cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
RESPON PERILAKU SERANGGA PENGGEREK (Hypotenemeus hampei) TERHADAP PERANGKAP WARNA YANG BERBEDA SEBAGAI PENGENDALI HAMA BUAH KOPI (Robusta Arabica) DI PERKEBUNAN KOPI ROBUSTA, KECAMATAN PUPUAN, TABANAN, BALI Pambudi, RA; Citrawathi, Desak Made; Warpala, I Wayan Sukra
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui respon perilaku serangga penggerek (Hypotenemeus hampei) terhadap perangkap warna merah, warna kuning dan warna putih dan (2) mengetahui warna yang paling efektif digunakan dalam menangkap serangga penggerek. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian eksploratif dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dan bertempat di perkebunan kopi robusta Kecamatan Pupuan. Subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah Hypotenemeus hampei pada fase imago sedangkan objek yang diteliti pada penelitian ini adalah respon gerak Hypotenemeus hampei terhadap perangkap warna merah, warna kuning dan warna putih. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) respon Hypotenemeus hampei pada perangkap merah berupa gerakan berputar-putar dan masuk kedalam perangkap, pada perangkap kuning berupa gerakan berputar-putar dan terbang naik turun sebelum masuk atau menjauhi perangkap sedangkan pada perangkap putih berupa gerakan naik turun sebelum masuk atau menjauhi perangkap dan (2) Hasil tangkapan pada masing-masing perangkap warna menunjukan bawa perangkap merah adalah warna yang paling efektif dalam menarik Hypotenemeus hampei dengan jumlah persentase 54%, pada perangkap kuning sebanyak 25 % dan warna putih sebanyak 20%.
PENGARUH PEMBERIAN AIR RENDAMAN KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) ., Ni Putu Indah Kumala Sari; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan Tanaman Selada (Lactusa sativa L.) dan mengetahui kosentrasii penyiraman menggunakan air rendaman kulit bawang merah yang paling optimum terhadap pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan kulit bawang merah (Allium cepa L.) sebagai pupuk untuk pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan variasi berat 0 gram, 30 gram, 40 gram dan 50 gram dalam setiap 100 ml air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan setiap perlakuan sebanyak 6 kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat basah, berat kering dan jumlah helai daun. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, diambil rerata dan dibuat grafik serta dianalisis dengan Analisis Varian (ANAVA) satu arah dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman Selada (Lactuca sativa L.) akibat pemberian air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.). Air rendaman kulit bawang merah (Allium cepa L.) 30 gram dapat menghasilkan berat kering tanaman selada yang paling tinggi (Lactuca sativa L.) yaitu 0,0361gram. Kata Kunci : Kata Kunci : Air Rendaman, Kulit Bawang Merah, Peningkatan, Pertumbuhan, Selada. The study used Allium cepa L. skin as the fertilizer of Lactuca sativa L. There were various water concentration such as 0 gram, 30 gram, 40 gram, and 50 gram in every 100 ml water. The design of the study was completely randomized design (RAL) with 6 times treatment. The parameter of the study focused on the height, the wet weight, the light weight, and the quantity of the Lactuca sativa L. leaves. The collected data were calculized and presented in form of graph through one way ANAVA analysis. The analysis were continued with BNT test. The result showed that there were different growth of Lactuca sativa L. as the effect of Allium Cepa L. water immersion treatment. The optimum concentration of Allium cepa L. water immersion was 30 gram with the highest Lactuca sativa L. light weight that was 0.0361 gram. keyword : Key words: Allium cepa L., Lactuca sativa L., the enhancement, the growth, water immersion.
ANALISIS KLUSTER DAN ORDINASI VEGETASI HUTAN ADAT DI DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BUELENG ., Ni Putu Mawar Larassatiningtias; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pola kluster vegetasi hutan Pememan di Desa Adat Tigawasa, (2) pola ordinasi vegetasi hutan Pememan di Desa Adat Tigawasa. Jenis penelitian ini adalah eksploratif dan deskriptif. Populasi penelitian adalah semua spesies tumbuhan yang hidup di seluruh area hutan Pememan Desa Adat Tigawasa. Sampel penelitian adalah seluruh spesies berupa pohon yang terkaver oleh kuadrat ukuran 10 x 10 m sepanjang 600 m. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode kuadrat dengan teknik sistematik sampling. Data dianalisis secara statistik ekologi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pola kluster vegetasi hutan Pememan Desa Adat Tigawasa, adalah pola dendrogram diskontinu. Bentuk dendrogram ini membagi unit-unit sampling menjadi dua kluster yang masing-masing kluster terdiri atas beberapa subkluster, (2) pola geometrik ordinasi vegetasi hutan Pememan Desa Adat Tigawasa adalah pola geometrik diskontinu. Pola geometrik ordinasi ini juga membagi unit-unit sampling menjadi dua kelompok geometrik. Bila antara pola kluster digabung dengan pola ordinasi maka memunculkan kelompok unit sampling kontinu dan diskontinu.Kata Kunci : kluster, dendrogram, ordinasi, vegetasi, hutan adat tigawasa The aims of this research are to know (1) the pattern of cluster Pememan forest vegetation of Tigawasa traditional village, (2) the pattern of ordination Pememan forest vegetation of Tigawasa traditional village. The population of this research was all the species of plants that live in the entire Pememan forest area Tigawasa traditional Village. The samples of this research entire species of trees that saplings covered by the square width the size 10 x 10 m along the 600 m. The method used of this research for the take of sample is quadrate method with systematic sampling technical. The data analysis by ecology statistical. The result of this research are (1) the cluster pattern of Pememan forest vegetation Tigawasa traditional village is dendrograme pattern discontinue. The form this dendrograme dividing the sample units to two cluster, each cluster consisting of several sub cluster, (2) the geometric pattern of ordination Pememan forest vegetation Tigawasa traditional village is the discontinue geometric pattern. The geometric ordination pattern dividing of sampling units to two big geometric groups. If between of cluster pattern combination with ordination pattern then appearing of continue and discontinue sampling unit groups.keyword : cluster, dendrograme, ordination, vegetation, tigawasa traditional forest.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA KINTAMANI BANGLI BALI ., Monika Megawati Ferdiana Dara; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah koloni jamur endofit yang terdapat pada satu gram sampel akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) yang terindikasi sehat dan sakit, (2) mengetahui genus jamur endofit yang terdapat pada sampel akar, batang, dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah jamur endofit dan obyek dalam penelitian ini adalah isolat jamur endofit yang diisolasi dari bagian akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) dari perkebunan di Desa Kintamani, Bangli, Bali. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah koloni jamur endofit pada tanaman jeruk siam diperoleh dengan menggunakan teknik pengenceran Standart Plate Count dan identifikasi genus jamur endofit dengan melakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis pada isolat jamur endofit. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni jamur endofit pada bagian akar sebesar 4,8 x 105 CFU/gram, pada batang 2,9 x 105 CFU/gram dan pada daun sebesar 1,4 x 105 CFU/gram, (2) genus jamur endofit ditemukan sebanyak 11 isolat yang meliputi genus Aspergillus, Penicillium, Mucor dan Fusarium. Kata Kunci : Isolat jamur, Jamur endofit, Jeruk siam (Citrus nobilis). This study aims to (1) determine the number of endophytic fungal colonies needed in one gram sample of roots, stems and leaves of Siam Orange plants (Citrus nobilis) which are indicated to be healthy and infected, (2) find genus of endophytic fungi found in samples of roots, stems , and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis). This study uses qualitative descriptive research. The subjects in this study were endophytic fungi and the object of this study was fungi isolates of endophytic that was isolated from the roots, stems and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis) from plantations in the village of Kintamani, Bangli, Bali. Samples were obtained by using purposive sampling technique. The number of endophytic fungal colonies in Siam Orange plants was obtained by using the Standard Plate Count dilution technique and collecting endophytic fungi genus by making macroscopic and microscopic observations on endophytic fungal isolates. The results showed (1) the number of endophytic fungal colonies in the root section was 4.8 x 105 CFU / gram, on the stem 2.9 x 105 CFU / gram and on the leaves was 1.4 x 105 CFU / gram, (2) the genus Endophytic fungi were found as many as 11 isolates containing the genera Aspergillus, Penicillium, Mucor and Fusarium.keyword : Fungi isolates, Endophytic Fungi, Siam Orange (Citrus nobilis).
ANALISIS TOTAL KOLONI BAKTERI YANG TERDAPAT DI PEMANDIAN AIR PANAS TOYA BUNGKAH KABUPATEN BANGLI ., Putu Ayu Agustina Saraswadewi; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri yang terdapat di aliran air panas Toya Bungkah pada tiga tempat yang berbeda. (2) mengetahui jumlah koloni bakteri terbanyak pada aliran air panas Toya Bungkah.(3) menganalisis genus bakteri yang terdapat di setiap tempat aliran air panas Toya Bungkah. Penelitian ini tergolong penelitian kausal komperatif, yaitu penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat di manipulasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: persiapan, pelaksanaan, observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni bakteri yaitu pada sumber (pancuran) 73, kolam pemandian 194, tempat pembuangan 107. (2) tempat terbanyak terdapat bakteri adalah pada kolam pemandian. (3) hasil identifikasi bakteri diperoleh 6 genus bakteri yaitu Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.Kata Kunci : Air panas, pemandian, total koloni bakteri. This research aimed at: (1) to know the difference amount of bacteria colonies of Toya Bungkah hot water stream flow on three different areas; (2) to know the greatest number of bacteria colony at Toya Bungkah hot stream flow; (3) to analyse the genus of bacteria at each areas hot water stream flow at Toya Bungkah. This research is a causal comparative research, that is a systematic emphiric research ini which the researcher did not control the independent variabele since thi variable could not be manipulated. Data collection of this research was conducted in three steps: preparatin, implementation, observation. The result of this research indicated that (1) the total amount of bacteria colony, that is the source (fountain) 73, swimming pool 194, and on water spillyway 107. The greatest number of bacterias are found at swimming pool. The identification of bacteria resulted 6 genus of bacteria, they are: Listeria, Enterococcus, Streptococcus, Pseudomonas, Enterobacter, dan Bacillus.keyword : Hot Water, bathing place, total colonies of bacteria.
STUDENT ON PATTERN ANALYSIS DERMATOGLIFI DOWN SYNDROME PATIENTS IN STATE SLB C SINGARAJA ., I Gusti Ngurah Yuda Pranata; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pola dermatoglifi jari tangan siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (2) mengetahui jumlah sulur siswa penderita simdrom Down di SLB C Negeri di Kota Singaraja; (3) mengetahui jumlah siswa penderita sindrom Down yang ada di SLB C Negeri di Kota Singaraja dilihat dari pola dermatoglifi jari tangan dan jumlah sulur yang dimiliki. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SLB C Negeri Singaraja yang berjumlah 22 orang mulai dari SD sampai SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah sidik jari tangan siswa. Teknik sampling adalah keseluruhan sampel. Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, analisis gambar. Setelah itu dibandingkan dengan kunci pola penderita sindroma Down. Analisis data dijabarkan secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pola dermatoglifi penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah pola loop ulna (94 %). pola whorl (4 %), loop radial (2 %) serta arch tidak adal; (2) jumlah sulur pada penderita sindroma Down berjenis kelamin laki-laki secara keseluruhan 148 dan yang berjenis kelamin perempuan 102 itu berarti penderita sindroma Down laki-laki memiliki jumlah sulur paling banyak di bandingkan perempuan; (3) jumlah penderita sindroma Down di SLB C Negeri Singaraja adalah 5 orang yang terdiri dari 3 perempuan dan 2 laki-laki.Kata Kunci : Sindroma Down, dermatoglifi, jumlah sulur, jumlah penderita sindrom Down This study aimed at (1) Analyzing the students’ dermatoglifi finger pattern of those who were down syndrome patients in SLB C, Singaraja ; (2) Determining the number of tendrils of down syndrome students in SLB C, Singaraja ; (3) Determining the number of down syndrome students existed in SLB C, Singaraja which was seen from the dermatoglifi pattern of the fingers and the number of tendrils owned. Research population was all students in SLB Negeri Singaraja C numbering 22 people ranging from elementary to high school. The sample in this research is the student hand prints. Techniquel sampling is the overall sample. Methods of data collect using questionnaires, interviews, analysis of images. After that, compare with Down syndrome pattern lock. Analysis of the data described descriptively. The results of this study show that: (1) the pattern of Down's syndrome sufferers dermatoglifi C in SLB Negeri Singaraja is ulnar loop patterns (94%). whorl pattern (4%), radial loops (2%) and arch not adal; (2) the number of vines in people with Down syndrome male sex as a whole 148 and 102 female patients with Down syndrome that means men have the most number of shoots compared to women; (3) the number of people with down syndrome in SLB C, Singaraja were 5 people consisting of 3 women and 2 men. keyword : Down syndrome, Dermatoglifi, Number of Tendrils, Number of Down Syndrome Patients
ANALISIS EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN CAKALANG TERHADAP KADAR Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR JANTAN Wahyuni, DW; Widiyanti, N.L.P.M.; Ristiati, NP
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penlitian ini adalah : (1) untuk mengetahui perbedaan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar setelah diberikan makan ikan cakalang yang direndam menggunakan formalin dan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi berbeda dan (2) untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor yang paling baik digunakan sebagai pengawet alami ikan cakalang. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan desain penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar berjumlah 24 ekor. Data kadar SGOT dianalisis dengan menggunakan uji statistik ANOVA One Way. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik ANOVA One Way menunjukan nilai signifikansi dari kadar SGOT, yaitu nilai p = 0,0001 yang berarti nilai p < 0,05 sehingga terdapat perbedaan bermakna terhadap kadar SGOT tikus putih jantan galur wistar, maka H0 ditolak dan H1 diterima yaitu perlakuan dengan pemberian ikan yang direndam dengan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi berbeda mempengaruhi kadar SGOT tikus dan (2) Konsentrasi ekstrak daun kelor yang paling baik digunakan sebagai pengawet alami ikan cakalang adalah konsentrasi 75% dengan rerata kadar SGOT 45,83 μ/L.
IDENTIFIKASI LARVA NYAMUK YANG TERTANGKAP DI PERINDUKAN DI KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG ., Ni Md Dwi Wahyundari; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sebaran larva nyamuk yang ditangkap di perindukan di Kecamatan Banjar. (2) Jenis larva nyamuk yang tertangkap diperindukan di Kecamatan Banjar. Jenis penelitian ini adalah penelitian perkembangan dengan rancangan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah tempat perindukan larva nyamuk yaitu daerah pantai, perumahan dan sawah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode eksploratif di daerah perindukan kecamatan Banjar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sebaran larva nyamuk di kecamatan Banjar pada daerah pantai, perumahan dan sawah positif tersebar mulai dari desa Temukus, desa Dencarik, desa Banjar dan desa Tigawasa. (2) Terdapat tiga jenis larva nyamuk yang tertangkap yaitu larva nyamuk Aedes aegypti, Culex visnhui, Culex quinquefasciatus dan Anopheles sp.Kata Kunci : Identifikasi, Larva nyamuk, Perindukan The purpose of this study is to know: (1) The distribution of mosquito larvae captured in the breading place in the District of Banjar. (2) The type of caught mosquito larva is missed in Banjar District. This type of research is a developmental research with descriptive research design. The sample of this research is where the larva of mosquito larvae that is coastal area, housing and rice field. Data collection techniques in this study using explorative methods in the subdistrict of subdistrict Banjar. The results of this study indicate that: (1) The distribution of mosquito larvae in Banjar sub-district on coastal areas, housing and positive fields spread from Temukus village, Dencarik village, Banjar village and Tigawasa village. (2) There are three types of captured mosquito larvae namely Aedes aegypti mosquito larvae, Culex visnhui, Culex quinquefasciatus and Anopheles sp.keyword : Breading place, identification, mosquito larvae.
MEDIA TIGA DIMENSI MODEL KAYU PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN KELAS VIII Pahlelawati, Nopi; Putri, Azza Nuzullah; Hindrasti, Nur Eka Kusuma
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media tiga dimensi model kayu penampang jaringan tumbuhan pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas VIII SMP yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research & development) dengan mengadaptasi model penelitian ADDIE yang melalui beberapa tahap yaitu : analysis (analisis kondisi peserta didik, analisis kurikulum, analisis, media, analisis materi), desain (menentukan konsep yang akan dibuat media, mencari literatur tentang media tiga dimensi, merancang bentuk media yang akan dibuat, mencari bahan, mulai membuat produk), development (penyusunan instrumen dan validasi aspek media dan materi), implementation (uji praktikalitas dan efektivitas), dan evaluation (penilaian dan revisi akhir). Berdasarkan hasil penelitian pengembangan diketahui bahwa validitas pada aspek media dan materi dikategorikan sangat valid. Hasil uji praktikalitas dikategorikan sangat praktis. Hasil uji efektivitas ranah kognitif media adalah efektif dengan kategori peningkatan “tinggi” sedangkan efektivitas motivasi belajar siswa adalah efektif dengan kategori peningkatan sedang. Dengan hasil tersebut maka media tiga dimensi model kayu penampang jaringan tumbuhan pada materi struktur dan fungsi tumbuhan kelas VIII SMP valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran biologi. Kata-kata kunci : Tiga Dimensi; Model Kayu; Struktur dan Fungsi Tumbuhan Abstract This research focused to develop a three dimensional media model of wood cross section of plant tissue on the material structure and function of plants to first grade of junior high school that is valid, practical and effective for uses in students’ learning activities. This research carried out development by adapting the ADDIEs’ research model through several stage, that is: analysis (analysis of students’ condition, analysis of curriculum, analysis of media and analysis of material), design (determine the concept that was created by the media, find the literature of three dimensional media, designing the shape of the media was created, looking for languages and start making shapes), development (preparation of instruments and validation of media and material aspects), and evaluation (final assessment & revision). Result indicated that the development of a three dimensional media and material is known that the assessment of the validity categorized was very vali. The result of practicality test categorized was very practical. For the result of the effectiveness test on cognitive was efective with the improvement category was high while the effectiveness of students’ learning motivation is effective with the improvement category was “moderate”. This indicates that there are three dimension media model of wood cross section of plant tissue on the material structure and function of plants to first grade of junior high school was valid, practical and effective for uses in students’ learning activities biology.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BIJI SRIKAYA (Annona Squamosa) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex vishnui ., Putu Paramesti Nopitayani; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda dan (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm terhadap mortalitas larva nyamuk. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah larva nyamuk Culex vishnui instar III. Larva dikembangbiakan di laboratorium zoologi. Data dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex vishnui akibat pemberian ekstrak biji srikaya dengan konsentrasi berbeda. Hal ini berdasarkan hasil uji statistik ANAVA satu arah menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dan memiliki nilai F 16,91. Angka signifikansi tersebut < 0,05 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%) dan nilai F hitung 16,91 > F tabel 3,47 maka H0 ditolak dan H1 diterima. (2) konsentrasi ekstrak biji srikaya yang paling efektif dari ketiga variasi konsentrasi penyebab mortalitas larva nyamuk Culex vishnui adalah konsentrasi 150 ppm dengan nilai rerata mortalitas larva paling besar yaitu 8,25.Kata Kunci : Mortalitas, Ekstrak biji srikaya, Culex vishnui The purpose of this study was to determine (1) the difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration and (2) the most effective concentration of srikaya seed extract from the three variations of concentration 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm on mosquito larva mortality. The type of research conducted is a real experimental study with Completely Randomized Design (RAL) posttest-only control group design. The study population was Culex vishnui instar III mosquito larvae. Larvae are breeding in zoological laboratories. Data were analyzed using one way ANOVA statistic test. The results showed (1) There was a difference in mortality of Culex vishnui mosquito larvae due to the extract of srikaya seed extract with different concentration. This is based on statistical test results of one-way ANOVA indicates a significance value of 0,000 and has a value of F 16.91. The significance number is F table 3.47 then H0 is rejected and H1 is accepted. (2) the most effective concentration of srikaya seeds extract from the three variations of concentration causing mortality of Culex vishnui mosquito larvae was the concentration of 150 ppm with the highest larval mortality rate of 8.25.keyword : Mortality, Srikaya Seed Extract, Culex vishnui