cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
MENINGKATKAN RASA INGIN TAHU SISWA MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING SETTING THINK PAIR SHARE Apri Kurniawan; Varetha Lisarani
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33267

Abstract

Siswa di sekolah dengan fasilitas teknologi dan internet yang kurang memadai akan kesulitan dalam bersaing di era Industri 4.0. Oleh sebab itu sekolah seharusnya berfokus pada pengembangan keahlian yang masih sulit diotomatisasi oleh mesin, misalnya rasa ingin tahu. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas  untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa kelas VII dengan metode penemuan terbimbing setting TPS (Think Pair Share) pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan penemuan terbimbing dengan setting TPS dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa setelah 2 siklus. Pada akhir siklus I siswa yang termasuk dalam kategori rasa ingin tahu sangat tinggi 0%, tinggi 57%, dan sedang 43%. Pada akhir siklus II diperoleh siswa yang termasuk dalam kategori sangat tinggi 4%, tinggi 70%, dan sedang 26%. Sedangkan untuk keterlaksanaan pembelajaran di pertemuan 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah 82%, 92% dan 96%; serta 100% di pertemuan 4 hingga 8.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS RME BERBANTU E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII Ristiningsih Ristiningsih; Sayyidatul Karimah; Syita Fatih 'Adna
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33280

Abstract

The background of this classroom action research is the low ability of mathematics problem solving students in class VIII SMP Cokroaminoto Batang which is caused by the learning model applied which is still teacher-centered, as well as the lack of learning media facilities for students when learning is carried out online. To solve this problem, a classroom action research was carried out through a problem based learning model based on the e-module rocky RME. This research was conducted in 2 cycles. The instruments used in this study were a test instrument for students' mathematical problem solving abilities and teacher activity observation sheets to determine the implementation of learning through problem based learning model based on RME assisted by e-module in mathematics learning. Data collection techniques used in this study were observation and test methods. Furthermore, data from observations and tests were analyzed descriptively quantitatively.The results showed that: (1) The students' mathematical problem solving abilities had increased with students who scored ≥ 75 as many as 83.44%; (2) Implementation of learning with a problem based learning model based on RME assisted by e-module with a score of 85.71%.
Schoology Sebagai Media Mobile Learning Dalam Pembelajaran Matematika I Made Dharma Atmaja; Kadek Rahayu Puspadewi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33295

Abstract

Penelitian ini menggunakan objek kajian yaitu Schoology yang merupakan salah satu Learning Management System yang bersifat terbuka untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Fokus kajian meliputi fitur yang dimiliki Schoology dan fungsinya untuk dimanfaatkan sebagai media mobile learning dalam pembelajaran matematika. Penggunaan schoology sebagai mobile learning dalam pembelajaran matematika, dapat digunakan di berbagai tingkatan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK, hingga Kuliah baik D1, D2, D3, D4, S1, S2, dan S3. Dalam pembelajaran matematika, sangat penting bagi guru untuk memperhatikan topik materi yang akan disampaikan atau dimuat di schoology. Proses interaksi di kelas tentu tidak bisa dipindahkan sepenuhnya ke schoology tetapi jika dikaitkan dengan sumber belajar atau materi, maka schoology bisa digunakan sebagai media untuk penyampaian seluruh materi yang akan disampaikan oleh guru.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)-VIRTUAL MELALUI BREAKOUT ROOM PADA APLIKASI ZOOM MEETING Budi Sasomo
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33300

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk pengembangan pembelajaran STAD dengan pembelajaran virtual di masa pandemic covid-19. Penyusunan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mendapatkan perumusan masalah.  Selanjutnya kajian pustaka juga digunakan untuk pengumpulan data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan dan saran. Hasil kajian pustaka didapatkan langkah-langkah pembelajaran STAD-Virtual yaitu 1) tahap penyampaian materi dilakukan pada room utama zoom meeting. 2) Tahap pembagian kelompok dengan peserta yang beragam dilakukan pada room utama zoom meeting. 3) Kegitan kelompok pada breakout room dan pendidik melakukan pengamatan dengan masuk ke breakout room masing-masing kelompok. 4) Tahap evaluasi hasil belajar pada room utama zoom meeting. 5) Tahap penghargaan kelompok terbaik dilakukan di rooms utama pada zoom meeting. Pembelajaran STAD-Virtual diharapkan menjadikan solusi pembelajaran virtual yang lebih variatif, kreatif dan inovatif.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL URAIAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS I Putu Ade Andre Payadnya
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya jenis dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal matematika. Metode penelitian ini metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Blahbatuh dengan jumlah 42 orang. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan metode Cluster Random Sampling sehingga jumlah sampel penelitian ini sebanyak 6 siswa. Materi yang digunakan adalah materi persamaan garis lurus. Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan keabsahan data (triangulasi). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesalahan – kesalahan yang dilakukan ketika siswa mengerjakan soal uraian adalah kesalahan dalam tahap membaca soal (2,61%), kesalahan memahami masalah (24,18%), kesalahan transformasi (11,11%), kesalahan keterampilan proses (31,37%) dan penulisan jawaban akhir (30,71%). Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah tidak memahami soal yang diberikan, kurang teliti, tidak memeriksa kembali hasil pekerjaannya, kurang bisa memanfaatkan waktu dengan baik.
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENGERJAKAN SOAL MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN POLA BILANGAN SMPN 1 BLAHBATUH TAHUN AJARAN 2020/2021 Putu Suarniti Noviantari
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i2.33318

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah dengan Prosedur Newman dan penyebab kesalahannya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMPN 1 Blahbatuh yang kemudian dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu kelompok tinggi, sedang, dan rendah yang diambil 2 siswa dari masing-masing kelompok sehingga jumlah subjek penelitian menjadi 6 siswa. Data dalam penelitian ini adalah soal tes pemecahan masalah materi pola bilangan dan wawancara. Teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan keabsahan data (triangulasi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga kelompok, jenis kesalahan yang paling sering dilakukan adalah 1) membaca masalah, 2) memahami masalah, 3) transformasi, dan 4) penulisan jawaban. Kesalahan 1 sampai 4 sering dilakukan oleh kelompok rendah, kesalahan 2 sampai 4 sering dilakukan oleh kelompok sedang, dan kesalahan 3 dan 4 sering dilakukan oleh kelompok tinggi. Penyebab kesalahan yang sering dilakukan ketiga kelompok adalah : tidak bisa menyusun makna kata yang dipikirkan kedalam bentuk struktur gramatikal, tidak memahami makna kata yang diminta, kurang teliti, terlalu tergesa-gesa dalam mengerjakan soal, dan tidak bisa mengatur waktu dengan baik.Kata kunci : Pembelajaran Matematika;Kesalahan Siswa;Prosedur Newman ABSTRACTThis research is a descriptive study with qualitative methods. This study aims to determine the types of student errors in solving problems with the Newman procedure and the causes of the errors. The subjects of this study were students of class VIII D of SMPN 1 Blahbatuh who were then grouped into 3 groups, namely the high, medium, and low groups which were taken by 2 students from each group so that the number of research subjects became 6 students. The data in this study were the problem solving questions of the number pattern material and interviews. The data analysis technique used data reduction, data presentation, drawing conclusions, and data validity (triangulation). The results showed that of the three groups, the most frequent types of errors were 1) reading the problem, 2) understanding the problem, 3) transformation, and 4) writing answers. Mistakes 1 to 4 are often done by the low group, errors 2 to 4 are often done by the moderate group, and errors 3 and 4 are often done by the high group. The causes of mistakes that are often made by the three groups are: not being able to compile the meaning of the thought thought into a grammatical structure, not understanding the meaning of the word requested, not being careful, being too hasty in working on the problem, and not being able to manage the time well. Keywords : Mathematics learning;Student error;Newman procedure
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BLAHBATUH Putu Ledyari Noviyanti
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i2.33319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Prosedur kesalahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Prosedur Newman. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data yaitu metode tes tertulis dan wawancara. Subjek dalam penelitian yaitu siswa kelas VIIG SMP Negeri 1 Blahbatuh yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan materi aljabar berdasarkan prosedur Newman adalah : (a) Kesalahan membaca soal, tidak ada subjek yang salah membaca soal, (b) Kesalahan memahami masalah dilakukan oleh semua subjek penelitian, (c) Kesalahan transformasi dilakukan oleh subjek penelitian 1; 3; 4; 5; dan 6, (d) Kesalahan keterampilan proses dilakukan oleh subjek peneitian 3; 4; 5; dan 6, (e) Kesalahan penulisan jawaban dilakukan oleh semua subjek penelitian. Adapun penyebab kesalahan siswa yaitu tidak memahami yang diminta oleh soal, tidak teliti, kurang dapat menangkap informasi yang terkandung dalam soal, lupa rumus, kurangnya latihan mengerjakan soal cerita, dan kurang memahami materi.
IDENTIFYING STUDENTS UNDERSTANDING THROUGH PROBLEM POSING Nur Baiti Nasution
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i2.33342

Abstract

It is obvious that pre service mathematics teacher should have comprehensive understanding in any mathematics for school concept, including linear and quadratic function. The aim of this article is to describe a classroom activity using problem posing model that can be used as a way to identify students  understading about linear and quadratic function. Moreover, we also discussed about misconceptions found in the process. This research involved as many as 27 students. The data were collected using observation and documentation of students answer sheets. The data were analyzed qualitatively. The results show that there are students who have misconceptions about the definition of the function and about some terms that often appear in the learning.
PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI PERKULIAHAN DARING KALKULUS DIFERENSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Putu Kartika Dewi; Desak Made Ristia Kartika; Gusti Ayu Mahayukti; Gusti Ayu Made Arnaputri
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i1.33466

Abstract

Pembelajaran daring merupakan solusi pelaksanaan pendidikan di masa pandemi Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus Corona baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring pada mata kuliah kalkulus diferensial pada masa pandemi Covid-19. Hal ini penting untuk dijadikan pertimbangan dalam mempersiapkan pembelajaran daring di masa yang akan datang. Responden penelitian ini adalah 97 mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Ganesha tahun ajaran 2021/2020. Data dikumpulkan dengan kuisioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi perkuliahan. Data dianlisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar sebagian besar mahasiswa adalah audio visual, oleh karena itu pembelajaran dengan video conference lebih diminati dibandingkan dengan percakapan grup Whatsapp. Kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah buruknya koneksi internet. Dalam kondisi demikian, pembelajaran dengan percakapan grup Whatsapp merupakan alternatif yang baik. Untuk pelaksanaan pembelajaran daring ke depannya, mahasiswa menyarankan dosen untuk memperbanyak video pembelajaran, agar mahasiswa dapat menyimak penjelasan materi secara berulang-ulang.
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL OPEN-ENDED MATERI SEGIEMPAT BAGI CALON GURU MATEMATIKA Dwi Febianti; Sylvenny Mirandah; Allya Aulia; Suchi Pratiwi; Ratu Ilma Indra Putri; Ruth Helen Simarmata; Zuli Nuraeni
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v12i2.34628

Abstract

Soal open-ended diharapkan meningkatkan kompetensi bagi calon guru matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara spesifik mengenai kemampuan calon guru matematika dalam proses penyelesaian soal open-ended pada materi segiempat. Penelitian menerapkan metode penjelasan/menggambarkan atau dikenal dengan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek dari penelitian merupakan mahasiswa FKIP UNSRI, prodi pendidikan matematika semester IV dengan melibatkan sampel 35 mahasiswa. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara one to one dan small group serta pengukuran dengan tes tertulis. Berdasarkan hasil dari pengukuran diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) rata-rata jawaban pada soal 1 sebesar 0,83 atau 16% dan soal 2 sebesar 1,80 atau 36% (2) Untuk hasil dari wawancara secara one to one dan small group mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan memahami makna soal sehingga menimbulkan penafsiran ganda pada soal nomor 1. Sedangkan, hanya beberapa mahasiswa yang mampu menelaah makna soal secara akurat dan benar pada soal nomor 2. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan calon guru matematika dalam proses penyelesaian soal open-ended pada materi segiempat masih terkategori rendah.

Filter by Year

2014 2025