cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA" : 10 Documents clear
Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Reputasi dan Eksistensi Pondok Pesantren Riskiyah, Eka Maftuhatil; Mentari, Inggi Eka Ria; Jannah, Revi Rusdatul; Winarsi, Putrri
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7898

Abstract

Marketing is a crucial thing for educational institutions such as Islamic boarding schools. Every Islamic boarding school needs marketing to maintain its existence in society. This study was conducted to find a marketing strategy based on information and communication technology through social media. The research method used is descriptive qualitative research with observation data collection, questionnaires and literature reviews. The results of the study are: 1. Marketing based on information and communication technology is very important to be carried out in Islamic boarding schools through the stages of planning, organizing, implementing and evaluating. 2. Utilization of social media such as Instagram and YouTube as a marketing strategy. 3. The implications of using Social Media can increase public awareness and can provide a positive image for institutions and increase public interest.Keywords: Educational Marketing, Information And Communication Technology, Social Media, Islamic Boarding Schools
Persepsi Konsumen Tentang Kampanye Brand Boycott Pro-Israel dan Preferensi Pembelian Produk Lokal di Kabupaten Banyumas Rahayu, Dian Bestari Santi; Khusna, Itsna Hidayatul; Ayu, Kilau Riksaning
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7820

Abstract

AbstractThe situation of the Israeli-Palestinian conflict, which is massively informed on various media platforms, encourages the world community to respond with various forms of support. One response that has emerged is a boycott campaign against products or brands that are considered affiliated with Israel. The “Bela Palestina” rallies held several times by community groups reflect the high level of empathy for the Palestinian people. This study focuses on the perceptions of consumers, especially Generation Z in Banyumas Regency, towards their purchasing preferences for local products in response to the boycott campaign. Through a qualitative approach, this research involved 7 informants from Gen Z. The results showed that all informants were very aware of the boycott campaign. The results show that all informants are very aware of global socio-political conditions and tend to choose brands that are considered to have concern for humanitarian and sustainability issues. Their commitment to religious and social values greatly influenced their decision to participate in the boycott campaign, which shows that global issues can influence consumer behavior at the local level, including in their preferences for purchasing MSME products. Keywords: brand boycott, consumer behavior, generation Z, local productsAbstraksiSituasi konflik Israel-Palestina yang diinformasikan secara masif di berbagai platform media, mendorong masyarakat dunia untuk merespons dengan berbagai bentuk dukungan. Salah satu respons yang mengemuka adalah kampanye boikot terhadap produk atau merek yang dianggap berafiliasi dengan Israel. Aksi “Bela Palestina” yang beberapa kali digelar oleh kelompok masyarakat mencerminkan tingginya empati terhadap rakyat Palestina. Penelitian ini berfokus pada persepsi konsumen, khususnya Generasi Z di Kabupaten Banyumas, terhadap preferensi pembelian produk lokal atas kampanye boikot tersebut. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 7 informan dari kalangan Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan sangat sadar akan kondisi sosial politik global dan cenderung memilih merek yang dianggap memiliki kepedulian akan isu kemanusiaan dan keberlanjutan. Komitmen mereka terhadap nilai-nilai keagamaan dan sosial sangat memengaruhi keputusan untuk berpartisipasi dalam kampanye boikot, yang menunjukkan bahwa isu global dapat memengaruhi perilaku konsumen di tingkat lokal, termasuk dalam preferensi mereka terhadap pembelian produk UMKM. Kata Kunci: brand boycott, perilaku konsumen, generasi Z, produk local
Integritas dan Corporate Branding pada Tayangan Web Series Solusi BCA Nabila, Shelly Anisa; Alamiyah, Syifa Syarifah; Winarti, Oktifani
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7882

Abstract

AbstractThe era of new media has revolutionized the way we communicate and access information through digital technology. Social media platforms like YouTube play a key role in digital culture by providing easy access for users to share videos. One type of content that has grown on YouTube is the web series, which is similar to TV shows but shorter in duration and divided into several episodes. Web series are now widely used as a communication strategy by many companies, including in Indonesia, which has great potential for development due to the high interest in YouTube. This study analyzes the representation of the value of integrity in the YouTube web series "Nurut Apa Kata Mama," produced by BCA, using John Fiske's semiotic approach. The web series is designed as both an educational tool and a branding strategy, showcasing corporate values such as integrity, teamwork, and customer focus. Through three levels of analysis—reality, representation, and ideology—this study finds that integrity is represented through several characters who demonstrate consistency between words and actions, honesty, and responsibility. This web series strengthens BCA’s corporate branding by presenting the company's identity as an entity that prioritizes integrity in all aspects.Keywords: Representation, Semiotics, Integrity, Corporate branding          Abstraksi Era new media telah merevolusi cara berkomunikasi dan mengakses informasi melalui teknologi digital. Platform media sosial seperti YouTube memainkan peran penting dalam budaya digital dengan menyediakan akses mudah bagi pengguna untuk berbagi video. Salah satu konten yang berkembang di YouTube adalah web series, yang mirip dengan acara TV namun berdurasi lebih pendek dan terbagi dalam beberapa episode. Web series kini banyak dimanfaatkan sebagai sarana strategi komunikasi oleh banyak perusahaan, termasuk di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk pengembangannya berkat tingginya minat terhadap YouTube. Penelitian ini menganalisis representasi nilai integritas dalam web series YouTube "Nurut Apa Kata Mama" yang diproduksi oleh BCA, menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Web series ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus branding, menampilkan nilai-nilai perusahaan seperti integritas, kerjasama tim, dan fokus pada nasabah. Melalui tiga level analisis semiotika John Fiske menghasilkan hasil penelitian bahwa nilai integritas direpresentasikan melalui beberapa karakter tokoh cerita yang menunjukkan kesatuan ucapan dan tindakan, kejujuran, serta tanggung jawab serta pembawaan alur cerita yang membangun hubungan emosional dengan penonton yang mana BCA mengansumsikan brand sebagai manusia yang diringkas dalam web series ini sebagai bentuk memperkuat corporate branding BCA. Kata Kunci: Representasi, Semiotika, Integritas, Corporate branding
Media Sosial sebagai Alat Dakwah: Analisis Video YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus tentang Pencegahan Bunuh Diri Mukarromah, Faizatul; Nurdin, Ali
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7819

Abstract

AbstractSuicide is a serious problem that occurs among women, caused by depression, disappointment and pressure from the social environment. Ustadzah Halimah Alaydrus is an Islamic preacher who fights for women's rights not to commit suicide, through the YouTube platform. This research aims to analyze Ustadzah Halimah Alaydrus's message in the YouTube video "Oh Allah, I Almost Gave Up" to see its relationship to suicide prevention. This research uses a qualitative approach, analyzing video text and discourse using Norman Fairclough's discourse analysis model. The analysis is divided into three dimensions: texts, discourse practices, and sociocultural practices. Text analysis revealed that the video presented three main themes related to suicide prevention. The research concluded that Ustadzah Halimah Alaydrus' preaching in this video provides a positive and empowering message that can help prevent suicide among women in Indonesia. The study showed that its message increases hope and resilience, encouraging viewers to seek help and support from God and others. Overall, this research provides valuable insight into the role of Islamic da'wah in suicide prevention and highlights the importance of promoting positive and empowering messages to prevent suicide among vulnerable populations.Keywords: female preacher, Halimah Alaydruscommitted suicide AbstraksiBunuh diri menjadi salah satu masalah serius yang terjadi di kalangan perempuan, yang disebabkan oleh depresi, kekecewaan, dan tekanan dari lingkungan sosial. Ustadzah Halimah Alaydrus sebagai tokoh dakwah Islam yang memperjuangkan hak perempuan untuk tidak bunuh diri, melalui platform YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan Ustadzah Halimah Alaydrus dalam video YouTube “Ya Allah Aku Hampir Menyerah” untuk melihat kaitannya dengan pencegahan bunuh diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, analisis teks video dan wacananya menggunakan model analisis wacana Norman Fairclough. Analisisnya dibagi menjadi tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Analisis teks mengungkapkan bahwa video tersebut menyajikan tiga tema utama terkait pencegahan bunuh diri. Penelitian menyimpulkan bahwa dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus dalam video ini memberikan pesan positif dan memberdayakan yang dapat membantu mencegah bunuh diri di kalangan perempuan di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan bahwa pesannya meningkatkan harapan dan ketahanan, mendorong pemirsa untuk mencari bantuan dan dukungan dari Tuhan dan orang lain. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai peran dakwah Islam dalam pencegahan bunuh diri dan menyoroti pentingnya mempromosikan pesan-pesan positif dan memberdayakan untuk mencegah bunuh diri di kalangan populasi rentan.Kata kunci : dakwah perempuan, Halimah alaydrus, bunuh diri
“JANCOK": A Symbol of Popular Culture Identity Are'k Suroboyo Area in the Era of Digital Lifestyle Hidajat, Koerniawan; Nathadiharja, Sri Sukartono
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7888

Abstract

AbstractThe accelerated development of information and communication technology including computers has made people live a digital lifestyle. The practice of using social media as part of a digital lifestyle has consequences for the community's adaptation to the transformation of the community's communication culture, so that the penetration of cultural clashes and fusion cannot be avoided due to the acceleration of digital trends without limits. The purpose of writing the article is to provide a description of the phenomenon of using the word “Jancok” as a symbol of the identity of the Surabaya regional popular culture or “Arek Suroboyo” language on social media as a feature of the digital lifestyle. The method of writing the article is based on a literacy review descriptive phenomenological approach. The cultural identity of the “Arek Suroboyo” region is characterized by three parts of formal language, inter-group language applies between groups and Javanese dialect Suroboyo. Symbol of actualization: egalitarian, democratic and solidarity. The origin or history of the use of the word “Jancok” is divided into two versions: 1) a symbol of the spirit of struggle against Dutch colonization, until now still used to symbolize the spirit in Surabaya. 2) the scientific research version, developing the use of the word “Jancok” scientifically both in terms of its culture and language. “Jancok” in the digital lifestyle varies in writing, and its meaning makes multiple opinions on ideas to get comments. It shows familiarity in friendship and does not have negative connotations, the language analysis points to pragmatic elements of implicature, swearing elements of affection, Slank language, cultural penetration.Keywords: Jancok, Popular Culture, Language, Digital Lifestyle, Socialmedia AbstraksiPercepatan perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi termasuk komputer menjadikan masyarakat bergaya hidup digital. Praktek penggunaan media sosial bagian gaya hidup digital, berkonsekuensi adaptasi masyarakat terhadap transformasi budaya komunikasi masyarakat, sehingga penetrasi benturan dan peleburan budaya tidak bisa di hindari akibat untuk memberikan deskripsi fenomena penggunaan kata “Jancok” sebagai simbol identitas budaya poluler daerah Surabaya atau bahasa “Arek Suroboyo” pada media sosial merupakan ciri gaya hidup digital. Metode penulisan artikel berdasar literasi review pendekatan deskriptif fenomenologi. Identitas budaya daerah “Arek Suroboyo” di tandai tiga bagian bahasa formal, bahasa antar kelompok berlaku antar kelompok dan bahasa Jawa dialek Suroboyo. Simbol aktualisasi: egaliter, demoratis dan solidaritas. Asal atau sejarah penggunaan kata “Jancok”, di bagi 2 versi: 1) simbol semangat perjuangan melawan penjajahan Belanda, sampai sekarang masih di pakai untuk simbol pemicu semangat di Surabaya. 2) versi penelusuran ilmiah, mengembangkan penggunaan kata “Jancok” secara ilmiah baik dari sisi kulturnya dan bahasanya. “Jancok” dalam gaya hidup digital bervariasi penulisan, dan maknanya menjadikan multi opini atas ide untuk mendapatkan komentar. Menunjukkan keakraban dalam pertemanan dan tidak berkonotasi negatif, sisi analisa bahasa menunjuk pragmatis unsur implikatur, segi umpatan unsur afeksi, bahasa slank, penetrasi budaya.Kata Kunci: Jancok, Budaya Populer, Bahasa, Gaya Hidup Digital, Media Sosial
Intensitas Penggunaan Instagram Terhadap Karakteristik Fandom dan Perilaku Fanatisme Fandom BTS Army di Jabodetabek Angelina, Melani; Kusumawardani, Vidya
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7893

Abstract

AbstractThe global phenomenon of K-pop has significantly spread, including to Indonesia, facilitated by social media platforms like Instagram. Intense Instagram usage has broadened access to K-pop music and content, connecting fans with their favorite idols. In Indonesia, this is reflected in the growth of K-pop fan communities, K-pop-themed events, and the penetration of K-pop products into daily life, highlighting the deep influence of South Korean pop culture. This study examines the impact of Instagram usage intensity on the characteristics of fandom and fanatical behavior within the BTS Army community in Jabodetabek. Utilizing quantitative analysis and multiple linear regression testing with IBM SPSS 22, it was found that Instagram usage intensity significantly affects fandom characteristics and fanatical behavior. The analysis revealed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the hypothesis (H1) is accepted, showing a significant impact of Instagram usage on both fandom characteristics and fanatical behavior. This study supports the theory of social media usage intensity and provides deeper insights into the role of Instagram in shaping fandom characteristics and intensity.Keywords: Instagram, Fandom, Fanatical Behavior                      Abstraksi Fenomena K-pop telah menyebar secara global, termasuk di Indonesia, berkat peran besar media sosial seperti Instagram. Penggunaan Instagram yang intens telah memperluas akses terhadap musik dan konten K-pop, menghubungkan penggemar dengan idol favorit mereka. Di Indonesia, ini tercermin dalam munculnya komunitas penggemar K-pop, acara bertema K-pop, dan penetrasi produk K-pop dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan pengaruh mendalam budaya Korea Selatan. Penelitian ini fokus pada pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap karakteristik fandom dan perilaku fanatisme BTS Army di Jabodetabek. Dengan menggunakan analisis kuantitatif dan uji regresi linear berganda melalui IBM SPSS 22, ditemukan bahwa intensitas penggunaan Instagram berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fandom dan perilaku fanatisme BTS Army. Hasil analisis menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05, yang berarti H1 diterima, menandakan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan Instagram dan karakteristik serta perilaku fandom. Penelitian ini mendukung teori intensitas penggunaan media sosial dan memberikan wawasan tentang peran Instagram dalam membentuk karakteristik dan fanatisme dalam komunitas fandom.Kata Kunci: Instagram, Fandom, Perilaku Fanatisme
Kemampuan Komunikasi Digital Paul Gilster Pada Penerapan Pola Asuh di Kota Surakarta Lestari, Eni; Sudarmaji, Sudarmaji
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7825

Abstract

AbstractCommunication skills are the most basic skills in all aspects of life. The development of digital technology must be balanced with the ability of parents in social media for the implementation of appropriate parenting patterns. This study aims to determine how the influence of digital communication skills of parents, especially mothers, on the implementation of appropriate parenting patterns using Hurlock's parenting theory which is associated with Paul Gilster's digital literacy theory. This research method is descriptive qualitative, with objects of mothers in the Pajang sub-district environment. Data were obtained from interviews and observations. The results of the study stated that mothers who have high digital communication skills from the aspects of Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, knowledge Assembly are able to implement appropriate authoritative parenting so that it has a positive impact on child development.Keywords: Digital Communication, Parenting, Parents               AbstraksiKemampuan berkomunikasi merupakan skill paling dasar dalam semua aspek kehidupan. Perkembangan teknologi digital wajib diimbangi dengan kemampuan orang tua dalam bermedia sosial untuk penerapan pola asuh yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan komunikasi digital orang tua terutama ibu terhadap penerapan pola asuh yang tepat dengan menggunakan teori pola asuh Hurlock yang dikaitkan dengan teori literasi digital Paul Gilster. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan objek ibu di lingkungan kelurahan pajang. Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian bahwa ibu yang memiliki kemampuan komunikasi digital yang tinggi dari aspek Internet Searching, Hypertextual Navigation, Content Evaluation, knowledge Assembly mampu menerapkan authotitative parenting yang tepat sehingga membawa dampak yang positif terhadap perkembangan anak.Kata Kunci: Komunikasi Digital, Pola Asuh, Orang Tua
Green Marketing Public Relations Kopi Klotok Kaliurang Yogyakarta Mustiawan, Mustiawan
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7920

Abstract

AbstractThis study aims to explore the implementation of pull, push, and pass strategies within the Green Marketing Public Relations framework at Kopi Klotok Yogyakarta. This strategy is designed to build a sustainable image and increase consumer loyalty by integrating environmentally friendly values into every policy and marketing activity. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results of the study indicate that the pull strategy is carried out by creating an authentic consumer experience through a rural atmosphere and beautiful nature, while the push strategy is implemented with a dine-in only policy to reduce packaging waste while increasing direct interaction between consumers and the environment offered. The pass strategy utilizes social media, such as Instagram, to convey recommendations and sustainability values to the wider public. Although this policy has succeeded in strengthening consumer loyalty and brand image, the study has limitations in its narrow scope and has not explored the financial aspects. Further research is recommended to conduct a comparative analysis and explore the effectiveness of digital campaigns and the economic impact of sustainability strategies.Keywords: Green Marketing, Marketing Public Relations, Pull, Push, Pass strategyAbstraksiPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan strategi pull, push, dan pass dalam kerangka Green Marketing Public Relations pada Kopi Klotok Yogyakarta. Strategi ini dirancang untuk membangun citra keberlanjutan dan meningkatkan loyalitas konsumen dengan mengintegrasikan nilai-nilai ramah lingkungan dalam setiap kebijakan dan aktivitas pemasarannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pull dilakukan dengan menciptakan pengalaman konsumen yang otentik melalui suasana pedesaan dan alam yang asri, sementara strategi push diterapkan dengan kebijakan dine-in only untuk mengurangi limbah kemasan sekaligus meningkatkan interaksi langsung antara konsumen dan lingkungan yang ditawarkan. Adapun strategi pass memanfaatkan media sosial, seperti Instagram, untuk menyampaikan rekomendasi dan nilai keberlanjutan kepada khalayak luas. Meskipun kebijakan ini berhasil memperkuat loyalitas konsumen dan citra merek, penelitian memiliki keterbatasan pada ruang lingkup yang sempit dan belum mendalami aspek finansial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan analisis komparatif dan mengeksplorasi efektivitas kampanye digital serta dampak ekonomi dari strategi keberlanjutan.Kata Kunci: Green Marketing, Marketing Public Relations, strategi Pull, Push, Pass
Strategi Komunikasi Humas DPRD Kabupaten Bogor dalam Penyebaran Infomasi Publik melalui New Media Salsabila, Davina Elmaliya; Santoso, Hudi; Saleh, Amiruddin; Pranata, Rici Tri Harpin; Maha, Khalila Zahra
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7891

Abstract

AbstractPublic communication is the process of delivering information to the public directly or using the media carried out by individuals, organizations, and institutions. The Bogor Regency DPRD has a legislative function that regulates the life of the community and the state. This function is closely related to Public Information Disclosure (KIP) which must be considered by public relations staff. Information dissemination is carried out to achieve good governance in serving the community. This research analyzes the public relations communication strategy on the use of new media in the Bogor Regency DPRD. The subject was chosen because the Bogor Regency DPRD carries out its duties as a public body. The research theory uses Suprapto's communication strategy theory. The research method used is descriptive qualitative to describe the experiences and perspectives of the interview results. The results showed that Suprapto's communication strategy theory had not been fully implemented in information dissemination. The missing aspects are not determining specific target audiences, compiling messages that can be published and should not be published, limited use of new media, informative message methods, and mechanical and sociological barriers.Keywords: Communication Strategy, Public Relations, New Media   AbstraksiKomunikasi publik merupakan proses penyampaian informasi kepada publik secara langsung maupun menggunakan media yang dilakukan oleh individu, organisasi, maupun lembaga. DPRD Kabupaten Bogor memiliki fungsi legislasi yang mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Fungsi tersebut berkaitan erat dengan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang harus diperhatikan oleh staf humas. Penyebaran informasi dilakukan untuk mencapai good governement dalam melayani masyarakat. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi humas pada penggunaan new media di DPRD Kabupaten Bogor. Subjek dipilih karena DPRD Kabupaten Bogor menjalankan tugasnya sebagai badan publik. Teori penelitian menggunakan teori strategi komunikasi Suprapto. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pengalaman dan perspektif hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan belum sepenuhnya teori strategi komunikasi Suptapto diimplementasikan dalam penyebaran informasi. Aspek yang tidak ada tersebut yaitu tidak menentukan target khalayak spesifik, menyusun pesan yang boleh dipublikasikan dan tidak boleh dipublikasikan, penggunaan new media yang terbatas, metode pesan informatif, serta  hambatan mekanis dan sosiologis.Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Media Baru
Dekonstruksi Stereotip Gender Dalam Iklan “Kebahagiaan Kecil” Gopay Indonesia Octaviana, Rizka; Mustiawan, Mustiawan; Setiawati, Titin
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.8026

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the deconstruction of gender stereotypes in GoPay Indonesia's "Kebahagiaan Kecil" advertisement, which depicts the role of fathers in domestic tasks. Using a qualitative approach and content analysis method, this study focuses on six important scenes showing a father cooking, taking care of children, and cleaning the house. The results show that this advertisement has the potential to challenge patriarchal norms by depicting more equal gender roles. However, the strong elements of masculinity in this advertisement indicate inconsistencies in breaking down gender stereotypes. Furthermore, the study reveals that the commodification of gender equality issues in advertisements is used as a capitalist practice to attract audience attention. Although this advertisement discusses equal domestic roles, its implementation in society is still symbolic and does not reflect structural changes. This study contributes to the field of communication science by showing the role of media in shaping and changing social meanings, especially in gender representation. Further research is recommended to examine the long-term impact of gender representation in the media and audience responses to changes in gender roles displayed.Keywords: Gender Deconstruction, Advertising, Gender Stereotypes.AbstraksiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan stereotip gender dalam iklan "Kebahagiaan Kecil" GoPay Indonesia, yang menggambarkan peran ayah dalam tugas domestik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi, dengan memfokuskan pada enam adegan penting yang menunjukkan peran ayah adalam urusan domestic keluarga. Hasilnya menunjukkan bahwa iklan ini berpotensi menantang norma patriarki dengan menggambarkan peran gender yang lebih setara. Namun, elemen maskulinitas yang kuat dalam iklan ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam meruntuhkan stereotip gender. Lebih lanjut, penelitian mengungkapkan bahwa komodifikasi isu kesetaraan gender dalam iklan digunakan sebagai praktek kapitalis dalam menarik perhatian audiens. Meski iklan ini membuka perbincangan tentang kesetaraan peran domestik, implementasinya di masyarakat masih bersifat simbolis dan belum mencerminkan perubahan struktural. Penelitian ini memberikan kontribusi pada bidang ilmu komunikasi dengan menunjukkan peran media dalam membentuk dan mengubah makna sosial, khususnya dalam menggambarkan gender. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti dampak jangka panjang menggambarkan gender dalam media dan respons audiens terhadap perubahan peran gender yang ditampilkan.Kata Kunci: Dekonstruksi Gender, Iklan, Stereotip Gender.

Page 1 of 1 | Total Record : 10