cover
Contact Name
Trias Mahmudiono, SKM., MPH (Nutr), GCAS., PhD
Contact Email
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Amerta Nutrition
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25801163     EISSN : 25809776     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Amerta Nutrition (p-ISSN:2580-1163; e-ISSN: 2580-9776) is a peer reviewed open access scientific journal published by Universitas Airlangga. The scope for Amerta Nutrition include: public health nutrition, community nutrition, clinical nutrition, dietetics, food science and food service management. Each volume of Amerta Nutrition is counted in each calendar year that consist of 4 issues. Amerta Nutrition is published four times per year every March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Modifikasi Kacang Kedelai (Glycine Max) dan Hati Ayam pada Sosis Ayam sebagai Alternatif Sosis Tinggi Protein dan Zat Besi Annisa Lutfiah; Annis Catur Adi; dominikus raditya atmaka
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.75-83

Abstract

Latar Belakang: Hati ayam merupakan sumber zat besi yang baik dan kacang kedelai adalah jenis kacang-kacangan kaya protein dan besi yang dapat diolah menjadi sosis sebagai snack ataupun lauk tinggi protein dan zat besi.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil mutu hedonik, daya terima, kadar protein dan zat besi pada sosis dengan substitusi hati ayam dan kacang kedelai.Metode: Jenis penelitian ini yaitu experimental murni dengan rangangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 jenis formula, yaitu formula kontrol F0 (ayam) dan 3 formula modifikasi F2 (35 g hati ayam dan 65 g kacang kedelai), F3 (45 g hati ayam dan 55 g kacang kedelai), F4 (55 g hati ayam dan 45 g kacang kedelai) dengan pengulangan 4 kali. Panelis penelitian terdiri dari 5 panelis terbatas dan 27 panelis tidak terlatih.Hasil: Berdasarkan hasil penilaian panelis terbatas pada uji mutu hedonik adalah formula F2, F3, dan F4. Hasil uji daya terima, formula yang paling disukai panelis tidak terlatih adalah formula F4. Kandungan protein dan besi pada 100 g sosis F4 yaitu 17,21 g dan 7,415 mg. Terdapat perbedaan signifikan antara F0 dan F4 pada karakteristik aroma (p = 0,045), kekenyalan (p < 0,000) dan rasa (p < 0,000).Kesimpulan: Formula dengan tingkat mutu hedonik terbaik terdapat pada formula F2, F3 dan F4. Formula dengan daya terima tertinggi terdapat pada F4. Satu porsi (33 g) dapat mencukupi 10 – 15 % dari kebutuhan protein dan besi pada remaja putri berusia 16 – 21 tahun.
Effect of Galohgor Cookies Intake by Postpartum Mother on Newborn’s Growth Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Rimbawan Rimbawan; Katrin Roosita; Zakiudin Munasir
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i4.2020.307-312

Abstract

Background: Malnutrition is one of serious public health problems that still need treatment priority. Besides the problem of over-nutrition continues to increase, the problem of under-nutrition has not been resolved properly. Utilization of local food such as galohgor can be an alternative to meet the nutritional needs. Objectives: The present study was aimed to analyze the effect of galohgor cookies intake by postpartum mothers on the newborn’s growth. Methods: The design was quasi-experimental design. There were two groups including the control group (CG) (n = 9) and the intervention group (GG) (n = 9). Postpartum mothers aged 20-35 years (parity between 2 and 5) with normal delivery and had no medical indication were involved in this study. A total of four pieces of cookie (~ 4 g of galohgor powder) were consumed daily from the 1st day until the 40th day after delivery. Anthropometric data (height, body weight, and head circumference) were obtained on day 0, 14 and 40 after delivery. Meanwhile, human milk samples were taken on day 14 and 40 to analyze the levels of human milk insulin-like growth factor-I (IGF-I). Results: The newborns in the GG had significantly heavier weight and larger head circumference than CG on day 14 and 40 after delivery (p <0.05). IGF-I could be maintained by consuming galohgor during postpartum period. However, this study found no differences in body length of both control and intervention group (p> 0.05). Conclusions: Intake of galohgor cookies by postpartum mothers might support the newborn’s growth.
Pengaruh Pendidikan Gizi terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Kader Melakukan Konseling Gizi di Posyandu Adillah Imansari; Siti Madanijah; Lilik Kustiyah
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.1-7

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan gizi dapat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader dalam mendeteksi status gizi balita secara dini di posyandu. Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan konseling gizi di posyandu. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan non randomized control group pre-test – post-test. Subjek penelitian berjumlah 60 kader dari Kecamatan Tatanga, Kota Palu yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni –Agustus 2019. Kelompok intervensi diberikan pendidikan gizi sebanyak 3 kali dengan teknik ceramah, simulasi dan praktik dengan menggunakan modul. Kelompok kontrol diberikan pendidikan gizi sebanyak 1 kali dengan teknik ceramah tanpa modul . Analisis menggunakan independen t-test dan paired t-test.  Hasil: Kelompok intervensi mengalami peningkatan pengetahuan post-test 1 sebesar 21.96 poin dan  post-test 2 meningkat sebesar 0.4 poin; sikap post-test 1 meningkat sebesar 6.73 poin dan post-test 2 meningkat sebesar 0.07 poin; keterampilan post-test 1 meningkat sebesar 21.94 poin dan post-test 2 meningkat sebesar 0.26 poin. Sementara kelompok kontrol mengalami peningkatan pengetahuan post-test 1 sebesar 11.17 poin dan saat post-test 2 meningkat sebesar 8.63 poin; sikap  post-test 1 meningkat sebesar 0.27 poin dan post-test 2 menurun sebesar 0.94 poin; keterampilan post-test 1 meningkat sebesar 7.22 poin dan post-test 2 menurun 0.28 poin. Kesimpulan: Nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan kader pada kelompok intervensi siginifikan lebih baik daripada kelompok kontrol. Pendidikan gizi dengan simulasi dan praktik sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan sehingga pengetahuan, sikap dan keterampilan kader tetap terjaga lebih baik. 
Pengembangan Soyghurt (Yoghurt Susu Kacang Kedelai) Sebagai Minuman Probiotik Tinggi Isoflavon Naila Maziya Labiba; Avliya Quratul Marjan; Nanang Nasrullah
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i3.2020.244-249

Abstract

 ABSTRACTBackground: Increased prevalence of non-communicable diseases in Indonesia occurs as the result of dietary transition, which is traditional dietary habit into fast-food dietary habit. Thus, triggers the formation of free radicals in human body which can be prevented by consumption of high antioxidant food. Soyghurt or soymilk yoghurt was a probiotic drink made of fermented soybean as an alternative drink with high antioxidant to prevent non-communicable diseases. Soybean was a major source of isoflavone as antioxidant and the bioavailability of isoflavone can be increased by fermentation in soyghurt.Objectives: To developed high isoflavone soyghurt or soymilk yoghurt as probiotic drink.Methods: This study used experimental method by used completely randomized design with added ratio of soybean were 0%, 15%, 20%, 25%. Soyghurt was analyzed by chemical properties (proximate analysis and free isoflavone content), physical properties (viscosity and pH), also total lactic acid bacteria. Formula selection based on exponential comparison method.Results: The selected formula of soyghurt was the third formula which added by 25% ratio of soybean with water content (81,74%), ash content (0,49%), protein content (5,98%), fat content (11,61%), carbohydrate content (0,35%), genistein content (250,46 μg/g), daidzein content (173,02 μg/g), viscosity (7111,4 cPoice), pH (4,63), and total LAB (3,7 x 107 coloni/ml).Conclusions: Soyghurt had compatible total lactic acid bacteria with total starter bacteria in indonesian national standards of yoghurt and fulfilled claim of high isoflavone based on calculation of nutritional label reference.ABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia terjadi sebagai akibat adanya transisi pola konsumsi pangan, yaitu pola konsumsi pangan lokal menjadi pola konsumsi pangan cepat saji. Hal tersebut memicu terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh yang dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan atau kudapan tinggi antioksidan. Soyghurt atau yoghurt susu kacang kedelai merupakan minuman probiotik berbahan dasar susu nabati yang difermentasi dan diperuntukkan sebagai alternatif minuman tinggi antioksidan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Jenis antioksidan utama dalam kacang kedelai adalah isoflavon yang bioavailabilitasnya akan meningkat selama proses fermentasi soyghurt. Tujuan: Melakukan pengembangan produk soyghurt atau yoghurt susu kacang kedelai sebagai minuman probiotik tinggi isoflavon.Metode: Jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap menggunakan satu perlakuan yaitu penambahan rasio kacang kedelai sebesar 0%, 15%, 20%, 25%. Kemudian dilakukan analisis sifat kimia (uji proksimat dan kadar isoflavon bebas), sifat fisik (viskositas dan nilai pH), serta uji total bakteri asam laktat. Penentuan formula soyghurt terpilih dilakukan dengan metode perbandingan eksponensial.Hasil: Formula soyghurt terpilih adalah soyghurt formula ketiga dengan rasio penambahan kacang kedelai sebesar 25% dengan kadar air (81,74%), kadar abu (0,49%), kadar protein (5,98%), kadar lemak (11,61%), kadar karbohidrat (0,35%), kadar genistein (250,46 μg/g), kadar daidzein (173,02 μg/g), viskositas (7111,4 cPoice), tingkat derajat keasaman (4,63), dan total BAL (3,7 x 107 koloni/ml).Kesimpulan: Soyghurt memiliki total bakteri asam laktat yang sesuai dengan standar nasional indonesia dan telah memenuhi klaim tinggi isoflavon berdasarkan acuan label gizi.
Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa Sekolah Dasar (Studi pada Makan Siang Sekolah dan Bekal) Diani Zafira; Farapti Farapti
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i3.2020.185-190

Abstract

ABSTRACTBackground: The consumption for vegetable and fruit in Indonesia was lower than recommendation World Health Organization 400g/day. School lunch and packed lunch could increased consumption of vegetable and fruit.Objective: To analyze differences vegetable and fruit consumption between school lunch and packed lunch group.Method: This was a cross-sectional study involving 155 students with 47 sampels for school lunch and 108 sampels for packed lunch group in SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Respondents were interviewed with questioner using food recall method for 2x24 hours, observed intake of vegetables and fruit during lunch and intake a day compared between school lunch and packed lunches. Data were analyzed using independent t-test.Result: Average consumption of vegetables and fruit between two groups was significant, vegetables (p<0.001) and fruit (p<0.001). The amount of vegetable and fruit consumption in the school lunch group averages 26.66 g and 25.53 g and packed lunch groups only 5.09 g and 3.24 g. There was no difference in two groups for consumption of vegetables (p = 0.322) and fruit (p = 0.473). Amount of consumption of vegetables and fruits a day in school lunch group was 28.88 g and 31.81 g, while in packed lunch group only 18.08 g and 25.46 g.Conclusions: There were differences of the consumption of vegetables and fruits between two groups. School lunch and packed lunch standard to increase intake and reduce vegetables and fruits waste in school lunch is needed.ABSTRAKLatar belakang: Konsumsi sayur dan buah di Indonesia tergolong rendah dibanding anjuran World Health Organization 400g/hari. Upaya meningkatkan asupan sayur dan buah anak usia sekolah ialah melalui program makan siang sekolah dan bekal.Tujuan: Menganalisis perbedaan konsumsi sayur dan buah antara kelompok makan siang sekolah dan bekal.Metode: Penelitian Cross-sectional ini melibatkan 155 siswa yang dibagi menjadi 47 siswa kelompok makan siang sekolah dan 108 siswa kelompok bekal. Penelitian dilakukan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Kuesioner yang digunakan adalah food recall selama 2x24 jam, observasi asupan sayur dan buah ketika makan siang dan asupan sehari dibandingkan antara makan siang sekolah dan bekal. Analisis menggunakan uji independen t-test.Hasil: Rata-rata konsumsi sayur dan buah saat makan siang pada kelompok makan siang sekolah dan kelompok bekal menunjukkan perbedaan signifikan yakni sayur (p<0,001) dan buah (p<0,001). Jumlah konsumsi sayur dan buah pada kelompok makan siang sekolah rata-rata 26,66 g dan 25,53 g dan kelompok bekal hanya 5,09 g  dan 3,24 g. Rata-rata konsumsi sayur dan buah sehari tidak ada perbedaan pada 2 kelompok baik sayur (p=0,322) dan buah (p=0,473). Jumlah konsumsi sayur dan buah sehari kelompok makan siang sekolah ialah 28,88 g dan 31,81 g, sedangkan pada kelompok bekal hanya 18,08 g dan 25,46 g.Kesimpulan: Terdapat perbedaan konsumsi sayur dan buah antara kelompok makan siang sekolah dengan bekal. Perlu adanya standar makan siang sekolah dan makanan bekal untuk meningkatkan asupan dan mengurangi sisa sayur dan buah pada makanan siang sekolah.
Back Matter Vol 4 No 1 SP, 2020 Back Matter
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i1SP.2020.%p

Abstract

Front Matter Vol 3 No 2, 2019 Front Matter
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i2.2019.%p

Abstract

Front Matter Vol 3 No 3, 2019 Front Matter
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i3.2019.%p

Abstract

Front Matter Vol 3 No 4, 2019 Front Matter
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i4.2019.%p

Abstract

Karakteristik, Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi Balita (BB/TB) Usia 6-59 bulan Aisyah Nanda Amirah; Mahmud Aditya Rifqi
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i3.2019.189-193

Abstract

Background: Wasting is one of the nutritional problems that occur in toddlers. Wasting can inhibit the toddler’s growth and effected to their productivity in the future. Mothers have a significant role to affect the nutritional status of their child. The characteristics and nutrition knowledge of mother have a necessary influence in optimizing the nutritional status of the child. Objective: This study aimed to analyze the association of maternal characteristics and nutrition knowledge with nutritional status (WHZ) among 6-59 months of toddlerMethods: This study was an observational study with a cross-sectional study design. The study was conducted in October 2018 in Kesamben Village, Ngoro Sub District, Jombang. The research sample was 91 toddlers aged 6-59 months. The sample selection was done by random sampling technique. The independent variables were maternal characteristics (employement status and education) and nutrition knowledge of mother. The dependent variable was the nutritional status of toddler with anthropometric index weight for height (WHZ). The statistical test used were chi square and spearman test.Results: The results of the study showed a significant relationship between maternal employment and nutritional status (WHZ) of children aged 6-59 months (p = 0.001) while maternal education (p = 0.080) and mother’s nutrition knowledge (p = 0.593) were not relatedConclusion: Nutritional status of toddler is influenced by maternal employment. Unemployed mother can spend more time to control the diary intake of their child and improve their optimal nutritional status.ABSTRAK Latar Belakang: Wasting adalah salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada balita. Wasting dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan balita serta mempengaruhi produktivitasnya kelak. Ibu berperan besar dalam mempengaruhi pemenuhan kebutuhan asupan anak. Karakteristik serta pengetahuan gizi ibu mempunyai peranan dalam mencapai status gizi yang sesuai untuk anak.Tujuan: Menganalis hubungan karakteristik ibu (pendidikan dan pekerjaan) dan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi (BB/TB) dari balita usia 6-59 bulanMetode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan desain cross-sectional. Penelitian dilselenggarakan pada bulan Oktober 2018 di wilayah kerja dari Puskesmas Kesamben Ngoro Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sampel penelitian yaitu 91 balita usia 6-59 bulan. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Variabel independen adalah karakteristik ibu (pendidikan dan pekerjaan) dan pengetahuan gizi ibu. Variabel dependen yang diteliti adalah status gizi balita dengan indeks antropometri berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Uji statistik yang digunakan yaitu chi square dan uji spearman.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dan status gizi anak usia 6-59 bulan (p = 0,001) sedangkan pendidikan ibu (p = 0,080) dan pengetahuan gizi ibu (p = 0,593) tidak berhubunganKesimpulan: Status gizi balita (BB/TB) berhubungan terhadap pekerjaan ibu. Ibu yang tidak bekerja dapat meluangkan lebih banyak waktunya untuk mengontrol asupan makanan anak dan dapat berdampak pada status gizi anak yang optimal.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION More Issue