cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
GEREJA PNIEL DI DESA BLIMBINGSARI, JEMBRANA, BALI (SEJARAH PENDIRIAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Ida Ayu Komang Natika Wuni; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) nilai-nilai yang terdapat pada Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (dokumentasi, observasi, wawancara); (3) teknik validitas data; (4) analisis data dan (5) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah berdirinya Gereja Pniel di Desa Blimbingsari ini berkaitan erat dengan masuknya Bangsa Barat ke Indonesia khususnya ke Bali. Keberadaan Gereja Pniel diperkirakan di bangun pada tahun 1939. Latar belakang pendirian Gereja Pniel sebagai media pemujaan yang merupakan penghormatan kepada Tuhan, dan sebagai simbol kepercayaan masyarakat Desa Blimbingsari sebagai tanah perjanjian yang diberikan oleh Tuhan untuk masyarakat Desa. Struktur Gereja Pniel mengadopsi dua pola yaitu (1) Tri Mandala (jaba sisi atau nista mandala, jaba tengah atau madya mandala dan jeroan atau mandala utama); (2) Bait Allah di Yerusalem. Nilai-nilai karakter yang di wariskan Gereja Pniel yang berpotensi sebagai sumber belajar sejara di SMA ada 5 yaitu (1) keberanian; (2) solidaritas; (3) religius; (4) cinta damai; (5) tanggung jawab yang dijabarkan ke dalam silabus dan RPP berbasis kurikulum 2013 kelas XI. Kata Kunci : Sejarah, Gereja, Sumber Belajar This research was aimed to know (1) the history of Pniel church in Desa Blimbingsari, Jembrana, Bali, (2) the values which were contained in Pniel church that were pontential to be used as reference in learning history for senior high school students. This research was used qualitative approach : (1) choosing the informants, (2) collecting the data (documentation, observation, and interview), (3) data validation (4) data analysis (5) writing. The results showed that the history of Pneil church was related to the invasion of western countries to indonesia, especially Bali. The exsistence of Pniel church was approximately established in 1939. Pniel Church was established as a media of veneration which was a form of honour to God and also as a symbol of belief that Desa Belimbing was a land that God gave to society of Desa Belimbing. The structure of Pniel Church adopted two patterns (1) Tri Mandala ( Jaba sisi or nista mandala, jaba tengah or madya mandala, and jeroan or utama mandala) (2) Text of Allah in Yerussalem. There were five character values that were contained in Pniel church as the reference of learning history for senior high school students (1) bravery (2) solidarity (3) religious (4) love and peace (5) responsibility that were described in syllable and lesson plan in curriculum 2013. keyword : History, church, source of teaching
Sistem Pemerintahan Ulu-Apad Di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali (Struktur, Fungsi, dan Persepsi Siswa dan Guru Terhadap Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pengayaan IPS di SMP Negeri 7 Kintamani) ., I Putu Eka Noviantara; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i1.4180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui bagaimana struktur dan dinamika struktur pada sistem pemerintahan Ulu-Apad di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali. (2) Untuk mengetahui bagaimana fungsi sistem pemerintahan Ulu-Apad di Desa Pakraman Sukawana, Bangli, Bali dalam rangka pemertahanan filsafat Tri Hita Karana. (3) Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa dan guru terhadap pemanfaatan sistem pemerintahan Ulu-Apad sebagai sumber pengayaan IPS di SMP Negeri 7 Kintamani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) Teknik Penentuan Informan. (2) Teknik Pengumpulan Data (Observasi, Wawancara, Kuisioner/ Angket, Studi Dokumen). (3) Teknik Penjamin Keaslian Data (Triangulasi Data, Triangulasi Metode). (4) Teknik Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Struktur Sistem Pemerintahan Ulu-Apad di desa Pakeraman Sukawana berdasarkan konsep Rwabineda (Kiwa-Tengen) yang mengutamakan senioritas perkawinan, (2) Dinamika Struktur Sistem Pemerintahan Ulu-Apad berdasarkan urutan (senioritas), dimana untuk mencapai posisi utama dalam sistem pemerintahan harus melalui beberapa tahapan, diantaranya harus melangsungkan upacara Mapiuning Menek Madesa dan akhirnya tercatat sebagai anggota Krama Pamugbung dengan urutan mulai dari posisi paling bawah, hingga akhirnya jika ada Krama yang keluar maka secara otomatis urutan akan naik, (3) Fungsi Sistem Pemerintahan Ulu-Apad terhadap pemertahanan konsep Tri Hita Karana telah berjalan sesuai posisi masing-masing, diman Jero Kubayan bertindak di bidang Parahyangan, Jero Pengelanan bertindak di bidang Pawongan, dan Jero Mekel bertindak di bidang Palemahan, (4) persepsi guru dan siswa di SMP N 7 Kintamani sebagian besar menyatakan setuju dengan Sistem Pemerintahan Ulu-Apad dijadikan sebagai sumber pengayaan IPS.Kata Kunci : Ulu-Apad, Struktur, Fungsi, Persepsi, Sumber Pengayaan IPS This study aims to: (1) To determine how the structure and dynamics of the structure of the governance system in the Ulu-Apad Pakraman Sukawana, Bangli, Bali. (2) To determine how the system functions of government in the Ulu-Apad Pakraman Sukawana, Bangli, Bali in order preservation philosophy of Tri Hita Karana. (3) To determine how the perceptions of students and teachers to use the Ulu-Apad system of government as a source of enrichment IPS in SMP Negeri 7 Kintamani. The method used in this research is descriptive qualitative research method steps, namely: (1) Determination Technique informants. (2) Data Collection Techniques (Observation, Interview, Questionnaire, Study Document). (3) Data Authenticity Assurance Techniques (Data Triangulation, Triangulation Method). (4) Data Analysis Techniques. This research resulted in findings, among others: (1) Structure-Government System Ulu-Apad Pakeraman village Sukawana based concept Rwabineda (Kiwa-Tengen) that prioritizes seniority marriage, (2) Structural Dynamics Government Systems Ulu-Apad based sequence (seniority), in which to achieve their central position in the system of government has to go through several phases, of which should solemnize Mapiuning Menek Madesa and finally registered as a member of Krama Pamugbung the sequence starting from the bottom position, and finally if there Krama is out then the order will automatically go up, (3) Function Government System Ulu-Apad against the concept of Tri Hita Karana retention has aligned positions, respectively, Diman Jero Kubayan act in the field of Parahyangan, Jero Pengelanan Pawongan act in the field, and Jero Mekel Palemahan act in the field, (4) the perception of teachers and students in SMP N 7 Kintamani largely agreed with the Government System Ulu-Apad IPS used as a source of enrichment.keyword : Ulu-Apad, Structure, Function, Perception, Enrichment IPS Resources
PERANAN MAYOR I GUSTI WAYAN DEBES DALAM PUPUTAN MARGARANA TABANAN, BALI (IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., I Made Agus Eri Antara; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.4909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes terhadap Belanda; dan (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui langkah-langkah berikut ini : Jenis penelitian, Penentuan lokasi penelitian, Teknik penentuan informan, Instrumen penelitian, Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumen, Metode penjaminan keabsahan data, Metode analisis data, dan Metode penulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Peranan Mayor I Gusti Wayan Debes dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pra puputan sampai Puputan Margarana, yaitu: Penyerangan terhadap tangsi Jepang di Kota Tabanan, Melakukan pembenahan susunan organisasi perjuangan di Bali, Pembentukan organisasi perjuangan DPRI Sunda Kecil, Pertempuran di Munduk Malang, Long March ke Gunung Agung, Melakukan penyerangan terhadap tangsi polisi NICA di Kota Tabanan dan Puputan Margarana; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mayor I Gusti Wayan Debes yaitu: patriotism, rela berkorban, tanpa pamrih, keberanian, kewibawaan, solidaritas, kerjasama, kejujuran, nasionalisme, persatuan dan kesatuan, disiplin dan religius; (3) Pengintegrasian nilai-nilai kepahlawanan Mayor I Gusti Wayan Debes sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat dijabarkan pada ranah kognitif, ranah afektif, silabus sebagai acuan guru dalam merencanakan pembelajaran dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran sebagai alat dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Kata Kunci : Pahlawan, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This study aims to determine (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in Puputan Margarana Tabanan, Bali; (2) The values of heroism behind the resistance Mayor I Gusti Wayan Debes of the Netherlands; and (3) The integration of the heroism’s values as the source of the history learning in high school. This study used a qualitative research method through the following steps: kind of research, the determination research location, the determination of technique informants, research instrument, method of data collection by observation, interviews and documents, methods guarantee the validity of data, data analysis method, and the writing method. The results showed that (1) Role of Mayor I Gusti Wayan Debes in maintaining the independence of Indonesia from pre bellows to Puputan Margarana, namely: Attack on Japanese military barracks in the city of Tabanan, Doing revamping the organizational structure struggle in Bali, The formation of the Lesser DPRI Sunda Kecil fighting organization, Battle Munduk Malang, a Long March to Mount Agung, Doing attacks on police barracks NICA in Tabanan City and Puputan Margarana; (2) The values contained heroic figure of Mayor I Gusti Wayan Debes namely: patriotism, sacrifice, selfless, courage, dignity, solidarity, cooperation, honesty, nationalism, unity and integrity, discipline and religious; (3) The integration of the values of heroism Mayor I Gusti Wayan Debes as a source of learning history can be described in the cognitive, affective, syllabus as a reference for teachers in planning lessons and draft lesson as a tool in presenting the material to learners.keyword : Heroes, Values of heroism, Source learn history
PERKEMBANGAN MOTIF KERAJINAN TENUN SONGKET DI DESA SIDEMEN, KARANGASEM, BALI (Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Di SMA) Tungga Wika Atmaja, Agustiana Wikrama
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v1i1.1007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor yang melatarbelakangi pengerajin tenun songket di Desa Sidemen memproduksi motif tradisional dan motif modern; (2) motif tradisional dan motif modern yang dibuat oleh pengerajin tenun songket di Desa Sidemen; dan (3) aspek-aspek yang terdapat pada motif tradisional dan motif modern yang bisa dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan studi dokumen); (3) teknik pengolahan data/analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada tiga faktor yang melatarbelakangi pengerajin tenun songket memproduksi motif tradisional dan motif modern dilihat dari faktor budaya, faktor ekonomi dan faktor lingkungan, (2) motif tradisional yang dibuat oleh pengerajin tenun songket di Desa Sidemen berbentuk geometris yang dipadukan dengan motif ornament tradisional bali yang sifatnya natural, motif modernnya berupa kombinasi beraneka ragam corak dari hasil barang teknologi, (3) aspek-aspek pada motif tradisional dan modern yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar yaitu, aspek pengetahuan tentang sumber daya alam, aspek ketekunan dan aspek kewirausahaan.
KOMUNITAS ISLAM DI DESA GELGEL, KLUNGKUNG, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH, PENINGGALAN, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) ., Putu Adi Sutama; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.6285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui Latar Belakang Terbentuknya Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (2) Mengetahui Peninggalan-Peninggalan Islam yang terdapat di Komunitas Islam di Desa Gelgel Klungkung Bali, (3) Mengetahui Aspek-aspek keberadaan Komunitas Muslim di Kampung Gelgel Klungkung yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini: Rancangan Penelitian, Penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, penjamin keaslian data, triangulasi data, triangulasi metode, analisis data, dan penulisan. Hasil penelitian ini adalah (1) Diawali dengan kedatangan orang-orang Islam di Gelgel sampai sekarang mengakui asal mereka dari Jawa mereka sebanyak 40 orang datang ke Gelgel sebagai pengiring Dalem dari Majapahit, dikuatkan lagi oleh peristiwa kunjungan Dalem Ketut Ngulesir ke Majapahit yang merupakan satu-satunya kunjungan selama jaman Gelgel, sedangkan para penggantinya sudah tidak berkesempatan lagi berkunjung ke Majapahit karena kerajaan Majapahit sudah runtuh, (2)benda-benda bersejarah yang masih tersisa di Desa kampung Gelgel sebagai berikut: Masjid Nurul Huda, Babad, Tari Rudat, Pintu Menara, Mimbar, dan Makam, (3) Aspek-aspek yang dapat dikembangkan di dalam Komunitas Islam di Desa Gelgel yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah adalah sebagai berikut: Aspek Historis, Aspek Toleransi, dan Aspek Budaya. Kata Kunci : Komunitas, Islam Desa Gelgel, SumberBelajar Sejarah This study was aimed (1) to investigate the background of Islam Community in Gelgel Village, Klungkung, Bali, (2) to investigate the Islam inheritance of Islam Community in Gelgel village, Klungkung, Bali, (3) to investigate aspects of existence of Islam community in Gelgel village, Klungkung which was used as sources of learning history in Senior High School. Method used in this study was Qualitative research in which used some procedures: Research Design, Determining Location of Research, Method of determining informant, Data Collection Procedure which used interview technique, document study, Guarantor Originality of Data, Data Triangulation, Method Triangulation, Data Analysis and Process of Writing. The Result of this study are: (1) It is begun with arrival the Islam people in Gelgel village until now they recognize that they are from Java, the number of the people are 40 come to Gelgel village as escort of Dalem Majapahit, it is supported by incident of visiting Dalem Ketut Ngulesir to Majapahit in which is firstly visiting since Gelgel Period, while their substitute have no opportunity to visit to Majapahiut because Majapahit Kingdom is collapse, (2) the historic objects that are left in Gelgel village namely Nurul Huda Mosque, Babad, Rudat dance, Tower Door, Mimbar, and Grave, (3) The aspect which can be developed in Islam Community in Gelgel village are as a sources of Learning history namely: Historical Aspect, Tolerance Aspect, and Cultural Aspect. keyword : community, Islam in Gelgel village, sources of learning history
“SEJARAH DAN SISTEM PENDIDIKAN DI UPTD SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) BULELENG, BALI” Pasek Agung Wihikan, Ketut
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i1.1023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang didirikanya UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng, Bali, (2) mengetahui sistem pendidikan di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng, Bali, (3) mengetahui dinamika dari UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng, Bali. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahap-tahap ; (1) heuristik (observasi, wawancara, studi dokumentasi), (2) kritik sumber, (3) interpretasi (analisi data), (4) historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) ada tiga faktor yang melatar belakangi pembangunan UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng, dilihat dari faktor politik, faktor sosial, dan faktor ekonomi, (2) sistem pendidikan di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng terdiri dari (1) unsur masukan (raw input), (2) input instrumen, (3) input lingkungan (environmental input), (4) output, (3) dinamika di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng dilihat dari input, dari tahun 2009 sampai sekarang mengalami penurunan, dan dinamika output di UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Buleleng terus stabil.
CANDI BAKUNGAN DI BALI BARAT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Ni Km Dina Indrayani; ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA; ., Dr. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i3.7410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah didirikan Candi Bakungan di Bali Barat, (2) mendeskripsikan Struktur, Bentuk dan Fungsi Candi Bakungan Bali Barat, (3) mendeskripsikan Unsur-Unsur Yang Terdapat Di Candi Bakungan Yang Dapat Dijadikan Sumber Belajar Sejarah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) Teknik penentuan lokasi penelitian,penelitian ini berlokasi di desa Sumber Klampok Gilimanuk, Jembrana, (2) Teknik penentuan informan, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling (4) Teknik pengumpulan data, melalui data primer dan data sekunder. (5) Teknik validitas atau teknik keabsahan data, dengan triangulasi data dan (6) Teknik analisis data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Candi Bakungan di Bali Barat merupakan peninggalan dari ekspedisi Majapahit yang bertujuan untuk menaklukkan Bali yang di pimpin langsung oleh patih Gajah Mada pada tahun 1343 masehi. Hingga kini Candi Bakungan masih berfungsi sebagai tempat suci atau bangunan suci sehingga terjadi kegiatan keagamaan dari masa lalu hingga masa kini. Candi Bakungan adalah sebuah bangunan candi tipe yang dibangun dengan konstruksi susunan batu, sejenis bangunan candi satu bilik,yang kemungkinan besar mengikuti pola bangunan candi masa Majapahit. Unsur-unsur di Candi Bakungan yang dapat di jadikan sumber belajar sejarah yang semuanya itu mengandung unsur historis, unsur seni , unsur budaya dan unsur religius. Candi Bakungan ini memiliki nilai yang strategis bagi perkembangan sejarah bagi Bali pada umumnya dan Bali Barat pada khususnya. Kata Kunci : Candi Bakungan, dan unsur-unsur sebagai sumber belajar sejarah. Theaims of this study are (1) describing the history of establishment of Bakungan temple in West of Bali, (2) describing the structure, shape and function of the Bakungan temple in West of Bali, (3) describing the elements which are existed in Bakungan temple as a History learning resource. This study uses a qualitative method with some stages; (1) Determining the location of research technique, the study is located in Sumber Klampok village, Gilimanuk, Jembrana, (2) Determining the informant technique, the informant determination in this research is purposive sampling (4) The data collection technique, through primary data and secondary data. (5) Validity or authenticity of data technique, with data secondary triangulation (6) The data analysis technique. The results of this study indicate that, Bakungan Temple in West Bali is a relic of Majapahit expedition aiming to conquer Bali lead by the duke of Gajah Mada in 1343 AD. Until now Candi Bakungan still serves as a sanctuary or sacred buildings resulting in the religious activities of the past to the present. Bakungan temple is a temple building types constructed with layered stone, a kind of temple building of the booths, which are likely to follow the pattern of the temple of the Majapahit period. The elements in Bakungan temple that can be a source of learning the history contain elements of historical, artistic elements, elements of cultural and religious elements. Bakungan temple has a strategic value for the development of history for Bali in general and the West in particular. keyword : Bakungan Temple, and elements as sources of learning history.
POTENSI MASJID NUR SINGARAJA, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN DI SMA ., Susanti; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Masjid Nur Singaraja, Bali; (2) Struktur Masjid Nur Singaraja, Bali; dan (3) Potensi yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA dari Masjid Nur, Singaraja, Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan lokasi penelitian; (2) Metode penentuan informan; (3) Metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi); (4) Metode penjaminan keabsahan data; (5) Metode analisis data; dan (6) Metode penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masjid Nur Singaraja didirikan sekitar tahun 1820 oleh Ma’ruf Salma. Ada tiga faktor yang melatar belakangi pendiriannya yakni, faktor religus, faktor budaya, dan faktor sosial, (2) Pendapat yang dapat menerangkan bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja adalah, pertama dari kalangan orang-orang Arab menyatakan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan masjid yang dibangun pertama kali oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah, kedua dari kalangan luar etnis Arab menyatakan bangunan Masjid Nur Singaraja memiliki kemiripan dengan bangunan kastil yang ada di Eropa, dan yang ketiga berdasarkan perbandingan penelitan Van den Berg diketahui bentuk bangunan Masjid Nur Singaraja tanpa Kubah memiliki kemiripan dengan bentuk bangunan yang ada di negeri Hadramaut. (3) Potensi Masjid Nur Singaraja yang dapat dijadikan sumber belajar Sejarah Kebudayaan di SMA, yakni Sejarah, tata kelakuan (pengetahuan), sistem sosial (kebiasaan) dan artefak ( Arsitektur Masjid Nur Singaraja).Kata Kunci : Masjid, Potensi, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to determine (1) the establishment of Masjid Nur Background Singaraja, Bali, (2) Structure of Masjid Nur Singaraja, Bali, and (3) the potential that can be used as a source of learning in high school Cultural History of Masjid Nur, Singaraja, Bali. This study used a qualitative approach with step by step: (1) Determining the location of the research, (2) Method of determining the informant, (3) the data collection methods (observation, interviews, and documentary studies), (4) method guaranteeing the validity of the data; (5) method of data analysis, and (6) The method of research results. The results showed that (1) Singaraja Nur mosque founded around 1820 by Salma Ma'Ruf. There are three factors namely the establishment background, religus factors, cultural factors, and social factors, (2) Opinions that could explain the shape of the building is Singaraja Nur Mosque, among the first of the Arab states Nur Mosque Singaraja has a resemblance to the mosque being built first time by the Prophet Muhammad in Medina, both of the ethnic Arab states outside the building Nur Mosque Singaraja has similarities with the existing building castles in Europe, and the third is based on comparison of research known Van den Berg Singaraja Nur mosque building form without the dome has similarities with form of existing buildings in the country Hadramaut. (3) Potential Singaraja Nur mosque that can be used as a source of learning Cultural History in high school, the history, behavior patterns (knowledge), social system (custom) and artifacts (Nur Mosque Architecture Singaraja).keyword : Mosque , Potential , Learning Resources History
PEMANFAATAN SITUS PURA PUSERING JAGAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS (STUDI KASUS SMP SANTHI YOGA PEJENG) KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR ., Ni Luh Made Ari Darmini; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2566

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pejeng, Gianyar, Bali yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat yang ada di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar; (2) Benda-benda peninggalan purbakala yang ada di Pura Pusering Jagat, yang teridentifikasi bisa dijadikan sumber belajar di SMP Santhi Yoga terkait dengan materi pra sejarah; dan (3) Strategi guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng dalam menerapkan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar. Penelitian ini merupakan penelitian bersifat deskriptif kualitatif, langkah-langkah yang dilakukan adalah (1) Penentuan Lokasi Penelitian; (2) Teknik Penentuan Informan; (3) Teknik Pengumpulan Data; (4) Teknik Penjaminan Keabsahan Data;(5) Teknik Analisa Data; dan (6) Teknik Penulisan Hasil Penelitian. Berdasarkan temuan di lapangan Sejarah berdirinya Pura Pusering Jagat diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Bali Kuno yang berpusat di Pejeng pada abad-ke11 dan merupakan salah satu pelebahan pura milik raja-raja Bali Kuno. Peninggalan purbakala yang ada di Pura Puseing Jagat yang bisa dijadikan sumber belajar yaitu Arca Kelamin (Phallus Vulva) dan Sangku Sudamala. Strategi yang digunakan guru IPS di SMP Santhi Yoga Pejeng adalah model karya wisata, namun karena banyak memiliki kendala jadi strategi yang tepat digunakan dalam memfungsikan Pura Pusering Jagat sebagai sumber belajar IPS adalah CTL.Kata Kunci : Kata Kunci : Sejarah, Peninggalan, dan Strategi Pembelajaran This research was conducted in the village of Pejeng, Gianyar, Bali which aims to determine: ( 1 ) History Pusering Jagat Pura establishment in the village Pejeng, Tampaksiring District, Gianyar; ( 2 ) The objects of archaeological heritage is in Pusering Jagat Pura, identified could be used as a source of learning in junior Santhi Yoga associated with prehistoric material , and ( 3 ) strategies in junior high school social studies teacher in implementing Pejeng Santhi Yoga Pura Jagat Pusering as a learning resource. This research is a descriptive qualitative research, the steps are: ( 1 ) Determination of Location Research, (2 ) Determination Techniques informant, (3 ) Data Collection Techniques; ( 4 ) Data Validity Assurance Techniques; ( 5 ) Data Analysis Techniques; and ( 6 ) Writing Techniques Research. Based on the findings in the history of the founding of the field Pusering Jagat temple was probably built during the ancient Balinese kingdom centered in Pejeng – ke 11 century and is one of the temples belonging pelebahan kings of ancient Bali. Ancient relics in Jagat Pura Puseing that could be used as a learning resource that is Arca Gender (Phallus Vulva) and sangku Sudamala. The strategy used in junior high social studies teacher Pejeng Santhi Yoga is a model field trip, but as many have constraints so that appropriate strategies are used in Pusering Jagat Pura functioning as a source of social studies is CTL .keyword : Keywords : History , Heritage and Learning Strategy
TRADISI MELASTI MENDAK HUJAN DI DESA PECATU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., I Km Ega Mahendra; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i1.12563

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Melasti Mendak Hujan di desa Pecatu, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Melasti Mendak Hujan, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Melasti Mendak Hujan yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) sejarah tradisi Melasti Mendak Hujan, adalah untuk meningkatakan srada dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menghapuskan segala penderitaan yang ada pada masyarakat, menghilangkan kekotoran alam semesta serta mencegah kerusakan alam semesta yang membuat hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam lingkungannya; (2) Sistem pelaksanaan upacara Melasti Mendak Hujan diawali dengan adanya tahap persiapan upacara, persiapan ngayah sebelum Melasti Mendak Hujan, adanya proses persembahyangan bersama di Pura Sad Kahyangan,puncak acara adanya berbagai tarian diantaranya upacara nedunang ida bhatara, tarian kincang-kincung dan ngurek di pesisir pantai; (3) Aspek-aspek tradisi Melasti Mendak Hujan yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut nilai religius, nilai memperkuat solidaritas/kelompok masyarakat, nilai menjaga hubungan harmonis dengan alam, nilai sosial religius.Kata Kunci : Tradisi Melasti Mendak Hujan, Potensi, Sumber Belajar Sejarah. This research is aimed at (1) to know the background of Melasti Mendak Rain tradition in Pecatu village, (2) to know the system of ritual implementation of Melasti Mendak Hujan Tradition, (3) to know aspects of Melasti Mendak Hujan tradition which can be implemented as learning resource of History in senior high school. This study using qualitative methods with stages; (3) Data collection techniques (observation, interview, document study), (4) Data validity technique (data triangulation, triangulation method) and, (5) Technique of analysis data. This research produces the findings, namely: (1) The historical of Melasti Mendak Hujan tradition, is to increase srada and bhakti to God Almighty to eliminate all suffering that exist in society, eliminate the defilements of the universe and prevent the destruction of the universe that makes the harmonious relationship between man and God, man with his fellow man and man with his natural environment; (2) The system of Melasti Mendak Hujan ceremony begins with the preparation stage ceremony, preparation ngayah before Melasti Mendak Hujan, the process of praying together in Pura Sad Kahyangan, the culmination of various dances such as the nedunang ida bhatara ceremony, kincang-kincung dan ngurek dance on the coast; ; (3) Aspects of Melasti Mendak Hujan tradition that can be implemented as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum are as follows religious values, values of strengthening solidarity / community groups, values of maintaining harmonious relationships with nature, religious social valueskeyword : Melasti Tradition Mendak Hujan, potential, source of learning history

Page 8 of 55 | Total Record : 544