cover
Contact Name
Trias Mahmudiono, SKM., MPH (Nutr), GCAS., PhD
Contact Email
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Amerta Nutrition
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25801163     EISSN : 25809776     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Amerta Nutrition (p-ISSN:2580-1163; e-ISSN: 2580-9776) is a peer reviewed open access scientific journal published by Universitas Airlangga. The scope for Amerta Nutrition include: public health nutrition, community nutrition, clinical nutrition, dietetics, food science and food service management. Each volume of Amerta Nutrition is counted in each calendar year that consist of 4 issues. Amerta Nutrition is published four times per year every March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Jadwal Distribusi dan Citarasa Makanan Berhubungan dengan Sisa Makanan Pasien di Ruang Perawatan Obgyn dan Bedah RSD. dr. Soebandi Jember Arinda Lironika Suryana; Mailia Yunda Suryadi
Amerta Nutrition Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v3i3.2019.194-200

Abstract

Background : The hospital food acceptance is still a serious problem. The patient’s acceptance is indicated by the least amount of plate waste. High plate waste causes an intake incompatibility with nutritional needs, which ultimately affects malnutrition. The patient’s plate waste in obstetric and surgical room is still high ≥20%. The distribution timetable and food taste maybe a contributing factor.Objectives : To analyzed the correlation of distribution timetable and food taste with patient’s plate waste at obstetric and surgicall room in dr. Soebandi Hospital, JemberMethods: This study was an analytical survey with a cross sectional design. The sample was 51 subjects, taken by a purposive sampling. Sample were obstetric and surgical patients aged 18-60 years, received regular food and were in a conscious. The distribution timetable was obtained by observing the accuracy of food distribution time span from the kitchen of nutrition instalation untill food arrived at the patient for 3 days. Food taste was obtained through interviews and questionnaires. Plate waste was measured by visual comstock. Data were analyzed by Rank Spearman test.Results : The average plate waste of patients is 27.6%. The plate waste in male and female patient was significantly different (p=0.001). 52.9% subjects with large amounts of plate waste, get hospital food with the right distribution time. The distribution timetable wasn’t significantly correlated with plate waste (p=0.218). Subjects who considered their food taste good, almost all (71.4%) left little food. There was a significant positive correlation between taste of food and plate waste (p=0.001; r=0.471).Conclusions: Food distribution timetable isn’t related to patient’s plate waste. However, food taste is correlated with plate waste. The better of taste food, the less plate waste.ABSTRAK Latar Belakang : Penerimaan makanan rumah sakit masih menjadi masalah serius. Daya terima pasien ditunjukkan dengan banyak sedikitnya makanan tersisa. Tingginya sisa makanan menyebabkan ketidaksesuaian asupan dengan kebutuhan gizi yang akhirnya berdampak malnutrisi. Sisa makanan pasien di ruang obgyn dan bedah masih tinggi ≥20%. Jadwal distribusi dan citarasa makanan kemungkinan menjadi faktor penyebabnya.Tujuan : Menganalisis hubungan jadwal distribusi dan citarasa makanan dengan sisa makanan pasien di ruang perawatan obgyn dan bedah RSD. dr Soebandi Jember.Metode : Jenis penelitian ini survey analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel berjumlah 51 orang, diambil dengan teknik purposive samping. Sampel adalah pasien obsgyn dan bedah berumur 18-60 tahun, mendapat makanan biasa dan kondisi sadar. Jadwal distribusi didapatkan dengan mengamati ketepatan waktu distribusi makanan mulai dari dapur instalazi gizi hingga makanan sampai kepada pasien selama 3 hari. Citarasa makanan diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Pengukuran sisa makanan menggunakan visual comstock. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil : Rata-rata sisa makanan pasien di ruang obgyn dan bedah 27,6%. Sisa makanan pada pasien laki-laki dan perempuan berbeda signifikan (p=0,001). Sebanyak 52,9% pasien yang sisa makanannya banyak, mendapatkan makanan dengan jadwal distribusi yang tepat. Jadwal distribusi tidak berhubungan signifikan dengan sisa makanan (p=0,218). Subyek yang menilai citarasa makanannya baik, hampir semuanya (71,4%) menyisakan sedikit makanan. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara citarasa makanan dengan sisa makanan (p=0,001; r=0,471).Kesimpulan : Jadwal distribusi makanan tidak berhubungan dengan sisa makanan pasien. Namun, citarasa makanan berhubungan dengan sisa makanan. Semakin baik citarasa makanan semakin sedikit sisa makanan.
Snack Bar Berbahan Dasar Ubi Ungu dan Kacang Merah sebagai Alternatif Selingan Penderita Diabetes Mellitus Cantika Zaddana; Almasyhuri Almasyhuri; Sara Nurmala; Tiara Oktaviyanti
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.260-275

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala metabolik yang timbul pada seseorang yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal. Penderita DM tetap harus mengonsumsi pangan yang cukup agar kebutuhan zat gizi nya terpenuhi. Dalam rangka memenuhi kecukupan akan zat gizi didalam tubuh maka konsumsi pangan dibagi atas makanan utama dan selingan, namun penderita DM biasanya sulit untuk mendapatkan makanan selingan yang bergizi namun tetap dapat mengontrol kadar glukosa darahnya. Ubi ungu adalah jenis ubi jalar yang saat ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ubi ungu memiliki warna keunguan yang disebabkan oleh adanya pigmen antosianin yang dikandung didalamnya. Antosianin memiliki aktivitas antioksidan yang mampu menghambat kerja radikal bebas serta meningkatkan sekresi insulin sehingga bermanfaat dalam pengendalian kadar glukosa darah. Ubi ungu merupakan sumber karbohidrat kompleks namun rendah akan protein, sehingga dibutuhkan bahan pangan sumber protein lainnya seperti kacang merah. Kacang merah merupakan jenis kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat tinggi, kadar lemak yang lebih rendah, dan kandungan serat yang cukup baik. Selain mengandung serat yang baik dan nilai IG yang rendah, kacang merah juga mengandung protein yang cukup tinggi. Kemajuan teknologi pangan telah menghasilkan berbagai produk pangan yang praktis dikonsumsi seperti snack. Produksi snack sebagai makanan selingan semakin beragam, namun snack yang dibuat biasanya tinggi akan kalori, lemak, dan karbohidrat sederhana. Kombinasi ubi ungu dan kacang merah sebagai bahan baku pangan fungsional seperti snack bar dibuat dengan harapan dapat menghasilkan produk makanan selingan yang tidak hanya disukai namun memiliki manfaat lebih untuk kesehatan yaitu tinggi protein, kaya serat, dan rendah glukosa sehingga makanan selingan tersebut baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat terutama penderita DM. Pengembangan produk pangan fungsional berbahan baku lokal seperti tepung kacang merah dan tepung ubi ungu juga sebagai upaya dalam mengurangi penggunaaan bahan impor seperti gandum di Indonesia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula snack bar yang memenuhi persyaratan mutu, memiliki kandungan zat gizi (KH, protein, lemak), aktivitas antioksidan, gula pereduksi. serta senyawa aktif (antosianin dan serat) yang baik dikonsumsi oleh penderita DM.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain eskperimen secara random acak lengkap. Formula snack bar dibuat menjadi 4 dengan rasio antara tepung ubi ungu dan kacang merah yang berbeda yaitu F1 (100:0), F2 (90:10), F3 (80:20), dan F4 (70:30). Parameter yang diteliti pada studi ini adalah daya terima (kesukaan) panelis, proksimat (kadar air, kadar abu, KH, protein, dan lemak), aktivitas antioksidan, gula pereduksi, kadar antosianin, dan kadar serat pangan dari snack bar yang paling disukai.Hasil: Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa snack bar F3 adalah formula yang paling disukai oleh panelis. Fomula terpilih (F3) memenuhi persyaratan mutu fisik dan kandungan zat gizi yang baik yaitu protein (7,823%), lemak (4,38%) dan KH (81,857%). Snack bar ini juga mengandung aktivitas antioksidan yang sangat kuat yaitu (34,079 ppm), kadar gula pereduksi (3,56%), kadar antosianin (11,45 mg/kg), dan kadar serat (16,32%).Kesimpulan: Snack bar pada penelitian ini memiliki mutu fisik dan kimia yang sesuai dengan persyaratan mutu serta mengandung protein yang tinggi, lemak yang rendah, serta kandungan serat yang tinggi. Snack bar ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan antosianinnya yang tinggi serta mengandung gula reduksi yang rendah sehingga snack bar ini layak untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus.
Back Matter Vol 5 No 2, 2021 Back Matter
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.%p

Abstract

Intensive Sports Nutrition Program Improving Body Composition and Energy Intake among Elite Combat Sport Athletes Aprilia Kusumawardhani; Farapti Farapti; Mahmud Aditya Rifqi; Sri Adiningsih
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.127-132

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang :Gizi olahraga merupakan aspek penting dalam mengatur asupan makanan dan komposisi tubuh untuk mencapai performa yang optimal. Studi epidemiologis menunjukkan sebagian besar asupan atlet tidak adekuat dan dapat mempengaruhi komposisi tubuh yang ideal.Tujuan :Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendampingan gizi olahraga terhadap komposisi tubuh dan asupan energi atlet bela diri.Metode :Pendampingan gizi intensif dilakukan selama empat bulan (Juni- September 2019). Pengukuran komposisi tubuh  dilakukan 2 kali, yakni sebelum dan sesudah intervensi dengan menganalisis hasil pengukuran dari alat BIA (Bio Impadance Analyzer) tipe MBCA (Medical Body Compotiton Analyzer) 515/514 merk seca©. Variabel yang dianalisis diantaranya, total asupan kalori sehari diukur menggunakan instrumen Recall-24 jam, komposisi tubuh diukur dengan alat BIA yakni Fat Mass (FM), Fat Free Mass (FFM) dan Skeletal Muscle Mass (SMM). Pendampingan gizi dilakukan oleh ahli gizi olahraga yang mengunjungi 24 responden setiap bulan dan memberikan materi pendidikan gizi, memberikan makanan sehat dan memberikan konseling permasalahan gizi atlet.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada asupan energi total (1496,2±654,4 menjadi 1688,5±679,8, p= 0,002). Pada komposisi tubuh terjadi peningkatan pada FFM dan SMM yakni (56,57 ± 9,91 kg vs 57,01 ± 9,53, p = 0,032) dan (27,49 ± 5,58 vs 27,75 ± 5,31, p = 0,005) dan tidak ada perbedaan signifikan dalam variabel  FM.Kesimpulan : Kesimpulan dari percobaan ini adalah pendampingan gizi secara intensif dapat meningkatkan asupan energi total, FFM dan SMM pada atlet bela diri. Kata Kunci : Komposisi tubuh, pendampingan gizi, asupan energiABSTRACTBackground :Sports nutrition is very urgent to improve nutrition knowledge, dietary intake and body composition to achieve an optimum athletic performance. Epidemiological studies showed most athletes lack of getting adequate intake and maintaining an ideal body composition.Objective :This study aims to analyze the effect of sport nutrition education on body composition and energy intake among elite combat sport athletes.Methods :Intensive sport nutrition was conducted for four months June until September 2019. Body composition was assessed  for 2 times, before and after intervention using bioelectric impedance analysis (BIA), with seca© brand 515/514 type of stainless steel electrodes.Measurement of energy intake with recall 24 hours before and after the intervention. The variables studied were Fat Mass (FM), Fat Free Mass (FFM), Skeletal Muscle Mass (SMM) and energy intake.The professional sport nutritionist and dietitians visited 24 subjects every month by teaching nutrition education, bringing the healthy food, and facilitating the counseling about sport nutrition.Result :Energy intake increased significantly (1496,2±654,4 to 1688,5±679,8, p= 0,002). FFM and SMM increased significantly pre to post (56.57±9.91 kg vs 57.01±9.53, p=0.032) and (27.49±5.58 vs 27.75±5.31, p=0.005) respectively, meanwhile no significant differences in FM variable.Conclusion : Our findings indicate that intensive sport nutritionimproved energy intake, FFM and SMM among elite combat sport athletes. Keywords : Body compotition, sport nutririon education, energy intake
Determinan Pola Konsumsi Makanan Berisiko Pada Ibu di Kecamatan Mataram dan Gunungsari, Nusa Tenggara Barat Luh Putu Prema Wadhani; Nani Ratnaningsih
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.230-236

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan konsumsi pangan yang tidak sehat saat ini menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan. Kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini memberikan dampak pada perubahan pola konsumsi pada masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Konsumsi pangan yang terjadi pada setiap indivdu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik secara internal maupun eksternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan faktor determinan pola konsumsi makanan berisiko pada ibu Metode: Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendapatan survey pada bulan Januari - februari 2020. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu yang berada di Kecamatan gunungsari dan Mataram, Nusa Tenggara Barat yang diambil dengan teknik proportional random sampling sebanyak 110 sampel. Pengumpulan data determinan pola konsumsi makanan berisiko yang terdiri dari usia, pekerjaan, pendapatan, pendidikan dan pengetahuan dikumpulakan dengan menggunakan kuesioner dan data pola konsumsi makanan berisikoi dikumpulkan dengan menggunakan lembar food frequency (SQ-FFQ) selama 1 bulan terakhir. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik.Hasil:  Sebanyak 75,5% ibu berusia 30 – 49 tahun, 69,9% ibu tidak bekerja, 61,8% dengan pendapatan < Rp. 1.500.000/bulan, 41,8% dengan pendidikan menengah, 77,3% ibu dengan pengetahuan konsumsi makanan berisiko yang baik dan 74,5% ibu dengan pola konsumsi makanan berisiko yang sering. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pekerjaam (p=0,824), pendapatan (p=0,931) dan pendidikan (p=0,585) terhadap pola konsumsi makanan berisiko. Terdapat pengaruh usia (p=0,001) dan pengetahuan (p= 0,019) terhadap pola konsumsi makanan berisiko.Kesimpulan: Perlunya perhatian lebih terhadap faktor yang dapat menyebabkan tingginya pola konsumsi makanan berisiko sehingga meningkatkan konsumsi makanan yang sehat.
Evaluation of Nutrition Intervention On Snack's Eating Habits and Anthropometric Status of College Students in Malang City Rany Adelina; Carissa Cerdasari; Rani Nurmayanti; Elok Widayanti
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.166-172

Abstract

Background: Problems that arise in students based on the results of the 2016 study indicate that more than 80% of students like to eat unhealthy snacks such as packaging snacks, fried foods, instant noodles, and meatballs. Where snacks contain high energy, carbohydrates, protein, saturated fat, and salt. The excess energy and nutrients intake are related to increasing the metabolic incidence of syndromes and the main risk factors for cardiovascular disease.Objectives: This study aims to determine the effectiveness of giving nutritional interventions to eating habits and anthropometric status of college students in Malang.Methods: The quasi-experimental design with 31 participants from college students in Malang. Nutrition interventions provided in the form of education related to healthy snacks and assistance in making healthy snacks. The instruments used were pretest-posttest, questionnaire, and semi FFQ. Data processing was carried out by descriptive statistical analysis and dependent t-test at a 95% confidence level.Results: There was a significant increase in knowledge related to healthy snacks for subyek penelitiants (p <0.01) indicated by the results of the pre-test and post-test. There was an increase in the influence with nutrition claims by 31% and there was a significant difference between before and after the intervention (p = 0.013). The results of a healthy semi FFQ snack for the fruit category experienced a significant increase after being given an intervention program (p <0.01), while the semi FFQ results for unhealthy snacks for the category of salted crackers, chocolate/candy, pudding, and market snacks tended to decrease in consumption although not significant. The prevalence of overweight and obese in participants before being given intervention was 29% and decreased after being given intervention to 22.6% even though there was no significant difference (p = 0.096).Conclusions: There is an increase in the influence of 'nutrition claims' and fruit consumption significantly. While the prevalence of obese tends to fall even though it is not significant between college students.
The Factors Associated with Consumption Diversity of Toddlers Aged 24-59 Months Desiana Firdaus; Faisal Anwar; Ali Khomsan; Chica Riska Ashari
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.98-104

Abstract

Latar Belakang: Masa balita merupakan masa yang memerlukan asupan gizi optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan serta mencegah terjadinya masalah gizi. Keragaman konsumsi adalah salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kualitas konsumsi dan kebutuhan zat gizi. Kualitas konsumsi secara langsung dapat memengaruhi status gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi keragaman konsumsi balita dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional studi dengan 97 balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2019. Balita dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling. Keragaman konsumsi didapatkan dari konsumsi makanan sehari sebelumnya dan dianalisis berdasarkan standar FAO yang terdiri dari 9 kelompok pangan tanpa jumlah konsumsi minimal. Faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi dianalisis menggunakan model regresi logistik. Jika total skor keragaman konsumsi ≤4 diklasifikasikan sebagai tidak beragam dan >4 beragam.Hasil: Sebanyak 76.3% balita pada penelitian ini mengonsumsi makan yang tidak beragam dan didominasi oleh makanan tinggi energi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keragaman konsumsi balita dengan kejadian stunting. Status pekerjaan ibu (OR:4,63;95%CI:1,1-18,9), jenis kelamin (OR:5,1;95%CI:1,7-15,7), dan pengetahuan gizi ibu (OR:3,4,95%CI1,1-10,3) berhubungan signifikan dengan keragaman konsumsi balita.Kesimpulan: Ibu yang bekerja, balita laki-laki, dan pengetahuan gizi ibu yang kurang secara signifikan menjadi faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita yang rendah.
Perbedaan Keragaman Pangan, Pola Asuh Makan, dan Asupan Zat Gizi Makro pada Balita dari Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja Hesti Permata Sari; Lilis Permatasari; Widya Ayu Kurnia Putri
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i3.2021.276-283

Abstract

Background: Toddlers are a group that is vulnerable to experiencing nutritional problems. The nutritional status of toddlers is very dependent on the role of caregivers, especially mothers. Business women have less time together with toddlers so that it will have an impact on mothers' attention to the growth and development of toddlers, child feeding patterns, food diversity, and macro-nutrient intake of toddlers. Research in Padang states that business women have a 1,3 times risk of experiencing malnutrition in children. Purpose: Know the differences in child feeding patterns, food diversity, and macro nutrient intake in toddlers from business women and housewife. Method: The design of this study was an observational analytic with cross sectional approach. The research was conducted on medium socioeconomic housing in Banyumas Regency. The sample are toddlers aged 12-59 months as many as 78 toddlers, taken using total sampling techniques. Data were statistically tested using independent T tests. Results: The results of study showed no differences in child feeding patterns (p = 0.605), food diversity (p = 0.767), energy intake (p = 0.483), protein intake (p = 0.806), fat intake (p = 0.787) and carbohydrate intake (p = 0.337) in toddlers from business women and housewife. Conclusions: There were no differences in child feeding patterns, food diversity, and macro nutrient intake in toddlers from business women and housewife.
Front Matter Vol 5 No 1, 2021 Front Matter
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.%p

Abstract

Chicken Oil as The New Cooking Oil : Its Effect on Lipid Profile and Liver Histology in Male Wistar Rats Andi Asda Astiah; Syahrijuita Syahrijuita; Ika Yustisia
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2.2021.133-139

Abstract

 ABSTRACTBackground: The selection of the appropriate cooking oil by society will reduce high fat intake. Chicken oil as a new cooking oil that is starting to be used by some people as a substitute for palm oil, needs to be studied for its health effects.Objectives: This study aimed to see and compare changes in lipid profiles and liver histology in male Wistar rats fed with chicken oil and palm oil.Methods: Male Wistar rats (n = 10) were separated into two groups randomly, namely the chicken oil group and the palm oil group.  Each rat in the group was given oil at a dose of 1 mL/day. Before treatment, lipid profile levels were measured, and after four weeks of treatment, lipid profile levels and liver histology were examined.Results: Administration of 1 mL/day of oil in each group for four weeks diminished total cholesterol, HDL, LDL levels at the two groups also increased triglyceride levels in the two groups, but non-significant differences among groups. This research also showed the formation of hepatic steatosis in all groups, but still mild-moderate microvesicular steatosis, and non-significant differences among groups.Conclusion: The consumption of 1 mL/day of chicken oil for four weeks has a similar effect on lipid profiles and liver histology as the consumption of 1 mL/day of palm oil with the same duration. We propose further study by administering the intervention of chicken oil to rats for a longer time.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 1SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION More Issue