cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SMP SARASWATI SINGARAJA ., Made Dedy Sumardana; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.114 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8534

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology pada mata pelajaran IPA kelas VIII Di SMP Saraswati Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) mengetahui kualitas media e-learning berbasis schoology dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media e-learning berbasis schoology. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin & Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII A. sebanyak 22 orang. Validasi data terdiri dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistic inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) Rancangan pengembangan media e-learning berbasis schoology terdiri dari tiga fase, yakni fase analisis kebutuhan, fase desain, serta fase pengembangan dan implementasi. (2) Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran berada pada kualifikasi baik (88%), hasil evaluasi ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (88%), hasil evaluasi ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil ujian perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), hasil uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (87,8 %), dan hasil uji lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (95,1%). (3) perhitungan hasil uji efektivitas diperoleh nilai rerata pre-test (54,33) lebih kecil dari nilai Post-test (80,33) dan t-hitung (20,800) lebih besar dari harga t-tabel (2,000) pada taraf signifikansi 5% sehingga H0 diolak dan H1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA sebelum dan sesudah menggunakan media e-learning berbasis schoology. Dengan demikian dapat disimpulkan media e-learning berbasis schoology efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Saraswati Singaraja tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Pengembangan media e-learning berbasis schoology , IPA This development study aims to: (1) describe the design of the development of e-learning-based media Schoology in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja In Academic Year 2016/2017, (2) know the quality of e-learning-based media Schoology and (3) determine the effectiveness of the use of media-based e-learning Schoology. Research using the model of development Hannafin & Peck. The study involved a class VIII student of A. as many as 22 people. Validation of data consisting of experts of the course content, instructional design experts, media expert learning, test individual, small group testing, and field testing. Data collection method used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis (t-test). The results of this study were (1) The design of the development of e-learning-based media Schoology consists of three phases, namely the requirement analysis phase, design phase, as well as the development and implementation phases. (2) The results of the expert evaluation of the content of the subjects that are in good qualification (88%), the results of the expert evaluation of instructional design that are in excellent qualifications (88%), the results of the expert evaluation of instructional media that are in excellent qualifications (92%), exam results individuals are in excellent qualifications (92%), small groups of test results that are in good qualifications (87.8%), and field test results are in excellent qualifications (95.1%). (3) The calculation of the effectiveness of the test results obtained by the average value of the pre-test (54.33) is smaller than the value of the Post-test (80.33) and the t-count (20,800) is greater than t-table (2,000) at the significance level 5% so diolak H0 and H1 accepted. This means there is a significant difference between the results of learning science before and after using e-learning-based media Schoology. It can be concluded media e-learning-based Schoology effectively to improve student learning outcomes in science subjects in class VIII SMP Saraswati Singaraja in the academic year 2016/2017. keyword : Development of e-learning-based media Schoology, IPA
PENGEMBANGAN MULTIMEDIAPEMBELAJARANMATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GANJIL DI SMPN 4 MENGWI KABUPATEN BADUNG TAHUNPELAJARAN 2012/1013 I Kadek Suartama, I Made Agus Satria Adi Putra, Ign. I Wayan Suwatra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.543 KB)

Abstract

Multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran IPA adalah salah satu media yang belumada dan perlu dikembangakan di SMPN 4 Mengwi. Tujuan penelitian yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan hasilvalidasi multimedia pembelajaran menurut review para ahli dan uji coba produk.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) modelMardika. Adapun tahapannya meliputi analisis kebutuhan, desain pembelajaran, produksimultimedia, validasi ahli, revisi, dan uji coba produk. Metode pengumpulan data yangdigunakan adalah metode pencatatan dokumen dan kuesioner. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalahdeskripsi proses rancang bangun dan hasil validasi multimedia pembelajaran pada matapelajaran IPA kelas VIII semester ganjil di SMPN 4 Mengwi. Proses rancang bangunmultimedia pembelajaran meliputi analisis kebutuhan, desain pembelajaran, produksimultimedia, validasi ahli, revisi, dan uji coba produk. Hasil validasi multimediapembelajaran diperoleh berdasarkan data dari angket, kemudian dianalisis secaradeskriptif kuantitatif dan hasilnya dikonversi ke dalam PAP skala 5. Hasil analisismenunjukkan: (1) menurut review ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangatbaik (92,86%), (2) menurut review ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik(83,07%), (3) menurut review ahli media pembelajaran berada pada kategori baik(85,21%), (4) uji coba perorangan berada pada kategori sangat baik (90%), (5) uji cobakelompok kecil berada pada kategori baik (87,03%), dan (6) uji coba lapangan beradapada kategori sangat baik (91,04%). Oleh karena itu dari hasil validasi ahli dan uji cobaproduk, multimedia pembelajaran ini sudah layak dipakai sebagai fasilitas belajar dikelas.Kata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, IPA.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Made Yudi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.112 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar IPA siswa, rendahnya hasil belajar ditunjukkan oleh rerata hasil belajar IPA sebesar 65,34 yang masih berada dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 75. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar tersebut adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik. Berdasarkankan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia interaktif dengan harapan hasil belajar IPA dapat lebih meningkat. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui efektivitas multimedia interaktif dalam pembelajaran IPA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Plomp. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pencatatan dokumen,kuisioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial/uji t. Hasil penelitian (1) rancang bangun multimedia interaktif dimulai pada fase investigasi awal dengan melakukan analisis permasalahan dan fasilitas penunjang yang ada, selanjutnya pada fase desain dibuat rancangan berupa flowchart dan storyboard produk yang digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan multimedia interaktif. (2) kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif menurut evaluasi ahli isi mata pelajaran sebesar 96% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli media pembelajaran sebesar 93,3% dengan kualifikasi sangat baik, evaluasi ahli desain pembelajaran sebesar 88% dengan kualifikasi baik, hasil uji perorangan sebesar 93,3 % dengan kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil sebesar 94,45% dengan kualifikasi sangat baik dan hasil uji lapangan sebesar 91,61% dengan kualifikasi sangat baik. (3) Efektivitas multimedia interaktif diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan multimedia interaktif (82,86) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia interaktif (69,99). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas VII di SMP Negeri 2 SingarajaKata Kunci : Pengembangan, Multimedia, IPA, Model Plomp This study was conducted based on the low science student learning outcomes, poor learning outcomes is shown by the average of the results of studying science at 65.34 which still under value of minimum completeness criteria (KKM) was set at 75. One of the factors that is believed to be the cause of low learning outcomes is an interesting limitation learning media. Based on this, the research development interactive multimedia in the hope of IPA learning outcomes can be further increased. this study aimed at (1) describe the design of interactive multimedia, (2) knowing the quality of interactive multimedia development,and (3) knowing the effectivity of the development of interactive multimedia as a science learning. This study used Plomp model as the development stages. Collecting data in this study using a questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis / test t. Results of the study (1) interactive multimedia design starts at phase prelimenary investigation by analyzing the problems and the existing supporting facilities, next to the phase design is made of the design in the form of a flowchart and storyboards products used as guidance in developing an interactive multimedia. (2) the quality of the development of interactive multimedia based on the result of expert evaluation of the content showed that 96% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional media showed that 93.3% with excellent qualifications, expert evaluation of instructional design showed that 88% with good qualifications, the result individual test showed that 93.3% with excellent qualifications, a small group of test results showed that 94.45% with excellent qualifications, and the results of field tests showed that 91.61% with excellent qualifications. (3) The effectiveness of interactive multimedia result t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 accepted.Science learning outcomes after using interactive multimedia (82.86) higher than before the use of interactive multimedia (69.99). Thus, it can be concluded that the use of interactive multimedia positive and significant impact on science learning outcomes in class VII in SMP Negeri 2 Singarajakeyword : Development, Multimedia, Science, Plomp models
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI SMP NEGERI 4 NEGARA ., I Gede Agus Setiawan; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.936 KB)

Abstract

Permasalahan yang melandasi penelitian ini adalah rendahnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran yang dialami oleh siswa kelas VII D di SMP Negeri 4 Negara dalam mengikuti proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam karena terbatasnya media yang mampu memvisualisasikan materi pelajaran khususnya materi Pemanasan Global dan Ekosistem. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang layak pakai, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Desseminate). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, metode kuesioner dan metode tes yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukan (1) uji ahli isi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berada pada kualifikasi sangat baik (93,3%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (88.8%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (92%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (91,4%) (5) uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (92,6%) dan (6) uji coba lapangan berada pada kualikasi sangat baik (91,1%). Disimpulkan bahwa dalam penelitian ini telah menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA khususnya materi pemanasan global dan ekosistem yang layak pakai serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di SMP Negeri 4 Negara.Kata Kunci : Pengembangan, multimedia interaktif, mata pelajaran IPA. The problem underlying this study is low interest of students to follow lessons experienced by the students of class VII D at SMP Negeri 4 Negara in the learning process follows the natural sciences because of the limited medium that is able to visualize the subject matter especially Global Warming and Ecosystem material. Therefore, this research aims to produce a multimedia interactive learning subjects of Natural Science (IPA) which is suitable to be used, in accordance with the needs and characteristics of students. The method used in this research is the development of research methods 4D models (Define, Design, Develop, Desseminate). Data collection method used is the method of recording documents, questionnaires and test methods are analyzed with descriptive analysis of qualitative, quantitative and inferential statistics. The results showed (1) test expert subject matter content of Natural Science (IPA) are in excellent qualifications (93.3%), (2) test instructional media specialists are in good qualifications (88.8%), (3) test experts instructional design are in excellent qualifications (92%), (4) individual trials are in excellent qualifications (91.4%) (5) small group trials are in excellent qualifications (92.6%) and (6 ) field trials are in very good qualifications (91.1%). It was concluded that in this study has produced a multimedia interactive learning in science subjects, especially global warming and ecosystem material proper use and in accordance with the needs and characteristics of students at SMP Negeri 4 Negara.keyword : Development, multimedia interactive, natural science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERORIENTASI MODEL INKUIRI PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR UNTUK SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 SUKASADA. Metariawan, Gede; Pudjawan, Ketut; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.667 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.10456

Abstract

Penelitian ini diawali oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya kualitas media dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada, (2) Untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) Untuk mengetahui efektivitas dari hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket dan tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 97,5% kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 85,3% kualifikasi baik. Ahli media sebesar 89,3% kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,5% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 98,7% kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 89% kualifikasi baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji . Pada uji efektivitas media pembelajaran interaktif menunjukan hasil t-hitung (9,58) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran interaktif yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar.Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran Interaktif, ADDIE This research was initiated by the problems of thelow quality of education and low learning outcomes caused by the lack of quality media in the learning process. This study aims to: (1) To describe the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia at SMK Negeri 1 Sukasada, (2) to determine the quality of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia SMK Negeri 1 Sukasada according to the review experts and product trials, and (3) to determine the effectiveness of the results of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for grade X multimedia department at SMK Negeri 1 Sukasada. This type of research is the development of research using ADDIE development model. Data collection instruments used recording sheet documents, questionnaires / questionnaire and objective tests. Data analysis techniques used in this research is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of expert evaluation of the content of 97.5% excellent qualifications. Design expert at 85.3% well qualified. Media expert at 89.3% well qualified. Individual test results of 95.5% and a small group of test results by 98.7% excellent qualifications, as well as field test results was 89% better qualifications so as valid media to be tested. In the test the effectiveness of interactive learning media shows the results of t-test (9.58)> t-table (2.00), so that H0 and H1 accepted. This means, that there are significant differences between student learning outcomes before and after using instructional media. Thus developed an interactive learning media effectively to improve learning outcomes in subjects Basic Programming.keyword : development, interactive learning media, ADDIE
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN AGAMA HINDU UNTUK SISWA KELAS IV SEMESTER GENAP DI SDN 1 BAKTISERAGA Desak Putu Parmiti, Ni Putu Indah Kumara Dewi, I Made Tegeh,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.816 KB)

Abstract

Media presentasi pembelajaran untuk mata pelajaran Agama Hindu merupakan media yang belum adadan perlu dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan rancang bangunmedia presentasi pembelajaran Agama Hindu, dan kualitas pengembangan media menurut review ahli,dan uji coba yang dilakukan oleh siswa. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan iniadalah model ADDIE. Model ADDIE terdiri dari lima tahapan, yaitu tahap analisis, desain,pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuandalam memproduksi, dan memvalidasi media presentasi pembelajaran yang dikembangkan. Validasimedia presentasi pembelajaran dilakukan oleh ahli ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahlimedia pembelajaran, dan siswa, melalui uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, serta uji cobalapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, dan metode pengumpulandatanya adalah metode angket/kuesioner. Untuk menganalisis data digunakan analisis deskriptifkualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini adalah deskripsi rancang bangun mediapresentasi pembelajaran, mulai dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi;serta hasil validasi media yang dilakukan oleh para ahli, dan siswa. Hasil validasi media yang dilakukanoleh: 1) ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik, dengan persentase 93,3%; 2) ahlidesain pembelajaran berada pada kategori sangat baik, dengan persentase 90%; 3) ahli mediapembelajaran berada pada kategori baik, dengan persentase 76,67%; serta 4) uji coba perorangan, ujicoba kelompok kecil, dan uji coba lapangan berada pada kategori sangat baik, dengan rincianpersentase sebagai berikut. Uji coba perorangan 91,33%, uji coba kelompok kecil 91,97%, dan uji cobalapangan 92,14%.Kata kunci: pengembangan, media presentasi pembelajaran, agama Hindu
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 1 MELAYA ., I Made Andreano Deny Putra; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.082 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dari hasil belajar siswa karena kurangnya penggunaan media yang menunjang dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif berbasis Macromedia Flash 8 dengan model penelitian pengembangan 4-D (Four-D) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia; (2) menguji validitas hasil pengembangan media pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia untuk siswa semester genap kelas VIII SMP 1 Melaya; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Melaya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (Four-D). Pada tahap desain telah dilaksanakan pembuatan rancangan spesifikasi secara rinci mengenai menyusun teks acuan patokan seperti instrumen dan soal obyektif setelah itu menentukan pemilihan media, pemilihan format, dan rancang awal produk yang akan di kembangkan kebutuhan sebagai acuan alur pengembangan produk. Desain ini digunakan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia kelas VIII. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif naratif, dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif menjelaskan tes acuan pokok, pemilihan media, pemilihan format dan rancangan awal Hasil evaluasi ahli isi dan Ahli desain mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid dan dilanjutkan ke ahli media yang mendapatkan kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 98,6% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 94,2% masing-masing pada kualifikasi sangat baik serta hasil uji lapangan sebesar 96% pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa setelah menggunakan media (88,6) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,33). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Melaya ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media pembelajaran interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VIII.Kata Kunci : multimedia interaktif, model pengembangan 4-D This research is motivated by the problems of student learning outcomes because of the lack of use of media that support the learning process. This research aimed at: (1) describing the development of Macromedia Flash 8 interactive multimedia design through 4-D (Four D) on Bahasa Indonesia subject; (2) testing the validity of the result of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 1 Melaya; and (3) knowing the effectiveness of using the development of interactive multimedia to the results on learning Bahasa Indonesia of the eighth grade students in the second semester in SMP Negeri 1 Melaya. The model of this research was 4-D (Four D). In the stage of design, the instruments and objective questions were made. Then, it was continued by choosing the form and the design of product which was developed. The design was used to develop learning media for the eighth grade students in Junior High School. The techniques used were qualitative descriptive, narrative descriptive and quantitative descriptive. Design development of multimedia interactive learning explains the basic reference test , media selection , selection of formats and the initial draft. The results from the experts in content and design showed that the media was valid. Besides, the percentage of individual test reached 98.6% and small group test reached 94.2%. Therefore, the media could be used to conduct the research. In addition, the analysis of t-test was higher than t-table, so H0 was rejected and H1 was accepted. The mean score of students after using media (88.6) was higher than the mean score before using the media (55.33). It could be concluded that the use of interactive multimedia gave positive and significant effect on the result of learning Bahasa Indonesia subject in the eighth grade. keyword : interactive multimedia, developmental design of 4-D
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 1 BANJAR UNTUK SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP ., Ni Luh Ayu Indra Astiti; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.861 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kurang tersedianya sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan modul pembelajaran Matematika, menguji validitas hasil pengembangan modul pembelajaran Matematika untuk siswa kelas VIII SMP, dan mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan modul pembelajaran terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII B dan VIII C SMP Negeri 1 Banjar masing-masing sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis dengan statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 98,8% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 82,8% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 89,4% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 89,3% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 15,06. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan modul pembelajaran Matematika. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (83,63) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (65,66).Kata Kunci : modul pembelajaran, Matematika, dan hasil belajar This research is motivated by the limitation about the availability of learning resources according to the characteristics of the students. The pusposes of this research are to describe the design development of mathematics learning modules, test the validity of the results of the development of learning modules Mathematics for Junior High School eighth-grade students, and examine the effectiveness of the use of the development of learning modules on mathematics learning outcomes eighth grade students junior high school. This type of research is the development of research, ADDIE model. The study involved students of class VIII B and VIII C SMP Negeri 1 Banjar each 32 people. Collecting data in this study conducted by the method of recording documents, questionnaires and tests. The datas obtained from the method of recording documents, analyzed by descriptive qualitative. The datas from the questionnaires, were analyzed with descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method were analyzed by inferential statistics. The results of the expert evaluation of the content of 98.8% at a very good qualification. The results of the expert evaluation of the design of 82.8% at a good qualification. The results of the expert evaluation of media by 80% at both qualifications. Individual test results by 90% at a very good qualification. Small group of test results was 89.4% in both qualifications. The results of the field test was 89.3% at both qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes t count of 15.06. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences between the students mathematics learning outcomes before and after the use of mathematics learning modules. The average value after using the media (83.63) was higher than before using the media (65,66). keyword : learning modules, Math, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MODUL BERPENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MATA PELAJARAN IPADI SMP NEGERI 1 KERAMBITAN Pertami, Ni Putu Ari Wulan Dwi; Agung, Anak Agung Gede; Tegeh, I Made
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.829 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.11131

Abstract

Masalah yang ditemukan di SMP Negeri 1 Kerambitan yaitu rendahnya hasil belajar IPA dengan nilai rata-rata 70. Rendahnya hasil belajar siswa diduga karena kurang adanya sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan rancang bangun modul berpendekatan kontekstual, (2) untuk mendeskripsikan validitas modul berpendekatan kontekstual,dan (3) untuk mengetahui efektivitas modul berpendekatan kontekstual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model Hannafin and Peck. Terdapat tiga metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu (1) metode wawancara, (2) metode angket/kuesioner, dan (3) metode tes. Data kevalidan uji ahli mata pelajaran, uji ahli desain pembelajaran, uji ahli media pembelajaran, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan yaitu produk bahan ajar modul, (2) kualitas hasil pengembangan menurut review ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 100%, ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik dengan persentase 88,24%, ahli media berada pada kategori sangat baik dengan persentase 90,91%, uji coba perorangan pada kategori sangat baik dengan persentase 91,11%, uji coba kelompok kecil pada kategori sangat baik dengan persentase 90,62%, dan uji coba lapangan pada kategori sangat baik dengan persentase 90,29%, dan (3) hasil pengembangan modul menunjukan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 8,32 > ttabel = 2,00. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul.Kata Kunci : pengembangan, modul, pendekatan kontekstual, ipa. The problems founded in SMP Negeri 1 Kerambitan was lowed learning outcomes in science subject with score average 70. That lowed students learning outcomes allegedly due to lack of learning resources to support an effective learning process. Therefore research was aimed at (1) describing the prototype of contextual approached module, (2) describing the validity of contextual approached module, and (3) knowing the effectiveness of contextual approached module. The Hannafin and Peck’s development research model was used. The methods applied in collecting the research data were interview, questionnaire, and tests. The validity of data was tested by the subject expert test, the learning design expert test, the learning media expert test, the individual test, the small group test, and the field test, which all were conducted by questionnaire. The collected data was analyzed by descriptive qualitative, descriptive quantitative and inferential statistic analysis methods. The results are (1) the description of the development prototype product which is a module of teaching materials, (2) the quality of the developed product according to the review of the subject expert is at very good category with a percentage of 100%, the learning design expert rates it at good category with a percentage of 88,24%, the media expert’s review rates it at very good category with a percentage of 90,91%, the individual test rates it at very good category with a percentage of 91,11%, the small group test rates it at very good category with a percentage of 90,62%, and the field test rates it at very good category with a percentage of 90,29%; and (3) the developed module shows a significance of tcount = 8,32 > ttable = 2,00 which indicates that there is a significant difference in student’s learning achievement before and after the application of the module. keyword : development, module, contextual approach, science.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SD NEGERI 1 BONDALEM KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG I Kadek Suartama, Ketut Suciningsih, Desak Putu Parmiti,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.956 KB)

Abstract

Media video pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III di SD Negeri1 Bondalem adalah media yang belum ada dan perlu dikembangkan. Penelitian pengembanganvideo pembelajaran ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain dan kualitas hasil pengembanganpada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kelas III di SD Negeri 1 Bondalem. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan model Hananfin andPeck. Tahapannya meliputi tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangandan implementasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari uji ahli materipembelajaran, uji bahasa, uji ahli desain pembelajaran, uji ahli media pembelajaran, dan dari ujicoba siswa. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa instumen pengumpulan data yaitukuesioner. Analisis data menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif danteknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi desain dan kualitas hasilpengembangan media video pembelajaran. Desain produk adalah mngembangkan flow chart,mengembangkan storyboard dan mengembangkan produk dengan model Hannafin dan Peckdengan tahapan analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi. Kualitasnaskah video ditinjau dari (1) aspek isi bidang studi Bahasa Indonesia termasuk kriteria sangatbaik dengan tingkat pencapaian 90,90% (2) aspek bahasa termasuk kriteria sangat baik dengantingkat pencapaian 93,33%, Kualiatas media video ditinjau dari (1) aspek isi bidang studi BahasaIndonesia kriteria baik dengan tingkat pencapaian 88,57% (2) aspek desain pembelajaran kriteriasangat baik dengan tingkat pencapaian 88% (3) aspek media pembelajaran kriteria sangat baikdengan tingkat pencapaian 92,00% (4) uji coba perorangan kriteria baik dengan pencapaian88,51% (5) uji coba kelompok kecil kriteria sangat baik dengan pencapaian 89,90% (6) uji cobalapangan kriteria sangat baik dengan pencapaian 92,21%.Kata-kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, bahasa Indonesia, Hannafin dan Peck

Page 7 of 84 | Total Record : 835