cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Eksplorasi Bahasa dan Gaya Copywriting Instagram dalam Identitas Merek pada Akun @telkomselnow Nurfitria, Devy; Dama, Muhammad Satrian Duva
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7472

Abstract

Penelitian ini meneliti penggunaan bahasa dan gaya copywriting pada akun Instagram @telkomselnow dalam membangun identitas merek mereka. Dengan semakin meningkatnya peran media sosial dalam strategi pemasaran, terutama Instagram sebagai platform yang populer, penelitian ini menjadi relevan untuk memahami bagaimana merek memanfaatkan bahasa dan gaya copywriting untuk berinteraksi dengan audiens mereka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap postingan Instagram dari @telkomselnow untuk mengidentifikasi pola-pola bahasa dan gaya copywriting yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa seperti Klimaks, Hiperbola, Erotesis, Personifikasi, dan Koreksio, serta penerapan tiga aspek gaya copywriting yaitu Interest, Desire, dan Action yang digunakan dalam postingan akun Instagram @telkomselnow. Selain itu, teridentifikasi pula tiga tujuan khusus dalam mencerminkan identitas merek @telkomselnow yaitu Eksploratif, Naratif, dan Informatif. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang strategi komunikasi merek melalui media sosial khususnya Instagram, serta memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi public relations dalam memperkuat identitas merek dan meningkatkan interaksi dengan audiens dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.Kata Kunci: Bahasa, Copywriting, Identitas Merek, Instagram
Fenomena Buzzer dan Hoax Pada Sosial Media dalam Menentukan Pilihan Politik Bagi Gen-Z pada Pilpres 2024 dalam Perspekstif Agenda Setting Kusumawardani, Vidya; Cahyanto, Budhi
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7182

Abstract

AbstractThis article aims to provide an overview of Gen-Z's political choices on the upcoming 2024 presidential election, an overview of the presence of buzzers in political activities, and how buzzers influence the political choices of voters, especially Gen-Z. This article also tries to provide an agenda setting perspective in relation to new media. The approach used in this article is the study of literature, which are related to the buzzer phenomenon in Indonesia.The results of the study show that the term buzzer has shifted. Currently, buzzers exist because of social media and the emergence of political buzzers must be accompanied by public awareness to be vigilant and criticize messages on social media. Communities must be able to filter themselves from information disseminated by buzzers, by increasing scientific literacy. Not all information disseminated by the buzzer can be forwarded without checking the truth of the information. Gen-Z as people who are literate in information technology need to continue to be given awareness on how to use social media properly and correctly, by following the nation's cultural norms. In the 2024 presidential election contestation, Gen-Z can play a role in avoiding polarization in society.Keywords: Buzzer, Social media, Hate Speech, Hoax, Gen –z, Presidential Election 2024, Agenda Setting                                                    AbstraksiArtikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran pilihan politik Gen-Z pada kontestasi Pilpres 2024 yang akan datang, melihat kehadiran buzzer dalam kegiatan politik, dan bagaimana buzzer ikut mempengaruhi pilihan politik pemilih, khususnya Gen-Z. Artikel ini juga coba memberikan perspektif agenda setting dalam kaitannya dengan media baru. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji fenomena buzzer di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa istilah buzzer mengalami pergeseran. Saat ini buzzer hadir karena media sosial dan munculnya buzzer politik harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk waspada dan mengkritisi pesan-pesan di media sosial. Masyarakat harus mampu memfilter dirinya sendiri dari informasi-informasi yang disebarkan oleh buzzer, dengan cara meningkatkan literasi keilmuan. Tidak semua informasi yang disebarkan oleh buzzer, dapat dikirimkan ulang (forward) tanpa mengecek kebenaran informasi tersebut. Gen-Z sebagai kalangan yang melek teknologi informasi perlu terus diberikan kesadaran bagaimana bermedia sosial dengan baik dan benar, dengan mengikuti norma-norma budaya bangsa. Dalam kontestasi Pilpres 2024, Gen-Z dapat memainkan peranan untuk menghindari polarisasi di masyarakat.Kata Kunci: Buzzer, Media Sosial, Ujaran kebencian, Berita bohong, Pilpres 2024, Agenda Setting
Analysis Of BEM Unisri's Publik Opinion Regarding Political Advertising Billhots "Kepak Sayap Kebhinekaan" Herawati, Dewi Maria; Azhari, Wulan Ayu; Supuasari, Rahmatika Putri
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7519

Abstract

Puan Maharani's billboard advertisement with the theme " Kepak Sayap Kebhinnekaan" raises many pros and cons in society. Many people think positively, but quite a few people sneer at the ad. This research wants to see the public opinion of a group of BEM Activists from Slamet Riyadi University, Surakrta regarding the billboard " Kepak Sayap Kebhinnekaan" as a political advertisement belonging to Puan Maharani. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of this research are the responses given from several informants as BEM Activists at Slamet Riyadi University, Surakarta, which were variously positive, negative, and even neutral. There are those who openly do not support Puan Maharani to lead, but have a positive response to the message conveyed on Puan Maharani's political advertising billboards. Everyone who sees the political advertising billboard "Kepak Sayap Kebhinnekaan" of course has their own responses and opinions. Keywords: Public Opinion, Politic, Communication
Strategi Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar Hastuti, Nurnawati Hindra; Herawati, Dewi Maria; Itasari, Andri Astuti
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7286

Abstract

AbstractThe revival of tourism after the COVID-19 pandemic is one of the main agendas for accelerating the Indonesian economy. This program began with the opening of tourism doors in Bali and the creation of the slogan work from Bali by the Minister of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia, Sandiaga Uno in May 2021. This tourism revival will also begin to be carried out in various tourist attractions in Indonesia in 2022. Starting from the place tourism areas that are already well-known to tourist areas that are still young or newly formed, such as tourist villages. One of them is a tourist village in Susukan District, Semarang Regency, Central Java, namely Ngidam Muncar Tourism Village. The existence of this tourist village was initiated in 2019. Then the existence of the Ngidam Muncar Tourism Village was inaugurated in early 2020. However, this tourism program could not be carried out optimally because the COVID-19 virus broke out in 2020. The pandemic affected tourism activities and program marketing strategies. tourism in this village has been hampered. Therefore, this research wants to see how the marketing communication strategy carried out by the local village government can then provide new input so that it can increase the village's income. The stages of this research method are starting from conducting an initial survey of the research object to see and determine the focus of the research, namely the marketing communication strategy of the Ngidam Muncar Tourism Village. Then, to dissect and answer this research problem, marketing communication strategy theory, SWOT analysis theory and marketing mix theory were used. This research method uses descriptive qualitative. The process of collecting data uses literature review methods, observation, and interviews with several sources who are directly related to the problem.Keywords: Marketing Communication, SWOT, Tourism Village  Abstraksi Kebangkitan pariwisata pasca pandemi COVID-19 merupakan salah satu agenda utama percepatan ekonomi Indonesia. Program ini diawali dengan mulai dibukanya pintu pariwisata di Bali dan dibentuknya slogan work from Bali oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno pada Mei 2021. Kebangkitan pariwisata ini juga mulai dilakukan di berbagai tempat wisata di Indonesia pada tahun 2022. Mulai dari tempat wisaata yang sudah terkenal hingga kawasan wisata yang masih muda atau baru terbentuk seperti desa wisata. Salah satunya seperti desa wisata yang ada di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yaitu Desa Wisata Ngidam Muncar. Keberadaan desa wisata tersebut mulai diinisiasikan pada tahun 2019.  Kemudian keberadaan Desa Wisata Ngidam Muncar diresmikan pada awal tahun 2020. Namun program pariwisata ini tidak dapat dilakukan secara maksimal dikarenakan virus COVID-19 mewabah pada tahun 2020. Pandemi tersebut mengakibatkan kegiatan wisata dan strategi pemasaran program pariwisata desa ini jadi terhambat. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat yang kemudian dapat memberikan masukan baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa tersebut. Tahapan metode penelitian ini adalah mulai dari melakukan survei awal ke objek penelitian untuk melihat dan menentukan fokus penelitian, yaitu strategi komunikasi pemasaran Desa Wisata Ngidam Muncar. Kemudian untuk membedah dan menjawab permasalahan penelitian ini, digunakan teori strategi komunikasi pemasaran, teori analsis SWOT dan teori marketing mix. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Proses mengumpulkan data menggunakan metode literature review, observasi, dan wawancara beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan permasalahan.Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, SWOT, Desa wisata
PENGARUH BRAND AMBASSADOR RED VELVET DALAM IKLAN “MY BEAUTY MY RULE” TERHADAP BRAND IMAGE AZARINE COSMETIC (Survei Pada Followers Instagram @azarinecosmeticofficial) Sagita, Selvi; Sari, Wina Puspita; Fatimah, Anggun Nadia
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7493

Abstract

Advertising is an effective and efficient marketing strategy. Companies often use public figures or celebrities as brand ambassadors to make their advertisements more engaging. The existence of brand ambassadors also contributes to a strong public perception of the brand. The aims of this research is to determine the influence of Red Velvet as brand ambassadors in in the "My Beauty My Rule" advertisement campaign on the brand image of Azarine Cosmetic. This study uses the VisCAP theory popularized by Rossiter and Percy. This research uses a survey method with an explanatory quantitative. Data collection technique utilized a questionnaire distributed to 100 respondents who are followers of Instagram @azarinecosmeticofficial through Google Forms. The data analysis technique utilized in this research is included the normality test, linearity test, correlation test, simple linear regression analysis, determination coefficient test, and hypothesis test (t test), all performed with SPSS 25 for Windows. The test results indicate that the brand ambassador Red Velvet in the "My Beauty My Rule" advertisement has an influence of 43.4% on the brand image of Azarine. There are other variables not included in this study that affect the brand image of Azarine Cosmetic by 56.6%.  Keywords: Brand Ambassador, Brand Image, Advertisement, Cosmetics, K-pop                                                         
Kebijakan Pemerintah Terkait Larangan Impor Baju Bekas (Analisis Framing pada Tempo.co dan Media Indonesia) Zain, Herlina Muzanah; Agustin, Dinar Ayu Chandra
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7202

Abstract

AbstractThis research aims to analyze the framing of government policy reporting regarding the Prohibition of Importing Used Clothes on Kompas.co and Media Indonesia. This research is based on the  Government Policy regarding the ban on the import of used clothes which has become a public topic of conversation again after President Jokowi made his statement regarding the ban on the import of used clothes because it was considered detrimental to the local fashion industry or MSMEs. Reports related to this policy enlivened the news in online media, especially in the online media Tempo.co and Media Indonesia. The aim of this research is to see how the two online media above frame the news about government policy regarding the ban on importing used clothes on Kompas.co and Media Indonesia using the framing analysis model. Robert N. Entman divides the framing device into four elements: Define Problems, Diagnose Causes , Make Moral Judgment, Treatment Recommendation. Overall, news articles on Tempo.co and Media Indonesia focus on the government's efforts to resolve the problem of importing used clothes which are framed in the form of government actions and policies. The news on Tempo.co and Media Indonesia also provides information about policies related to the ban on importing used clothes, from actions to legal regulations, as well as the negative consequences of allowing import activities to continue.Keywords: Policy, Import, Used Clothes, Framing.                        Abstraksi Penelitian ini ingin menganalisis mengenai framing pemberitaan kebijakan pemerintah terkait Larangan Impor Baju Bekas di Kompas.co dan Media Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada adanya Kebijakan Pemerintah terkait larangan impor baju bekas yang kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Jokowi memberikan pernyataannya terkait larangan impor baju bekas karena dianggap merugikan industri fashion lokal atau UMKM. Pemberitaan terkait kebijakan tersebut meramaikan pada pemberitaan di media online khususnya pada media online Tempo.co dan Media Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk  dapat  melihat  bagaimana  kedua  media  online  diatas  membingkai pemberitaan  tentang  Kebijakan pemerintah terkait larangan impor baju bekas di Kompas.co dan Media Indonesia dengan menggunakan model  analisis  framing Robert N. Entman membagi perangkat framing ke dalam empat elemen Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment Recommendation. Secara keseluruhan, artikel berita di Tempo.co dan Media Indonesia berfokus pada upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah impor baju bekas yang dibingkai dalam bentuk tindakan dan kebijakan pemerintah. Berita di Tempo.co dan Media Indonesia tersebut juga memberikan informasi tentang kebijakan yang terkait dengan larangan impor baju bekas, mulai dari tindakan, peraturan perundang-undangan, serta konsekuensi negatif dari membiarkan kegiatan impor berlanjut.Kata Kunci: Kebijakan, Impor, Baju Bekas, Framing
PENERAPAN ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL ANALISIS PADA GRUP WHATSAPP INFO PERKULIAHAN IKOM MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PAMULANG Sulastri, Cucu; Ela, Hulasoh; Widayat, Widayat
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7438

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan etika komunikasi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, untuk mengidentifikasi jenis-jenis pelanggaran etika komunikasi yang mungkin terjadi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM, Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapan etika komunikasi dalam grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif, dilaksanakan di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang, khususnya dalam Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Peneliti sebagai instrumen berperan dalam menetapkan fokus penelitian, melakukan pemilihan informan sebagai sumber data, mengumpulkan data, memberikan penilaian atas kualitas data, melakukan analisis data, dan menafsirkan data serta membuat kesimpulan atas hasil temuannya. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi secara daring untuk mengamati interaksi dan dinamika komunikasi dalam Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis menggunakan teknik analisis konten. Observasi daring, dan studi dokumen akan dikategorikan, dan diinterpretasikan untuk mengidentifikasi pola-pola dalam penerapan etika komunikasi di dalam Grup WhatsApp IKOM Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentingnya peran individu dalam komunikasi Grup WhatsApp Info Perkuliahan IKOM. Penerapan etika komunikasi mendukung pemahaman dan dukungan pembelajaran. Konsistensi diperlukan untuk menghindari dampak negatif. Grup ini menjadi platform efektif untuk pertukaran informasi dan keterlibatan aktif. Etika komunikasi menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung. Kata Kunci: Etika Komunikasi, Sosial Media, Mahasiswa, WhatsApp
Perencanaan dan Evaluasi Program Komunikasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kebutuhan Khusus di London School Beyond Academy Jakarta Trijayanto, Danang; Irwandy, Deddy; Muku, Oktavianus Mbaku
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7311

Abstract

AbstractPeople with Autism need post-secondary or tertiary-equivalent post-secondary education services that are more accommodating, complete, with the facilities and infrastructure needed, such as in inclusive schools. In inclusive education institutions, autistic children can learn independently and develop their ability to communicate and develop social interaction skills. The role of educational institutions is very necessary in terms of handling, facilities and infrastructure in an effort to develop the growth and development and independence of autistic children. This manuscript uses a qualitative approach with the theoretical reference used, namely the CIPP (context, input, process, product) program evaluation theory by Stufflebeam. Overall, the skills and training program continues to develop and be continued because it has met its goals in meeting the needs of children with autism.Keywords: School, Education, Autism, LSBA, Institution             Abstraksi Penyandang Autisme membutuhkan layanan pendidikan lanjutan paska sekolah menengah atau setara perguruan tinggi yang lebih mengakomodasi, melengkapi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti di sekolah inklusi. Di lembaga pendidikan inklusi, anak autis dapat belajar mandiri serta mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan interaksi social. Sangat diperlukan peran lembaga pendidikan dengan cara menangani, sarana dan prasarana dalam upaya mengembangkan tumbuh kembang serta kemandirian anak autis. Naskah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan acuan teori yang digunakan yaitu teori evaluasi program CIPP (context, input, process, product) oleh Stufflebeam. Secara keseluruhan, program keterampilan dan pelatihan terus berkembang dan dilanjutkan karena telah memenuhi tujuan-tujuan dalam memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus yang mengikuti program keterampilan.Kata Kunci: Sekolah, Edukasi, Autisme, LSBA, Institusi
KAMPANYE PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI MEDIA SOSIAL (Analisis Wacana Kritis Pada Akun Instagram @taulebih.id) Hakim, Lukman; Septiana, Elyza; Fonny Ambil, Jangki Dausat; Rohimah, Afifatur
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7164

Abstract

Pendidikan seksual seringkali dianggap tabu oleh sebagian masyarakat Indonesia, dan tidak jarang para orang tua enggan membicarakannya. Adanya pendidikan seksual dapat menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi. Saat ini, pelecehan seksual sering dialami oleh anak di bawah umur. Antisipasi dari berbagai bentuk kekerasan seksual diawali dengan memberikan pemahaman pendidikan seksual kepada anak dengan cara yang baik dan benar sesuai usianya. Salah satu akun media sosial yang membahas tentang pendidikan seksual adalah akun Instagram @taulebih.id. Penelitian ini membahas bagaimana cara akun @taulebih.id memberikan informasi pendidikan seksual melalui media massa. Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana dibalik konten dari akun Instagram @taulebih.id. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks media, dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa akun @taulebih.id membuat dan membagikan kontennya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan seksual. Konten yang dibuat didasarkan pada berbagai macam permasalahan yang ada di masyarakat. Tujuan akun @taulebih.id membantu penerapaan pendindikan seksual di sekolah, salain itu untuk memberikan pendidikan seksual basis Islam, dan menjelaskan sebarapa penting peran serta tanggung jawab orang tua dalam meberikan pendidikan seksual pada anak. Beberapa konten yang ditampilkan berupa gambar disertai narasi yang mengandung unsur pendidikan seksual. Postingan tersebut disertai dengan sumber referensi yang akurat, untuk memastikan konten yang dibuat benar-benar suatu hal yang valid.
Peran PR Analyst dalam Pengelolaan Media Internal Kompas Gramedia Rafiq, Almira Felia; Claretta, Dyva
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7215

Abstract

AbstractPublic Relations handles few important roles to manage communication medium for its public, one of them by using digital PR which is website. PR Analyst Kompas Gramedia through a portal MyKG.id trying to presenting various informations and news related to the company itself for internal publics. This study is aims to analyze about how PR Analyst Kompas Gramedia implementate the PR roles in managing informations through MyKG.id, based on four Public Relations roles by Dozier and Broom which are Communcation Facilitator, Communication Tehnician, Expert Prescriber, and Problem Solving Facilitator. This type of study is qualitative descriptive. The result of this study are PR Analyst managing the whole news by doing real coverages and compiling lots of press release from cross-sectors, take advantages of continuous interactive medium such as WhatsApp Group Blast, Email Blast, KGTV, sound building, Instagram account @mykg.id, TikTok account @KompasGramedia, becoming a journalist inresidence, synergized with other division and Kompas Gramedia's publics, manages socialization and education program for the employees of Kompas Gramedia, also presenting solutions and inovations to improve MyKG.id. Keywords:  Public Relations, Public Relations Roles, Internal Website of Corporation, Digital PR  Abstraksi Public Relations memainkan peran penting dalam pengelolaan saluran informasi kepada publik, salah satunya dengan pemanfaatan digital PR yaitu website. PR Analyst Kompas Gramedia melalui portal MyKG.id menghadirkan ragam berita terkait perusahaan untuk publik internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana peran yang dijalankan PR Analyst Kompas Gramedia dalam mengelola informasi Website MyKG.id, ditinjau dari empat peran public relations oleh Dozier dan Broom yakni Communication Facilitator, Communication Technician, Expert Prescriber, dan Problem Solving Facilitator. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PR Analyst mengelola berita dengan liputan langsung dan menghimpun berita dari lintas sektor, memanfaatkan media interaktif lanjutan seperti WhatsApp Group Blast, Email Blast, KGTV, Sound Building, Instagram @mykg.id, dan TikTok @KompasGramedia, berperan menjadi journalist inresidence, bersinergi antardivisi dan dengan karyawan Kompas Gramedia, mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk karyawan Kompas Gramedia, serta menghadirkan solusi dan inovasi untuk perkembangan website MyKG.id.Kata Kunci: Public Relations, Peran Public Relations, Website Internal Perusahaan, Digital PR