cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Masalah Ekonomi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja ., Ni Luh Sudiartini; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 yaitu sebanyak 128 siswa. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5% dan dk 83. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi adalah 72 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 64. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,79 dan ttabel = 1,66. Jika dibandingkan nilai thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi masalah ekonomi berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X Keuangan/Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Berorientasi Masalah Ekonomi, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study is aimed at determining whether the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than the problem solving ability of students who learned using conventional learning. This research is a quasi-experiment research which used a post-test only control group design. The population of this study was all students of Class X Finance / Accounting in SMK Negeri 1 Singaraja in the academic year 2015/2016, for about 128 students. The sampling technique used was random sampling technique to determine the sample. Data of mathematics problem solving ability of students obtained through problem solving ability test given at the end of the study. The data were analyzed using one-tailed t-test with a significance level of 5% and dk 83. The post-test results showed that the average score of mathematical problem solving ability of students that learned with problem based learning with economic problem-oriented is 72 while the average score mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning is 64. From the analysis of the data, obtained tcount = 2.79 and ttable = 1.66. When compared t count > t table so H0 is rejected. Means that the mathematical problem solving ability of students who learned using problem-based learning with economic problem oriented model were better than in the problem solving ability of students which is learned by using conventional learning. Therefore, it can be concluded that the model of problem-based learning with economic problem-oriented positively affects the ability of mathematical problem solving class X Finance / Accounting SMK Negeri 1 Singaraja.keyword : Problem Based Learning model, Economic Problem Oriented, Mathematical Problem Solving Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAINSTORMING TERHADAP PARTISIPASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Dian Rahayu Zelly Yuniati; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan partisipasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brainstorming dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, akan diselidiki siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran mana yang memiliki partisipasi dan prestasi belajar matematika yang paling baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2012/2013, yaitu sebanyak 235 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil lembar observasi partisipasi dan tes prestasi belajar matematika dianalisis menggunakan Uji-t dan MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan partisipasi dan prestasi belajar matematika pada kedua kelas sampel. Lebih lanjut, diperoleh bahwa: (1) partisipasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brainstorming lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (2) prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brainstorming lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) partisipasi dan prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Brainstorming mempunyai perbedaan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Brainstorming berpengaruh positif terhadap partisipasi dan prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : MODEL PEMBELAJARAN BRAINSTORMING, PARTISIPASI, PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA This research is aims at to know whether there is any difference of participation and learning achievement between students who learned with brainstorming learning model and students who learned with conventional learning model. Furthermore, which one have better the participation and achievement in mathematics between the two groups. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The population in this research were all regular eighth grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in academic year 2012/2013, as many as 235 student. Sample was choosen using random sampling technique. Data resulting from participation observation sheet and math achievement tests were analyzed using t-tests and MANOVA. The results of hypothesis testing showed that there are differences in participation and achievement in math learning. Furthermore : (1) the participation of the students with Brainstorming learning model better than students who learned with the conventional model (2) learning achievement of students with Brainstorming learning model better than students who learned with the model conventional learning, and (3) participation and learning achievement of students who learned with the learning model has different Brainstorm with students who learned with conventional learning models. It can be concluded that the Brainstorming learning model gives positive effect on the participation and achievement of students learning mathematics.keyword : Brainstorming learning model, participation, learning achievement mathematics
THE EFFECT OF MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) LEARNING MODEL TOWARD STUDENT'S MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY ., Ni Wayan Sanjiwani Utami; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP dibandingkan dengan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design, dimana jenis penelitian ini adalah penelitian semu (quasi experiment) dengan variabel-variabel lain dianggap memiliki pengaruh yang sama pada penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X MS SMAN 1 Ubud Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 214 orang siswa yang tersebar ke dalam lima kelas yang setara secara akademik. Dari lima kelas yang ada diambil dua kelas yang akan digunakan sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik random sampling, dimana salah satu kelas tersebut akan menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan koneksi matematis siswa di uji menggunakan t-test. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 4,131 dan nilai ttabel = 1,984. Apabila dibandingkan, nilai thitung lebih dari nilai ttabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran MMP lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran MMP, Model Konvensional, Kemampuan Koneksi Matematis. This study aimed to find out the effect of Missouri Mathematics Project (MMP) learning model toward Mathematical connection ability of students. The students’ Mathematical connection ability who were taught by using MMP learning model was compared with the students’ Mathematical connection ability who were taught by using conventional learning model. In order to reach the purpose of study, the Posttest-Only Control Group Design was implemented. The design of this study was quasi experiment where others variables were assumed have the same effect in this study. The population was the tenth grade mathematics and science students of SMAN 1 Ubud in the academic year 2013/2014, which entirely consist of 214 students and distributed into five equivalent classes. From these five classes only two classes would be selected to be samples of this study by using random sampling technique, in which one class became an experimental group and the other class became a control group. The instruments used in collecting the data of mathematical connection ability were post-test and these were analysed by using one tail t-test. According to the result of data analysed show that tobserved = 4,131 and ttable = 1,984. It concluded that, tobserved is greater than ttable. It means that the mathematical connection ability of students who were taught by using MMP learning model is better than those who were taught by using conventional model.keyword : Missouri Mathematics Project (MMP) Learning Model, Conventional Model, Mathematical Connection Ability.
STUDI EVALUATIF KESIAPAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI DI KOTA SINGARAJA ., I Putu Andre Pradnya; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesiapan sekolah di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam menerapkan kurikulum 2013 mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang mana pengambilan subjek penelitian dilakukan secara snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Singaraja dan SMP Negeri 3 Singaraja seperti berikut. (1) Kesiapan perencanaan pembelajaran dalam kategori siap, (2) kesiapan pelaksanaan pembelajaran dalam kategori siap, (3) kesiapan penilaian pembelajaran dalam kategori siap, (4) kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran dalam kategori siap. Dengan demikian kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam kategori siap. Walaupun dari segi kesiapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian maupun sarana dan prasarana dalam kategori siap, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, yaitu: pelatihan yang diikuti guru-guru perlu dilakukan beberapa kali, penggunaan dan sarana ICT perlu ditingkatkan, kapasitas siswa dalam satu kelas perlu dikurangi, serta banyaknya ruang kelas perlu disesuaikan dengan rombongan belajar.Kata Kunci : kurikulum 2013, kesiapan perencanaan, kesiapan pelaksanaan, kesiapan evaluasi, kesiapan sarana dan prasarana This study was aimed at describing readiness level of public junior high school in Singaraja to apply curriculum 2013 on mathematics. This study was a qualitative research, which is the subjects were conducted by snowball sampling. Data were collected by using questionnaire, interview, documentation, and observation.The data were analyzed by using quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The results of this research showed that the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in SMP Negeri 2 Singaraja and SMP Negeri 3 Singaraja were as follows: (1) the readiness of learning plan was in ready category, (2) the readiness of learning implementation was in ready category, (3) the readiness of learning assessment was in ready category, (4) the readiness of tools and infrastructure was in ready category. Thus the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in Junior High School in the city of Singaraja was in ready category. Eventhough the readiness of learning plan, learning implementation, learning assessment, and tools and infrastructure aspect were in ready category, there were several aspects which needed to be enhanced, they were: teacher training needed to be implemented several times, the use of ICT tools needed to be enhanced, the number of students in each class needed to be bounded, and the number of classroom needed to compatible with study groups.keyword : curriculum2013, planning readiness, implementation readiness, evaluation readiness, tools and infrastructure readiness
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., I Made Hermawan Surya Putra; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah blended learning berbasis whiteboard animation video berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 6 kelas. Sampel dari penelitian ini dipilih menggunakan sampel rumpun secara random. Dari 6 kelas yang ada, dipilih kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Data prestasi belajar matematika diukur menggunakan tes objektif, dan dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan . Hal ini mengakibatkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa blended learning berbasis whiteboard animation video berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kesimpulan ini didukung dengan temuan bahwa siswa lebih aktif untuk menyelesaikan masalah matematika yang diberikan, dan lebih berani untuk mengkomunikasikan pendapat maupun pertanyaan.Kata Kunci : blended learning, whiteboard animation video, inovasi pembelajaran, prestasi belajar matematika. The objective of this research was to determine whether the blended learning based on whiteboard animation video positively affect the students’ mathematical achievement. The design of this research was Post-test Only Control Group Design. The population of this research were students from XI MIA class of SMA Negeri 4 Singaraja academic year 2014/2015, consisting of 6 classes. The sample was chosen using cluster random sampling technique. From 6 classes, they were chosen XI MIA 1 as an experiment class and XI MIA 2 as a control class. The mathematical achievement data were measured by objective test, and analyzed by one tail independent t-test with 5% significant level. The hypothesis testing result showed that . This implies H0 is rejected and Ha is accepted. By this result, it can be concluded that blended learning based on whiteboard animation video positively affect the students’ mathematical achievement. This conclusion is supported by empirical facts that students became more active to solve problems, and became braver to communicate their thought or question.keyword : blended learning, white board animation video, learning innovation, mathematical achievement.
KONTRIBUSI GAYA BERPIKIR DAN TASK COMMITMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 2 SAWAN ., Ni Komang Welly Pusparini Karn; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5938

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kontribusi gaya berpikir terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan, (2) kontribusi task commitment terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan, dan (3) kontribusi gaya berpikir dan task commitment terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dan expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan yang berjumlah 329 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah propotional random sampling dengan ukuran sampel minimal 178 orang. Data dikumpulkan dengan tes essay, angket, dan tes objektif. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kontribusi gaya berpikir terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan yaitu sebesar 34.9%. Hal ini bermakna bahwa variansi data prestasi belajar matematika 34.9% dapat dijelaskan oleh variabel gaya berpikir; (2) kontribusi task commitment terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan yaitu sebesar 20.7%. Hal ini bermakna bahwa variansi data prestasi belajar matematika 20.7% dapat dijelaskan oleh variabel task commitment; (3) kontribusi gaya berpikir dan task commitment terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Sawan, yaitu sebesar 44.5%. Hal ini bermakna bahwa variansi data prestasi belajar matematika 44.5% dapat dijelaskan oleh variabel gaya berpikir dan task commitment.Kata Kunci : Gaya Berpikir, Task Commitment, dan Prestasi Belajar Matematika Goal of this research are to know (1) the contribution of the thinking style to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan, (2) the contribution of task commitment to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan, and (3) the contribution of the thinking style and task commitment to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan and the total is 329 students. This research was a correlational and ex post facto research with quantitative approach. The population in this research were students in grade VIII of SMP N 2 Sawan. the sampling technique used was proportional random sampling with minimal sample size is 178 students. The data collected by the essay tests, questionnaires, and multiple choice tests. Hypotheses were tested using correlation and regression analysis test.The result show that (1) the contribution of the thinking style to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan is 34.9%. It Means that achievement data variance of 34.9% can be explained by variable of the thinking style ; (2) the contribution of the task commitment to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan is 20.7%. It Means that achievement data variance of 20.7% can be explained by variable of the task commitment; and (3) the contribution of the thinking style and task commitment to the mathematics achievement of grade VIII students in SMP N 2 Sawan is 44.5%. It Means that achievement data variance of 44.5% can be explained by variable of the thinking style and the task commitment.keyword : The Thinking style, Task Commitment, Mathematics Achievement
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KO0PERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 12 SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Nyoman Tri Purnami; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja melalui model pembelajaran kooperatif dengan metode team quiz. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 38 orang siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data keaktifan belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan belajar dan peningkatan rata-rata kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika serta ketuntasan belajar dari refleksi awal sampai siklus III. Peningkatan keaktifan belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 13,37 dan siklus II ke siklus III sebesar 11,63 dengan katagori baik (skor aktivitas: 70,14). Peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan ketuntasan belajar siswa dari tes awal ke siklus I sebesar 13,62 dan 26,32, siklus I ke siklus II sebesar 6,25 dan 23,68, dan siklus II ke siklus III sebesar 15,79 dan 3,36 dengan terpenuhi KKM dan ketentusan belajar yang diharapkan.Kata Kunci : model kooperatif, metode team quiz, keaktifan belajar, kemampuan pemecahan masalah matematika This research aimed at improving the active learning and problem solving skills of students of grade VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja trough cooperative learning model with team quiz method. The subjects of this study were 38 students at class VIII 12 of SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. This research was conducted in three cycle in which each of the cycle contain of preparation stage, implementation, observation, evaluation, and reflection. The data of students active learning was collected by using observation sheet and the data of students problem solving in mathematic lesson was collected by using subjective questions about problem solving in mathematic lesson. The data which already collected were analyzed descriptively. The result of this study showed that there are some improvement in students active learning and their ability in problem solving in mathematic lesson, as well as the completeness of the study from the reflection until third cycle. The improvement of students active learning from cycle I to cycle II was 13.37 and from cycle II to cycle III was 11.63 with good category (active score : 70.14). The improvement of problem solving in mathematic lesson and the completeness of the study from the beginning test to cycle I was 13.62 and 26.32, from cycle I to cycle II was 6.25 and 23.68, from cycle II to cycle III was 15.79 and 3.36 which passed the minimum criteria of completeness of the study.keyword : cooperative learning, team quiz method, students’ active learning, the ability of problem solving in mathematic lesson
PENGARUH STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Putu Yulia Prawestri; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi active knowledge sharing terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII non unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B5 sebagai kelas eksperimen dan VII B6 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,2762 lebih besar dari nilai〖 t〗_tabel=2,0032, sehingga H_0 ditolak. Sehingga kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan pembelajaran dengan strategi active knowledge sharing memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, strategi active knowledge sharing, pembelajaran konvensional. This objective of this research is to investigate the effect of active knowledge sharing strategy to students’ mathematical communication ability. The population were students seventh unseeded grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year of 2015/2016. Sampling was done by cluster random sampling technique. The samples were students in VII B5 grade students as the experimental group and seventh B6 grade students as the control group. The research design used in this research is Post Test Only Control Group Design. Data of students’ mathematical communication ability were collected by using students’ mathematical communication ability test. This data were analyzed by using a one-tailed t-test with 5% level of significant. This research result show that t_calculate=3,2762 greater than 〖 t〗_table=2,0032, so that H_0 is diclined. So that students mathematical communication ability who studied using active knowledge sharing strategy was higher than those who studied using conventional learning. Thus active knowledge sharing strategy gives positive contribution toward the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, active knowledge sharing strategy, conventional learning
Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa ., I Gusti Bagus Gending; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2585

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi kearifan lokal. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 31 orang siswa kelas V A SD Negeri 1 Banjar Jawa pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Data motivasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket dan data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu 61,90 (kategori cukup) menjadi 80,32 (kategori tinggi) pada akhir tindakan siklus III. Rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa, mengalami peningkatan dari siklus I yaitu 57,85 (kategori belum tuntas) menjadi 70,19 (kategori tuntas) pada siklus II, kemudian meningkat menjadi 81,63 (kategori tuntas) pada siklus III.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, kearifan lokal, motivasi, prestasi. This classroom action research aimed at improvement the motivation and achievement of students mathematics learning at class V A SD Negeri 1 Banjar Jawa applied problem solving learning model oriented local genius . This research which involved subjects as many as 31 students at class of V A SD Negeri 1 Banjar Jawa at the first semester of 2013/2014 academic year. This study is carried out in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and evaluation, and reflection. The motivation of students mathematics learning data was collected by using the motivation questionnaire and the achievement of students mathematics learning data was collected by using the test description. Then, the motivation and achievement data were descriptively analyzed. The results showed that the motivation of students mathematics learning average scores improved from the score of 61,90 (enough category) in before action to the score of 80,32 (high category) in the end of action third cycle. The achievement of students mathematics learning average scores improved in the score of 57,85 (not-completed-yet category) in first cycle to the score of 70,19 (completed category) in second cycle, then improved in the score of 81,63 (completed category) in third cycle. keyword : problem solving learning model, local genius, motivation, achievement.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROCESS ORIENTEDGUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 DENPASAR ., Ni Made Erlinta Devi; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8394

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model kovensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian semu dengan desain Post-test Only Group Control Design. Populasi dari penelitan ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 6 kelas. Dari 6 kelas diuji kesetaraannya dengan menggunakan nilai ulangan tengah semester matematika dengan menggunakan uji- F satu jalur. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 4 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) adalah 75,51, sedangkan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 60,92. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung=4,94 dan t_tabel=1,6639. Jadi nilai t_hitung>t_tabel, sehingga H_0 ditolak. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model process oriented guided inquiry learning (POGIL) lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : model process oriented guided inquiry learning, pembelajaran konvensional, berpikir kritis This study aimed at investigating whether the critical thinking ability of students who were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is better than critical thinking ability of students who were taught by conventional model. This study was quasi experimental reseacrh with Post-test Only Group Control Design. The population of this study was students of XI Science Class of SMA Negeri 8 Denpasar in academic year 2015/2016 that divided into 6 classes. The equality of 6 classes is tested by testing the mathematic middle test result by using one way F Test. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI IPA 1 and XI IPA 4 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ critical thinking ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of post-test showed that the mean value of students’ critical thinking ability that were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is 75,51, while the mean value of students’ critical thinking ability that were taught by conventional model is 60,92. From the data analyzed, if was obtained that t_score=4,94and t_table=1,6639. Then, t_score>t_table so that H_0 was rejected. Therefore, we can conclude that crtical thinking ability of students who were taught by process oriented guided inquiry learning (POGIL) model is better than critical thinking ability of students who were taught by conventional model. keyword : process oriented guided inquiry learning, convensional method,critical thinking

Filter by Year

2014 2025