cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
PERKEMBANGAN SEKAA JANGER KOLOK DI DESA BENGKALA, KUBUTAMBAHAN, BULELENG PERIODE 1998-2011 Murni Ari Pertiwi, Ni Nyoman
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i1.1012

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kubutambahan, Desa Bengkala bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor melatarbelakangi Sejarah munculnya Seka Janger Kolok , (2) Nilai-nilai yang terkan dung dalam Seka Janger Kolok, (3) Dinamika dan Eksistensi Seka Janger Kolok di Desa Bengkala. Langkah-langkah yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu: (1) Lokasi Penelitian, (2) Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, Teknik Studi Dokumen), (4) Kritik Sumber, (5) Interprestasi, (6) Penulisan Sejarah. Hasil penelitian menggambarkan bahwa 1) Bagaimana Sejarah munculnya Seka Janger Kolok di Desa Bengkalameliputi; Seka, Keunikan, Nyanyian, dan Tradisi, 2) Nilai-nilai apa yang terkandung dalam Seka Janger Kolok di Desa Bengkala meliputi; Nilai Pertunjukan, NilaiHiburan, NilaiReligius, Nilai Mempertebal Rasa Solidaritas, Nilai Komunikasi, Nilai Berkesenian, Nilai Estetika, Nilai Sosial, 3) bagaimana Dinamika dan Eksistensi Seka Janger Kolok meliputi; Budaya, Kesenian, dan Bahasa. Tarian Janger Kolok menggunakan pakaian dari tahun 1970 sampai 1980 sampai sekarang sudah berubah dengan perubahanjaman, sekarang janger kolok pakaiannya lebih komplit jangernya menggunakan gelungan, kamen, kepet, selendang, dan lain-lain, kemudian kecaknya memakai udeng, rompi, saput, dankamen. Lagu yang digunakan pada saat pementasan yaitu lagu don dadap, dan jangi janger dan tahun 1970 sampai sekarang.
MIGRASI ORANG-ORANG SERAYA KARANGASEM DI DESA GEROKGAK, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SOSIAL- EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PEMINATAN DI SMA KELAS X BERBASIS KURIKULUM 2013 ., Ni Putu Tika Indrayanti; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang Sejarah maupun proses migrasi Orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak; (2) Nilai-nilai balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yang bisa di aplikasikan dalam pembelajaran sejarah di SMA kelas X berbasis kurikulum 2013; dan (3) kisah migrasi orang-orang Seraya-Karangasem di Gerokgak serta nilai-nilai yang bisa di masukkan ke dalam pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kedatangan orang-orang Seraya-Karangasem ke Buleleng khususnya di Desa Gerokgak dilatarbelakangi oleh faktor kesulitan ekonomi yang dialami oleh orang-orang Seraya-Karangasem. Latar belakang migrasi orang-orang Seraya-Karangasem ke Desa Gerokgak terbagi menjadi beberapa periode diantaranya yaitu Periode tahun 1660 -1697 (Masa Kerajaan), Periode tahun 1848-1849 (Kalahnya Buleleng dari Belanda), Periode tahun 1917 (Bencana Genjong / gempa bumi yang dasyat), Periode Pasca Kemerdekaan 1945 (Buleleng menjadi ibukota Sunda Kecil) dan Periode tahun 1963 (Bencana Meletusnya Gunung Agung); (2) Nilai-nilai di balik peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem yaitu: nilai religius, nilai toleransi, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai bersahabat / komunikatif, nilai cinta damai dan nilai tanggung jawab; (3) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam peristiwa migrasi orang-orang Seraya-Karangasem sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Migrasi, Nilai-nilai, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Historical Background and the process of migrating Seraya- Karangasem people in Gerokgak; (2) The values behind the events of migration Seraya- Karangasem people that can be applied in teaching high school history class X-based curriculum, 2013; and (3) the story of the migration Seraya- Karangasem people in Gerokgak and values that can be entered into the teaching of history in high school. This study used qualitative research methods through the steps below: Type of research, Location research, technique of determining the informant, research instrument, method of data collection by observation techniques, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and Method writing. The results showed that (1) The arrival of the Seraya- Karangasem to Buleleng, especially in the village of Gerokgak motivated by factors of economic difficulties experienced by people Seraya-Karangasem. Background migration of people to the village of Seraya- Karangasem people in Gerokgak divided into several periods among which period of the year 1660 -1697 (The period of the Kingdom), Period 1848-1849 year (Buleleng defeat of the Netherlands), Period 1917 (Genjong disasters / earthquakes terrible), Post-Independence Period 1945 (Buleleng became the capital of the Sunda Kecil ) and Period of 1963 (Disaster eruption of Mount Agung); (2) The values behind the migration event Seraya- Karangasem namely: religious values, values of tolerance, the value of hard work, creative value, the value of friends / communicative, the value of peace and the values of responsibility; (3) Integration of the values of characters in the event of migration of people Seraya-Karangasem as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning learning and RPP (Draft Lesson) as a tool in conveying the material to learners.keyword : Migration, values, source of learning history
“PURA GOA GIRI PUTRI” SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN MULTIKULTUR BAGI WARGA DESA PAKRAMAN SUANA, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI Jaya Wardani, Ayu
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i2.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah berdirinya Pura Goa Giri Putri; (2) Struktur dan fungsi jajaran pelinggih di Pura Goa Giri Putri; dan (3) Unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur bagi warga Desa Pakraman Suana dan pengunjung yang datang ke pura ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Goa Giri Putri adalah pura yang berada di Desa Pakraman Suana berdiri pada masa pemerintahan Dalem Bungkut pada tahun Saka 200 yang menganut sistem kepercayaan Majapahit yang sebelumnya sudah turun Dewa Siwa dan Dewi Kwam In di satu goa di Nusa Penida pada tahun Saka 50. Struktur dan fungsi jajaran pelinggih Pura Goa Giri Putri antara lain (1) Strukturnya menggunakan Struktur Areal; (Areal Pertama); (Areal kedua); (areal ke tiga); (Areal keempat); (areal kelima); dan (Areal keenam/terakhir); (2) Fungsi Pelinggih-pelinggih Pura Goa Giri Putri yakni: (1) Pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu dalam wujud manefestasinya sebagai bhatara-bhatari; (2) Pemujaan terhadap dewa-dewi non Hindu; (1) Dewi Kwam In; (2) Altar Dewa Langit. Pada Pura Goa Giri Putri terdapat beberapa unsur-unsur yang bisa dimaknai sebagai media pendidikan multikultur antara lain: (1) Pelinggih Dewi Kwam In; (2) Pangayongan Altar Dewa Langit ; (3) Pelinggih Dewi Gangga; (4) Pelinggih Dewa Ganesha; (5) Para pemedek (pengunjung) yang tangkil dari berbagai kalangan dan berbagai kepercayaan; (6) Tata cara persembahyangan/sujud bhakti para pemedek pada areal keenam.
TRADISI NGEREBONG DI DESA PAKRAMAN KESIMAN, DENPASAR TIMUR, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PELAKSANAAN SISTEM RITUAL DAN ASPEK – ASPEK RITUAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH ., Ni Pt Ida Yuniastuti; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.8711

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Menngetahui Latar Belakang Sejarah Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman masih dipertahankan oleh masyarakat setempat, (2) Mengetahui tata cara ritual dari Tradisi Ngerebong,(3) Mengetahui Aspek-aspek dari Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Memilih Lokasi Penelitan berada di Desa Pakraman Kesiman tepatnya di Pura Petilan, (2) Teknik Penentuan Informan dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan juga Snow Ball, (3)Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan Observasi, Wawancara, Studi Dokumen dan Teknik Analisis Data. Dalam Teknik Analisis Data menggunakan penelitian deskriptif kualitif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar Belakang Sejarah Tradisi Ngerebong di Desa Pakraman Kesiman merupakan upacara yang dilakukan untuk menetralisir kekuatan jahat menjadi kekuatan baik dan mengindari masyarakat dari bencana alam. (2) Tata cara ritual tradisi Ngerebong adalah dilakukannya tabuh rah, pelawatan berupa barong dn rangda diusung ke area wantilan yang selanutnya akan mengitari wantilan sebanyak tiga kali. (3) Aspek –aspek dari tradisi Ngerebong yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA adalah sebagai berikut; Aspek Sejarah dan Aspek Pendidikan.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Tradisi Ngerebong, Sumber Belajar Sejarah. The research if for (1) to know historical background Ngerebong Tradition in Pakraman Kesiman village still retained by local community, (2) to know about ritual procedures of Ngerebong Tradition, (3) to know about aspects of Ngerebong tradition in Pakraman Kesiman village that can be used as a saurce of learning in high school. The research in a qualitative with stages : (1) Selecting research located in Pakraman Kesiman village exactly at Petilan Temple. (2) Definition of informants technique is done by using Purposive Sampling and also Snow Ball. (3) Collection of data technique is using Observation, Interview, Study Documents and analysis of data. Analysis of data technique used Descrptive qualitive. The result showed: (1) Historical background of Ngerebong tradition in Pakraman Kesiman village is ceremony for neutralize the force’s of evil into good strength and keep people from nature disasters. (2) Procedures of Ngerebong tradition performance is with Tauh Rah, following with Barong and Rangda takes to Wantilan area and than go around Wantilan area 3 times. (3) Aspects of Ngerebong tradition that can be used as a source of Learning history in high school is aspects of history and social aspects. keyword : Keywords : Historical, Ngerebong tradition, Source of historical studied.
Keberadaan Etnik Cina Di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali (Latar Belakang Sejarah, Identitas Etnik Dan Strategi Desa Pakraman Dalam Mengembangkan Masyarakat Multikultur) ., I Gede Budiarta; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang sejarah keberadaan etnik Cina di Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, (2) Mengetahui identitas etnik Cina di Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, dan (3) mengetahui bagaimana cara-cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa Melinggih untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedatangan etnik Cina di Banjar Geria diawali dengan terdamparnya para pedagang Cina di daerah Singaraja, yang kemudian melakukan perdagangan ke daerah Kintamani hingga mengembangkan perdagangannya ke daerah Payangan. Selama berada di Payangan, etnik Cina melakukan pendekatan kepada keluarga kerajaan hingga mengabdi menjadi prajurit kerajaan. Berkat jasa-jasa etnik Cina yang besar kepada kerajaan Payangan, maka diberikanlah sepetak tanah untuk ditinggali yang saat ini terletak di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan. Identitas etnik Cina di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan dapat dilihat dari; (1) Kepercayaan atau agama yang dianut adalah Hindu-Budha; (2) Seni bangunan dipengaruhi gaya Tiongkok dengan ornamen naga (Lung), singa dan warna bangunan yang didominasi dengan warna merah, kuning dan emas; (3) nama menggunakan marga keluarga; dan (4) kesenian yang masih menampilkan budaya tiongkok, yaitu kesenian Barong Sai. Cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa Melinggih untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur, yaitu (1) Merangkul kedua etnik dalam satu wadah desa pakraman serta ; (2) Meningkatkan solidaritas kedua etnik. Kata Kunci : Etnik Cina, Sejarah, Identitas, Masyarakat Multikultur This study aims to: (1) Knowing the background of the history of ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, (2) Knowing the identity of the ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, and (3) knowing the ways developed by Geria Banjar, village Melinggih to develop a multicultural society. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, documentation and literature studies), (4) techniques guarantee the validity of the data, and (5) data analysis techniques. The results of this study indicate that the arrival of ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih village, starting with Balinese Payangan come Chinese traders in the area of Singaraja, which then trade to Kintamani area to develop its trade to the area Payangan. During his stay in Payangan, ethnic Chinese to approach the royal family to serve as a soldier of the kingdom. Thanks to the services of Chinese people who want to serve the kingdom of Payangan, the giv piece of land to live now named Banjar Geria, Melinggih Village, Payangan. Chinese ethnic identity in Banjar Geria, Melinggih Village, Payangan among others: (1) the religious affiliation or belief is a Hindu-Buddhist; (2) Art-influenced buildings Chinese style ornaments is evidenced by the dragon (Lung) and a lion accompanied by color building is dominated by the color red, yellow and gold, (3) while the other identity is the name that the family use the surname, and (4) the identity of the other is still art featuring Chinese culture, the Barong Sai art displayed each Lunar New Year. Method developed by Geria Banjar, village Melinggih to develop a multicultural society, namely (1) Embracing both ethnic Pakraman in a container with the same status by running the same rights and obligations as well as, (2) Increase both ethnic solidarity. keyword : Ethnic Chinese, History, Identity, Multicultural Society
PURA NATAR JEMENG DI DESA BARU, MARGA, TABANAN (SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA) ., I Made Ardi Sanjaya; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui sejarah berdirinya Pura Natar Jemeng di Desa Baru, Marga, Tabanan, Bali, (2) mengetahui struktur dan fungsi Pura Natar Jemeng di Desa Baru, Marga, Tabanan, Bali, (3) mengetahui potensi yang terdapat di Pura Natar Jemeng Desa Baru, Marga, Tabanan yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penetuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; metode pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); teknik validasi data (triangulasi metode, triangulasi sumber); teknik pengolahan data; penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sejarah Pura Natar Jemeng merupakan kelanjutan dari kepercayaan megalitikum. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan peninggalan berupa menhir. Pada perkembangan selanjutnya Pura Natar Jemeng mengalami penyempurnaan dari ajaran yang disebarkan oleh Resi Madura. Struktur Pura Natar Jemeng terdiri dari dua halaman yaitu jabaan atau nista mandala dan jeroan atau utama mandala. Fungsi Pura Natar Jemeng dapat dibagi menjadi empat, (1) fungsi religious; (2) fungsi sosial; (3) fungsi pendidikan; (4) fungsi budaya. Adapun potensi yang terdapat di Pura Natar Jemeng yang dapat dijadikan sumber belajar yaitu peninggalan-peninggalan berupa arca. Peninggalan-peninggalan yang ada di Pura Natar Jemeng berupa arca dwaraphala, fragmen lingga, arca nandi, fragmen miniatur bangunan, lingga, fragmen arca, fragmen arca perwujudan, fragmen bangunan, menhir, arca durga mahisasurammardini, fragmen arca ganesha, palungan, arca binatang macan dan batu datar.Kata Kunci : Kata Kunci: Pura Natar Jemeng, sumber belajar The study aimed at: (1) to know how Pura Natar Jemeng was existing at Baru village, Marga, Tabanan, Bali. (2) to know the structures and the functional of Pura Natar Jemeng at Baru village, Marga, Tabanan, Bali. (3) to know the potential that show in Pura Natar Jemeng as a source of learning the history of the local at senior high school. This present study used qualitative method as: (1) determining the location of the research. (2) determining the informed’ technique. The method of collected the data (observation, interview guide, documentary studies); The techniques validated the data (triangulation method, triangulation’s source); The technique analyzing the data was written the result of the data. The result of the research show that the history of Pura Natar Jemeng was the Continuance of believing by megalithic. It is showed by the relics of Menhir. Pura Natar Jemeng in subsequent of development has been revising by the Resi Madura’s doctrine. There are two part the structure of Pura Natar jemeng the first was called Nista Mandala and the second was called Utama. Additionally, there are four functions of Pura Natar Jemeng: (1) religious; (2) social function; (3) education; (4) culture. Pura natar Jemeng has potential for used as a source of learning like archaeoogicals. The relicenses which in Natar Jemeng temple as Dwarapha fragmen lingga, Nandi Arca, building of miniature fragmen, lingga, fragmen Arca, realization of fragmen arca, building of fragmen, Menhir, Arca Durga Mahasasurammardinin, Fragmen Arca ganesha, Palungan, Lion’s Arca and Batu Datar keyword : Natar Jemeng Temple, source of study
BIOGRAFI JRO BAYAN DEPIN : STUDI TENTANG NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN SUMBANGANNYA BAGI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Ni Komang Sukariasih; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Biografi Jro Bayan Depin; dan (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi Jro Bayan Depin yang dijabarkan dalam silabus dan RPP pembelajarn sejarah di SMA kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi Jro Bayan Depin dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan Jro Bayan Depin ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan Jro Bayan Depin. Biografi kepahlwanan Jro Bayan Depin dijabarkan sebagai berikut: (1) Jro Bayan Depin adalah putra pertama dari I Wayan Lembeng dan Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin lahir pada tahun 1881 di Desa Pengejaran. Tahun 1911 beliau menikah dengan Luh Jableh dan dikaruniai dua orang anak yaitu I Wayan Depin dan Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin ikut berperan sebagai penggagas pasukan Pemuda Keamanan Desa. (2)Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada sosok Jro Bayan Depin yaitu : (a) keberanian; (b)kewibawaan; (c) solidaritas; (d) patriotisme; (e) tanpa pamrih; dan (f) kemandirian. Biografi kepahlawanan Jro Bayan Depin, dapat memberikan sumbangan pada pembelajaran sejarah di SMA pada silabus dan RPP kurikulum 2013 pada kompetensi inti mengembangkan perilaku (jujur dan disiplin) dan kompetensi dasar memahamani nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekan pada Revolusi Fisik 1946.Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out (1) the biography of Jro Bayan Depin; (2) the heroic values of Jro Bayan Depin which can be described in the syllabus and lesson plan on teaching history in high school curriculum in 2013. This research used historical research method : (1) heuristics (document study, interview, observation ); (2) source criticism (external and internal); (3) data interpretation; and (4) historiography. The results of the study showed that (1) the biography of Jro Bayan Depin can be divided into five stages : (a) the political situation of physical revolution; (b) the family background; (c) the childhood, adolescence, and adulthood; (d) the struggle periods to against NICA; and (e) the ending periods of Jro Bayan Depin’s life. Jro Bayan Depin’s biography can be described as follows: (1) Jro Bayan Depin is the first son of I Wayan Lembeng and Ni Luh Sambel. Jro Bayan Depin was born in 1881 at Pengejaran Village. In 1911 Jro Bayan Depin was married Luh Jableh and have two children named I Wayan Depin and Jro Bayan Sen. Jro Bayan Depin participate as creator of youth village security forces. (2) the heroic values of Jro Bayan Depin are: (a) courage ; (b) authority ; (c) solidarity ; (d) patriotism ; (e) unconditional ; and (f) independence. The biography of Jro Bayan Depin heroism, through the learning process can contribute to the teaching of history in high school, especially in the syllabus and lesson plan based curriculum in 2013 at core competencies to develop (honest behavior and discipline) and basic competencies understand the heroic values in the heroic struggle for independence in the physical revolution 1946. keyword : Biography, Heroic Values, Teaching History.
PEMERTAHANAN IDENTITAS ETNIK BUGIS-MELAYU DI KELURAHAN LOLOAN, KECAMATAN NEGARA, KABUPATEN JEMBRANA, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI MA ., NURUS MAULIDA; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.14667

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pemertahanan identitas Bugis Melayu di Kelurahan Loloan (2) upaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu oleh masyarakat Kelurahan Loloan secara umum (3) aspek-aspek hasil penelitian sebagai sumber sejarah di MA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Uji validitas data dilakukan dengan metode triangulasi data dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemertahanan identitas Bugis-Melayu telah ada sejak dahulu dan diwariskan secara turun temurun (2) uoaya pemertahanan identitas Bugis-Melayu adalah untuk pelestarian kebudayaan dan menambah khazanah budaya di Kabupaten Jembrana supaya identitas tersebut tidak hilang (3) hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah di MA Kata Kunci : Kata kunci: Bugis-Melayu, Pemertahanan Identitas, Upaya Pemertahanan Identitas, Sumber Belajar ABSTRACT The purpose of this study to know: (1) the defense identity Bugis-Malay in Loloan (2) attemps to preserve the identity of Bugis-Malay by community Loloan in general (3) aspect of research as a source of learning history in the MA. This research is a descriptive qualitative research. The location of this research is in west Loloan sub-district Jembrana state informant in the set. Informans were determined by purposive dan snowball. The data validitytest was done by triangulation data of source and analysis data. The result of this study indicate is: (1) defense identity of Bugis-Malay has excited long ago and passed down from generation to generation (2) attemps to preserve the identity of the Bugis-Malay id for the preservation of culture and add culture treasures in Jembrana’s district so the identity of Bugis-Malay not lost by the time (3) the result of study can be in benefit an as a source of learning history in the MA. keyword : Key word: Bugis-Malay, Identity Preservation, Efforts Identity Preservation, Source of Learning
Identifikasi Masalah-masalah yang dihadapi oleh Guru Sejarah dalam Manajemen Kelas pada Pembelajaran Sejarah di SMA (Studi Kasus di SMA N 1 Kubu Desa Sukadana, Kubu, Karangasem, Bali ) ., Ni Luh Rika; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.3813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui mengapa guru menghadapi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. (2) Mengetahui kesulitan apa yang dihadapi guru dalam melakukan manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. (3) Mengetahui cara guru mengatasi masalah manajemen kelas dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Studi Dokumen) , (4) Teknik Validitas Data, (5) Teknik Pengolahan Data, (6) Penulisan Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Penyebab guru menghadapi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu yaitu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, faktor siswa dan faktor fasilitas/sarana prasara. (2) Kesulitan yang dihadapi guru dalam melakukan manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu disebabkan oleh beberapa komponen yaitu pengelolaan kelas/tempat belajar, pengaturan alat-alat pengajaran, pengaturan anak didik, pengelolaan isi/materi pelajaran dan pengelolaan sumber belajar. (3) Cara guru mengatasi masalah manajemen kelas dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kubu yaitu mengidentifikasi masalah siswa, menganalisis masalah, menilai alternatif-alternatif pemecahan, dan mendapatkan balikan (feed-back). Dengan menggunakan cara penyelesaian ini guru sejarah mampu mengatasi masalah dalam manajemen kelas pada pembelajaran sejarah di SMA N 1 Kubu.Kata Kunci : Masalah Manajemen Kelas, Guru Sejarah, Pembelajaran Sejarah. This research aimed at finding out: (1) Find out why the teacher faced problem in class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. (2) To find out the difficulties faced by the teacher in applying class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. (3) To find out the teacher’s technique in facing class management problem on history learning at SMA Negeri 1 Kubu. Methods used in this research is descriptive qualitative research approach with steps, namely: (1) Determination of Location Research, (2) Determination Technique informant, (3) Data Collection Techniques (observations, interviews, document studies), (4) Engineering Data Validity, (5) Data Processing Techniques, (6) Writing Research. This research resulted in findings, among others: (1) The teacher faced problem in class management on history learning was caused by some factors, such as: the teacher it self, the students, and the facilities. (2) The difficulties faced by the teacher in applying class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu was caused by components, such as: class management/location, managing the media of learning, handling the students, managing the materials and the references. (3) The way how the teacher faced the problem in class management on history learning at SMA Negeri 1 Kubu were: to indentify students’ problem, to analyze the problem, to judge the alternatives, solving and getting feedback. By using these problem solving strategies, the history teacher was able to solve the problem in class management on history in class SMA N 1 Kubu. keyword : Class Management Problem, History Teacher, History Learning.
MONUMEN TUGU SISIK DI DESA BANJARSARI, LABUHAN HAJI, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT ( Sejarah, Fungsi dan Aspek-aspeknya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., SITI ROSIDAH; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.18110

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode sejarah dengan tahap-tahap; (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Teknik Pengumpulan Data, (4) Teknik Validasi Data, dan (5) Teknik Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) latar belakang sejarah berdirinya Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (2) Fungsi nilai-nilai Sejarah yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, (3) Aspek-aspek apa yang terdapat pada Monumen Tugu Sisik di Desa Banjarsari, Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Kata Kunci : Monumen, Desa Banjarsari, Sumber Belajar Sejarah The purpose of this study was to find out (1 (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high school. In this study, it can be collected using historical methods with stages; (1) Determination of Research Locations, (2) Determination Technique of Informants (3) Data Collection Techniques, (4) Data Validation Techniques, and (5) Data Analysis Techniques. The results showed that, (1) the historical background of the establishment of Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara (2) Function of historical values contained in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, Lombok Timur, West Nusa Tenggara (3) What aspects are there in Tugu Sisik Monument in Banjarsari Village, Labuhan Haji, East Lombok, West Nusa Tenggara that can be used as a source of historical learning in high schoolkeyword : Monument, Banjarsari Village, Historical Learning Resources

Page 7 of 55 | Total Record : 544