cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KEMAJEMUKAN Zaman, Kamilus
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.179

Abstract

Guru agama seharusnya menjadikan peserta didik menjadi yang berperadaban, berbudaya, berakhlak, berkarakter, ala Indonesia. dengan menjunjung tinggi nilai-nilai al-qur’an, dan pancasila, menghargai kemajmukan, suku, agama ras, sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa Oleh Nabi Muhammad SAW, yang membangun Kota Yastrib menjadi kota Madinah yang didalamnya juga bermajmuk. Sebagai upaya Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Kemajemukan , disini lembaga harus mencoba mengembangkan dan merekontruksi kembali kurikulum Pemerintah dari yang sentralisasi menjadi Desentralisasi, agar Tujuan Pendidikan Agama Islam di lembaga tersebut tercapai, Untuk merealisasikannya Maka:1). Pengembangan kurikulum PAI: pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat berarti: (1) kegiatan menghasilkan kurikulum PAI; atau (2) proses yang mengaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum PAI yang lebih baik; dan/atau (3) kegiatan penyusunan (desain), pelaksanaan, penilaian dan penyempur¬naan kurikulum PAI. 2). Langkah-Langkah dalam Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Kemajemukan, dari berbagai Aspek: (1) aspek Tujuan: Menjaga akidah dan ketakwaan peserta didik. 2) Menjadi landasan untuk lebih rajin mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama. 3) Mendorong peserta didik untuk lebih kritis, kreatif dan inovatif. 4) Menjadi landasan perilaku dalam kehidupan sehari-hari didalam masyarakat. Dengan demikian bukan hanya mengajarkan pengetahuan secara teori semata tetapi juga untuk dipraktekkan atau diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (membangun etika sosial). 5) Nasionalis 6) Membentuk Pribadi Muslim (2)  Aspek Materi: Memperluas/menambah indikator,  Muatan lokal, konten pelajarannya tidak harus sejarah tentang perang dan kesenjangan antara Islam dan non Islam, yang diajarkan karya Tokoh-Tokoh Nusantara. Materi yang disajikan hendaknya lebih  bersifat fungsional (3) Aspek Lembaga: Lembaga Pendidikan Agama Islam harus toleran terhadap kemajemukan siswa baik Ras, Suku bahkan Agama.
RELEVANSI PEMIKIRAN MAQASHID AL-SYARIAH JASSER AUDA TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN ISLAM MULTIDISIPLINER Mutholingah, Siti; Zamzami, Muh. Rodhi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.183

Abstract

Perkembangan zaman tentu memiliki dampak dalam berbagai aspek kehidupan umat Islam, termasuk dalam konteks keilmuan Islam. Studi tentang tujuan mendasar dari hukum Islam (maqashid al-syariah) dan produk hukum Islam (fiqh) tentu akan semakin dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan hukum Islam yang semakin dihadapkan dengan fenomena yang tidak terjadi pada saat Nabi, masa teman, periode tabi'iin, atau periode tabi'in tabi. Menurut beberapa ulama ushul dan ulama fiqih Islam dari era sekarang (kontemporer) menganggap bahwa ada beberapa maqashid al-syari'ah dan hukum Islam (fiqh) yang harus ditinjau karena mereka kurang relevan jika diimplementasikan dalam konteks kehidupan Muslim hari ini. Salah satu ulama ushul fikih kontemporer adalah Jasser Auda. Hal utama yang mendasari mengapa Jasser Auda ingin meninjau maqashid al-sharia klasik, menurut Jasser Auda maqashid al-sharia klasik yang mencakup hifdz al-diin, hifdz al-nafs, hifdz al-aql, hifdz al-nasl, dan hifdz al-maal, masih cenderung terlalu umum, individual dan tidak mengandung nilai universal seperti prinsip keadilan dan kebebasan.
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM BERBUDAYA NIRKEKERASAN Sudrajat, Adi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.185

Abstract

Pendidikan merupakan alat untuk mencetak manusia yang humanis, cinta damai, dan juga solusi dari segala masalah, tapi banyak masalah muncul dari dunia pendidikan salah satunya kekerasan dalam pendidikan, ironisnya itu terjadi mulai dari tingakat dasar sampai perguruan tinggi, untuk menghadapi masalah ini perlu diadakan rivitalisasi pendidikan yaitu dengan mengembangkan pendidikan agama Islam berdudaya nirkekerasan. Ini sebagai tawaran solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah kekerasan yang terjadi didalam dunia pendidikan saat ini. Seperti apa yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW bagaiamana cara menanamkan nilai-nilai pendidikan yang humanis sehingga Islam menjadi agama rahmatan lil`alamin.
PENGAJARAN MENGGUNAKAN METODE KAISA DALAM MENGHAFAL AL QURAN PADA ANAK Salamah, Umi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.186

Abstract

Metode kaisa adalah cara menghafal al-Quran yang berorientasi pada hafalan dan pemahaman ayat al-Quran beserta artinya melalui gerakan atau kinestetik yang disesuaikan dengan arti setiap ayat sehingga memberikan kemudahan santri untuk memahami dan mengingat setiap ayat al-Quran yang diberikan. Tahapan metode kaisa : Guru memberi salam, menyiapkan atau memberi aba-aba kepada santri persiapan proses belajar mengajar, presensi kehadiran santri, membaca basmalah dan doa sebelum belajar, Murojaah atau mengulang hafalan, tambahan hafalan dengan membaca ayat perkata dengan gerakan/kinestetik, menjelaskan hukum tajwid serta maknanya/tafsirnya, santri melafalkan ayat secara berulang-ulang sampai ayat tersebut dihafal, satu per satu santri melafalkan ayat sesuai hukum tajwidnya dan menerjemahkan per kata, guru menyimak hafalan ayat yang dihafalkan oleh masing-masing santri, guru membenarkan jika ada kesalahan dengan hukum tajwid serta artinya, setelah ayat pertama dihafal, guru membimbing santri untuk lanjut ke ayat berikutnya dengan perlakuan yang sama, merefleksi pembelajaran dengan memberi game sambung ayat (yaitu hafalan surat-surat secara berkesin- ambungan), penutup pembelajaran dengan doa senandung al-Quran dan doa kafaratul majelis secara berjamaah.
MEMAHAMI BALAGHAH DENGAN MUDAH Hafidz, Muhammad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.187

Abstract

Balaghah merupakan ilmu yang mengkaji keindahan bahasa al-Qur’an.  Oleh  pelajar bahasa Arab dianggap materi sulit karena beberapa hal, pertama, balaghah membahas mengenai hubungan kata dan ungkapan dengan situasi, lingkungan, dan makna, dalam balaghah ada makna haqiqi (makna denotatif) dan majazi (makna konotatif), ada hubungan ungkapan dengan perasaan, keindahan, dan imajinasi. Kedua, contoh-contoh yang tersaji dalam buku-buku balaghah diambil dari syair-syair arab, yang bahasanya terasa asing bagi pelajar dan cara memahaminya tidak seperti memahami kalimat biasa. Maka perlu ada  solusi untuk membantu mempermudahnya, diantaranya adalah perubahan metode pengajaran dan penyusunan buku balaghah dengan pendekatan konstraktif, atau dalam pengertian mudah memahami balaghah dengan kaca mata gaya bahasa Indonesia yang sudah dikenal pelajar sejak awal.
INTERAKSI ANTARA KYAI DAN SANTRI DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK PADA PONDOK PESANTREN ANAK-ANAK Subekti, Yusuf Agung; Mutamakin, Mutamakin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2017): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v6i1.190

Abstract

Independent attitude education for santri (student in islamic boarding school) has existed in Indonesia since long time ago, in general, the pesantren (Islamic boarding school) specializing handle prioritize education of children to read and write the Koran, which is the core element kiai, Mrs. housekeeper, teacher council, students, mosque, hostel, and learning curriculum Koran has become a sub-culture of its own. Because of the character education very early age how urgent it is to form a sub-culture of personal private life tough face reality era of modernization and globalization. In addition, many stakeholders stated that schools are educational institutions that can serve as a model character education in Indonesia. Two questions will be addressed in this paper is how interaction between kyai and santri in forming children's independent attitude  on kids boarding shool This study focuses attention on Nur Mamba'ul Hisan Satreyan Kanigoro Blitar.
PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN KEHIDUPAN SOSIAL SANTRI Zamzami, Muh. Rodhi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2017): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v6i1.191

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia, sejak sebelum masa penjajahan pesantren sudah menjadi lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Pesantren memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, pesantren ikut andil dalam kemerdekaan, mengusir penjajah. Pesantren juga berperan dalam pembangunan Negara Indonesia, terutama dalam bidang non fisik yaitu pendidikan. Pesantren membangun mental bangsa Indonesia untuk selalu berpegang teguh menjaga warisan bangsa, budaya dan karakter bangsa Indonesia. Tidak sedikit kearifan budaya lokal, dan kearifan sosial yang ada di Indonesia sudah selaras dengan ajaran-ajaran Islam. Sikap saling menghormati, menghargai, dan memahami antar sesama, rendah, diri, dan hidup sederhana, sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia, yang semua itu selalu ditekankan dan diajarkan di pesantren. Semua tradisi sosial pesantren adalah bentuk gambaran masyarakat Indonesia, sehingga struktur sosial antara masyarakat pesantren, dan masyarakat umum diluar pesantren tidak jauh berbeda.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN (Studi Pustaka Kisah-kisah dalam al-Quran) Rosidin, Rosidin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2017): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v6i1.192

Abstract

Al-Quran is the main source of Islamic educational concept. The Quranic text is constant, while its contextualization and its implementation are dynamic throughout Muslim history. Therefore its verses could be interpreted as the answer to the problems of Islamic education nowadays. One of the Educational problems within  Islamic education is the problem of leadership. At least, there are seven stories of leadership within the Quran. The lesson learned from these stories of leadership can be concluded as follows; there are four leadership competencies, i.e: moral, professional, social, and intellectual competencies. These competencies are equivalent to the prophetic qualities: Siddiq, Amanah, Tabligh, and Fatanah.
Tahapan Operasional Konkret Jean Piaget dalam Internalisasi Moral Religius Anak Usia Sekolah Dasar 7 – 12 Tahun Munir, Misbahul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2017): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v7i1.214

Abstract

Usia rentang sekolah dasar 7-12 ialah masa yang sangat rentan dan peka terkait perkembangan sikap dan perilaku, dalam tahapan Jeans Piaget adalah operasional konkret. Pada tahap operasional konkret anak sudah mempunyai kemampuan mempertimbangkan tujuan-tujuan perilaku moral, anak memiliki kemampuan menyadari bahwa aturan moral adalah kesepakatan tradisi yang dapat berubah. Peran Orang dewasa dalam mengarahkan nilai religius kepada anak antara lain, memberikan keteladanan, membiasakan hal-hal yang baik, menanamkan disiplin, memberikan motivasi, memberikan penghargaan secara psikologis, memberikan punishment dalam hal kedisiplinan.
SEJARAH PERJALANAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI MALAYSIA Aslan, Aslan
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2019): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/talimuna.v1i1.238

Abstract

Sejarah kurikulum di Malaysia tidak terlepas dari politik yang menaunginya, yang mana peran penting dalam perubahan kurikulumnya adalah berawal dari sistem pemerintahan. Hasil temuan penelitian dari sejarah pendidikan di Malaysia; Pertama, Malaysia yang dikenal sebagai sistem kerajaan, dan raja yang pertama menganut agama Islam sehingga mempengaruhi pendidikan bagi rakyatnya. Kedua, sejak kaum penjajah yang datang di Malaysia, maka sistem pendidikan mengalami dualisme, antara sistem pendidikan Ulama dan sistem pendidikan ala barat yang dibawa oleh kaum penjajah, yang mana peran penting dari kaum penjajah tersebut adalah Inggris. Ketiga, perubahan kurikulum di Malaysia, sejak telah dijajah dan mengalami kemerdekaan tidak terlepas dari kurikulum yang orientasinya ke barat. Sementara, mata pelajaran agama mengalami kemunduruan karena beberapa hambatan, misalnya mata pelajaran agama menggunakan huruf jawi yang kurang disenangi oleh siswa-siswi di Malaysia dan pengaruh perkembangan teknologi.