cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Made Dwi Savitri; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI JURUSAN AKOMODASI PERHOTELAN SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., I Putu Supartika; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran AIR berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 146 orang yang didistribusikan ke dalam 4 kelas. Semua populasi diambil sebagai sampel penelitian. Desain penelitian yang digunakan yaitu post test only control group design versi faktorial 2x2. Data skor hasil belajar matematika siswa diperoleh melalui tes hasil belajar matematika. Analisis data menggunakan uji ANAVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa; pertama, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran AIR dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; kedua, terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konstruktivis dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan LKS konvensional; dan ketiga, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis LKS terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran AIR, LKS, hasil belajar matematika This study aims to determine the influence of AIR learning model aided by worksheet towards mathematics learning outcomes. The population in this study is the eleventh grade students Hotel Accomodation Programs of SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016, whict consist of 146 students were distributed into 4 classes. All populations are taken as samples. The study used post test only control group design version factorial 2x2. Data score students mathematics learning outcomes obtained through the learning test results. Analysis of data using ANOVA two paths with significance level of 5%. The results of hypothesis test indicate; first, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who learn using AIR learning model with a group of students who learn using conventional teaching; second, there are differences in mathematics learning outcomes between groups of students who using constructivist worksheet with a group of students who learn using conventional worksheet; and third, there is an effect of interaction between learning model and type of worksheets towards mathematics learning outcomes.keyword : AIR learning model, worksheet, mathematic learning outcomes
PENGARUH BENTUK ASESMEN FORMATIF TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Made Dewi Septiantari; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pengetahuan Metakognitif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif kinerja lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan memberi asesmen formatif bentuk tes uraian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasi penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitiannya ditentukan menggunakan random sampling, dipilih dua kelas kontrol dan dua kelas eksperimen. Pengetahuan metakognitif siswa diukur dengan kuisioner pengetahuan metakognitif. Desain eksperimen yang digunakan adalah post test only control group design. Uji hipotesis menggunakan uji t satu ekor dan sebelumnya dilakuan uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Metakognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif kinerja lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk tes uraianKata Kunci : Bentuk Asesmen Formatif, Pengetahuan Metakognitif Matematika This study was aimed to know wheather student metacognitive knowledge that follow the performance formative assessment was higher than who followed essay test form formative assessment. The research used experimental research with the research subject was the eighth grade students of SMP N 2 Singaraja in academic year 2013/2014. The research sample used random sampling which choosing two control classes and two experiment classes. Student metacognitive knowledge was measured by metacognitive questionnaire. The experiment design that used was post test only. The hypothesis tests using t test, before that firstly it should be done a prerequisite test is homogeneity and normality test. The results showed that the Metacognitive Knowledge among students who take the performance formative assessment was higher than the student in learning with essay test form formative assessment. keyword : Form Formative Assessment, Mathematics Metacognitive Knowledge
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NOVICK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Ni Putu Lisa Sadwi Prawerti; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.10527

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan post-test only control group. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Novick lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Adapun populasi dari penelitan ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Total populasi adalah 423 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Setelah diperoleh 4 kelas sebagai sampel penelitian, kemudian dilakukan proses matching dengan menggunakan nilai ulangan tengah semester matematika siswa pada semester genap kemudian diperoleh kelompok yang setara. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t tersebut, diperoleh thitung = 2,579, sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 80 adalah 1,664. Ini berarti thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Novick lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran Novick, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This is a quasi experimental research which used post test only control group design. This research is aimed to know whether the understanding of mathematical concept of the students who learned with Novick learning model higher than the students who learned with conventional learning. The population of this research were all students of 8th grade in SMP Negeri 6 Singaraja on the academic year 2015/2016. The total of population were 423 people. The sample was choosed by random sampling technique. After obtained four classes as the samples, then matching process was performed with using the score of mathematical middle test of student on even semester, then it was obtained groups which are equivalent in term of score. The data of mathematical concept understanding were collected by mathematical concept understanding test. The data of mathematical concept understanding were analyzed by using t-test one tail on significance standard 5%. Based on the t-test calculation, the research result showed that tcount value was 2,579 and ttable was 1,664 on significance standard 5% and dk = 80. This means that tcount > ttable, so that H0 is rejected and Ha is accepted. So, it can be concluded that understanding of mathematical concept of the students who learned with Novick learning model is higher than the students who learned with conventional learning.keyword : Novick learning model, conventional learning, understanding of mathematical concept.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA SMP ., Made Dwi Aryani; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Predict-Observe-Explain (POE) dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 341 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil tes kemampuan berpikir kritis matematika diuji normalitas dan homogenitasnya kemudian dianalisis menggunakan Uji-t dua jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pembelajaran matematika menggunakan model Predict-Observe-Explain (POE) dengan pembelajaran matematika menggunakan model konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Lebih lanjut, diperoleh bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) menghasilkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematika yang tidak sama dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE), kemampuan berpikir kritis matematika This research is aimed to know the effect of Predict-Observe-Explain (POE) model in the learning of mathematics to mathematics student's critical thinking ability. The research design used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The population in this research was all seventh grade students of SMP Negeri 2 Abiansemal in the academic year 2013/2014, as many as 341 people. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The result of critical thinking ability test were tested by two kind of testing first, namely testing for normal distribution and testing for homogeneity of variance then analyzed by using two-tailed t-test. The result of hypothesis testing showed that there was significant difference in the student’s critical thinking ability who were taught by using Predict-Observe-Explain (POE) model technique and students who are taught by using conventional model teaching technique. Furthermore, it was found that the mean score of experimental group was different with mean score of the control group. It can be concluded that Predict-Observe-Explain (POE) model technique is influential upon student’s critical thinking ability in mathematics.keyword : Predict-Observe-Explain (POE) learning model, student's critical thinking skill in mathematics
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Desak Made Pindari Dwi Putra; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dan menggunakan Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VII Non Unggulan SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII 8 dan VII 9 yang berjumlah 75 orang yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes objektif dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 6,280 > ttabel = 1,992. Akibatnya Ho harus ditolak. Hal ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih besar dari rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh temuan lapangan bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, lebih termotivasi, dan bersemangat dalam belajar matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Prestasi belajar matematika This study aimed at finding out whether the mathematical learning achievement of students who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. This study was a quasi experiment and using a Post Test Only Control Group Design. The population of this research was the regular class of grade 7 of SMP N 2 in Singaraja. The selected sample was the class VII 8 and VII 9, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical learning achievement test, which was gathered by objectif test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 6,280 is greater than ttable = 1,992. It implied that the null hypothesis must be rejected. It can be concluded means that the mathematical learning achievement of students who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. It furthermore it is shown that the average score of the students’ mathematical learning achievement who joined with blended learning based on whiteboard animation video is better than those who joined with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who joined with blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, more motivated and more enthusiastic in learning mathematics than those who joined with conventional learning.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Mathematical learning achievement
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN TES FORMATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Luh Ita Darmayanti; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah serta untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi yang bagaimanakah dapat memberikan hasil belajar matematika terbaik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster sampling. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Pada penelitian ini, hasil belajar matematika siswa yang diteliti yaitu pada ranah kognitif yang meliputi tingkatan pengetahuan, penalaran dan penerapan. Data hasil belajar matematika siswa diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar matematika yaitu berupa tes uraian. Skor tes hasil belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji ANAVA satu jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi, sedang dan rendah. Kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan uji Scheffe ̀. Hasil uji Scheffe ̀ menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi lebih tinggi daripada frekuensi sedang dan hasil belajar matematika siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi sedang lebih tinggi daripada frekuensi rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa frekuensi pemberian tes formatif memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa dan hasil belajar matematika siswa yang paling baik adalah kelompok siswa yang diberikan tes formatif dengan frekuensi tinggi.Kata Kunci : Frekuensi, Hasil Belajar Matematika, Tes Formatif This research is aimed to know whether there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low and to know the result of students' mathematics learning outcomes given formative tests with how frequencies can provide the best mathematics learning outcomes. The population in this research was eight grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in academic year 2014/2015. Sampling was done by cluster sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group Design. In this research, students' mathematics learning outcomes studied were in the cognitive domain that includes the level of knowledge, reasoning and application. The data of mathematics student learning outcomes obtained using math achievement test, formed of essay test given at last. Math achievement test scores of students were analyzed using ANOVA one lane. Hypothesis testing results show that there are differences in mathematics learning outcomes between the groups of students given formative tests with high frequency, medium and low. Then proceed with further test is to test Scheffe ANOVA. Scheffe test results showed that the students' mathematics learning outcomes given formative tests with high frequency higher than the frequency with medium frequency and mathematics student learning outcomes given formative test with medium frequency was higher than the low frequency. Thus, it can be concluded that the frequency of formative tests positive impact on learning outcomes of students' mathematics and the best mathematics student learning outcomes was a group of student given formative tests with high frequency.keyword : Frequency, Formative Test , Mathematics Learning Outcomes
PENGARUH PEMBERIAN UMPAN BALIK DARI TEMAN SEJAWAT TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 KERAMBITAN ., Ni Komang Wira Andriati; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari guru. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kerambitan tahun ajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang berjumlah 40 siswa. Data aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa diperoleh dari pengamatan setiap pertemuan dengan lembar observasi dan tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari guru(F=71,384 dan Sig.=0,000
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 MELAYA ., Ni Komang Tri Puspayanti; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Melaya. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan populasi menggunakan uji ANAVA satu jalur. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan tes berbentuk essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 21,564 dan Sig. = 0,000 < ρ = 0,05); kedua, terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 13,801 dan Sig. = 0,000 < ρ = 0,05); ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 39,026 dan Sig. = 0,000 < ρ = 0,05). Dengan demikian model pembelajaran ARIAS berpengaruh positif terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran ARIAS, motivasi belajar, prestasi belajar matematika This research is aimed to investigate the influence of ARIAS learning model towards motivation and achievement in learning mathematics. This study is a quasi-experimental research with post-test only control group as its design. The population of this study was seventh grade students of SMP Negeri 5 Melaya. The sample of this study was chosen by using random sampling technique after implemented the equality of population was done by using ANOVA. The data of students’ motivation were collected by using questionnaire meanwhile, the data of students’ mathematic achievement were collected by using students’ mathematic learning achievement test in the form of essay. The collected data were analyzed by using MANOVA formula. The result of data analysis showed that: First, there were differences of students’ motivation and students’ mathematic achievement between those were taught by using ARIAS teaching technique and those who were taught by using conventional teaching technique (F = 21,564 and Sig. = 0,000 < ρ = 0,05); Second, there were differences of students’ motivation between those were taught by using ARIAS teaching technique and those who were taught by using conventional teaching technique (F = 13,801 and Sig. = 0,000 < ρ = 0,05); third, there was the difference of students’ mathematic achievement between those were taught by using ARIAS teaching technique and those who were taught by using conventional teaching technique (F = 39,026 and Sig. = 0,000 < ρ = 0,05). It means that ARIAS teaching technique gives positive effect to improve students’ motivation and students’ mathematic achievement.keyword : ARIAS teaching technique, students’ motivation in learning, students’ mathematic achievement
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIBELAJARKAN JENIS MASALAH MATEMATIKA TERBUKA DAN TERTUTUP ., I Putu Darma Putra; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diberikan jenis masalah matematika terbuka dan siswa yang diberikan jenis masalah matematika tertutup pada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah desain berimbang (counterbalanced Design), yaitu pada setengah masa eksperimen dilakukan pertukaran perlakuan. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 81 orang yang dibagi menjadi 3 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling terhadap kelas yang ada. Tahap pertama kelas VA diberikan masalah matematika terbuka dan kelas VC diberikan masalah matematika tertutup. Tahap kedua kelas VC diberikan masalah matematika terbuka dan kelas VA diberikan masalah matematika tertutup. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan pos tes berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada akhir dari tahap pertama dan tahap kedua. Analisis data menggunakan uji-t dua ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diberikan jenis masalah matematika terbuka dengan siswa yang diberikan jenis masalah matematika tertutup pada pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Kata Kunci : prestasi belajar, jenis masalah matematika dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. This study was aimed at finding out whether there was difference in mathematics learning achievement among the students who were taught by giving opened mathematical problems and closed mathematical problems in cooperative learning model using STAD. This study was quasi-experimental research. This research used is counterbalanced design. The population was the fifth grade students of SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja in the academic year 2013/2014, which altogether consist of 81 students. The process of selecting the sample was done by implementing random sampling technique and VA class was chosen as the first experiment group while VC class as the first control group. The data of students’ learning achievement were collected by using multiple choice tests, and they were analyzed by using two ways t-test with the significance degree 0.05. The result of the research showed that there was difference in learning achievement among the students who were taught by giving opened mathematical problems and closed mathematical problems in cooperative learning model using STAD.keyword : learning achievement, mathematical problems type, cooperative learning model using STAD

Filter by Year

2014 2025