cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
Dari Masjid Jami’ Ke Masjid Pahlawan di Desa Airkuning Jembrana Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Tahun 1945-1973 di SMA FITRIYANAH .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.14942

Abstract

Secara umum tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengatahui proses berubahnya nama Masjid Jami’ menjadi Masjid Pahlawan di Desa Airkuning; (2) untuk mengetahui fungsi Masjid Jami’ pada masa Revolusi Fisik tahun 1945-1950 di Desa Airkuning; (3) untuk mengetahui nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah yang berkaitan dengan Masjid Pahlawan di Desa Airkuning. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara ; (2) Observasi partisipasi agar observasi partisipasi bisa terarah, maka ditetapkan aspek-aspek yang di observasi; (3) Analisis Dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan hasil bahwa (1) proses perubahan nama masjid jami menjadi masjid pahlawan di karenakan faktor sejarah dimana masjid Jami berperan penting pada masa revolusi fisik 1945-1950 sebagai tempat persembunyian senjata, yang di bawa oleh rombongan I Gusti Ngurah Rai dari Jawa sebagai pertahan melawan serdadu Belanda, mengacu pada peristiwa tersebut masyarakat Airkuning ingin Masjid Jami memiliki nilai sejarah yang terus di kenang keberadaannya, sehingga penduduk Desa Airkuning menginginkan perubahan nama Masjid Jami menjadi Masjid pahlawan untuk mengenang kejadian pada masa Revolusi Fisik 1945-1950. atas dasar kesepakatan bersama pada tahun 1973 bergantilah nama masjid Jami menjadi Masjid Pahlawan serta di resmikan oleh bapak presiden Soeharto pada tahun 1996 menetapkan masjid sebagai peninggalan bersejarah (2) fungsi khusus masjid Jami selain sebagai tempat beribadah umat muslim pada masa revolusi fisik yaitu sebagai tempat persembunyian peti yang berisikan senjata dan bahan peledak, yang di sembunyikan di dalam masjid tepatnya di bagian atap masjid (3) nilai-nilai yang terdapat pada masjid pahlawan sebagai sumber pembelajaran sejarah antara lain (a) nilai religius (b) nilai sosial budaya (c) nilai patriotisme (d) nilai toleransi (e) nilai kepahlawanan, masjid jami menjadi salah satu komponen pendukung dalam keberhasilan pemuda desa saat melawan serdadu Belanda yang ada di Jembrana. Kata Kunci : Masjid, revolusi Fisik 1945-1950, sumber belajar sejarah In general the purpose of this study is (1) to know the process of changing the name of the mosque jami become mosque hero in Airkuning village (2) to know the function of mosque mosque jami during physical revolution 1945-1950 (3) to know the values that can be used as a historical learning resource related to the hero mosque in Airkuning village This research methodologically using qualitative approach, technique of determination of informant with purposive sampling and informant continue to be developed by snowball technique. in the data collecting researcher use (1) interview (2) participant observation, so that observation of participation can be focused then in applying aspects observed (3) document analysis The results of this study show that (1) the process of changing the name of the mosque jami become a hero mosque in because of the historical factor where the mosque Jami played an important role during the physical revolution 1945-1950 as a weapon hideout, brought by entourage I Gusti Ngurah Rai from Java as defense against Dutch soldiers, referring to the event the Airkuning people want the Jami Mosque has a historical value that continues in the memory of its existence, so that the residents of the Airkuning Village want to change the name of the Jami Mosque into a hero's mosque to commemorate the events of the 1945-1950 Physical Revolution. on the basis of a collective agreement in 1973 to replace the name of the mosque Jami became the Mosque of Heroes and inaugurated by the father of President Soeharto in 1996 set the mosque as a historic relic. (2) the special function of the Jami mosque as a place to worship Muslims during the physical revolution as a hiding place of a crate containing weapons and explosives, hidden in the mosque precisely in the roof of the mosque (3) the values contained in the mosque heroes as a source of historical learning, among others (a) religious values (b) socio-cultural values (c) patriotism value (d) value of tolerance (e) hero value, jami mosque became one of the supporting components in the success of village youth against the Dutch soldiers is in Jembrana.keyword : Mosque, Physical Revolution 1945-1950, source of learning history
SEJARAH PERDAGANGAN ANTARPULAU SAPEKEN - SANGSIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAFID RAHMAN .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.14956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini; 2) Dinamika Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit; dan 3) Memahami nilai-nilai yang terdapat dari sejarah Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sebagai sumber belajar sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan langkah-langkah: Heuristik (mencari jejak-jejak atau sumber sejarah) dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, studi perputakaan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit tetap bertahan sampai saat ini disebabkan beberapa faktor yaitu: a) faktor geografis; b) faktor harga komoditas dagang yang murah; dan c) faktor konsumen. Selain itu sarana fisik pendukung bertahannya perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit, seperti: a) perkapalan; b) pelabuhan laut; dan c) pusat pendaratan ikan (PPI). (2) Dinamika perdagangan antarpulau Sapeken – Sangsit sejak lama sudah terjalin dan dilanjutkan secara turun temurun oleh generasi ke generasi, seperti: a) alur perdagangan ikan Sapeken; b) alur perdagangan Sangsit – Sapeken; dan c) proses ekspor-impor barang dagang. (3) Nilai-nilai sejarah yang terdapat dalam perdagangan antarpulau Sapeken – Sapeken sebagai sumber belajar sejarah, seperti: a) nilai toleransi; b) nilai kerjasama; c) nilai pantang menyerah; d) tanggung jawab; dan e) cinta tanah air.Kata Kunci : Perdagangan antarpulau, nilai-nilai sejarah, sumber sejarah. This study aims to determine: 1) Sapeken - Sangsit inter-island trade continues to this day; 2) Diversity of inter-island trade Sapeken - Sangsit; and 3) Understanding the values contained in the history of Sapeken - Sangsit inter-island trade as a source of historical learning. The method used in this study is the method of historical research using the steps: Heuristics (searching traces or historical sources) by using observation techniques, interviews, documentation, study perputakaan, source critic, interpretation and historiography. From the results of this study can be seen that (1) Sapeken - Sangsit inter-island trade persisted until now due to several factors namely: a) geographical factors; b) cheap commodity price factors; and c) consumer factors. In addition to the physical facilities supporting the endurance of inter-island trade Sapeken - Sangsit, such as: a) shipping; b) seaports; and c) fish landing center (PPI). (2) The dynamics of inter-island trade of Sapeken - Sangsit have long been interwoven and continued for generations by generations, such as: a) Sapeken fish trade flow; b) the Sangsit - Sapeken trading line; and c) import-export process of merchandise. (3) Historical values contained in Sapeken inter-island trade - Sapeken as a source of historical learning, such as: a) the value of tolerance; b) value of cooperation; c) unyielding value; d) responsibility; and e) love the homeland.keyword : Inter-island trade, historical values, historical sources.
INTEGRASI UMAT HINDU DENGAN ISLAM DI DESA TEGALLINGGAH, SUKASADA BULELENG BALI, SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH Nurus Shobah .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.14964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui terjadinya integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa Tegallinggah, (2) menganalisis proses terjadinya integrasi umat Hindu dengan Islam, (3) mengetahui Faktor-faktor integrasi yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini mengunakan pendekatan sosial. (1) penentuan jenis penelitian, (2) lokasi penelitian, (3) teknik penentuan informan, (4) teknik pengumpulan data meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, sampai analisis data): dengan teknik deskriptif kualitatif, analisis data digunakan untuk mengolah data menjadi informasi, agar karakteristik data mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi umat Hindu dengan Islam terjadi karena adanya peminjaman identitas Bali – Islam, seperti ngejot, Subak Bali-Islam, dan adanya peminjaman identitas kebudayaan Bali. Proses integrasi umat Hindu dengan Islam tidak bisa lepas dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial. Adapun Faktor- faktor Integrasi umat Hindu dengan Islam yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu: (1) faktor sosial, (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat menyumbang sebagai sumber pembelajaran sejarah di sekolah. Kata Kunci : Integrasi, Peminjaman Identitas Nyama Bali-Nyama Selam, Sumber Pembelajaran Sejarah. This research aims to (1) know what happened integration of Hindus and Islam in Tegallinggah Village (2) analyze the process of integration of Hindus and Islam (3) know the factors of integration that serve as a source of learning history. This research uses qualitative approach sosio-cultural. (1) determinethe Typeof the research, (2) Thelocation of the research, (3) The technique to choose informant, (4) The technique of collecting data, consistof (observation, interview, document study, and to analysis data). Whith technique descriptive qualitative, data analysis is used to prosessing data be informed , order characteristics data easy to understand.The results show that Hindu-Islam integration occurs because of the borrowing of Balinese-Islamic identity, such as ngejot, Subak Bali-Islam, and the lending of Balinese cultural identity. The process of integration of Hindus-Islam cannot be separated by the intense of interaction between Hindu and Islamic societies because of the same interests both economic and social. The Hindu-Islam Integration factors as the source of learning are three: (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors. We hope this can be donate as a source of learning history. keyword : Integration, borrowing identity nyama Bali-NyamaSelam , History Learning Source
PURA MANIK GENI DI DESA PUJUNGAN, PUPUAN, TABANAN, BALI (SEJARAH, FUNGSI DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS) I Made Adi Astawa .; Drs. I Gusti Made Aryana, M.Hum. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah keberadaan Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) fungsi Pura Manik Geni Desa Pujungan, Pupuan,Tabanan, Bali, dan (3) aspek-aspek dari Pura Manik Geni, Desa Pujungan, Pupuan, Tabanan, Bali yang dapat dijadikan sebagai media pendidikan multikultur di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui beberapa langkah meliputi: (1) Penentuaan lokasi penelitian, (2) Penentuaan informan, (3) pengumpulan data, (4) validasi data, dan (5) analisis data. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa: (1) Pendirian Pura Manik Geni bertujuan untuk menghormati seorang brahmana yang nywanaprasta mapadukuhan dan yang mampu mengembangkan daerah di sebelah barat Gunung Batukaru pada abad XII masa pemeritahan kerajaan Bali kuno dengan rajanya yang bernama Ida Sri Jayapangus. (2) Secara struktur Pura Manik Geni masih mengunakan konsep Dwi Mandala yang hanya terdiri dari utama mandala dan nista mandala. Untuk struktur bangunan pelinggih telah menggunakan konsep tri angga yang terdiri dari kaki, badan dan kepala. (3) Potensi Pura Manik Geni yang dapat digunakan sebagai media pendidikan multikultur yaitu terletak pada beberapa tinggalan arkeologi yaitu: (a) Kentongan (kulkul) perunggu yang di bagian badan kentongan ini berisi tulisan Kediri kwadrat yang menunjukan nama suatu daerah di Lombok yaitu Sasak. (2) Guci Cina yang diperkirakan hasil kebudayaan Cina ini memiliki hiasan pada badan guci yang berbentuk naga yang sangat lekat dengan kebudayaan Cina.Kata Kunci : Sejarah, Struktur, Media Pendidikan, Multikultur The purpose of this research is to know: (1) the history of the existence of Pura Manik Geni in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali, (2) function of Pura Manik Geni in Pujungan village, Pupuan, Tabanan, Bali, and (3) any aspects of the Pura Manik Geni ,in Pujungan Village, Pupuan, Tabanan, Bali which can be used serve as a medium of multicultural education in High School. This research uses qualitative research method through several steps, including: (1) determination of research location, (2) determination of informant, (3) data collection, (4) data validation, and (5) data analysis. From these results it can be know that: (1) The establishment of Pura Manik Geni aims to respect of a brahmin who is nymanaprasta mapadukuhan and who was able to develop the area in the west of Mount Batukaru in the XII century the reign of the ancient Balinese kingdom with its king named Ida Sri Jayapangus. (2) Structurally Pura Manik Geni still use Dwi Mandala concept which only consist of utama mandala and nista mandala. For pelinggih building structures have used the concept of tri angga consisting of legs, body and head. (3) Potency of Manik Geni Temple that can be used as a medium of multicultural education that is located on some archaeological remains: (a) Kentongan (kulkul) bronze which in this body kentongan contains writing Kediri quadrat that shows the name of a region in Lombok is Sasak. (b) Chinese jars that are predicted to be Chinese cultures have decorations on dragon-shaped urns that are closely related to Chinese culture.keyword : History, Structure, Educational Media, Multicultural.
MASJID ASSYUHADA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR DI KAMPUNG BUGIS, PULAU SERANGAN, DENPASAR, BALI CAHYO BINTORO .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15006

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Masjid Assyuhada di Kampung Bugis, keluarahan Serangan, Denpasar, Bali, (2) struktur Masjid Assyuhada di Kampung Bugis tersebut, (3) potensi yang terdapat di Masjid Assyuhada di Kampung Bugis yang dapat dijadikan media pendidikan multikultur. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. (1) lokasi penelitian di Kampung Bugis Serangan, (2) teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan snowball, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, study dokumen), (4) teknik validasi data (triangulasi metode, triangulasi sumber), (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejarah Masjid Assyuhada memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Pemecutan, dikeranakan adanya pelarian orang-orang Bugis dari Makassar yang tidak suka dengan pemerintah Belanda, sehingga sampailah mereka di daerah Serangan yang ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pemucutan. Orang Bugis ini banyak membantu Kerajaan Pemecutan dalam mengadapi musuhnya. Sebagai penghargaan karena sudah membantu, mereka dihadiahkan sebuah Masjid yang bernama Masjid Assyuahada dan sebuah mimbar dengan ornamen ukiran Bali. Struktur Masjid Assyuahada menggunakan atap bertumpang dan kubah kecil. Adapun potensi Masjid Assyuhada sebagai pendidikan multikultur dapat dilihat pada interkasi sosial antara umat Hindu dan Islam di Kelurahan Serangan seperti kegiatan ngejot, kegiatan sosial, dan kegiatan keagamaan.Kata Kunci : Kata Kunci: Masjid Assyuahada, sejarah, struktur, dan pendidikan multikultur This study aims to know: (1) the history of Assyuhada Mosque in Bugis Village, Serangan urban village, Denpasar, Bali, (2) structure of Assyuhada Mosque in Bugis Village, (3) Assyuhada Mosque in Bugis Village which can be a media of multicultural education. The method used is qualitative. (1) The Location of research in Serangan urban, village, (2) technique of determining informant use purposive sampling and snowball, (3) data collecting technique (observation, interview, study document), (4) data validation technique (triangulation method, triangulation of source) (5) data analysis techniques. The results show that, the history of the Assyuhada Mosque has a close relation with Pemecutan Kingdom,because when the Bugis people escape from Makassar who dislike with the Dutch government, so they arried at Serangan which was the territory of the Pemecutan Kingdom. Bugis people are helping the Pemecutan Kingdom in facing the enemy. As a reward that has helped, they presented a mosque named Assyuahada Mosque a pulpit with Balinese ornaments. The structure of the Assyuahada mosque use overlap roof dan small dome. The potential of Assyuhada Mosque as multicultural education can be seen on social interaction between Hindu and Moslem in Serangan Urban Village such as ngejot activities, social activities, and religious activities.keyword : Keywords: Assyuhada Mosque, history, structure, and multicultural education
SEJARAH BERDIRINYA MASJID BAITURRAHMAH DI KAMPUNG KAJANAN, SINGARAJA, BALI DAN KONTRIBUSINYA SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR SEJARAH DI SMA AHMAD ROMLI .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) sejarah Masjid Baiturrahmah, Kampung Kajanan, Singaraja, Bali (2) struktur dan bentuk bangunan Masjid Baiturrahmah Singaraja (3) kontribusi Masjid Baiturrahmah Singaraja yang dapat dijadikan sebagai suplemen belajar Sejarah di SMA. Lokasi penelitian ini adalah di Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah. Data dikumpulkan dengan metode observasi, studi dokumen, wawancara, selanjutnya kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Baiturrahmah Singaraja berdiri pada tahun 1971, yang didirikan oleh H. Amina atas dasar kepesatan penduduk Muslim di Kampung Kajanan dan kurangnya tempat ibadah yang berupa masjid (2) struktur bangunan Masjid Baiturrahmah Singaraja bentuknya miring dan mengkerucut yaitu sebagai simbol seolah tangan sedang berdoa kepada Allah dan selalu mengingat Allah dimanapun dia berada. (3) hasil penelitian ini dapat di kontribusikan sebagai suplemen belajar sejarah di SMA karena memiliki nilai-nilai karakter seperti nilai religius, tolerasansi dan muntikulturalisme, dan gotong royong.Kata Kunci : Masjid, buku suplemen, sumber belajar, dan nilai karakter. This study aimed to describe, (1) History of Baiturrahmah Mosque, Kajanan residential, Singaraja, Bali, (2) Structures and shapes building of Baiturrahmah Singaraja Mosque, (3) Contributing Baiturrahmah Singaraja Mosque that can be became as supplement to learn history in Senior Haigh School. It was located in Kajanan residential, Buleleng subdistrict, Buleleng regency. This study was history research. The data were collected through observation, document studying, interviewing, source critics, interpretation, and historiography. The findings of the study showed the following: (1) Baiturrahmah Singaraja Mosque built in 1971. It was built by H. Amina that was basis of the apathy Muslim Population and lack of the mosque in Kajanan residential. (2) The structure of the Baiturrahmah Singaraja Mosque building is oblique and conical as a symbol that it was hand to always remember praying God wherever people are. (3) The resulting of this study can be contributed as supplement to learn history in Seniour High School because it has character values, such as religious value, tolerance and multiculturalism, and mutual cooperation.keyword : Mosque, supplement book, studying source, character values.
CANDI JABUNG DI DESA JABUNG CANDI, PAITON, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR (SEJARAH, FUNGSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) NAJI SHOLEH .; Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah Candi Jabung (2) Struktur Candi Jabung (3) Fungsi Candi Jabung (4) Candi Jabung sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Lokasi penelitian ini berada di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan langkah-langkah penulisan (1) heuristik (pengumpulan data) melalui tahapan observasi, studi dokumen, dan wawancara (2) kritik sumber (3) interpretasi melalui penafsiran deskriptif kualitatif, dan (4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Candi Jabung diperkirakan telah berdiri pada tahun 1236 Saka atau 1354 Masehi berdasarkan angka tahun yang ada diatas pintu masuk candi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk zaman Kerajaan Majapahit (2) Struktur bangunan candi bersifat agama Budha yang memiliki ciri-ciri dengan adanya kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu serta berfungsi sebagai tempat pemujaan leluhur keluarga raja, saat ini Candi Jabung berfungsi sebagai objek wisata sejarah (3) Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan Candi Jabung sebagai sumber belajar secara konkrit kepada peserta didik di sekolah, karena banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang belum diketahui. Di harapkan penelitian ini dapat memberi manfaat sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Kata Kunci : Candi Jabung, Sejarah, Struktur, Fungsi, dan Sumber Belajar This study aims to describe (1) History of Jabung Temple (2) Building structure (3) Function of Jabung Temple (4) Candi Jabung as a source of history in high school. The location of this research is located in Jabung Candi Village, Paiton Subdistrict, Probolinggo Regency, East Java. The method used in this research is historical method by using writing steps (1) heuristics (data collection) through the stages of observation, document studies, and interviews (2) source critic (3) interpretation through qualitative descriptive interpretation, and (4) historiography. The results of this study indicate that (1) Jabung Temple is estimated to have been established in 1236 Saka or 1354 AD based on the number of years that existed above the entrance of the temple during the reign of Hayam Wuruk era Majapahit Kingdom (2) The structure of the temple building is a Buddhist religion that has characteristics with the presence kamadhatu, rupadhatu, and arupadhatu and serves as a place of worship ancestor of the royal family, today Jabung Temple serves as a historical tourist attraction (3) This study aims to introduce Jabung Temple as a source of learning in concrete to students in schools, because many of the values contained therein which is unknown. Hopefully this research can give benefit as a source of learning history in high school.keyword : Jabung Temple, History, Structure, Function, and Learning Resources
Sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali Tahun 2006-2016 (Studi Tentang Sejarah Pendidikan Dan Kontribusinya Bagi Pembelajaran Sejarah Di MA) ABDULLAH .; Dr. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15255

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali; (2) Perkembangan Madrasah Syamsul Huda Dari Tahun 2006-2016; (3) Aspek-aspek yang apa yang disumbangkan bagi pembelajaran sejarah di MA. Penelitian merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang digunakan adalah (1) Heuristik dengan cara mengumpulkan jejak sejarah lewat pengamatan terhadap lokasi penelitian, wawancara dan telaah dokumen yang relevan, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan kritik intern) yaitu menentukan keabsahan sumber yang didapat terkait derkait dengan permaslahan yang di kaji, (3) Interpretasi, yaitu menganasis dan mensintesis data-data yang telah didapatkan yang dikaitnak dengan permasalahan yang dikaji, (4) Historiografi (menulis sejarah pendidikan). Informan dalam penelitian ini adalah pengasuh Madrasah, Kepala sekolah, dan guru-guru. Berdasarkan hasil temuan di lapangan latar belakang berdirinya MA Syamsul Huda adalah untuk mempermudah masyarakat muslim Desa Tegallinggah melanjutkan pendidikan yang berbasis keagamaan khusunya masyarakat muslim karena kebanyakan setelah lulus Mts tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang kurang mendukung dan tempat yang jauh dari sekolah SMA/MA, selain mempermudah masyarakat muslim Tegallinggah, di Desa Tegallinggah juga belum ada MA hal ini yang mendorong Bapak Ustadz Jamhuri beserta istrinya dan dibantu guru-guru lainnya untuk mengelola dan mendirikan MA di Desa Tegallinggah. Didalam perkembangannya MA Syamsul Huda mengalami perkembanga yang sangat signifikan, baik dari fisik dan non-fisiknya. Dari segi fisiknya terdapat perubahan fasilitas atau sarana dan prasarana sedangkan dari non-fisiknya mengalami perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kurikulum nasional namun dalam penerapannya disesuaikan dengan kemampuan siswanya. Kata Kunci : Kata Kunci: perkembangan, pendidikan, MA Syamsul Huda Tegallinggah. This research was conducted in Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah aims to know (1) the history of Madrasah Syamsul Huda In Tegallinggah Village, Buleleng-Bali; (2) Development of Madrasah Syamsul Huda From 2006-2016; (3) What aspects are contributed to the study of history in MA. Research is a historical study, so the steps used are (1) Heuristics by collecting traces of history through observation of the location of research, interviews and review of relevant documents, (2) Source Criticism (external criticism and internal criticism) that determines the validity of the source (3) Interpretation, which is to analyze and synthesize the data that have been obtained that dikaitnak with the problems studied, (4) Historiography (writing history of education). The informants in this study were the caregivers of Madrasahs, principals, and teachers. Based on the findings in the field of the background of the establishment of the MA Syamsul Huda is to facilitate the Muslim community of Tegallinggah Village to continue the religious-based education especially the Muslim community because most after graduated Mts did not continue the school because the cost is less supportive and a place far from high school / MA, facilitate the Muslim community Tegallinggah, in the village of Tegallinggah also there is no MA this matter that encourage Mr. Ustadz Jamhuri and his wife and assisted other teachers to manage and establish MA in the village of Tegallinggah. In its development, MA Syamsul Huda experienced a very significant development, both from physical and non-physical. In terms of physical there is a change of facilities or facilities and infrastructure while the non-physically experienced curriculum changes tailored to the national curriculum but in its application tailored to the ability of students. keyword : Keywords: development, education, MA Syamsul Huda Tegallinggah.
RITUAL NYELUNG DI DESA ADAT BUAHAN DAN BUAHAN KAJA, PAYANGAN, GIANYAR, BALI (LATAR BELAKANG DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Wayan Edi Setiawan .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18036

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan latar belakang Desa Buahan dan Buahan Kaja melakukan ritual Nyelung, (2) Mendeskripsikan prosesi pelaksanaan ritual Nyelung, (3) Mengetahui Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah di SMA . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih lokasi penelitan berada di Desa Adat Buahan dan Buahan Kaja, (2) Teknik penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3) Teknik penjaminan keaslian data menggunakan Triangulasi Data dan Triangulasi Metode, (4) Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi dan Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang sejarah ritual Nyelung di Desa Adat Buahan dan Buahan merupakan upacara yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas hasil-hasil pertanian. (2) Tahapan pelaksanaan ritual Nyelung adalah dimulai dari tahapan persiapan ritual, tahap pelaksanaan ritual yang meliputi (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. Dan tahapan terakhir yakni penutupan ritual. (3) Aspek-aspek dari ritual Nyelung yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut: Aspek sejarah dan Aspek pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam bentuk buku suplemen.Kata Kunci : Sejarah, Ritual Nyelung, Sumber Belajar Sejarah. This study aims to (1) describe the background of the village of Buahan and Buahan Kaja performing the Nyelung ritual, (2) Describe the procession of the Nyelung ritual, (3) Know the aspects of the Nyelung ritual that can be used as a source of historical learning in High School . This study uses qualitative methods with stages; (1) Selecting the location of the research in the DesaAdat Buahan and Buahan Kaja, (2) The technique of determining the informant is done by using Purposive Sampling and Snow Ball techniques, (3) Techniques for guaranteeing the authenticity of the data using Triangulation Data and Triangulation Method, Data collection is done by Observation, Interview, Documentation Study and Data Analysis Technique. The results of the study show that, (1) the historical background of the Nyelung ritual in the Desa Adat Buahan and Buahan is a ceremony carried out as a form of gratitude for agricultural products. (2) The stages of implementing the Nyelung ritual are starting from the stage of ritual preparation, the stage of ritual implementation which includes (a) Negen Jelung, (b) Mekideh, (c) Mekeleb. And the last stage is the closing of the ritual. (3) Aspects of the Nyelung ritual which can be used as learning resources History in high school are as follows: Historical aspects and aspects of character education are implemented in the form of supplementary books.keyword : History, Nyelung Ritual, Historical Learning Resources.
MONUMEN TUGU SISIK DI DESA BANJARSARI, LABUHAN HAJI, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT ( Sejarah, Fungsi dan Aspek-aspeknya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) SITI ROSIDAH .; Dr. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18110

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data, (4) Teknik Validasi Data, dan (5) Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Kata Kunci : Monumen, Desa Banjarsari, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study was to find out (1 (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high school. In this study, it can be collected using historical methods with stages; (1) Determination of Research Locations, (2) Determination Technique of Informants (3) Data Collection Techniques, (4) Data Validation Techniques, and (5) Data Analysis Techniques. The results showed that, (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, Lombok Timur, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high schoolkeyword : Monument, Banjarsari Village, Historical Learning Resources