cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
KIPRAH Al-WASHLIYAH DI KALIMANTAN SELATAN DI BIDANG PENDIDIKAN Aseri, Sarmiji; Bakar, Abu
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.711 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i2.805

Abstract

Fatwa hukum Islam itu dapat berubah sebab berubahnya masa, tempat, situasi, dorongandan motivasi. Fatwa yang dipahami sebagai jawaban resmi terhadap pertanyaan ataupersoalan penting menyangkut kepercayaan atau hukum yang diberikan oleh seseorang atausuatu lembaga yang mempunyai otoritas untuk melakukannya,suatu hukum menurutAl Washliyah adalah hanya ulama-ulama terdahulu saja yang mampu menetapkannya,karena:Tidak semua orang mempunyai kesanggupan mengeluarkan hukum denganseorang diri dari Alquran dan hadis, karena untuk melaksankan pekerjaan tersebut harusmemenuhi berbagai persyaratan. Harus mengerti betul bahasa Arab, mempunyaiperlengkapan tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk memahami Alquran dan hadis,dan berbagai syarat lain yang diterangkan dalam kitab Us?l al-Fiqh. Al Washliyahsebagai salah satu organisasi soal keagamaan di Indonesia mempunyai Anggaran DasarAl Washliyah tentang hukum fikih disempurnakan dari bermazhab Syafi?i menjadiDalam iktikad dan hukum fikih bermazhab Alus Sunnah wal Jama?ah denganmengutamakan mazhab Syafii.
MUSHAF QIRAAT SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DALAM SEJARAH QIRAAT NUSANTARA Munadi, Fathullah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.916 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.917

Abstract

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang banyak dikenal sebagai seorang tokoh fiqih dengan magnum opusnya Sabl al-Muhtadn ternyata juga memiliki peran yang besar dalam kajian Alquran di Nusantara yang dibuktikan dengan mushaf Alquran yang disertai qiraat Alquran, karya yang muncul pada abad ke-18. Mushaf tersebut dalam sejarah kajian Alquran Nusantara merupakan karya yang sangat berharga karena hingga saat ini belum ditemukan karya sejenis yang kaya dengan uraian qiraat dan masih dapat dianggap karya tertua dalam bidang qiraat di Nusantara. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan posisi qiraat Syekh Arsyad, namun hanya memberikan wawasan terhadap kekayaan turats keagamaan yang ada di bumi Lambung Mangkurat dalam kajian Alquran khususnya qiraat Alquran.
PERANAN KYAI HAJI IBRAHIM DALAM DAKWAH DAN PENDIDIKAN Hartati, Zainap
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.493 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i2.427

Abstract

Islam masuk di Kalimantan Tengah dengan jalan damai, melalui perkawinan dan dengan jalur perdagangan melalui sungai. Masuknya Islam ke daerah ini tidak terlepas dari peran para ulama maupun da’i yang berasal dari Kalimantan Selatan. Salah satu ulama/da’i yang berperan terhadap penyebaran dan perkembangan Islam adalah KH. Ibrahim bin Muhammad Nuh. Beliau dikenal dalam aktivitas dakwah dan peran pendidikan sebagai guru, dan upaya beliau untuk mendirikan pesantren di Palangkaraya. Di antara materi pelajaran yang diajarkan sebagaiman beliau tulis dalam “Hidayatul Insan Fita’limiddin Tauhid”, yang berisikan tentang pelajaran sifat dua puluh, yang masih berupa tulisan tangan beliau dengam huruf Arab Melayu.
PENDIDIKAN REMAJA DALAM KELUARGA DI DESA MERABUAN, KALIMANTAN BARAT (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) Aslan, Aslan
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.123 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i1.1158

Abstract

The research discusses adolescents as an issue of education in the family. As many experts recognize that family education is a major issue in the study of Islamic education. This is because the family is the first place for learning and planting Islamic values of a child to adolescence. In the context of family education, parents have a very vital position, in which parents become the main figures for a child in obtaining the internalization of the expected values in the family. This study is a field research that takes the site to families in Merabuan village, Sambas district, West Kalimantan, focusing on adolescents as the unit of analysis. Data collection techniques in this research using interviews, observation, and documentation. The findings of this research explain that family education conducted by families in Merabuan village through exemplary in the family environment, with the ways often provide guidance and advice, encouraging adolescents into youth members of the mosque, including adolescents praying in congregation in the mosque.
KONSTRUKSI KURIKULUM PESANTREN IBNUL AMIN MENURUT PEMIKIRAN MAHFUZ AMIN ., Rahmadi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5588.152 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v8i1.890

Abstract

This paper tries to explore the basic principality of Mahfuz Amin thought in constructing the curriculum of Ibnul Amin Pesantren, analyzed through the curriculum developing concept, namely: (1) the basic of the curriculum (religion, philosophy, sociology, and philosophy); (2) the principle of the curriculum; and (3) the orientation of the curriculum. The curriculum product from the thought of Mahfuz Amin is the curriculum that have the orientation to tafaqquh fi al-dn and takhasshus dn conservationally and traditionally with the goal to make life the religion knowledge based on ahlus sunnah wal jamaah value.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UAN DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH Naimah, Naimah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7794.968 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.946

Abstract

National Exam, as a government policy to incrcase the quality of graduales education in lndonesia has been started since academic year 2002/2003. This policy produces many pros and cons in the society and results in under passing grade students. This is due to different levels educational quality in each region. ln the matter ofjuridisprudence, this national exam policy actually is not in line witlr the Act no 22 year 1999 about regional sutonomy. The Act states that education matter is a part of regional autonomy so that a region has rights to participate in conducting its education in accordance with its regional potential. fo observe this government policy on National Exam, the writer in this paper ernploys two theories; constitrutional and systemic.
MADRASAH DAN TRANSFORMASI INTELEKTUAL Muhdi, muhdi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.216 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i1.640

Abstract

This paper attempts to map the characteristics of the development of theclassical era of Islamic schools (madrasah). The study concludes that thesedevelopments have significant relevance for the future direction of theIslamic intellectual transformation until today. The Character of schooldevelopment in classical era which gave full attention to the transfer ofconventional religious sciences gave its own color for the implementation ofreligious life as well. Islamic Jurisprudence (Fiqh) which provided practicalconcepts in religious life became a definite curriculum content. This is aremarkable achievement. However, lately, the trend is considered to makethe development of Islamic intellectual transformation become "unhealthy".This unhealthiness is the stressing point of this paper.
ANALISIS DANA TALANGAN HAJI PADA BANK MEGA SYARIAH CABANG PEKANBARU MENURUT HUKUM ISLAM MAULIDIZEN, AHMAD
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.167 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i1.1937

Abstract

Syariah banking in Indonesia is experiencing significant developments, including assets, financial services, and the number of customers. Haj funds is a financial service using a contract of qard or ijarah given to prospective pilgrims in an effort to obtain the portion number of Hajj or Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). The implementation of this product gives a positive and negative impression, so the legitimacy of the product and the consequences of its implementation need to be reviewed. This article will explain the implementation of the Hajj Fund of Bank Mega Syariah Branch Pekanbaru and revisit the Islamic Law on the implementation of these products. The purpose of this research is to facilitate the implementation of Hajj Funds products as well as to get a legitimate status of product. The results of this study shows that the akad/contract itself has a great risk of hidden usury because in this contract there is a merger between akad qard and ijarah by requiring additional benefits as a service and the amount of the benefit  depends on the amount and the length of loan. In fiqh muamalah, it is mentioned that that any profitable loan is riba. Perbankan Syariah di Indonesia mengalami perkembangan signifikan, termasuk aset, pembiayaan yang diberikan dan jumlah pelanggan. Dana haji adalah pembiayaan dengan menggunakan kontrak qard atau ijarah yang diberikan kepada calon jemaah haji dalam upaya mendapatkan porsi jumlah Haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Penerapan produk ini memberi kesan positif dan negatif, sehingga perlu meninjau tentang legitimasi produk dan konsekuensi yang dihasilkan dalam pelaksanaannya. Karena artikel ini akan menjelaskan pelaksanaan Dana Haji Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru dan peninjauan kembali Hukum Islam tentang pelaksanaan produk tersebut. Tujuan penelitian ini agar pelaksanaan produk Dana Haji selain untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan ziarah, tetapi juga mendapatkan status legitimasi produk. Hasil dari penelitian ini adalah validitas akadnya yang sangat berisiko untuk terjerembab ke riba yang tersembunyi, karena dalam kontrak ini ada penggabungan antara akad qard dan ijarah dengan membutuhkan manfaat tambahan sebagai layanan, bahkan jumlahnya tergantung pada jumlah pinjaman dan panjang pinjaman. Dalam fiqh muamalah diketahui kaedah bahwa "Setiap piutang yang untung atau lebih adalah riba"
ALTERNATIF MENANGANI INDIVIDU GELANDANGAN DAN BERISIKO BERSUMBERKAN AL-QURAN DAN HADIS Mohamed, Rafiza; Mat Nong, Nor Faridah; Awang, Jaffary; Long, Ahmad Sunawari; Ab Rahman, Zaizul
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.762 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i2.1479

Abstract

Environment, economy, social relations and lack of religious appreciation can expose individuals to problematic risks. The appreciation of religious values should be based on the Quranic and Hadith approach. The writing is aimed at examining homeless and risk groups to identify the Quran and Hadith Manhaj as an alternative to their social guidance. This writing is qualitative using content analysis techniques. Thus, manhaj 'al wisdom ' and'al din al nasihah 'are seen as one of the practical guidance to be presented. Therefore, this paper will discuss the Quranic and Hadith approaches to address the problem of homelessness and risk group by focusing on the 'al wisdom ' and 'al din al nasihah '. The application of Quranic and Hadith based is seen to be very significant in addressing individual and group issues. The outcome of the discussion suggests that alternatives suggested by Islam were recognized and significant for troubled individuals especially homeless and risk groups. Persekitaran, ekonomi, hubungan sosial dan kekurangan penghayatan agama boleh mendedahkan individu kepada risiko bermasalah. Aspek penghayatan nilai agama perlu diterapkan berasaskan pendekatan al-Quran dan Hadis. Penulisan ini bertujuan meneliti kelompok gelandangan dan kelompok yang berisiko seterusnya mengenalpasti manhaj al-Quran dan Hadis sebagai alternatif bimbingan sosial kepada mereka. Penulisan ini berbentuk kualitatif yang menggunakan teknik analisis kandungan. Justeru, manhaj ‘al hikmah’ dan ‘al din al nasihah’ dilihat sebagai salah satu bimbingan yang praktikal untuk diketengahkan. Oleh itu, penulisan ini akan membincangkan tentang pendekatan al-Quran dan Hadith bagi menangani permasalahan gelandangan dan  berisiko dengan memfokuskan kepada kaedah ‘al hikmah’ dan ‘al din al nasihah’. Penerapan yang berasaskan al-Quran dan Hadis dilihat sangat signifikan dalam menangani permasalahan individu serta kelompok tersebut. Hasil perbincangan menunjukkan bahawa alternatif yang dianjurkan oleh Islam ternyata diiktiraf dan signifikan dengan individu yang bermasalah terutamanya gelandangan dan individu berisiko.
SIRAH DALAM MENEGAK PERUBAHAN SOSIAL MENGIKUT PANDANGAN SYEIKH SAID RAMADAN AL-BUTI Abu Bakar, Nurul Salsabila; Ahmad, Mohd Nazri
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.105 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i2.1963

Abstract

The life of  Prophet Muhammad/ Sirah Rasullullah, SAW, (peace and blessings of Allah be upon him) is one of the written works of scholars to be featured as having played a major role in developing da'wah and Islamic Shari'ahs around the world from the past. The bond between Moslems and the prophet is strong so the Moslems can use sirah as a reference to strengthen faith, morals, foster the struggle of Islam and encourage the Muslim to hold on to the truth.  This study will highlight the role of the sirah in strengthening the social aspect of society and this will be seen based on the views of Sheikh Ramadan al-Buti. Content analysis is  used to analyze Fiqh as-Sirah an-Nabawiyyah. The data was analysed descriptively and explanatory. The findings show that the need for a sirah approach in the social aspect is high for the good of  social aspect itself. However, Syeikh Ramadan al-Buti has opened the opportunity so that the aspects of the sirah is applied to the social change of the Islamic society from time to time. The implications of the study show that the Prophet's sirah/life has succeeded in forming a good Islamic Government over the history of Western civilization. Sirah Rasulullah SAW merupakan salah satu karya penulisan ulama perlu diketengahkan kerana telah memainkan peranan yang besar dalam mengembangkan dakwah dan syariat Islam diseluruh dunia sejak dahulu lagi. Mempelajari sirah Nabi ini bukanlah semata-mata untuk mengetahui peristiwa menarik dan aneh yang berlaku di zaman Nabi SAW.Pengkajian sirah ini juga bukan sekadar ingin mengetahui peristiwa-peristiwa yang telah melakar sejarah sebagaimana kajian-kajian sejarah yang lain sebagai contoh sejarah hidup seorang khalifah atau sejarah tamadun yang silam. Sirah juga bukanlah sekadar satu kisah yang dibaca pada hari keputeraan baginda SAW sahaja. Apa yang lebih besar sebenarnya adalah ikatan seseorang Muslim dengan Rasulnya sehinggakan pada akhirnya Muslim itu berjaya menjadikan sirah sebagai sesuatu yang dapat menambahkan iman, memperelok akhlak, menyemarakkan perjuangan Islam serta dapat mendorong Muslim itu untuk terus berpegang dengan kebenaran dan seterusnya istiqamah kepadanya. Kajian ini akan mengetengahkan peranan sirah dalam mengukuhkan aspek sosial masyarakat dan perkara ini akan dilihat berdasarkan kepada pandangan Syeikh Ramadan al-Buti. Kaedah analisis kandungan akan digunakan dalam mengkaji kitab Fiqh as-Sirah an-Nabawiyyah bagi mendapatkan data. Data tersebut akan dianalisis secara deskriptif dan eksplanatori. Dapatan kajian menunjukkan bahawa keperluan pendekatan sirah dalam aspek sosial adalah tinggi bagi membentuk aspek sosial yang baik itu sendiri. Walau bagaimanapun, Syeikh Ramadan al-Buti telah membuka ruang sepenuhnya supaya aspek sirah diaplikasikan kedalam perubahan sosial masyarakat islam dari masa ke semasa. Implikasi kajian menunjukkan bahawa sirah Rasulullah telah berjaya membentuk satu Kerajaan Islam yang baik berbanding sejarah tamadun Barat yang musnah ekoran tiada sisa-sisa kemanusiaan yang dihidupkan.