cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR TERINTEGRASI BUDAYA MADURA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KEPARIWISATAAN: Integrated Basic Education Curriculum of Madurese Culture through the Implementation of Tourism Learning Models Nilamsari Damayanti Fajrin; Ustwatur Rosyidah Kusnindah; Agung Setyawan
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/7ym6gn49

Abstract

Basic education in Indonesia faces crucial challenges in balancing national standards with contextual needs and preserving local identity. Madurese culture is one of the learning resources that can be integrated into the elementary school curriculum because students need to be introduced to their identity as part of a social or ethnic community. This scientific article examines the potential for integrating Madurese culture into the elementary school curriculum as an effort to strengthen students' character and preserve cultural heritage. This research adopts a qualitative approach with a library method or literature study to apply a tourism-based learning model that can integrate Madurese local culture. Data were collected through internet searches for relevant and reliable journal articles, as well as sources from reference books related to the topic. Core values of Madurese culture, such as piety, kinship ethics (Bung-Sabung Rosok), work resilience (Ta'tako' Mate, Tape Tako'kalaparan), morality (Bhupa' Bhebu' Guru Rato), and adherence to norms and ethics (Andhap Asor), were identified as the main foundations. The proposed integration model emphasizes a contextual approach through the implementation of a tourism-based learning model that is adapted to class levels and geographical conditions. Pendidikan dasar di Indonesia menghadapi tantangan krusial dalam menyeimbangkan standar nasional dengan kebutuhan kontekstual dan pelestarian identitas lokal. Budaya Madura merupakan salah satu sumber belajar yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum jenjang pendidikan dasar, karena peserta didik perlu dikenalkan dengan identitasnya sebagai bagian dari komunitas sosial atau suku bangsa. Artikel ilmiah ini mengkaji integrasi budaya Madura ke dalam kurikulum pendidikan dasar sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik dan melestarikan warisan budaya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan studi pustaka untuk mengaplikasikan model pembelajaran berbasis kepariwisataan yang dapat mengintegrasikan budaya Madura. Data dikumpulkan melalui pencarian di internet pada artikel-artikel jurnal yang relevan dan terpercaya, serta bersumber dari buku-buku referensi yang terkait dengan topik riset. Temuan artikel adalah nilai-nilai inti budaya Madura, seperti ketakwaan, etika kekerabatan (Bung-Sabung Rosok), ketangguhan kerja (Ta'tako' Mate, Tape Tako'kalaparan), moralitas (Bhupa' Bhebu' Guru Rato), serta ketaatan terhadap norma dan etika (Andhap Asor), diidentifikasi sebagai fondasi utama. Model integrasi yang diusulkan adalah pendekatan kontekstual melalui implementasi model pembelajaran berbasis kepariwisataan yang disesuaikan dengan tingkat kelas dan kondisi geografis. Kata Kunci : Budaya Madura; Kurikulum; Pendidikan Dasar; Pendidikan Karakter; Pembelajaran Kepariwisataan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KISAH UWAIS AL-QARNI PERSPEKTIF SHAHIH MUSLIM NOMOR 2542: Values of Moral Education in the Story of Uwais al-Qarni from the Perspective of Sahih Muslim Number 2542 Atho’illah; Johan Indrus Tofaynuddin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/awm9sx87

Abstract

The issue of moral education remains a priority. This is especially true when we consider the current decline in the morals of Muslims, such as the disharmony between children and parents. To address this issue, this article aims to examine the values of moral education in the story of Uwais al-Qarni in Sahih Muslim Hadith Number 2542. In Islamic education, the story method has been proven to stimulate individuals to improve their moral character. This article is written using a qualitative approach and literature study. The data sources are Hadith books and other literature relevant to the theme of the article. This article shows that the story of Uwais is not just a classic spiritual narrative, but a reflective mirror that offers profound relevance to contemporary Islamic education. The moral values of Uwais that can be emulated by the younger generation of Muslims include: birrul walidain, patience, gratitude, zuhud, wara', and qana'ah. Persoalan pendidikan akhlak masih menjadi isu yang harus diutamakan. Terlebih jika melihat kemerosotan akhlak umat muslim saat ini, seperti disharmoni anak dan orang tua. Untuk menanggulangi persoalan tersebut, artikel ini bertujuan menelaah nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kisah Uwais al-Qarni dalam Hadis Shahih Muslim Nomor 2542. Dalam pendidikan Islam, metode kisah terbukti dapat memberikan stimulasi kepada seseorang untuk meningkatkan kualitas akhlaknya. Artikel ini disusun dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka. Sumber data berupa kitab Hadis dan literatur lain yang relevan dengan tema artikel. Artikel ini menunjukkan bahwa kisah Uwais bukan sekedar narasi spiritual klasik, melainkan sebuah cermin reflektif yang menawarkan relevansi mendalam terhadap pendidikan Islam kontemporer. Nilai-nilai akhlak Uwais yang dapat diteladani oleh generasi muda muslim antara lain: birrul walidain, sabar, syukur, zuhud, wara’ dan qana’ah. Kata Kunci :  Nilai-Nilai Pendidikan; Pendidikan Akhlak; Shahih Muslim; Uwais Al-Qarni.
MEMBANGUN PARADIGMA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INKLUSIF DAN MODERAT DALAM KONTEKS TUNAGRAHITA: Building an Inclusive and Moderate Islamic Education Paradigm in the Context of Tunagrahita Yuan Remanita; Aqilul Fathoni, Irgi; Junaris, Imam
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/vfrfyg02

Abstract

Islamic Education plays an important role in instilling character, morals, and spiritual values in students, including children with special needs in special schools. For students with intellectual disabilities, Islamic Religious Education material, which tends to be abstract, is often difficult to understand. Hence, teachers need to apply learning strategies that are simpler, more concrete, and appropriate to their abilities. This study used a qualitative approach with a case study method at the SLB Negeri Campurdarat. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving Islamic education teachers, classroom teachers, the principal, students, and parents. The results showed that teachers adapted the material to make it easier to understand, used multisensory methods, and instilled tolerance through role modeling, social habits, and daily practices. The obstacles that arise include students' cognitive limitations, lack of supporting facilities, and lack parental involvement. This study is still limited to one location, so the findings cannot be generalized and do not describe long-term developments. These findings encourage the need for policy support in the form of special Islamic education modules for students with special needs and teacher training to integrate the values of religious moderation. Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam menanamkan karakter, akhlak, dan nilai spiritual peserta didik, termasuk pada anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa. Bagi siswa tunagrahita, materi PAI yang cenderung abstrak sering sulit dipahami, sehingga guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih sederhana, konkret, dan sesuai dengan kemampuan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SLB Negeri Campurdarat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, guru kelas, kepala sekolah, siswa, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan materi agar lebih mudah dipahami, menggunakan metode multisensori, serta menanamkan sikap toleransi melalui keteladanan, pembiasaan sosial, dan praktik sehari-hari. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan kognitif siswa, minimnya sarana pendukung, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini masih terbatas pada satu lokasi sehingga temuan belum bisa digeneralisasi, dan belum menggambarkan perkembangan jangka panjang. Temuan ini mendorong perlunya dukungan kebijakan berupa modul PAI khusus bagi siswa berkebutuhan khusus serta pelatihan guru untuk mengintegrasikan nilai moderasi beragama. Kata Kunci : Inklusif; Moderat; Paradigma; Pendidikan Agama Islam; Tunagrahita.
ANALISIS STANDAR PEMBIAYAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAN 1 KLARI KARAWANG: Analysis of Standard Financing in Improving Education Quality at SMAN 1 Klari Karawang Fadilah Nur Zikriyah; Dimo Aditia Nugroho; Fathiyah Azahra; Hinggil Permana
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ynbd5n76

Abstract

This article aims to analyze the implementation of education financing at SMAN 1 Klari Karawang from a legal perspective and strategies for improving education quality through effective and efficient financing. It uses a qualitative approach and case study method with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the management of financing at SMAN 1 Klari is in accordance with the law, particularly Government Regulation No. 57 of 2021 and Minister of Education, Culture, Research, and Technology Regulation No. 18 of 2023. The evidence is that the Education Unit Operational Assistance (BOSP) funds are managed transparently through ARKAS (School Activity and Budget Plan Application), although various obstacles are still encountered, such as delays in fund distribution and budget constraints. Meanwhile, to improve the quality of education through funding standards, SMAN 1 Klari implements strategies for efficient use of internal assets, maintains the effectiveness of programs even though their quality is not optimal, and involves voluntary support from parents and the community. In conclusion, SMAN 1 Klari has implemented the principles of transparency, accountability, and participation in the management of education costs, which has ultimately become the key to improving the quality of education at the school. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi pembiayaan pendidikan di SMAN 1 Klari Karawang dari perspektif perundang-undangan serta strategi peningkatan mutu pendidikan melalui efektivitas dan efisiensi pembiayaan. Menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan pembiayaan di SMAN 1 Klari sesuai dengan perundang-undangan, khususnya PP Nomor 57 Tahun 2021 dan Permendikbudristek Nomor 18 Tahun 2023. Buktinya adalah dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dikelola secara transparan melalui ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah), meskipun masih dijumpai berbagai kendala seperti keterlambatan penyaluran dana dan keterbatasan anggaran. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui standar pembiayaan, SMAN 1 Klari menerapkan strategi efisiensi penggunaan aset internal, menjaga efektivitas program meski kualitasnya tidak maksimal, serta melibatkan dukungan sukarela dari orang tua dan masyarakat. Kesimpulannya, SMAN 1 Klari telah menerapkan prinsip transparan, akuntabel, dan partisipatif dalam pengelolaan biaya pendidikan, hingga akhirnya menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut.  Kata Kunci : Pendidikan; Peningkatan Mutu; Sekolah Menengah Atas; Standar Pembiayaan.
PEMIKIRAN TAUHID DALAM PEMIKIRAN TASAWUF FALSAFI DAN SUNNI: Tawhid Thought in Falsafi and Sunni Sufism Dinda Putri Somantri; Achmad Junaedi Sitika
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/41xj7k62

Abstract

Sufism represents a central dimension of Islam that emphasizes spiritual purification and closeness to Allah SWT through the attainment of pure monotheism (tauhid). Throughout Islamic intellectual history, Sufism has developed into various streams, notably falsafi (philosophical) Sufism and Sunni Sufism, each offering distinct approaches to understanding tauhid. This study aims to describe the characteristics of both streams and to analyze their differences in interpreting tauhid from philosophical and normative perspectives. This research employs a library-based qualitative approach by examining relevant books, journal articles, and contemporary scholarly works. The findings indicate that philosophical Sufism explains tauhid through metaphysical and mystical concepts such as fana’-baqa’, hulul, ittihad, and wahdat al-wujud. In contrast, Sunni Sufism emphasizes the purification of tauhid through adherence to the Qur’an and Hadith, moral cultivation, spiritual discipline, and the balance between shari‘ah and haqiqah. Both streams contribute to enriching the Islamic understanding of tauhid, though each through distinct methods and emphases. Tasawuf merupakan dimensi penting dalam Islam yang menekankan penyucian jiwa serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penghayatan tauhid yang murni. Sepanjang sejarah, tasawuf berkembang dalam berbagai corak, di antaranya Tasawuf Falsafi dan Tasawuf Sunni yang memiliki pendekatan berbeda dalam memahami tauhid. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kedua corak tasawuf tersebut dan menjelaskan perbedaannya dalam memaknai tauhid, baik secara filosofis maupun normatif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis buku, artikel jurnal dan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tasawuf Falsafi memahami tauhid melalui pendekatan filosofis-mistis dengan konsep seperti fana’-baqa’, hulul, ittihad dan wahdat al-wujud. Sementara Tasawuf Sunni menekankan pemurnian tauhid berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis melalui praktik akhlak, penyucian jiwa, serta keseimbangan syariat dan hakikat. Kedua corak tasawuf tersebut sama-sama berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tauhid, namun melalui jalur dan penekanan yang berbeda.