cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI UMUM Said, Akhmad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v2i2.139

Abstract

The current  moral decline of this nation, more or less was the impact of low achievement in moral education. To point out, there have been endless white collar criminals and corruptions, illegal logging, violence and anarchy, inter students’ gang fight, and the castration of humanity. The failure of such moral education often be addresed as the failure of Religion Education particularly Islam, since Elementary until Higher Education/University.The failure of education in Islamic Religion supposed to be related to a set of problems. Among these problems are curricula, teacher/educator, method and the dychotomic view between religious education and scientific one that it should be taught integrally. This writing will try to analize the mentioned problems and it possible  solution.
“PENDIDIKAN UNTUK SEMUA” DALAM KAJIAN ISLAM Muzammil, Muzammil
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v2i2.140

Abstract

National education has not succeeded to the principles of "education for all" as outlined in the constitution. Already mentioned in the constitution, that Article 28 C Paragraph (1) which states, Everyone has the right to develop themselves through the fulfillment of basic needs, are entitled to education and to benefit from science and technology, arts and culture, for improving the quality of life and for the welfare of the people humans. Unfortunately this does not yet have a constitutional right to equal every citizen.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAKEM) BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PAI Naim, Zaedun
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v2i2.141

Abstract

The concept of character education is suited to be applied in formal education (school), because the character education is implant the values of character to the school community which includes the component of knowledge, the awareness or the willingness, and the actions to implement those values. The implant of character values to the students can be conducted , through learning, because based on learning activities be sides to make students mastering the competencies (matter) targeted, is also designed to make the students are recognize, aware or care, internalize the values, and make it being their behaviors.
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 Rahmatullah, Rahmatullah
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v2i2.142

Abstract

This paper will discuss the foundation for curriculum development. Curriculum change and development is not inevitable, it is motivated by a shift in perspective, the changing times, changes and developments in technology, changes in social and cultural community and others. Curriculum development and change is intended to better purpose than the previous curriculum. Foundations of curriculum development at least include some things like grounding sociological, philosophical foundation, the cornerstone of religion in Islamic education and others. Some of the foundation should be sufficiently represent the fundamentals of curriculum development, curriculum development as for the foundation in 2013 has included some of the above plus the foundation juridical foundation that has been set by the government.
TEORI DAN MODEL PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Telaah Historis Epistemologis - Model Pendidikan Sejak Zaman Hindu Sampai Kemerdekaan Malik Masyhuri, Imam
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2013): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v2i2.143

Abstract

Secara epistemologis model pendidikan di Indonesia di bangun melalui tahapan setapak demi setapak. Model pendidikan paling awal diperkenalkan di Indonesia adalah model per-cantrik-an, model ini menempatkan pendidik (resi, master, ustadz) sebagai guru sekaligus pemimpin spiritual secara individu. Kedua, model pendidikan dalam bentuk padhepokan atau biara, model ini mendapat inspirasi model guru-kula dari India, dalam model ini kepemimpinan pendidikan mulai bersifat kelembagaan. Ketiga, model pendidikan pesantren,  model ini mendapat inspirasi model persaudaraan Sufi, Kuttab, Ribat, dan Hankah yang dikombinasi dengan model pendidikan guru-kula yang diberi corak ke-Islam-an, pendidikan tidak hanya bersifat profan, melainkan juga sakral. Keempat, model persekolahan (schooling system), model ini dibawa ke Indonesia oleh kolonialis Belanda, model ini mengacu pada  desakralisasi peran pimpinan lembaga pendidikan. Kelima, model madrasah, model ini merupakan kombinasi antara model sekolah umum dengan model pesantren,  jadi pelajarannya adalah materi umum yang bermuatan nilai-nilai agama Islam.
MENDIALOGKAN LEGITIMASI NIKAH SIRRI DALAM RANAH TEOLOGIS DAN YURIDIS (Interpretasi Hadits Larangan Nikah Sirri Dalam Perspektif Antropologi) Muna, Moh. Nailul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2018): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v7i1.144

Abstract

Dalam memperbincangkan pernikahan, tidak bisa lepas dari dua ranah yang melikupinya yakni, keyakinan dan hukum. Permasalahan nikah sirri adalah permasalahan yang sampai saat ini masih menarik untuk diperbincangkan karena masih maraknya praktek ini. hadits yang merupakan sumber hukum Islam kedua telah melarang secara jelas praktek nikah yang tidak dihadiri oleh wali, meski al-Qur’an tidak menyinggung hal ini namun dalil-dalil yuridis telah menguatkan larangan nikah sirri karena akan mengakibatkan ketidak-jelasan hubungan suami istri, selain itu keengganan untuk mencatatkan pernikahan yang menjadi faktor utama pelarangan nikah sirri. Namun dalam perspektif antropologi, nikah sirri tidak selamanya dilarang dengan mempertimbangkan eksistensi hadits serta keadaan sosiologi yang ada. Tulisan ini bertujuan supaya memberikan new meanings dalam memahami nikah sirri dengan menggunakan perspektif antropologi.
INTEGRASI PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN DI INDONESIA Rusdiyanto, Rusdiyanto
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2018): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v7i1.145

Abstract

Wacana Integrasi di Indonesia sudah lama digaungkan sebagaimana yang tertuang dalam UUSPN Nomor 20 Tahun 2003 pasal 30 yang mewajibkan penyelenggaraan pendidikan Agama pada semua strata pendidikan sebagai bentuk kesadaran bersama untuk mencapai kualitas hidup yang utuh. Pelaksanaan pendidikan memiliki dua misi utama yaitu pembinaan daya intelektual dan pembinaan daya moral, Mensinergikan sains dan Islam (Agama) merupakan sesuatu yang sangat penting, bahkan keharusan, karena dengan mengabaikan nilai-nilai Agama dalam perkembangan sains dan tekhnologi akan melahirkan dampak negatif yang luar biasa. Dampak negatif dari kecendurungan mengabaikan nilai-nilai (moral Agama) bisa kita lihat secara emperik pada perilaku korup dan lain sebagaianya yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi ini dengan munggunakan kekuatan sains dan tekhnolog. Fokus Pembahasan:  Apa Pengertian Integrasi Pendidikan dan Bagaimana Implikasinya terhadap lembaga Pendidikan di Indonesia.
PENDIDIKAN ISLAM DAN KESADARAN PLURALISME Mahmudin, Afif Syaiful
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2018): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v7i1.146

Abstract

Islam menurut mayoritas pemeluknya adalah agama holistik. Islam tidak hanya diartikan sebagai agama tauhid belaka, melainkan ajaran yang menyangkut semua aspek kehidupan, agama publik, pluralisme agama tidak sekedar persoalan mengakomodasi klaim-klaim kebenaran agama dalam wilayah pribadi, tetapi juga persoalan kebijakan publik di mana pemimpin muslim harus mengakui dan melindungi kebebasan beragama, tidak hanya intra-umat Islam, tetapi antar-agama dan agama penutup yang mengajarkan ketuhanan dan kemanusiaan, termasuk di dalamnya persoalan pluralisme. Pluralisme adalah sesuatu terlahir dari dalil ajaran ketuhanan. Akal menyimpulkan bahwa jika keesaan hanya milik Allah, maka selain-Nya tidak layak untuk menyandangnya yang berarti selain Allah adalah pluralitas. Kemajemukan serta keberagaman dalam hal agama, tradisi, kesenian, kebudayaan, cara hidup, dan pandangan nilai yang di anut oleh kelompok etnis masyarakat Indonesia. Pada satu sisi, keberagaman dan kemajemukan ini bagi Indonesia bisa menjadi kekuatan yang positif dan konstruktif. Pada sisi lain, akan menjadi kekuatan yang negatif dan destruktif apabila tidak di arahkan dengan positif
MEMBINGKAI KEPRIBADIAN ULUL ALBAB GENERASI MILENIAL Munir, Misbahul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2018): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v7i1.147

Abstract

Problematika kepribadian yang dihadapi generasi millenial saat ini sangat memprihatinkan, diantaranya adalah persoalan adiksi gadget, tidak fokus pada belajar, emosinya mudah terganggu, pornografi, pergaulan bebas. Sebagai tawaran solusi adalah internalisasi nilai kepribian ulul albab, yaitu melalui pengamalan dzikir, fikir, amal soleh. Internealisasi kepribadian ulul albab memungkinkan bisa mengatasi krisis moral yang sedang terjadi saat ini. Keunikan yang dimiliki generasi millenial ulul albab ialah terampil dalam mengakses teknologi digital, sekaligus mempunyai prinsip nilai agama yang kokoh.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN (Studi Kasus di SMP Islam Muqorrobin Singosari Malang) Sumarji, Sumarji; Rahmatullah, Rahmatullah
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2018): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ta.v7i1.148

Abstract

Peningkatan membaca al-Qur’an menjadi hal penting dalam dunia pendidikan. Dengan mempelajari al-Qur’an maka diharapkan tingkat spiritual anak didik meningkat, sehingga akan berdampak kepada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor anak didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya guru dalam meningkatan kemampuan membaca al-Qur’an di SMP Islam Muqorrobin Singosari Malang dilakukan dengan pertama, optimalisasi pelaksanaan proses pembelajaran intra kulikuler. Kedua, optimalisasi proses pembelajaran ekstra kulikuler. Ketiga, evaluasi pembelajaran. Kempat, penambahan sarana dan prasarana. Kelima, Peningkatan kualitas Guru.