cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
UJI PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Sitophilus oryzae ., Virginia Suvranita; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan anggota Arthropoda, berasal dari keluarga Curculionidae. Larva Sitophilus oryzae bersifat merugikan bagi petani dan pedagang beras dengan merusak kualitas beras. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, acetogenins, dan flavonoid yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan mortalitas Sitophilus oryzae terhadap pemberian ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) dengan konsentrasi yang berbeda (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pemberian ekstrak kasar daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, Variasi konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30%, 40%, dan 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva Sitophilus oryzae. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) ada perbedaan mortalitas larva Sitophilus oryzae yang sangat signifikan setelah pemberian ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae adalah 50%. Kata Kunci : Larva Sitophilus oryzae, Mortalitas, Sirsak (Annona muricata L.). Sitophilus oryzae is a member of Arthropods, originated from the family of Curculionidae. Sitophilus oryzae larvae are harmful to farmers and rice traders with damaging the quality of the rice. Soursop (Annona muricata L.) is one of plants that contains secondary metabolites such as alkaloids, tannins, acetogenins, and flavonoids that have functions as an insecticide. This study aims to (1) analyze the differences in mortality Sitophilus oryzae with rough extract of soursop’s leaves (A. muricata L.) with different concentrations (2) determine the concentration of crude extract of leaves of soursop (A.muricata L.) which are most effective against the larvae mortality Sitophilus oryzae. This type of research is experimental research using completely randomized design (CRD). The variables of this study consisted of independent variables, namely the provision of crude extract of soursop leaves with different concentrations, Variations in the concentrations that is used in this study was 30%, 40%, and 50%. The dependent variable in this study is Sitophilus oryzae larval mortality. Results of the study are analyzed by using the statistic test non- parametric with Kruskal Wallis test followed by Mann-Whiteney test or the Least Significant Difference (LSD) at 5% significance level. The results of the study as follows: (1) there are differences in the mortality of larvae Sitophilus oryzae highly significant after soursop leaf extract with different concentrations, (2) the concentration of soursop leaf extract is most effective against the larvae of Sitophilus oryzae mortality was 50%.keyword : Sitophilus oryzae larvae, Mortality, Soursop (Annona muricata L.)
VARIASI PENGGUNAAN TEPUNG DAUN SERAI (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP MORTALITAS IMAGO KUMBANG TEPUNG (Tribolium castaneum Herbst.) ., NI KOMANG SURYANI; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), dan (2) berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) yang paling berpengaruh terhadap mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) dengan desain penelitian randomized posttest only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 240 imago kumbang tepung. Perbedaan berat tepung daun serai yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 gram, 6 gram, 9 gram, dan 0 gram (kontrol). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Anova One Way pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada perbedaan mortalitas imago kumbang tepung (Tribolium castaneum Herbst.) akibat pemberian variasi berat tepung daun serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan angka signifikansi 0,000
PRESERVASI KONSORSIUM ISOLAT BAKTERI PENDEGRADASI MINYAK BUMI DARI PERAIRAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG KABUPATEN BULELENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GLISEROL ., Komang Sani Willyarsa; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan transportasi banyak menghasilkan limbah sisa minyak bumi yang mencemari tanah dan perairan. Sumber pencemaran yang paling tinggi dewasa ini adalah dari tumpahan minyak bumi. Salah satu langkah yang digunakan untuk mengatasi pencemaran lingkungan yaitu dengan cara biologi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimanakah viabilitas preservasi konsorsium isolat bakteri pendegradasi minyak bumi dengan metode gliserol. (2) mengetahui perbedaan kadar asam n-oktanoat hasil degradasi minyak bumi oleh bakteri preservasi dengan konsentrasi yang berbeda. (3) konsentrasi preservasi isolat bakteri yang paling berpengaruh terhadap asam n-oktanoat yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan The Randomized Posttest Only Control Group Design dengan 8 kali pengulangan pada tiga kelompok perlakuan. Populasi penelitian ini adalah konsorsium bakteri pendegradasi minyak solar hasil preservasi menggunakan metode gliserol, sedangkan sampel penelitian adalah cuplikan 5 ml media degradasi minyak solar dari masing-masing unit percobaan. Analisis data menggunakan Uji Anava satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Fhitung (10,696) > Ftabel (2,920) dan nilai signifikansi 0,001 F table (2.920) and a significant value 0.001
JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA KOLAM PENANGKARAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI TEMPAT KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA BALI ., Ngakan Putu Ari Krisna Pratama; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri pada air kolam penangkaran tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) hari ke-1,ke-3,dan ke-5 di Tempat Konservasi Penyu Pantai Penimbangan, Singaraja, Bali. Sampel pada penelitian ini adalah air kolam penangkaran tukik penyu lekang yang dipilih berdasarkan kriteria yaang ditentukan yaitu pada hari ke-1, ke-3, dan ke-5. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan dengan teknik observasi ke lokasi penelitian. Data hasil penelitian diidentifikasi di laboratorium melalui pengamatan makroskopis pada koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah koloni dari sampel hari ke-1, ke-3, dan ke-5 bervariasi pada tiap tiap sampel. Rerata pada hari ke-1 di titik A yaitu 1,0 x 103, rerata di titik B yaitu 1,3 x 103, dan rerata di titik C yaitu 1,5 x 103. Rerata pada hari ke-3 di titik A yaitu 3,3 x 103, rerata di titik B yaitu 2,0 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,1 x 103. Sedangkan rerata pada hari ke-5 di titik A yaitu 2,5 x 103, rerata di titik B yaitu 1,6 x 103, dan rerata di titik C yaitu 2,6 x 103.Kata Kunci : bakteri, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The purpose of this research was to know: (1) the number of bacterial colonies in the breeding pond water of ridly turtles (Lepidochelys olivacea) on 1st, 3rd, and 5th days at Sea Turtle Conservation Center at Penimbangan Beach, Singaraja, Bali. The sample in this research was the breeding pond water of ridly turtles that was selected based on the criteria that was determined on the day of the 1st, 3rd, and 5th. The method used in this research was the field survey method with the observation technique to the research location. Research data were identified in the laboratory through macroscopic observations of bacterial colonies. The results showed that the number of colonies from the samples of days 1st, 3rd, and 5th were various in each sample. The mean on the 1st day at point A is 1.0 x 103, the mean at point B is 1.3 x 103, and the mean at point C is 1.5 x 103. The mean on the 3rd day at point A is 3.3 x 103, the average at point B is 2.0 x 103, and the mean at point C is 2.1 x 103. While the mean on the 5th day at point A is 2.5 x 103, the average at point B is 1.6 x 103, and the mean at point C is 2.6 x 103.keyword : bacteria, turtles (Lepidochelys olivacea), Penimbangan Beach.
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ZOOPLANKTON DI DANAU BERATAN DESA CANDIKUNING KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN ., Komang Dewi Lyastiti; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Beratan merupakan salah satu objek wisata yang ada di Bali. Kawasan Danau Beratan dihuni oleh berbagai biota termasuk zooplankton. Zooplankton merupakan organisme perairan yang memainkan peran yang sangat penting dalam rantai makanan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui komposisi spesies zooplankton yang hidup di Danau Beratan, (2) untuk mengetahui besar indeks keanekaragaman zooplankton di Danau Beratan, dan (3) untuk mengetahui besar kemelimpahan zooplankton yang ada di Danau Beratan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan eksploratif dengan rancangan penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi di laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh zooplankton yang terdapat di Danau Beratan. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah zooplankton yang berhasil ditangkap di 27 titik. Analisis data menggunakan statistik ekologi dan dibantu dengan program Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukan: (1) komposisi spesies zooplankton yang teridentifikasi sebanyak 6 jenis yaitu Codonodendron sp., Keratella sp., Cyclops sp., Diaptomus sp., Bryocamptus hiemalis dan Calanus sp. dengan total keseluruhan 331 individu, (2) indeks diversitas (H’) zooplankton sebesar 1,6515 yang termasuk kategori sedang, dan (3) Kemelimpahan relatif (KR) spesies zooplankton tertinggi sebesar 29,0030% oleh Keratella sp.. keanekaragaman dan kemelimpahan zooplankton dipengerahui oleh faktor biotik dan abiotik. Kata Kunci : Danau Beratan, indeks keanekaragaman, kemelimpahan, zooplankton Beratan lake is one of destination object in Bali, it area inhabited by many variety of organisms, included zooplakton. Zooplakton is an aquatic organism that is have very infortant role in the food chain. This study have a purpose are: (1) To know the composition of zooplakton species in beratan lake, (2) to know how many index diversity of zooplakton in beratan lake, and (3) to know how many abundance of zooplakton in beratan lake. The types of observation are descriptive and exploratory with the planed observation in field research then followed by identification in laboratory. This observation did on january 2016. The population of this observation all of zooplakton in beratan lake, while the sample of this observation is zooplakton can found in 27 point. The analysis of document used the ecology statistical and assit by Microsoft Excel 2007. The results of this observation are: (1) the compostion of zooplakton species there are 6 types that are Codonodendron sp., Keratella sp., Cyclops sp., Diaptomus sp., Bryocamptus hiemalis and Calanus sp, for a total of 331 individuals, (2) diversity indices (H’) of zooplakton 1,6515 in The medium category and (3) the relative abudance (KR) of zooplankton species high of 29,0030% by Keratella sp..Diversity and abundance of zooplakton can influenced by biotic and abiotic factors.keyword : beratan lake, index diversity, abundance, zooplakton
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DENGAN VARIASI KOSENTRASI TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Culex quinquefasciatus ., IDA AYU KADE ERAWATI; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti, S.Si.,; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan mortalitas larva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada konsentrasi yang berbeda (2) kosentrasi ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang diperlukan untuk membunuh 50% (LC 50) larva nyamuk Culex quinquefasciatus. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah larva nyamuk Culex quinquefasciatus instar III. Jumlah perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 5 (0%,15%, 30%, 45%, dan 60%). Data dianalisis menggunakan uji Anava One Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan mortalitas karva nyamuk Culex quinquefasciatus yang diberikan ekstrak daun jarak pagar dengan konsentrasi berbeda (2) berdasarkan hasil analisis probit, ekstrak daun jarak pagar menunjukan bahwa LC50 berada pada konsentrasi 35,867%.Kata Kunci : Ekstrak daun jarak pagar, larva nyamuk Culex quinquefasciatus, mortalitas Abstract The aim of this research were to determine (1) the difference of the mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae which was given various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract (2) the conceration of Jatropha curcas L. extract required to kill 50% (LC50) Culex quinquefasciatus mosquito larvae. This research was a true experimental research with complete randomized design (CRD) as the research method. Culex quinquefasciatus instar III were used as the sample in this reasearch. There were five different given treatments of giving various concentration of Jatropha curcas L. leaf extract, such as 0%, 15%, 30%, 45%, and 60%. The data were analyzed using One Anava test. The result showed that (1) there was a difference of mortality of Culex quinquefasciatus mosquito larvae was given Jatropha curcas L. extract with various concentration (2) based on the probit analysis Jatropha curcas L. leaf extract Jatropha curcas L showed that LC50 that in concentration 35.876%.keyword : Culex quinquefasciatus mosquito larvae, Jatropha curcas L. leaf extract, mortality
KONSENTRASI DAN DURASI PERENDAMAN PADA EKSTRAK UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN KECEPATAN PERTUMBUHAN AKAR STEK BATANG Bougainvillea buttiana ., Dwi Agus Satyawati; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1. untuk mengetahui variasi konsentrasi dan perbedaan durasi perendaman dengan ekstrak umbi bawang putih meningkatkan perbedaan kecepatan pertumbuhan akar stek batang Bougainvillea buttiana dilihat dari panjang akarnya, 2. untuk mengetahui variasi konsentrasi dan perbedaan durasi perendaman dengan ekstrak umbi bawang putih mengakibatkan perbedaan kecepatan pertumbuhan akar stek batang Bougainvillea buttiana dilihat dari berat basah akar tanaman dan 3. Untuk mengetahui interaksi antara variasi konsentrasi dan perbedaan durasi perendaman dengan ekstrak umbi bawang putih (Allium sativum L.) mengakibatkan perbedaan kecepatan pertumbuhan akar stek batang Bougainvillea buttian.. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian eksperimental sungguhan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Perlakuan yang diberikan terdiri atas dua variabel bebas yaitu, variabel pertama adalah variasi waktu perendaman yaitu H0= 15 menit, H1= 30 menit, H2= 45 menit dan H3= 60 menit sedangkan variabel kedua adalah beda konsentrasi ekstrak umbi bawang putih yaitu: K0= 0%, K1= 5%, K2= 10%, K3= 15%. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 4x4. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan waktu perendaman dengan variasi konsentrasi ekstrak umbi bawang putih mengakibatkan perbedaan yang bermakna pada pertumbuhan akar. Dengan demikian dapat disimpulkan variasi konsentrasi ekstrak bawang putih mengakibatkan perbedaan kecepatan pertumbuhan akar stek batang Bougainvillea buttiana. Perlakuan dengan konsentrasi 15% dan durasi perendaman 60 menit dapat meningkatkan pertumbuhan akar stek sebesar 0,046%. Variasi konsentrasi ekstrak bawang putih mengakibatkan perbedaan kecepatan pertumbuhan akar stek batang Bougainvillea buttiana. Perlakuan dengan konsentrasi 15% dan durasi perendaman 60 menit menghasilkan pertumbuhan akar paling tinggi yaitu sebesar 4,845 gram.Kata Kunci : bawang putih, perendaman, pertumbuhan akar. The purpose of this study was 1. To determine variations in concentration and differences soaking time with extracts of garlic bulbs increase the speed difference root growth of cuttings Bougainvillea buttiana viewed from the long roots 2. To determine variations in concentration and differences soaking time with extracts of garlic bulbs resulted in differences in the speed of growth of root cuttings Bougainvillea buttiana seen from the wet weight of plant roots and 3. To determine the interactions between variations in the concentration and duration of immersion to extract difference bulb of garlic ( Allium sativum L. ) resulted in differences in growth rate Bougainvillea buttian root cuttings This type of research carried out is a real experimental research. Sampling was done randomly. Treatments consisted of two independent variables, namely, the first variable is the variation of immersion time is H0 = 15 minutes, H1 = 30 minutes, H2 = 45 minutes and H3 = 60 minutes while the second variable is different concentration of extract of garlic bulbs namely: K0 = 0%, K1 = 5% = 10% K2, K3 = 15%. This study used a 4x4 factorial design. The results showed that the soaking time difference with varying concentrations of garlic bulbs extracts resulted in significant differences in root growth. Premises can thus be concluded varying concentrations of garlic extract resulted in differences in the speed of root growth of cuttings Bougainvillea buttiana. Treatment with a 15% concentration and soaking time of 60 minutes can promote the growth of root cuttings of 0.046%. Variations in the concentration of garlic extract resulted in differences in the speed of root growth of cuttings Bougainvillea buttiana. Treatment with a 15% concentration and soaking time of 60 minutes to produce the highest root growth in the amount of 4.845 grams.keyword : garlic, soaking, root growth
Pemanfaatan Daun Gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth.) Yang Ditambahkan Effective Microorganism 4 (EM4) Sebagai Pupuk Hijau Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Gumitir (Tagetes erecta L.) ., Ni Kadek Arini; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pemanfaatan daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) yang ditambahkan EM4 sebagai pupuk hijau dengan dosis berbeda mengakibatkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.), (2) Dosis daun gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) sebagai pupuk hijau yang paling baik untuk menghasilkan perbedaan pertumbuhan tanaman gumitir (Tagetes erecta L.). Penelitian ini adalah penelitian sungguhan (true experimental research) dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis daun gamal sebagai pupuk hijau yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 gram, 100 gram, 200 gram, 300 gram, 400 gram dan 500 gram. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tanaman gumitir (Tagetes erecta L.) sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah tanaman gumitir dengan umur, tinggi tanaman, dan jumlah daun yang sama. Analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji statistik ANOVA one way. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan berat kering tanaman gumitir yang diberikan daun gamal sebagai pupuk hijau dengan dosis berbeda berdasarkan hasil uji hipotesis yakni angka signifikansi 0,002. (2) Dosis daun gamal sebagai pupuk hijau yang optimal yaitu dosis 300 gram dengan rata-rata berat kering sebesar 3,20 gram. Kata Kunci : Tanaman Tagetes erecta L., Dosis Pupuk Hijau Daun Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth, Berat Kering Tanaman Tagetes erecta L. The purposes of this research were to know: (1) The utilization of gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth.) leaves added of EM4 as green fertilizer with different caused for growth of margold (Tegetes erecta L.) plants. (2) The best dosage of gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth) leaves as green fertilizer caused different growth of margold (Tagetes erecta L.) plants. This research was true experimental research with RAL design of research design. The dose of gamal leaf fertilizer used in this research were 0 grams, 100 grams, 200 grams, 300 grams, 400 grams and 500 grams. The population in this research were all margold plants (Tagetes erecta L.), while the samples in this research were gumitir with the same age, plant height, and number of leaves. ANOVA one way was used analysis of data. The results of this research were: (1) There was a difference in the dry weight of margold plants given by gamal leaves as green fertilizer with different dosage based on the results of hypothesis testing that is the significance number 0.002. (2) the optimal dosage of gamal leaves as green fertilizer is 300 grams with an average dry weight of 3,20 grams. keyword : Tagetes erecta L. plants, Dosage of Green Fertilizer Leaves Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth., Dry Weight of Tagetes erecta L. Plants
KAJIAN ANATOMI TANGKAI DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN SERTA ANALISIS KELAYAKANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANATOMI TUMBUHAN ., Adi Purusha Das; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) merupakan salah satu gulma air tawar (fresh aquatic weeds). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan anatomi tangkai daun eceng gondok yang digunakan sebagai bahan kerajinan anyaman; (2) menganalisis kelayakan preparat awetan eceng gondok yang digunakan sebagai kerajinan anyaman sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Manfaat dari penelitian ini adalah (1) menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan tentang anatomi tumbuhan khususnya pada tangkai daun eceng gondok.; (2) hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebagai analisis penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran Biologi dalam bidang Anatomi Tumbuhan; (3) meningkatkan keterampilan dalam teknik laboratorium; (4) menghasilkan preparat awetan yang dapat digunakan dalam praktikum mata kuliah Anatomi Tumbuhan; (5) menjadikan salah satu acuan atau bahan perbandingan bagi orang lain dalam penyusunan karya ilmiah; (6) meningkatkan keterampilan dalam menganalis media pembelajaran Anatomi Tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah deskripif. Metode pembuatan preparat sayatan dengan menggunakan prosedur Sass (1958). Epidermis tersusun rapat berlapis satu. Parenkim bagian dalam membentuk parenkim udara atau aerenkim. Ditemukan sklereid dengan ujung meruncing jari-jarinya berada di dalam ruang sel parenkim. Tipe berkas pembuluh adalah kolateral tertutup. Xilem membentuk saluran udara yang disebut lakuna. Penebalan dinding pada kolenkim yang terdapat pada tangkai daun eceng gondok adalah kolenkim angular. Dinding sel kolenkim tampak seperti mutiara dan cerah berkilauan. Sel-sel kolenkim berkumpul membentuk ketebalan dengan empat sampai delapan lapisan. 8 Preparat awetan eceng gondok dinyatakan sangat layak sedangkan 2 dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Anatomi, Eceng gondok, Media pembelajaran, Preparat Water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) is one of fresh aquatic weeds. This research aims to (1) describe the anatomy of water hyacinth petiole that used as a material woven crafts; (2) analyze the properness of preserved preparations the water hyacinth that used as a material woven crafts as learning media of plant anatomy. The benefits of this research are (1) increase the knowledge of the plant anatomy especially in water hyacinth petiole; (2) this study result can be used as Biology learning media in plant anatomy field; (3) increasing the skill in laboratory technic; (4) producing preserved preparations can be used in practical subjects of plant anatomy; (5) as a reference or example for others in the preparation of scientific papers; (6) improving learning skills in analyzing media Anatomy of Plants. Type of this research is descriptive. Methods of making preparations incision using a Sass procedure (1958). The epidermis compact single layered. Inner part parenchyma forming the air parenchymal or aerenchyma. The scelerid found with sharpe shape in corner, the middle part was inside the parenchyma cells. Vessel s type are closed collateral. Xylem formed airways that called Lacunae. Wall thickening of the collenchyma type is angular. Collenchyma cell wall looks like a bright pearl and sparkling and make four until eight layers. Eight preserved preparations of water hyacinth that very properly declared while two preserved preparations that properly declared.keyword : Anatomy, Learning media, Preparations, Water hyacinth
STUDI TENTANG PEMANFAATAN TUMBUHAN BERGUNA BAGI MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGERINGSINGAN BERORIENTASI SOSIO BUDAYA BALI AGA ., Ni Made Ayu Pratiwi; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, bagian/organ yang digunakan serta cara pemanfaatan tumbuhan berguna bagi masyarakat setempat yang berorientasi sosio budaya Bali Aga Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penelitian eksplorasi (vegetasi) dan sosiosistem (kemasyarakat). Lokasi penelitian bertempat di Desa Adar Tenganan Pegringsingan. Pada aspek ekosistem populasinya berupa seluruh tumbuhan yang terdapat di Bukit Kangin Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Sosiosistem meliputi seluruh aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Pegeringsingan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh tumbuhan yang terkover dalam kuadrat 20x20m2 sebanyak 65 kuadrat. Sampel dari aspek sosiosiste (kemasyarak) dalam penelitian ini adalah aparat desa, tokoh masyarakat, balian, tukang banten, pengerajin dan masyarakat umum yang ada di Desa Tenganan Adat Pegeringsingan. Hasil penelitian ini adalah 1) Terdapat 46 spesies tumbuhan berguna dari 26 familia tumbuhan berguna di Bukit Kangin yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Adat Tenganan Pegeringsingan bersosio budaya Bali Aga; 2) Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam memanfaatkan tumbuhan berguna digunakan sebagai upacara (35,5%), obat (21,6%), pagan (19,2%), papan (18,9%), sandang (2,4%) dan industri (2,4%); dan 3) Dalam pemanfaatan tumbuhan berguna, masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan mempunyai beberapa metode/cara pemanfaatan yang khusus.Kata Kunci : pemanfaatan, tumbuhan berguna, bali aga This study aimed to find out the types, benefits, parts / organs used and how to use the beneficial plants for the local people who are oriented towards the Bali Agasocio-cultural in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. The research types that conducted in this study include exploration research (vegetation) and sociosystems (community).The research location is located at the Tenganan Pegringsingan Traditional Village. The ecosystem aspect is in the form of all the beneficial plants that found in Bukit Kangin, Tenganan Pegeringsingan Traditional Village. Meanwhile, the sociosistem includes all the village officials, community leaders and the general public in Tenganan Pegeringsingan Village.The sample used in this study was all plants covered in a square of 20x20m2 of 65 squared.Samples from the sociosist aspect (community) in this study were village officials, community leaders, priest, carpenters, craftsmen and the local villager in Tenganan Pegeringsingan Traditional Village.The results of this study are 1) There are 46 species of useful or beneficial plants from 26 useful plant families in Bukit Kangin that are used by the villager in Tenganan Pegeringsingan with a social culture of Bali Aga; 2) The amount of the villager at Tenganan Pegringsingan in utilizing the useful plants are calculated such as used as a ceremony (35.5%), medicine (21.6%), food (19.2%), board (18.9%), clothing (2.4 %) and industry (2.4%);3) In utilizing the useful or the beneficial plants, the villager community of Tenganan Pegringsingan has several specific special utilization methods or technique.keyword : utilization, useful plants, Bali Aga