cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI PRANGKO SERI KESEJARAHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., G.B. Surya Utama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA, (2) Peristiwa yang terkandung di dalam prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitan deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif ialah menggunakan pendekatan sosial yaitu: (1) Penentuan Rancangan Penelitian, (2) Penentuan Lokasi Penelitian, (3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan (5) Validitas Data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) Analisis data. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada dasarnya adalah semua prangko yang diterbitkan oleh suatu negara untuk memperingati suatu peristiwa kenegaraan. Prangko-prangko yang bertemakan seri kesejarahan yang terkait dengan Kurikulum, Silabus diantaranya adalah prangko seri 100 tahun paleontologi di Indonesia, seri candi, seri revolusi, seri pahlawan nasional, seri Soekarno, seri Suharto, seri B.J. Habibie sampai dengan prangko seri reformasi serta seri kesejarahan lain yang memiliki potensi Sebagai sumber belajar sejarah di SMA. (2) Prangko yang bertemakan sejarah dalam setiap seri penerbitannya memiliki gambar yang menceritakan Peristiwa, tokoh, ruang dan waktu. Adapun beberapa contoh peristiwa yang terkandung dalam prangko yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah sebagai berikut. Pertama, prangko yang bergambarkan atau bertema revolusi Pertempuran Surabaya yang terbit pada tanggal tahun 1964 yang menggambarkan peristiwa perjalanan Bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme. Kedua, prangko yang bergambarkan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang terbit pada 17 Agustus 1955 yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting atau detik-detik menjelang proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga, prangko yang menggambarkan reformasi 1998 yang terbit pada tanggal 28 Oktober 1998 tentang peristiwa lengsernya Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Kata Kunci : Prangko Sejarah, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in senior high school, (2) the events contained in the historical series of stamps that have potential as a source of learning history in senior high school. This research is a qualitative descriptive study. Steps being taken in a qualitative descriptive study using a social approach, namely: (1) Determination of Design Research, (2) Determination of Location Research, (3) Determination of informants, (4) collection of data (observations, interviews, document studies) and (5) The validity of the data comprising the data triangulation and triangulation methods, (6) data analysis. The results of this study were (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in high school is basically all the stamps issued by a country to commemorate an event state. Stamps themed historical series relating to curriculum, syllabus stamp series is 100 years of paleontology in Indonesia, temples series, series revolution, the national hero series, series Sukarno, Suharto series, series BJ Habibie to reform stamp series as well as other historical series that has the potential as a source of learning history in high school (2) history-themed stamps in each series has a picture that tells publishing events, figures, space and time. As some examples of events contained in stamps that can be used as a source of learning history following. First, themed stamps bearing the image of the revolution or the Battle of Surabaya which was published in December 1964 that describes the events of the trip Indonesian nation in the fight against colonialism. Secondly, a stamp bearing the image of reading the text of the proclamation of independence of the Republic of Indonesia which was published on August 17, 1955 depicting significant events or the seconds before the proclamation of Indonesian independence. Third, stamp depicting the 1998 reform, published on October 28, 1998 about the fall of President Suharto event that has been in power for 32 years. keyword : Historical Stamps, Learning Resources
Museum Palagan Bojongkokosan di Kecamatan Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat (Sejarah, Nilai-Nilai, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., INDRA SAPUTRA; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18718

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang pendirian Museum Palagan Bojongkokosan, (2) Mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung pada artefak dan diorama di Museum Palagan Bojongkokosan (3) Mengetahui pemanfaatan Museum Palagan Bojongkokosan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih lokasi penelitan yaitu desa Bojongkokosan, (2) Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) Teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triangulasi Data dan Triangulasi Metode, (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi dan Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah pendirian Museum Palagan Bojongkokosan sebagai bentuk apresiasi untuk jasa para pahlawan. (2) Nilai-nilai yang terkandung pada artefak dan diorama di Museum Palagan Bojongkokosan yaitu Nilai nasionalisme dan patriotisme, nilai religi, nilai estetika, nilai rekreatif, dan nilai edukasi (3) Museum Palagan Bojongkokosan dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah dalam bentuk buku suplemen.Kata Kunci : Sejarah, Museum Palagan Bojongkokosan, Sumber Belajar Sejarah. This study aims to (1) Describe the background of the establishment of the Palagan Bojongkokosan Museum, (2) Describe the values contained in artifacts and dioramas at the Palagan Bojongkokosan Museum (3) Knowing the use of Palagan Bojongkokosan Museum as a source of historical learning in high school. This study uses qualitative methods with stages; (1) Selecting the location of research, namely Bojongkokosan village, (2) The technique of determining informants is done by using Purposive Sampling techniques and also Snow Ball, (3) Techniques for guaranteeing the authenticity of the data using Triangulation Data and Triangulation Methods, (4) Data collection techniques with Observation , Interviews, Documentation Studies and Data Analysis Techniques. The results of the study show that, (1) Historical background of the establishment of Palagan Museum Bojongkokosan as a form of appreciation for the services of heroes. (2) The values contained in the artifacts and dioramas at the Palagan Bojongkokosan Museum are the values of nationalism and patriotism, religious values, aesthetic values, recreational values, and educational values (3) Palagan Bojongkokosan Museum can be used as a source of learning history in supplementary books .keyword : History, Palagan Bojongkokosan Museum, Historical Learning Resources
Perkembangan Partai Politik di Kabupaten Badung Pada Tahun 1998-2009, dan Potensinya Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah di SMA ., I Putu Edy Saputra; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang perkembangan partai politik di Kabupaten Badung pada periode 1998-2009, (2) perolehan suara partai politik dalam pemilu periode tahun 1998-2009 dan implikasinya bagi demokrasi di DPRD Kabupaten Badung, dan (3) aspek-aspek yang terdapat dari perkembangan partai politik di Kabupaten Badung yang dapat dijadikan sumber pembelajaran Sejarah di SMA. Penelitian ini bersifat deskritif kualitatif dengan menggunakan metode penelitan sejarah, yaitu: (1) Heuristik (studi dokunetasi, wawancara, dan observasi); (2) Kritik sumber; (3) Interprestasi; dan (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) adanya latar belakang perkembangan partai politik di Kabupaten Badung pada periode 1998-2009 disebabkan oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Faktor internal di antaranya; (1) pergantian rezim ke reformasi, (2) amandemen UUD 1945, munculnya peraturan perundang-undangan tentang pemilu dan partai politik 1998-2009, perubahan sistem pemilu secara nasional, dan (3) dinamika partai politik di tingkat nasional. Sedangkan faktor internal, di antaranya; (1) Kabupaten Badung sebagai bagian dari wilayah provinsi dan negara, (2) corak masyarakat Badung yang multikultur, (3) difungsikannya partai politik sebagai kendaraan calon/pasangan calon dalam pemilu/pilkada. (2) Perolehan suara partai politik dalam pemilu periode 1998-2009 dan implikasinya bagi demokrasi di DPRD Kabupaten PDIP selalu unggul dalam setiap pemilu pada periode tersebut. Oleh karena itu, PDIP selalu mendominasi dalam prolehan kursi di DPRD Kabupaten Badung sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuat selalu merepresentasikan visi dan misi partai yang pro rakyat. Dan (3) Aspek-aspek yang terdapat dari perkembangan partai politik di Kabupaten Badung sebagai sumber belajar sejarah di SMA yaitu aspek historis, aspek demokrasi, dan aspek pendidikan yang kemudian dijabarkan ke dalam silabus mata pelajaran sejarah pada kelas XII semester ganjil kurikulum 2013. Kata Kunci : Partai Politik, Demokrasi, Sumber Belajar Sejarah This study aims to knowing; (1) the background of the development of political parties in the Badung Regency in the period 1998-2009, (2) number of votes a political party in an election period 1998-2009 and implication for democracy in DPRD Badung Regency, and (3) there are aspects of the development of political parties in Badung Regency in can be used as a sorce of learning history SMA. This research is a descriptive qualitative study using historycal, namely: (1) heuristic (document, interview, observation), (2) source criticism, (3) interpretation, (4) historiography. The results of this study indicate that, (1) the backgrond of the development of political parties in Badung Regency period 1998-2009 caused by external and internal factors. External factor namely (1) substitution regime change to reform, amendment UUD 1945, emerging regulation concering the election of political parties 1998-2009, (2) changes in electoral systems nationally, and (3) the dynamics of political parties at the national level. While internal factor, such Badung Regency as part of the province and the country, the style of the Badung Community the multicultural, functioned as a political party candidate vehicle/pair of candidate in the election, as well asa goverment policies Badung Regency. (2) Number of votes a political party in the election period 1998-2009 and its implications for democracy in DPRD Badung Regency that PDIP always superior in every election for the period. So PDIP always dominated the seat in DPRD Badung Regency then the policy always represent the visioan and mission of a pro-people party. (3) And the are aspects of the development of political parties in Badung Regency as a source of learning history in SMA namely aspect historical, aspect democracy, and aspect education which is then translated in to a history lesson on the syllabus of the class XII semester odd curriculum 2013.keyword : Political Parties, Democracy, Source Learning History
IDENTIFIKASI TARI PERWALEN PADA PIODALAN SUGIAN DI PURA PASEK GELGEL, DUSUN BELUHU KANGIN, DESA TULAMBEN, KUBU, KARANGASEM SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP N 1 KUBU ., Ni Luh Wiwin Virdayanti; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Latar Belakang Tari Perwalen sebagai tarian sakral, 2) Aspek-aspek dalam Tari Perwalen sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) metode pengumpulan data (wawancara, observasi, studi dokumen,); (3) validitas data; (4) teknik analisis data; dan (5) metode penulisan hasil. Melalui hal itu dapat dikemukakan bahwa yang melatar belakangi Tari Perwalen yaitu adanya suatu fenomena dalam kehidupan masyarakat untuk meyakini dan mensakralkan Tari Perwalen yang merupakan suatu Pawisik dari Ida Sesunan, cermin dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipentaskan setiap persembahyangan. Ada tiga faktor yang melatar belakangi Tari Perwalen, yakni faktor historis dan faktor kepercayaan. (2) Aspek-aspek yang terkandung pada Tari Perwalen yaitu: (1) Aspek historis yaitu Tari Perwalen tersebut merupakan warisan leluhur/nenek moyang yang dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Tulamben, (2) Aspek sistem komunikasi yaitu Tari Perwalen merupakan wadah sebagai sistem komunikasi yang saling berinteraksi antara kelian Tari Perwalen, para penari, pemangku, serta warga masyarakat setempat, (3) Aspek sistem organisasi sosial Tari Perwalen merupakan salah satu perkumpulan/organisasi yang ada di Desa Tulamben yang menghasilkan suatu keterampilan dibidang kesenian, dan (4) Aspek sistem kepercayaan dimana Tari Perwalen dipercayan atau diyakini oleh masyarakat Desa Tulamben bahwa Tari Perwalen tersebut merupakan tari yang sakral dan dipercaya sebagai persembahyangan agar terhindar dari segala wabah penyakitKata Kunci : Sejarah, aspek-aspek dalam Tari Perwalen This research aims to know the, 1) Background as sacred dance Perwalen Dance, 2) aspects in the Perwalen Dance as a source of learning research using IPS. This study used a qualitative approach is: 1) determination of the informant; 2) Techniquest of data collection (observation, interviews, study document); 3) data analysis, 4) the validity of data, 5) writing techniques. Through it can be argued that the Dance background Perwalen namely the existence of a phenomenon in life and the public to believe that the mensakralkan Dance Perwalen a Sesunan pawisik of Ida, Ida Sang Hyang mirror of the Wasa Widhi staged every prayers. There are three background factors Dance Perwalen, historical factors and the trust factor. (2) Aspects – aspects Dance Perwalen contained in: (1) the historical aspect, namely Dance Perwalen such a heritage / ancestors run to date Tari This Tulamben village community, (2) communication systems that aspect Dance Perwalen a container as a communication system interacting Perwalen Dance, dancers, stakeholders, and citizens local, (3) Aspects of Dance Perwalen system of social organization is one the association / organization in the village of Tulamben that produces a skill in the field of art, and (4) Aspects of the belief system where Perwalen Dance dipercayan or believed by the village of Tulamben hat dance is a dance Perwalen sacred and is believed to bekeyword : History, Aspects of the Dance Perwalen
IDENTIFIKASI POLA PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS X IPA 1 SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA BALI ., M Al Qautsar Pratama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.5379

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pola pendidikan karakter yang diterapkan pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali, (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam penerapan pola pendidikan karakter pada pembelajaran sejarah di kelas X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kualitatif prosedur penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kulitatif yaitu dengan melakukan (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data observasi,studi pustaka); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pola pendidikan karakter yang yang diterapkan oleh guru sejarah di kelas X IPA 1 yang direncanakan dengan baik pada rpp yang dibuat oleh guru pelaksanaannya di kelas X IPA, (2) terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa dalam pelaksanaan pola pendidikan karakter dikelas, kendala-kendala yang dihadapi yaitu kendala waktu, kemampuan siswa dan materi pelajaran yang padat. Kata Kunci : pola, pendidikan karakter This research aims to (1) determine the pattern of character education is applied to the teaching of history in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali . (2) knowing the constraints faced by teachers and students in the application of a character education on history teaching in class X IPA 1 SMA Lab Undiksha Singaraja Bali. This research is a qualitative approach research procedure that uses descriptive data in the form of words written or spoken of the people and behaviors that diamati.Tahap-stage qualitative research conducted by performing (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques of observation, literature); (3) engineering data processing / data analysis. The results showed: (1) there is a pattern of character education that is applied by a history teacher in class X IPA 1 planned well in rpp made by the teacher in class X IPA implementation, (2) there are constraints faced by teachers and students in the implementation patterns of character education class, the constraints faced by the constraints of time, the ability of students and subject matter are solid. keyword : pattern, character education
PURA TAMAN NARMADA BALI RAJA DI DESA PAKRAMAN TAMANBALI, BANGLI, BALI (Sejarah, Struktur, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal) EKA KRISNA YANTI, NI WAYAN
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i3.1015

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pakraman Tamanbali, Bangli, Bali yang bertujuan untuk mengetahui : (1) Sejarah keberadaan Pura Taman Narmada Bali Raja di Desa Pakraman Tamanbali; (2) Struktur dan Fungsi Pura Taman Narmada Bali Raja; dan (3) Potensi Pura Taman Narmada Bali Raja sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Heuristik; (2) Kritik Sumber; (3) Interpretasi; dan (4) Historiografi. Berdasarkan temuan di lapangan Pura Taman Narmada Bali Raja dibangun untuk mengenang sekaligus sebagai sarana melaksanakan bhakti sentana kepada leluhur Maha Gotra Tirta Harum Tamanbali. Struktur Pura Taman Narmada Bali Raja terdiri dari dua halaman, yakni madya mandala atau jaba tengah, dan utama mandala atau jeroan. Fungsi Pura Taman Narmada Bali Raja secara umum dapat dibagi empat yakni, (1) Fungsi Religius; (2) Fungsi Pendidikan; (3) Fungsi Sosial; (4) Fungsi Budaya. Pada utama mandala dan madya mandala Pura Taman Narmada Bali Raja didirikan pelinggih-pelinggih untuk mengenang jasa-jasa leluhur Maha Gotra Tirta Harum Tamanbali.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Handoko Satrio Prakoso; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.6303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan aktivitas belajar, (2) penerapan pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar, (3) respon siswa terhadap model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik yang digunakan adalah observasi aktivitas pembelajaran Sejarah dan tes hasil belajar siswa. Subjek penelitian yang peneliti gunakan yaitu siswa kelas XI IPS 1 SMA Laboratorium Undisha Singaraja berjumlah 27orang dan objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua siklus). Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan yang terakhir refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui metode tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis interatif yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siklus 1 aktivitas siswa individu mencapai persentase 7,56 dengan kriteria cukup baik dan hasil belajar siswa siklus 1 rata-rata kelas sebesar 55,92 dengan persentase ketuntasan 0% selanjutnya mengalami kenaikan pada siklus II aktivitas siswa individu mencapai persentase 9,26 dengan kriteria baik dan hasil belajar siswa siklus II rata-rata kelas sebesar 82,04 dengan persentase ketuntasan 81,48%.Kata Kunci : metode discovery learning, aktivitas dan hasil belajar siswa The research of purposed for the : (1) the method discovery learning to improve activity, (2) the method discovery learning to improve result of students, (3) the student responsive to the method discovery learning. The research use of Calssroom Action Research (CAR). Use the technik is observation history activity and test result of students. The research of subject is XI IPS 1 class SMA Laboratorium Undiksha Singaraja the sumer of 27 people and the research object is activiry and result of students history XI IPS 1 class SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was conducted in two cycles. Each cycle consisting of the stages of action planning, action, observation, and reflection. Data collection metgods used by the test method, observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative interative analysis which consists of data collection, data presentation, and conclusion. The results of the first cycle are the activity of individual students in the first cycle reaches 7,56 percentage criteria quite well and the result of the result of students 1st siclus level in the class was 55,92 with ending presentation 0%. After that have increased cycle II to 9,26 with both criteria and the result for 2nd siclus level in the class was 82,04 with presentation 81,48%.keyword : discovery learning method, learning activity and the research result.
Ritual Kematian Sebagai Media Pendidikan Nonformal Guna Memperkuat Tindakan Sosial Menghormati Leluhur (Studi Kasus Pada Etnis Cina Di Lingkungan Widyasari Kelurahan Kampung Baru, Singaraja , Buleleng Bali) Lilis arysta Dewi, Ni Pt.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1031

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Sistem keyakinan yang melatar belakangi Etnis China melakukan ritual kematian; (2) penyelenggaraan ritual dari persiapan sampai pemujaan roh leluhur; dan (3) kaitan antara ritual kematian dengan pendidikan nonformal sebagai sarana memperkuat tindakan sosial menghormati leluhur pada etnis China di Lingkungan Widyasari, Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu : (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumen); (3) validitas data; (4) teknik analisis data; (5) teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan etnis china melakukan ritual kematian karena ada keyakinan hubungan timbal balik antara yang hidup dan yang mati dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka yang masih di dunia. Proses ritual terdiri dari tahap persiapan. Tahap pelaksanaan yang merupakan hari puncak dan jenazah dibawa ke pemakaman. Pasca pelaksanaan, melakukan penghormatan dengan pergi ke kuburan almarhum dan membawa sesaji. Ritual kematian dapat dijadikan media pendidikan yang mengandung nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan untuk menambah ilmu tentang kebudayaan yang nantinya bisa diteruskan ke generasi berikutnya secara berkesinambungan melalui pendidikan nonformal, seperti mempekuat tindakan sosial menghormati leluhur.
SARKOFAGUS DI PURA PONJOK BATU DESA PACUNG, TEJAKULA, BULELENG, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Kadek Dwi Mahayoni; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.11289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan sejarah keberadaan sarkofagus yang terdapat di areal Pura Ponjok Batu Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, (2) Mendeskripsikan unsur-unsur yang terdapat pada sarkofagus yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X, (3) Medeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam memanfaatkan sarkofagus sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X berbasis Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, (2) Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, (3) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (4) Teknik pengumpulan data, melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, (5) Teknik validasi data, triangulasi metode, dan triangulasi sumber, (6) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan sejarah keberadaan sarkofagus di Pura Ponjok Batu membuktikan di sekitar pura tersebut dulunya pernah dihuni oleh masyarakat yang menjadi pendukung budaya sarkofah, khususnya pada zaman perundagian dan sekaligus bahwa tempat ini sudah ada tempat sucinya yakni tempat disemayamkannya para petinggi yang dihormati oleh masyarakat setempat. Keberadaan sarkofagus di areal Pura Ponjok Batu dikarenakan adanya pawisik yang mengharuskan sarkofagus ditetapkan berada di Pura Ponjok Batu. Unsur-unsur yang terdapat pada sarkofagus yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA dapat dibagi menjadi dua yaitu unsur real (denotatif) dan unsur makna (hidden/konotatif). Adapun strategi pembelajaran yang diterapkan dalam memanfaatkan sarkofagus sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas X berbasis Kurikulum 2013 adalah inquiri dan group investigation.Kata Kunci : Sejarah, Sarkofagus, Unsur-unsur, Sumber Belajar. This study aims to (1) Describe the history of the existence of sarcophagus in the area of Ponjok Batu temple, Pacung Village, Tejakula Sub-district, (2) Describe the elements contained in sarcophagus that can be used as a source of learning in high school class X, (3) to describe learning strategies applied in utilizing sarcophagus as a source of learning history in high school class X based on Curriculum 2013. This research uses Qualitative Method with stages; (1) Techniques of determining the location of research, this research is located in Pacung Village, Tejakula District, Buleleng Regency, 2) The research approach used Qualitative approach, (3) Informant determination technique, informant determination in this research is purposive sampling and snow ball, (4) Data collection technique, through observation, interview and document study, (5) Data validation technique , method triangulation, and source triangulation, (6) Data analysis technique. The results showed that the history of the existence of sarcophagus in Ponjok Batu temple proved in the vicinity of the temple was once inhabited by people who became supporters of the sarcophagus culture., especially in the days of perundagian and this place has a holy place to buried an high officials who are respected by the local community. The existence of sarcophagus in the area of Ponjok Batu Temple due to the holy direction which requires that the sarcophagus must be placed in Ponjok Batu temple. The elements contained in the sarcophagus that can be used as a source of history learning in the high school can be divided into two, namely the element of real (denotative) and elements of meaning (hidden / connotative). The learning strategy applied in utilizing sarcophagus as a source of learning history in high school class X based Curriculum 2013 is enquiry and group investigation.keyword : History, Sarcophagus, Elements, Learning Resources
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM DI TENGAH PENDIDIKAN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KELURAHAN LOLOAN TIMUR NEGARA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Mia Lutfitasari; ., Dr. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Faktor-fktor yang melatar belakangi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern; (2)Strategi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum mempertahankan eksistensinya di tengah pendidikan modern; (3)Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspek-aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum dan (5)Cara pemanfaatan Pondok pesantren Manba’ul Ulum sebagai sumber belajar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap:(1)lokasi penelitian di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di kelurahan Loloan Timur, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana,Bali (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (3)Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode), (5)analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)bertahannya Pondok Pesantren Manba’ul Ulum karena empat faktor, yaitu faktor ekonomi, pendidikan dan faktor sosial budaya (2)Strategi yang di gunakan agar Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern adalah mengintegrasikan kewirausahaan (keterampilan membuat roti) dalam kurikulum dan diadakan sebuah pertemuan antara pimpinan santri dengan orang tua santri dan masyarakat(3)sistem pendidikannya terdiri dari kiai, ustad dan ustadzah, santri, Al-qur’an, kitab kuno dan kitab kuning(4)Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu aspek sejarah, bangunan, dan aspek religius Kata Kunci : pondok pesantren, strategi, sistem,sumber belajar The purpose of this study is to determine (1) The factors behind the Pondok Pesantren Manba'ul Ulum remain in the middle of modern education; (2) The Strategy of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum maintains its existence in the middle of modern education; (3) The education system at Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspects that can be used as a source of history learning from Pondok Pesantren Manba'ul Ulum and (5) How to utilize Manba'ul Ulum boarding school as a learning resource. This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Pondok Pesantren Manba'ul Ulum in East Loloan village, State sub district, Jembrana district, Bali (2) Informant determination technique, informant determination in this research that is purposive sampling and snow ball, (3) data collection method through observation, interview, and document study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis. The result of the research shows that (1) the survival of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum due to four factors, namely economic factor, education and socio-cultural factors. (2) The strategy used in order to Pondok Pesantren Manba'ul Ulum to survive in the middle of modern education is to integrate entrepreneurship (bread making skills) in the curriculum and held a meeting between the santri leadership with the students' parents and the community (3) the education system consists of kiai, ustad and ustadzah, santri, Al-qur'an, ancient books and yellow book (4) Pondok Pesantren Manba'ul Ulum based on the 2013 curriculum, while the aspects that can be used are aspects of history, buildings, and religious aspectskeyword : boarding school, strategy, system, learning resources