cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 835 Documents
PENGEMBANGAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMPN 1 SELEMADEG ., Putu Gilang Marya Putra ; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.885 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMPN 1 Selemadeg adalah belum optimal penyerapan materi IPS oleh siswa kelas VIII dan kurangnya pemanfaatan fasilitas wifi di sekolah, sehingga dilakukan penelitian pengembangan produk e-learning moodle. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan produk, (2) mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan produk, dan (3) mendeskripsikan efektivitas produk pada mata pelajaran IPS. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D. Model ini dijadikan acuan dalam memproduksi, memvalidasi dan menguji efektivitas. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan metode tes dengan instrumen lembar pencatatan dokumen, kuesioner dan tes objektif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah (1) desain pengembangan produk sudah sesuai tahapan model pengembangan 4D, (2) kualitas hasil pengembangan produk sudah diuji cobakan ke para ahli dan siswa. a) Ahli isi mata pelajaran menyatakan isi produk berkategori sangat baik, dengan persentase 92%, b) ahli media pembelajaran menyatakan media berkategori baik, dengan persentase 88%, c) ahli desain pembelajaran menyatakan desain produk berkategori sangat baik, dengan persentase 90,66%, dan d) uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan menyatakan produk berkategori sangat baik, dengan persentase uji coba perorangan 92%, uji coba kelompok kecil 93% dan uji coba lapangan 90,2%. (3) efektivitas pengembangan e-learning berbasis moodle menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPS siswa kelas VIII sebelum dan sesudah menggunakan e-learning berbasis moodle (thitung= 9,633 > ttabel= 2,000). Produk e-learning moodle sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Selemadeg.Kata Kunci : e-learning berbasis moodle, IPS, pengembangan. Problems found in SMPN 1 Selemadeg were the absorption of IPS material by eighth grade students are not optimum yet and the lack of utilization of wifi facility in school, so the research development of e-learning moodle product was conducted. This research has aims at (1) describing the design of product development, (2) describing the quality of product development, and (3) describing the effectiveness of the product in social studies. Model development used was 4D development model. This model was used as a guidliness in producing, validating and testing the effectiveness. Data collected were done through recording documents method, questionnaires and test methods with instruments recording sheet documents, questionnaires and objective tests. The data were analyzed by using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. The results of this study were (1) the design development of product had been suitable with 4D development model, (2) the quality of product development had been tried out to experts and students. a) According to the expert of content subject, he stated that the content of product was categorized as very good (92%). b) the expert of instructional media stated that the media was categorized as good (88%), c) the expert of instructional design stated that design product was categorized as very good (90.66%), and also d) individual testing, small group testing, and class testing are revealed that the product was categorized as very good. individual testing (92 %), small group testing (93%), and class testing (90.2%). (3) the effectiveness of the development of Moodle-based e-learning showed that there was significant differences in the results of eighth grade social studies before and after using Moodle-based e-learning (tcount= 9,633 > ttabel= 2,000). E-learning moodle product is very effective in increasing students’ learning outcomes class VIII SMPN 1 Selemadeg.keyword : Moodle-based e-learning, IPS, development
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL ADDIE PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRISDI SDN 1 SELAT ., I Gusti Lanang Agung Kartika Putra; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.404 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SD N 1 Selat berdasarkan observasi yang dilakukan antara lain adanya keluhan beberapa pengelola pembelajaran (guru) terhadap rendahnya daya serap pembelajaran. Dikarenakan kurangnya bahan ajar atau media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yaitu sebuah media video pembelajaran yang layak pakai pada mata pelajaran Bahasa Inggris Kelas V di SD Negeri 1 Selat, sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti aturan yang ada serta mampu memberikan daya tarik agar siswa mampu menyerap isi dari materi pembelajaran lebih maksimal, sehingga dilakukan penelitian produk media video pembelajaran tentang pengenalan nama-nama buah dan sayuran pada mata pelajaran bahasa inggris Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and devlopment). Setelah melalui tahap produksi dihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Selanjutnya produk diujicobakan kepada siswa melalui tiga tahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Subyek uji coba penelitian ini terdiri dari enam orang siswa untuk uji coba perorangan, dua belas orang siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan dua puluh orang siswa untuk uji coba lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data dari uji ahli isi mata pelajaran, uji ahli desain, uji ahli media pembelajaran, dan dari uji coba siswa. Instrumen pengumpulan data berupa lembar evaluasi (angket) baik untuk uji ahli dan uji coba siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penilaian terhadap produk media dilaksanakan berdasarkan enam aspek, yaitu: (1) ditinjau dari aspek isi bidang studi/mata pelajaran, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat sangat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 92.00%; (2) ditinjau dari aspek desain pembelajaran, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 85.00%; (3) ditinjau dari aspek media pembelajaran, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 88.00%; (4) ditinjau dari aspek uji coba perorangan, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat sangat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 92.31%; (5) ditinjau dari aspek uji coba kelompok kecil, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat sangat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 92.24%; dan (6) ditinjau dari aspek uji coba lapangan, media ini termasuk dalam kualifikasi/predikat sangat baik, dengan persentase tingkat pencapaian 92.46%. Dengan demikian produk media video pembelajaran ini memiliki tingkat validitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris.Kata Kunci : pengembangan, media video pembelajaran, mata pelajaran Bahasa Inggris The problem that was find based on observation in SD N 1 Selat is low of learning capacity because lacking instructional media for increase student’s intention so that there is a research abaut instructional video media product about introducing the fruit and vegetable name in English Lesson. This research direct to product such as a instructional video media that proper to use in English lesson for five grade in SDN 1 selat, according to the requirements and follow the rules and be able to provide an incentive for the students are able to absorb the contents for maximum. This research is about development research. After pass production stage the early product was produce and then validated by a subject matter content expert, subject design expert, and instructional media expert. After that the product tested to the students through three stages such as personal test, small group test and field test. Test subject of this study consisted of six students for personal test, twelve students for small group test, and twenty students for field test. Data that collected in this research are data from subject matter content expert, subject design expert, instructional media expert and from students test. Data collection instrument such as evaluation sheets for expert test and students test. Data analysis using descriptive analysis of qualitative and quantitative descriptive. Valuation result of media products carried by six aspects such as : (1) observed from subject matter content aspect, this media qualify as very good, with percentage level of achievement 92.00%; (2) observed from study design aspect, this media qualify as good, with percentage level of achievement 85.00%; (3) observed from instructinal media aspect, this media qualify as good, with percentage level of achievement 88.00%; (4) observed from personal test aspect, this media qualify as very good, with percentage level of achievement 92.31%; (5) observed from small group test aspect, this media qualify as very good, with percentage level of achievement 92.24%; (6) observed from field test aspect, this media qualify as very good, with percentage level of achievement 92.46%. So that, this instructional video media product has good validity level and proper to use in English lesson.keyword : development, instructional video media, English Lesson
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS VIII SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 6SINGARAJA I Wayan Romi Sudhita, Gede Ferry Pratama, I Nyoman Jampel,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1999.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran yang layak pakai pada matapelajaran IPA di SMP Negeri 6 Singaraja. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah model penelitian pengembangan luther yang meliputi konsep (concept), desain (design),pengumpulan bahan materi (collecting materials), pembuatan (assembly), percobaan (tes drive),dandistribusi (distribution). Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metodeangket yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisisdeskriptif kualitatif. Subjek review terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran IPA, satu ahli desainpembelajaran, dan satu ahli media pembelajaran, sedangkan subjek uji coba terdiri dari 3 siswa untukuji coba perorangan, 6 siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 30 untuk uji coba lapangan.Penelitian ini menghasilkan produk pengembangan berupa CD pembelajaran multimediapembelajaran yang layak pakai. Hasil penelitian menunjukkan: 1 uji ahli isi mata pelajaran IPA berapapada kualifikasi baik (88%), (2) uji ahli desain CD (Compact Disc) pembelajaran berada padakualifikasi cukup (72%), (3) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik (90%), (4)uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%), (5) uji kelompok kecil berada padakualifikasi baik (87%), dan (6) uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik (92%).Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran CD multimedia pembelajarandapat dikatakan sudah layak pakai.Kata kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, mata pelajaran IPA.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL DAN MENGADAKAN VARIASI ., Kadek Deni Kurniawiguna; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.282 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas media video pembelajaran keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dan mengadakan variasi pada pembelajaran micro teaching. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi mata kuliah, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test serta lembar observasi. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan media video pembelajaran 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 88,9% berada pada kategori baik; b) ahli desain pembelajaran 88% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,4% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 76,9% yang berada pada kategori baik; 3) efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 8,27 > ttabel =2,000. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 85,1 dan 89,5 sehingga berada pada katagori sangat baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, media video pembelajaran, micro teaching The purposes of this study were (1) to describe instructional video media design, (2) to determine the quality of the instructional video, (3) determine the effectiveness of the instructional video media at skill in guiding small group discussions and holding a variation on micro teaching learning. Development models which was used in this study was ADDIE model. Validation of instructional videos was done by a content expert of subject, an instructional design experts, an instructional media expert, 3 students for individual trials, 12 students for small group trials, and 29 students for field trials. The effectiveness of the instructional video was done by 29 students by using pre-test and post-test research designs and observation sheet. Results of this study are 1) a description of the development of instructional video media design 2) the quality of the development of media according to the expert reviews and student, namely: a) the subject expert is 88.9% in the good category; b) 88% of instructional design expert is in the very good category; c) 88% of instructional media expert is in the good category; d) individual testing is 85.4% in the good category; (e) a small group testing 90.5% is in the very good category; (f) and field trials is 76.9% in to the good category; 3) the effectiveness of the development of instructional video media show the significance is t = 8.27> t table = 2.000. This means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using instructional video media. Means instructional video effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills is 84.51 and 80.77 so it is in very good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video media, micro teaching.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL BANATHY PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VII ., Ni Made Dwijayanti; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.416 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu kurangnya media pembelajaran yang menarik dan bahan ajar yang masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2)menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas VII SMP, dan (3)mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Banathy. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII F dan VII G SMP Negeri 1 Banjar masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 86% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 91,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 92,5% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 92,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 10,81. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (53,17).Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, dan hasil belajar This research is motivated by the problem of the lack of interesting instructional media and instructional materials are still minimal. This study aims to (1) describe the development of multimedia interactive learning design, (2) test the validity of the results of the development of multimedia interactive learning science for students of class VII, and (3) determine the effectiveness of the use of interactive multimedia development learning on learning outcomes of students of class VII IPA . This type of research is the development of research, with Banathy models. The study involved students of class VII and VII F G SMP Negeri 1 Banjar each of 30 people. Collecting data in this study conducted by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data obtained from the method of recording documents, analyzed by descriptive qualitative. Data from the questionnaires, were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method inferential statistical analysis. The results of the expert evaluation of the content of 88% at both qualifications. The results of expert evaluation of design 90% are at a very good qualification. The results of the expert evaluation of the media 86% are at a good qualification. 91.3% of individual test results were very good in qualifying. The result of a small group of 92.5% at a very good qualification. The results of the field test was 92.6% in the excellent qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes t 10.81. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences between the students science learning outcomes before and after the use of multimedia interactive learning. The average value after using the media (85.50) was higher than before using the media (53.17).keyword : multimedia interactive learning, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 1 PUPUAN SEMESTER GENAP TAHUN 2013/2014 ., I Putu Yogy Adi Pradipta ; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pada mata pelajaran IPA Terpadu. Tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu; mendeskripsikan kualitas pengembangan media pembelajaran IPA Terpadu dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan media pembelajaran IPA Terpadu. Jenis yang dilaksaakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil uji ahli isi yaitu 96% berada pada kualifikasi sangat baik.Hasil uji ahli desain sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli media sebesar 88,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 94,33% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 93,4% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 15,50. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000.Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (62,50).Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran, IPA Terpadu dan hasil belajar This research aims to produce instructional media on the subjects of Integrated Sciences. The aim is elaborated into three phases of work-related, which describe the development of instructional media design Integrated Sciences; describe the quality of instructional media development Integrated Science and describes the effective use of instructional media Integrated Sciences. Type the dilaksaakan is research development (research and development). Development model used is ADDIE models. The study involved grade students of SMP Negeri 1 Pupuan VIIC. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of the expert content of 96% at a very baik.Hasil qualification test design experts by 90% at a very good qualification. The test results for 88.3% of media experts are at a good qualification. Individual test results by 95.33% at excellent qualifications. The result of a small group of 94.33% at a very good qualification. The results of the field test was 93.4% at a very good qualification. Calculation results obtained manually learning outcomes t count of 15.50. Price t table significance level of 5% is 2,000.Jadi price t is greater than the price of the t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after the use of instructional media. The average value after using the media (82.50) was higher than before using the media (62,50).keyword : development, instructional media, IPA Terpadu and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK KELAS III SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI MIN SINGARAJA I K. Sudarma, Fadillah I. I W. Suwatra
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.992 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di MIN Singaraja guru kesulitan dalam menyediakan media yangmenyajikan materi tentang pembelajaran tematik yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui rancang bangun pengembangan multimedia presentasi pembelajaran tematik denganmetode pengembangan model Luther yang dimulai tahap concept, tahap design, tahap materialscollecting, tahap assembly, tahap testing, dan tahap distribution serta untuk mengetahui kelayakansuatu produk multimedia presentasi pembelajaran tematik yang digunakan kelas III di MIN Singarajamelalui uji coba. Metode yang digunakan untuk menganalisis kebutuhan berupa metode wawancaradengan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satuahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untukuji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis denganmenggunakan dua teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptifkuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk pengembangan berupa CD multimedia presentasipembelajaran yang layak pakai pada Mata Pelajaran Tematik kelas III di MIN Singaraja. Hasil uji ahliisi dan ahli media pembelajaran menilai media berada pada kualifikasi sangat baik. Ahli desainpembelajaran menilai media berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan dan kelompokkecil menunjukkan media berada pada kualifikasi sangat baik.Kata kunci: pengembangan, multimedia presentasi, pembelajaran tematik, model Luther
PENGARUH MODEL PBL BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VII SMPN 3 SAWAN ., Muhammad Fredey Mercury; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS; (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan multimedia interaktif; dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Sawan, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII berjumlah 206 siswa, dengan sampel kelas VII.A5 yang berjumlah 25 orang dan kelas VII.A6 yang berjumlah 27 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional dalam pembelajaran IPS menunjukkan skor rata-rata 22,22 (2) hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbantuan multimedia interaktif menunjukkan skor rata-rata 25,00 (3) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model PBL berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional, penghitungan hasil belajar diperoleh hasil thitung sebesar 3,73 sedangkan harga ttabel pada taraf signifikasi 5% adalah 2,021. Jadi harga thitung=3,73>ttabel=2,021 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VII semester genap di SMP N 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 . Dengan demikian, model pembelajaran PBL berbantuan multimedia interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 3 Sawan. Kata Kunci : problem based learning, multimedia interaktif The problem in this research is the lack of teachers utilize existing learning media, as well as teachers are still using conventional teaching methods in the subjects of Social Sciences this research purpose to (1) describe the learning outcomes of students who are taught by using conventional models in IPS; (2) describe the results of IPS studies students that learned using problem based learning model-assisted interactive multimedia; and (3) determine differences in learning outcomes of students that learned by applying problem-based learning model (PBL) combined with interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model. Subjects in this study were students of SMP Negeri 3 Sawan, the study population was all students of class VII students numbered 206, with samples VII.A5 class numbering 25 people and VII.A6 class numbering 27 people. Data collection methods used in this study is an objective test method totaling 30 questions. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results showed (1) the results of student learning are taught using conventional models of learning social studies show an average score of 22.22 (2) the results of social studies students that learned to use interactive multimedia-assisted PBL models show an average score of 25.00 ( 3) there is a difference in student learning outcomes that learned by applying the model PBL interactive multimedia aided by students that learned to use the conventional model, the calculation of learning outcomes obtained results tcount of 3.73 while price ttable at 5% significance level was 2.021. So the price of t = 3.73> t table = 2.021 so that H0 is rejected and H1 accepted. Then there are differences in learning outcomes between groups of students IPS that learned with PBL learning model aided interactive multimedia and groups of students that learned with conventional models in class VII semester at SMP N 3 Sawan school year 2014/2015. Thus, PBL learning model aided interactive multimedia effect on student learning outcomes in social studies class VII semester of academic year 2014/2015 in SMP Negeri 3 Sawan.keyword : problem-based learning, interactive multimedia
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMP DWIJENDRA GIANYAR ., Kadek Astri Widya Natalia; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multimedia pembelajaran interaktif dikembangkan untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran IPS. Masalah tersebut adalah hasil belajar siswa kelas VII di SMP Dwijendra Gianyar belum memuaskan. Salah satu faktor penyebabnya yaitu minimnya sumber belajar yang tersedia, sehingga minat siswa untuk belajar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, (2) mengetahui kualitas produk multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPS, (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen, angket, dan lembar soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) desain pengembangan multimedia interaktif yang menghasilkan flowchart dan storyboard; (2) kualitas validitas multimedia pemebalajaran interaktif menurut review ahli isi mata pelajaran adalah 90%, review ahli desain pembelajaran adalah 87,2%, review ahli media pembelajaran adalah 82,4%, uji coba perorangan adalah 95,3%, uji coba kelompok kecil adalah 93,5%, dan uji coba lapangan adalah 90,37%, sehingga secara umum multimedia pembelajaran interaktif dikategorikan baik, sehingga perlu direvisi sedikit dan telah dilakukan revisi, maka dinyatakan valid; (3) efektivitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif yang diperoleh thitung=16,19>ttabel = 2,034 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif dalam pembelajaran.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia, IPS Interactive learning multimedia was developed to overcome the problems in the social science learning process. These problem is a class VII student in SMP Dwijendra Gianyar learning outcomes has not been satisfactory. So that the interest of the students to learn to be low. This study aims to (1) describe the development of Interactive Learning Multimedia design, (2) understand the quality of the products Interactive Learning Multimedia of social science subjects, (3) determine the effectiveness of the use of Interactive Learning Multimedia.This study uses ADDIE model. Data was collected use the method of recording documents, questionnaires, and tests. Data collection instrument is recording documents, questionnaires, and booklet. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, quantitative descriptive and inferential statistics (test-t). The results of this study were (1) the design of interactive multimedia development that generates flowcart and storyboard; (2) the quality of the validity of the multimedia interactive learning by expert subject matter content review is 90 %, instructional design expert review is 87.2 %, instructional media expert review is 82.4 %, test try individuals is 90.3 %, a small test group 93.5 %, and 90.3 % field trials, so that the general Interactive Learning Multimedia, well categorized so it needs to be revised and has been revised, then declared invalid; (3) the effectiveness of the development of Interactive Learning Multimedia gained 16.19 tcount>ttable=2.034, so that there are significant differences between the learning outcomes before and after using the multimedia interactive learning. Based on the results it can be concluded that developed multimedia interactive learning is valid and effective in learning.keyword : Development , Multimedia, Social Science
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER (PBK) DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VIII SEMSTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 DI SMP NEGERI 1 SUKASADA I Gde Wawan Sudatha, Ni Nyoman Ayu Karyani I Nyoman Jampel
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.224 KB)

Abstract

Media yang dikembangkan pada penelitian pengembangan ini berupa Video Pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukasada adalah media yang belum ada dan perlu untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses rancang bangun dan kelayakan pengembangan video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Tahapan-tahap dari model ini meliputi tahap concept, design, collecting materials, assembly, test drive dan distribution. Pada tahap validasi produk, video pembelajaran di validasi melalui review oleh para ahli (ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran dan ahli desain pembelajaran) dan validasi produk kepada siswa (validasi perorangan, validasi kelompok kecil dan validasi lapangan). Instrumen yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuisioner/angket. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi proses rancang bangun dan kelayakan pengembangan video pembelajaran dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Sukasada. Proses rancang bangun video pembelajaran dijelaskan melalui metode pencatatan dokumen berdasarkan tahapan-tahapan dari model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Kelayakan pengembangan video pembelajaran diperoleh berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif dari angket yang dikonversi ke dalam PAP tingkat ketercapaian skala 5. Review ahli isi mata pelajaran mencapai 96% kategori sangat baik, review ahli media pembelajaran mencapai 82,86% kategori baik, review ahli desain pembelajaran mencapai 91,43% kategori sangat baik, validasi perorangan mencapai 87,08% kategori baik, validasi kelompok kecil mencapai 91,67% kategori sangat baik, dan validasi lapangan mencapai 97,1% kategori sangat baik.   Kata kunci: pengembangan, model Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), video pembelajaran, Bahasa Indoesia.

Page 8 of 84 | Total Record : 835