cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENERAPAN MODEL SELF DIRECTED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA I Komang Karisma Aditya .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, 2) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah, dan 3) mengetahui tanggapan siswa melalui penerapan model self directed learning dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 10 SMP Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 41 orang. Kemampuan pemecahan masalah siswa diukur dengan tes esai, proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah diamati dengan lembar observasi dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan 1) Pada akhir penelitian, rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikategorikan tinggi dengan rata-rata 68,41. 2) rata-rata skor proses pemecahan masalah matematika siswa yaitu 30,75 yang tergolong baik. 3) rata-rata tanggapan siswa terhadap pembelajaran matematika yang menggunakan model pembelajaran Self Directed Learning yaitu pada kategori positif dengan rata-rata 56,63 Kata Kunci : model pembelajaran self directed learning, kemampuan pemecahan masalah matematika This study was aimed at: 1) increasing the student’s mathematical problem solving ability, 2) describing process of the problem solving ability enhancement, and 3) knowing the students’ responses towards the implementation of self directed learning model in mathematics. This study was a two cicles classroom action research. The subjects of this research were the 8th grade of class number 10 of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014 which altogether consisted of 41 students. Data of student’s problem solving ability were collected using essay, the process of problem solving ability enhancement was observed using observation sheet, while data of students’ responses were collected using questionnaire. The results of this research showed that 1) in the end of the research, the average of student’s mathematical problem solving ability had reached “high” category, it was shown by the average score 68.41, 2) the average score of student’s mathematical problem solving process was 30.75 which belonged to “good” category, 3) the average score of students’ responses towards the implementation of Self Directed Learning instructional model in Mathematics learning was 56.63 which belonged to “positive” category.keyword : self directed learning model, mathematical problem solving ability
PENGARUH BENTUK ASESMEN FORMATIF TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Made Dewi Septiantari .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pengetahuan Metakognitif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif kinerja lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan memberi asesmen formatif bentuk tes uraian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasi penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitiannya ditentukan menggunakan random sampling, dipilih dua kelas kontrol dan dua kelas eksperimen. Pengetahuan metakognitif siswa diukur dengan kuisioner pengetahuan metakognitif. Desain eksperimen yang digunakan adalah post test only control group design. Uji hipotesis menggunakan uji t satu ekor dan sebelumnya dilakuan uji prasyarat yaitu uji homogenitas dan normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Metakognitif antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif kinerja lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk tes uraianKata Kunci : Bentuk Asesmen Formatif, Pengetahuan Metakognitif Matematika This study was aimed to know wheather student metacognitive knowledge that follow the performance formative assessment was higher than who followed essay test form formative assessment. The research used experimental research with the research subject was the eighth grade students of SMP N 2 Singaraja in academic year 2013/2014. The research sample used random sampling which choosing two control classes and two experiment classes. Student metacognitive knowledge was measured by metacognitive questionnaire. The experiment design that used was post test only. The hypothesis tests using t test, before that firstly it should be done a prerequisite test is homogeneity and normality test. The results showed that the Metacognitive Knowledge among students who take the performance formative assessment was higher than the student in learning with essay test form formative assessment. keyword : Form Formative Assessment, Mathematics Metacognitive Knowledge
Analisis Pembelajaran Matematika di sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) B Negeri Singaraja Ni Luh Tia Rahmawati .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perencanaan pembelajaran, kualitas pelaksanaan pembelajaran, kualitas evaluasi pembelajaran, dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Negeri Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran terkategori baik dengan persentase skor perencanaan pembelajaran sebesar 87,5%, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran terkategorikan baik dengan persentase skor pelaksanaan pembelajaran sebesar 82,14%, kemampuan guru mengevaluasi pembelajaran terkategorikan cukup dengan persentase skor sebesar 75%, dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika yaitu belum tersedianya buku pelajaran khusus untuk SLB B, kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa, belum adanya pengawas khusus SLB, kurangnya ketersediaan media pembelajaranKata Kunci : SDLB B, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran The aim of this qualitative research are to thoroughly observe the qualities of lesson plans, implementations, evaluations and obstacles faced in the mathematics classroom of SDLB B N Singaraja. Purposive sampling was used to select the needed samples of the research. The data were gathered through observation, interview and document analysis. The data analysis showed that the teacher’s ability in order to construct the lesson plans was good (87,5%), the implementation of the lesson plan in the learning activities was good (82,14%) and the teacher’s ability to evaluate the instructional activities was enough (75%). Furthermore, it is found that some problems encountered in mathematics teaching-learning activities in SDLB B N Singaraja were caused by the lack of textbooks, the difficulties in teacher’s-students’ communication, the absent of supervisor specializing in special learning and the lack of media for learningkeyword : SDLB B, lesson plan, learning implementation, learning evaluation
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN APRESIASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING I Made Arya Gunawan .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan apresiasi matematika serta bagaimana tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran setelah diterapkannya model pembelajaran penemuan terbimbing. Jenis penelitan yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Data dikumpulkan menggunakan metode lembar observasi, angket, dan tes. Berdasarkan analisis data yang dilakukan secara deskriptif diperoleh hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-1 meningkat dari siklus I dalam kategori rendah, siklus II dalam kategori cukup, hingga siklus III dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menekankan proses pembelajaran pada tahap memahami persoalan, mengumpulkan informasi serta tahap menyusun penemuan yang membantu siswa pada perencanaan pemecahan masalah matematika. Hasil observasi terhadap apresiasi matematika yang dilakukan diperoleh peningkatan dari siklus I dalam kategori cukup, siklus II dalam kategori cukup dan siklus III dalam kategori baik. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam kategori positif. Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, kemampuan pemecahan masalah, apresiasi matematika This research aims to determine how an increase in problem solving skills and an appreciation of mathematics and how students' responses to the implementation of learning after the implementation of guided discovery learning model. The type of research conducted is Classroom Action Research (CAR), which was implemented in three cycles. Subjects of this study were students of class VII-1 junior Undiksha Laboratory Singaraja. Data were collected using the method of observation sheets, questionnaires, and tests. Based on the data analysis that the results obtained by descriptive problem solving abilities of students of class VII-1 increased from the first cycle in the low category, the second cycle in enough categories, until the third cycle in the high category. This can be done by emphasizing the learning process at the stage of understanding the problem, gathering information and preparing stage discoveries that help students in planning mathematical problem solving. The results of the observations made math appreciation obtained an increase of the first cycle in enough categories, the category of the second cycle and third cycle enough in either category. Student responses to the application of guided discovery learning model in the positive category.keyword : model of guided discovery learning, problem solving skills, mathematical disposition
STUDY OF INTEGRATION OF SAD WARNANING RAJANITI VALUES IN MATHEMATICS LEARNING PROCESS AT ELEVENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA TO SUPPORT ANTI-CORRUPTION GOVERNANCE I Made Yoga Emma Prasetya .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi Sad Warnaning Rajaniti dalam pembelajaran matematika pada kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja dalam mendukung pemerintahan anti-korupsi. Sifat-sifat dalam Sad Warnaning Rajaniti dimodifikasi sesuai dengan nilai-nilai anti-korupsi dan pembelajaran matematika. Sehingga memperoleh indikator-indikator yang digunakan di dalam lembar observasi, angket, dan wawancara. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu berasal dari kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pengalaman peneliti, dan dikembangkan untuk memperoleh kebenaran dalam bentuk dukungan data empiris lapangan. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah guru matematika kelas XI yang terdiri dari tiga guru serta seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014. Siswa kelas XI tersebut terdiri dari kelas XI IA berjumlah 237orang siswa, kelas XI IS berjumlah 9 orang siswa, dan kelas XI IB berjumlah 6 orang siswa. Peneliti meneliti integrasi Sad Waraning Rajaniti dengan melihat pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru pengampu di kelas. Data tersebut diperoleh dengan observasi, angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan, bahwa pembelajaran matematika di kelas XI IA dan XI IS telah mengintegrasikan Sad Warnaing Rajaniti dengan baik (kategori tinggi) sedangkan pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas XI IB belum terintegrasi dengan baik (kategori sedang).Kata Kunci : Sad Warnaning Rajaniti, Pembelajaran Matematika, Pemerintahan Anti-korupsi. The purpose of this research was to know the integration process of Sad Warnaning The purpose of this research was to know the integration process of Sad Warnaning Rajaniti values in mathematics learning process at Eleventh Grade of SMAN 1 Singaraja in accordance with the anti-corruption. Characteristics of Sad Warnaning Rajaniti are modified in line with the values of anti-corruption that relevant with mathematics learning for acquiring indicators that use in observation sheets, questionnaire, and interview as instrument of the research. This research was based on qualitative research that using descriptive qualitative sourced from a theory design, idea of the experts and researcher’s comprehension based on experience. All approaches were developed to gain a truth in the form of on field’s empirical data. The subjects of research were mathematics teachers of Eleventh Grade which is consist of different teachers and students of Eleventh Grade of SMAN 1 Singaraja in the academic year 2013/2014. Students of Eleventh Grade consisted of 237 students from science class of eleventh grade, 9 students from social class of eleventh grade, and 6 students from language class of eleventh grade. Researcher was researching the integration of Sad Warnaning Rajaniti by involving in the learning process that conducted by each teacher in the class. That data are acquired by observation, questionnaire, interview, and documentation. The results of research is showed that the integration of Sad Warnaing Rajaniti in science class and social class are good (high category) whereas in language class are fair (medium category).keyword : Warnaning Rajaniti, Mathematics Learning, Anti-Corruption Public.
PENGARUH METODE PQ4R BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Kadek Wahyu Ardi Putra .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja sebanyak 139 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Dari 5 kelas diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian, satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Penyetaraan sampel dilakukan dengan menggunakan proses matching. Pada kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif, sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen adalah 17,476, sedangkan pada kelas kontrol adalah 12,714. Hasil pengujian dengan menggunakan Uji t diperoleh nilai thitung adalah 3,14068 dan nilai ttabel adalah 1,6840 sehingga thitung ≥ ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : metode PQ4R, multimedia interaktif, komunikasi matematika This research aims to determine the effect of PQ4R method asissted with interactive multimedia on the mathematical communication skills of students. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The research population was all students of grade VIII in SMP Laboratorium Undiksha Singaraja as much as 139 students. Sample were obtained by using random sampling technique. From 5 classes, 2 classes is taken as the sample, the classes as a experiment class and a control class. Sample simillarity is obtained using matching process. Experiment class applied learning with PQ4R method asissted interactive multimedia, while the control class applied conventional learning. The data of mathematical communication skills gained through essay test have valid and reliable. Furthermore, the data were analyzed with using a one tailed t-test (right tailed). Based on the analysis data obtained by the average score of students' mathematical communication on experimental class is 17.476, while the control class is 12.714. The results of this research obtained by the value of ttest is 3.14068 and the value of ttable is 1.6480, so ttest ≥ ttable. So it can be concluded that the mathematical communication skills of students whose following mathematics learning with PQ4R method asissted interactive multimedia better than mathematical communication skills of students whose following conventional learning. keyword : PQ4R method, interactive multimedia, mathematical communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Cok Istri Tirta Parhayani .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2013/2014 dengan populasi sebanyak 366 siswa yang tersebar ke dalam 9 kelas. Sebelum sampel diambil, dilakukan uji penyetaraan dengan Uji Anava Satu Jalur terhadap populasi tersebut menggunakan nilai raport. Setelah diperoleh bahwa populasi tersebut setara maka dipilih 2 kelas sebagai sampel penelitian dengan teknik random sampling. Data kemampuan koneksi matematis dikumpulkan dengan tes kemampuan koneksi matematis berupa tes uraian yang telah valid dan reliable setelah diujicobakan. Analisis data dilakukan dengan Uji-t dengan melakukan uji prasyarat berupa Uji Normalitas dengan Uji Chi-Square dan Uji Homogenitas dengan Uji-F. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik dibandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division).Kata Kunci : model pembelajaran Konseptual Interaktif, kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran kooperatif tipe STAD The purpose of this study was to know what students’ mathematical connection ability that followed interactive conceptual instruction learning model better than students’ mathematical connection ability that followed cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. This experiment is quasi experiment which use post-test only control group design experiment plan. The research was conducted at the 8th grade students of SMP Negeri 2 Sukawati in the academic year 2013/2014 with 366 population number who divided into 9 classes. Before we take the sample, similarity test was done by One Way ANAVA test to the population using report score. After known that the population was similar then chosen 2 classes as experiment sample by random sampling technique. The data of mathematical connection ability was gathered by mathematical connection ability test such as essay which has valid and reliable after trialed. Data analysis was done by T-test with by doing prerequisite test such as Normality Test by Chi-Square Test and Homogeneity Test by F-test. The result of hypothesis test show that students’ mathematical connection ability which learned by interactive conceptual instruction learning model is better than students’ mathematical connection ability which learned by cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. Therefore suggested to the mathematics teachers can implement interactive conceptual instruction learning model at class as one of the learning alternative which contextual.keyword : Interactive Conceptual Instruction learning model, mathematical connection ability, model STAD (Student Team Achievement Division) type
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS Made Ayu Rita Budiarweni .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC lebih tinggi daripada kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Data kemampuan penalaran matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan penalaran, berupa tes essay yang diberikan pada akhir penelitian. Skor test kemampuan penalaran matematis siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Formulate-Share-Listen-Create (FSLC), Kemampuan Penalaran Matematis This research is aimed to know whether there is mathematical reasoning skills of students who learned with the Cooperative Learning Model of FSLC are higher than students who learned with conventional learning. The population in this research was all of eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in the 2013/2014 academic year. The research design used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The selecting sample process was done by the cluster sampling technique. The data of mathematical reasoning skill collected by using mathematical reasoning skill test, formed of essay test that given at last. The score of mathematical reasoning skill test were analyzed by using right tailed t-test . The results of hypothesis testing showed that mathematical reasoning skill of students who learned with the Cooperative Learning Model of FSLC are higher than students who learned with conventional learning.keyword : Cooperative Learning Model, Formulate-Share-Listen-Create, mathematical reasoning skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI 4 SINGARAJA I Wayan Dipta Samsidim .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbantuan ICT (Information, and Communication Technology) apakah lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, sebanyak 239 orang siswa yang terbagi dalam 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dimana memilih secara acak dua kelas yakni satu sebagai kelompok eksperimen dan satu lagi sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk soal uraian dengan jumlah butir soal sebanyak 5 butir. Data hasil tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan Uji-Z satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Z_hitung = 2,005 dan nilai Z_(α⁄2) = 1,960 dengan taraf signifikansi (α) yakni 5%. Diperoleh Z_hitung≥Z_(α⁄2) atau H_1 diterima yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbantuan ICT lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran generatif berbantuan ICT berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran generatif, ICT, pemahaman konsep matematika siswa. This research aims to determine the effect of students’ mathematics concept understanding that learned with generative learning model of ICT-assisted (Information and Communication Technology) is better than the students’ mathematics concept understanding that learned with conventional learning model. The research design is post-test only control group design. The population was all tenth grade students of science class in SMA 4 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 239 students were divided into 6 classes. Sampling was done by randomly selecting two classes where one as the experimental group and the other as a control group. The data of students' mathematics concept understanding collected by five items of mathematics concept understanding test and were analyzed by using right tailed Z-test. The result showed that Z_calculate= 2,005 and Z_(α⁄2) = 1,960 with α=5%. Therefore, Z_calculate is greater than Z_(α⁄2) or H_1 received means that students’ mathematics concept understanding that learned with generative learning model of ICT-assisted better than the students’ mathematics concept understanding that learned with conventional learning models. This means that the generative learning model assisted ICT has a positive effect on students’ mathematics concept understanding.keyword : generative learning model, ICT, students’ mathematics concept understanding.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 6 SINGARAJA Putu Novita Santika Dewi .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 341 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Data kemampuan berpikir kritis matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis matematika yang berbentuk soal uraian dengan jumlah butir soal sebanyak 6 butir. Data hasil tes kemampuan berpikir kritis matematika dianalisis dengan Uji Z satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Zhitung = 2,36 dan nilai Ztabel = 1,96. Apabila dibandingkan nilai Zhitung > Ztabel. Ini berarti bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SFAE mempunyai kemampuan berpikir kritis matematika lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran SFAE berpengaruh positif tehadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran SFAE, berpikir kritis matematika This research is aimed at to know whether the student’s critical thinking skills in mathematic who learned with Student Facilitator and Explaining (SFAE) learning model higher than the student’s critical thinking skills in mathematic who learned with conventional learning model. The research design in this research is the Post-test Only Control Group Design. The population in this research was all regular eighth grade students of SMP Negeri 6 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 341 students. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of critical thinking skills in mathematic were collected by six items of critical thinking skills in mathematic test. The data of critical thinking skills in mathematic were analyzed by using right tailed Z-test. The result showed that Zobserved = 2,36 and Ztable = 1,96. Therefore, Zobserved is greater than Ztable . So it can be concluded that the student who learned with SFAE learning model have critical thinking skills in mathematic higher than students who learned with conventional learning model. This means that the SFAE learning model has a positive influence on students' critical thinking skills in mathematics.keyword : SFAE learning model, mathematic critical thinking

Filter by Year

2014 2025