cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH MODEL VAN HIELE BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI SISWA SMP ., Made Sudarmawa; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep geometri antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Van Hiele berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model Van Hiele, dan pembelajaran dengan model konvensional. Dari perbedaan tersebut akan diselidiki kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran mana yang memiliki pemahaman konsep geometri lebih baik. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group gesign. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Lab Undiksha Singaraja tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 137 siswa. Sampel dipilih 3 kelas dengan teknik random sampling dari 5 kelas. Data pemahaman konsep geometri dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep geometri. Analisis data dilakukan dengan Uji ANAVA Satu Jalur dan Uji Scheffé. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan perbedaan pemahaman konsep geometri antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Van Hiele berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model Van Hiele, dan pembelajaran dengan model konvensional; (2) pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Van Hiele berbantuan GeoGebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model Van Hiele; (3) pemahaman konsep geometri siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Van Hiele lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Van Hiele berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep geometri siswa.Kata Kunci : model Van Hiele, GeoGebra, pemahaman konsep geometri This research was aimed at finding out whether there was significant difference in geometry concept understanding among the students who were taught by using Van Hiele model with GeoGebra, Van Hiele model, and conventional model. Based on the difference, it would be investigated the group of students in which instruction who had geometry concept understanding better. In order to reach the purpose of study, the post-test-only control group design was implemented. The population was the seventh grade students of SMP Lab Undiksha Singaraja in academic year 2012/2013, which there were five classes or altogether consist of 137 students. The sample were choose 3 classes by random sampling technique from 5 classes. The data of geometry concept understanding were collected by using test of geometry concept understanding. To analyse the data, ANAVA-one-way and Scheffé test were used. The result of hypothesis test showed that: (1) there was difference in geometry concept understanding among the students who were taught by using Van Hiele model with GeoGebra, Van Hiele model, and conventional model. Furthermore, it showed that: (2) geometry concept understanding of students who were taught by using Van Hiele model with GeoGebra is better than Van Hiele model; (3) geometry concept understanding of students who were taught by using Van Hiele model is better than conventional model. In conclusion, it is clear that Van Hiele model with GeoGebra influences positively towards students’ geometry concept understanding.keyword : Van Hiele model, GeoGebra, geometry concept understanding
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII 4 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) ., Putu Sinta Ari Utami; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan yang optimal pemahaman konsep matematika siswa dan tanggapan siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yang dicapai melalui model pembelajaran auditory intellectually repetition. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 31 orang. Pada penelitian ini pengumpulan data pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes uraian dan tanggapan siswa menggunakan angket. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan rata – rata skor mencapai 80,10, daya serap 80,10% dan ketuntasan belajar 77,41%. Pelaksanaan yang optimal terjadi pada siklus III dikarenakan diawal pembelajaran dilakukan pengklarifikasian jawaban siswa oleh guru terkait apersepsi, selama proses pembelajaran guru berusaha secara maksimal memberikan kesempatan kepada siswa menyampaikan kembali konsep dengan bahasa sendiri dan memberikan contoh atau bukan contoh supaya mampu memahami konsep yang diperoleh dengan memberikan motivasi, pendekatan secara langsung, menunjuk siswa secara acak dan memberikan penghargaan yang lebih kepada kelompok siswa yang unggul diakhir pelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition ditinjau dari rata – rata skor tanggapan siswa sebesar 65,06 berada dalam kategori sangat positif karena siswa tertarik dengan adanya diskusi dan pengulangan.Kata Kunci : model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know enhancement conceptual understanding of mathematics students and students responses VII 4 grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja achieved through Auditory Intellectualy Repetition learning model. The types of this research was classroom action research implemented in three cycles. The research subject was VII 4 grade students of SMP laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016, as many as 31 students. The data of conceptual understanding of mathematics was collected by test description and students responses was collected by responses questionnaire. Then, the data of conceptual understanding of mathematics and students responses were analyzed by using descriptive analysis. The result showed that conceptual understanding of mathematics had optimal in cycle III with average scores reached 80,10, absorption were 80,10%, and completeness learning were 77,41%. It because in early learning has been clarified answers to students by teacher about apersepsi and during the learning process, teacher was strive providing opportunity for students to describe concepts in their own words and identify or give examples and nonexamples so that understand it with give a motivation, random appointment, and given gift to group of students at the end of the lesson. Other than that, students responses to the Auditory Intellectualy Repetition learning model in terms of the average score of the students respond by 65,06 were in very positive category, because students interested in their discussion and repetition.keyword : Auditory Intellectually Repetition learning model, conceptual understanding of mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP ., Cok Istri Tirta Parhayani; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2013/2014 dengan populasi sebanyak 366 siswa yang tersebar ke dalam 9 kelas. Sebelum sampel diambil, dilakukan uji penyetaraan dengan Uji Anava Satu Jalur terhadap populasi tersebut menggunakan nilai raport. Setelah diperoleh bahwa populasi tersebut setara maka dipilih 2 kelas sebagai sampel penelitian dengan teknik random sampling. Data kemampuan koneksi matematis dikumpulkan dengan tes kemampuan koneksi matematis berupa tes uraian yang telah valid dan reliable setelah diujicobakan. Analisis data dilakukan dengan Uji-t dengan melakukan uji prasyarat berupa Uji Normalitas dengan Uji Chi-Square dan Uji Homogenitas dengan Uji-F. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik dibandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division).Kata Kunci : model pembelajaran Konseptual Interaktif, kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran kooperatif tipe STAD The purpose of this study was to know what students’ mathematical connection ability that followed interactive conceptual instruction learning model better than students’ mathematical connection ability that followed cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. This experiment is quasi experiment which use post-test only control group design experiment plan. The research was conducted at the 8th grade students of SMP Negeri 2 Sukawati in the academic year 2013/2014 with 366 population number who divided into 9 classes. Before we take the sample, similarity test was done by One Way ANAVA test to the population using report score. After known that the population was similar then chosen 2 classes as experiment sample by random sampling technique. The data of mathematical connection ability was gathered by mathematical connection ability test such as essay which has valid and reliable after trialed. Data analysis was done by T-test with by doing prerequisite test such as Normality Test by Chi-Square Test and Homogeneity Test by F-test. The result of hypothesis test show that students’ mathematical connection ability which learned by interactive conceptual instruction learning model is better than students’ mathematical connection ability which learned by cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. Therefore suggested to the mathematics teachers can implement interactive conceptual instruction learning model at class as one of the learning alternative which contextual.keyword : Interactive Conceptual Instruction learning model, mathematical connection ability, model STAD (Student Team Achievement Division) type
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA ., I Dewa Gede Wahyu Gitariana; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan komunikasi matematika dan (2) mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 40 orang siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data kemampuan komunikasi siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Pada siklus I diperoleh presentase kemampuan komunikasi matematika siswa, yaitu 54,65% (dalam kategori kurang). Pada siklus II nilai presentase kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat menjadi 60,22% (dalam kategori cukup). Pada siklus III presentase kemampuan komunikasi matematika siswa meningkat menjadi 76,59% dalam kategori baik (sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan). Tanggapan siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan media online tergolong positif.Kata Kunci : model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media online, kemampuan komunikasi matematika, tanggapan siswa This research was aimed to (1) improve the students' mathematical communication ability and (2) determine the students' response toward the implementation of Problem Based learning assisted online media. This research was an action research which was conducted in three cycles and involved 40 students of VIII 9 class of SMPN 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The data was collected through questionnaires. The data found was analyzed descriptively. The result showed that the implementation of problem based learning assisted online media could improve the students' mathematical communication ability. In cycle 1, the percentage of the students' mathematical communication ability was 54.65%. In cycle 2, the percentage was improved into 60.22%. Meanwhile in cycle 3, the percentage was improved into 76.59%. The students' responses after the approach was implemented were positive.keyword : learning model of Problem Based Learning assisted online media, mathematics communication ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Putu Wika Purwani; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIA2 sebanyak 33 siswa, siswa kelas VIIA3 sebanyak 35 siswa, siswa kelas VIIB4 sebanyak 36 siswa, dan siswa kelas VIIB5 sebanyak 37 siswa. Kelas VIIA2 dan VIIB4 merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIIA3 dan VIIB5 merupakan kelompok kontrol. Kelas-kelas ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika yang diukur menggunakan instrumen berupa tes penalaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas unggulan yaitu kelas VIIA2 dan VIIA3 berturut-turut adalah 22,88 dan 19,74, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas non unggulan yaitu kelas VIIB4 dan VIIB5 berturut-turut adalah 20,50 dan 16,86. Dari hasil analisis data, pada kelas unggulan diperoleh t_hitung=5,6154 dan t_tabel=1,6683, sedangkan pada kelas non unggulan diperoleh t_hitung=4,7172 dan t_tabel=1,6666. Karena t_hitung>t_tabel, H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model CLIS, penalaran matematika This study aimed at investigating whether the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja who were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method. The population of this study were all of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja. The sample of this study were students grade VIIA2 which consists of 33 students, grade VIIA3 which consists of 35 students, grade VIIB4 which consists of 36 students, and grade VIIB5 which consists of 37 students. Students of grade VIIA2 and grade VIIB4 were groups of experiment and students of grade VIIA3 and grade VIIB5 were groups of sample. These grade were determined by cluster sampling teknique. Mathematical reasoning skills was dependent variable of this study that was measured by mathematical reasoning skills test. Data that were obtained then analyzed using t-test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ mathematical reasoning skills of special grade VIIA2 and grade VIIA3 were 22,88 and 19,74. The mean scores of students’ mathematical reasoning skills of non special grade VIIB4 and grade VIIB5 were 20,50 and 16,86. From the data analyzed of special grade, obtained t_observed=5,6154 and t_(critical value)=1,6683. The data analyzed of non special grade, obtained t_observed=4,7172 and t_(critical value)=1,6666. Then t_observed>t_(critical value) so that was rejected. Therefore, we can conclude that the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method.keyword : CLIS Model, mathematical reasoning
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Pt Ade Andre; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 574 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor test pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Team Quiz memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Metode Team Quiz, pemahaman konsep katematika siswa This research was aimed to know whether the level of student’s understanding on mathematical concepts who were taught using Cooperative Learning Model combined with Team Quiz Method is better than the one who were taught using conventional learning. The population in this research was all of eighth grade students of SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2013/2014. It consisted of 574 people. The selecting sample was done by using the random sampling technique to get one experiment class and one control class. The research design used in this research was the Post-test Only Control Group Design. The scores data of the mathematical concepts understanding were analyzed by using right tailed t-test. The results of hypothesis testing showed that the level of student’s understanding on mathematical concepts who were taught using Cooperative Learning Model combined with Team Quiz Method is better than the one who were taught using conventional learning. So, it can be concluded that the Cooperative Learning Model with Team Quiz Method had a positive influence on student’s mathematical concepts understanding.keyword : Cooperative Learning Model, Team Quiz Method, student’s mathematical concepts understanding
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG GEOMETRI KELAS VII A1 SMP NEGERI 6 SINGARAJA MELALUI PENDEKATAN INVESTIGASI ., I Putu Cahaya Adhi Putra; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa, 2) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, dan 3) mengetahui tanggapan siswa melalui penerapan pendekatan investigasi dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A1 SMP Negeri 6 Singaraja Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Prestasi belajar matematika siswa diukur dengan tes uraian, aktivitas belajar matematika siswa diamati dengan lembar observasi aktivitas belajar dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan pada akhir penelitian, 1) rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa meningkat dari 41,04 pada siklus I dengan kategori kurang aktif menjadi 52,94 pada siklus II dengan kategori cukup aktif dan meningkat kembali pada siklus III sebesar 63,52 dengan kategori aktif. 2) rata-rata skor prestasi belajar siswa meningkat dari 65 pada siklus I dengan kategori tidak tuntas menjadi 73,17 pada siklus II dengan kategori tuntas dan meningkat kembali menjadi 82,33 pada siklus III dengan kategori tuntas. 3) rata-rata skor tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan investigasi yaitu pada kategori positif dengan rata-rata 56,63 Kata Kunci : Kata-kata kunci: pendekatan investigasi, aktivitas belajar matematika siswa, prestasi belajar bidang geometri siswa This study was aimed at: 1) increasing mathematics learning activities of students, 2) increasing geometry field achievements of students, and 3) finding out students’ responses by applying investigation approach in mathematics learning. This study was a classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were the seventh grade A1 students of SMP Negeri 6 Singaraja in academic year 2013/2014 which altogether consisted of 30 students. Data of students’ mathematics learning achievements were collected by essay, students’ mathematics learning activities were observed by using observation sheets, while data of students’ responses were collected by using questionnaire. The results of this research showed that 1) the average of students’ mathematics learning activities scores increased from 41.04 on the first cycle with ‘less active’ category to 52.94 on the second cycle with ‘fairly active’ category and increased again on the third cycle to 63.52 with ‘active’ category, 2) the average of students’ learning achievement scores increased from 65 on the first cycle with ‘not complete’ category to 73.17 on the second cycle with ‘complete’ category and increased again to 82.33 on the third cycle with ‘complete’ category, and 3) the average score of students’ responses toward the implementation of investigation approach was 56.63 which was in positive category. keyword : investigation approachment, students mathematical study activity, students’ geometry field achievement
PENGARUH STRATEGI NHT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII ., Kadek Dwi Septia Angga Suari; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Matematika (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestatsi belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah 12 kelas, 4 kelas dijadikan sebagai sampel penelitian. Jumlah total sampel adalah 92 siswa. Kelas VIIA dan VIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIE dan VIIF sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan strategi NHT dan kelompok kontrol dibelajarkan dengan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah Posttest only control group design dengan treatment by level. Instrumen yang digunakan mengukur motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi, sedangkan instrumen mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah tes prestasi belajar matematika. Penganalisisan data menggunakan Anova dua jalur dan pengujian tindak lanjut (post hoc testing). Hasil dari penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: a) ada pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar matematika siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT dan konvensional dimana skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT lebih tinggi daripada skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional, b) terdapat interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika siswa, c) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi konvensional, d) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : strategi NHT, motivasi berprestasi, prestasi belajar matematika siswa This study was aimed at investigating the effect of teaching strategy (NHT and conventional) and achievement motivation on students’ math achievement. The subjects were seventh year student of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015. The population was 12 classes which 4 classes were taken as the sample of the study. The total number of sample was 92 students. The VIIA and VIID class were assigned as the experimental group and VIIE and VIIF class as the control group. The experimental group was taught by using NHT strategy and the control group by using conventional strategy. The research design was post test only control group design. Analysis data used two way Anova and then continued by post hoc testing using Tukey test. The findings of the study were: a) there was significant difference in math achievement between the students who were taught by using NHT strategy and conventional strategy, where the mean score of students taught by using NHT strategy was higher than the mean score of students’ math achievement for students taught by using conventional strategy, b) there was interaction between of teaching strategy (NHT and conventional) and the achievement motivation on students’ math achievement, c) there was a significant difference in math achievement between the students with high achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy, d) there was a significant difference in math achievement between the students with low achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy. keyword : NHT strategy, achievement motivation, students’ math achievement
PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING MODEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI ., Ni Kadek Ari Dama Yanti; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika (level 3) siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja dan mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap penerapan Collaborative Learning Model. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 30 orang siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data kemampuan literasi matematika (level 3) siswa diukur dengan menggunakan tes literasi matematika (level 3) berbentuk soal uraian dan data tanggapan siswa diukur dengan angket tanggapan siswa. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan kemampuan literasi matematika (level 3) siswa mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu dengan persentase ketuntasan 0% menjadi 60% sesudah tindakan pada akhir siklus III. Tanggapan siswa terhadap penerapan Collaborative Learning Model dalam pembelajaran matematika tergolong sangat positif yaitu sebesar 51,4 dari skor maksimal 60. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Collaborative Learning Model dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja.Kata Kunci : Collaborative Learning Model, Literasi Matematika, Tanggapan. This research aimed to improve mathematical literacy (level 3) ability of students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja, and to know students’ response of Collaborative Learning Model application. This research design was classroom action research which is involving 30 students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja as the subjects. This research was implemented in three cycles, each cycle consisting of planning, action, observation and evaluation, as well as reflections phase. Mathematical literacy (level 3) ability was measured by using mathematical literacy (level 3) description test and student response data was measured by using student responses questionnaires. The collected data then analyzed descriptively. The results of this research show that the completeness percentage of mathematical literacy (level 3) ability has increased from before the action that completeness percentage was about 0% to 60% after the action in the end of the third cycle. Students’ response of Collaborative Learning Model application in mathematics belong to very positive category in the amount of 51,4 from maximum score was about 60. Based on these results it can be concluded that the Collaborative Learning Model application can improve mathematical literacy ability of students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja.keyword : Collaborative Learning Model, Mathematical Literacy, Response.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMODELKAN MATEMATIKA PROGRAM LINEAR Mubarokah, Imro'atul; Nusantara, Toto; Sa'dijah, Cholis; Susanto, Hery
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.24716

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam memodelkan matematika program linear berdasarkan prosedur Newman. Pada Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam memodelkan matematika. Berdasarkan proses dan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: 1) Tidak ada satupun siswa yang benar dalam  membaca soal yang diberikan, diantaranya yaitu dalam menentukan variabel, 2) Kesalahan siswa dalam memahami apa yang dimaksud pada soal yang diberikan ada 4 orang subyek penelitian, 3) Kesalahan siswa dalam mentransformasi soal cerita, yaitu mengubah soal cerita ke dalam kalimat matematika ada 4 orang subyek penelitian yang belum dapat memodelkan matematika dengan benar, 4) Kesalahan siswa dalam keterampilan proses, yaitu mengolah model matematika yang telah ditentukan untuk mencari penyelesaian ada 3 orang subyek penelitian, dan 5) Kesalahan penulisan jawaban, yaitu menyimpulkan jawaban yang diminta juga tidak ada satupun siswa yang benar. Kata Kunci : Kesalahan Siswa; Memodelkan Matematika; Program Linear

Filter by Year

2014 2025