cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN MARGIN PEMASARAN PISANG MENJADI OLAHAN PISANG ANALYSIS OF ADDED VALUE AND MARKETING MARGIN OF PROCESSED BANANA PRODUCTS AbdulAzizMubarok, ApendiArsyad
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.545 KB) | DOI: 10.30997/jp.v6i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan pengolahan pisang menjadi keripik dan salepisang, nilai tambah, dan margin pemasaran. Pengambilan data dilaksanakan di Kelurahan Dangdeur,Kecamatan Subang, dari bulan Agustus 2014 sampai September 2014. Metode penelitian menggunakananalisis deskriptif untuk menjelaskan keragaan pengolahan pisang, analisis nilai tambah menggunakananalisis Hayami, dan margin pemasaran menggunakan analisis margin pemasaran. Hasil penelitianmenunjukkan keragaan agroindustri sale pisang Industri Kecil “Srikandi” terdiri dari pengadaan bahanbaku pisang dan pengolahan pisang. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi keripik pisang adalahRp 2.607,53/kg dengan rasio 27,04% yang tergolong bernilai tambah sedang yaitu 15–40%. Nilaitambah yang diperoleh dari pengolahan pisang menjadi sale pisang adalah Rp 3.217,91/kg dengan rasio42,27%, ini menunjukkan nilai tambah usaha pengolahan pisang menjadi sale pisang berkategori tinggikarena di atas 40%. Harga jual keripik pisang di tingkat produsen (Industri Kecil “Srikandi”) Rp 40.000.Pada saluran pemasaran tingkat I didapatkan margin Rp 17.542,96. Pada saluran II, pengecer tetapmembeli keripik pisang ke produsen seharga Rp 40.000 dan margin yang didapat adalah Rp 10.000.Harga jual sale pisang di tingkat produsen Rp 40.000. Pada saluran pemasaran I, margin yang didapatRp 24.507,62. Pada saluran II, pengecer tetap membeli sale pisang ke produsen seharga Rp 40.000 danmargin yang didapat adalah Rp 10.000,00.
MINUMAN ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) BERKARBONASI READY TO DRINK SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL YANG KAYA ANTIOKSIDAN Mashudi, Noli Novidahlia
JURNAL PERTANIAN Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.109 KB) | DOI: 10.30997/jp.v3i2.598

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan minuman karbonasi dari rosela yang mengandungwarna merah yang menarik. Formula menggunakan ektrak dari bahan kering dan bahan segar roseladengan penambahan CO2 dalam bentuk cair. Perbandingan ekstrak rosela dengan CO2 cair adalahperbandingan (3:1), (2:1) dan (1:1). Warna merah yang paling tinggi intensitasnya diperoleh dariminuman rosela dengan perbandingan ekstrak rosela kering dengan CO2 cair (3:1). Sementara warnamerah yang paling rendah intensitasnya adalah perbandingan ekstrak rosela dengan CO2 cair (1:1).Nilai kandungan antosianin, kapasitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak rosela kering danCO2 cair dengan perbandingan (3:1). Kandungan vitamin C tertinggi diperoleh dari ekstrak roselasegar dan CO2 cair dengan perbandingan (3:1). Stabilitas produk minuman selama penyimpanancenderung tidak stabil dilihat dari aroma, rasa, dan kesegaran. Sementara kemanisan dan after tastecenderung stabil. Kandungan kimia selama penyimpanan untuk pH relatif stabil baik pada kondisipenyimpanan suhu refrigerator maupun suhu ruang. Namun kandungan antosianin, vitamin C dankapasitas antioksidan cenderung menurun pada kedua suhu penyimpanan.
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI PADA KEGIATAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) DI KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT DediKusmiadi, AchmadMusyadar
JURNAL PERTANIAN Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.747 KB) | DOI: 10.30997/jp.v4i2.55

Abstract

Lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Tujuan penelitianadalah menjelaskan partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam percepatan penganekaragamankonsumsi pangan dan menentukan indikator partisipasi terlemah dalam percepatanpenganekaragaman konsumsi pangan. Sampel berjumlah 30 responden dari tiga kelompok wanitatani, setiap kelompok dipilih 10 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesionerdalam bentuk pernyataan atau pertanyaan, selanjutnya data diolah dalam bentuk tabulasi denganmenggunakan Non Parametrik Kendall’s W (SPSS.18). Berdasarkan hasil uji reabilitas diperoleh nilaiCronbach’s Alpha value of 0,825 menujukkan bahwa kuesioner dapat digunakan untuk mengukurpartisipasi kelompok wanita tani. Hasil analisis menunjukkan ranking tertinggi adalah kemauanuntuk belajar dengan mean rank 5,05 dan ranking terendah adalah kemampuan melaksanakankegiatan dengan mean rank 2,50. Topik penyuluhan yang harus diberikan kepada anggota kelompokwanita tani adalah pengembangan pangan lokal dan pangan bergizi, beragam, seimbang dan aman.
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIL DENGAN TEPUNG AMPAS KELAPA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK DAGING AYAM KAMPUNG SUBSTITUTION EFFECTS OF COMMERCIAL RATION WITH COCONUT PULP MEAL ON THE PHYSICAL AND ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF NATIVE CHICKEN MEAT ElisDihansih, AhmadFauziNasution
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.516 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i1.30

Abstract

Pakan ternak sangat menentukan kualitas daging dan manajemen pemberian pakanmerupakan faktor pendukung untuk mendapatkan hasil dari produksi ternak. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pakan komersil dengan tepung ampas kelapaterhadap sifat fisik dan organoleptik daging ayam kampung. Penelitian ini dilakukan mulaibulan September–November 2015. Pemeliharaan dilakukan di kandang laboratorium pratikumJurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Pengujian analisisproksimat tepung ampas kelapa dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian Sumber DayaHayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalahrancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yangdiberikan yaitu R0 = 100% pakan komersil, R1 = 90% pakan komersil + 10% tepung ampaskelapa, R2 = 80% + 20% tepung ampas kelapa, R3 = 70% pakan komersil + 30% tepung ampaskelapa, R4 = 60% pakan komersil + 40% tepung ampas kelapa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sifat fisik dan organoleptik daging ayam kampung tidak berbeda nyata (P>0,05). Padasemua perlakuan berdasarkan nilai sifat fisik dan organoleptik daging ayam kampung,substitusi pakan komersil dengan tepung ampas kelapa hingga 40% tidak mengubah kualitassifat fisik daging dan daya terima konsumsi terhadap daging ayam kampung.Kata kunci: ampas kelapa, daging ayam kampung, pakan komersil, sensori, sifat fisik
EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.
ANALISIS KINERJA KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (KOPTI) DI KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT, DENGAN METODE BALANCED SCORECARD BALANCE SCORECARD PERFORMANCE ANALYSIS STUDY OF INDONESIAN FERMENTED SOYBEAN COOPERATIVE UNIT PRODUCER IN BOGOR, WEST JAVA PROVINCE ErwinAnton, ApendiArsyad
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.139 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i1.53

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan lingkungan bisnis pertanian khususnya koperasi semakinketat. Perencanaan strategis yang tepat merupakan suatu faktor yang harus diperhatikan untukmencapai target yang diinginkan. Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk mengevaluasi kinerjamanajemen koperasi secara menyeluruh dengan menggunakan pendekatan balanced scorecard.Balanced Scorecard merupakan alat ukur kinerja yang menyeimbangkan empat perspektif, yaituperspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis intenal, serta perspektifpembelajaran dan pertumbuhan. Studi analisis kinerja KOPTI Kabupaten Bogor ini menggunakanmetode balanced scorecard yang dinilai secara keseluruhan mencapai hasil yang cukup baik dengantotal capaian keseluruhan dari keempat perspektif balanced scorecard tersebut adalah sebesar72,9%. Hal ini berarti bahwa kinerja KOPTI Kabupaten Bogor pada tahun 2012 tergolong dalamkategori sangat sehat (A) karena total skor berada pada selang 65<total skor<80. Total skor padaperspektif pelanggan sebesar 8,58%, total perspektif keuangan sebesar 17,88%, total perspektifproses bisnis internal sebesar 17,60%, dan total perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar28,84%.
JELLY EXTRACT DRINKING RED BIT Kusumaningrum, Intan; Novidahlia, Noli; Soraya, Dina Ayu
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.655 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1150

Abstract

Beets are one of the most useful food ingredients. One of the benefits is to provide natural color in the manufacture of food products. The pigment present in the red bit is betasianin. Betasianin is a class of antioxidants. Drink jelly is a soft gel-shaped drink, generally jelly drinks have elastic properties but consistency or gel strength is weaker than jelly agar. This study aims to diversify food products from red bit beans.The research begins by making red beet extracts first, after which mixing all the ingredients of making jelly drinks. The experimental design used in this research is Completely Randomized Design with three treatment levels and two replications. Data analysis was processed by Kruskal Wallis and ANOVA. The treatments used were comparison of beets and water 1:10, comparison of beets and water 1: 12,5 and comparison of beets and water 1:15. Organoleptic tests used in the study were hedonic rank test and sensory quality test.The results showed that the treatment comparison of beets and water 1:15of  was selected jelly beverage based on hedonic test result by panelist. Chemical analysis of the selected product was then performed. Drink jelly comparison of beets and water 1:15 has antioxidant levels of 4.2 mg vit c / 100g sample, food fiber content of 14, 92%, and total sugar of 26.27%. 
HUBUNGAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN DENGAN TINGKAT KEBERHASILAN PENDEKATAN PTT PADI SAWAH DI KECAMATAN WOLOWARU, KABUPATEN ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR wibowo, AchmadMusyadar
JURNAL PERTANIAN Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.22 KB) | DOI: 10.30997/jp.v5i2.45

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur,mulai 14 April 2014 sampai dengan 08 Juni 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilanpendekatan PTT padi sawah di tingkat petani. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari metodepenyuluhan (variabel X) dan tingkat keberhasilan pendekatan PTT padi sawah (varibel Y). Instrumenyang digunakan adalah kuesioner untuk 45 responden. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara menggunakan instrumen, observasi langsung, dan program penyuluhan pertanian sertalaporan terkait lainnnya. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif untuk variabel X dan variabel Y,serta analisis statistik non parametrik korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antaravariabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PTT padi sawah cukupberhasil karena metode penyuluhan pertanian yang diterapkan sudah tepat dan terdapat hubunganantara metode penyuluhan pertanian dengan tingkat keberhasilan pendekatan PTT padi sawah sangatsignifikan dengan tingkat hubungan sedang dan positif.
APLIKASI BIJI KEFIR AIR SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG ROTI KUKUS Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli; Amanah, Amanah
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.068 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1053

Abstract

Biji kefir air berupa matrik gel polisakarida, bening seperti kristal, didalamnya terdapat simbiosis kompleks antara bakteri asam laktat dan khamir.  Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi optimal biji kefir air sebagai pengembang roti kukus.   Roti kukus dibuat dengan tiga konsentrasi biji kefir air: 75, 100, dan 125% berdasarkan 100% tepung, kemudian dianalisis sifat mutu fisik dan sensorinya.  Roti kukus dengan pengembang biji kefir air terbaik dibandingkan sifat fisik dan kadar seratnya dengan yang diolah menggunakan khamir (standar).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki mutu fisik (volume spesifik, struktur remah) lebih baik daripada yang diproses dengan biji kefir air 75% dan 125%.  Mutu sensori roti kukus yang dibuat dengan 100% dan 125% biji kefir air (kenampakan, kehalusan permukaan, pori, tekstur, kelengketan, aroma) lebih tinggi dibandingkan yang diolah dengan biji kefir air 75%.  Penggunaan biji kefir air 100% ditentukan sebagai konsentrasi bahan pengembang optimal pada pembuatan roti kukus.  Roti kukus yang dibuat dengan biji kefir air 100% memiliki volume spesifik dan struktur remah tidak beda nyata dengan roti kukus standar, sedangkan kandungan serat pangannya lebih tinggi.  Kandungan serat pangan berturut-turut roti kukus dengan biji kefir 100% adalah  18.5% (bk) dan roti kukus standar 12.5% (bk).  Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi biji kefir air optimal sebagai bahan pengembang roti kukus adalah 100% berdasarkan 100% tepung.Kata kunci: bakteri asam laktat (BAL), biji kefir air, khamir, roti kukus. APLICATION OF WATER KEFIR GRAINS AS LEAVENING AGENT OF STEAMED BREAD ABSTRACTWater kefir grain is a complex symbiosis between lactic acid bacteria and yeast in transparent gel matrix crystal-like.  The objective of this study was to get optimum concentration of water kefir grains as leavening agent of steamed bread.  Steamed bread was prepared with three concentrations of water kefir grains: 75, 100, and 125% based on 100% flour, then their physical and sensory properties were analyzed.  The chosen steamed bread using water kefir grains was then compared its physical properties and fiber content to the standard steamed bread using yeast.  Results showed that steamed bread made with 100% of water kefir grains had better physical properties (specific volume, crumb structure) than that of 75% and 125%.  The sensory properties (appearance, surface smoothness, crumb structure, tenderness, adhesiveness, aroma) of steamed bread made with 100% and 125% of water kefir grains were superior than that of 75%. The use of 100% water kefir was chosen as the optimum concentration for leavening agent of steamed bread.  Steamed bread using 100% water kefir had no differences on specific volume and crumb structure compared to those of standard steamed bread, whereas its fiber content was significantly higher.  Fiber content of steamed bread using 100% water kefir grains and steamed bread using yeast was 18.51% (db) and 12.51% (db), respectively.  It can be concluded that optimum concentration of water kefir grains used as leavening agent for steamed bread making was 100% based on 100% of flour.
PENGARUH VITAMIN B2 (Riboflavin) TERHADAP DAYA TAHAN SPERMATOZOA DOMBA PADA SUHU KAMAR Widjaja, Nilawati
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.216 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i1.556

Abstract

This study aims to understand the effect of vitamin B2 (Riboflavin) toward mortality and goat spermatozoa percentage of life in room temperature. The study method using experiment method with Rancangan Acak Kelompok (Group Random Program) in time series with 5 Riboflavin additional treatments and 6 ejaculates as a group. The treatment is concentration of vitamin B2 (PO = control) PO = 0 μg/ml, P1 = 1 μg/ml, P2 = 4 μg/ml, P3 = 7 μg/ml, and P4 = 10 μg/ml. The variable that observed is motility and viability. The observation is conducted after dilution WO = 0 hour, W1 = 2 hours, W2 = 4 hours, W3 = 6 hours, and W4 = 8 hours. The study result shows that treatment adding vitamin B2 (Riboflavin) in Tris dilution under room temperature has no significant differences (P>0,05) toward motility and life percentage. Time period of treatment has significant impact (P<0,01) toward motility and viability. There is no interaction between treatment and observation time period (P>0,05).

Page 10 of 32 | Total Record : 313