cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
MAKAM KERAMAT AGUNG PEMECUTAN DI KELURAHAN PEMECUTAN, KOTA DENPASAR (Studi Tentang Latar Belakang Sejarah, Struktur, Fungsi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal) ., Ni Luh Putu Sri Adnyani; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Drs. Wayan Sugiartha, M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang didirikannya Makam Keramat Agung Pemecutan di Kelurahan Pemecutan Kota Denpasar. (2) Mengetahui struktur dan fungsi Makam Keramat Agung Pemecutan di Kelurahan Pemecutan Kota Denpasar. (3) Mengetahui aspek yang terdapat di Makam Keramat Agung Pemecutan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Kritik sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 2 (dua) faktor yang melatar belakangi didirikannya Makam Keramat Agung Pemecutan yaitu faktor sejarah (historis) dan faktor agama. (2) Struktur dan fungsi. Struktur makam terdiri dari 2 (dua) halaman. Halaman pertama terdiri dari candi bentar, tempat peristirahatan juru kunci, pohon kepuh kembar. Halaman kedua terdiri dari candi kurung, bale saka enam, Makam Raden Ayu Siti Khotijah. Fungsi makam yaitu: (a) fungsi religius, (b) fungsi magis, (c) fungsi sosial budaya. (3) Aspek yang terdapat di Makam Keramat Agung Pemecutan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal yaitu, (a) Aspek sejarah (historis), (b) Aspek bangunan, dan (c) Aspek nilai pendidikan karakter. Kata Kunci : Makam Keramat, Fungsi, Sumber Belajar Sejarah Lokal This study aims to: (1) Knowing the background of the establishment of the Supreme Sacred Tomb of acceleration in the Village Pemecutan Denpasar. (2) Knowing the structure and function of the Supreme Sacred Tomb of acceleration in the Village Pemecutan Denpasar. (3) Knowing the aspects contained in the Sacred Tomb of the Great acceleration that can be used as a source of learning local history. The method used in this study is the method of historical research with a qualitative descriptive approach steps, namely : (1) Heuristics (data collection), (2) a source of criticism, (3) Interpretation, (4) Historiography (history of writing). These results indicate that there are two (2) establishment of background factors, namely acceleration Supreme Sacred Tomb of historical factors (historical) and religious factors. (2) The structure and function. The structure of the tomb consists of two (2) pages. The first page consists of the temple briefly, caretaker resting place, billowing trees twins. The second page consists of the temple brackets, bale saka six, Tomb Raden Ayu Siti Khotijah. Function tomb is: (a) a religious function, (b) a magical function, (c) socio-cultural functions. (3) aspect contained in the Sacred Tomb of the Great acceleration that can be used as a source of learning local history, among others, (a) Aspects of history (historical), (b) aspects of the building, and (c) the value aspect of character education.keyword : Sacred Tomb , Function , Learning Resources Local History
Prasasti Cempaga sebagai Simbol Pemersatu Masyarakat Cempaga, Bangli, Bali dan Sumber Belajar Sejarah Lokal di SMA ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi; ., Dra. Tuty Maryati,M.Pd; ., Drs. I Made Pageh,M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.11304

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Persebaran Penduduk Desa Cempaga Batur Kintamani; (2) Isi Prasasti Cempaga sebagai Simbol Pemersatu Masyarakat Cempaga; dan (3)Nilai-nilai dari Prasasti Cempaga dalam mempersatukan desa Cempaga yang dapat diimplementasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah yang dilakukan adalah (1) teknik penentuan informan, (2) Heuristik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (3) Kritik Sumber, (4) Interpretasi, dan (5) Penulisan Sejarah Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pakraman Cempaga sudah ada di abad ke XIII. Dalam Prasasti Cempaga dapat ditemukan petunjuk bahwa Desa Cempaga merupakan sebuah desa yang awalnya terletak di Batur, Kintamani karena konflik dengan Tampurhyang kemudian masyarakat desa Cempaga tersebar ke Bangli dan Buleleng. Prasasti Cempaga menyebutkan bahwa Raja Bhatara Sri Mahaguru memberikan perlindungan dan agar masyarakat desa Cempaga kembali membangun desanya, masyarakat Cempaga yang terpisah masih memiliki identitas yang sama dalam bidang adat istiadat, budaya dan masyarakat Cempaga sebagai masyarakat Bali Aga. Prasasti Cempaga dalam mempersatukan desa Cempaga sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal dapat diambil (a) nilai sejarah, (b) nilai persatuan dan kesatuan, dan (b) nilai cinta damai. Diharapkan peneliti lainnya untuk dapat menyempurnakan penelitian iniKata Kunci : Desa Pakraman Cempaga, Prasasti Cempaga This research was conducted in Desa Pakraman Cempaga, Bangli, Bali which aims to know: (1) Spreading of Cempaga Batur Kintamani Village Population; (2) Contents of Cempaga Inscription as a Unifying Symbol of Cempaga Community; And (3) Cempaga inscriptions in unifying Cempaga village as a source of local history learning. This is a historical research, so the steps taken are (1) informant determination technique, (2) data collection heuristics (observation, interview, document study), (3) Source Criticism, (4) Interpretation, and (5) Historiography. Desa Pakraman Cempaga there is already XIII Saka century. Cempaga is a village originally located in Batur, Kintamani then Cempaga village community spread because of attacks by Tampurhyang village. The Cempaga inscription states that King Bhatara Sri Mahaguru gave protection and for people of Cempaga village to rebuild their village, the separate Cempaga community still has the same identity in their place customs, culture and society of Cempaga as a Bali Aga community. Cempaga inscriptions in unifying Cempaga village as a source of local history learning can be taken (1) historical value, (2) the value of unity and unity, and (3) the value of peace love. For other researchers are expected to be able enhance this research.keyword : Desa Pakraman Cempaga, Inscription Cempaga
Tradisi Ngejot di Desa Lenek, Aikmel, Lombok Timur (Potensinya Sebagai Media Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel) ., Fiani Yulistia; ., Dr. I Ketut Margi, M.Si; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i3.12552

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lenek, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang adanya tradisi ngejot di Desa Lenek, (2) mengetahui tradisi ngejot dapat dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, (3) mengetahui nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot di Desa Lenek, (4) mengetahui cara memamfaatkan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, (1) metode penentuan informan, (2) metode pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumentasi), (3) metode validitas data, (4) metode analisis data, (5) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang adanya tradisi negejot di Desa Lenek, untuk mempererat silaturhomi, menjaga solidaritas antar sesama, (2) tradisi ngejot dipertahankan oleh masyarakat Desa Lenek, karena adanya faktor kepercayaan, faktor budaya, meningkatkan solidaritas sosial, faktor pendidikan, pemenuhan kebutuhan akan keselamatan, (3) nilai-nilai karakter yang ada dalam tradisi ngejot yaitu religius, cinta damai, disiplin, tanggung jawab, peduli lingkungan, (4) pemanfaatan tradisi ngejot sebagai media pendidikan karakter melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 2 Aikmel yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi pembelajaran sejarah dan karakter siswa.Kata Kunci : Ngejot, Media Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sejarah. This research was conducted in the Lenek village, Aikmel district, East Lombok Regency, NTB. The aims of study: (1) to know the background of the tradition of ngejot in the village of Lenek, (2) to know the tradition of ngejot can be maintained by the villagers of Lenek, (3) to know the values of characters that exist in tradition ngejot in Lenek Village, (4) ) to know how to utilize tradition ngejot as character education media through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel. This reseach used descriptive qualitative method with steps, (1) determination the informant, (2) data collection (observation , interview technique, engineering studies document ), (3) data validity, (4)data analysis, (5) writing the research result. The results showed that (1) Background of the negejot tradition in the village of Lenek, (2) the tradition of ngejot is maintained by the people of Lenek Village, due to the belief, cultural factor, social solidarity, the education factor, the fulfillment of the need for safety, (3) the values of the characters that exist in the tradition ngejot (rligius, love of peace, discipline, responsibility, care for the environment), (4) the use of ngejot tradition ngejot as a medium of character education through learning history in SMA Negeri 2 Aikmel that is as a place of cultural recognition of the side, so that later culture can enrich the learning material of history and character of student.keyword : Ngejot, Media Character Education, Teaching History
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS.4 SMA N 2 BANJAR SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Kadek Dian Lestari; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.3614

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), (3) mengetahui tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar semester genap tahun pelajaran 2013/2014 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ialah (1) Penentuan Subjek Penelitian, (2) Membuat Rencana Tindakan, (3) Melaksanakan Tindakan, (4) Melakukan Observasi, (5) Evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I adalah 58,10 dengan kategori tinggi, meningkat dengan rata-rata pada siklus II menjadi 59,82 dengan kategori tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar pada siklus I mencapai rata-rata 67,34% dengan kategori sedang, serta ketuntasan belajar siswa mencapai 37,93% meningkat pada siklus II yaitu rata-rata hasil belajar sejarah siswa mencapai 80,34% dengan kategori tinggi, serta ketuntasan belajar mencapai 82,75%; (3) Tanggapan siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), mencapai rata-rata 41,37 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS.4 SMA N 2 Banjar. Kata Kunci : Kata Kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Sejarah, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). ABSTRACT This study aims to (1) determine the increase of student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of a model cooperative learning Teams Games Tournament (TGT), (2) determine the increase students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), (3) determine the students' responses in class XI student IPS.4 SMA N 2 Banjar in the second semester of academic year 2013/2014 through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) in history. This research is Classroom Action Research (CAR). The stages which are carried out of classroom action research (CAR) is (1) Determination of Research Subjects, (2) Creating an Action Plan, (3) Implement the action, (4) Conducting Observations, (5) Evaluation and Reflection. The results showed: (1) student motivation in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle was 58.10 with a high category, increased by an average of 59.82 on the second cycle into the high category; (2) students' outcomes in learning process in class XI IPS.4 SMA N 2 Banjar in the first cycle at an average of 67.34% with moderate category, as well as mastery learning students achieve 37.93% increase in the second cycle is an average of the results of learning history 80.34% of students achieve the higher categories, as well as mastery learning reaches 82.75%; (3) The students' response in class XI of SMA N 2 IPS.4 about the question of the application of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT), reaching an average of 41.37 with a high category. Based on the results of this research is known that the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT) can enhance the students' learning motivation and learning outcomes of history class XI IPS.4 in SMA N 2 Banjar. keyword : Keywords: Motivation, Learning Outcomes, History, type of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament (TGT).
Kampung Kecicang Islam di Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem, Bali (Latar Belakang Sejarah, Dinamika, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) ., RAHAYU ARINI; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.14734

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan Latar Belakang Sejarah masuknya Islam di Kampung Kecicang Islam di Bebandem, Karangasem, Bali.(2) Dinamika Sosial yang terjadi di Kampung Kecicang Islam. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu dengan tahap-tahap (1) Heuristik ( teknik observasi, teknik wawancara , dan studi dokumen), (2) Kritik Sumber ( Kritik Eksternal dan Internal ), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya Islam di Kampung Kecicang Islam berkaitan erat dengan masa Ekspansi Kerajaan Karangasem-Lombok. Kampung Kecicang Islam ini adalah salah satu Kampung Muslim yang didirikan oleh utusan raja yang berasal dari Lombok yaitu Balok Sakti. Kampung Muslim Kecicang Islam adalah Kampung Muslim yang memilki jumlah penduduk terbesar.Kampung Kecicang ini adalah salah satu Kelompok sosial yang terus berdinamika baik dinamilka dari segi pemerintahan, sosial budaya dan ekonomi.Kampung Kecicang Islam dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai Sumber belajar yaitu : aspek sejarah, aspek sosial budaya, aspek toleransi, aspek gotong royong dan aspek kedamaian. Kata Kunci : Sejarah, Dinamika Sosial, Sumber Belajar The purpose of this research is (1) to describe Background History of Islam entry in Kampung Kecicang Islam in Bebandem, Karangasem, Bali. (2) Social Dynamics that happened in Kampong Kecicang sIslam. This research use qualitative method that is with stages (1 ) Heuristics (observation techniques, interview techniques, and document studies), (2) Source Criticism (External and Internal Criticism), (3) Interpretation, (4) Historiography. In the results of this study shows that the entry of Islam in Kampung Kecicang Islam closely related to the expansion of the Kingdom of Karangasem-Lombok. Kampung Kecicang Islam This is one of the Muslim Village founded by messenger king who came from Lombok is Balok Sakti. The Muslim village of Kecicang Islam is the Muslim village that has the largest population. Kecicang Village is one of the social groups that continue dynamics of dinamilka in terms of government, socio-cultural and economy. Kampung Kecicang Islam can be used as a source of learning. Aspects that can be used as a source of learning are: aspects of history, socio-cultural aspects, aspects of tolerance, aspects gotongroyong and aspects of peace.keyword : History, Social Dynamics, Learning Resources
PURA AGUNG JAGATNATHA DI DENPASAR, BALI (PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER BAGI SISWA-SISWI SMPN 1 DENPASAR) ., Putu Admi Suryani; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui(1) Sejarah Pura Agung Jagatnatha di Kota Denpasar ;(2) Persembahyangan yang dilakukan siswa-siswi SMPN 1 Denpasar;(3) Nilai-nilai Pendidikan Karakter yang ditanamkan bagi siswa-siswi SMPN 1 Denpasar melalui kegiatan persembahyangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap yaitu:(1) Teknik penentuan informan; (2) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Hasil temuan dilapangan bahwa pembangunan Pura Agung Jagatnatha yang berlokasi di sebelah timur Lapangan Puputan Badung dan di sebelah utara Museum Bali itu adalah untuk merealisasikan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam Pesamuhan Parisada Dharma Hindu Bali pada tanggal 20 November 1961 di Campuhan Ubud, Kabupaten Gianyar. Yaitu membangun pusat kegiatan keagamaan di jantung Kota Denpasar dan tempat persembahyangan umum. Akhirnya pada tanggal 13 Mei 1968 pura ini selesai di bangun dan dipelaspas dan dapat digunakan sebagai tempat persembahyangan untuk semua umat Hindu sedharma. Selain masyarakat umum, siswa-siswi SMPN 1 Denpasar juga sering melakukan persembahyangan di Pura ini saat Purnama Tilem atau hari hari biasa. Karena lokasi sekolah SMPN 1 Denpasar yang berdampingan dengan Pura Agung Jagatnatha. Melalui kegiatan persembahyangan inilah yang menjadi potensi dalam menanamkan Pendidikan Karakter bagi siswa-siswi SMPN 1 Denpasar. Sejalan dengan menurunnya etika dan moralitas di jaman globalissai ini. Dengan adanya kegiatan persembahyangan yang dilakukan inilah diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter yang positif seperti religius, disiplin, jujur, toleransi, demokratis, rasa ingin tahu, kerja keras, kreatif,mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif,cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab dan lain sebagainya. Kata Kunci : Sejarah Pura Agung Jagatnatha, Persembahyangan/ritual, dan Pendidikan Karakter. This research as a purpose to knows about: (1)History of “Pura Agung Jagatnatha”in Denpasar City. (2) Praying who students of SMPN 1 Denpasar do. (3) The characteristic for students of SMPN 1 Denpasar by prayed activity on this research make us of qualitative by means phase that is: (1) Technique act of defermining informant. (2) Technique aggregation of data (Observation, interview, document study) and (3) data analyze. Result finding on Fact development of “Pura Agung Jagatnatha” which located on east Puputan badung field and on north Bali Museum. For bring something about permanent decisions in “Pesamuhan PARISADHA DHARMA HINDU BALI” on 20 November 1961 in Campuhan Ubud, Gianyar Regency. That’s to develop religiousness activity in Denpasar City and temple for public. Finally on 13 May 1968 this temple finish builded and “dipelaspas”and might be use as praying place for all Hinduism in Bali. Besides the society, students of SMPN 1 Denpasar as often as do praying at “Pura Agung Jagatnatha” when full moon and tilem or anothers days without “rahinan” Because of location SMPN 1 Denpasar contiguous with “Pura Agung Jagatnatha” by the praying activities which become potential of characteristic education for students in SMPN 1 Denpasar be in accordance with decrease of ethic and morality in this globalisastion period. With praying activity which do togethers to wishing can be character values positively. Such as religious, discipline, honest, tolerance, democratic, eager to know hard working, creative, be autonomous, spirit of nationality, appreciate archievement, be friends or communicative , eager to learn, people person, responsibility, and etc. keyword : History of “Pura Agung Jagatnatha”, praying/ritual, and characteristic education.
Pemertahanan Identitas Pondok Pesantren Syamsul Huda Sebagai Sumber Belajar di SMA ., RISTI OKDIYANI MISRAN; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i2.18265

Abstract

Kikisnya identitas Pondok Pesantren Syamsul Huda karena gerusan pariwisata religi serta hilangnya identitas pondok pesantren syamsul huda lembaga pendidikan islam di Bali menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menjelaskan latar belakang berdirinya pondok pesantren syamsul huda, strategi yang digunakan untuk mempertahankan identitas pondok pesantren, sejarah pondok pesantren syamsul huda sebagai dasar sumber belajar di SMA. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Dengan subjek wawancara sebanyak 10 orang yang terdiri dari pengurus, alumni, santri, dan peziarah. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Pondok Pesantren Syamsul Huda berdiri pada tanggal 12 februari 1935 yang didapatkan dari hasil wawancara serta berbagai sumber bacaan yang mendukung. Terdapat empat strategi yang digunakan mempertahankan identitas, serta sejarah pondok pesantren syamsul huda sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan pembuatan modul yang telah di validasi ahli dengan hasil 83,33 dalam kategori baik. Kata Kunci : Kikisnya identitas Pondok Pesantren Syamsul Huda karena gerusan pariwisata religi serta hilangnya identitas pondok pesantren syamsul huda lembaga pendidikan islam di Bali menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menjelaskan latar belakang berdirinya pondok pesantren syamsul huda, strategi yang digunakan untuk mempertahankan identitas pondok pesantren, sejarah pondok pesantren syamsul huda sebagai dasar sumber belajar di SMA. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Dengan subjek wawancara sebanyak 10 orang yang terdiri dari pengurus, alumni, santri, dan peziarah. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Pondok Pesantren Syamsul Huda berdiri pada tanggal 12 februari 1935 yang didapatkan dari hasil wawancara serta berbagai sumber bacaan yang mendukung. Terdapat empat strategi yang digunakan mempertahankan identitas, serta sejarah pondok pesantren syamsul huda sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan pembuatan modul yang telah di validasi ahli dengan hasil 83,33 dalam kategori baik. The lack of identity of the Syamsul Huda Islamic Boarding School due to the scouring of religious tourism and the loss of the identity of the Syamsul Huda Islamic Boarding School for Islamic education institutions in Bali is the basis of this research. This study aims to explain the background of the establishment of Syamsul Huda Islamic Boarding Schools, a strategy used to maintain the identity of Islamic boarding schools, the history of Syamsul Huda Islamic boarding schools as a basis for learning in high school. The data collected in this study are qualitative data. Data collection methods used were observation, interviews, and questionnaires. With the subject of the interview as many as 10 people consisting of administrators, alumni, student, and pilgrims. The results of this study found that the Syamsul Huda Boarding School was established on February 12, 1935 which was obtained from interviews and various supporting reading sources. There are four strategies used to maintain the identity, as well as the history of the Syamsul Huda Islamic Boarding School as a source of historical learning in high school with the creation of expertly validated modules with 83.33 in good categories. keyword : Defense, Identity, Islamic Boarding School, Module
KEUNIKAN SITUS CAGAR BUDAYA DI PURA LUHUR GONJENG DESA KUKUH, MARGA, TABANAN, BALI (Identifikasi Artefaktual Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA) ., Ni Nyoman Tri Cahyani; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peninggalan artefak yang ada di Pura Luhur Gonjeng; (2) fungsi artefak-artefak yang ada di Pura Luhur Gonjeng bagi masyarakat Desa Pakraman Kukuh dan sekitarnya; dan (3) peluang untuk memanfaatkan artefak-artefak di Pura Luhur Gonjeng sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada lima peninggalan yang ada di Pura Luhur Gonjeng, yaitu Lingga Yoni, Arca kuno, Prasasti, Uang Kepeng, dan Batu Megalit, (2) Lingga dan Yoni berfungsi sebagai tempat spiritual yang sangat tinggi seperti tempat pemujaan dewa kesuburan dan tempat untuk meminta sentana(anak) dan tamba (obat), Arca Kuno berfungsi sebagai media untuk meminta kesaktian dan juga sebagai penjaga kesakralan pura Luhur Gonjeng, Prasasti berfungsi adalah sebagai bukti autentik tentang perjalanan Anak Agung Anom sampai dengan membangun Pura Luhur Gonjeng, Uang Kepeng berfungsi sebagai perlengkapan upacara Dewa Yadnya, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusia Yadnya, dan Bhuta Yadnya, Batu Megalit berfungsi sebagai media pemujaan masyarakat Desa Kukuh dan sekitarnya, (3) aspek-aspek yang terdapat pada peninggalan cagar budaya di Pura Luhur Gonjeng yang bisa dikembangkan menjadi sumber belajar sejarah di SMA yaitu, aspek bentuk fisik bangunan, aspek historis, aspek riligius, dan aspek budaya. Kata Kunci : Peninggalan, Sumber belajar. This research aimed at finding out (1) The artifacts heritage in Luhur Gonjeng Temple ; (2) The function of the artifacts for Kukuh village community and surrounding ; and (3) The opportunity to utilize the artifacts in Luhur Gonjeng temple as source in history in high school. This research used qualitative research method : (1) determination of informants technique ; (2) data collection technique (observation, interview and study documents) ; (3) data processing/data analysis. The results of the study showed that ; (1) there are five existing relics in Luhur Gonjeng temple are Lingga and Yoni, Arca kuno, Prasasti, Uang Kepeng and Batu Megalit ; (2) the function of Lingga and Yoni as high spiritual place and place for request sentana (child) and tamba (medicine), the function of ancient statues as media to ask the magic and also to keep the sanctity of Luhur Gonjeng temple, the function of inscription as authentic avidence about the trip of Anak Agung Anom to built the Luhur Gonjeng temple, the function of Pis Bolong as equipment for Dewa Yanya ceremony, Rsi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusia Yadnya, and Bhuta Yadnya, the function of Batu Megalit as media for public worship in Kukuh village, (3) aspects contained in the relics of cultural heritage of Luhur Gonjeng temple can be developed to be source in history in high school there are the physical form of the building aspects, history aspects, religious aspects and cultural aspects. keyword : heritage, source of teaching
Biografi I Nyoman Jirna Studi Nilai-Nilai Kepahlawanan dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Revolusi Fisik di SMA ., Gede Aris Adi Sanjaya; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Biografi I Nyoman Jirna; dan. (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terdapat dalam biografi I Nyoman Jirna. (3) Aspek-aspek yang terdapat pada Biografi I Nyoman Jirna dan Nilai-nilai kepahlawanannya yang dapat di kembangkan sebagai sumber pembelajaran Sejarah Revolusi Fisik di SMA. Menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik (studi dokumen, wawancara, dan observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Biografi I Nyoman Jirna dibagi menjadi lima tahapan, yaitu (a) situasi politik pada revolusi fisik (b) latar belakang keluarga; (c) masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa; (d) masa perjuangan I Nyoman Jirna ; dan (e) masa-masa akhir kehidupan I Nyoman Jirna. Biografi kepahlwanan I Nyoman Jirna dijabarkan sebagai berikut: (1) I Nyoman Jirna adalah putra ketiga dari I Ketut Pasek dan Ni Nengah Seroni. I Nyoman Jirna lahir pada tahun 1927 di Desa Banyuning Barat. (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung pada I Nyoman Jirna yaitu : (a) patriotisme; (b) keberanian; (c) kemandirian; (d) solidaritas; dan (e) tanpa pamrih. Biografi kepahlawanan I Nyoman Jirna, dapat dijadikan sumber belajar sejarah pada pembelajaran sejarah materi Revolusi Fisik di SMA kelas XII pada silabus dan kurikulum 2013Kata Kunci : Biografi, Nilai Kepahlawanan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine : ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna ; and . ( 2 ) heroic values contained in the biography I Nyoman Jirna . ( 3 ) The aspects contained in the biography I Nyoman Jirna and heroic values that can be developed as a source of learning history in high school physical revolution. Using the methods of historical research , namely : ( 1 ) heuristic ( study of documents , interviews , and observations ) ; ( 2 ) criticism of sources ( external and internal ) ; ( 3 ) interpretation of the data ; ( 4 ) historiography . Results showed ( 1 ) Biography I Nyoman Jirna divided into five stages , namely ( a) the political situation in the physical revolution ( b ) family background ; ( c ) childhood , adolescence , and adulthood ; ( d ) the struggle I Nyoman Jirna ; and ( e ) the last years of life , I Nyoman Jirna . Biography kepahlwanan I Nyoman Jirna described as follows : ( 1 ) I Nyoman Jirna was the third son of I Ketut Pasek and Ni Nengah Seroni . I Nyoman Jirna was born in 1927 in the village of West Banyuning . ( 2 ) The values of heroism is contained in I Nyoman Jirna namely : ( a) patriotism ; ( b ) courage ; ( c ) independence ; ( d ) solidarity ; and ( e ) unconditionally. I Nyoman Jirna heroic biography, can be a source of learning the history of the teaching of history in high school physical revolution material class XII syllabus and curriculum in 2013 . keyword : Biography , Heroic Value , Source of Learning History
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas XI IPS 1 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Singaraja Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 ., Agus Herry Sumardika; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5315

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture pada pelajaran sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture, (3) mengetahui persepsi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) observasi awal, (3) refleksi awal, (4) perencanaan penelitian, (5) pelaksanaan penelitian, (6) melakukan observasi, (7) melakukan evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) rata-rata aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada siklus I adalah 5,53 dengan kategori cukup aktif, meningkat menjadi 7,96 pada siklus II dengan kategori aktif; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja pada siklus I adalah 60,19 dengan kategori kurang baik meningkat menjadi 83,46 pada siklus II dengan kategori baik, persepsi siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singraja sangat “positif”. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture (mengurutkan gambar) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Picture and Picture, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Sejarah This research aims to (1) determine the increased activity of learning the history of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Picture and Picture at the lessons of history, (2) determine students' learning outcome history class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Picture and Picture, (3) determine the perception of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja toward cooperative learning model Picture and Picture. This research is classroom action research (PTK). The stages are done in the classroom action research (PTK), namely: (1) determining the subject of research, (2) the initial observation, (3) early reflections, (4) planning studies, (5) implementation of research, (6) making observations , (7) the evaluation and reflection. The results showed: (1) the average activity of students of class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja in the first cycle is 5.53 with moderately active category, increased to 7.96 in the second cycle with the active category; (2) the average results of student learning in class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja in the first cycle was 60.19 with unfavorable category increased to 83.46 in the second cycle in both categories, perceptions of class XI IPS 1 SMA N 3 Singraja very "positive". Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model Picture and Picture (sort pictures) can increase the activity and learning outcomes History class XI IPS 1 SMA N 3 Singaraja semester of academic year 2014/2015keyword : Cooperative Learning Model Type Picture and Picture, Activity Learning, Learning Outcomes, History

Page 6 of 55 | Total Record : 544