cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
ANALISIS POLA SEBARAN, KEBERMANFAATAN, DAN PREDIKSI PRODUKSI BUAH DAN DAUN LONTAR DI DESA LABA SARI KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM Ni Nym.Yuli Adelina .; Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5546

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) pola sebaran Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem; (2) kebermanfaatan Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem; (3) besarnya prediksi produksi buah dan daun Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh spesies Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Sampel dalam penelitian ini adalah spesies Borassus flabellifer di Desa Laba Sari yang terkaver dalam kuadrat yang berjumlah 100 kuadrat dengan ukuran 20x20 meter. Metode yang digunakan untuk mendata pola sebaran adalah metode kuadrat dengan teknik random sampling. Untuk kebermanfaatan dan produksi digunakan metode observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) pola sebaran Borassus flabellifer yang ada di Desa Laba Sari adalah pola sebaran mengelompok. 2) Pemanfaatan tumbuhan lontar paling banyak dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga (25%) dan organ tumbuhan lontar paling banyak dimanfaatkan adalah daun lontar (41,7%). 3) Prediksi produksi buah tumbuhan lontar yang ada di Desa Laba Sari adalah sebesar 200.000 buah dan untuk daun adalah sebesar 10.000.000 helai daun.Kata Kunci : Pola sebaran, Kebermanfaatan, Produksi, Borassus flabellifer. The purpose of this research was to know; (1) Borassus flabellifer distribution patterns in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency; (2) Borassus flabellifer usefulness in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency; (3) the amount of fruit and leaf production forecast Borassus flabellifer in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency. The kind of this research is explorative research. The research population was all the species Borassus flabellifer in the village Laba Sari, District Abang, Karangasem regency. The sample in this research is a species of Borassus flabellifer in the village Laba Sari that covered in squares of 100 squares with a size of 20x20 meters. The method used for the distribution pattern is a method of squares with random sampling techniques. For the usefulness and the production method is used observation and interviews. The collected data were analyzed using statistics ecology. The results of this research showed (1) Borassus flabellifer distribution patterns in the village Laba Sari is clumped distribution pattern. (2) Utilization of palm plants most widely used for domestic purposes (25%) and palm plant organs is the most widely used palm leaves (41.7%). (3) Prediction production palm fruit plant in the village Laba Sari amounted to 200,000 fruit and leaf amounted to 10,000,000 leaves.keyword : Distribution patterns, The usefulness, Production, Borassus flabellifer
Perbedaan Hasil Belajar Antara Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Cooperative STAD pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar Firda Alani Fitri .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Cooperative STAD terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Denpasar. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian non-equivalent pre-test-post-test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar yang berjumlah 125 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah 60 siswa. Siswa kelas VII C sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas VII D sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Cooperative STAD. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes untuk mengukur hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa berupa tes pilihan ganda yang diperluas sebanyak 20 soal. Data instrumen penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji anakova satu arah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS-PC 21.0 diperoleh bahwa angka signifikansi untuk perubah model adalah 0,048. Karena nilai Sig.< 0,05 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% ada pengaruh perbedaan model pembelajaran terhadap nilai yang diperoleh siswa. Kata Kunci : Model Pebelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Cooperative STAD, Hasil Belajar IPA This study purpose to known the differences in teaching and learning outcomes between students who studied science with Problem Based Learning (PBL) and students who studied with cooperative STAD. The method of this study is quasi experimental study which is used an experimental design of non-equivalent pre-test-post-test group design. Population of the study was all seventh grade students in SMP Muhammadiyah 2 Denpasar and its population is about 125 students. The samples is about 60 students were taken by using simple random sampling. The students class of VII C as the group with PBL model and the students class of VII D as group with cooperative STAD. The study instrument is used in this study is expanded multiple choice test which is consist of 20 test items. The data study instrument were analyze by using statistic analysis of covariance one way. Based on the following result by used SPSS-PC 21.0 the significant of the models is 0,048. Because the sifnificant value is < 0,05, so the H0 is decline. The conclusion about this study have 95% believed if there is a different in teaching and learning of the student result. keyword : Problem Based Learning (PBL), Cooperative STAD, and Sience Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMAN 2 SINGARAJA Putu Novi Kurniawati .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .; Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction pada mata pelajaran biologi di kelas X SMAN 2 Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 135 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 2 yang berjumlah 39 orang dan kelas X MIA 3 yang berjumlah 39 orang. Data keterampilan berpikir kreatif dikumpulkan melalui tes dalam bentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis kovarian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction. Nilai rata-rata post-test siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah 88,53, lebih besar daripada nilai rata-rata post-test siswa yang belajar dengan model pembelajaran Direct Instruction yaitu 76,25. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping memberikan dampak yang positif terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 2 Singaraja.Kata Kunci : Mind Mapping, Direct Instruction, Keterampilan Berpikir Kreatif This research was aims at describe the differences of creative thinking skills between group of pupil which use Mind Mapping learning model and Direct Instruction learning model in biology major on 1st grade of SMAN 2 Singaraja. Type of this research was quasi experiment. Population of this research were 135 student in 1st grade of SMAN 2 Singaraja in 2014/2015 academic year. Sample of this research were 39 student from X MIA 2 class and 39 student from X MIA 3 class. Creative thinking skills data were collected through essay test. Collected data were analyzed using descriptive statistic and analysis of covariances. The outcomes shown such a significant differences in creative thinking skills between student which use Mind Mapping learning model and Direct Instruction learning model. Mean of post-test of student which use Mind Mapping learning model is 88,53, bigger than mean of post-test of student which use Direct Instruction learning model, 76,25. It shows that Mind Mapping learning model give such a positive effect for creative thinking skills of 1st student in SMAN 2 Singaraja. keyword : Mind Mapping, Direct Instruction, Creative Thinking Skill
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP BERAT NATA DARI LIMBAH CAIR UBI JALAR (Ipomoea batatas L. Var. Jago) Desak Ayu Putu Agustini .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .; Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5617

Abstract

Nata merupakan produk fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang membentuk selulosa di luar sel. Nata dapat dibuat dari air kelapa, limbah cair tahu atau sari buah (nanas, jeruk, melon, stroberi, pisang, jambu biji dan lain-lain). Bahan lain yang dapat digunakan untuk membuat nata adalah limbah cair ubi jalar (Ipomoea batatas. L.). Limbah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata karena masih mengandung karbohidrat. Dalam pembuatan nata itu sendiri perlu adanya tambahan sumber karbon berupa gula, salah satu jenis gula yang dapat ditambahkan yaitu gula aren. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis perbedaan berat nata dari penambahan gula aren dengan konsentrasi berbeda (2) Mengetahui berapakah konsentrasi gula aren yang paling optimum (3) Mengetahui kualitas nata yang dihasilkan dari ubi jalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi perlakuan dalam penelitian ini ada empat yaitu konsentrasi gula aren 0%, 0,5%, 1%, dan 1,5% dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Dari hasil penelitian ini kemudian dilakukan pengukuran berat dan uji organoleptik berupa warna, tekstur, dan aroma. Data utama yang diperoleh berupa berat nata diuji menggunakan statistik ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan berat nata dari limbah cair ubi jalar dilihat dari hasil uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, (2) berat nata optimum didapatkan pada konsentrasi gula aren 1,5% yaitu sebesar 19,9 gr, (3) uji organoleptik berupa tektur, warna, dan aorma didapatkan pada semua katagori tergolong normal dengan rerata masing-masing yaitu 2,5 , 3,1, dan 2,6. Kata Kunci : Nata, Ubi jalar, Konsentrasi Gula aren Nata is a product made from fermentation of Acetobacter xylinum bacteria that forms cellulose outside of the cell. Nata can be made from coconut water, wastewater of tofu or juice (pineapple, oranges, melons, strawberries, banana, guava and others). Other materials that can be used to make nata is the liquid waste of sweet potato (Ipomoea batatas. L.). Those waste materials can be used as ingredient for making nata because they still contain carbohydrates. In the process of making nata , an additional of carbon is needed like sugar, one type of sugar that can be added namely palm sugar. The purpose of this study were (1) to analyze the weight difference by adding a different concentrations of palm sugar (2 ) to know which concentration is the most optimum (3) to know the quality nata produced from sweet potato. The type of this research is an experimental study using a completely randomized design (CRD). This study used 4 treatment variations, they area concentration of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% with six repetition in each concentrations. From the result of this research, then continued by weight measurement and organoleptic test in the form of color, texture, and aroma. The main data obtained (weight of nata) tested one way ANOVA with a significance level of 5%. The results of this study are (1) there is a weight diferences nata since the results of ANOVA showed significant value 0.000
Analisis Hasil Preparasi Spesimen Struktur Daun Suku Asteraceae dan Pemanfaatannya sebagai Media Pembelajaran Anatomi Tumbuhan Ni Nyoman Sri Rasthiti .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5618

Abstract

Asteraceae merupakan salah satu suku terbesar yang penyebarannya sangat luas dan mudah di peroleh di lingkungan sekitar, namun belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Penelitian mengenai analisis preparasi struktur daun suku Asteraceae bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan struktur daun pada tumbuhan suku Asteraceae. 2) untuk menganalisis kualitas hasil penelitian berupa preparat awetan hasil penelitian sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi preparat awetan dengan pewarnaan safranin dan preparat awetan dengan pewarnaan safranin-fast green. Data tingkat kelayakan preparat awetan diperoleh melalui metode obeservasi dan kuisioner oleh mahasiswa semester IV tahun ajaran 2014/2015. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Preparat awetan daun suku Asteracea yang dibuat memiliki struktur anatomi daun tersusun atas jaringan epidermis selapis sel terdapat pada permukaan adaksial dan abaksial. Pada epidermis terdapat trikomata gladuler bersel satu. Selain itu, terdapat stomata anomositik pada permukaan adaksial dan abaksial sehingga termasuk amfistomatik. Berdasarkan letak stomata terhadap permukaan epidermis termasuk stomata faneropor. Namun kerapatan (densitas) dan indeks stomata bervariasi. Struktur mesofil daun terdiri dari parenkim palisade pada permukaan adaksial dan parenkim spons pada permukaan abaksial sehingga termasuk daun dorsoventral atau bifasial serta pada bagian tulang daun terdapat jaringan pengangkut. 2) Berdasarkan hasil penilaian kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran dengan berpedoman pada instrumen penilaian, maka preparat yang dihasilkan berada pada rentangan layak sampai dengan sangat layak sebagai media pembelajaran anatomi tumbuhan.Kata Kunci : Anatomi Daun, Suku Asteraceae, Media Pembelajaran Asteraceae is one of the largest families that easy to find in environment but rarely used as a learning media of plant anatomy. The research of the analysis preparation leaf structure of Asteraceae’s family aims: 1) to describe leaves structure on the plant of Asteraceae’s family. 2) to analyze the quality of research in the form of preparations preservation research results as a learning media of plant anatomy. Methods of data collection are done through observation preparations preserved with safranin staining and preparations preserved with safranin-fast green staining. Feasibility level data preservation preparations take from observation and questionnaire method by students of fourth semester of the year 2014/2015. The results are: 1) leaves anatomy structure of Asteraceae’s family consist of a layer cell of epidermal tissue on the adaxial and abaxial surface. There is gladuler celled tricomes. In addition, there anomocytic stomates on both of surface that includes amfistomatic leaves. Based on the location on the surface of the epidermis including faneropor types. However density and index of stomates are varies. The mesophyll structures consisting of palisade parenchyma on the surface adaxial and spongy parenchyma on the surface abaxial that includes dorsoventral or bifacial leaves and also there are vascular tissues. 2) The results of the feasibility assessment of preparations preserved as a learning media based on the assessment instrument, then the preparations that produce are in range of feasible up to a very decent as a learning media of plant anatomy.keyword : Anatomy Leaf, Asteraceae’s family, Learning Media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ELABORASI TERHADAP HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA DI SMP NEGERI 3 TEGALLALANG Ni Luh Putu Widya Dharmayanthi .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran elaborasi dan model direct instruction di SMP Negeri 3 Tegallalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Tegallalang tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 248 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan cara undian sehingga diperoleh 2 kelas (64 siswa) sebagai sampel penelitian. Data yang dikumpulkan adalah data hasil dan aktivitas belajar siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan metode testing sedangkan data aktivitas belajar dikumpulkan dengan metode observasi pada setiap pertemuan. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, analisis kovarian (anakova), dan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan (p=0,0001) antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran elaborasi dan siswa yang dibelajarkan dengan model direct instruction, (2) aktivitas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran elaborasi lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model direct instruction. Kata Kunci : Model Pembelajaran Elaborasi, Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar The purpose of this research was to know the differences in biology learning outcomes between students who learned with the elaboration learning model and direct instruction model in SMP Negeri 3 Tegallalang. This research was a quasi-experimental research with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population in this research was all students in VII grade of SMP Negeri 3 Tegallalang academic year 2014/2015 which consists of 8 classes with 248 students. Sample was selected using simple random sampling technique by the raffle to obtain two classes (64 students) as a sample. The data that was collected consists of students learning outcomes and activities. Data of learning outcomes was collected with testing method, while data of learning activities was collected with observation method in each meeting. Data analysis techniques with descriptive analysis, analysis of covariance (anacova), and analysis of independent sample t-test. The results showed that (1) there is a significant difference in learning outcomes (p=0.0001) between the students who learned with elaboration learning model and students who learned with direct instruction model, (2) students learning activities with elaboration learning model is higher than students learning activities with direct instruction model.keyword : Elaboration Learning Model, Direct Instruction Model, Learning Outcomes, Learning Activities
STUDI TENTANG KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN HUTAN RAYA NGURAH RAI SUWUNG KAUH, DENPASAR SELATAN Ni Luh Yuni Merawati .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan, indeks keanekaragaman Ikan dan kemelimpahan Ikan pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan desain penelitian lapangan yang kemudian dilanjutkan dengan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komposisi spesies Ikan yang hidup pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan terdiri dari 8 spesies yaitu diantaranya Ambassis buruensis (44), Apogon sangiensis (18), Moolgarda perusii (15), Bathygobius sp. (18), Exyrias puntang (8), Zenarchopterus sp. (6), Oreochromis mossambicus (4), Siganus guttatus (2) yang paling banyak ditemukan yaitu Ambassis buruensis (44); (2) Ikan yang hidup pada Ekosistem Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan memiliki indeks keanekaragaman sebesar 1,70 yang termasuk dalam tingkat keanekaragaman yang sedang, indeks kekayaan spesies sebesar 1,50, indeks kemerataan spesies sebesar 0,82, dan indeks dominansi sebesar 0,24. Kata Kunci : Ikan, Keanekaragaman, Kemelimpahan, Mangrove This study aims to determine the species composition, diversity index fish and fish abundance in the Mangrove Ecosystem in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan. This research is descriptive exploratory field study design followed by identification. The results showed that (1) the composition of the species of fish that live in the mangrove ecosystem in Forest Park Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan consists of 8 species that include Ambassis buruensis (44), Apogon sangiensis (18), Moolgarda perusii (15), Bathygobius sp. (18), Exyrias Puntang (8), Zenarchopterus sp. (6), Oreochromis mossambicus (4), Siganus guttatus (2) were the most commonly found are Ambassis buruensis (44); (2) Fish that live in the mangrove ecosystem in Taman Hutan Raya Ngurah Rai Suwung Kauh, Denpasar Selatan has a diversity index of 1.70 which was included in the moderate levels of diversity, species richness index of 1.50, species evenness index of 0.82 , and the dominance index of 0.24.keyword : Fish, diversity, abundance, Mangrove
EFEKTIFITAS BIOPESTISIDA EKSTRAK KASAR DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) Putu Wira Adi Sanjaya .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .; I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5804

Abstract

Kutu putih merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang perlu dihindari. Perlindungan terhadap tanaman terhadap kutu putih perlu dilakukan dengan menggunakan pestisida alami. Bahan pestisida alami salah satunya berasal dari daun cengkeh. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mempunyai efek mortalitas terhadap kutu putih (Paracoccus marginatus), (2) mengetahui Lethal Concentration 50% (LC50) dari ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang efektif dalam membunuh kutu putih (Paracoccus marginatus). Penelitian ini meripakan penelitian sungguhan dengan menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL). Sampel dalam penelitian ini adalah kutu putih yang diasumsikan homogen. Jumah sampel sebanyak 320 ekor. Variabel bebas penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan konsentasi 0%, 5%, 10% dan 15% . Variabel terikat adalah jumlah kutu putih yang mati. Pengumpulan data diperoleh dari metode eksperimen dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik Non Parametrik. Hasil penelitian menunjukan (1) ada perbedaan efektifitas biopestisida ekstrak kasar daun cengkeh yang berbeda berdasarkan uji Kruskall Wallis yakni nilai signifikansi sebesar 0,00, dimana nilai tersebut
PEMBERIAN CAMPURAN EKSTRAK KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) DAN EKSTRAK PEPAYA (Carica papaya L.) MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) I Wayan Pendi Haristantya Negara .; Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes. .; Drs.I Ketut Artawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5877

Abstract

Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih; (2) mengetahui bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dan ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian true experiment yang menggunakan rancangan Randomized Postest Only Control Group Design. Sampel adalah tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar berjumlah 35 ekor yang memenuhi kriteria inklusi (jenis kelamin jantan, usia 2-3 bulan, berat tubuh 50-100 gram). Sampel dibagi menjadi 5 kelompok, yang terdiri atas 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberikan makanan standar (pelet 594 dan air mineral) sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak kacang hijau dengan konsentrasi 100% dan ekstrak pepaya dalam 4 konsentrasi berbeda (0%, 20%, 40%, dan 60%) untuk setiap kelompok. Data primer diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan Metode Sahli. Berdasarkan analisis data dapat dilaporkan bahwa pemberian ekstrak kacang hijau dengan konsentrasi 100% dan pepaya 0% dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 16,10%, konsentrasi 100% ekstrak kacang hijau dan 20% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin sebesar 24,90%, konsentrasi 100% ekstrak kacang hijau dan 40% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 33,53%, konsentrasi 100% kacang hijau dan 60% ekstrak pepaya meningkatkan kadar hemoglobin secara bermakna sebesar 52,14%. Peningkatan kadar hemoglobin paling tinggi terjadi pada perlakuan 4. Selisih rerata kadar hemoglobin kelompok perlakuan 4 dan kelompok kontrol adalah 6,22/mg% atau kadar hemoglobin meningkat secara bermakna sebesar 52,14%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kacang hijau dan ekstrak pepaya dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah tikus putih.Kata Kunci : kadar hemoglobin, ekstrak kacang hijau, ekstrak pepaya This research aimed; (1) know that green bean extract increases blood hemoglobin levels of white rats; (2) determined that the extract of green beans and papaya extract increases blood hemoglobin level of white rats. This research is true experiment that uses randomized design posttest Only Control Group Design. Samples were white rats (Rattus norvegicus) Wistar totaled 35 rats that met the inclusion criteria (male sex, age 2-3 months, the body weight of 50-100 grams). The samples were divided into 5 groups, which consist of one control group and four treatment groups. The control group was given standard food (594 pellets and mineral water) while the treatment group was given the green bean extract with a concentration of 100% and papaya extract in 4 different concentrations (0%, 20%, 40%, and 60%) for each group. The extract of green beans with a concentration of 100% and 0% papaya can improve hemoglobin levels significantly by 16.10%, 100% concentration extract of green beans and 20% of papaya extract increases hemoglobin levels by 24.90%, 100% concentration extract of green beans and 40% of papaya extract significantly increases the hemoglobin levels of 33.53%, a concentration of 100% and 60% of green beans papaya extract significantly increases the hemoglobin levels of 52.14%. Difference in mean hemoglobin levels 4 treatment group and the control group was 6.22 / mg% or hemoglobin levels increased significantly by 52.14%. It can be concluded that the extract of green beans and papaya extract can increase blood hemoglobin level of white rats.keyword : hemoglobin levels, green bean extract, papaya extract
Analisis Kekerabatan dan Kunci Determinasi Marga Hibiscus Berdasarkan Struktur Daun dan Bunga serta Penggunaannya sebagai Media Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi Ni Luh Rin Riantini .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v2i1.5878

Abstract

Penelitian mengenai kekerabatan dan kunci determinasi marga Hibiscus bertujuan: 1) menjelaskani struktur daun dan bunga marga Hibiscus, 2) menjelaskan kekerabatan marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, 3) menyusun kunci determinasi marga Hibiscus berdasarkan struktur daun dan bunga, dan 4) mengetahui kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran taksonomii tumbuhan tinggi dan anatomi tumbuhan. Metode pengumpulan data dilakukan melaui observasi pengamatan secara langsung untuk morfologi dan pengamatan menggunakan mikroskop untuk anatomi. Data kekerabatan marga Hibiscus diperoleh dari fenogram yang dibuat dengan bantuan software MVSP 3.22. Data tingkat kelayakan preparat awetan sebagai media pembelajaran diperoleh melalui metode kuisioner dan observasi oleh mahasiswa semester IV t.a. 2015/2016. Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut: 1) Struktur morfologi daun dan bunga Hibiscus meliputi, ujung helaian daun runcing, tepi helaian daun bergerigi, pangkal helaian daun berbentuk jantung dan berbentuk runcing, bentuk tulang daun menyirip dan menjari, kepala sari tersebar ditangkai sari dan di ujung tangkai sari, petal bertoreh dan rata, jumlah petal lima dan lebih dari lima. Struktur anatomi terdiri dari epidermis dan derivatnya, jaringan tiang, jaringan bunga karang, polen permagna dengan ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan spesies lainnya dengan koefisien kesamaan 77% dengan spesies lain, 3) Kunci determinasi Hibiscus terdapat lima nomor dengan menggunakan 12 karakteristik yang berbeda. 4) Dari 32 preparat terdapat 14 yang dinyatakan sangat layak dan 18 preparat dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : Kata kunci: Morfologi, Anatomi, Fenogram, Kunci Determinasi, Media Pembelajaran Research on kinship and determination key of genus Hibiscus aims: 1) determine the structure of the leaves and flowers of Hibiscus genus, 2) Explain the genus Hibiscus kinship based on the structure of leaves and flowers, 3) arrange the genus Hibiscus determination key based on the structure of leaves and flowers, and 4) determine the feasibility preparations preserved as a learning medium high plant taxonomy and plant anatomy. Methods of data collection is done through direct observation of morphological observation and observation using a microscope for anatomy. Data of Hibiscus genus kinship obtain from fenogram made with the help of software MVSP 3.22. Data preservation feasibility level preparations as a medium of learning obtained through questionnaire method and observation by students of semester IV year 2015/2016. The results obtained are as follows: 1) The structure morphology of leaves and flowers of Hibiscus covers, tapered tip of the leaf blade, serrated edge of the leaf blade, the base of the leaf blade heart-shaped and tapered shape, the shape of the bone and pinnate leaves, anthers and pollen spread, petal flat, petal number five and more than five. Anatomical structure composed of epidermis and its derivatives, tissue mast, spongy tissue, pollen permagna with ekinat, 2) Hibiscus mutabilis L. had the most distant kinship with other species with a coefficient of 77% similarity with other species, 3) Key determination contained Hibiscus five numbers by using 12 different characteristics. 4) Of the 32 preparations are otherwise very decent 14 and 18 preparations declared eligible as a learning media.keyword : Keywords: Morphology, Anatomy, Fenogram, Determination Key, Learning Media.