cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGGUNAAN ALGORITMA RECURSIVE BEST FIRST SEARCH DAN BAHASA PEMROGRAMAN PHP UNTUK MENYELESAIKAN TRAVELING SALESMAN PROBLEM (STUDI KASUS DI PT. ARTA BOGA CEMERLANG) Ulfah Windasari
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.25483

Abstract

Pendistribusian barang dari suatu sumber ke beberapa tempat tujuan seringkali memiliki beberapa pilihan rute perjalanan. Masing-masing rute memiliki jarak tempuh yang berbeda dan berujung pada perbedaan biaya yang harus dikeluarkan. Berdasarkan hasil pengamatan di PT Arta Boga Cemerlang ditemukan permasalahan yaitu pendistribusian barang hanya dilakukan berdasarkan pengalaman. Padahal dengan menggunakan algoritma matematika, biaya distribusi barang dapat lebih dioptimalkan. Tujuan utama penelitian ini adalah menerapkan Algoritma Recursive Best First Search (RBFS) untuk menyelesaikan Traveling Salesman problem (TSP) di PT. Arta Boga Cemerlang. Pada penelitian ini juga digunakan Bahasa Pemrograman PHP untuk mempermudah perhitungan. Dengan menggunakan metode RBFS diperoleh panjang rute optimal yaitu 12.543 meter. Solusi ini memiliki selisih 2.059 meter dari rute yang digunakan oleh PT. Arta Boga Cemerang sebelumnya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI APTITUDE TREATMENT INTERACTION I Gusti Ayu Armini Saraswati
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.26004

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan strategi Aptitude Treatment Interaction.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ETH MELALUI PEMBELAJARAN DARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Sri Amertha Gayatri; Putu Pasek Suryawan; I Made Sugiarta
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.26226

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe ETH (Everyone is A Teacher Here) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di SMAN 3 Singaraja dimana pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas X IPA 1 dan X IPA 2. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk tes uraian (essay) dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  thit=3,610 >ttabel  =1,995. Dengan demikian H0>  ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe ETH melalui pembelajaran daring lebih tinggi kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe ETH, Kemampuan Komunikasi Matematis
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA BERDASARKAN TEORI WANKAT DAN OREOVOCZ Dewi Setia Meita Sari; Syita Fatih 'Adna; Dewi Mardhiyana
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.27285

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis butir tes kemampuan pemecahan masalah, hasil kemampuan pemecahan masalah, dan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan teori Wankat dan Oreovocz dengan 7 tahap strategi dalam pemecahan masalah.  Dalam menyelesaikan masalah matematis diperlukan 7 tahap pemecahan masalah yaitu tahap saya mampu/bisa (i can), tahap mendefinisikan (define), tahap eksplorasi (explore), tahap merencanakan (plan), tahap mengerjakan (do it), tahap mengoreksi kembali (check) dan tahap generalisasi (generalize). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Wiradesa yang berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Siswa kelas XI MIPA 4 diidentifikasi berdasarkan hasil nilai kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan teori Wankat dan Oreovocz, kemudian dipilih 5 subjek yang mewakili setiap kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dapat dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu (1) siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori sangat baik mampu menyelesaikan masalah, mendefinisikan, mengeksplorasi, merencanakan, mengerjakan, mengoreksi kembali, dan generalisasi, (2) siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori baik mampu menyelesaikan masalah, mendefinisikan, mengeksplorasi, merencanakan, mengerjakan tetapi masih kurang tepat jawabannya, (3) siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori cukup mampu menyelesaikan masalah, mendefinisikan, mengeksplorasi, merencanakan tetapi masih terdapat kesalahan, (4) siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori kurang mampu menyelesaikan masalah, mendefinisikan, mengeksplorasi dan merencanakan tetapi masih kurang tepat, (5) siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori kurang sekali mampu menyelesaikan masalah, dan mengeksplorasi dan mendefinisikan.Kata Kunci: Analisis, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Teori Wankat dan Oreovocz
Pengembangan Media Pembelajaran Pecahan dengan Pendekatan Saintifik Untuk Mendukung Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Pecahan Siswa Kelas VII Fendy Anggara Cahyady; I Wayan Puja Astawa; I Made Suarsana
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.27663

Abstract

Penggunaan media pembelajaran sangat penting untuk membantu siswa memahami konsep matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran materi pecahan yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VII di SMPN 3 Seririt. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengumpulan data menggunakan angket yang berupa angket evaluasi ahli, angket respon guru, dan angket respon siswa, serta tes yang berupa tes awal dan tes akhir. Media pembelajaran disusun dengan pendekatan pembelajaran saintifik, sehingga membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penggunaan media pembelajaran juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII. Sehingga media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kualifikasi yang baik dan layak digunakan dalam pembelajaran di kelas VII.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teknik Think-Pair-Share Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Lois Tambunan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.28180

Abstract

Rendahnya kompetensi belajar matematika dipengaruhi oleh kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran di kelas. Hal ini sangat menghambat siswa untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Partisipasi ini berhubungan erat dengan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa. Rendahnya kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis ini mengakibatkan siswa sulit untuk mencerna soal-soal yang diberikan sehingga mereka tidak bisa memecahkan masalah tersebut. Seorang siswa yang memiliki kemampuan pemahaman dan komunikasi yang baik akan dapat dengan mudah mengambil suatu langkah untuk menyelesaikan sebuah persoalan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional serta mendeskripsikan sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif dengan model Think-Pair-Share. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ekperimen. Penggunaan metode penelitian ini karena penelitian ini benar-benar untuk melihat hubungan sebab akibat antara model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share dan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa, dan tes statistik yang akan digunakan untuk pengujian perbedaan dua rata-rata adalah uji-t.Kata Kunci: Pemahaman Matematis, Komunikasi Matematis, Think-Pair-Share.
EFEKTIVITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODIFIED GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA SMK I Gusti Ayu Putu Arya Wulandari; Kadek Rahayu Puspadewi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.28682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan analisis matematika siswa kelas X SMK dengan mengintegrasikan sistem kognitif new taxonomy marzano dan pembelajaran penemuan terbimbing. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali implementasi menggunakan tiga kelas dengan masing masing terdiri dari 35 siswa di SMKN 1 Denpasar. Perangkat yang digunakan pada penelitian ini adalah perangkat yang sudah valid berupa (1) buku siswa, (2) buku guru, (3) RPP. Data diolah berdasarkan skor rata-rata dari (1) lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat, (2) lembar pengamatan aktivitas siswa, dan (3) angket respon siswa. Penelitian ini melibatkan lima fase pada proses pembelajaran terdiri dari (1) retrieval knowledge, (2) stimulation, (3) comprehension, (4) problem statement, (5) analyzing, (6) verification, (7) conclusion. Pada implementasi 1 skor rata-rata tingkat kemampuan analisis siswa  seluruh kelas adalah 69,8 yang berarti masih berada pada kriteria rendah. Namun pada implementasi 2 dan 3 skor rata-rata siswa sudah berada pada kriteria baik. Begitu juga dengan tingkat rata-rata keaktifan seluruh siswa pada implementasi 1 adalah 2,38 termasuk dalam kriteria kurang aktif. Setelah dilakukan beberapa kali perbaikan, akhirnya pada implementasi 2 dan 3 aktivitas siswa sudah berada pada kriteria aktif.
PROSES PENALARAN DAN PEMBUKTIAN MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN SPASIAL Aris Maulana
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33166

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang membahas mengenai proses penalaran dan pembuktian peserta didik yang ditinjau dari perbedaan tingkat kemampuan spasial. Kemampuan penalaran yang dimiliki peserta didik sangat penting dalam membantu peserta didik untuk berfikir secara mendalam mengenai suatu permasalahan matematika baik soal rutin maupun non rutin. Dalam penelitian ini proses penalaran akan diteliti dengan melihat perbedaan kemampuan spasial yang diiliki peserta didik,  Penelitian ini berawal dari diberikannya permasalahan kepada peserta didik secara umum yakni sebanyak 32 peserta didik kelas VIII di MTs TMI Pujon. Kemudian diambil 2 peserta didik dengan kemampuan spasial yang tinggi, 2 peserta didik dengan kemampuan spasial yang sedang dan 2 peserta didik dengan tingkat kemampuan spasial yang rendah. Setelah didapat 6 subjek, kemudian dilakukan pemberian tes penalaran dalam materi persamaan garis lurus yang telah divalidasi oleh beberapa validator. Setelah pemberian soal tes penalaran, hasil pekerjaan peserta didik diidentifikasi dengan indikator penalaran. Proses identifikasi akan dilanjutkan dengan proses wawancara dengan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana pembuktian matematis yang dimiliki peserta didik untuk memberikan alasan yang tepat untuk hasil pengerjaan peserta didik. Pada penarikan kesimpulan didapatkan bahwa peserta didik dengan kemampuan spasial yang tinggi akan mempengaruhi proses penalaran dan pembuktian matematis. Yakni peserta didik dengan kemampuan spasial yang tinggi memiliki proses penalaran dan pembuktian yang baik pada saat mengerjakan permasalahan mengenai materi persamaan garis lurus, begitupun dengan peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan spasial yang sedang memiliki tingkat penalaran yang sedang pula. Sedangkan pada peserta didik yang memiliki tingkat kemampuan spasial yang rendah tidak terlihat proses penalaran dan pembuktian matematis saat mengerjakan permasalahan tersebut, juga saat melalui proses wawancara.Kata Kunci : Penalaran Matematis, Kemampuan spasial
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA MATERI HUBUNGAN ANTAR SUDUT PADA DUA GARIS SEJAJAR Permata Nugrahani; Maria Suci Apriani
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33216

Abstract

This study aims to determine the quality of the module that are considered from material and media aspects and to know students' responses at the product trial stage. This research was Research and Development (R&D). To find out the quality of the module, that was looked from the validity, we used expert judgment from three Mathematics Education lecturers. Meanwhile, to find out the students' responses, we conducted a trial on 32 students of Class VII F, SMP Regina Pacis Surakarta. The results of this study are the quality of the mathematical module that has been designed in terms of material the results are very good with an average of 3.29 and need to add exercises to accommodate the questions of cognitive demands analyzing or creating. The quality of the mathematics module in terms of media is very good with an average of 3.33 and it is necessary to add exercises about HOTS. Students respond very well to the mathematics module that is designed with an average of 3.39 and accept this module to help students learn independently outside the learning process in class
Analisis kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Pembelajaran Daring Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33245

Abstract

Kemampuan Komunikasi, Pembelajaran Daring

Filter by Year

2014 2025