cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
TUGU PAHLAWAN SYUNG WENARA DI DESA SUKAWATI GIANYAR- BALI ( BENTUK DAN FUNGSINYA SEBAGAI MEDIA PEWARISAN NILAI MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS KURIKULUM 2013) ., Gusti Ayu Padmawati; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peristiwa yang menjadi latar belakang didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, (2) mengetahui bentuk dan nilai-nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara di Desa Sukawati Gianyar, dan (3) mengetahui implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sejarah berbasis kurikulum 2013 . Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik rancangan penelitian, (2) teknik penentuan lokasi penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian pustaka/dokumen), (5) teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode), (6) teknik analisis data, (7) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa, peristiwa yang melatar belakangi didirikannya Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah sebagai peringatan gugurnya pemuda-pemuda pejuang pada masa revolusi fisik dimana pada tanggal 12 April 1946 telah terjadi penembakan terhadap I Wayan Dipta Komandan organisasi PRI (Pemuda Republik Indonesia) dan I Ketut Lanus yang pada saat itu berpangkat sebagai Sersan Mayor dengan tugas sebagai penghubung istimewa staff. Bentuk dari Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : bagian dasar dari banguan tugu berbentuk persegi lima yang memiliki makna dasar negara kita yaitu pancasila. Bagian tengah bangunan tugu bertuliskan nama tugu yaitu Syung Wenara dan di ujung/atas bangunan tugu beriskan patung monyet bersama dengan burung elang. Nilai-nilai yang terkandung dibalik Tugu Pahlawan Syung Wenara adalah : (1) nilai pendidikan, (2) nilai kepahlawanan, (3) nilai patriotisme, (4) nilai kesetiaan dan (5) nilai religius. Nilai- nilai yang terkandung di balik Tugu Pahlawan Syung Wenara diwariskan melalui pranata sekolah dengan cara menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Kata Kunci: Tugu Pahlawan, Media ,pewarisan nilai sejarah. ABSTRACT The research was basically designed (1) to find out the historical events that were considered as the background of the Syung Wenara Heroic monument building in Sukawati village, Gianyar Regency, (2) to know the forms and the values reflected inside the Syung Wenara Heroic Monument in Sukawati Village, Gianyar Regency, (3) to find out the implementation of the values in teaching and learning history based on curriculum of 2013.In this research,the data was collected through qualitatif method in which it consisted of some interconnected steps, namely : (1) research design, (2) research location determining, (3) informant determining, (4) data collection (observation, interview,literature review / documentation), (5) data validation (triangulation of data, triangulation of method), (6) data analysis, and (7) interpretation of research finding. Furthermore the result of this research showed that the Syung Wenara Horoic Monument was established as the celebration of the death of the young combatants in the physical revolution in which on April 12 th, 1946 I Wayan Dipta as a comandant of Indonesian youth organization and I Ketut Lanus as a major sargeant who worked as a special staff connactor had been lifted off at the time. The forms of Syung Wenara Heroic Monument are divided in to there parts, namely : the bottom part, the middle part and the top part. On the bottom part, it had a pentagen shape which was considered as the Indonesian basic state and symbol named Pancasila. In the middle of building, it stated the name of the heroic monument called Syung Wenara. At last, there were monkey statue together with eagle statue. Moreover, the value obtained from Syung Wenara Heroic Monument could be showed as follows : (1) education value, (2) heroism value, (3) patriotism value, (4) loyalty value, (5) religion value. As result those values showed in this research must be applied by the school institutions in teaching and learning process. keyword : Keywords : Heroic Monument, Media, Historical Value Hiretage
Diaspora Etnik Mandar di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep Sebagai Sumber Lokal Belajar Sejarah di SMA ., NUR AZIZAH; ., Drs. I Gusti Made Aryana, M.Hum.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) diaspora Etnik Mandar melakukan pelayaran sampai di Pulau Pagerungan Besar; (2) upaya Etnik Mandar mempertahankan identitas budayanya di Pulau Pagerungan Besar; dan (3) nilai-nilai kehidupan Etnik Mandar yang dapat diintegrasikan dalam sumber lokal belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) Interpretasi, dan (4) Histriografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) keberadaan Etnik Mandar di Pulau Pagerungan Besar dilatar belakangi terjadinya peperangan antara kerajaan-kerajaan Sulawesi Selatan pada abad ke-16, peperangan melawan Belanda pada abad ke-19, mengganasnya pendudukan tentara NICA di Sulawesi Selatan, pemborantakan Kahar Muzakkar tahun 1953. Selain faktor politik yang mengakibatkan migrasi Etnik Bugis-Makassar terdapat juga faktor sosial ekonomi yakni tradisi mengarungi lautan Etnik Bugis-Makassar, mengembangkan perdaggangan, adat dan perantauan. Hal ini juga sebagai penentu penyebaran Etnik Bugis-Makassar di seluruh wilayah Nusantara; (2) upaya Etnik Mandar mempertahankan identitas budayanya adalah karena sistem keyakinan itu sendiri berada dalam pemikiran dan gagasan manusia yang menyangkut keyakinan konsepsi yang berada dalam gaib atau di luar nalar manusia, kelompok keagamaan, keluarga, masyarakat, dan sekolah; dan (3) hasil penelitian ini dapat dapat diintegrasikan kedalam sumber lokal belajar sejarah di SMA karena mengandung nilai-nilai yang bersifat praktis dan efektif dalam bentuk sikap dan tindakan manusia seperti nilai budaya, nilai toleransi, nilai gotong royong, nilai moral, nilai religius,dan nilai sosial. Kata Kunci : diaspora, Etnik Mandar, sumber sejarah lokal, Desa Pagerungan Besar This study aims to find out (1) Ethnic Mandar diaspora to make a voyage to Pulau Pagerungan Besar; (2) Ethnic Mandar efforts to maintain its cultural identity in Pagerungan Besar Island; (3) Mandar ethnic values of life that can be integrated in local sources of history in high school. In this study, using historical methods with stages: (1) heuristics, (2) source criticism, (3) Interpretation, and (4) Histriography. The results of this study indicate that (1) the existence of Ethnic Mandar in Pagerungan Besar Island in the background of the war between the kingdoms of South Sulawesi in the 16th century, the war against the Dutch in the 19th century, the rampant occupation of NICA troops in South Sulawesi, Kahar Muzakkar in 1953. In addition to the political factors that resulted in the migration of Bugis-Makassar ethnic there are also socio-economic factors namely the tradition of sailing the ethnic sea Bugis-Makassar, developing trade, customs and overseas. It is also a determinant of the spread of Bugis-Makassar ethnic throughout the archipelago; (2) Ethnic Mandar attempts to preserve its cultural identity is because the belief system itself is in the thoughts and ideas of man concerning the beliefs of conception which are in the unseen or out of human reason, denominations, family, society and school; (3) the results of this study can be integrated into local sources of history in high school because they contain practical and effective values in the form of human attitudes and actions such as cultural values, tolerance values, mutual values, moral values, religious values, and social value.keyword : diaspora, Mandar Ethnic, local source, Pagerungan Besar Village
Taman Bahagia Curastana di Kota Singaraja, Buleleng, Bali (Kriteria Pemakaman dan Nilai-Nilai Kepahlawanan) dalam Pembelajaran Sejarah Tingkat SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 ., Ni Komang Rusna Dewi; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang sejarah berdirinya Taman Bahagia Curastana (2) mengetahui kriteria orang-orang yang dimakamkan di Taman Bahagia Curastana dan (3) mengetahui nilai-nilai kepahlawanan dari Taman Bahagia Curastana yang dapat ditanamkan pada peserta didik di SMA melalui RPP sejarah berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan teknik penjaminan keabsahan data); (4) teknik analisis data dan (5) metode penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Bahagia Curastana adalah sebuah makam pahlawan yang dipergunakan untuk pemakaman para pejuang pada masa revolusi fisik di Buleleng atau masa sekarang yang mempunyai jasa bagi Negara Republik Indonesia. Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada Taman Bahagia Curastana antara lain: (1) patriotisme; (2) nilai nasionalisme; (3) nilai persatuan; dan (4) nilai religius. Nilai kepahlawanan Taman Bahagia Curastana dapat dijabarkan pada materi sejarah (1) Kompetisi Dasar Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Jepang, Sekutu, dan Belanda; (2) Kompetisi Dasar Memahami nilai-nalai kepahlawanan yang terkandung dalam setiap perjuangan dari pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan pada masa revolusi fisik di 1945-1950. Kata Kunci : Makam Pahlawan, Nilai Kepahlawanan, RPP Sejarah. This study is aimed to: (1) know the background history of Bahagia Curastana Garden building (2) know the criteria of people who were graved in BahagiaCurastanadan garden (3) know the hero values of Taman Bahagia Curastana garden which can be taught for the students in SMA by using history lesson plan based on the curricullum 2013. This study used qualitative approch, they were: (1) determine of area of the study; (2) technique of determining the informan; (3) The data were collected through interview, observation, documentation, and objectivity of guaranty the data; (4) technique of analyzing the data and (5) the method of the data’s presentation. The results of this study showed that Bahagia Curastana garden is a hero grave used to grave heros in era of physic revolution in Buleleng. Or nowdays, it has servi for Indonesian country. The hero values of Bahagia Curastana Garden are: (1) patriotic; (2)nationalism ; (3)unity ; and (4) religious. The hero values of Bahagia Curastana Garden can be used for materials in teaching History as follows. (1) Standard competency of analyzing the patriotism of Indonesia in defending the independency from japan, NICA and Netherland; (2) ) Standard competency in understanding the Hero values in every patriotic of heros who were defended the independency in era of physic revolution in year of 1945-1950. keyword : Hero Grave, Hero Values, Lesson Plan of History.
PURA SIWA SILA GATRA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA) ., Komang Gede Arya Bawa; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18121

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Siwa Sila Gatra di Desa Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Siwa Sila Gatra, dan (3)potensi yang terdapat di Pura Siwa Sila Gatra di Padang Bulia yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitin sejarah meliputi:(1) Pengumpulan data (heuristic) dengan Observasi, Wawancara, dan Studi dokumen. (2) Kritik Sumber. (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Siwa Sila Gatra memiliki kaitan erat dengan ditaklukannya Tamblingan oleh Majapahit yang membuat masyarakat Tamblingan bermigrasi ke berbagai daerah. Struktur Pura Siwa Sila Gatra menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi ekonomi (4) fungsi hiburan, dan (5) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Siwa Sila Gatra ialah aspek historis, aspek peninggalan meliputi pelinggih lontar, meru tumpang pitu, dan pendidikan karakter. Kata Kunci : sejarah, Pura Siwa Sila Gatra, sumber belajar sejarah This study aims to determine: (1) the history of the establishment of Shiva Sila Gatra Temple in Padang Bulia Village, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) the structure and function of Shiva Sila Gatra Temple, and (3) the potential contained in Siwa Sila Gatra Temple in Padang Bulia which can be used as a source of historical learning in high school. The research method used is the method of historical research including: (1) Data collection (heuristics) with Observation, Interviews, and Study documents. (2) Source Criticism. (3) Interpretation and (4) Historiography. The results of the study show that: the history of Siwa Sila Gatra Temple has a close connection with the conquest of Tamblingan by Majapahit which made the Tamblingan community migrate to various regions. Siwa Sila Gatra Temple structure uses two mandala concepts, inner temples and outer temples. The functions of the Siwa Sila Gatra Temple are (1) religious functions, (2) social functions, (3) economic functions (4) entertainment functions, and (5) educational functions. The potential of Shiva Sila Gatra Temple is a historical aspect, inheritance aspects include pelinggih lontar, meru tumpang pitu, and character education.keyword : history, Siwa Sila Gatra Temple, a source of learning history
YAYASAN EKOTURIN (STUDI TENTANG SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN DI DAERAH TERTINGGAL DI DESA BAN, KUBU, KARANGASEM, BALI) ., Ni Nyoman Murdani; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui latar belakang sejarah didirikanya Yayasan Ekoturin; dan 2) mengetahui sistem pendidikan di Yayasan Ekoturin di Desa Ban, Kubu, Karangasem Bali. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) heuristik (observasi, wawancara, studi dokumentasi); (2) kritik sumber; (3) interpretasi (analisi data), (4) historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) ada tiga faktor yang melatarbelakangi pembangunan Yayasan Ekoturin yaitu faktor politik, faktor sosial, dan faktor ekonomi: 2) sistem pendidikan di Yayasan Ekoturin terdiri dari: unsur masukan (raw input), input instrumen, input lingkungan (environmental input), output, kurikulum, tujuan pendidikan, proses pembelajaran, evaluasi, alat pendidikan, pendidik, peserta didik, dan lingkungan. Dinamika di Yayasan Ekoturin dari input, sejak tahun 2009 sampai sekarang mengalami penurunan, dan dinamika output di Yayasan Ekoturin di Desa Ban, Kubu, Karangasem terus stabil.Kata Kunci : Sejarah, Yayasan Ekoturin This study was aimed to (1) determine the background of the establishment of the Foundation Ekoturin (History and Education system in lagging Regions of Ban village, Kubu, Karangasem, Bali, (2) Know Foundation Ekoturin education system in the village of Ban, Kubu, Karangasem Bali. In this study this, the data collected using methods of historical researc, namely: (1) heuristic (observations, interviews, document study), (2) a source of criticism, (3) interpretation (data analysis), (4) historiography (the writing of history). The results showed that, (1) there are three factors behind the development of the Foundation Ekoturin in Desa Ban, Kubu, Karangasem such as political factors, social factors, and economic factors, (2) the education system in the village of Ban Ekoturin foundation, Kubu, Karangasem consists of (1) the element input (raw input), (2) input instrument, (3) environmental inputs (environmental input), (4) output, (5) curriculum, (6) the purpose of education, (7) the learning process , (8) evaluation, (9) an educational tool, (10) educators, (11) learners, (12) the environment, (13), (3) dynamics in Ekoturin Foundation in Desa Ban, Kubu, Karangasem in terms of inputs from 2009 until now has decreased, and the dynamics of output in Ekoturin Foundation in Desa Ban, Kubu, Karangasem hold steady. keyword : History, Education System
Sejarah dan Sistem Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seririt Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ., Kadek Ayu Sutarminingsih; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMA Negeri 1 Seririt mulai dari periode filial SMA Negeri 1 Singaraja sampai periode berdiri sendiri sebagai SMA Negeri 1 Seririt (2) sistem pendidikan yang berkembang di SMA Negeri 1 Seririt pada masa pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), dan (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMA Negeri 1 Seririt merupakan sekolah yang memiliki perjalanan history yang cukup panjang. Berdirinya SMA Negeri 1 Seririt dilatarbelakangi adanya beberapa faktor, yakni faktor politik ekonomi dan politik strategis. Perkembangan SMA Negeri 1 Seririt yang sangat pesat karena merupakan satu-satunya sekolah negeri di Seririt, sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya merupakan filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) Sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Seririt ketika pemberlakuan kurikulum KTSP mampu menorehkan berbagai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.Kata Kunci : Filial, Sejarah, Sistem Pendidikan This study aims to determine (1) the history and development of the SMA Negeri 1 Seririt filial period ranging from SMA Negeri 1 Singaraja to the period stands alone as the SMA Negeri 1 Seririt (2) the education system is developing in SMA Negeri 1 Seririt on the enactment of the educational unit level curriculum. This research is historical research using qualitative approach with measures: (1) engineering data collection done through: observation, interview, and document research, (2) source criticism (external criticism and internal criticism), (3) interpretation (data analysis), and (4) historiography (the writing of history). The results showed that (1) SMA Negeri 1 Seririt is a school that has a fairly long history travel. The establishment of the SMA Negeri 1 Seririt backed by a number of factors, the political factors of strategic economic and political. The development of SMA Negeri 1 Seririt very rapidly because is the only public school in Seririt, making it an independent school which was originally a filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) The education system in SMA Negeri 1 Seririt when enforcement of the curriculum unit level education capable of applying various achievements in the field of both academic and non academic. keyword : Filial, History, The education system
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS GURU SEJARAH DI SMAN 1 SAWAN) ., Nengah Cipta Sari; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013; (2) Mengetahui persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013; (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, studi dokumen); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa; (1) Persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap Kurikulum 2013, karena Kurikulum 2013 menerapkan metode scientific approach dalam proses pembelajaran; (2) Persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 menunjukan bahwa guru sejarah di SMA Negeri 1 Sawan mendukung sepenuhnya mata pelajaran sejarah dikelompokan menjadi wajib dan peminatan, Kurikulum 2013 dinilai oleh guru sangat lengkap dan lebih rinci, namun tidak diimbangi dengan pelatihan sejak dini sehingga guru sejarah mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran terutama pada aspek penilaian yang dinilai terlalu rumit; (3) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kurikulum 2013 menunjukan bahwa minat siswa untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 cukup tinggi, hal ini tampak pada persepsi siswa terhadap pentingnya pelajaran sejarah dan siswa sangat antusias untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 karena dengan mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 siswa dapat berinovasi dan mengetahui metode pembelajaran yang baru.Kata Kunci : Persepsi, Guru Sejarah, Mata Pelajaran Sejarah, Kurikulum 2013 This research aims (1) knowing the perception of the Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan on the implementation of the 2013 curriculum; (2) knowing the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum; (3) knowing the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach with measures: (1) the determination of research location; (2) the determination of informants techniques; (3) data collection techniques (observation, interview, questionnaire, study document); (4) the validity of data guarantee techniques; and (5) data analysis techniques. The results of the research show that; (1) the perception Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan give appreciation and positive assessment to the 2013 curriculum, because the 2013 curriculum is implement the scientific approach method on the learning process; (2) the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum shows history teachers in SMA Negeri 1 Sawan fully support historical subjects are divided into compulsory and specialization and 2013 curriculum assessed by teacher was complete and more detail but not in balance with training from the outset so that history teacher experienced difficulty in applying the 2013 curriculum in the process of learning especially from the perspective of an assessment that was thought to be too complicated; (3) the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum showed that interest on the part of the student to study history at the 2013 curriculum is quite high, it looks on the view of students on the importance of the lessons of history and students are very enthusiastic to learn history on the 2013 curriculum because with historical subjects on the 2013 curriculum students can innovate and know the new method of learning.keyword : Perception, History Teacher, History Subject, 2013 Curriculum.
Monumen Tanah Aron Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Generasi Muda di Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem, Bali Ardana, I Gede
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i1.1009

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Bhuana Giri, kecamatan Bebandem, Karangasem yang bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang dibangunnya monumen Tanah Aron di Desa Bhuana Giri (2) Simbol-simbol yang terdapat pada monumen Tanah Aron di Desa Bhuana Giri (3) kesadaran sejarah apakah yang terdapat di Monumen Tanah Aron sehingga dapat dijadikan bahan pengembangan materi belajar sejarah di SMPN 3 Bebandem, Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut (1) tehnik penentuan informan;(2) tehnik pengumpulan data;(3) Validitas data;(4) analisis data. Berdasarkan temuan dilapangan bagaimana latar belakang perjuangan pertempuran Tanah Aron sehingga didirikan sebuah Monumen, makna simbol yang terdapat dalam monumen Tanah Aron, relief-relief dan patung yang terdapat pada monumen Tanah Aron. Nilai-nilai kesadaran sejarah yang terdapat di Monumen Tanah Aron (1) nilai edukatif, yaitu nilai yang berhubungan dengan pendidikan terutama pada diri siswa agar belajar dari peristiwa pertempuran di Tanah Aron ; (2) Nilai Pengetahuan, unsur pengetahuan siswa menjadi lebih berkembang ketika mengadakan pengamatan langsung pada bentuk, gambar dan simbol dari Monumen Perjuangan Tanah Aron; (3) Nilai Artistik, yaitu nilai yang berhubungan dengan keindahan khususnya dari koleksi Monumen; (4) Nilai kepahlawanan, nilai kepahlawanan itu akan dapat mendorong para siswa untuk selalu menghargai terhadap perjuangan para pahlawan yang memepertahankan Repulik Indonesia dengan jiwa dan raga; dan (5) Nilai rekreatif, yaitu nilai yang dimiliki oleh Monumen Perjuangan Tanah Aron, sehingga membuat para siswa merasa senang dan tertarik mengamati gambar dan simbol Monumen Perjuangan Tanah Aron
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SAWAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Made Dian Hermi; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6289

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), (3) mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 25,45% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,33% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 74,58 dengan kategori sedang, meningkat menjadi 83,54 pada siklus II dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 serta memperoleh respon yang positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), Motivasi, Hasil Belajar, Sejarah. This study aimed at 1) knowing the motivation improvement of the 12th of Social Science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in odd semester in academic year of 2015/2016 through the application of cooperative learning model especially Student Team Achivement Divison(STAD) type on history lesson. This study was a classroom action research. The steps done in this action research involved ; 1) determining the research subjects 2) making the design of the action 3) doing the action 4) observing 5) reflecting ang evaluating. The result of the research showed that : 1) The motivation average percentage of the 12th social science 2 grade of SMA Negeri 1 Sawan in cycle I were 25,45% with high category, and they improved became 26,44% in cycle II with high category as well. The average of the study result of the students were 74,58 in cycle I with sufficient category, increased became 83,54 in cycle II in high category. 3) the students' responses toward the application of cooperative learning in STAD type achieved positive category. Based on the result of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model in STAD type can improve the motivation and the history study's result of the 12th social science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in academic year of 2015/2016 get positive responses as well.keyword : Cooperative learning model Student Achievement division team (STAD), motivation , learning outcomes, history
CANDI BUDHA KALIBUBUK DI DESA KALIBUKBUK, BULELENG-BALI (SEJARAH PENEMUAN, BENTUK , UKURAN, PROSES PEMUGARAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS TERPADU SERTA PENGGUNAANYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL) Penti Sarjana, Putu
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui proses penemuan, bentuk dan proses pemugaran Situs Budha Kalibubuk (2) Untuk mengetahui strategi belajar dalam pemanfaatan Candi Budha Kalibukbuk sebagai sumber Pembelajaran di SMP Negeri 3 Banjar. (3) Untuk mengetahui aspek-aspek yang berguna dari Candi Budha Kalibukbuk sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu dan kontribusinya dalam perkembangan sejarah Lokal di Bali Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengkajian ke situs Candi Budha Kalibukbuk dan mencari solusi dalam pemecahan yang dihadapi oleh pembelajaran IPS terpadu terkait kurangnya minat siswa disekolah dalam mempelajarinya dengan mengembangkan sumber pembelajaran diluar kelas dengan Candi Budha Kalibukbuk sebagai sasaranya. Dalam pengembangan pembelajaran ini peneliti menggunakan kelas VII-1 pada SMP Negeri 3 Banjar. Selain itu peneliti mencoba mengkaji potensi yang dimiliki oleh Candi Budha Kalibukbuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Adapun langkah-langkahnya yaitu penentuan tempat penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data yang terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi, teknik validitas data, dan metode Analisis data. Penentuan tempat dan informan dipergunakan sebagai acuan obyek penelitian dan sumber informasi yang mendukung penelitian. Data-data di dapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian divaliditas dan dianalisis dengan langkah-langkah kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) Candi Budha Kalibukbuk ditemukan pada tahun 1994, candi ini berbentuk stupa yang terdiri dari 2 Candi Perwara dan 1 Candi Induk. Ukuran Candi Induk dengan tinggi 12 meter dan lebar 7 meter dan Candi Perwara berukuran tinggi 5 meter dan lebar 2,7 meter; (2) Strategi yang bisa dipergunakan dalam pemanfaatan Candi Budha Kalibukbuk sebagai sumber pembelajaran diantaranya model kontekstual, pembelajaran diluar kelas, metode karyawisata, inquiri dan diskusi kelompok dan hasilnya metode ini mampu meningkatkan kreatifitas dan pemahaman siswa; (3) Aspek-aspek dari Candi Budha Kalibukbuk yang dapat dikembangkan dari sumber pembelajaran diantaranya aspek bentuk, aspek pewarisan nilai toleransi dan candi ini memiliki nilai yang strategis bagi perkembangan sejarah bagi Bali pada umunya dan Bali utara pada khususnya.