cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
ANALISIS SPEKTRUM LIFE FORM DAN FISIOGNOMI SPESIES TUMBUHAN PADA KAWASAN VEGETASI DENGAN ALTITUDE BERBEDA DI BENTANGAN BUKIT DESA PENUKTUKAN (TEJAKULA) SAMPAI DESA SIAKIN (KINTAMANI) Ayu Seoulina .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5879

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum life form dan fisiognomi spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda di bentangan bukit Desa Penuktukan (Tejakula)-Desa Siakin (Kintamani). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan pada kawasan vegetasi dengan altitude berbeda, di bentangan bukit pada ketinggian 0 (mdpl), 800 (mdpl), dan 1.600 (mdpl). Teknik pengambilan sampel secara sistematik sampling. Pengumpulan data life form dengan pengamatan morfologi tumbuhan berdasarkan kategori life form menurut Raunkier. Pengumpulan data fisiognomi dengan cara melakukan pengamatan spesies tumbuhan berdasarkan kategori fisiognomi menurut Danserau. Data life form dan fisiognomi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Spektrum life form pada altitude yang berbeda menunjukkan life form Phanerophyte memiliki persentase tertinggi di setiap altitude. Pada altitude 0 mdpl (84%), 800 mdpl (85%), dan 1.600 mdpl (86%). (2) Fisiognomi kawasan vegetasi pada ketiga altitude memperlihatkan fisiognomi yang berbeda-beda. Pada altitude 0 mdpl menunjukkan fisiognomi 3 strata, altitude 800 mdpl menunjukkan fisiognomi 2 strata. Pada altitude 1.600 mdpl menunjukkan fisiognomi kawasan hutan yang terdiri dari 3 strata sedangkan kawasan perkebunan terdiri dari 1 strata. Kata Kunci : Kata Kunci: Life form, Fisiognomi, Vegetasi, Altitude The purpose of this research was to know the spectrum of life forms and physiognomy plant species on vegetation region with different altitude in the hill of Penuktukan village (Tejakula)-Siakin village (Kintamani). This research is a kind of exploratory research. The population in this research are all species of plants in the vegetation region with different altitude, on a stretch of hills at an altitude of 0 (masl), 800 (masl), 1.600 (masl). Technical sampling used systematic sampling. Data life form collected by observing morphology of plants according to life form category by Raunkier. Data physiognomy collected by observing species of plant according to physiognomy category by Danserau. Data life form and physiognomy analyzed descriptively. The result of this research indicate (1) The spectrum of life form at the different altitude showed Phanerophyte has the largest percentage in any altitude. At an altitude 0 masl (84%), 800 masl (85%), 1.600 masl (86%). (2) Physiognomy of vegetation region at different altitude showed different physionomy. At altitude 0 masl showed 3 strata, altitude of 800 masl showed 2 strata. At altitude of 1.600 masl showed the forst area consists of 3 strata and the plantation area consists of 1 strata.keyword : Key word: Life Form, Physiognomy, Vegetation, Altitude
UJI PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS LARVA Sitophilus oryzae Virginia Suvranita .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5931

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan anggota Arthropoda, berasal dari keluarga Curculionidae. Larva Sitophilus oryzae bersifat merugikan bagi petani dan pedagang beras dengan merusak kualitas beras. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, acetogenins, dan flavonoid yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan mortalitas Sitophilus oryzae terhadap pemberian ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) dengan konsentrasi yang berbeda (2) mengetahui konsentrasi ekstrak kasar daun sirsak (A. muricata L.) yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu pemberian ekstrak kasar daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, Variasi konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30%, 40%, dan 50%. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva Sitophilus oryzae. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji lanjut Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) ada perbedaan mortalitas larva Sitophilus oryzae yang sangat signifikan setelah pemberian ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi yang berbeda, (2) konsentrasi ekstrak daun sirsak yang paling efektif terhadap mortalitas larva Sitophilus oryzae adalah 50%. Kata Kunci : Larva Sitophilus oryzae, Mortalitas, Sirsak (Annona muricata L.). Sitophilus oryzae is a member of Arthropods, originated from the family of Curculionidae. Sitophilus oryzae larvae are harmful to farmers and rice traders with damaging the quality of the rice. Soursop (Annona muricata L.) is one of plants that contains secondary metabolites such as alkaloids, tannins, acetogenins, and flavonoids that have functions as an insecticide. This study aims to (1) analyze the differences in mortality Sitophilus oryzae with rough extract of soursop’s leaves (A. muricata L.) with different concentrations (2) determine the concentration of crude extract of leaves of soursop (A.muricata L.) which are most effective against the larvae mortality Sitophilus oryzae. This type of research is experimental research using completely randomized design (CRD). The variables of this study consisted of independent variables, namely the provision of crude extract of soursop leaves with different concentrations, Variations in the concentrations that is used in this study was 30%, 40%, and 50%. The dependent variable in this study is Sitophilus oryzae larval mortality. Results of the study are analyzed by using the statistic test non- parametric with Kruskal Wallis test followed by Mann-Whiteney test or the Least Significant Difference (LSD) at 5% significance level. The results of the study as follows: (1) there are differences in the mortality of larvae Sitophilus oryzae highly significant after soursop leaf extract with different concentrations, (2) the concentration of soursop leaf extract is most effective against the larvae of Sitophilus oryzae mortality was 50%.keyword : Sitophilus oryzae larvae, Mortality, Soursop (Annona muricata L.)
PENINGKATAN KECEMASAN DAN GANGGUAN AKTIVITAS BELAJAR ANTARA PRAMENSTRUASI DAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Luh Made Sukma Dwityarini .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5932

Abstract

Pramenstruasi dan menstruasi merupakan kondisi alamiah yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui terjadinya peningkatan kecemasan mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi antara pramenstruasi dan menstruasi, dan (2) mengetahui terjadinya peningkatan gangguan aktivitas belajar mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi antara pramenstruasi dan menstruasi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksprimen lapangan (field experiment). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan sama subjek atau treatment by subject design dengan pola post test only group desain. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi yang berjumlah 102 responden yang mengalami pramenstruasi, dan menstruasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Statistik deskriptif yang digunakan pada penelitian ini adalah rerata dan simpangan baku. Hasil analisis menunjukkan semua nilai p > 0,05 berarti sebaran data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kecemasan saat pramenstruasi adalah 130,02 dan saat menstruasi adalah 135,59, sedangkan rerata aktivitas belajar adalah 135,59 pada saat pramenstruasi dan 337,28 saat menstruasi. Melalui uji t-paired diketahui terjadi peningkatan kecemasan mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi sebesar 4,3% dibandingkan dengan pramenstruasi dan terjadi peningkatan sebesar 11% terhadap gangguan aktivitas belajar mahasiswi Jurusan Pendidikan Biologi dibandingkan dengan pramenstruasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pramenstruasi dengan menstruasi meningkatkan kecemasan dan gangguan aktivitas belajar secara bermakna (p < 0,05 ). Kata Kunci : pramenstruasi, menstruasi, kecemasan, aktivitas belajar IMPROVEMENT OF ANXIETY DISORDERS AND LEARNING ACTIVITIES BETWEEN PRAMENSTRUAL SYNDROME AND MENSTRUATION IN FEMALE BIOLOGICAL DEPARTEMENT GANESHA UNIVERSITY OF EDUCATION keyword : pramenstruation, menstruation, anxiety, learning activity
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI 4 KINTAMANI Ni Putu Sri Indra d .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kintamani sebanyak enam kelas dengan jumlah sebanyak 203 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII E dan kelas VII F berjumlah 64 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan tehnik analisis deskriptif dan analisis statistik independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibejarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dicapai pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 83,59 lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran NHT sebesar 77,68.Kata Kunci : model pembelajaran inkuiri, model kooperatif tipe Numbered Head Together, hasil belajar This study was aimed to determine and examine differences in cognitive achievement between students who learn with guided inquiry learning model and cooperative learning model Numbered Head Together (NHT). This research is a quasi-experimental design experiment with non-equivalent pretest posttest control group design. The population of this research was all students in VII grade of SMP Negeri 4 Kintamani with consists of six classes with 203 student. Sample was VII E class and VIIF class, totaling 64 students. Samples were taken by random sampling technique. Data were collected by testing the cognitive learning. Data analysis techniques with descriptive analysis and statistical analysis of independent samples t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between the groups of students who learned with guided inquiry model and cooperative learning model Numbered Head Together. The average student's cognitive learning outcomes achieved in the group of students who learned with guided inquiry model of 83.59 better than the group of students who learned with Numbered Head Together model at 77.68.keyword : guided inquiry model, cooperative Numbered Head Together model, learning outcomes
KONTRIBUSI POLA PENGASUHAN PANTI TERHADAP PENURUNAN STATUS DEPRESI DAN PENINGKATAN STATUS GIZI LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Ni Putu Ratih Widiasari .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5958

Abstract

Seiring bertambahnya usia timbul perubahan-perubahan sebagai akibat proses menua yang meliputi perubahan fisiologis, kognitif, dan psikososial. Perubahan ini menyebabkan lanjut usia menjadi rawan terhadap berbagai masalah kesehatan. Disamping itu kualitas hidup penduduk yang masih tergolong rendah meyebabkan ketidakberdayaan dalam pemeliharaan kesehatan lanjut usia, sehingga pola pengasuhan panti merupakan upaya alternatif dalam pengasuhan terhadap lanjut usia. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui seberapa besar kontribusi pola pengasuhan panti terhadap penurunan status depresi lanjut usia; (2) mengetahui seberapa besar kontribusi pola pengasuhan panti terhadap peningkatan status gizi lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, kuesioner, observasi, dan pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pola pengasuhan panti melalui pemenuhan nutrisi, interaksi sosial, dan aktivitas pemenuhan kebutuhan dasar secara bersama-sama menurunkan status depresi lanjut usia secara bermakna sebesar 39,8% (p
ANALISIS KARAKTERISTIK KOMUNITAS TUMBUHAN DENGAN SUMMED DOMINANCE RATIO (SDR) DAN ORDINASI TEGAKAN BERBASIS ARAH KONTUR DI BUKIT PENULISAN, KECAMATAN KINTAMANI, BANGLI Tirta Pratiwi Ni Komang .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas berdasarkan SDR dan pola ordinasi tegakan, pada arah kontur yang berbeda di Bukit Penulisan, Kintamani, Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat, dengan ukuran 20x20 m untuk tumbuhan kategori mature, 10x10m untuk sapling, dan 1x1m untuk kategori seedling, yang diletakkan dengan teknik sistematic sampling. Analisis karekteristik dilakukan dengan penghitungan Summed Dominance Ratio (SDR) dari masing-masing spesies yang searah dan memotong arah kontur. Pola ordinasi tegakan dianalisis melalui statistik ekologi. Hasil penelitian menunjukkan (1) spesies tumbuhan yang menjadi karakteristik komunitas searah kontur adalah Pinus merkusii dengan SDR 15,49% dan karakteristik memotong kontur adalah Eucalyptus urophylla dengan SDR 10,06%, dan (2) Pola ordinasi yang terbentuk pada komunitas searah kontur dan memotong adalah pola kontinu.Kata Kunci : Karakteristik komunitas, SDR, Ordinasi tegakan, Bukit Penulisan The purpose of this research was to determine the species of plants which is characterized the community based on SDR and ordination of stands, on the different direction of contours in Penulisan Hills, Kintamani, Bangli. The research methods employed quadrat with plot size of 20x20m for mature category, 10x10m for sapling and 1x1m for seedling category. The placement of the plot followed sistematic sampling. The characteristic of plants community was analyzed by calculating the Summed Dominance Ratio (SDR) of each species on consisten dan consecutive countour of Penulisan Hills. Ordination of stands was analyzed by statistical ecology. The finding suggested that (1) Pinus merkusii with SDR value 15.49% was characterized the consisten countour of Penulisan Hills, while Eucalyptus urophylla with SDR value 10.06% characterized the consecutive countour, and The Ordination of stands on consisten dan consecutive countour was continuous.keyword : Characteristics of community, SDR, ordination of stands, Penulisan Hills
PENGARUH PENAMBAHAN MULTIVITAMIN MERK Egg Stimulant TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN BERAT TELOR AYAM RAS (Gallus gallus Strain Isa Brown) I Wayan Julianto .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.6323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) adanya pengaruh penambahan Egg Stimulant terhadap produktivitas telor yang dihasilkan oleh ayam ras; (2) kosentrasi Egg Stimulant yang optimal dalam produktivitas telor ayam ras. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan disain post test only control group design. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap), dengan 5 perlakuan dan 10 pengulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi kosentrasi multivitamin merk Egg Stimulant yaitu 0,025%, 0,05%, 0,075%, 0,1%. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah produktivitas dan berat telor ayam ras yang dihasilkan. Populasi dalam penelitian ini yaitu ayam ras yang berumur 19 minggu. Sampel yang digunakan adalah ayam petelor sebanyak 50 ekor. Pemilihan sampel dengan teknik random sederhana (Simple Random Sampling) yaitu teknik undian. Teknik analisis data mengunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji LSD untuk mengetahui hasil yang paling baik dalam pengunaan Egg Stimulant. Populasi dari penelitian ini adalah ayam ras petelor yang diternakkan di desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) ada pengaruh pemberian Egg Stimulant pada kosentrasi yang berbeda terhadap produktivitas ayam ras (Gallus gallus Strain Isa Brown); (2) konsentrasi Egg Stimulant yang paling optimal pengaruhnya terhadap berat telor ayam ras (Gallus gallus Strain Isa Brown) adalah kosentrasi 0,050%. Kata Kunci : Pengaruh, Ayam ras, Egg Stimulant , Produktivitas This research has purpose to know (1) the presence of Egg Stimulant addition effect to egg productivity those produce by laying hens; (2) optimum Egg Stimulant concentration in laying hen egg productivity. Type of this research is experimental research with post test only control group design, by using Random Sampling Design research with 5 treatments and 10 replications. The independent variable in this research is variety of Egg Stimulant brand multivitamin concentrations those are 0.025%, 0.050%, 0.075%, and 0.1%. The dependent variable in this research is productivity and weight of laying hens egg that produced. Population of this research is laying hens that old 19 weeks. Sample is 50 laying hens with simple random sampling chosen technique. Analysis technique is ANAVA one way and followed with LSD to know the best concentration of Egg Stimulant. Population in this research is laying hens that farmed in Manukaya villages, Tampaksiring districts, Gianyar regency. The result of this research is (1) the addition of Egg Stimulant in different concentration to the productivity of laying hens (Gallus gallus Strain Isa Brown) is present; (2) the optimum Egg Stimulant concentration to laying hens egg weight (Gallus gallus Strain Isa Brown) is 0.50% concentration. keyword : Effect, Laying Hens, Egg Stimulant, Productivity
PENINGKATAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA DENGAN EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) TERHADAP PERTUMBUHAN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) Juni Artawan I Kadek .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan pemberian variasi konsentrasi menggunakan ekstrak daun tapak dara, (2) untuk mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan pemberian variasi lama perendaman menggunakan ekstrak daun tapak dara, (3) untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air akibat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dengan ekstrak daun tapak dara. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah benih tanaman pacar air. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 36 benih tanaman pacar air yang sudah ditanam pada polybag. Dalam Tahapan metode pengumpulan data dilakukan dua jenis pengumpulan data yaitu pengumpulan data utama (berat kering tanaman) dan pengumpulan data pendukung (berat basah, tinggi dan jumlah daun tanaman). Hasil uji ANAVA menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan konsentrasi berbeda menggunakan ekstrak daun tapak dara. Konsentrasi yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah 0,75% (2) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan variasi lama perendaman menggunakan ekstrak daun tapak dara. Lama Perendaman yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah 6 jam (3) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air akibat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dengan ekstrak daun tapak dara. Interaksi yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah interaksi antara konsentrasi 0,75% dengan lama perendaman 6 jam. Kata Kunci : Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus), Interaksi, Pacar air (Impatiens balsamina L.), Pertumbuhan, Konsentrasi, Lama Perendaman. The aims of this research are (1) to identify differences in the growth rate of rose balsam by giving varying concentrations using the leaf extract of rose periwinkle (2) to identify differences in the growth rate of rose balsam by giving varying soaking time using the leaf extract of rose periwinkle (3) to know the difference growth rose balsam due to interaction between concentration and soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. The experimental research was used completely randomized design. The population used in the research was water plant seed. The sample in the research was 36 seeds of rose balsam which had previously been in polybags. In collecting the data, the researcher applied two different ways: (1) main data collection (the dry weight of plant) and supporting data collecting (wet weight, height and number of leaf of plants). The result of ANAVA test showed that (1) there are differences plant growth rose balsam with different concentration using the leaf extract of rose periwinkle. The concentration which resulted in the highest dry weight is 0,75% (2) there are differences plant growth rose balsam with different soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. The soaking time generating the highest dry weight is 6 hours (3) there are differences plant growth rose balsam due to interaction between concentration and soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. Interaction that results in the highest dry weight is interaction between the concentration of 0, 75% to 6 hours soaking time. keyword : The Leaf Extract of Rose Periwinkle (Catharanthus roseus), Interaction, Rose Balsam (Impatiens balsamina L.), Gowth, Concentrations, Soaking Time.
EKSPLORASI DAN ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS TUMBUHAN LANGKA DI HUTAN WISATA MONKEY FOREST, KECAMATAN UBUD, GIANYAR Reynaldi Setyawan .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi floristik, densitas, dan fisiognomi spesies tumbuhan langka yang ada di Hutan Wisata Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Gianyar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang ada di seluruh area hutan dengan luas area ±27 hektar. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan yang termasuk kategori langka yang terkover dalam kuadrat sebanyak 36 kuadrat. Sedangkan sampel untuk sosial masyarakat dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, masyarakat biasa, penglingsir, dan petugas konservasi Hutan Wisata Monkey Forest. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling dengan menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 1x1 meter (seedling), 5x5 meter (sapling), 10x10 meter (mature). Data komposisi floristik, densitas, dan fisiognomi spesies tumbuhan langka dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi floristik spesies tumbuhan langka di Hutan Wisata Monkey Forest terdapat 20 familia, 37 spesies, dan 584 individu spesies tumbuhan langka; (2) Densitas spesies tumbuhan langka yang memiliki presentase densitas tertinggi adalah Baccaurea racemosa dengan densitas sebesar 4,75%, sedangkan spesies tumbuhan langka yang memiiki presentase densitas terendah adalah Ficus religiosa, Antidesmus bunius, Anttidesmus gheasimbela, Lansium domesticum, Bisofhia javanica, Citrus maxima, Phyllanthus buxifolius, Ficus superba, Palaquium rostratum, Aistonia Scholaris, dan Rauwolfia serfintina dengan densitas sebesar 0,03%; (3) Fisiognomi spesies tumbuhan langka didominasi oleh spesies tumbuhan yang termasuk habitus pohon dengan jumlah sebanyak 412 individu spesies dengan persentase kategori mature (80,50%), sapling (19,02%), dan seedling (0,48%). Pada habitus perdu dengan jumlah sebanyak 1 individu dengan persentase kategori mature (100%). Sedangkan habitus liana dengan jumlah sebanyak 131 individu spesies dengan persentase kategori mature (3,08%), dan seedling (96,18%). Kata Kunci : Tumbuhan Langka, Fisiognomi, Densitas, Hutan Wisata Monkey Forest This study aims to determine the floristic composition, density, and the physiognomy of rare plant species that exist in Forest Tourism Monkey Forest, District of Ubud, Gianyar. Type of research is a kind of exploratory research. The population in this study were all plant species that exist in the entire forest area of ± 27 hectares. The sample in this study is a plant species including rare category that is excluded in the squares by 36 squares. While the sample to the social community in this research are public figures, ordinary people, penglingsir, and conservation officers Tourism Forest Monkey Forest. Sampling was done by systematic sampling using the 1x1 meter squared (seedlings), 5x5 meters (sapling), 10x10 meter (mature). Data floristic composition, density, and the physiognomy of rare plant species were analyzed statistically and descriptive ecology. The results showed (1) the floristic composition of plant species rare in Monkey Forest Tourism Forest there are 20 familia, 37 species and 584 individual species of rare plants; (2) The density of rare plant species that have the highest density percentage is baccaurea racemosa with a density of 4.75%, while the rare plant species who coined the percentage of lowest density is Ficus religiosa, Antidesmus bunius, Anttidesmus gheasimbela, Lansium domesticum, Bisofhia javanica, Citrus maxima , Phyllanthus buxifolius, Ficus superba, Palaquium rostratum, Aistonia scholaris, and Rauwolfia serfintina with a density of 0.03%; (3) physiognomy of rare plant species is dominated by plant species including tree habitus with a total of 412 individual species to the percentage of mature category (80.50%), sapling (19.02%), and seedling (0.48%). At the habitus of shrubs with a total of 1 individuals with the percentage of mature categories (100%). While habitus lianas with a total of 131 individual species to the percentage of mature category (3.08%), and seedling (96.18%).keyword : Rare Plants, physiognomy, Density, Monkey Forest Forest Tour
EKSPLORASI DAN PENYUSUNAN KAMUS MINI BERGAMBAR SPESIES TUMBUHAN PADA HUTAN WISATA MONKEY FOREST, UBUD, KABUPATEN GIANYAR Amelia Chiquita .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v3i1.7291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi floristik yang terdistribusi pada hutan wisata Monkey Forest; (2) Untuk mengetahui model kamus mini bergambar yang tersusun dari hasil kajian. Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua spesies tumbuhan yang ada di seluruh area hutan wisata Monkey Forest di Ubud, Kabupaten Gianyar dengan luas area ±27 hektar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang terkaver dalam kuadrat sebanyak 36 dengan kuadrat 10x10m. Sedangkan sampel yang terkait dengan pembuatan kamus mini bergambar adalah uji coba yang akan dilakukan kepada kelompok kecil sebanyak 5 orang yang dipilih secara acak dari Mahasiswa semester 8 Pendidikan Biologi yang telah mengikuti mata kuliah ekologi tumbuhan atau Ilmu Pengetahuan lingkungan. Serta untuk uji kelompok besar digunakan sampel sebanyak 18 orang dari semester 2 kelas B. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data komposisi floristik berdasarkan kategori mature, sapling, dan seedling. Pembuatan kamus mini bergambar dengan cara menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Komposisi floristik spesies tumbuhan di Hutan Wisata Monkey Forest terdiri dari 28 familia, 63 spesies, dan 755 individu spesies. (2) Model kamus yang dikembangkan pada penelitian adalah kamus mini bergambar yang berisikan nama ilmiah, gambar, nama lokal, familia, dan deskripsi dari spesies tumbuhan. Sehingga, kamus mini bergambar yang yang dikembangkan dalam penelitian ini layak untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran serta sarana informasi tambahan yang dapat dimanfaatkan. Kata Kunci : Komposisi Spesies, Kamus Mini Bergambar, Hutan Wisata Monkey Forest This study aims to determine: (1) the composition of which is distributed in the forest floristic Monkey Forest travel; (2) To identify model mini pictorial dictionary composed of the results of the study. This type of research is a kind of exploratory research. The population in this study were all plant species in the entire forest area travel Monkey Forest in Ubud, Gianyar with an area of ± 27 hectares. The sample in this study were all plant species terkaver in as many as 36 squared by the square of 10x10m. While the sample associated with creating mini pictorial dictionary is a test will be done to small groups of as many as five people selected at random from eighth semester student of Biology Education who have followed the course of plant ecology or environmental studies. As well as to test a large group used a sample of 18 people from the 2nd half of the class B. Sampling was done by systematic sampling. Floristic composition data collection by categories mature, sapling and seedling. Making mini pictorial dictionary by using a development model ADDIE (Analysis, Development, Design, Implementation, Evaluation). The results showed: (1) the floristic composition of plant species in Monkey Forest Tourism Forest consists of 28 familia, 63 species and 755 individual species. (2) Model dictionaries developed in the study are illustrated mini dictionary containing scientific name, image, local name, familia, and descriptions of plant species. Thus, the dictionary mini display developed in this study deserves to be developed as a learning medium as well as a means of additional information that can be utilized. keyword : Species Composition, Mini Picture Dictionary, Monkey Forest