cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
EKSISTENSI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM DI TENGAH PENDIDIKAN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN MANBAUL ULUM KELURAHAN LOLOAN TIMUR NEGARA BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Mia Lutfitasari .; Dr. I Ketut Margi, M.Si .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Faktor-fktor yang melatar belakangi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern; (2)Strategi Pondok Pesantren Manba’ul Ulum mempertahankan eksistensinya di tengah pendidikan modern; (3)Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspek-aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah dari Pondok Pesantren Manba’ul Ulum dan (5)Cara pemanfaatan Pondok pesantren Manba’ul Ulum sebagai sumber belajar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap:(1)lokasi penelitian di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum di kelurahan Loloan Timur, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana,Bali (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dan snow ball, (3)Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode), (5)analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)bertahannya Pondok Pesantren Manba’ul Ulum karena empat faktor, yaitu faktor ekonomi, pendidikan dan faktor sosial budaya (2)Strategi yang di gunakan agar Pondok Pesantren Manba’ul Ulum tetap bertahan di tengah pendidikan modern adalah mengintegrasikan kewirausahaan (keterampilan membuat roti) dalam kurikulum dan diadakan sebuah pertemuan antara pimpinan santri dengan orang tua santri dan masyarakat(3)sistem pendidikannya terdiri dari kiai, ustad dan ustadzah, santri, Al-qur’an, kitab kuno dan kitab kuning(4)Pondok Pesantren Manba’ul Ulum berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu aspek sejarah, bangunan, dan aspek religius Kata Kunci : pondok pesantren, strategi, sistem,sumber belajar The purpose of this study is to determine (1) The factors behind the Pondok Pesantren Manba'ul Ulum remain in the middle of modern education; (2) The Strategy of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum maintains its existence in the middle of modern education; (3) The education system at Pondok Pesantren Manbaul Ulum; (4) aspects that can be used as a source of history learning from Pondok Pesantren Manba'ul Ulum and (5) How to utilize Manba'ul Ulum boarding school as a learning resource. This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Pondok Pesantren Manba'ul Ulum in East Loloan village, State sub district, Jembrana district, Bali (2) Informant determination technique, informant determination in this research that is purposive sampling and snow ball, (3) data collection method through observation, interview, and document study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis. The result of the research shows that (1) the survival of Pondok Pesantren Manba'ul Ulum due to four factors, namely economic factor, education and socio-cultural factors. (2) The strategy used in order to Pondok Pesantren Manba'ul Ulum to survive in the middle of modern education is to integrate entrepreneurship (bread making skills) in the curriculum and held a meeting between the santri leadership with the students' parents and the community (3) the education system consists of kiai, ustad and ustadzah, santri, Al-qur'an, ancient books and yellow book (4) Pondok Pesantren Manba'ul Ulum based on the 2013 curriculum, while the aspects that can be used are aspects of history, buildings, and religious aspectskeyword : boarding school, strategy, system, learning resources
Pengajaran Sejarah sebagai Media Penanaman Wawasan Kebangsaan (Studi Kasus di Kelas XI IPS 2 Syamsul Huda, Tegallinggah, Sukasada, Buleleng, Bali) Aniqa Faza .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pandangan siswa kelas XI IPS 2 MA Syamsul Huda tentang mata pelajaran sejarah; (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda; (3) persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kabangsaan melalui pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Lokasi penelitian di MA Syamsul Huda, Tegallinggah. (2) Penentuan informan menggunakan Purposive Sampling (3) Pengumpulan data melalui Observasi, Kuisioner, Wawancara mendalam, dan studi dokumen (4) Validasi data menggunakan trianggulasi data dan metode; (5) Analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pandangan siswa terhadap mata pelajaran sejarah di MA Syamsul kelas XI IPS 2 sebagian besar menyatakan pelajaran sejarah menarik akan tetapi labih banyak yang tidak menyukai pelajaran sejarah serta pelajaaran sejarah penting bagi siswa MA (Madrasah Aliyah); (2) sistem pembelajaran sejarah di MA Syamsul Huda menggunakan kurikulum agama dari Departemen agama yang kemudian disesuaikan dengan kurikukum nasional yakni kurikulum 2013. (3) Persepsi guru dan siswa mengenai wawasan kebangsaan di MA Syamsul Huda positif dan sudah memenuhi indikator wawasan kebangsaan. Kata Kunci : Pengajaran Sejarah, Wawasan Kebangsaan, Persepsi. This Research aimed to knowing; (1) the view of the students of class XI IPS 2 MA Syamsul Huda about the subjects of history; (2) the history learning system in MA Syamsul Huda; (3) Perceptions of teachers and students about the insights of nationality through learning history. This study used a qualitative approach with steps: (1) Location of research in MA Syamsul Huda, Tegallinggah village; (2) Determination of informants using Purposive Sampling; (3) Data collection through Observation, Questionnaire, In-depth interview, and document study; (4) Validation of data using triangulation of data and methods; (5) Data analysis using interactive analysis. Research results show that: (1) Student's view of history subjects in MA Syamsul class XI IPS 2 mostly stated interesting history lesson but more who do not like history lessons as well as the history of history is important for MA students (Madrasah Aliyah); (2) Historical learning system at MA Syamsul Huda using religion curriculum from Ministry of religion which then adjusted to national curriculum that is curriculum 2013; (3) Perceptions of teachers and students about the national insight in the MA Syamsul Huda positive and already meet the national insight indicators. keyword : Historical Teaching, National Insight, Perception.
Tradisi Ngejot di Desa Lenek, Aikmel, Lombok Timur (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel) Fiani Yulistia .; Dr. I Ketut Margi, M.Si .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12552

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang adanya tradisi ngejot di Desa Lenek, (2) mengetahui tradisi ngejot dapat dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, (3) mengetahui nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot di Desa Lenek, (4) mengetahui cara memamfaatkan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) metode penentuan informan, (2) metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumentasi), (3) metode validitas data, (4) metode analisis data, (5) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang adanya tradisi negejot di Desa Lenek, untuk mempererat silaturhomi, menjaga solidaritas antar sesama, (2) tradisi ngejot dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan keselamatan, (3) nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot yaitu religius, cinta damai, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, (4) pemanfaatan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah dan karakter siswa.Kata Kunci : Ngejot, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the Lenek village, Aikmel district, East Lombok Regency, NTB. The aims of study: (1) to know the background of the tradition of ngejot in the village of Lenek, (2) to know the tradition of ngejot can be maintained by the villagers of Lenek, (3) to know the values of characters that exist in tradition ngejot in Lenek Village, (4) ) to know how to utilize tradition ngejot as character education media through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel. This reseach used descriptive qualitative method with steps, (1) determination the informant, (2) data collection (observation , interview technique, engineering studies document ), (3) data validity, (4)data analysis, (5) writing the research result. The results showed that (1) Background of the negejot tradition in the village of Lenek, (2) the tradition of ngejot is maintained by the people of Lenek Village, due to the belief, cultural factor, social solidarity, the education factor, the fulfillment of the need for safety, (3) the values of the characters that exist in the tradition ngejot (rligius, love of peace, discipline, responsibility, care for the environment), (4) the use of ngejot tradition ngejot as a medium of character education through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel that is as a place of cultural recognition of the side, so that later culture can enrich the learning material of history and character of student.keyword : Ngejot, Media Character Education, Teaching History
Klenteng Kwang Sing Bio: Di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Sejarah, Struktur dan Fungsi serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Thobiatul Husna .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)Sejarah berdirinya Klenteng Kwang Sing BioTuban (2) stuktur dan fungsi dari bangunan Klenteng Kwang Sing Bio,(3)aspek-aspek yang dapat digunakan dari bangunan Klenteng Kwang Sing Bio sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan tahap-tahap: (1)lokasi penelitian di Klenteng Kwang Sing Bio di kelurahan karangsari, kecamatan Tuban, kabupaten Tuban,Jawa Timur (2)Metode penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, dikembangkan dengan Snow Ball (3)Metode pengumpulan datamelaluiobservasi, wawancara, dan studi pustaka (4)validasi data menggunkan trianggulasi data dan trianggulasi metode),(5)analisis data menggunakan analisis interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)sejarah pendirian Klenteng kwang sing bio ini dimulai dari periode awal pada tahun 1742-1970 dan mengalami pengembangan bangunan dari periode tahun 1970 hingga-sekarang(2)Struktur klenteng Kwang Sing Bioterdiri dari beberapa bagian, yaitu bangunan utama, bangunan tengah, bangunan barat, dan bangunan belakang,klenteng Kwang Sing Bio memiiliki 5 fungsi yaitu fungsi religi, sosia, ekonomi, destinasi wisata dan pendidikan(3)Klenteng Kwang Sing Bioberpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X dan XI berdasarkan kurikulum 2013, adapun aspek-aspek yang dapat digunakan yaitu: aspek sejarah, aspek bangunan, dan aspek kerukunan antar umat beragama.Kata Kunci : klenteng, struktur, fungsi, sumber belajar The purpose of this research is to know (1) History of Kwang Sing Bio Tuban stand (2) structure and function of Kwang Sing Bio temple building, (3) aspects that can be used from Klagenese Kwang Sing Bio building as a source of history learning in SMA . This research used qualitative approach, with stages: (1) research location at Klenteng Kwang Sing Bio in Karangsari village, Tuban sub-district, Tuban district, East Java (2) Informant determination method using Purposive Sampling, developed with Snow Ball (3) ) Data collection method through observation, interview, and literature study (4) data validation using triangulation data and triangulation method), (5) data analysis using interaction analysis. The result of the research shows that (1) the history of the establishment of Klagoeng kwang sing bio started from the early period in 1742-1970 and experienced the development of the building from the period of 1970 to the present (2) The structure of Kwang Sing Bio temple consists of several parts, The main building, the central building, the western building, and the rear building, the Kwang Sing Bio temple has 5 functions, namely religious function, socio-economic, tourism and education destination (3) Kwang Sing Bio Klenteng has the potential to learn history in high school in class X and XI Based on the curriculum 2013, as for the aspects that can be used are: aspects of history, aspects of the building, and aspects of harmony between religious communities.keyword : pagoda, structure, function, learning resource
TRADISI SAMPI GERUMBUNGAN DI DESA KALIASEM, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG, BALI (PEMERTAHANAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI RANCANGAN BUKU SUPLEMEN BAHAN AJAR IPS SMP) I Gusti Ayu Ratnasari .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12554

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sistem permainan Sampi Gerumbungan (2) latar belakang pemertahanan tradisi Sampi Gerumbungan oleh masyarakat Desa Kaliasem,(3) Pemanfaatan hasil penelitian tentang Sampi Gerumbungan sebagai rancangan buku suplemen bahan ajar IPS SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Sampi Gerumbungan telah ada jauh sebelum tahun 1910-an dan petani Sampi Gerumbungan terorganisasi dalam kelompok yang disebut baga. Perlengkapan yang digunakan yaitu uga, lampit, penyelah, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, dan gelang sapi; (2) alasan pemertahanan Sampi Gerumbungan adalah karena faktor fungsional sebagai sarana naur sangi, identitas budaya Buleleng dan sarana hiburan serta faktor ekonomi; (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai buku suplemen bahan ajar IPS SMP karena mengandung nilai-nilai karakter seperti nilai religius, kejujuran, toleransi, disiplin, kreativitas, semangat kebersamaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabatan, cinta damai, peduli lingkungan, sosial dan tanggung jawab.Kata Kunci : Sampi Gerumbungan, pemertahanan tradisi, buku suplemen, nilai karakter This study aims to know (1) the system of Sampi Gerumbungan’s tradition (2 the reason behind the will to keep the Sampi Gerumbungan tradition alive by Kaliasem Villagers, (3) the use of this study about Sampi Gerumbungan result as draft of supplementary book for social science in Junior High School.This research is a qualitative research that was conducted in Kaliasem Village,.Informans were determined by purposive sampling and snowball sampling.The data validity test was done by triangulation method of source and triangulation method.The result of this research indicated that, (1) sampi Gerumbungan existed well before year 1910s and Sampi Gerumbungan farmers were organized in groups called ‘baga’. The equipment used were uga, lampit, penyelahs, penanggu, pot, kober, rumbing, badong, keroncongan, and cow bracelets called gongseng, (2) the reason for maintaining Sampi Gerumbungan was due to functional factors such as a means of naur sangi, cultural identity of Buleleng and entertainment amusement as well as economic factors; (3) the results of this research can be used as a draft of supplementary book for social science in Junior High School because it contains values of character such as religious values, honesty, tolerance, discipline, creativity, and spirit of togeherness.keyword : Sampi Gerumbungan, tradition retention, suplementary book, character value
SEJARAH TARI PIDATA DI DESA LENEK LOMBOK TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA Baiq Zohrah .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah tari pidata di desa Lenek Lombok Timur, (2) Sistem Pementasan tari pidata di desa lenek, dan (3) Unsur-unsur tari pidata yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan data, (Observasi, wawancara, kajian Dokumentasi), (4) Teknik penjaminan keaslian data, (Triangulasi data, Triangulasi metode), (5) Teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang kemunculan seni tari pidata yaitu adanya sistem kepercayaan dan keyakinan. (2) pementasan tari pidata dilaksanakan pada saat peringatan hari besar nasional dan juga pada saat hari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, disamping itu juga untuk mempertahankan keberadaan tari ini yang hampir terkikis oleh arus deras globalisasi. (3) Unsur-unsur dari tari pidata yang dapat di jadikan sumber belajar Sejarah di SMA yaitu unsur historis, unsur pendidikan dan unsur sosial yang dapat di jabarkan pada mata pelajaran Sejarah kelas X semester Genap kurikulum 2013.Kata Kunci : Sejarah tari Pidata, desa Lenek Lombok, Sumber Belajar Sejarah This research aims to understand (1) History dance pidata in the village lenek lombok east, (2) Staging system dance pidata in the village lenek, and (3) Elements dance pidata that can be used as a source of studied history in high school .Research methodology used to research this is the method qualitative by steps: (1) The determination of research sites, (2) The determination of informants technique, (3) data collection method, (Observation, interview, study documentation), (4) Insurance technique the authenticity of data, (data triangulation, triangulation method), (5) data analysis techniques. The results of this study suggest that (1) the background to the emergence of the dance art pidata namely belief systems and beliefs. (2) staging dance pidata implemented at a time of great national memorial day and also at the time of the anniversary to celebrate the Prophet Muhammad, in addition also to defend the existence of this dance are almost eroded by torrential currents of globalization. (3) the elements of dance pidata can make learning resources in the history of high school historical elements, i.e. elements of education and social elements that can be describe on subjects of history Even semester curriculum class X 2013.keyword : Dance Pidata history , village Lenek Lombok , source studied history
Tradisi Mesuryak pada Hari Raya Kuningan di Desa Pakraman Bongan Gede, Tabanan, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Made Cahyana Mp .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui latar belakang DesaPakramanBongan Gede melaksanakanTradisiMesuryak pada Hari Raya Kuningan(2)mengetahuitata cara ritual TradisiMesuryak Pada Hari Raya Kuningan, (3) mengetahui potensi dari tradisi Mesuryak yang dapat di jadikan sebagai sumber pembelajaran Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap: (1)lokasi penelitian di desa Pakraman Bongan Gede, Tabanan, Bali (2)Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, lalu dikembangkan dengan Snow Ball (3)Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4)Teknik penjamin keaslian data menggunakan triangulasi data dantriangulasimetode (5)Teknikanalisis data menggunakan analisis interaktif. Dalam penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1)Latar belakang sejarah Masyarakat Desa Pakraman Bongan Gede, Desa Bongan melaksanakan Tradisi Mesuryak bertujuan mengantarkan leluhurnya yang turun ke bumi pada saat hari raya Galungan dan kembali pada saat hari raya Kuningan ke surga dengan lapang dada karena melihat keturunannya bergembira pada saat tradisi Mesuryak dilaksanakan, (2)Tata cara Pelaksanaan ritual tradisi Mesuryakdiawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan banten sebelum upacara Mesuryak dilaksanakan adanya proses persembahyangan,selesai dipersembahyangan uang yang ada di banten di ambil kemudian dilempar keatas kepala kemudian direbut oleh semua warga Desa Bongan yang ikut menghadiri tradisi Mesuryak; (3)potensi dari tradisi mesuryak yang dapat dijadikansebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 melaui (1)aspek kongnitif yang di dalamnya terdapat nilai religius, nilai memperkuat solidaritas sosial, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai mendapatkan kesejahteraan yang bermartabat, dan nilai tradisi Mesuryakyang dapat dijadikan sebagai media pendidikan, (2) Aspek Kongnitif, (3) Aspek PsikomotorKata Kunci : Tradisi Mesuryak , Potensi, Sumber Belajar, Sejarah This research aims to (1) know the background of DesaPakramanBonganGede implement Mesuryak Tradition on Hari Raya Kuningan (2) to know the ritual procedure of Mesuryak Tradition on Hari Raya Kuningan, (3) to know the potency of Mesuryak tradition which can be made as learning resource History in high school. In this research, using qualitative method with stages: (1) research location in Pakraman village Bongan Gede, Tabanan, Bali (2) Technique determination of informant use Purposive Sampling, then developed with Snow Ball (3) Technique of collecting data through observation, interview, document study, (4) Technique of genuineness of data using triangulation data and triangulation method (5) Technique analyze data use interactive analysis. In this research, the findings are: (1) The historical background of the Desa Pakraman Bongan Gede, Bongan Village perform Mesuryak Tradition is aimed at delivering the ancestors who descended to the earth during the Galungan festivals and returned at the time of the feast of Kuningan to heaven (2) Procedures Implementation of the ritual of Mesuryak tradition begins with the preparation stage of the ceremony, preparation of banten before the ceremony Mesuryak held the process of praying, finished in praying money in Banten taken then thrown up the head then captured by all villagers of Bongan who attended the Mesuryak tradition; (3) the potential of the mesuryak tradition that can serve as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum through (1) the congenial aspect in which there is religious value, the value of strengthening social solidarity, the value of maintaining harmonious relations with nature, the value of getting dignified welfare, and the value of Mesuryak traditions that can be used as educational media, (2) Congnitive Aspects, (3) Psychomotor Aspectskeyword : Mesuryak Tradition, Potential, Learning Resources, Histor
BARONG KET SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN DI DESA BATUBULAN, SUKAWATI, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER SEJARAH DI SMA) Made Pradnyana Putra .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12562

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1)Bagaimana latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan, (2)Bagaimana sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali, (3) Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini,menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap- tahap (1)Heuristik (Teknik Penentuan Informan, Teknik Observasi, Teknik Wawancara, Teknik Studi Dokumen) (2)Kritik Sumber,( Kritik Internal, Kritik Eksternal), (3)Interpretasi, (4)Historiografi. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1)latar belakang munculnya Seni Barong Ket sebagai seni pertunjukan adalah perubahan tari Barong Ket yang awalnya disakralkan berubah menjadi tari profan yang khusus disuguhkan untuk wisatawan, (2)sistem pementasan Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan diawali dengan menghaturkan sesajen/canang di areal Stage, penari dan penabuh berias sebelum pementasan dimulai, pementasan Barong Ket terdiri dari lima babak, (3)Nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Barong Ket sebagai seni pertunjukan di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, Bali yang dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah Nilai Hiburan, Nilai Religius, Nilai Mempertebal Rasa Solidaritas Sosial, Nilai Komunikasi, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi.Kata Kunci : Barong Ket, seni pertujukan, potensi, sumber belajar This study aims to (1) How the background of the emergence of Barong Ket Art as the performing arts, (2)What about Barong Ket performance system as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali, (3)What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of historical learning. In this study, using historical research methods with stages (1)Heuristics (Determination Techniques Informants, Observation Techniques, Interview Techniques, Engineering Document Studies)(2) Source Criticism, (Internal Criticism, External Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. This research produces the findings, namely: (1) the background of the emergence of Art Barong Ket as the performing arts is a change of Barong Ket dance that was originally sacred turned into a profane dance that is specially served for tourists, (2)Barong Ket staging system as performance art in Batubulan Village begins with the offering of the offerings in the Stage area, dancers and singers berias before the staging begins, Barong Ket staging consists of five rounds, (3)(3) What values are contained in Barong Ket as performing arts in Batubulan Village, Sukawati, Gianyar, Bali that can be used as a source of history learning is Value of Entertainment, Religious Value, Value of Social Solidarity, Communication Value, Aesthetic Value , Economic Value.keyword : Barong Ket, performing arts, potential, learning resources
TRADISI MELASTI MENDAK HUJAN DI DESA PECATU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA I Km Ega Mahendra .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12563

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Melasti Mendak Hujan di desa Pecatu, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Melasti Mendak Hujan, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Melasti Mendak Hujan yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) sejarah tradisi Melasti Mendak Hujan, adalah untuk meningkatakan srada dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghapuskan segala penderitaan yang ada pada masyarakat, menghilangkan kekotoran alam semesta serta mencegah kerusakan alam semesta yang membuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya; (2) Sistem pelaksanaan upacara Melasti Mendak Hujan diawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan ngayah sebelum Melasti Mendak Hujan, adanya proses persembahyangan bersama di Pura Sad Kahyangan,puncak acara adanya berbagai tarian diantaranya upacara nedunang ida bhatara, tarian kincang-kincung dan ngurek di pesisir pantai; (3) Aspek-aspek tradisi Melasti Mendak Hujan yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut nilai religius, nilai memperkuat solidaritas/kelompok masyarakat, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai sosial religius.Kata Kunci : Tradisi Melasti Mendak Hujan, Potensi, Sumber Belajar Sejarah. This research is aimed at (1) to know the background of Melasti Mendak Rain tradition in Pecatu village, (2) to know the system of ritual implementation of Melasti Mendak Hujan Tradition, (3) to know aspects of Melasti Mendak Hujan tradition which can be implemented as learning resource of History in senior high school. This study using qualitative methods with stages; (3) Data collection techniques (observation, interview, document study), (4) Data validity technique (data triangulation, triangulation method) and, (5) Technique of analysis data. This research produces the findings, namely: (1) The historical of Melasti Mendak Hujan tradition, is to increase srada and bhakti to God Almighty to eliminate all suffering that exist in society, eliminate the defilements of the universe and prevent the destruction of the universe that makes the harmonious relationship between man and God, man with his fellow man and man with his natural environment; (2) The system of Melasti Mendak Hujan ceremony begins with the preparation stage ceremony, preparation ngayah before Melasti Mendak Hujan, the process of praying together in Pura Sad Kahyangan, the culmination of various dances such as the nedunang ida bhatara ceremony, kincang-kincung dan ngurek dance on the coast; ; (3) Aspects of Melasti Mendak Hujan tradition that can be implemented as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum are as follows religious values, values of strengthening solidarity / community groups, values of maintaining harmonious relationships with nature, religious social valueskeyword : Melasti Tradition Mendak Hujan, potential, source of learning history
CANDI JAWI DI KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Mukti Ali Asyadzili .; Dr. Luh Putu Sendratari, M.Hum. .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sejarah berdirinya Candi Jawi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (2) Mengetahui struktur Candi Jawi (3) Mengetahui fungsi Candi Jawi (4) Mengetahui pemanfaatan Candi Jawi untuk dijadikan sumber belajar sejarah bagi siswa Sekolah Menengah Atas . Dalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap: (1) Menentukan lokasi penelitian di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (2)Teknik penentuan informan (3)Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, Dalam penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) Candi Jawi dapat dijadikan sumber belajar sejarah kepada siswa sekolah menengah atas mengenai pembelajaran sejarah dengan menggunakan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikan dalam hal ini meningkatkan motivasi belajar siswa (2) Candi Jawi ini dapat dijadikan sumber belajar sejarah mengenai perbedaan pemahaman konsep belajar sejarah berbantuan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikan dalam hal ini meningkatkan pemahaman konsep siswa (3) Hasil penelitian ini memberikan informasi mengenai referensi pemahaman konsep siswa dengan menggunakan media komik Candi Jawi sehingga mampu memberikan sumbangan atau kontribusi positif dalam dunia pendidikanKata Kunci : Candi Jawi , Sumber Belajar Sejarah, Sekolah Menegah Atas This research aims to (1) Know the history of the founding of Jawi Temple in Pasuruan, East Java (2) Knowing the structure of Jawi Temple (3) Knowing the function of Jawi Temple. (4) Knowing the utilization of Jawi Temple to be a source of history learning for high school students. In this research, using qualitative method with stages: (1) Determine the location of research in the Village Temple Wates, District Prigen, Pasuruan, East Java ((2) Technique determination of informant (3) Technique of collecting data through observation, interview, and document study, In this research, the findings are: (1) The results of this study can provide information on learning history of comic media assisted Candi Jawi so as to contribute or a positive contribution in the world of education in this case improve student learning motivation and further research (2) The results of this study can provide information about the different understanding of the concept of learning history-aided comic comic Candi Jawi so as to contribute or a positive contribution in the world of education in this case improves students' understanding of concepts and further research (3) The results of the study provide information about the reference understanding of student concepts by using comic media Jawi Temple so as to contribute or positive contribution in the world of educationThe results of the study provide information about the reference understanding of student concepts by using comic media Jawi Temple so as to contribute or positive contribution in the world of educationkeyword : Jawi Temple, Source of Learning History, Senior High School