cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 58 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRANSFORMASI BERBASIS GEOGEBRA ., Ni Wayan Karmila Putri; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5583

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) membuat rancang bangun media pembelajaran transformasi; (2) mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran transformasi menggunakan GeoGebra sebagai aplikasi basis, Visual Basic sebagai layout, Quiz Maker sebagai aplikasi pembuat kuis, dan Windows Movie Maker sebagai aplikasi pembuat video tampilan awal media; dan (3) mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan persentase skor dari ahli isi sebesar 98,46%, dari ahli desain pembelajaran sebesar 80%, dari ahli media sebesar 84,62%, dan dari kelompok siswa yang dipilih secara random sebesar 90,77%. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai media dalam mempelajari materi transformasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : media, transformasi, GeoGebra, efektivitas This developmental research was aimed to: (1) construct the prototype of transformation learning media; (2) describe the results of the implementation of transformation learning media based on GeoGebra, Visual Basic as layout, Quiz Maker as application quiz maker, and Windows Movie Maker as application for making an opening video of the media; (3) describe the effectiveness of transformation learning media based on GeoGebra. The developmental model used in this developmental research was the 4-D model comprising define, design, develop, and disseminate, but this research was limited only to development stage. The method of data analysis used in this research were qualitative and quantitative. Research results show that transformation learning media based on GeoGebra can be accepted as a learning media with score percentage from content expert is 98,46%, from learning design expert is 80%, from media expert is 84.62%, and from randomly student group is 90.77%. Based on the results, hoped that transformation learning media based on GeoGebra can be used as a media in learning transformation by students or teachers.keyword : media, transformation, GeoGebra, effectiveness
PENGARUH MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Luh Putu Teta Lamdani Nusantari; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu sebanyak 550 siswa (kelas unggulan yaitu VII.14 dan VII.15, kelas non-unggulan sebanyak 13 kelas lainnya). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelompok sampel (Kelas VII.1 dan VII.14 sebagai kelompok eksperimen, Kelas VII.2 dan VII.15 sebagai kelompok kontrol). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan rata-rata skor kelompok eksperimen = 31,17 dan kelompok kontrol = 20,19, serta harga thitung = 10,6443 sedangkan harga t(0,05;143) = 1,9767. Ternyata . Berdasarkan hal itu, diperoleh bahwa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran MEAs mampu membuat model matematika dari permasalahan sehingga siswa mampu memahami soal secara mendalam, memilah informasi yang penting untuk digunakan, dan siswa terbiasa untuk menyelesaikan permasalahan secara matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, matematika, Model-Eliciting Activities This research was aimed to determine wether mathematical problem solving ability of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) learning model better than mathematical problem solving ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all seventh grade student of SMP Negeri 2 Singaraja, as many as 550 students (excellent class is VII.14 and VII.15, and thirteen others grade non excellent classes). Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes (VII.1 class and VII.14 were experiment group, VII.2 and VII.15 were control group) . The research design was Post-test Only Control Group Design. The data of mathematical problem solving ability of students were collected through mathematical problem solving ability test. This data were analyzed using one-tailed t-test. The analysis result obtain the value of the average skor as experimental group = 31,17 and the control group = 20,19, t-arithmatic = 10.6443 while the value of t (0.05; 143) = 1.9767. It turns out t-arithmatic > t-table , Therefore the mathematical problem solving ability scores of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) better than the students who studied with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the MEAs learning were more to create a mathematical model of the problem so the students can understand the problem in depth, sorting out important information to be used, and students are accustomed to resolving problems mathematically compared to students who took conventional learning.keyword : problem solving ability, mathematic, Model-Eliciting Activities
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Putu Ika Astri Utami; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A.6 dan VIII A.4 yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t_hitung=4,669 > ttabel = 2,0048. Akibatnya H_0 harus ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut didapatkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih dari rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, dan lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Mate This study aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade 8 of SMP N 1 in Singaraja. The selected sample was the class VIII A.6 and VIII A.4, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 4,669 is greater than ttable = 2,0048. It can be concluded that the null hypothesis must be rejected. It consequently means that the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. Furthermore, it is shown that the average score of the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, and more enthusiastic in solving mathematical problems than those who took the conventional learning.keyword : Blended Learning, WhiteboardAnimation Video, Mathematical Problem Solving
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TIPE VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR ., Anak Agung Lilyk Cahyani; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum tipe VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design, dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gianyar Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 320 orang siswa yang tersebar ke dalam delapan kelas yang setara secara akademik. Dari delapan kelas diambil dua kelas sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana salah satu kelas tersebut menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Data hasil kemampuan berpikir kritis matematika siswa di analisis menggunakan Uji-t satu ekor. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 5,434 lebih dari nilai ttabel = 1,664. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Quantum tipe VAK, Model Konvensional, Kemampuan Berpikir Kritis Matematika The reasearch aimed at investigating whether the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra gave a significant effect to the students’ critical thinking ability in mathematics. This was a quasi-experimental reasearch which applied post-test only control group design. The population was 8 classes (320 students) of XI grade students of science classes at SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2014/2015. Out of all classes which were distributed homogenously, two classes were selected to be experimental group and control group through a cluster random sampling technic. The reasearch data were analyzed by using one tailed t-test. The results showed that tobserved = 5.434 is greater than ttable =1.664. Based on this result it might be concluded that the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra contributed a positive effect towards students’ critical thinking ability in mathematics. Yet, in line with the result, the reasearch found a difference in students’ ciritical thinking ability in both groups.keyword : Quantum Learning Model of type VAK, conventional teaching, mathematical critical thinking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWAN ., Made Arista Dewi; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5987

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan Tahun Ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 257 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIIIA3 sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian yang diberikan diakhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Connected Mathematics Project sebesar 62,96 sedangkan nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional sebesar 51,18. Dari hasil analisa data diperoleh, thitung = 2,832 dan ttabel= 1,668. Jika dibandingkan thitung ≥ ttabel sehingga tolak H0. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Connected Mathematic Project lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Connected Mathematic Project memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci : Komunikasi matematis, Connected Mathematics Project This quasi experimental research aimed to find out the effect of Connected Mathematics Project learning model toward students’ mathematical communication ability. The research design used in this study was Post Test Only Control Group Design. The population was eighth grade students of SMP N 3 Sawan in the academic year of 2014/2015 which involved 257 students. Random sampling used as a sampling technique. The samples were the students’ in class VIIIA5 as the experiment group and class VIIIA3 as the control group. Data of student’s mathematical communication ability were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data were obtained then analyzed by using t-test with 5% level of significance. The result of post-test showed that the mean of students’ mathematical communication ability with Connected Mathematics Project learning model is 62,96 while the mean of students’ mathematical communication ability with conventional learning is 51,18. From the data analyzed, obtained tobserved = 2,8322 and tcritical value = 1,668. Then tobserved ≥ tcritical value so that H0 was rejected. This is means that students’ mathematical communication ability by using Connected Mathematics Project learning model was higher than those who were taught by using conventional learning. Thus can be concluded that Connected Mathematics Project learning model gave a positive contribution toward the student’s mathematical communication ability.keyword : Mathematical communication, Connected Mathematics Project
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Putu Nitha Santari; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Ni Luh Rusmeyantari; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4977

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIIIE SMP Negeri 2 Tejakula dengan mengimplementasikan model pembelajaran Kooperatif tipe Make A Match. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP N 2 Tejakula tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Data motivasi belajar matematika siswa dikumpulkan melalui angket dan data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari sebelum diberikan tindakan yaitu 55,2 (kategori cukup) menjadi 64,76 (dalam kategori tinggi) setelah diberikan tindakan pada akhir siklus III. Rata-rata skor tes prestasi belajar matematika siswa juga mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Rata-rata siklus I adalah 68,rata-rata siklus II adalah 76, dan rata-rata siklus III adalah 92. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Tejakula.Kata Kunci : motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. This study aimed at improving mathematics learning achievement of students of VIIIE SMP Negeri 2 Tejakula by implementing cooperative learning method of make a match type. The research subject was students of VIIIE class SMP N 2 Tejakula in the academic year 2014/2015. The research was conducted in three cycles which consist of steps including plan, action, observe and evaluate, and reflect. Data of student’s motivation in learning mathematics was collected by questionnaire and data achievement of learning mathematics was collected by using mathematics achievement test. Result of the research showed that the mean scores of student’s motivation in learning mathematics was improve after the action done, in which the mean scores before the action was 55,2 (average category) improving to 64,76(high category) after the action done, at the end cycle III. The mathematics means score of students in mathematics achievement test was also improve in each cycle. The mean score in cycle I was 68, in cycle II the mean scores was 76, and 92 was the mean scores of cycle III. From the research it can be concluded that by using cooperative learning can be improve mathematics learning outcomes of students VIII E SMP Negeri 2 Tejakula.keyword : learning outcomes, learning motivation, cooperative learning Make A Match type.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VII ., I Komang Aditya Saptayana; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) dibandingkan penerapan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis siswa serta untuk mengetahui ada tidaknya interaksi antara kelompok kelas dan model pembelajaran terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 348 orang dimana terdapat 3 kelas unggulan dan 10 kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Setelah diperoleh dua kelas sampel pada masing-masing kelompok kelas unggulan dan non-unggulan kemudian dilakukan matching dengan menggunakan nilai ulangan akhir semester ganjil tahun ajaran 2014/2015 untuk memperoleh kelompok yang setara. Desain analisis pada penelitian ini adalah desain faktorial 2 x 2 yang diuji dengan anava dua jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan model AIR dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan koneksi matematis siswa dimana kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti model AIR lebih baik dibandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dan tidak ada interaksi antara kelompok kelas dan model pembelajaran terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : Auditory Intellectually Repetition, Koneksi Matematis This study aimed to determine the effect of the application of model Intellectually Auditory Repetition (AIR) compared to the conventional of learning model for mathematical connection ability of students as well as to determine the interaction between the classroom and the learning model of the mathematical connection ability of students. The population in this study were seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan in academic year 2014/2015, as many as 348 people where there are 3 excellent class and 10 non-excellent class. Sampling was done by random sampling technique. After obtained the two classes of samples in each class group, then a matching based on the final score result of math test in the odd semester in academic year 2014/2015 was done to obtain similar groups. This study is analyzed using a 2 x 2 factorial design were tested by ANOVA Two Way. Hypothesis testing results shown the effect of applying AIR models than conventional learning model on the ability of students' mathematical connections is mathematical connection ability of students who took the AIR models better than the mathematical connection ability of students who took the conventional learning model and there is no interaction between the classroom and the learning model ability of students' mathematical connections.keyword : Auditory Intellectually Repetition, Mathematical Connection
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN PENERAPAN MODEL LAPS-HEURISTIK DI SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Luh Ayu Sarastuti; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, dan tanggapan siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 26 orang siswa Kelas VIII A1 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester genap tahun 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan refleksi. Data kemampuan berpikir kreatif siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian, sedangkan data tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan berpikir kreatif siswa pada siklus I sebesar 44,15, pada siklus II 66,30, dan pada siklus III 78,3. Hal ini disebabkan oleh : 1) kegiatan pembelajaran pada model pembelajaran LAPS-Heuristik cenderung berpusat pada siswa (student centered), dimana siswa diberikan kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, 2) pada fase pemahaman masalah siswa diberi kesempatan menggali pengetahuan mengenai materi pembelajaran, sumber-sumber belajar yang sudah mereka dapat untuk menyelesaikan bahan kajian yang diberikan, 3) pada fase perencanaan, pengetahuan berupa konsep mulai dikontruksi oleh siswa berdasarkan pengalaman pada fase pemahaman masalah, 4) pada fase solusi, konsep yang telah terbentuk diinternalisasi ke dalam struktur kognitif siswa (proses pendalaman konsep), dan 5) pada fase pengecekan, dilakukan penyimpulan materi dan pengkajian alternatif jawaban siswa (keluwesan dan keaslian). Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam pembelajaran matematika tergolong positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran LAPS-Heuristik, kemampuan berpikir kreatif The objectives of this study were to know the improvement of the creative thinking skill by using LAPS-Heuristic teaching model on eighth grade students at SMP Negeri 6 Singaraja. This study was classroom action research involving 26 students on eighth grade at SMP Negeri 6 Singaraja on second semester in academic year 2014/2015 as subject of this study. This study was conducted in three cycles which was in each cycles consist of planning, acting, observing and reflecting phase. The data of students’ creative thinking skill were collected by using essay test and the data of students’ response were collected by using questionnaire. The data analyzed descriptively. The result of this study indicated that the means score of students’ creative thinking skill 44,15 on cycle I, 66,30 on cycle II, and 78,3 on cycle III. This was caused by: 1) the activity of LAPS-Heuristic tended focus on students (student centred), in which students were given opportunity to construct their knowledge, 2) in problem understanding phase, the students were given opportunity to explore knowledge about the learning materials, the learning sources to complete their study material, 3) in planning phase, the concept of knowledge began to be constructed by students based on experience of problem understanding phase, 4) in solving phase, the concepts were internalized into students’ cognitive structure (deepening concept process), and 5) in checking phase was done by concluding the material and assessment of students’ alternative answers (flexibility and originality). The students’ response toward the implementation LAPS-Heuristic teaching model in learning mathematics had positive response.keyword : LAPS-Heuristic teaching model, creative thinking skill
Pengaruh Pelaksanaan Pendekatan Saintifik Berorientasi Kearifan Lokal Berbantuan Media Manipulatif Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SD di Kota Singaraja ., Ida Ayu Dwi Ambarawati; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4878

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD di kota Singaraja yang menerapkan kurikulum 2013 di kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Kaliuntu sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Banyuasri sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan uji- satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif lebih tinggi daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal berbantuan media manipulatif berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : prestasi belajar matematika, pendekatan saintifik berorientasi kearifan lokal, media manipulatif, pembelajaran konvensional This quasi experimental research is aimed at finding out whether mathematics learning achievement of students who were taught by using scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation, higher than mathematics learning achievement of students who were taught by using conventional learning method. The research design used in this study was post test only control group Design. The population in this research was students of elementary school in the Singaraja City which is applying 2013 curriculum in the odd semester of the fifth grade in the academic year of 2014/2015. The sample was selected by using random samply technique. The sample in this research are fifth grade students of SD Kaliuntu as experimental group and the fifth grade students of SD Banyuasri as control group.The data were collected by using essay achievement test. The data were analyzed using a one-tailed –test with 5% level of significance. The result of data analysis showed that the mathematics learning achievement of students who were taught by using scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation was higher than those who were taught by using conventional learning method. Thus, scientific approachment with manipulated media aided local wisdom orientation positive influence toward the student’s mathematics learning achievement.keyword : mathematics learning achievement, scientific approachment aided local wisdom orientation, manipulated media, conventional learning

Filter by Year

2015 2015