran, satu orang ahli media pembelajaran, 3 orang siswa uji coba perorangan, 5 orang siswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang siswa uji coba lapangan. Efektivitas multimedia pembelajaran dilakukan oleh 27 orang siswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Berdasarkan tes objektif yang diberikan pada saat pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 50,56 dan nilai rata-rata post-test sebesar 87,778. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pencatatan dokumen, dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan multimedia interaktif mulai dari langkah analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi; (2) Validitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 98% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 93,33 % berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 92,72% berada pada kategori sangat baik; d) uji coba perorangan 89% berada pada kategori baik; e) uji coba kelompok kecil 95,2% berada pada kategori sangat baik; f) dan uji coba lapangan 96,4% yang berada pada kategori sangat baik; (3) berdasarkan uji hipotesis diperoleh bahwa harga t hitung = 15,039 > t tabel = 2,006. Dengan demikian multimedia pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SD Mutiara Singaraja.Kata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATEMATIKA BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL KELAS 3 SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAKET AGUNG Nugraha, Gusti Ngurah Satria; Tegeh, I Made; Sudarma, I Komang
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.19972

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat cepat menyebabkan perubahan kecenderungan gaya belajar dari masa ke masa. Generasi Z dan generasi Alpha merupakan anak yang tumbuh di era kemajuan teknologi yang masif, namun sampai saat ini proses pembelajaran masih sangat jarang mengadopsi kemajuan teknologi sehingga media-media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran masih sangat konvensional sehingga menyebabkan kurangnya minat belajar siswa dan tidak tecapainya hasil belajar siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal, (2) mengetahui kualitas produk hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal, (3) mengetahui efektivitas produk hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal. Analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial (uji-t). (1) Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. (2) Multimedia Pembelajaran Interaktif berorientasi Kearifan Lokal dinyatakan valid melalui: (a) review ahli isi mata pelajaran memperoleh hasil sangat baik (94,6%), (b) review ahli desain pembelajaran memperoleh hasil sangat baik (96,6%), (c) review ahli media pembelajaran memperoleh hasil sangat baik (92,9%), (d) uji perorangan memperoleh hasil sangat baik (93,3%), hasil uji kelompok kecil memperoleh hasil sangat baik (94,4%). Uji lapangan memperoleh hasil sangat baik (94,3%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan multimedia pembelajaran interaktif berorientasi kearifan lokal efektif meningkatkan hasil belajar Matematika.Kata kunci: efektivitas, kearifan lokal, multimedia pembelajaran, pengembangan
PENGEMBANGAN ANIMASI PEMBELAJARAN BERBASIS MICROLEARNING PADA KELAS III SEKOLAH DASAR MUTIARA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Ariantini, Dessy; Sudatha, I Gde Wawan; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 7 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v7i1.19973

Abstract

Penggunaan dan pembelajaran bahasa Inggris menjadi suatu hal yang mutlak dipelajari bagi seseorang dalam merespon dan menghadapi tantangan yang muncul pada abad ke-21 ini. Kemampuan berbahasa menjadi sangat penting. Bagi guru yang mengampu mata pelajaran bahasa Inggris memang terasa mudah, akan tetapi sulit bagi siswa. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara agar materi bahasa Inggris dapat diterima siswa dengan baik dan maksimal, serta ada respon positif dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pengembangan animasi pembelajaran berbasis microlearning (2) mengetahui validitas pengembangan animasi pembelajaran berbasis microlearning, (3) mengetahui efektivitas animasi pembelajaran berbasis microlearning. Metode pengumpulan data menggunakan pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) animasi pembelajaran berbasis microlearning melalui tahap pengembangan ADDIE meliputi lima tahapan, yaitu (a) analysis, (b) design, (c) development, (d) implementation, (e) evaluation (2) animasi pembelajaran berbasis microlearning valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95,5%), (b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (93,3%), (c) hasil review ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (98,7%), (d) hasil uji coba perorangan dengan kualifikasi sangat baik (92,6%), hasil uji coba kelompok dengan kualifikasi sangat baik (90,9%), dan hasil uji coba lapangan dengan kualifikasi sangat baik (91,02%). 3) penggunaan animasi pembelajaran berbasis microlearning efektif meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada kelas III SD Mutiara Singaraja Tahun Pelajaran 2018/2019.Kata kunci: ADDIE, animasi pembelajaran, bahasa Inggris, microlearning, pengembangan.