cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Strategi Pengelolaan Tiktok Sebagai Media Edukasi Public Speaking (Studi pada Akun Tiktok @neyrhiza) Agustin, Dinar Ayu chandra; BALTHAZAR, YOAN PUTRI FERNANDA
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.6856

Abstract

Tiktok memang menjadi tren dan budaya populer bagi generasi kini sejak adanya pandemic covid. Beberapa factor yang yang menjadi penyebab tingginya minat dalam menggunakan aplikasi tiktok yakni factor hiburan, factor pengetahuan dan factor ekonomi. Dari ketiga factor tersebut yang paling mendominasi adalah factor pengetahuan Hal tersebut juga diperkuat dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia sebelumnya dalam program #SamaSamaBelajar yang diinisiasi oleh tiktok. Oleh karena itu muncul banyak konten creator yang memanfaatkan tiktok sebagai media edukasi, salah satunya adalah sara neyrhiza. Latar belakang sebagai praktisi dan akademisi dalam dunia public speaking membawanya untuk mengelola akun tiktok dan memanfaatkannya sebagai media edukasi public speaking. penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana strategi pengelolaan tiktok sebagai media edukasi public speaking yang dilakukan oleh Sarah Neyrhiza dalam akunnya @neyrhiza. Metode yang digunakan yakni kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengelola akun tiktok sebagai media edukasi public speaking, Sara Neyrhiza melalui tahap riset, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
Motif Penggunaan Aplikasi Anonim Prisga (Survei pada Pengguna Prisga Berusia Dewasa Muda di Kota Jakarta) Karamoy, Angelica Dewi; Adim, Adrio Kusmareza
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7319

Abstract

Abstract The development of the uses of social media has presented various new forms of social media concepts that are present today; one of them is the existence of anonymous social media applications. Anonymous applications allow users to have an account without having to use their personal identity. One of the oldest anonymous applications that has survived to this day in Indonesia is an anonymous application called Prisga. This research aims to find out what motivation drives individuals to use anonymous-based applications, especially young adult users who live in the city of Jakarta. This research uses quantitative descriptive methods and Papacharissi & Rubin's theory of Internet and Social Media Use. The data collection technique used in this research is purposive sampling, by distributing digital questionnaires to Prisga users. Based on the research results, the motives that encourage the use of the Prisga anonymous application are in accordance with Papacharissi & Rubin's theory of internet and social media use. Results that provide data show that the most dominant motives are passing time, convenience, and entertainment.Keywords: Motives of Use, Anonymous Apps, Prisga                    AbstraksiPerkembangan dari kegunaan media sosial telah menghadirkan berbagai bentuk baru dari konsep media sosial yang hadir saat ini; salah satunya adalah adanya aplikasi media sosial anonim.  Aplikasi anonim membuat pengguna dapat memiliki akun tanpa harus menggunakan identitas pribadinya. Salah satu aplikasi anonim tertua yang berhasil bertahan hingga saat ini di Indonesia adalah aplikasi anonim bernama Prisga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi apa yang menjadi pendorong individu untuk menggunakan aplikasi berbasis anonim, khususnya pada pengguna berusia dewasa muda yang tinggal di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dan menggunakan teori Penggunaan Internet dan Media Sosial dari Papacharissi & Rubin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, dengan cara penyebaran kuesioner digital kepada pengguna Prisga. Berdasarkan hasil penelitian, motif yang mendorong penggunaan aplikasi anonim Prisga sesuai dengan teori penggunaan internet dan media sosial dari Papacharissi & Rubin. Dengan hasil yang memberikan data bahwa motif yang paling dominan yaitu motif passing time, convenience, serta entertainment.Kata Kunci: Motif Penggunaan, Aplikasi Anonim, Prisga
PERANAN AKUN INSTAGRAM @NSHMOUNTAINGOLD SEBAGAI MEDIA INFORMASI CLUB BASKET NSH MOUNTAIN GOLD fauziah, Fauziah; Mantiri, Randi; Kamaruddin, Muhammad Junaid
PRoMEDIA Vol 10, No 1 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i1.7455

Abstract

Social media is another form of communication which aim to promulgate informations and to communicate with many people. Social media can be used to help it users to provide informations and make better interaction with other users. Instagram is one of the example of social media platform that is rapidly grow among other platforms and currently Instagram has a high level of popularity. In the world of sports, social media is mostly used as media to give informations. This research aims to find out the role of the Instagram account of NSH Mountain Gold basketball club as a media for basketball club information. This research uses qualitative method and also use an interactive analysis model, which follows the process of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on research that has been carried out using the uses and gratification theory by researchers regarding "The Role of the @nshmountaingold Instagram Account as Information Media for the NSH Mountain Gold Basketball Club" the researcher can come to the conclusion that the role of @nshmountaingold Instagram account is as a media to share information of NSH Moutain Gold Basketball Club and can fulfill cognitive, affective, personal integration and social integration needs. In other hand, the need to release tension is not a need for followers of the Instagram account @nshmountaingold.Keywords: Role, Instagram, Media Information
Analisis Wacana kritis Meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada Akun Auto Base Twitter @bdgfess Lestari, Martha Tri; Sabrina, Wilda Aula; Astuti, Sri Wahyuning
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7070

Abstract

ABSTRACT Memes as a form of virtual world communication have become increasingly widespread with a variety of purposes for making them, ranging from mere entertainment to criticizing social phenomena. This study aims to examine the humorous discourse contained in the meme 'Student Behavior on the Bandung Campus' at the macro and micro levels according to the theory of critical discourse analysis according to Teun A. van Dijk. The results of the study show that through text dimensions, the macro structure of the meme "Student behavior on the Bandung Campus has four sub-themes, namely Sultan, Jelata, Edgy and Hijjrah. Next, the microstructure of the Bandung Campus Student Behavior meme can be identified from the syntactic, semantic, and stylistic elements that show causality, implicit meaning, figurative language comparisons and satire. Through the dimension of social cognition, meme creators want to show meme readers that the reality of student life in the city of Bandung is diverse. This diversity is determined by the Classification of Universities and Student Lifestyles. Keywords: Bandung, Meme, Student BehaviorABSTRAKSIMeme sebagai bentuk komunikasi dunia maya penggunaannya sudah semakin luas dengan berbagai macam tujuan pembuatannya mulai dari sekedar hiburan maupun mekritisi fenomena sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana humor yang terdapat pada meme ‘Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung’ pada level makro dan level mikro sesuai dengan teori analisis wacana kritis menurut Teun A. van Dijk. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa melalui dimensi teks, struktur makro pada meme “perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung, empat subtema, yaitu Sultan, Jelata, Edgy dan Hijjrah. Berikutnya, struktur mikro pada meme Perilaku Mahasiswa di Kampus Bandung dapat diketahui dari elemen sintaksis, semantik, dan stilistik yang memperlihatkan bentuk kalimat kausalitas, makna implisit, gaya bahasa perbandingan dan sindiran. Melalui dimensi kognisi sosial, pembuat meme ingin menunjukkan bagi pembaca meme bahwa realitas kehidupan mahasiswa di Kota Bandung memang beragam. Keberagaman ini ditentukan oleh Klasifikasi Universitas dan Gaya Hidup mahasiswa.Kata kunci: Bandung, Meme, Perilaku Mahasiswa.
Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Reputasi dan Eksistensi Pondok Pesantren Riskiyah, Eka Maftuhatil; Mentari, Inggi Eka Ria; Jannah, Revi Rusdatul; Winarsi, Putrri
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7898

Abstract

Marketing is a crucial thing for educational institutions such as Islamic boarding schools. Every Islamic boarding school needs marketing to maintain its existence in society. This study was conducted to find a marketing strategy based on information and communication technology through social media. The research method used is descriptive qualitative research with observation data collection, questionnaires and literature reviews. The results of the study are: 1. Marketing based on information and communication technology is very important to be carried out in Islamic boarding schools through the stages of planning, organizing, implementing and evaluating. 2. Utilization of social media such as Instagram and YouTube as a marketing strategy. 3. The implications of using Social Media can increase public awareness and can provide a positive image for institutions and increase public interest.Keywords: Educational Marketing, Information And Communication Technology, Social Media, Islamic Boarding Schools
Persepsi Konsumen Tentang Kampanye Brand Boycott Pro-Israel dan Preferensi Pembelian Produk Lokal di Kabupaten Banyumas Rahayu, Dian Bestari Santi; Khusna, Itsna Hidayatul; Ayu, Kilau Riksaning
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7820

Abstract

AbstractThe situation of the Israeli-Palestinian conflict, which is massively informed on various media platforms, encourages the world community to respond with various forms of support. One response that has emerged is a boycott campaign against products or brands that are considered affiliated with Israel. The “Bela Palestina” rallies held several times by community groups reflect the high level of empathy for the Palestinian people. This study focuses on the perceptions of consumers, especially Generation Z in Banyumas Regency, towards their purchasing preferences for local products in response to the boycott campaign. Through a qualitative approach, this research involved 7 informants from Gen Z. The results showed that all informants were very aware of the boycott campaign. The results show that all informants are very aware of global socio-political conditions and tend to choose brands that are considered to have concern for humanitarian and sustainability issues. Their commitment to religious and social values greatly influenced their decision to participate in the boycott campaign, which shows that global issues can influence consumer behavior at the local level, including in their preferences for purchasing MSME products. Keywords: brand boycott, consumer behavior, generation Z, local productsAbstraksiSituasi konflik Israel-Palestina yang diinformasikan secara masif di berbagai platform media, mendorong masyarakat dunia untuk merespons dengan berbagai bentuk dukungan. Salah satu respons yang mengemuka adalah kampanye boikot terhadap produk atau merek yang dianggap berafiliasi dengan Israel. Aksi “Bela Palestina” yang beberapa kali digelar oleh kelompok masyarakat mencerminkan tingginya empati terhadap rakyat Palestina. Penelitian ini berfokus pada persepsi konsumen, khususnya Generasi Z di Kabupaten Banyumas, terhadap preferensi pembelian produk lokal atas kampanye boikot tersebut. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan 7 informan dari kalangan Gen Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan sangat sadar akan kondisi sosial politik global dan cenderung memilih merek yang dianggap memiliki kepedulian akan isu kemanusiaan dan keberlanjutan. Komitmen mereka terhadap nilai-nilai keagamaan dan sosial sangat memengaruhi keputusan untuk berpartisipasi dalam kampanye boikot, yang menunjukkan bahwa isu global dapat memengaruhi perilaku konsumen di tingkat lokal, termasuk dalam preferensi mereka terhadap pembelian produk UMKM. Kata Kunci: brand boycott, perilaku konsumen, generasi Z, produk local
Integritas dan Corporate Branding pada Tayangan Web Series Solusi BCA Nabila, Shelly Anisa; Alamiyah, Syifa Syarifah; Winarti, Oktifani
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7882

Abstract

AbstractThe era of new media has revolutionized the way we communicate and access information through digital technology. Social media platforms like YouTube play a key role in digital culture by providing easy access for users to share videos. One type of content that has grown on YouTube is the web series, which is similar to TV shows but shorter in duration and divided into several episodes. Web series are now widely used as a communication strategy by many companies, including in Indonesia, which has great potential for development due to the high interest in YouTube. This study analyzes the representation of the value of integrity in the YouTube web series "Nurut Apa Kata Mama," produced by BCA, using John Fiske's semiotic approach. The web series is designed as both an educational tool and a branding strategy, showcasing corporate values such as integrity, teamwork, and customer focus. Through three levels of analysis—reality, representation, and ideology—this study finds that integrity is represented through several characters who demonstrate consistency between words and actions, honesty, and responsibility. This web series strengthens BCA’s corporate branding by presenting the company's identity as an entity that prioritizes integrity in all aspects.Keywords: Representation, Semiotics, Integrity, Corporate branding          Abstraksi Era new media telah merevolusi cara berkomunikasi dan mengakses informasi melalui teknologi digital. Platform media sosial seperti YouTube memainkan peran penting dalam budaya digital dengan menyediakan akses mudah bagi pengguna untuk berbagi video. Salah satu konten yang berkembang di YouTube adalah web series, yang mirip dengan acara TV namun berdurasi lebih pendek dan terbagi dalam beberapa episode. Web series kini banyak dimanfaatkan sebagai sarana strategi komunikasi oleh banyak perusahaan, termasuk di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk pengembangannya berkat tingginya minat terhadap YouTube. Penelitian ini menganalisis representasi nilai integritas dalam web series YouTube "Nurut Apa Kata Mama" yang diproduksi oleh BCA, menggunakan pendekatan semiotika John Fiske. Web series ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus branding, menampilkan nilai-nilai perusahaan seperti integritas, kerjasama tim, dan fokus pada nasabah. Melalui tiga level analisis semiotika John Fiske menghasilkan hasil penelitian bahwa nilai integritas direpresentasikan melalui beberapa karakter tokoh cerita yang menunjukkan kesatuan ucapan dan tindakan, kejujuran, serta tanggung jawab serta pembawaan alur cerita yang membangun hubungan emosional dengan penonton yang mana BCA mengansumsikan brand sebagai manusia yang diringkas dalam web series ini sebagai bentuk memperkuat corporate branding BCA. Kata Kunci: Representasi, Semiotika, Integritas, Corporate branding
Media Sosial sebagai Alat Dakwah: Analisis Video YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus tentang Pencegahan Bunuh Diri Mukarromah, Faizatul; Nurdin, Ali
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7819

Abstract

AbstractSuicide is a serious problem that occurs among women, caused by depression, disappointment and pressure from the social environment. Ustadzah Halimah Alaydrus is an Islamic preacher who fights for women's rights not to commit suicide, through the YouTube platform. This research aims to analyze Ustadzah Halimah Alaydrus's message in the YouTube video "Oh Allah, I Almost Gave Up" to see its relationship to suicide prevention. This research uses a qualitative approach, analyzing video text and discourse using Norman Fairclough's discourse analysis model. The analysis is divided into three dimensions: texts, discourse practices, and sociocultural practices. Text analysis revealed that the video presented three main themes related to suicide prevention. The research concluded that Ustadzah Halimah Alaydrus' preaching in this video provides a positive and empowering message that can help prevent suicide among women in Indonesia. The study showed that its message increases hope and resilience, encouraging viewers to seek help and support from God and others. Overall, this research provides valuable insight into the role of Islamic da'wah in suicide prevention and highlights the importance of promoting positive and empowering messages to prevent suicide among vulnerable populations.Keywords: female preacher, Halimah Alaydruscommitted suicide AbstraksiBunuh diri menjadi salah satu masalah serius yang terjadi di kalangan perempuan, yang disebabkan oleh depresi, kekecewaan, dan tekanan dari lingkungan sosial. Ustadzah Halimah Alaydrus sebagai tokoh dakwah Islam yang memperjuangkan hak perempuan untuk tidak bunuh diri, melalui platform YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan Ustadzah Halimah Alaydrus dalam video YouTube “Ya Allah Aku Hampir Menyerah” untuk melihat kaitannya dengan pencegahan bunuh diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, analisis teks video dan wacananya menggunakan model analisis wacana Norman Fairclough. Analisisnya dibagi menjadi tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Analisis teks mengungkapkan bahwa video tersebut menyajikan tiga tema utama terkait pencegahan bunuh diri. Penelitian menyimpulkan bahwa dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus dalam video ini memberikan pesan positif dan memberdayakan yang dapat membantu mencegah bunuh diri di kalangan perempuan di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan bahwa pesannya meningkatkan harapan dan ketahanan, mendorong pemirsa untuk mencari bantuan dan dukungan dari Tuhan dan orang lain. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai peran dakwah Islam dalam pencegahan bunuh diri dan menyoroti pentingnya mempromosikan pesan-pesan positif dan memberdayakan untuk mencegah bunuh diri di kalangan populasi rentan.Kata kunci : dakwah perempuan, Halimah alaydrus, bunuh diri
“JANCOK": A Symbol of Popular Culture Identity Are'k Suroboyo Area in the Era of Digital Lifestyle Hidajat, Koerniawan; Nathadiharja, Sri Sukartono
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7888

Abstract

AbstractThe accelerated development of information and communication technology including computers has made people live a digital lifestyle. The practice of using social media as part of a digital lifestyle has consequences for the community's adaptation to the transformation of the community's communication culture, so that the penetration of cultural clashes and fusion cannot be avoided due to the acceleration of digital trends without limits. The purpose of writing the article is to provide a description of the phenomenon of using the word “Jancok” as a symbol of the identity of the Surabaya regional popular culture or “Arek Suroboyo” language on social media as a feature of the digital lifestyle. The method of writing the article is based on a literacy review descriptive phenomenological approach. The cultural identity of the “Arek Suroboyo” region is characterized by three parts of formal language, inter-group language applies between groups and Javanese dialect Suroboyo. Symbol of actualization: egalitarian, democratic and solidarity. The origin or history of the use of the word “Jancok” is divided into two versions: 1) a symbol of the spirit of struggle against Dutch colonization, until now still used to symbolize the spirit in Surabaya. 2) the scientific research version, developing the use of the word “Jancok” scientifically both in terms of its culture and language. “Jancok” in the digital lifestyle varies in writing, and its meaning makes multiple opinions on ideas to get comments. It shows familiarity in friendship and does not have negative connotations, the language analysis points to pragmatic elements of implicature, swearing elements of affection, Slank language, cultural penetration.Keywords: Jancok, Popular Culture, Language, Digital Lifestyle, Socialmedia AbstraksiPercepatan perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi termasuk komputer menjadikan masyarakat bergaya hidup digital. Praktek penggunaan media sosial bagian gaya hidup digital, berkonsekuensi adaptasi masyarakat terhadap transformasi budaya komunikasi masyarakat, sehingga penetrasi benturan dan peleburan budaya tidak bisa di hindari akibat untuk memberikan deskripsi fenomena penggunaan kata “Jancok” sebagai simbol identitas budaya poluler daerah Surabaya atau bahasa “Arek Suroboyo” pada media sosial merupakan ciri gaya hidup digital. Metode penulisan artikel berdasar literasi review pendekatan deskriptif fenomenologi. Identitas budaya daerah “Arek Suroboyo” di tandai tiga bagian bahasa formal, bahasa antar kelompok berlaku antar kelompok dan bahasa Jawa dialek Suroboyo. Simbol aktualisasi: egaliter, demoratis dan solidaritas. Asal atau sejarah penggunaan kata “Jancok”, di bagi 2 versi: 1) simbol semangat perjuangan melawan penjajahan Belanda, sampai sekarang masih di pakai untuk simbol pemicu semangat di Surabaya. 2) versi penelusuran ilmiah, mengembangkan penggunaan kata “Jancok” secara ilmiah baik dari sisi kulturnya dan bahasanya. “Jancok” dalam gaya hidup digital bervariasi penulisan, dan maknanya menjadikan multi opini atas ide untuk mendapatkan komentar. Menunjukkan keakraban dalam pertemanan dan tidak berkonotasi negatif, sisi analisa bahasa menunjuk pragmatis unsur implikatur, segi umpatan unsur afeksi, bahasa slank, penetrasi budaya.Kata Kunci: Jancok, Budaya Populer, Bahasa, Gaya Hidup Digital, Media Sosial
Intensitas Penggunaan Instagram Terhadap Karakteristik Fandom dan Perilaku Fanatisme Fandom BTS Army di Jabodetabek Angelina, Melani; Kusumawardani, Vidya
PRoMEDIA Vol 10, No 2 (2024): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v10i2.7893

Abstract

AbstractThe global phenomenon of K-pop has significantly spread, including to Indonesia, facilitated by social media platforms like Instagram. Intense Instagram usage has broadened access to K-pop music and content, connecting fans with their favorite idols. In Indonesia, this is reflected in the growth of K-pop fan communities, K-pop-themed events, and the penetration of K-pop products into daily life, highlighting the deep influence of South Korean pop culture. This study examines the impact of Instagram usage intensity on the characteristics of fandom and fanatical behavior within the BTS Army community in Jabodetabek. Utilizing quantitative analysis and multiple linear regression testing with IBM SPSS 22, it was found that Instagram usage intensity significantly affects fandom characteristics and fanatical behavior. The analysis revealed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the hypothesis (H1) is accepted, showing a significant impact of Instagram usage on both fandom characteristics and fanatical behavior. This study supports the theory of social media usage intensity and provides deeper insights into the role of Instagram in shaping fandom characteristics and intensity.Keywords: Instagram, Fandom, Fanatical Behavior                      Abstraksi Fenomena K-pop telah menyebar secara global, termasuk di Indonesia, berkat peran besar media sosial seperti Instagram. Penggunaan Instagram yang intens telah memperluas akses terhadap musik dan konten K-pop, menghubungkan penggemar dengan idol favorit mereka. Di Indonesia, ini tercermin dalam munculnya komunitas penggemar K-pop, acara bertema K-pop, dan penetrasi produk K-pop dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan pengaruh mendalam budaya Korea Selatan. Penelitian ini fokus pada pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap karakteristik fandom dan perilaku fanatisme BTS Army di Jabodetabek. Dengan menggunakan analisis kuantitatif dan uji regresi linear berganda melalui IBM SPSS 22, ditemukan bahwa intensitas penggunaan Instagram berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fandom dan perilaku fanatisme BTS Army. Hasil analisis menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05, yang berarti H1 diterima, menandakan adanya pengaruh signifikan antara penggunaan Instagram dan karakteristik serta perilaku fandom. Penelitian ini mendukung teori intensitas penggunaan media sosial dan memberikan wawasan tentang peran Instagram dalam membentuk karakteristik dan fanatisme dalam komunitas fandom.Kata Kunci: Instagram, Fandom, Perilaku Fanatisme