cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
PERJUANGAN DAN KETOKOHAN KAPTEN MUDITA DI KABUPATEN BANGLI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Sentana Mahartha, I Ketut Arya; Maryati, Tuty; Purnawati, Desak Made Oka
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.31503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah perjuangan Kapten Mudita di Kabupaten Bangli, Bali. (2) Nilai-nilai karakter dari Kapten Mudita. (3) Potensi dari ketokohan Kapten Mudita untuk dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif meliputi: (1) Lokasi penelitian terletak di Puri Agung Bangli, Desa Kawan, Bangli, Bali. (2) Teknik penentuan informan dengan menentukan informan kunci, dari informan kunci kemudian peneliti mengembangkan lagi mencari informan bantuan. (3) Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik studi dokumen. (4) Teknik penjaminan keaslian data dengan menggunakan dua teknik yaitu: teknik triangulasi sumber dan triangulasi tekni. (5) Teknik analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi. Hasil penelitian ini adalah  latar blakang Kapten Mudita dari kanak-kanak hingga dewasa, masa perjuangan Kapten Mudita dalam pemertahanan kemerdekaan RI di Kabupaten Bangli, nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah di SMA.
KEHIDUPAN MASYARAKAT KRISTEN KATOLIK DI DESA EKASARI DUSUN PALASARI, MELAYA, JEMBRANA-BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA KELAS XI Aryantika, I Kadek Adi; Arta, Ketut Sedana; Yasa, I Wayan Putra
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.30907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana sejarah keberadaan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (2) Bagaimana praktik kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari. (3) Apa aspek-aspek kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Dusun Palasari sebagai sumber belajar sejarah di SMA kelas XI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang meliputi: (1) Lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data, (4) Teknik penjaminan keaslian data, (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebaran agama Kristen Katolik terjadi di Tuka, yang membuat banyak masyarakat Tuka beralih agama ke Kristen Katolik hinggal menyebabkan konflik dan membuat masyarakat yang beragama Kristen Katolik bertransmigrasi ke Palasari, dalam perkembangan umat Katolik di Palasari sangat pesat sehinggal tanah awal yang diberikan menjadi sempit karena banyak pendatang yang datang ke Palasari sehingga P. Simon Buis meminta tanah dan diberikan tanah di Palasari Baru. Dalam perkembangan umat di Palasari baru semua kehidupan ditata terutama pembangunan gereja, dan dalam kehidupan masyarakat Kristen Katolik di Palasari masih mempergunakan identitas Bali dan konsep asli Bali di Palasari, yang membuat kehidupan masyarakat Kristen Katolik Palasri dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah karena sesui dengan silabus sejarah Indonesia, terdapat beberapa aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar antara lain, aspek sejarah, aspek peninggalan, dan aspek pendidika karakter Kata kunci: Palasari, kehidupan masyarakat Kristen Katolik, sumber belajar sejarah, migrasi, identitas Bali, konsep Bali, dan pendidika karakter. ABSTRACT This study aims to determine: (1) How is the history of the existence of the Catholic Christian community in Palasari Village. (2) How is the practice of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet. (3) What are the aspects of the life of the Catholic Christian community in Palasari Hamlet as a source of learning history in class XI SMA. The method used in this research is descriptive qualitative which includes: (1) research location, (2) informant determination techniques, (3) data collection techniques, (4) data authenticity assurance techniques, (5) data analysis techniques. The results of this study indicate that the spread of Catholic Christianity occurred in Tuka, which made many Tuka people convert to Catholic Christianity to cause conflict and make Catholic Christians transmigrate to Palasari, in the development of Catholics in Palasari very rapidly so that the initial land was given. became narrow because many immigrants came to Palasari so P. Simon Buis asked for land and was given land in Palasari Baru. In the development of the people in Palasari, only life has been arranged, especially the construction of the church, and in the life of the Catholic Christian community in Palasari they still use Balinese identity and the original Balinese concept in Palasari, which makes the life of the Palasri Catholic Christian community a source of historical learning because it is in accordance with the historical syllabus Indonesia, there are several aspects that can be used as a source of learning, including historical aspects, heritage aspects, and character education aspects. Keywords: Palasari, Catholic Christian community life, historical learning resources, migration, Balinese identity, Balinese concept, and character education.
PURA BLANJONG DI DESA SANUR KAUH, DENPASAR SELATAN, BALI (Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., Ni Putu Budiartini; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.26467

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui sejarah Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Bali (2) Mengetahui struktur dan fungsi Pura Blanjong (3) Mengetahui potensi Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan informan (3) Pengumpulan Data (4) Teknik validasi data (triangulasi data, triangulasi metode) dan (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Sejarah Pura Blanjong tidak bisa dilepaskan dari adanya prasasti yang kemudian lebih dikenal dengan Prasasti Blanjong. Sesuai dengan apa yang tersurat dalam Prasasti Blanjong tempat yang sekarang menjadi lokasi Pura Blanjong ini merupakan tempat memperingati kemenangan Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya (2) Struktur Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh terdiri dari dua halaman, yakni nista mandala (jaba sisi), utama mandala (jeroan). Fungsi Pura Blanjong secara umum dapat dibagi lima yakni, (1) Fungsi Prasasti Blanjong (Sebagai Media Komunikasi, Sebagai Sumber Sejarah) (2) Fungsi Religius (3) Fungsi Sosial (4) Fungsi Budaya (5) Fungsi Pendidikan. (3) Potensi yang di miliki Pura Blanjong sebagai sumber belajar sejarah di SMA, yakni : (1) Aspek Historis (2) Aspek Peninggalan. Kata Kunci : Pura, Sejarah,Struktur, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study are: (1) To know the history of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village, South Denpasar, Bali (2) To know the structure and function of Blanjong Temple (3) To know the potential of Blanjong Temple as a source of history learning in high school. This research is a qualitative research, with the steps: (1) the determination of recipient research (2) the determination of informants (3) data collection (4) a technique of data validation ( triangulation of data , triangulation of a method of ) and (5) the technique of data analysis. The results showed that; (1) The history of Blanjong Temple cannot be separated from the existence of an inscription which later became better known as the Blanjong Inscription. In accordance with what is written in Blanjong Inscription, the place that is now the location of Blanjong Temple is a place to commemorate the victory of Sri Kesari Warmadewa against its enemies (2) The structure of Blanjong Temple in Sanur Kauh Village consists of two pages, namely nista mandala (jaba sisi), main mandala (jeroan). The function of Blanjong Temple in general can be divided into five namely, (1) Blanjong Inscription Function (As a Communication Media, As a Source of History), (2) Religious Function (3) Social Function (4) Cultural Function (5) Educational Function. (3) The potential possessed by Blanjong Temple as a source of history learning in high school, namely: (1) Historical Aspects (2) Heritage Aspects.keyword : Temple, History, Structure, Function, Historical Learning Sourche.
SEJARAH INDUSTRI KERAJINAN BATOK KELAPA YANDE BATOK DI DESA NEGARI, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG-BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP Saraswati, Ida Ayu Made Rai; Pageh, I Made; Maryati, Tuty
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31548

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah industri kerajinan batok kelapa Yande Batok di Desa Negari, Banjarangkan, Klungkung-Bali, (2) Perkembangan industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dari tahun 1996 – 2020, (3) Potensi yang terdapat di industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dapat dijadikan sumber belajar IPS di SMP. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif meliputi : (1) Heuristik (mencari jejak/sumber data), (2) Kritik sumber/verifikasi (pengujian sumber data), (3) Interpretasi (pemberian tafsiran terhadap data), (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Sejarah berdirinya industri kerajinan batok kelapa Yande Batok dipengaruhi oleh faktor produksinya yaitu SDA, SDM dan SDU (2) industri kerajinan Yande Batok mengalami perkembangan dari tahun 1996 – 2020 dilihat dari hasil produk kerajinan, alat produksi, pemasaran dan perkembangan harga setiap hasil kerajinan (3) Industri kerajinan Yande Batok dapat digunakan sebagai sumber belajar IPS sesuai dengan analisis silabus mata pelajaran dilihat dari aspek geografis, sosial, ekonomi, dan aspek budaya.Kata Kunci: Sejarah Industri Kerajinan Batok Kelapa Yande Batok, perkembangan dan sumber belajar IPS.
KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA KRISTEN DI BANJAR UNTAL- UNTAL, DESA DALUNG, BADUNG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Sulistyawati, Putu; Purnawati, Desak Made Oka; Arta, Ketut Sedana
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.31496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal -  Untal 1931-1935, (2) proses konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935, (3) aspek – aspek dari konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal – Untal 1931-1935 yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode penelitian  sejarah dengan  pendekatan  kualitatif  meliputi : (1) heuristik ( mencari jejak/sumber data, (2) kritik sumber atau verifikasi (pengujian sumber data), (3) interpretasi ( aktivitas menafsirkan data ), dan (4) historiografi ( penulisan sejarah ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : sejarah konversi agama dari Agama Hindu ke Agama Kristen di Untal-Untal 1931-1935 dilatarbelakangi oleh aktivitas zending Tsang To Hang. Proses konversi agama di Banjar Untal-Untal menghasilkan 12 orang yang dibaptis dan menjadi perintis perkembangan Kristen. Adapun potensi sejarah konversi agama dari agama Hindu ke Agama Kristen di Banjar Untal-Untal 1931-1935 sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA kelas XI dapat dilihat dari beberapa aspek di antaranya aspek pendidikan karakter (nilai religius, toleransi, komunikatif, cinta damai dan peduli sosial), aspek pendidikan, aspek peninggalan (Gereja Betlehem, monument baptisan pertama), dan aspek sejarah yang selanjutya dikemas dalam buku suplemen pembelajaran.
SYAHBANDAR PEREMPUAN NYAI AGENG PINATIH DI GRESIK, JAWA TIMUR (PERAN DAN KONTRIBUSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., USWATUN HASANAH; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum.; ., Dr. Tuty Maryati, M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29506

Abstract

Penelitian ini bertujuan yaitu (1) mendeskripsikan sejarah tokoh Syahbandar Nyai Ageng Pinatih di Pelabuhan Gresik. (2) Peran Nyai Ageng Pinatih sebagai Syahbandar di Pelabuhan Gresik. (3) Aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) Nyai Ageng Pinatih adalah seorang syahbandar perempuan yang diangkat oleh Raja Kerajaan Majapahit Brawijaya V pada tahun 1458 M atau paruh terakhir abad ke-15. Beliau diangkat sebagai syahbandar karena beliau ahli dalam bidang perdagangan, taat beragama, jujur, mempunyai banyak relasi antar pedagang, dan menguasai banyak bahasa. (2) Peran Nyai Ageng Pinatih sebagai syahbandar di Pelabuhan Gresik yaitu menjadikan Pelabuhan Gresik ramai dikunjungi oleh saudagar, baik dalam skala regional Nusantara hinngga antar bangsa. Untuk menunjang aktivitas pelabuhan beliau membangun tempat pembuatan kapal dan peti, menyediakan kuda sebagai alat transportasi untuk mengangkut barang dari pedalaman menuju Pelabuhan ataupun sebaliknya. (3) Historiografi tentang Peran Syahbandar Nyai Ageng Pinatih dalam perdagangan di Nusantara dan antar bangsa dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA berkaitan dengan pokok bahasan Kerajaan-Kerajaan Maritim Pada Masa Kerajaan Hindu Budha dan Islam di Indonesia. Kata Kunci : Syahbandar, Nyai Ageng Pinatih, Pelabuhan Gresik The aimed of this research is to; (1) describe the historical character of Syahbandar Nyai Ageng Pinatih at Gresik harbor, (2) the role of Nyai Ageng Pinatih as a Syahbandar at Gresik harbor, (3) some aspects that could be used as the source in learning the historical subject in Senior high school context. This research used historical method which are; Heuristics, Source of Criticism, Interpretation and Historiography. The result of this research showed (1) Nyai Ageng Pinatih is a female syahbandar that was appointed by the Majapahit kingdom in the 15th century. She was appointed by the Fifth King, Brawijaya under Majapahit kingdom in 1458 or in the 15 century. As a syahbandar because she was professional in the trading field, religious, honest, has a lot of connection with the traders and multilingual. (2) the role of Nyai Ageng Pinatih as the Syahbandar in gresik harbor is to make lots of merchant comes to the harbor, both from the regional or between nations scale. She also built several facilities in the harbor such as, shipbuilding and crates, provides horses as the transportation tool to carry things from inland to the harbor or the vice versa. (3) The historic aspects of Syahbandar Nyai Ageng Pinatih can be used as a source in learning history subject for senior high school which in the line with the essence in learning the maritime from the kingdoms during Hindi Buddhist and muslim kingdom in Indonesia.keyword : Syahbandar, Nyai Ageng Pinatih, Gresik harbor
HUBUNGAN SOSIOKULTURAL NYEGARA GUNUNG ANTARA PURA PEGONJONGAN DENGAN PURA DALEM BALINGKANG SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH Sinta Devi, Kadek Mega Arista; Maryati, Tuty; Arta, Ketut Sedana
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.31498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui kondisi sosial-budaya di sekitar Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (2) untuk mengetahui pola hubungan nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. (3) untuk mengetahui aspek-aspek dari hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif meliputi: (1) lokasi penelitian terletak di Pura Pegonjongan, Desa Sambirenteng, Buleleng, Bali dan Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Bangli, Bali. (2) teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dan snow ball. (3) teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen. (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. (5) teknis analisis data terdiri dari: pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pola hubungan nyegara gunung berkaitan dengan kedatangan pedagang Cina yang mendarat di Pantai Timur Bali Utara, kemudian terjadi akulturasi antara kebudayaan Bali Kuno dengan Cina serta amalgamasi antara Raja Bali Kuno dengan Putri Cina yang mempengaruhi dinamika masyarakat Bali. Sehingga adanya beberapa kesamaan budaya antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang. hubungan sosiokultural nyegara gunung antara Pegonjongan dan Dalem Balingkang yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah: aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, aspek historis, dan aspek peninggalan.
PURI AGUNG NEGARA JEMBRANA (SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Arimbawa, I Putu Eka; Purnawati, Desak Made Oka; Maryati, Tuty
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i1.30587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Puri Agung Negara Jembrana di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, (2) struktur dan fungsi Puri Agung Negara Jembrana tersebut, dan (3)potensi yang terdapat di Puri Agung Negara Jembrana yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif deskriptif meliputi: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen; (4) teknik validasi data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber; (5) teknik analisis data memakai model interaktif. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Puri Agung Negara Jembrana memiliki kaitan erat lintasan sejarah Kerajaan Jembrana. Hal ini dikarenakan Puri Agung Negara Jembrana merupakan pusat kekuasaan dan pemerintahan Kerajaan Jembrana ketika dipindahkan dari Puri Gede Jembrana hingga Kerajaan jembrana berubah menjadi Kabupaten Jembrana pada tahun 1960. Struktur Puri Agung Negara Jembrana menggunakan konsep Tri Mandala yaitu Nista Mandala, Madya Mandala,  dan  Utama Mandala dengan fungsi tiap bangunan sesuai kaidah Sanga Mandala. Fungsi Pura Dalem Jawa yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial-politik, dan  (3) fungsi budaya. Adapun potensi Puri Agung Negara Jembrana berdasarkan analisis kurikulum dan silabus ialah  aspek historis dan aspek peninggalan yang kemudian disusun dalam Rencana Program Pembelajaran untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA.
ETNIS SASAK DI BANJAR BUKIT TABUAN DESA BUKIT, KARANGASEM, BALI (Sejarah, Kerukunan, dan Pengintegrasian Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., FIRDAUS RAMADANI; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati, M.Hum.; ., Dr. I Made Pageh, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.29507

Abstract

ABSTRAK Penelitiaan ini bertujuan; (1) mengetahui bagaimana latar belakang sejarah keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana kerukunan antarumat beragama antara Etnis Muslim Sasak dan Etnis Hindu Bali di Banjar Bukit, Tabuan Desa Bukit, Karangasem, Bali, (3) mengetahui Aspek – aspek apa saja dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarh melalui beberapa langkah yakni : (1) Heuristik ( teknik penentuan informan, observasi, dokumen dan wawancara), (2) kritik Sumber (Kritik Internal dan Eksternal), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem,Bali tidak bisa lepas dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang-orang Sasak, (2) Etnis Sasak Muslim di Banjar Bukit Tabuan hidup rukun dengan masyarakat Etnis Hindu Bali yang terlihat dari adanya Safaran, dimana masyarakat Etnis Sasak Muslim Banjar Bukit Tabuan melakukan syukuran dan melakukan gotong – royong di pura Bhur-Bwah-Swah bersama masyarakat Etnis Hindu Bali disana. (3) aspek-aspek yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberadaan Etnis Sasak di Banjar Bukit Tabuan yaitu, (1) aspek sejarah, (2) aspek toleransi, (3) aspek sosial budaya, (4) aspek Politik dan pertahanan. Kata Kunci : Etnis Sasak, Toleransi, Sumber Belajar Sejarah This research aims; (1) knowing the historical background of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (2) knowing how the inter-religious harmony between the Sasak Muslim Ethnic and the Balinese Hindu Ethnicity in Banjar Bukit, Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali, (3) knowing what aspects of the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village that can be used as a source of learning history at high school. This study uses the historical research method through several steps, namely: (1) Heuristics (informant determination techniques, observation, documents and interviews), (2) Source criticism (Internal and External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. The results of this study indicate that, (1) the historical background of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, Bukit Village, Karangasem, Bali cannot be separated from the history of the Karangasem Kingdom which expanded its power to Lombok which then brought political prisoners in the form of the Sasak people, (2) The Sasak Muslim ethnic group in Banjar Bukit Tabuan lives in harmony with the Balinese Hindu ethnic community as seen from the Safaran, where the Banjar Bukit Tabuan Sasak Muslim Ethnic community performs thanksgiving and performs mutual cooperation at the Bhur-Bwah-Swah temple with the Balinese Hindu ethnic community there,(3) aspects that can be developed as a source of historical learning from the existence of the Sasak ethnic group in Banjar Bukit Tabuan, namely, (1) historical aspects, (2) tolerance aspects, (3) socio-cultural aspects, (4) political and defense aspects.keyword : Sasak Ethnicity, Tolerance, Historical Learning Resources
Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalithikum di Desa Banyuputih-Wringin-Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA ., Syamsia Dwi Wulandari; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) asal usul keberadaan watu lawang di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) bentuk watu lawang yang terdapat di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, dan (3) potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap: (1) lokasi penelitian di Desa Banyuputih-Wringin, Bondowoso, (2) penentuan informan menggunakan “purposive sampling”, (3) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data melalui trianggulasi sumber, trianggulasi metode, dan (5) analisis data. Hasil penilitan, yaitu (1) asal usul keberadaan watu lawang merupakan peninggalan zaman pra aksara pada zaman megalithikum yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. (2) bentuk watu lawang di Desa Banyuputih berupa menhir yang berdiri tegak (monolith) yang tersusun dari 3 batu besar yang menyerupai pintu, oleh masyarakat digunakan sebagai tempat yang sakral yaitu sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur. (3) watu lawang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X berdasarkan kurikulum 2013, terutama terkait dengan zaman pra aksara. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan, yaitu: aspek historis, aspek bentuk watu lawang, aspek fungsi watu lawang, aspek religius (religi) dan aspek gotong royong.Kata Kunci : watu lawang, bentuk, sumber belajar This research aims to determine, (1) the origin of the existence of watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) the form watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, and (3) its potential as a source of history learning school. This research using qualitative approach with stages: (1) research location in Banyuputih village, Wringin, Bondowoso, (2) informant determination use “purposive sampling”, (3) data collection technique through observation, interview, document study), (4) data validation technique through source triangulation and method triangulation, (5) data analysis. The results of the research are: (1) The origin of the existence of watu lawang is a relic of pre-literacy in the time of megalithicum used as a place worship of the spirit of the ancestors. (2) watu lawang in Banyuputih village builded in form of menhir that stands upright (monolith) is composed of 3 large rocks that resemble the door, by the community used as a sacred place as a place of worship of ancestral spirits. (3) watu lawang has the potential as a source of learning history in high school in class X based on the curiculum 2013, especially related to the pre-literacy era. As for the aspects that can be used ie: historical aspect, form watu lawang aspect, watu lawang function aspect, religious aspect (religious) and aspects mutual cooperation.keyword : watu lawang, form, learning resources