cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
STUDI KOMPARASI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ENDOPSAMMON PADA HABITAT PANTAI BERPASIR DI KAWASAN PANTAI SANUR ., I.G.A. Irma Dharmayanti Mandala; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membandingkan keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada dua lokasi berdasarkan perbedaan substrat. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (2) mengetahui tingkat kesamaan komposisi jenis endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam; (3) mengetahui perbedaan kemelimpahan endopsammon pada pantai berpasir putih dan pantai berpasir hitam. Penelitian ini berlokasi di Pantai Hyatt yang memiliki substrat berpasir putih dan Pantai Matahari Terbit yang memiliki substrat berpasir hitam yang keduanya berada dalam kawasan Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan (field study) yang dilanjutkan dengan penelitian Laboratorium. Pengambilan data endopsammon di lapangan menggunakan alat core. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) indeks diversitas (H’) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong sedang, pada pantai berpasir putih sebesar 2,6369 dan pada pantai berpasir hitam sebesar 2,9562; (2) kemelimpahan relatif (KR) tertinggi pada pantai berpasir putih dimiliki oleh spesies Harpacticus sp. (5,7%) dan pada pantai berpasir hitam dimiliki oleh spesies Thalasoalaimus sp. (9,7%); (3) indeks similaritas (S) endopsammon pada pantai berpasir putih dan berpasir hitam tergolong tinggi sebesar 0,7; (4) terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal keanekaragaman dan kemelimpahan antara pantai berpasir hitam dan pantai berpasir putih.Kata Kunci : endopsammon, keanekaragaman, kemelimpahan, Pantai Sanur This research is compared the diversity and abundance a endopsammon at two locations based on different substrates. The purposes of this research are (1) determine the diversity and abundance endopsammon on a white sand and black sand; (2) determine the degree of similarity in species composition endopsammon on a white sand and black sand; (3) determine differences in the abundance endopsammon on a white sand and black sand. This research is located on the Hyatt beach which has a white sandy base substrate and Matahari Terbit beach has black sandy base substrate that both are in the Sanur Beach area, South Denpasar. This research is a descriptive exploratory research design (field study), followed by research laboratories. Endopsammon data capture in the field using core.The results are : (1) endopsammon diversity index (H') on the white sand beaches of black sand classified as moderate, on the white sand beach at 2.6369 and the black sand beach of 2.9562; (2) the relative abundance (KR) on a white sand beach is owned by the species Harpacticus sp. (5.7%) and the black sand beach is owned by the species Thalasoalaimus sp. (9.7%); (3) an index of similarity (S) endopsammon on the white sand beach of black sand is high at 0.7; (4) there is a significant difference in terms of diversity and abundance among the black sand beach and white sand beach.keyword : endopsammon, abundance, diversity, Sanur Beach
PERBEDAAN KETEBALAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L.) ., Ni Made Widnyani; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ketebalan mulsa jerami berpengaruh terhadap tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) serta untuk mengetahui (2) ketebalan mulsa jerami yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.). Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen sungguhan (true experiment) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sampel dalam penelitian ini adalah bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) dengan jumlah total sampel sebanyak 24. Jumlah kelompok dalam penelitian terdiri dari 4 kelompok (0 cm, 1 cm, 2 cm, dan 3 cm). Data dianalisis menggunakan uji Anova One Away. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat peningkatan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) seiring dengan semakin tebalnya mulsa jerami yang digunakan serta (2) ketebalan mulsa jerami yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yakni mulsa jerami dengan ketebalan 3 cm.Kata Kunci : bayam cabut (Amaranthus tricolor L.), ketebalan mulsa, pertumbuhan This study aimed to know (1) the thickness of straw mulch can affected the spinach plant (Amaranthus tricolor L.) and to find out (2) the optimal straw mulch thickness for growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.). This study is a real experiment research with Randomized Block Design (RAK). The sample in this study was spinach plant (Amaranthus tricolor L.) with total of 24 samples. Number of groups in this study consisted of 4 groups (0 cm, 1 cm, 2 cm, and 3 cm). Data were analyzed using Anova One Away test. The results showed that (1) there was an increase of spinach plant growth (Amaranthus tricolor L.) as the thickness of the straw mulch was used and 2) the most optimal straw mulch thickness in increasing the growth of spinach plant (Amaranthus tricolor L.) is straw mulch with a thickness of 3 cm.keyword : spinach plant (Amaranthus tricolor L.), thickness of mulch, growt
SUHU DAN LAMA PENYIMANAN MENGURANGI KUALITAS AIR SUSU IBU (ASI) ., Ni Nyoman Komala Putri; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa variasi suhu dan lama penyimpanan mengurangi kualitas ASI dilihat dari kandungan lemak dan proteinnya. Penelitian ini merupakan penelitian true experiment yang menggunakan rancangan penelitian faktorial 3×3. Sampel adalah ASI matur. Sampel dibuat ulangan sebanyak 3 kali tiap kelompok. Perlakuan yang diberikan berupa variasi suhu dan lama penyimpanan. Variasi suhu yang digunakan adalah 2°C , 4°C , dan 6°C, lama penyimpanan yang digunakan adalah 4 jam, 6 jam, dan 8 jam. Berdasarkan analisis data dapat dilaporkan bahwa penurunan kadar lemak dan protein paling tinggi terjadi pada penyimpanan suhu 6°C dan lama penyimpanan 8 jam dapat mengurangi kadar lemak pada ASI secara bermakna sebesar 2,37%, serta pada suhu 6°C dan lama penyimpanan 8 jam terjadi penurunan kadar protein pada ASI secara bermakna sebesar 2,38%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suhu dan lama penyimpanan dapat mengurangi kualitas Air Susu Ibu.Kata Kunci : Air Susu Ibu, kadar lemak, kadar protein, lama penyimpanan, suhu. The purpose of this research aims to determine that the variations in temperature and storage time reduce the quality of breast milk seen from fat and protein content. This research is true experiment that uses the design of 3 × 3 factorial. Samples are mature breast milk. Samples made repeat 3 times for each group. The treatment is given in the form of variations in temperature and storage time. Variations in temperature are used is 2 ° C, 4 ° C and 6 ° C, duration of storage used is 4 hours, 6 hours and 8 hours. Based on the analysis of the data can be reported that a decrease in fat and protein concentration is highest at 6 ° C storage temperature and storage time of 8 hours can reduce the fat content in the milk significantly by 2.37%, and at a temperature of 6 ° C and storage time of 8 hours decreased levels of the protein in the milk significantly by 2.38%. It can be concluded that the temperature and storage time can reduce the quality of breast milk.keyword : breast milk, fat content, length of storage, protein content, temperature.
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ., SUSAN SIDABUTAR; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari dimensi konteks, input, proses dan produk dan (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model evaluasi CIPP (contex, input, process, product). Data variabel konteks, input, proses dan produk dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian secara umum pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha termasuk kedalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menunjukkan bahwa variabel konteks termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel proses termasuk kategori sangat efektif dan variabel produk termasuk kategori efektif dengan nilai berturut-turut (98,93%, 88,73%, 83,53% dan 93,33%), sehingga efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha di tinjau dari model evaluasi CIPP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil (++++) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Kata Kunci: Evaluasi, Program Trias UKS, Model Evaluasi CIPP. The purpose of this research were to know (1) the effectiveness of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School in terms of context, input, process and product and (2) to know the effectiveness of the implementation of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School reviewed from CIPP evaluation model. This research is an evaluational research using CIPP evaluation model (contex, input, process, product). Data on context variables, inputs, processes and products were conducted by using instruments in the form of observation sheets, documentation studies and interview guide. Data were analyzed using quantitative descriptive. The result of the research shows that implementation of TRIAS UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School is very effective. Of the four variables studied, it shows that context variables are very effective, input variables are very effective, process variables are very effective and product variables are effective with successive values (98.93%, 88.73%, 83 , 53% and 93.33%), so the effectiveness of the UKS Triass program implementation at SMP Undiksha Laboratory is reviewed from the CIPP evaluation model and refers to the quadrant of Glickman included in quadrant I obtained result (++++) which means very effective.keyword : Keywords: Evaluation , Trias UKS Program, CIPP Evaluation Model.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CREATED CASE STUDIES DISERTAI MEDIA FLIP CHART TERHADAP SIKAP DAN KEMANDIRIAN SISWA PADA EKSTRAKURIKULER KELOMPOK SISWA PEDULI AIDS DAN NARKOBA (KSPAN) DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARGA ., Ni Wayan Tiara Yasmantika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan metode pembelajaran Student Created Case Studies disertai media Flip Chart terhadap sikap dan kemandirian siswa pada ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di kelas VIII SMP Negeri 2 Marga. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP N 2 Marga dengan jumlah populasi 224 yang mengikuti ekstrakurikuler KSPAN sejumlah 50 siswa. Sampel diambil dengan teknik undian dan diperoleh 2 kelas dengan jumlah sampel sebanyak 48 siswa. data yang dikumpulkan adalah data primer (menanyakan langsung kepada responden) yaitu dengan menggunakan lembar kuesioner dengan jumlah pernyataan sebanyak 20 butir kuesioner kemandirian belajar dan 25 butir kuesioner sikap reproduksi positif. Teknik analisis data dilakukan dengan uji statistik Mancova. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis pengaruh Student Created Case Studies disertai media Flip Chart terhadap sikap dan kemandirian siswa diperoleh nilai sig. sebesar p
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERSEPSI PENCEGAHAN TERHADAP DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PEJENG KANGIN KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR ., Dewa Putu Surya d; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penyakit demam berdarah dengue di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring. (2) Mengetahui persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue yang dilakukan masyarakat di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring (3) Mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan rancangan korelasi bivariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang terdapat di delapan banjar yang ada di Desa Pejeng Kangin, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh sebanyak 120 sampel. Data penelitian didapat melalui tes pengetahuan dan kuesioner persepsi masyarakat. Teknik analisis data dilakukan dengan uji deskriptif, dan uji statistik dengan uji korelasi Product Moment Pearson pada taraf signifikansi 5% (α=0,05). Hasil penelitian menyatakan (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap penyakit demam berdarah dengue. Nilai korelasi sebesar 0,390 menunjukkan hubungan antar variabel yang bersifat searah sehingga diperoleh nilai r=0,390 dan nilai p=0,0001. (2) Rerata skor pengetahuan masyarakat adalah 20,38 dan termasuk dalam kategori sedang. (3) Rerata skor persepsi pencegahan terhadap penyakit DBD adalah 93,33 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan persepsi pencegahan terhadap demam berdarah dengue. Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi, Demam Berdarah Dengue This research aimed to (1) Knowing people's knowledge about dengue hemorrhagic fever in Pejeng Kangin Village, Tampaksiring District. (2) Knowing the perception of prevention of dengue hemorrhagic fever carried out by the community in Pejeng Kangin Village, Tampaksiring District (3) Knowing the relationship between community knowledge and the perception of prevention of dengue fever. The correlational research was the type of research that used in this research, with draft correlation bivariate. The population in this research was the entire patriarch of 8 sub villages in Pejeng Kangin village, Tampaksiring District, Gianyar Regency. The sampling techniques that used in this research was purposing sampling, which categorized based on criteria of inclusion and exclusion, therefore 120 samples were obtain. The research data obtained through knowledge test and questionnaire of community perception. The data analysis techniques are carried out by descriptive test and statistic test with Product Moment Person correlation test in 5% (α = 0,05) significant level. The results of the study stated (1) There is a significant relationship between community knowledge and the perception of prevention of dengue hemorrhagic fever. The correlation value of 0.390 shows the relationship between variables that are unidirectional so that the value of r = 0.390 and the value p = 0.0001 are obtained. (2) The average scored of community knowledge was 20,38 and categorized in the medium category. (3) The average scored in preventive perception of Dengue Fever disease was 93,33 and categorized in good category. Based on that analysis can conclude there was a significant correlation between community knowledge with preventive perception of Dengue Fever. keyword : Community Knowledge, Perception, Dengue Hemorrhagic Fever
Pengaruh Lama Perendaman Sabut Kelapa sebagai Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) ., Ni Made Ninda Pradani; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk organik cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), (2) lama waktu perendaman sabut kelapa yang terbaik sebagai pupuk organik cair untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dan rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Air rendaman sabut kelapa dengan perbedaan lama perendaman yaitu 0 hari (kontrol), 1 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari, variabel terikat adalah Pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.)dan variabel kontrol adalah media tumbuh, lingkungan, dan genetis. Analisis data dengan uji hipotesisdengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini bahwa (1) lama perendaman sabut kelapa mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang tanah. Berdasarkan uji hipotesis dengan ANAVA satu arah diperoleh nilai F hitung > F tabel yakni 9,987 > 1,714 menunjukkan bahwa pemberian air rendaman sabut kelapa dengan lama perendaman yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), (2) lama perendaman sabut kelapa yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah lama perendaman selama 14 hari.Kata Kunci : air rendaman sabut kelapa, Arachis hypogaea L., pertumbuhuhan tanaman This studyaimed to determine (1) soaking period of coconut coir as a liquid organic fertilizer, can affect the growth of peanut plants (Arachis hypogaea L.), (2) soaking period of coconut coir is best as liquid organic fertilizer for the growth of Arachis hypogaea L.the type of reseach is an experimental research, and the research design was completely randomized design. The independent variables were soaking water coconut coir with soaking time difference is 0day (control), 1day, 7days, 14days, 21days and 28days, dependent variable is the growth of Arachis hypogaea L., the control variable is the growing medium, environment, and genetic. Data were analyzed using statistical test prerequisites, namely normality test and homogeneity test followed by a hypothesis test and One Way Anova and the continued is Least Significant Difference test (LSD). The results of this research are (1) soaking period of coconut coir peanut affect plant growth. Based on the hypothesis test Anova One Way, obtained F count> F table that 9.987> 1.714, showed that the the soaking water coconut coir with different soaking period a significant influence on the growth of peanut plants (Arachis hypogaea L.), (2) soaking period of coconut coir that resulted in the highest for dry weight of plant growth is soaking period for 14 days.keyword : Arachis hypogaea L, Plant Growth, Liquid Organic Fertilizer, Soaking period of coconut coir.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH DAN PERBEDAAN PERIODE AFTERRIPENING TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI TOMAT (Solanum lycopersicum) ., Ni Luh Putu Ratih Widianingtias; ., Drs.I Nengah Sumardika,M.Pd.; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih tomat (Solanum lycopersicum) dari buah yang dipanen sebelum mencapai tingkat kemasakan fisiologis tidak mempunyai viabilitas tinggi. Tingkat kematangan menentukan mutu suatu benih. Selain itu, beberapa biji tomat sebagai tanaman budidaya tetap dorman walaupun kondisinya menguntungkan. Perkecambahan tidak dapat berlangsung hingga tercapai masak lanjutan (afterripening). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) perbedaan jumlah perkecambahan biji tomat berdasarkan perbedaan tingkat kematangan buah, 2) perbedaan jumlah perkecambahan biji tomat berdasarkan periode afterripening, 3) hubungan antara tingkat kematangan buah dengan periode afterripening. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan menggunakan rancangan faktorial 4 x 5. Faktor pertama adalah perbedaan tingkat kematangan buah berdasarkan skala warna (green, turning, light red, dan red). Faktor kedua adalah periode afterripening ( 0 minggu, 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu). Populasi penelitian adalah biji yang diperoleh dari buah tomat varietas Fortuna 23 dari perkebunan Desa Batusesa, Baturiti, Tabanan. Sampel dipilih secara acak 150 biji untuk satu perlakuan dengan tiga kali ulangan. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan jumlah biji yang menghasilkan kecambah normal. Data dianalisis dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Jumlah perkecambahan terbanyak diperoleh dari biji tingkat kematangan light red dengan 532 kecambah. 2) Jumlah perkecambahan terbanyak diperoleh dari biji dengan periode afterripening 2 minggu dengan 436 kecambah. 3) Tomat matang light red dengan periode afterripening 2 minggu menghasilkan kecambah terbanyak yakni 131 kecambah. Kata Kunci : Biji Tomat, Tingkat Kematangan, Afterripening, Perkecambahan Tomato seeds ( Solanum lycopersicum) of harvested fruit before reaching stages of ripened physiological did not have high viability. Maturity stages determine the quality of seed. Besides, some tomato seed as conducting crop remain to dorman although get profit condition. Germination cannot take place till reached to afterripening. The aims of this research were to know 1) the difference of amount germination of tomato seed based to fruit maturity stages, 2) the difference of amount germination of tomato seed based to afterripening periods, 3) relation between fruit maturity stages with afterripening periods. This is a experimental research by using complete random design (CRD). This research use 4 x 5 factorial design. First factors were difference of fruit maturity stages by color stages (green, turning, red light, and red). Second factors were afterripening periods ( 0 week, 1 week, 2 weeks, 3 weeks, and 4 weeks). Research population was obtained seed of tomato of varietas Fortuna 23 from plantation of Desa Batusesa, Baturiti, Tabanan. Sample selected at random 150 seeds to one treatment with three replications. Data collecting based to seed that produce normal sprout. Data analysed with test of Chi-Square use SPSS 16.0 for windows. Result of this research indicate that 1) Seeds from light red fruit are produce highest value with 532 sprout 2) Seeds from 2 weeks afterripening periods produce highest value with 436 sprout 3) Red light matured tomato with 2 weeks afterripening periods produce highest value with 131 sprout.keyword : Tomato Seed, Maturity Stages, Afterripening, Germination
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KSPAN DI SMP Eka Bhuwana, IG Jaga; Adnyana, IP Budi; Setiawan, IGAN
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model evaluasi CIPP (contex, input, process dan produk). Data variabel konteks, input, proses dan produk dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, ceklist, observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Data di analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat. Penelitianini secara umum bertujuan untuk (1) mengetahui kesesuaian pelaksanaan program KSPAN di SMP Lab ditinjau dari dimensi Konteks, Input, Proses dan Produk; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program KSPAN di SMP Lab Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program KSPAN di SMP Lab Undiksha termasuk kedalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menunjukan bahwa variabel kontek, input, proses dan produk memiliki nilai positif (+). Berdasarkan hasil ini efektivitas pelaksanaan program KSPAN di SMP Lab Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP termasuk kedalam kuadran I yaitu (sangat efektif).
Pengaruh Masa Simpan terhadap Jumlah Koloni Bakteri Jamu Gendong Beras Kencur di Pasar Banyuasri Singaraja ., Erfiana Febry Puspitasari; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku pembuat jamu gendong dalam mengolah jamu gendong masih kurang memperhatikan faktor higienis. Begitu juga jamu gendong yang dijual di pasar Banyuasri mudah terpapar sinar matahari dan kemasannya kurang hiegenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama penyimpanan (0 jam, 12 jam, 24 jam dan 36 jam) terhadap jumlah koloni bakteri dan jumlah koloni yang paling banyak mengontaminasi jamu gendong. Jenis penelitian ini adalah true experimental. Data utama berupa jumlah koloni bakteri dan data penunjang berupa genus bakteri. Teknik analisis data utama dengan menggunakan ANAVA one-way dengan taraf signifikansi 5% dan data penunjang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa taraf signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti ada erbedaan pengaruh lama penyimpanan terhadap jumlah koloni bakteri. Hasil pengamatan data penunjang ditemukan 4 genus bakteri yaitu Escherichia, Micrococcus, Pseudomonas dan Bacillus.Kata Kunci : beras kencur,genus bakteri, jamu gendong, jumlah koloni bakteri, masa simpan Behavior carrying medicinal maker in the process carrying medicinal still less attention to hygiene factors. Likewise, carrying medicinal sold in the market Banyuasri easily exposed to sunlight and less hygienic packaging. This study aims to determine the effect of different storage time (0 hours, 12 hours, 24 hours and 36 hours) to the number of bacterial colonies and the number of colonies that most contaminating carrying medicinal. This type of research is true experimental. The main data such as the number of bacterial colonies and supporting data in the form of a genus of bacteria. The main data analysis techniques using one-way ANOVA with a significance level of 5% and the supporting data were analyzed descriptively. Based on data analysis showed that the level of significance 0.000