cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
EKSPLORASI SPESIES TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DALAM GEGALIHAN USADA TARU PRAMANA SEBAGAI KAJIAN ETNOBOTANI DAN EKOLOGI DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST UBUD, KABUPATEN GIANYAR ., Komang Adi Purnama Putra; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Jumlah spesies tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat di Hutan Wisata Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar sesuai dengan Usada Taru Pramana; (2) Organ tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan; (3) Cara pengolahan tumbuhan obat; (4) Kegunaan setiap spesies tumbuhan berkhasiat obat; (5) Faktor edafik dan klimatik di Hutan Wisata Monkey Forest. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Hutan Wisata Monkey Forest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang hidup di seluruh area hutan wisata Monkey Forest. Populasi juga menyangkut sosial masyarakat setempat yang nantinya berhubungan dengan pengumpulan data local genius. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di hutan wisata Monkey Forest dengan kuadrat ukuran 10x10 m2 sebanyak 36 kuadrat. Sampel untuk sosial masyarakat ini adalah tokoh masyarakat, pemangku/penglingsir, balian, dan masyarakat umum. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan sistematik sampling dan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Dari 3.600 m2 luas Hutan Wisata Monkey Forest, komposisi spesies tumbuhan tersusun oleh 63 spesies dengan jumlah total spesies tumbuhan obat sebanyak 28 spesies. Berdasarkan Usada Taru Pramana sebanyak 12 spesies tumbuhan obat, sedangkan hasil wawancara dari masyarakat sebanyak 26 spesies (diantara keduanya terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan sehingga menjadi 28 spesies); (2) Pada spesies tumbuhan obat yang terdata, jika organ yang bisa digunakan sejumlah 1 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah daun dengan jumlah 8 spesies dan persentase sebesar 28,6%. Sedangkan jika organ yang digunakan sejumlah 2 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah daun dan buah dengan jumlah spesies 4 spesies dan presentase sebesar 14,3%. Dan jika organ yang bisa digunakan sejumlah 3 organ, maka yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah akar, batang dan daun dengan presentase 7,1 %. (3) Cara pengolahan tumbuhan obat dapat diolah dengan beberapa cara yaitu dibuat jamu, lulur atau boreh, dikunyah kemudian disembur, diusap atau dioleskan dan dibakar kemudian dihirup asapnya; (4) Kegunaan spesies tumbuhan yang terdata dapat dipakai sebagai obat luar misalnya yaitu obat luka bakar, luka memar atau lebam, lumpuh, bengkak atau tuju brahma, dan lainnya. Sedangkan sebagai obat dalam yaitu obat pusing, diare, disentri, liver, darah tinggi dan lainnya; (5) Faktor klimatik diantaranya suhu udara 31,60C, intensitas cahaya 368,1 dan lainnya, sedangkan faktor edafik diantaranya pH tanah 7,1, BOT 28% dan lainnya.Kata Kunci : Monkey Forest, Tumbuhan berkhasiat obat, Usada Taru Pramana The purpose of this research was to know (1) The species of herbs which is located in Tourism Forest that is Monkey Forest Ubud, Gianyar in accordance with Usada Taru Pramana; (2) The organ of herbs that is used; (3) How the processing of herbs; (4) The use of each species of herbs; (5) The edafik and climatic factors in Tourism Forest that is Monkey Forest. The type of this research was explorative and descriptive research. The research location is at Monkey Forest-Tour Forest. The population of this research are all the species of plants that live in the entire forest area travel Monkey Forest. The population is also about social community that will be associated with the data collection of local genius. The sample used of this research are all plant species in the forest Monkey Forest travel with the square size of 10x10 m2 as 36 squares. The sample for this community is a social community leaders, pemangku/ penglingsir, balian, and the general public. The technique of sample collection used a systematic sampling and purposive sampling. The results of this research shows (1) from 3.600 m2 area of Monkey Forest, species composition composed by 63 species with total of 28 species of herbs. Based on Usada Taru Pramana as many as 12 species of herbs, while the results of the public interview as many as 26 species (between both of them ,there are some similarities and differences until become 28 species); (2) In data herbs species, if there is one part that can be used, so, which has the most numbers is leaves with 8 species has 28,8% of percentage. Whereas, if there are two parts that can used, so, which has the most numbers are leaves and fruit with total 4 species and has 14,3% percentage. And if there are 3 part that can be used, so, which has the most numbers of species are root, stick, and leaves with 7,1% percentage; (3) How the processing of herbs can be processed in some way that is made of herbs, herbal or boreh, chewed and then sprayed, rubbed or smeared and burned then inhaled the smoke; (4) The use of recorded plant species can be used for topically for example a drug burns, contusions or bruises, paralysis, swelling or tuju brahma, and many more. Whereas, as a inner medicine that is a drug dizziness, diarrhea, dysentery, liver, high blood pressure and others; (5) climatic factors including air temperature that is 31.6 0 C, light intensity and other 368.1, while edafik factors including soil pH of 7.1, Soil Organic Matter 28% and more.keyword : Monkey Forest, Herbs, Usada Taru Pramana
KOMPOSISI, KARAKTERISTIK, STRATIFIKASI, DAN KLASIFIKASI TABULER SPESIES TUMBUHAN DI SEPANJANG KAWASAN WISATA PANTAI LOVINA ., Ni Putu Sri Dewi Tyoasti; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) komposisi spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (2) karakteristik spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (3) stratifikasi spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, (4) klasifikasi tabuler vegetasi di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina, meliputi Desa Tukadmungga, Desa Kalibukbuk, dan Desa Kaliasem. Sampel penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang ada pada 3 Zona di sepanjang kawasan wisata pantai Lovina yang terkaver oleh kuadrat dengan ukuran 25 x 4 m dengan jumlah kuadrat pada setiap zona atau lokasi penelitian adalah 15 kuadrat. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan line transect dengan teknik sistematik sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) komposisi spesies pada Zona I terdiri atas 9 spesies, Zona II terdiri atas 7 spesies, Zona III terdiri atas 15 spesies dengan jumlah total spesies pada ketiga Zona sebanyak 18 spesies. (2) Karakteristik spesies pada ketiga Zona adalah Hibiscus tiliaceus, Pongamia pinnata, Cocos nucifera, Ipomoea pes-caprae, dan Terminalia catapa. (3) stratifikasi tumbuhan pada ketiga zona sebagian besar terdiri atas satu strata. (4) dalam klasifikasi tabuler, spesies tumbuhannya terdiri dari dua unit.Kata Kunci : Komposisi, Karakteristik Spesies, Stratifikasi, Klasifikasi Tabuler The aim of this research were to know (1) the composition of the vegetation species which are along in the coast of Lovina Tourism object, (2) the characteristic of vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, (3) the stratification of the vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, and (4) the classification of tabular vegetation which are along in the coast of Lovina tourism object. The kind of this research is explorative research. The population of this research was all the vegetation species which are along in the coast of Lovina tourism object, included Tukadmungga village, Kalibukbuk village, and Kaliasem village. The samples of this research were the botanical species in the three zones along in the area of Lovina beach that were measured by plot with the size was 25 x 4 meters and the total plots in every zone or location of the research were 15 plots. The metods used in the collecting the data was quadrate methods and line transect with systematic technique sampling. The result of this research showed that (1) the composition of the species in Zone I consisted of 9 species, 7 species in Zone II, and 15 species in Zone III with the number of the species in those Zones were 18 species, (2) the characteristics of the species in the three Zones were Hibiscus tiliaceus, Pongamia pinnata, Cocos nucifera, Ipomoea pes-caprae, and Terminalia catapa, (3) the stratification of the vegetation in the three Zones almost consisted of one the stratums, (4) in the tabular classification, the vegetation species consisted of two units.keyword : Composition, Characteristic, Stratification, Tabular Classification
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI INVERTEBRATA KELAS X Asri Pratiwi, Ni Putu Yulia; Adnyana, P. Budi; Warpala, I. W. Sukra
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi secara bersam-sama terhadap siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X, (2) mengetahui perbedaan keterampilan kerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X dan (3) mengetahui perbedaan hasil biologi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain penelitian non equivalent pretest-posttest control group desain. Sampel penelitian adalah kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 di SMA Negeri 2 Banjar diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian  adalah 66 orang. Data diambil dengan metode tes dan non tes sedangkan teknik analisis data yaitu Mancova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.
PEMERAMAN PISANG (Musa Paradisiaca L.) KULTIVAR PISANG SUSU DENGAN VARIASI BERAT DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) DAN DURASI PEMERAMAN TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA REDUKSI ., Dewa Ayu Ketut Adi Risma Wardani; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) mengetahui adanya perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) berdasarkan pola penyusunan perlakuan faktorial 4x5. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi berat daun gamal dan durasi pemeraman sedangkan variabel terikatnya adalah kadar gula reduksi. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel yang digunakan adalah 70 sampel. Langkah-langkah pengumpulan data terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan program SPSS menggunakan Analisis Varians (ANAVA) dua arah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi dari ketiga uji hipotesis ≤ 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa (1) Ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium); (2) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu pada pemeraman dengan variasi durasi pemeraman; (3) ada perbedaan kadar gula reduksi pada pisang (Musa paradisiaca L.) kultivar susu akibat interaksi antara pemeraman dengan variasi berat daun gamal (Gliricidia sepium) dan durasi pemeraman.Kata Kunci : pemeraman, pisang, daun gamal, gula reduksi The experiments conducted to determine: (1) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) the difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) the difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. This study is an experimental research with a completely randomized design (CRD) based on the pattern drafting 4x5 faktorian treatment. The independent variables in this study is Gliricidia leaves weight variation and duration of ripening while the dependent variable is a reducing sugar. Repetition done 3 times with a total sample used was 60. The steps of data collection consists of the preparation, implementation, and observation. Data were analyzed with SPSS using Analysis of Variance (ANOVA) in both directions. The results of this study indicate that the significance of the third test of the hypothesis ≤ 0.05. This shows that (1) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation; (2) there are difference of reduction sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars ripening with variations in the duration of ripening; (3) there are difference of reducing sugar in banana (Musa paradisiaca L.) susu cultivars as a result of the interaction between Gliricidia leave (Gliricidia sepium) weight variation and variations in the duration of ripening. keyword : ripening, bananas, Gliricidia leaves, reducing sugar
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) ., I Gusti Lanang Agung Adi Prana; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus), (2) mengetahui salinitas yang optimal untuk kelangsungan hidup benih ikan Nila GESIT (Oreochromis niloticus). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan desain penelitian “Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design”. Perangkat percobaan ini terdiri dari 5 perlakuan dengan salinitas yang berbeda yaitu 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt dan satu sebagai kontrol (< 0,5 ppt). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari- Maret 2015. Benih ikan dipelihara dalam wadah pemeliharaan dengan volume 6 liter dan kepadatan 50 benih setiap wadahnya. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00 WITA. Metode analisis data yang digunakan didalam penelitian ini bersifat Deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 0 ppt, 5 ppt dan 10 ppt menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang sangat tinggi yaitu 100 %, 100 % dan 96 %. Kemudian berturut-turut diikuti media penelitian benih ikan Nila GESIT dengan salinitas 15 ppt ( 58 %) dan 20 ppt (22 %).Pengamatan kualitas air masih dalam kisaran normal untuk media benih ikan Nila GESIT. Kandungan oksigen terlarut berkisar antara 5,8 -6,5 ppm, derajat keasaman berkisar antara 7-8,2, suhu air berkisar antara 27-29 ºC, dan konsentrasi gas amonia sebesar 0,14-1,23 ppm yang masih layak sebagai syarat budidaya ikan Nila.Kata Kunci : KATA KUNCI : Benih ikan Nila GESIT, Tingkat kelangsungan hidup, Salinitas air This research was aimed to (1) determine the effect of different salinity on tilapia fish seed’s GESIT (Oreochromis niloticus) survival rate, (2) determine the optimun salinity of Tilapia fish seed’s GESIT survival rate.This type of research was an quasi experimental with design of this study “ posttest only,non-equivalent control group design”.The experimental device consisted of 5 treatments with different salinity such as 5 ppt, 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt and one control with (
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEKATRIKAPA TERINTEGRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMP Santika, I Made Adi; Adnyana, I Putu Budi; Anton Santiasa, I Made Pasek
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pekatrikapa (pendidikan karakter Tri Kaya Parisudha) terintegrasi pembelajaran IPA untuk penanaman karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 103 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII2 yang berjumlah berjumlah 25 orang sebagai kelompok ekperimen dan kelas VII4 yang berjumlah 26 siswa yang terpilih sebagai kelompok kontrol. Data profil nilai karakter Tri Kaya Parisudha dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner. Data respon siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner. Profil nilai karakter Tri Kaya Parisdha dan respon siswa di analisis secara deskriptif. Efektivitas penerapan model Pekatrikapa di analisis secara statistik dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukan profil nilai rata-rata karakter Tri Kaya Parisudha yang berkatagori baik dan sangat baik adalah 88,89 % pada kelas yang dibelajarkan model Pekatrikapa, 44,43% pada kelas yang dibelajarkan model konvensional. Rata-rata persentase respon siswa yang dibelajarkan dengan model Pekatrikapa memiliki kategori  sangat baik yaitu 91% siswa menyatakan pembelajaran menarik, menyenangkan, memdahkan belajar, dan mendorong belajar. Di samping itu rata-rata persentase hasil penilaian diri (self assessment) menunjukan 84% menyatakan setelah mengikuti pembelajaran dengan model Pekatrikapa terjadi perubahan karakter ke arah yang lebih baik. Hasil uji-t menunjukan bahwa penerapan model Pekatrikapa efektif untuk menanamkan karakter siswa di SMP Laboratorium Undiksha.
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI PANTAI BERBATU KARANG GREEN BOWL, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI ., Putu Ayu Wulandari; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan. Makrozoobentos meliputi filum Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, dan Nematoda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi komunitas makrozoobentos di pantai berbatu karang Green Bowl. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat berjumlah 15 kuadrat dari daerah pesisir pantai menuju ke laut. Keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobentos di Pantai Green Bowl dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan statistik ekologi.Dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 137 individu terdiri dari 5 kelas yakni 8 dari kelas Gastropoda, 7 dari kelas Ophiuroidea, 4 dari kelas Asteoidea, 7 dari kelas Echinoidea, dan 1 kelas Polycaeta. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Microsoft Excel 2010, Indeks keanekaragaman (H’) di lokasi penelitian sebesar 2,75, indeks kekayaan spesies (R) sebesar 4,88, indeks kemerataan spesies (E) sebesar 0,56, dan indeks dominansi (C) sebesar 0,16. Kemelimpahan relatif spesies tertinggi adalah Ophiothrix reticulata sebesar 18,25%. Kepadatan spesies tertinggi juga terdapat pada Ophiothrix reticulata sebesar 1,67 individu/m2. Untuk kepadatan komunitas di Pantai Green Bowl sebesar 9,13 individu/m2. Parameter fisika dan kimia yang terukur saat air laut pasang yakni suhu di lokasi penelitian kira-kira 28 ͦC ; pH air laut sekitar 8,5 ; salinitas sekitar 31ppt ; DO (oksigen terlarut) sekitar 4,81mg/l ; dan konduktivitas sekitar 4,7mS/cm. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas makrozoobenthos di Pantai Green Bowl masih alami.Kata Kunci : Struktur Komunitas, Makrozoobentos, Pantai Berbatu Karang Macrozoobenthos is an organism which live in the bottom of the water. Macrozoobenthos are include the Mollusca, Anthropoda, Echinodermata, Polichaeta, Oligochaeta, and Nematoda Fillum. The goal of this research is to a knowledge the condition of makrozoobenthos community in the Green Bowl rocky reef. The metodology of the research is transect quadrat method are 15 quadrat from the beach shore to the sea. The diversity and the abudance of macrozoobenthos at Green Bowl beach are analyzed using descriptives quantitatives approach and using ecological statistic. During the research we are able to identified 137 individual, consist of 5 class. Which is 8 from Gastropod class, 7 from Echinodermata class, 4 from Asteroidea class, 7 from Echinoidea class class, and 1 from Polycaeta class. Based on the calculation using Microsoft Excel 2010, we are able to get the diversity index (H’) is 2.75, species richness index (R) is 4.88, evenness index (E) is 0.56, and domination index (C) is 0.16. the highest species relative abundance is at Ophiothrix Reticulata in 9.13 individual/m2. The community density at Green Bowl beach is 9.13 individual/m2. A measured physical and cemical parameters during the tidal flow is the temperature at the location which is about 280C. The sea water pH is about 8.5, the salinity is about 31ppt, disolved oksigen (DO) is about 4.81mg/l, and the conductivity is about 4.7mS/cm. This researh show us that macrozoobenthos community at Green Bowl beach are still in it’s natural condition.keyword : Community Structure, Macrozoobenthos, Rocky Reef Beach
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI MADU HITAM SUMBAWA DAN POTENSINYA SEBAGAI SENYAWA ANTIMIKROBA Manguntungi, Baso
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMadu hitam merupakan salah satu ciri khas dari daerah Sumbawa yang dihasilkan oleh lebah jenis Trigona spp. Madu hitam memiliki rasa asam yang berbeda dari madu biasanya dan memiliki khasiat sebagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi bakteri asam laktat pada madu hitam sumbawa sebagai antimikroba. Diperoleh 20 isolat bakteri dari madu hitam sumbawa, 10 diantaranya merupakan isolat bakteri asam laktat. Metabolit sekunder dari 10 isolat bakteri asam laktat kemudian diuji dengan metode difusi agar atau sumur untuk melihat efektivitas bakteri sebagai antimikroba terhadap bakteri S. thyposa dan S. aureus yang mewakili bakteri gram negatif dan gram positif. Pengamatan uji antimikroba dilakukan pada jam ke-2, ke-4 dan ke-6. Hasil uji antimikroba menunjukkan bahwa metabolit sekunder dari isolat bakteri asam laktat MD 1 memiliki  kemampuan yang sangat baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. thyposa dan S. aureus. Kata kunci: Madu hitam, bakteri asam laktat, antimikroba, metabolit sekunder                                                      AbstractBlack honey is one of the characteristics of the Sumbawa region produced by bees of the Trigona spp. Black honey has a sour taste that is different from others honey and it have benefit as antibiotic. The aim of this research to examine the potential of lactic acid bacteria in sumbawa black honey as an antimicrobial. Bacterial isolation from Sumbawa black honey obtained by 20 isolates, 10 of them are isolates of lactic acid bacterial. Secondary metabolites from 10 LAB isolates were then performed antimicrobial activites using agar or well diffusion methods against S. thyposa and S. aureus bacteria representing gram-negative and gram-positive bacteria. Antimicrobial activites observations were carried out at the 2nd, 4th and 6th hours. The results of antimicrobial tests showed that secondary metabolites of BAL MD 1 isolate had excellent ability to inhibit the growth of S. thyposa bacteria and in S. aureus. Keyword: Black honey, lactic acid bacteria, antimicrobial activites, Secondary metabolites
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI 4 KINTAMANI ., Ni Putu Sri Indra d; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kintamani sebanyak enam kelas dengan jumlah sebanyak 203 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII E dan kelas VII F berjumlah 64 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan tehnik analisis deskriptif dan analisis statistik independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibejarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 83,59 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran NHT sebesar 77,68.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, model kooperatif tipe Numbered Head Together, hasil belajar This study was aimed to determine and examine differences in cognitive achievement between students who learn with guided inquiry learning model and cooperative learning model Numbered Head Together (NHT). This research is a quasi-experimental design experiment with non-equivalent pretest posttest control group design. The population of this research was all students in VII grade of SMP Negeri 4 Kintamani with consists of six classes with 203 student. Sample was VII E class and VIIF class, totaling 64 students. Samples were taken by random sampling technique. Data were collected by testing the cognitive learning. Data analysis techniques with descriptive analysis and statistical analysis of independent samples t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between the groups of students who learned with guided inquiry model and cooperative learning model Numbered Head Together. The average student's cognitive learning outcomes achieved in the group of students who learned with guided inquiry model of 83.59 better than the group of students who learned with Numbered Head Together model at 77.68.keyword : guided inquiry model, cooperative Numbered Head Together model, learning outcomes